Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RU The Queen of England? [karya: Artere L Kayszer]

Expand Messages
  • vincentliong
    Segala balasan/jawaban atas pertanyaan ini mohon di Post per email ke alamat maillist tempat anda membaca tulisan ini dan di Fw ke maillist::
    Message 1 of 1 , Feb 4, 2004
    • 0 Attachment
      Segala balasan/jawaban atas pertanyaan ini mohon di Post per email
      ke alamat maillist tempat anda membaca tulisan ini dan di Fw ke
      maillist:: Vincentliong@yahoogroups.com
      http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/

      Costumer Service Representative (Vincentliong)::
      Ph:021-5482193,5348567 M:0811-919-765




      RU The Queen of England?

      Ini pengalamanku waktu ikut kebaktian di salah satu gereja Indonesia
      yang bertebaran di kota Sydney bagai cendawan di musim hujan. Aku
      diajak si Psycho Boy ke tempatnya biasa beribadah sekaligus numpang
      makan gratis dan ajang promo bukunya sendiri.
      Tentu sudah menjadi harapan pengunjung kalo datang ke suatu
      perkumpulan, hajatan, acara, atau kebaktian akan diperlakukan dengan
      ramah. Ini bukan karena ingin diperlakukan bak pejabat negara yang
      sedang melakukan sidak, tapi just common sense. Kalau tidak suka ada
      pengunjung pasang saja sign tidak menerima pengunjung! Dijamin orang
      kecuali yang memang sudah putus saraf malunya tidak kepingin masuk.
      Beberapa pengurusnya memang terlihat cukup bersahabat dan welcome,
      namun ada suatu kejadian yang meninggalkan kesan mendalam terhadap
      suatu gejala yang cukup sering terjadi di masyarakat. Ini menjadi
      bahan refleksi bagiku akan suatu ,kebiasaaan aneh lagi bodoh tapi
      karena sudah lumrah seperti halnya korupsi dan nepotisme jadi
      dianggap bagian tradisi yang patut dilestarikan dan diagungkan.
      Ketika aku sedang berbicara dengan salah seorang pengurus si Psycho
      boy dengan gaya sok Pdnya menghampiri seorang gadis yang juga
      pegurus disitu.Entah dia kenal atau tidak dengan gadis itu, si
      psycho memperkenalkan aku padanya. Sebagai layaknya basa basi dan
      etika, aku mengulurkan tangan untuk berjabatan. Anehnya dia malah
      mengulurkan tangannya bagai seorang putriraja yang berharap akan
      disembah dan dicium tangannya. Memegang tangannya untuk berjabatan
      bagai holding a cold death fish in your hand. Tidak ada reaksi atau
      gerakan apapun. Hampir aku spontan bertanya " Who u think ur ? The
      Queen of England? Do u expect me to kneel down and kiss your hand?"
      Ini merupakan hal yang annoying, tapi sepertinya cukup lumrah
      dikalangan masyrakat kita. Aku jadi berpikir pasti ada alasannya.
      Ini bukan hal yang kebetulan.
      Ada dua kemungkinan. Yang pertama si gadis merasa superior alias PD
      yang berlebihan karena kece, pintar ,atau kaya. ( Tapi dalam hal
      gadis ini, ia tidak lah that beautiful or sexy! As for being rich or
      important I didn't really give a damn since I didn't know her
      anyway). Kemungkinan kedua orang tersebut memiliki inferior complex,
      atau low self esteem, yang merasa lebih rendah dari orang lain.
      Apapun alasannya ini menunjukan phenomena buruk yang merugikan .
      Masyarakat tidak butuh orang – orang insecure yang punya inferior
      atau superior complex. Tapi sangat dibutuhkan orang orang yang
      secure, percaya diri tanpa perlu merendahkan pihak lain. To be
      confident, to be yourself. Saya yakin ini malah akan membangkitkan
      perasaan respek dari orang lain. Untuk ini saya ada pengalaman
      pribadi. Semasa kuliah di Amerika Serikat dulu terutama di masa-masa
      awal saya memang mengindap perasaan insecure kalau berhadapan dengan
      gadis super kece. I could suddenly lost words on the spot, dan jadi
      seperti orang linglung yang telmi. Tapi ada seorang gadis super kece
      yang sangat secure tanpa menjadi arogan, walaupun ketika pertama
      kali bertemu dia I suddenly paralyzed to the point of losing words (
      tidak bisa berkata-kata hanya bengong terpaku) akhirnya karena
      keramahannya yang tidak dibuat buat aku pun merasa nyaman berbicara
      dengannya. Yang pasti waktu berjabatan tangan dengannya, her hand
      was anything but a cold dead fish.

      Artere L Kayszer,
      Jakarta, Feb 1, 2004, 1:40 PM WIB
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.