Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tulisan karya Artere Laksamana ; Juara II Lomba Menulis Artikel "Bila Aku Politisi"

Expand Messages
  • Vincent Liong
    From: artere laksamana Date: Sat Feb 7, 2004 12:41 am Subject: Naskah lomba bila aku politisi karya Artere Laksamana (The Kayszer)
    Message 1 of 1 , Jun 16, 2004
    • 0 Attachment
      From: artere laksamana <artere2000@...>
      Date: Sat Feb 7, 2004 12:41 am
      Subject: Naskah lomba bila aku politisi karya Artere
      Laksamana (The Kayszer)
      To: bigs@...

      Bila Aku Politisi


      Ada dua hal yang mutlak diperlukan oleh sorang
      politisi. Kedua hal tersebut adalah visi (vision) dan
      semangat( courage). Tanpa kedua hal ini adalah
      mustahil seorang politisi akan berhasil. Kedengarannya
      ini amat sederhana namun kenyataanya tidak demikian.
      Ada banyak politisi yang tidak punya visi, kecuali
      untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Ada pula
      yang punya visi tapi tidak punya nyali untuk
      mewujudkan visinya.
      Sebenarnya ada lagi yang dibutuhkan yaitu kemampuan
      mengkomunikasikan visinya pada masyarakat. Tanpa
      kemampuan tersebut maka mustahil baginya untuk
      memotivasi masyarakat dalam mewujudkan visi tersebut.
      Ketiga hal inilah yaitu visi, semangat dan komunikasi
      yang akan saya berikan sebagai politisi.
      Amat penting pula bagi politisi untuk menguasai
      sejarah agar belajar dari keberhasilan, dan tidak
      mengulangi suatu kesalahan. Sekali lagi saya katakan,
      belajarlah dari sejarah, bukan dari mitos atau dongeng
      yang tidak didasarkan pada fakta. Segelintir orang
      merasa berhak merubah sejarah sesuai keinginan dan
      kepentingannya. Ini adalah hal yang bukan hanya bodoh
      tapi malah fatal akibatnya. Kita tidak akan pernah
      belajar dan hanya akan mengulangi kegagalan yang sama.

      Saya akan mengambil contoh beberapa negara yang patut
      kita jadikan pelajaran.
      Cina yang merupakan negara yang paling maju pada abad
      kelimabelas, runtuh dan di injak- injak pihak Barat
      dan Jepang karena sikap angkuh sekaligus paranoidnya
      terhadap dunia luar. Laksaman Cheng Ho yang terkenal,
      sudah berlayar sampai Afrika ketika bangsa Eropa masih
      hidup dalam abad kegelapan. Namun malangnya karena
      kepicikan beberapa orang penasihatnya, kaisar Cina
      memutuskan untuk menghentikan ekspedisi tersebut.
      Alasannya, untuk mencegah pengaruh asing masuk ke
      Cina. Sebuah kebodohan yang tragis. Padahal kalau
      ekspedisi tersebut diteruskan, maka Cina akan
      menemukan Eropa sebelum bangsa Eropa datang ke Asia
      melalui laut, dan sejarah tidak akan sama. Ini contoh
      bahwa sebagai politisi kita jangan berpikiran sempit.
      Semangat nasionalisme yang sempit dan berlebihan
      dengan menolak segala pengaruh luar, akan berakibat
      fatal dan merugikan diri sendiri. Ini sama saja denga
      melakukan national suicide, alias bunuh diri nasional.
      Ingat ketololan beberapa orang politisi dapat
      berdampak fatal bagi kehidupan serta masa depan suatu
      negara.
      Contoh lainnya adalah Amerika Serikat.
      Terlepas dari apakah kita suka atau tidak, negara
      Paman Sam berhasil menjadi negara adikuasa sekaligus
      demokratis. Kita perlu belajar dari keberhasilan
      sekaligus kegagalannya. Ada beberapa faktor yang
      mebuatnya berhasil. Hal tersebut antara lain adalah:
      dihargainya hak-hak warga negara, bahwa setiap warga
      negara terlepas dari latar belakang ras, etnik, agama,
      atau jendernya mempunya hak dan kewajiban yang sama
      dimata hukum. Kebebasan warga negara untuk
      mengutarakan pendapat dan berpartisipasi dalam politik
      pun dijamin oleh konstitusi.Hal lainnya adalah
      supremasi hukum yang independen. Tentu ada perbedaaan
      antara kenyataan dan teori. Sebuah negara bisa saja
      mengklaim bahwa tidak ada diskriminasi dimata hukum,
      namun kenyataannya bisa amat berbeda. “Action speaks
      louder than word” . Artinya kenyataan di lapangan
      lebih penting dari sekadar pernyataan pejabat negara.
      Dalam hal ini Amerika sudah mengalami banyak kemajuan.
      Lihat saja anggota kabinet yang sekarang. Collin
      Powell yang merupakan State Secretary,jabatan
      tertinggi dalam kabinet (sesudah Presiden dan Wapres)
      berasal dari ras kulit hitam, demikian juga Condoliza
      Rice yang merupakan wanita berkulit hitam menjabat
      penasihat keamanan nasional. Disamping itu ada pula
      menteri-menteri dari etnik hispanik, bahkan orang Asia
      pun ada. Catherine Chao yang merupakan wanita Cina
      Amerika menjabat menteri perburuhan dan Norman Mineta
      yang seorang keturunan Jepang dan anggota partai
      oposisi, partai Demokrat menjabat menteri
      transportasi. Masih banyak contoh lain akan dihargai
      dan berperan aktifnya kaum minoritas. Dari Gubernur
      negara bagian Hawaii dan Washington yang adalah
      keturunan Asia, sampai Kepala staf angkatan darat AS
      yang seorang keturunan Jepang.( Padahal dalam Perang
      Dunia II Amerika sempat melanggar hak asasi warga
      keturunan Jepang. Mereka diperlakukan diskriminatif
      dan dipaksa masuk kamp-kamp penampungan hanya karena
      ras mereka yang sama dengan musuh AS kala itu). Ini
      merupakan perwujudan slogan Bhinneka Tunggal Ika yang
      notabene menjadi semboyan persatuan bangsa kita. Namun
      sekedar slogan tanpa wujud nyata dilapangan adalah
      percuma. Bukankah “Actions speak louder than words”.
      Kita harus mau belajar dari keberhasilan negara lain.
      Sementara hal yang kurang baik harus kita hindari.
      Sebagai poitisi aku akan membangun
      komunikasi yang baik dengan masyarakat. Bila kelak
      terpilih sebagai Presiden, aku akan mengadakan acara
      radio mingguan dimana aku akan berbicara langsung pada
      bangsaku. Acara ini sudah merupakan tradisi di AS.
      Tradisi ini dimulai oleh Presiden Franklin Delano
      Roosevelt yang terkenal dengan semboyannya “ There is
      nothing to fear but fear itself”. Tidak ada yang perlu
      ditakuti selain rasa takut itu sendiri. Ini merupakan
      hal yang amat tepat bagi bangsa Amerika yang ketika
      itu dilanda keputusasaan diterjang depresi ekonomi
      yang berkepanjangan. FDR berhasil mengembalikan rasa
      percaya diri bangsa Amerika dan mereka bangkit menjadi
      adikuasa. Pernyataan ini relevan bagi bangsa Indonesia
      yang tengah dilanda krisis berkepanjangan. “Tidak ada
      yang perlu kita takuti, selain ketakutan itu sendiri.
      Mari bangkit, kalau Amerika bisa kenapa kita harus
      gagal? Yang kita perlukan adalah kerendahan hati untuk
      memperbaiki kesalahan dan kekeliruan dimasa lalu,
      kemudian langkahkan kaki kedepan dengan penuh percaya
      diri.” Ini yang akan aku komunikasikan pada bangsa
      Indonesia. Untuk itu aku akan mejadi pimpinan yang
      Proaktif. Aku akan menjelaskan visiku akan sebuah
      Indonesia baru, dimana tiap warga negara punya hak dan
      kewajiban yang sama, dimana keadilan dan supremasi
      hukum bukan hanya slogan kampanye parpol. Ini semua
      butuh komunikasi. Hal ini menjadi mustahil kalau para
      politisi dan pimpinan negara hanya mau hidup di menara
      gading. Berlagak bak dewa dewi yang menonton dari
      kahyangan, tapi ogah berkomunikasi dengan rakyatnya.
      Kita tidak butuh politisi demikian. Kita perlu
      politisi yang mampu menempatkan dirinya di posisi
      rakyat, dan berkomunikasi dengan bahasa yang
      dimengerti oleh rakyatnya. Hentikan pidato-pidato yang
      hanya dipenuhi slogan-slogan muluk! Sudah saatnya
      rakyat Indonesia diperlakukan sebagai partner cerdas
      pemerintah. Bukan obyek yang dianggap bodoh, dan malah
      dibodoh-bodohi.
      Aku akan jujur mengakui kalau aku bukanlah
      ratu adil. Malah dengan tegas aku akan mengajak
      masyrarakat untuk berhenti menantikan sang Ratu Adil
      yang tak kunjung tiba. Jadilah ratu adil untuk diri
      kita masing-masing. Hentikan mental budak yang hanya
      mengharapkan pihak lain untuk mengatur dan menentukan
      nasib kita. Ambil inisiatif, jadi makhluk Tuhan yang
      berakal budi, gunakan pemberianNya tersebut untuk
      merubah nasib. Jangan hanya pasif dan mengharapkan
      belas kasihan pihak lain. Tuhan tidak akan memperbaiki
      nasib orang yang ogah mengubah nasibnya sendiri.
      Tentu akan banyak tantangan dari berbagai
      pihak. Pihak-pihak yang selama ini diuntungkan sistem
      yang korup. Untuk itu diperlukan semangat dan
      keberanian alias nyali. Tapi nyali tanpa dukungan
      masyarakat sama dengan bunuh diri. Aku bukan seorang
      yang suicidal, dan tidak ada niatan bunuh diri. Oleh
      karena itu aku akan kembali berkomunikasi dengan
      rakyat. “ Masa depan kalianlah yang dipertaruhakan.
      Apakah kalian akan membiarkan pihak-pihak tertentu
      membajak, dan mengancurkan masa depan kalian? Relakah
      kalian? Kalau tidak rela, lawan mereka! Hadapi dan
      jangan gentar!. Berhasil atau gagal, hanya kalianlah
      yang dapat menentukan. Aku hanya bisa mengarahkan
      ,namun apakah kalian akan meraih visi kemakmuran dan
      keadilan tersebut, atau tidak,sepenuhnya di tangan
      kalian.”
      Aku mengumpamakan negara Indonesia sebagai
      sebuah pesawat terbang. Aku adalah pilotnya, dan
      rakyat Indonesia sebagai penumpangnya. Lalu tiba-tiba
      pesawat dibajak beberapa orang yang melakukan misi
      bunuh diri. Mereka hendak menabrakannya ke gunung.
      Sebagai pilot aku tidak dapat berbuat banyak kalau
      kemudi diambil alih. Bangsa Indonesia harus bangkit
      melawan para pembajak tersebut!. Jangan biarkan para
      politisi busuk membajak masa depan bangsa, dan
      melakukan bunuh diri nasional.
      Pentingnya membangun hubungan yang saling
      percaya antara politikus dan rakyat dapat aku
      contohkan dari pengalaman Meksiko. Dalam perang
      Meksiko vs Amerika Serikat di tahun 1848, negara
      Meksiko kalah total. Negara mereka diduki dan mereka
      kehilangan Kalifornia. Kenapa? Alasannya karena rakyat
      dan penguasa saling tidak percaya. Padahal hanya ada
      beberapa ribu pasukan AS, dan jutaan rakyat
      Meksiko.Namun karena kaum penguasa menindas rakyatnya
      sendiri, maka timbul rasa benci pada politisi.Sadar
      akan hal ini para penguasa, dan tuan tanah menolak
      mempersenjatai rakyat. Mereka takut kalau sudah
      mengusir tentara AS, rakyat akan berbalik menumpas
      para politikus korup yang mereka benci. Tragis! Mereka
      lebih takut pada rakyatnya sendiri dari musuh asing.
      Ini harus menjadi pelajaran berharga. Kita harus
      bersatu, semua komponen bangsa harus berpartisipasi,
      bila tidak, pasti kita akan kalah dalam era
      persaingan global seperti sekarang ini.
      Karena itu penghapusan segala bentuk, dan
      tindakan diskriminatif harus menjadi prioritas para
      politikus. Aku megusulkan dibentuknya Komisi Nasional
      Anti Diskriminasi. Badan ini bertindak untuk memonitor
      semua praktek-praktek dan peraturan yang diskiminatif
      atas dasar SARAS ( suku, agama, ras dan juga seks,
      alias jender). Segala bentuk diskriminasi tidak bisa
      lagi ditolerir, karena hanya akan menghancurkan
      potensi bangsa ini untuk bersatu padu dalam menghadapi
      ganasnya persaingan global.
      Integritas seorang politisi juga harus
      diperhatikan. Bukankah perbuatan lebih nyaring dari
      kata-kata. Kredibilitas seorang politisi menjadi
      mutlak. Disini amat diperlukan transparansi. Harus
      dibuka kesempatan selebar-lebarnya bagi masyrakat
      untuk dapat memonitor para politisi. Karena itu
      kebebasan pers, dan hak mengeluarkan pendapat harus
      dijamin dan dilindungi. Bukankah kekuasaan cenderung
      korup?, maka kekuasaan mutlak akan mengakibatkan
      korupsi, dan penyalah guanaan yang mutlak pula.
      Pengawasan yang terus menerus adalah mutlak
      diperlukan. Ingat! Rezim Orba menjadi amat korup
      karena lemahnya pengawasan . Hanya keledai yang jatuh
      ke lubang yang sama. Bangsa ini harus menolak politisi
      busuk yang hendak membuat kita jadi keledai dengan
      mengembalikan sistem lama yang terbukti gagal dan
      korup.
      Supremasi hukum juga merupakan salah satu
      syarat mutlak menuju visi masyrakat yang adil dan
      makmur. Proses pengangkatan hakim haruslah transparan
      dan jauh dari un sur money politics. Harus jelas
      criteria untuk menjadi seorang hakim. Bila aku
      poltikus dalam hal ini menjabat sebagai kepala negara.
      Aku akan mengangkat hakim- hakim yang bersih, dan akan
      mengumkan nama-nama mereka ke masyarakat untuk di
      monitor sebelum diangkat. Namun setelah itu pemerintah
      tidak berhak mencampuri bidang yudikatif, agar
      independensi hukum bisa terjamin.
      Aku akan memimpin dengan contoh perbuatan
      ( leading by example). Aku akan meminta rekan-rekan
      pers untuk membantu mengawasi aku, dan keluargaku.
      Pemberantasan KKN (korupsi,kolusi, dan nepotisme)
      harus dimulai dari diri sendiri, dan lingkungan
      terdekat. Ini bukan berarti keluarga politisi tidak
      boleh berbisnis, karena berarti merampas hak mereka
      sebagai warganegara. Hal ini berarti mereka harus
      melalui proses yang sama dengan warga lainnya. Azas
      “Persamaan dimata Hukum” atau equality before the law
      harus dijunjung tinggi.
      Dalam memberantas korupsi kita harus
      menghargai prinsip keadilan dan manfaat, serta akal
      sehat ( common sense). Prinsip carrots and stick harus
      kita terapkan. Pemerintah dan masyarakat akan kuajak
      realistis melihat akar permasalahan. Gaji yang
      terlampau kecil bagi pegawai negeri, dan pejabat
      negara hanya akan meyuburkan korupsi. Sistem
      kompensasi perlu ditinjau ulang, dengan melibatkan
      pihak luar pemerintahan, ahli ahli yang kompeten di
      bidangnya, dan masyarakat. Ini harus merupakan
      consensus nasional yang bisa diterima karena masuk
      akal, dan adil. Adalah tolol kalau kita menetapkan
      gaji yang terlampau rendah bagi pegawai negeri. Ini
      sama dengan menutup pintu bagi orang-orang yang
      kompeten. Mereka dengan mudah akan mendapat tawaran
      dari pihak swasta, atau malah pindah ke luar negeri.
      Namun dilain pihak kalau dengan gaji yang memadai
      mereka masih korupsi maka akan ditindak tegas. Untuk
      menjamin keefektifitasan prinsip ini amat diperlukan
      transparansi. Kinerja pejabat negara harus dapat
      dimonito,r dan dilaporkan pada masyarakat, hingga
      penyelewengan akan segera terdeteksi dan ditindak
      tegas.
      Masalah ekonomi juga harus mendapat
      prioritas utama. Pengangguran merupakan masalah besar
      yang bila tidak diatasi akan menjadi bom waktu. Untuk
      menanggulangi tidak ada jalan lain dari menciptakan
      aparat negara yang bersih dan efektif. Banyaknya
      investor yang hengkang keluar negeri disebabkan
      ekonomi biaya tinggi. Masalah utama bukanlah biaya
      buruh yang terlampau tinggi, namun adanya biaya –biaya
      siluman akibat KKN, serta ketidak pastian hukum. Maka
      aparat yang tidak korup dan efisien serta perangkat
      hukum yang jelas serta memadai merupakan kunci
      kesuksesan di bidang ekonomi. Selain itu perlu
      didorong investasi di luar Jawa agar tercapai
      pemerataan pembangunan . Ini bisa dilakukan dengan
      kerja sama yang baik dengan pemda, serta peraturan
      investasi yang mendukung.
      Pendidikan juga merupakan salah satu kunci
      kesuksesan sebuah bangsa. Kita tidak bisa mengharapkan
      tenaga kerja yang kompeten dengan sistem pendidikan
      yang amburadul. Murid-murid dan mahasiswa kita harus
      dilatih untuk berpikir kritis, dan kreatif. Selama ini
      mereka diperlakukan bak kerbau dungu yang dipasung
      kreatifitasnya, dan diberangus mulutnya. Mereka
      dicekoki berbagai macam ilmu yang tidak relevan bagi
      masa depannya, dan diperlakukan bagai kerbau yang
      dicocok hidung ,atau burung beo. Hanya menghafal dan
      menelan berbagai kebohongan sejarah yang dimanipulasi
      untuk kepentingan penguasa. Kita harus memulai
      kejujuran dari bangku sekolah. Tulis ulang buku-buku
      sejarah yang selama ini dimanipulasi rezim tertentu.
      Ajar para siswa untuk berani menjadi diri sendiri,
      berani mengambil keputusan, serta bertanggung jawab
      akan keputusannya tersebut. Belajar bertanggung jawab
      dan disiplin, tidak menjadi cengeng dan hanya mampu
      mengasihani diri, sambil menyalahkan pihak lain.
      Prinsip yang terpenting yang akan
      kutanamkan pada masyarakat adalah mereka harus menjadi
      Ratu-Ratu Adil bagi diri mereka sendiri. Berani
      mengambil keputusan, dan bertanggung jawab akan
      keputusan tersebut. Seorang bijak pernah mengatakan
      “Masyarakat hanya akan mendapat pimpinan yang layak
      mereka dapatkan.” Artinya, sebaik apapun seorang
      politisi atau pimpinan , tidak akan ada gunanya kalau
      masyarakat pasif, dan tidak mau bertanggung jawab akan
      diri mereka sendiri. Masa depan suatu bangsa
      ditentukan bangsa itu sendiri. Sebagai politisi aku
      akan memberikan yang terbaik, namun sekali lagi ,
      cerah atau tidaknya masa depan bangsa Indonesia
      ditentukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku
      mengharapkan bangsa ini membuat keputusan yang
      terbaik.

      Oleh:
      Artere Laksamana ,BA.

      Pendidikan:
      Bachelor of International Business Relations,
      Griffith University, QLD, Australia.

      Architecture & Art History, Interior Architecture,
      University of Oregon, OR, USA.

      Pekerjaaan:
      Interior Architecture Consultant




      ####################################################

      From: "bigs" <bigs@...>
      Date: Wed May 19, 2004 11:20 pm
      Subject: Pengumuman Lomba Menulis Artikel
      To: <Artere2000@...>

      PENGUMUMAN
      PEMENANG LOMBA MENULIS ARTIKEL
      "BILA AKU POLITISI"


      Sehubungan dengan kegiatan Lomba Menulis Artikel
      bertema “Bila Aku Politisi” yang diselenggarakan oleh
      Bandung Institute of Governance Studies (BIGS) dengan
      ini kami umumkan bahwa setelah melalui penilaian oleh
      Tim Juri, diputuskan bahwa nama-nama pemenang lomba
      tersebut adalah sebagai berikut:

      Kategori Umum:

      Juara Nama Pemenang Judul Artikel
      I M.D. Dewi P. Rakyat-Politikus Dalam Sebuah 'Mesin'
      Bernama Negara
      II Artere Laksamana Bila Aku Politisi
      III Trisno Aji Putra Kesadaran Politik dan Masa Depan
      Rakyat: Seandainya Saya Politisi

      Kategori Mahasiswa:

      Juara Nama Pemenang Judul Artikel
      I Fristian Yulianto Politikus Indonesia Politikus Yang
      Humanistis
      II Yuriadi Tetap Survive Tanpa Harus Mengorbankan
      Idealisme Dan Amanat Rakyat
      III Eko Prasetyo Dharmawan Sebagai Politisi, Aku
      Adalah Pencipta Nasib Bangsaku…

      Kategori Pelajar:

      Juara Nama Pemenang Judul Artikel
      I Winda Haryati Utami Andai Aku Menjadi Seorang
      Politisi
      II Theresia Yinski Pistari Gondosari Andai Aku
      Presiden Republik Indonesia
      III Cindy Permana Andai Saya Politisi

      Selamat atas prestasi seluruh pemenang lomba ini.
      Selain itu kami ucapkan terimakasih atas apresiasi
      serta partisipasi seluruh peserta lomba khususnya dan
      masyarakat pada umumnya.





      __________________________________
      Do you Yahoo!?
      Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.
      http://mobile.yahoo.com/maildemo
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.