Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Nomor 84, 15 Januari 2001

Expand Messages
  • Chris W. Green
    WartaAIDS Nomor 84, 15 Januari 2001 Dipersembahkan untuk mengenang F.X. Haryadi dan Vidyanto agar tidak perlu lagi ada yang pergi karena ketidakpahaman. DAFTAR
    Message 1 of 1 , Jan 12, 2001
    View Source
    • 0 Attachment
      WartaAIDS Nomor 84, 15 Januari 2001

      Dipersembahkan untuk mengenang
      F.X. Haryadi dan Vidyanto
      agar tidak perlu lagi ada yang pergi karena ketidakpahaman.

      DAFTAR ISI

      84.1 Penelitian tentang Keterlibatan Odha dalam Organisasi Masyarakat
      84.2 Debat Tentang Terapi Obat Timbulkan Perpecahan pada Kelompok HIV
      84.3 HIV dan Psikiatri: Bagian 2d
      84.4 Jangan Selalu Ungkapkan Status Anda
      84.5 Selenium: Penelitian di Afrika yang Dilaporkan di Durban
      84.6 Perawatan Paliatif AIDS
      84.7 Terapi Magnet--Benarkah?
      84.8 Pemikiran untuk Bunuh Diri Lebih Umum pada Odha yang Lebih Tua
      84.9 Tanya-Jawab dari Internet: Membantu Anak Agar Mengerti
      84.10 Daftar Istilah

      ******
      84.1 Penelitian tentang Keterlibatan Odha dalam Organisasi Masyarakat

      Selama beberapa tahun, keterlibatan Odha dalam kegiatan pencegahan dan
      perawatan berkembang di seluruh dunia, namun hanya sedikit penelitian
      resmi terhadap keikutsertaan Odha yang telah dilakukan. Peneliti dari
      Horizons Project, sebuah proyek penelitian yang ditangani Population
      Council, ditujukan untuk meneliti praktek yang efektif dalam pencegahan
      dan perawatan HIV/AIDS, merancang penelitian diagnostik untuk
      menyelidiki masalah ini. Bekerja sama dengan International HIV/AIDS
      Alliance, Horizons mengamati keterlibatan Odha dalam organisasi dalam
      masyarakat (community-based organisation--CBO) di beberapa negara di
      seluruh dunia.

      Negara pertama tempat penelitian diadakan adalah Burkina Faso (Oktober
      1998-April 1999) dan merupakan penelitian percontohan yang memberikan
      kesempatan kepada peneliti Horizons untuk merumuskan pertanyaan yang
      tepat dan menguji keefektifan rancangan penelitian secara keseluruhan.
      Setiap penelitian di setiap negara dirancang untuk meneliti organisasi
      HIV/AIDS dalam masyarakat yang ada dan meneliti cara Odha untuk ikut
      serta atau tidak ikut organisasi tersebut. Sasarannya adalah untuk
      mengembangkan pengertian tentang praktek efektif dalam keterlibatan
      Odha pada program pencegahan dan perawatan, dan untuk menyebarkan
      pelajaran yang diambil.

      Penelitian ini akan langsung bermanfaat bagi organisasi yang terlibat
      dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk meneliti kebijakannya,
      penyusunan organisasinya, dan programnya yang melibatkan Odha.

      HIV/AIDS di Burkina Faso

      Di Afrika Barat, Burkina Faso adalah negara kedua yang terpengaruh oleh
      epidemi setelah Pantai Gading. Saat ini, prevalensi HIV diperkirakan
      kurang-lebih 7% (UNAIDS, 1998), yang mempengaruhi seluruh lapisan
      masyarakat.

      Tanggapan negara terhadap kebutuhan perawatan dan dukungan untuk Odha
      dan keluarganya telah dilumpuhkan oleh pembatasan ekonomi dan
      struktural. Semua penduduk mengemban biaya perawatan kesehatannya
      sendiri, beban keuangan yang buruk sekali dalam satu negara dengan 44%
      orang hidup di bawah garis kemiskinan. Meskipun tes HIV tersedia, tes
      tersebut terlalu mahal bagi sebagian besar orang Burkina Faso.
      Perawatan kesehatan dan psikososial berdasar pengetahuan bagi mereka
      yang terinfeksi HIV sangat jarang. Hanya orang dengan pendapatan tinggi
      yang mampu memperoleh perawatan yang lebih baik dan perawatan yang
      mahal seperti obat antiretroviral.

      Penelitian menunjukkan tingkat kepedulian yang tinggi terhadap HIV/AIDS
      di antara masyarakat umum, dan hanya ada sedikit bukti mengenai
      penolakan umum yang luas terhadap penyakit ini. Tetapi ketidaktahuan
      mengenai penularan dan dampak ilmu sihir, misalnya, terlalu sering
      mengakibatkan stigmatisasi dan perlakuan tidak adil.

      Lima CBO di Burkina Faso dipilih untuk ikut serta dalam penelitian. CBO
      ini dipilih karena semuanya melaksanakan kegiatan pencegahan dan
      dukungan, meskipun di antara mereka mewakili lingkup luas dalam
      tingkatan keterlibatan Odha, dari tidak yang ada sampai yang luas.

      Pergerakan Odha merupakan fenomena yang relatif baru di Burkina Faso,
      walaupun epidemi ini telah lama di negara tersebut. Alasan yang paling
      mendasar yang ditemui peneliti adalah sebagian besar Odha bahkan tidak
      tahu mereka HIV-positif; penyediaan tes sangat terbatas. Mereka yang
      mengetahui statusnya menghindari terlibat dalam CBO karena takut akan
      diperlakukan tidak adil.

      Jenis-jenis Organisasi

      Di antara CBO yang diteliti, ada tiga jenis organisasi utama yang
      diketahui, masing-masing dengan tingkat keterlibatan yang berbeda:

      * Model derma atau empati yang tidak merangsang keikutsertaan aktif
      Odha. Anggotanya terutama petugas kesehatan memberikan perawatan
      medis kepada Odha. Peranan Odha kurang-lebih penerima layanan yang
      pasif.

      * Model membantu diri sendiri. Odha mungkin adalah anggota dari
      organisasi tersebut dan bertindak sebagai pemberi layanan tetapi
      biasanya mereka bukan pendiri organisasi dan jarang berfungsi dalam
      peranan pengambilan keputusan. Kebutuhan Odha yang nyata mungkin
      tidak cepat diketahui.

      * Model membantu diri sendiri yang didirikan oleh Odha dan mempunyai
      beberapa Odha yang terlibat di dalam organisasi termasuk
      kepemimpinannya. Misinya adalah saling membantu, dan seringkali
      dilihat oleh masyarakat sebagai organisasi HIV/AIDS. Model ini lebih
      memungkinkan untuk memahami keperluan nyata Odha.

      Temuan Utama

      Peneliti menemukan bahwa keterlibatan Odha dalam CBO mempunyai dampak
      pada:

      * Kesejahteraan pribadi: Sebagian besar Odha tidak lagi mengalami
      perasaan terasing, serta merasa berdaya, juga perbaikan kesehatan
      melalui cara yang lebih mudah untuk memperoleh perawatan dan
      perpaduan yang lebih baik dalam keluarga dan masyarakat.

      * Pemberian layanan: CBO dengan keterlibatan Odha lebih mampu
      mengetahui kebutuhan Odha.

      * Peningkatan pencegahan dan kesadaran: Sedikit contoh keterlibatan
      Odha dalam kegiatan pencegahan CBO mempunyai dampak kuat pada
      pandangan dan sikap masyarakat--yang memberikan wajah manusia pada
      epidemi ini dan memupus beberapa kesan masyarakat yang mengerikan
      mengenai penyakit dan kematian.

      * Bagi anggota CBO yang tidak terinfeksi: Anggota yang berhubungan
      dengan Odha seperti umumnya sahabat melihatnya lebih daripada sekadar
      penerima layanan, bisa memperoleh pemahaman yang lebih luas akan
      kebutuhan Odha.

      Peneliti juga mengamati secara dekat kebutuhan dan pengalaman wanita
      yang, apa pun status HIVnya, menghadapi kesulitan dan ketidaksetaraan.
      Mereka menemukan Odha wanita memerlukan lebih banyak informasi tentang
      seksualitas dan kehamilan. Petugas kesehatan, CBO, dan lainnya yang
      bekerja dalam perawatan, dukungan dan pencegahan, sangat kurang
      mendapatkan informasi mengenai masalah yang berhubungan dengan infeksi
      HIV pada wanita. Pelatihan yang luas dan dalam diperlukan di seluruh
      negara untuk memperbaiki keadaan ini.

      Pada bagian penutup dari penelitian ini, perwakilan CBO setuju bahwa
      persyaratan berikut diperlukan demi keberhasilan keikutsertaan Odha.

      Pada tingkat individu:

      * CBO sebaiknya mengetahui bahwa prakarsa untuk terlibat harus dimulai
      dari Odha sendiri.

      Pada tingkat organisasi:

      * CBO sebaiknya mendorong perpaduan Odha yang lebih baik dalam
      organisasi melalui pelatihan kepekaan bagi anggota CBO yang tidak
      terinfeksi.

      * CBO sebaiknya memberi tahu Odha yang menerima layanan mengenai
      kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan CBO.

      * CBO sebaiknya mendorong Odha untuk melakukan kegiatan yang
      memanfaatkan keterampilan mereka.

      * CBO sebaiknya memberikan pelatihan yang cocok bagi Odha.

      Pada tingkat kelembagaan:

      * Anggaran rumah tangga CBO harus melindungi Odha yang memutuskan untuk
      terlibat, terutama bila keterlibatan ini nyata dan mungkin berdampak
      negatif.

      Penemuan penelitian dipakai untuk mengembangkan strategi di seluruh
      negara mengenai perawatan dan dukungan masyarakat oleh National AIDS
      Programme dan UNAIDS, yang mengundang lima CBO untuk memberikan masukan
      pada pertemuan persiapan.

      URL: http://www.unaids.org/bestpractice/digest/files/
      research_into_PLHA.doc

      [Sumber: UNAIDS Best Practice Collection]

      ******
      84.2 Debat Tentang Terapi Obat Timbulkan Perpecahan pada Kelompok HIV

      Protease inhibitor (PI), yang disambut sebagai obat anti-AIDS yang
      menyelamatkan jiwa sejak pemunculan pertamanya pada 1996, menimbulkan
      keretakan dalam kelompok AIDS saat satu kebenaran baru mengenai obat
      tersebut muncul. "Obat AIDS baru telah menyelamatkan jiwa orang: itu
      merupakan satu kebenaran. Tetapi, obat AIDS baru juga telah membunuh
      orang: itu kebenaran lain. Obat-obatan ini telah begitu merusak dan
      membuat orang cacat sehingga walaupun mereka hidup, seolah-olah mereka
      sudah meninggal." Ini menurut laporan dalam majalah Gear.

      Kombinasi obat yang terdiri dari PI, saat ini dianggap sebagai
      pengobatan AIDS baku untuk pasien yang terinfeksi, baik yang sakit
      maupun yang sehat--namun, kombinasi ini menyebabkan banyak orang
      menderita kerusakan hati, gagal ginjal, stroke, serangan jantung dan
      efek samping lain yang merusak. Efek samping ini dianggap "tidak dapat
      dielakkan" oleh penganjur pengobatan baru ini, tetapi disebut dahsyat
      dan tidak berguna oleh yang menentangnya. Menurut Joseph Sonnabend,
      dokter AIDS dan pendiri bersama American Foundation for AIDS Research
      (AmFAR), "PI telah menolong orang. Tetapi PI kemungkinan telah
      merugikan lebih banyak orang daripada yang ditolongnya." Ia
      menjelaskan, "Orang yang bisa merasakan manfaatnya adalah orang yang
      benar-benar sakit yang kemungkinan besar jika tanpa obat ini, mereka
      sudah meninggal tiga tahun lalu. Tetapi kelompok sasaran dari
      perusahaan obat adalah orang sehat, dan hidup orang itu hampir pasti
      diperpendek oleh obat ini."

      Dr. Steven Miles, peneliti AIDS dari University of California-Los
      Angeles juga setuju. Mencatat bahwa "sebagian besar--kurang-lebih
      75%--orang yang memakai obat ini benar-benar sehat," katanya, "Banyak
      orang mendapat pengobatan yang tidak tepat dengan obat-obatan yang
      tidak mereka perlukan."

      'Sampah Matematis'

      Banyak dalam kelompok ilmiah meremehkan alasan yang mendasari meluasnya
      popularitas obat ini--sebuah makalah yang ditulis oleh peneliti AIDS,
      David Ho, yang diterbitkan dalam jurnal Nature. Dalam makalah ini, Ho
      menyusun model matematis yang ia kembangkan bersama rekannya, Dr. Marty
      Markowitz. Model ini bermaksud untuk "menunjukkan bahwa HIV membunuh
      sel sehat sedikit lebih cepat daripada kemampuan sel-sel tersebut untuk
      terbentuk kembali." Ini mengungkapkan bahwa "virus sama sekali tidak
      samar, laten dan diam, seperti yang diperkirakan sebagian besar
      peneliti, sebaliknya, HIV sangat cepat menggandakan diri" sejak awal
      sekali.

      Penemuan ini menimbulkan mantera pengobatan HIV "pukul keras, pukul
      dini"--yang dicetuskan oleh Ho. Tetapi Gear melaporkan "di
      tengah-tengah kegembiraan ini, ada sesuatu yang diabaikan. Contoh
      matematis Ho salah". Pertama, teknik yang dipakai untuk memperoleh
      persamaan masih "sangat bermasalah," demikian menurut beberapa ilmuwan.
      Untuk menghitung "seberapa banyak partikel virus yang dibentuk setiap
      hari oleh sel yang terinfeksi," Ho dan Markowitz memberikan terapi
      kombinasi kepada relawan dan kemudian mengukur mutasi yang resistan
      terhadap obat.

      Menurut penelitian Ho, "tidak ada tanda ada virus dalam aliran darah
      pasien" setelah memakai regimen obat selama 90-300 hari. Tetapi ukuran
      "viral load" ini tidak mewakili jumlah virus yang benar dalam tubuh
      seseorang, kata Harvey Bialy, editor jurnal Nature Biotechnology. Ia
      menjelaskan, "Satu-satunya pertanyaan penting dalam AIDS adalah ada
      berapa banyakkah virus yang menular. ...Hanya satu dari 100 sel-T
      pernah terinfeksi, hanya satu dalam 1.000 pernah membuat protein virus,
      dan itu dapat disamakan dengan sedikit sekali virus dalam darah.
      ...Viral load 100.000 dapat disamakan dengan satu atau lebih sedikit
      partikel virus, yang merupakan satu-satunya pengukur yang sesuai secara
      medis. Itu tidak cukup untuk melakukan apa pun." Bialy menambahkan,
      "Dalam makalah di Nature, Ho menyelewengkan gambar dengan memakai PCR
      (teknik yang menggandakan DNA secara besar-besaran) dan menganggapnya
      sebagai virus yang menular."

      Dr. David Rasnick, ahli kimia, setuju dengan Bialy, dan mengatakan,
      "Mereka mengambil sebuah nomor yang hampir percuma, dan
      melipatgandakannya secara massal. Tetapi ini tetap percuma. Sekadar
      sekumpulan nomor yang dipakai untuk menakuti orang dan membuat orang
      memakai obat ini."

      Mark Craddock, ahli matematika dari University of Technology di Sydney,
      Australia, setuju dan menyebut model Ho sebagai "sampah matematis." Ia
      berkata, "persamaan Ho memperkirakan bahwa setelah lebih dari sepuluh
      tahun, orang yang HIV-positif akan membuat lebih banyak partikel HIV
      daripada atom-atom yang ada di alam semesta. Mustahil Anda dapat
      membuat virus sebanyak itu."

      Selain itu, Mario Roederer, ahli virologi yang termahsyur menunjuk pada
      artikelnya pada Nature Medicine 1998 bahwa "terapi kombinasi tidak
      mengakibatkan sel-T meningkat, tetapi malah membaginya kembali ke
      seluruh tubuh--yang tidak bermanfaat secara immunologi." Dalam
      penelitian terhadap tiga kelompok--orang HIV-negatif, orang HIV-positif
      yang tidak diobati dan orang HIV-positif yang memakai obat--"sel-T dari
      orang yang memakai obat bertahan hidup dalam waktu paling singkat."
      Penemuan rahasia ini "menghancurkan" teori Ho dalam dunia ilmiah, yang
      "sekarang ini benar-benar menganggap teorinya sebagai omong kosong,"
      menurut Bialy.

      Penjahat Media

      Jika semua pertanyaan mengenai penelitian Ho ini ada dan dampak dari
      PI, mengapa Food and Drug Administration (FDA) di AS menyetujui
      pengobatan ini begitu cepat, dan bagaimana ini menjadi standar
      perawatan baku untuk pasien AIDS? Sonnabend sebagian besar menyalahkan
      media massa, yang memegang teguh pada artikel dalam Nature dan teori
      Ho.

      "Kegemparan yang berasal dari pengkajian makalah Ho pada konferensi
      AIDS di Vancouver, Kanada itu bersifat gamblang--ini menyebar cepat
      sekali melalui media massa." Demikian laporan Gear. Majalah Time
      menamakan Ho sebagai 1996 Man of the Year (pria tahun 1996), dan pasien
      AIDS, terpikat oleh kemungkinan pemberantasan virus, buru-buru ke
      klinik dokter untuk memperoleh obat--walaupun kenyataannya sebagian
      besar dari mereka sehat. Sonnabend mengatakan, "Setiap orang bisa
      mempunyai gagasan yang bodoh, tetapi yang tidak biasa adalah
      memasukkannya di halaman muka New York Times dan majalah Time.
      ...Biasanya kita mempercayai media massa untuk melindungi kita dari
      omong kosong seperti ini--tidak lagi."

      Akibatnya, kebutuhan akan PI dan tergesa-gesa untuk memasarkannya
      "menyebabkan kehancuran yang hampir total" dalam proses persetujuan
      FDA, yang diselesaikan dalam beberapa minggu, walaupun tidak ada data
      tentang kemanjuran klinis, kata Rasnick. Sebenarnya, satu penelitian di
      San Francisco pada 1997 tampak "menghapus anggapan bahwa kombinasi obat
      menyebabkan menurunnya kematian karena AIDS," dan mengungkap bahwa
      "diagnosis antibodi positif HIV baru ini mencapai puncaknya pada 1982
      di San Francisco." Rasnick mengatakan, "Obat terkutuk ini dikeluarkan
      tanpa penilaian atau pengujian yang baik. Kapan pun Anda memberikan
      obat...Anda akan mendapat beberapa tanggapan. Anda tidak tahu apakah
      ini akan menjadi baik, netral atau negatif. ...Itulah sebabnya tadinya
      proses persetujuan FDA begitu sulit. Itu untuk melindungi orang dari
      hal-hal yang tidak kita kenal ini, keracunan ini."

      Walaupun banyak orang prihatin, pasien dan pendukung yang mengharapkan
      manfaat dari obat yang digembar-gemborkan ini terus mendukung teori Ho.
      Ini menyebabkan perpecahan dalam kelompok HIV, kata Miles, sambil
      menambahkan, "Ini hampir seperti keyakinan, atau kepercayaan instan.
      ...Anda bagian dari keyakinan pukul-keras-pukul-dini atau tidak."

      [Sumber: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report, 1 Maret 2000]

      ******
      84.3 HIV dan Psikiatri: Bagian 2d
      Oleh David Goldenberg, MD; Brian Boyle, MD

      Gejala Seperti Psikosis dan Perubahan Perilaku

      Ada laporan mengenai psikosis dan penyakit perilaku organik yang
      terkait HIV. Prevalensi penyakit ini tidak diketahui. Sewell dan
      rekan-rekannya meneliti 20 pasien yang terinfeksi HIV dengan serangan
      baru psikosis tanpa delirium, penyalahgunaan zat, atau peristiwa
      psikosis sebelumnya dan membandingkannya dengan 20 pasien HIV yang
      nonpsikosis sebagai kelompok kontrol. Pasien yang psikosis lebih
      mungkin mempunyai riwayat menyalahgunakan atau ketergantungan obat
      hipnosis/pereda rasa sakit atau obat perangsang. Peneliti menyimpulkan
      bahwa serangan baru psikosis sebagian mungkin merupakan perwujudan dari
      delirium terkait HIV (HIV-associated delirium--HAD) awal. Penulis lain
      menyetujui jika serangan baru psikosis pada pasien yang terinfeksi HIV
      tampaknya terkait dengan HAD.

      Mania dan sindrom mania juga terkait dengan penyakit HIV. Penelitian
      baru-baru ini mengamati mania terkait HIV dan terapi AZT serta
      menemukan, setelah tiga tahun, AZT membantu melindungi terhadap
      berkembangnya mania tetapi mania merupakan pertanda HAD.

      Bila pasien mempunyai psikosis atau mania terkait HIV, mengobati HIV
      adalah utama. Namun, HAART tidak boleh dipakai sampai penyulit ini
      ditanggulangi. Pengobatan psikosis atau mania dapat dicapai dengan obat
      antipsikosis dan penstabil suasana hati. Konsultasi dan kerja sama
      psikiatri biasanya diperlukan untuk keadaan ini.

      Progressive Multifocal Leukoencephalopathy (PML)

      PML adalah penyulit neurologi dari sindrom penurunan kekebalan yang
      merusak dan sering disebut sebagai contoh dari keadaan yang sering kali
      mengacaukan diagnosis dan mungkin keliru dianggap sindrom psikiatri
      primer. PML adalah infeksi susunan saraf pusat (SSP) oleh virus JC dan
      menyebabkan daerah demielinasi pada MRI. Tidak ada penampakan
      patognomonik, tetapi pasien sering menunjukkan hilangnya neurologi
      multifokal. Kehilangan ini mungkin tidak multipel, dan pasien juga
      dapat memperlihatkan perubahan status mental yang parah, termasuk
      delirium, hilangnya kemampuan kognitif, sikap yang labil atau psikosis,
      dan perubahan kepribadian. Diagnosis dibuat berdasarkan riwayat,
      mengesampingkan penyakit SSP lain, menemukan gambaran MRI yang khas,
      dan mendeteksi virus JC melalui polymerase chain reaction (PCR) dalam
      cairan serebrospinal. Pada pasien yang PCR-negatif, biopsi otak umumnya
      dianjurkan bila PML dicurigai. Tidak ada pengobatan yang menyembuhkan,
      tetapi pengobatan dengan HAART umumnya dianjurkan. Bukti mengesankan
      bahwa HAART mungkin merupakan pengobatan untuk dan juga melindungi
      terhadap PML, tetapi juga ada bukti yang bertentangan; pasien dengan
      PML yang mengalami perbaikan kekebalan dengan HAART tidak mengalami
      perbaikan secara neurologi. Penatalaksanaan ini bersifat mengurangi
      gejala.

      URL: http://www.medscape.com/SCP/TAR/2000/v10.n04/a1004.08.gold/
      a1004.08.gold-01.html

      [Sumber: The AIDS Reader 10(4):201-204, 2000]

      ******
      84.4 Jangan Selalu Ungkapkan Status Anda
      Oleh Justin Hayford

      "Diam = Kematian." Ada ungkapan sedikit yang lebih mengena untuk
      kelompok AIDS. Walaupun slogan dari ACT UP selama 15 tahun ini telah
      dibuat kembali dalam bentuk bros, gambar tempel, kaos, dan spanduk yang
      tidak terhitung jumlahnya di seluruh dunia, namun slogan ini tidak
      pernah kehilangan sifat mendesaknya, terutama karena HIV menyebar ke
      sektor masyarakat yang secara tradisional tidak pernah mendapat tempat
      dalam forum umum apa pun. Dari awal epidemi, orang yang hidup dengan
      HIV sudah menyuarakan dengan tegas, menyusun aturan perjuangannya
      sendiri, membantu menghasilkan revolusi dalam perawatan kesehatan,
      ulasan media massa dan pengambilan keputusan pemerintah. Dan jika mau
      AIDS berakhir, kita membutuhkan banyak revolusi.

      Tetapi, penting untuk membedakan antara tuntutan politis yang harus
      kita upayakan terus dan pengungkapan pribadi tentang masalah yang
      kadang-kadang harus kita waspadai. Walaupun ini terdengar seperti
      masalah politis, kadang-kadang hal paling baik yang dapat kita lakukan
      adalah tetap diam.

      Terlalu sering, orang dengan HIV dipersalahkan, katanya mereka harus
      mengungkapkan status HIVnya kepada atasannya, ibu kos, pengurus sekolah
      atau anggota keluarganya. Lebih buruk lagi, nasihat yang salah ini
      diberikan oleh orang yang mengaku sebagai pendukung--pemecah masalah,
      pekerja sosial atau dokter. Dari pandangan AIDS Legal Council (ALC) di
      Chicago, AS, orang ini memberikan nasihat hukum yang salah. Tidak ada
      undang-undang yang mengharuskan Anda memberitahukan siapa pun bahwa
      Anda HIV-positif. Orang yang seharusnya Anda beri tahu adalah pasangan
      Anda dalam hubungan seks atau orang yang memakai jarum suntik bersama
      Anda. Tetapi selain itu, bila Anda ingin menyembunyikan status
      kesehatan Anda, itu adalah hak mutlak Anda.

      Jadi, jika dokter Anda mengatakan Anda harus memberitahu atasan
      mengenai status HIV Anda, berhentilah dan berpikirlah sejenak. Apakah
      Anda mau menerima nasihat medis dari pengacara Anda? Lalu mengapa
      meminta nasihat hukum dari dokter?

      Berhenti, dan pikirkanlah juga mengenai akibat yang mungkin terjadi
      dari pengungkapan status HIV Anda. Selama sejarah sepuluh tahun, ALC
      sudah bekerja dengan ratusan orang yang menderita kerugian sosial yang
      besar hanya karena pengungkapan sederhana ini. Seorang profesional
      menelepon dari rumah sakit pada penyewa rumahnya, untuk menjelaskan
      bahwa uang sewanya akan terlambat beberapa hari karena dia baru saja
      didiagnosis AIDS; waktu ia kembali ke rumah, semua kunci rumah tersebut
      telah diganti, barang-barangnya dibungkus, dan ban mobilnya diiris.
      Seorang ibu meminta ipar perempuannya untuk merawat putranya sementara
      ia di rumah sakit sehubungan penyakit terkait HIV; ipar perempuan
      tersebut mengatakan orang dengan AIDS tidak bisa mengasuh seorang anak
      dan menolak mengembalikan anak tersebut. Seorang agen perjalanan di
      Chicago mengungkapkan status HIVnya kepada staf kantornya karena
      "mereka sudah seperti keluarga;" ia dipecat segera setelah ia izin
      sakit beberapa hari.

      Banyak orang mendengar cerita seperti ini dan segera berpikir, "Ini
      perkara hukum yang hebat." Sebetulnya, perkara hukum yang hebat tidak
      selalu lebih baik daripada tempat tinggal atau pekerjaan. ALC siap
      melindungi hak orang dengan HIV, tetapi kami tahu perkara hukum
      tidaklah mudah atau pun menyenangkan. Seringkali ini sulit untuk
      dibuktikan bahwa perlakuan tidak adil telah terjadi; atasan, penyewa
      rumah dan sejenisnya tahu cara menyembunyikan jejak-jejak. Bahkan jika
      perlakuan tidak adil itu terjadi secara mencolok, mungkin tidak ada
      uang untuk ganti rugi--baik karena orang yang Anda gugat miskin, atau
      karena tindakan tidak adil yang Anda gugat tidak melanggar hukum yang
      dapat dituntut uang ganti rugi (denda). Kadang-kadang, tidak ada hukum
      sama sekali bagi pelanggaran tersebut. Anda tidak dapat menggugat teman
      kerja bila mereka tidak lagi mengundang Anda ikut makan siang. Anda
      tidak dapat menggugat pelanggan bila mereka menolak menjadi langganan
      Anda lagi. Anda tidak dapat menggugat saudara perempuan Anda bila ia
      tidak mengizinkan Anda menggendong bayinya yang baru lahir.

      Bukan maksud saya untuk mengesankan bahwa setiap orang yang HIV-positif
      sebaiknya kembali "menutup diri." Kita tidak boleh kembali ke masa
      ketakutan dan malu. Di hadapan tidak adanya toleransi sosial, banyak
      orang HIV-positif dengan berani menolak untuk diam. Upaya
      kepahlawanannya memberikan sumbangan secara bermakna bagi perjuangan
      melawan perlakuan tidak adil.

      Tetapi, tidak ada orang yang dapat menjadi pahlawan dalam setiap
      keadaan. Dan bahkan pahlawan terhebat memilih perangnya secara
      hati-hati. Jika Anda tidak ingin orang lain mengetahui status HIV Anda,
      Anda mempunyai hak untuk merahasiakannya.

      Mungkin Anda memilih untuk mengungkapkan status HIV Anda karena banyak
      alasan yang baik--apakah sebagai bagian dari perang politis yang
      penting, atau sebagai kesepakatan pribadi pada kejujuran dan
      keterusterangan. Tetapi sebelum Anda mengungkapkan status HIV Anda
      karena alasan hukum, misalnya karena Anda pikir Anda akan lebih
      terlindungi di tempat kerja, tolong hubungi lembaga bantuan hukum lebih
      dahulu.

      Bersikap terbuka mengenai HIV adalah penting untuk memerangi
      ketidaktoleranan dan kesalahpahaman masyarakat. Mereka yang berani
      berbicara seharusnya dipuji. Tetapi keberanian yang sejati tidak pernah
      bersifat teoritis. Setiap orang seharusnya diperbolehkan memutuskan
      jika dan kapan ia merasa aman untuk mengungkapkan status HIVnya. Kita
      tidak boleh mencemooh mereka yang memilih untuk tetap diam demi menjaga
      makanan tetap tersedia di mejanya dan genteng tetap di atas kepalanya.
      Kadang-kadang, diam sama dengan hidup.

      URL: http://www.thebody.com/tpan/status.html

      [Sumber: TPAN, Maret/April 2000]

      ******
      84.5 Selenium: Penelitian di Afrika yang Dilaporkan di Durban
      Oleh John S. James

      Seperti biasa, Konferensi Internasional mengenai AIDS tahun ini hanya
      sedikit membahas masalah gizi, tetapi ada informasi dalam beberapa
      ringkasan makalah dan pengkajian, ada dua mengenai masalah gizi.

      "Kekurangan selenium berhubungan dengan lepasnya sel yang terinfeksi
      HIV ke dalam saluran kelamin wanita," oleh J. Baeten, S. Mostad, M.
      Hughes dan yang lain, melaporkan penemuan kekurangan selenium pada 11%
      dari 318 wanita yang diteliti di Kenya. Mereka menemukan bahwa
      kekurangan ini berhubungan dengan "hampir tiga kali lipat kemungkinan
      lepasnya DNA HIV dari mukosa kelamin, yang mengesankan bahwa kekurangan
      ini dapat meningkatkan daya menular wanita dengan HIV." Mereka
      menyarankan penelitian lebih lanjut mengenai pendekatan gizi untuk
      mengurangi penularan HIV.

      "Faktor gizi yang mempengaruhi kadar CD4 pada orang Etiopia: peranan
      yang mungkin untuk selenium?" oleh A. Cherinet, C.E. West, P. Versloot
      dan yang lain, melaporkan bahwa pada Odha di Etiopia, kadar selenium
      pada orang dengan penyakit HIV lanjut ternyata lebih rendah (yang
      dinyatakan oleh kadar CD4 yang lebih rendah). Tetapi pada orang
      HIV-negatif, kadar selenium yang lebih tinggi ditemukan pada orang
      dengan kadar CD4 yang rendah, untuk alasan yang belum diketahui.
      Penulis mencatat bahwa orang Etiopia secara umum mempunyai kadar CD4
      yang lebih rendah daripada yang umum secara internasional, juga untuk
      alasan yang belum diketahui.

      [Sumber: AIDS Treatment News #347, 28 Juli 2000]

      ******
      84.6 Perawatan Paliatif AIDS

      Perawatan paliatif adalah filsafat perawatan yang memadukan lingkup
      terapi dengan sasaran mencapai mutu hidup terbaik bagi pasien (dan
      keluarganya) yang menderita penyakit yang mematikan dan pada akhirnya
      tidak dapat disembuhkan. Inti dari filsafat ini adalah keyakinan bahwa
      setiap orang mempunyai hak untuk diperlakukan, dan untuk meninggal,
      dengan martabat, dan bahwa penawar rasa sakit--fisik, emosional,
      spiritual, sosial--merupakan hak asasi manusia dan penting dalam proses
      ini.

      Perawatan paliatif memadukan profesionalisme tim berbagai bidang,
      termasuk pasien dan keluarga. Layanan ini terdapat di rumah sakit,
      hospice dan masyarakat waktu pasien tinggal di rumah. Bagian terpadu
      dari perawatan ini adalah memungkinkan dan mendukung pendukung untuk
      mengatasi perasaan dan duka citanya sendiri.

      Perawatan paliatif meringankan penderitaan Odha yang hebat dan luas,
      tetapi HIV/AIDS membawa beberapa tantangan bagi filsafat dan
      tindakannya termasuk:

      * Proses penyakit yang rumit dengan masa yang tidak bisa diperkirakan
      dan lingkup penyulit yang luas, angka laju penyakit, dan daya tahan
      hidup. Jadi, perawatan paliatif untuk HIV/AIDS--tidak seperti untuk
      penyakit lain--merupakan keseimbangan antara pengobatan akut dan
      mengatasi gejala serta keadaan yang kronis;

      * Pengobatan yang rumit, termasuk obat yang mahal seperti
      antiretroviral yang dapat membuat kewalahan layanan kesehatan;

      * Stigmatisasi dan perlakuan tidak adil yang dihadapi oleh sebagian
      besar Odha, sehingga meningkatkan perasaan terasing;

      * Masalah keluarga yang rumit, seperti jika kedua pasangan terinfeksi;

      * Bertukar peranan dalam keluarga--HIV seringkali melibatkan orang yang
      lebih tua untuk merawat anaknya yang lebih muda, yang sebelumnya
      produktif. Kakek-nenek juga seringkali ditinggal untuk memelihara
      cucunya yang yatim piatu.

      * Beban bagi petugas perawatan kesehatan--misalnya, harus menghadapi
      kematian dari semua pasiennya.

      Lingkup perawatan yang dibutuhkan

      Lingkup luas perawatan paliatif yang diperlukan oleh Odha, termasuk;

      * Penawar rasa sakit adalah paling penting. Rasa sakit adalah apa yang
      disebut sakit oleh pasien. Ini selalu subjektif, tidak pernah apa
      yang dipikirkan orang lain seperti dokter sebagai yang seharusnya.
      Rasa sakit emosional--takut akan mati, misalnya, atau rasa sakit
      terhadap kesalahan--dapat sama nyatanya dengan rasa sakit yang
      diakibatkan oleh masalah fisiologis.

      * Pengobatan untuk gejala lain seperti diare, mual dan muntah, batuk
      dan nafas pendek, lemah dan lelah, demam, penyakit kulit dan
      kerusakan otak.

      * Dukungan kejiwaan untuk penyakit kejiwaan seperti depresi adalah
      umum, atau kegelisahan. Dukungan kejiwaan mencakup konseling dan tes
      sukarela, dukungan spiritual, bantuan untuk mempersiapkan diri
      menghadapi kematian.

      * Dukungan untuk keluarga dan pendukung--bantuan teknis dengan
      keperawatan dan penatalaksanaan infeksi, serta dukungan emosional.

      * Istirahat dari perawatan (respite care) untuk pendukung.

      Tantangan

      Untuk memastikan perawatan paliatif yang efektif diberikan kepada semua
      Odha, pemerintah harus mengatasi kesalahpahaman bahwa perawatan
      paliatif hanya untuk orang yang mendekati kematian, dan harga sebagian
      besar obat mahal. Banyak obat sudah tersedia dan murah. Namun, jika
      sumber daya tambahan tidak tersedia untuk merawat Odha, banyak di
      antaranya akan meninggal dalam kesakitan, keterasingan dan tekanan, dan
      pendukungnya akan merasa tidak mendapat dukungan dan tidak berdaya.

      Pemerintah juga perlu:

      * Memperbaiki pelatihan petugas kesehatan dan masyarakat, dan
      pendidikan kesehatan umum termasuk menghadapi stigmatisasi;

      * Menyediakan perawatan paliatif yang baik secara luas, di rumah sakit,
      hospice dan di masyarakat bagi orang yang tinggal di rumah;

      * Menyediakan obat yang diperlukan;

      * Memberikan dukungan bagi pendukung, konselor dan petugas perawatan
      kesehatan;

      * Mengenali kebutuhan khusus anak dengan HIV.

      [Catatan: UNAIDS Technical Update 'AIDS: Palliative Care' dapat
      didownload dalam bentuk PDF (297KB) dari <http://www.unaids.org/
      publications/documents/care/general/JC-PalliCare-TU-E.pdf>, atau
      hubungi WartaAIDS.]

      URL: http://www.unaids.org/bestpractice/digest/files/
      A_technical_update_on_AIDS_pall.doc

      [Sumber: UNAIDS Best Practice Collection]

      ******
      84.7 Terapi Magnet--Benarkah?
      Oleh Robert Krawetz

      Jika sekilas Anda melihat pada rak perlengkapan kesehatan di apotek
      akhir-akhir ini, mungkin Anda terkejut melihat bermacam-macam
      selendang, tapak dalam sepatu, kalung, gelang, dll., dilapisi magnet.
      Jika Anda seperti saya, Anda akan bertanya-tanya, sejak kapan magnet
      pindah dari bidang pertunjukan perdukunan menjadi terhormat secara
      ilmiah.

      Sambutan luas terhadap magnet baru-baru ini bermanfaat secara
      terapeutik diakibatkan, setidaknya sebagian, oleh penelitian terhadap
      pasien polio yang dilakukan oleh Baylor College of Medicine. Penelitian
      ini diterbitkan pada 1997 dalam Archives of Physical and Rehabilitation
      Medicine. Artikel ini menyimpulkan bahwa magnet menurunkan rasa sakit
      secara bermakna pada kelompok percobaan.

      Apakah sambutan terhadap gaya tarik magnet di bidang kesehatan
      merupakan hal yang baru? Meskipun begitu untuk sebagian besar orang di
      AS, orang Tionghoa telah lama memasukkan terapi magnetik bersama-sama
      dengan pelajaran non-tradisional (menurut baku Barat) seperti
      akupunktur, dalam rangkaian alat bantu kesehatan mereka. Bukti paling
      awal mengenai penggunaan terapi magnet di dunia Barat ditemukan pada
      abad keenam belas.

      Tenarnya magnet sekarang ini sebagian di sebabkan karena pada
      perkembangannya magnet buatan unsur rare earth yang ratusan kali lebih
      kuat dibanding magnet yang ada seratus tahun yang lalu. Magnet bumi
      yang langka dan lumayan mahal ini ditawarkan oleh pengedar dalam produk
      utama mereka sementara banyak alat pembantu terapeutik yang lebih murah
      memakai magnet ferit yang lebih umum.

      Apa kegunaan alat-alat bantu tersebut? Meringankan rasa sakit pada
      punggung, neuropati diabetik, sakit kepala, gangguan tulang sendi,
      kerontokan rambut, malaria, gangguan prostat, kanker, artritis,
      gangguan tidur, impotensi... Banyak yang menyatakan hal tersebut,
      biasanya ditulis dalam bahasa yang hati-hati untuk menghindari
      pertentangan dengan FDA. Sebuah iklan yang khas memberi jaminan kepada
      pembaca bahwa alas kasur yang dilengkapi magnet terapeutik dapat
      memulihkan tenaga untuk melawan medan kekuatan dari komputer, listrik
      dan televisi. Ini adalah anggapan bahwa medan kekuatan itu mengganggu
      susunan sel dan magnet ini memulihkannya.

      Bagaimana magnet bekerja? Ada banyak pernyataan aneh yang menyertai
      pembahasan umum mengenai terapi magnetik. Beberapa anggapan yang
      tampaknya lebih masuk akal adalah bahwa magnet memperbaiki peredaran
      darah atau meningkatkan penyerapan oksigen oleh tubuh. Sejauh ini,
      anggapan tersebut belum dapat terbukti secara ilmiah. Saya ingat waktu
      sebagian besar orang tidak menyetujui akupunktur sebagai alat bantu
      terapeutik. Sekarang, akupunktur diterima secara luas karena dapat
      memberikan manfaat bila ditangani oleh praktisi yang terlatih. Namun,
      saya tidak akan bergantung pada magnet sebagai pengganti terapi
      konvensional sebelum ada lebih banyak tindakan yang dilakukan untuk
      mengesahkan pernyataan yang berlebihan ini.

      URL: http://herointimes.com/aug00//proshop.html

      [Sumber: Heroin Times, Agustus 2000]

      ******
      84.8 Pemikiran untuk Bunuh Diri Lebih Umum pada Odha yang Lebih Tua

      Pemikiran untuk bunuh diri dilaporkan oleh 27% Odha pada usia setengah
      baya dan yang lebih tua pada penelitian yang dilakukan di Medical
      College of Wisconsin di Milwaukee, AS. Menurut penulis utama Dr. Seth
      C. Kalichman, ini lebih tinggi secara bermakna dibandingkan 20% Odha
      yang lebih muda yang memikirkan untuk bunuh diri. Penelitian ini
      mencakup 113 Odha yang tinggal di Milwaukee atau New York City yang
      berusia di atas 45 tahun. Angket yang bersifat rahasia mengenai
      keinginan untuk bunuh diri, tekanan emosional, mutu hidup,
      penanggulangan, dan dukungan sosial, diisi oleh para peserta.

      Peserta yang tidak memikirkan bunuh diri, dilaporkan memakai strategi
      penanggulangan penilaian kembali yang positif, sementara yang
      memikirkan bunuh diri lebih memakai strategi penghindaran dan melarikan
      diri. Kelompok terakhir ini juga dilaporkan menerima lebih sedikit
      dukungan sosial dari teman dan keluarga.

      "Kemungkinan reaksi negatif akan lebih sering terjadi pada generasi
      yang lebih tua yang mempunyai lebih sedikit pengalaman dengan Odha,
      seperti yang terjadi pada banyak peserta dari jaringan dukungan sosial
      kami." Demikian Dr. Kalichman kepada Reuters Health. "Pada kelompok
      masyarakat yang lebih tua, AIDS tidak benar-benar dipandang penting.
      Dan pada sebagian besar masyarakat Odha yang muda, orang yang lebih tua
      tidak penting," ia melanjutkan. "Oleh karenanya Odha yang lebih tua
      mengalami pengasingan sosial yang diakibatkan usia dan infeksi HIVnya."

      Walaupun obat antidepresan mungkin tepat bagi Odha yang lebih tua, Dr.
      Kalichman juga menganjurkan psikoterapi dan intervensi perilaku-sosial
      untuk kelompok ini, seperti "kelompok dukungan, memperkuat jaringan
      dukungan, membangun strategi penanggulangan yang mudah disesuaikan
      serta meningkatkan arti dan tujuan hidup."

      URL: http://www.ama-assn/special/hiv/newline/reuters08038357.htm

      [Sumber: Reuters Health, 3 Agustus 2000]

      ******
      84.9 Tanya-Jawab dari Internet: Membantu Anak Agar Mengerti

      T: Saya dites positif HIV sepuluh tahun yang lalu dan mempunyai seorang
      anak perempuan yang sekarang berusia delapan tahun. Syukur, ia
      HIV-negatif. Saya selalu bersikap terbuka dan jujur dengannya, dan
      tidak melindungi dia dari kenyataan buruk hidup sehari-sehari. Ia ada
      waktu saya menjalani layanan hospice, menerima oksigen dan sangat
      menderita karena PCP. Ia menemani saya ke dokter. Sekarang saya memakai
      HAART dan merasa cocok, bahkan saya kembali bekerja. Minggu lalu, kami
      berbincang-bincang di kendaraan dalam perjalanan pulang dari dokter.
      Kami berbicara tentang politik, hingga mengarah pada pembahasan tentang
      AIDS. Sekadar untuk memastikan, saya bertanya lagi apakah dia tahu apa
      itu AIDS dan apakah dia kenal orang yang mengidapnya. Tanggapannya
      adalah "Tidak juga." Saya menceritakan lagi kepadanya bahwa itu adalah
      apa yang saya alami dan ia bertanya "Apakah itu buruk?" Mungkin saya
      tidak menjelaskan dengan baik. Baru-baru ini anak saya mempunyai teman
      baru dan mereka berteman dengan baik, tetapi setelah ibunya menemui
      saya dan mengetahui siapa saya (kadang-kadang saya melakukan pendidikan
      sebagai Odha di masyarakat saya), teman itu tidak lagi bermain dengan
      anak saya. Bagaimana saya dapat membantu anak saya agar mengerti?

      J: Ini adalah pertanyaan yang sangat rumit. Anak-anak mempunyai bentuk
      penyangkalan sendiri, khususnya dalam keadaan di mana orang tua yang
      dicintainya mengalami penyakit yang mematikan. Apa yang Anda coba bantu
      agar anak Anda mengerti: bahwa Anda AIDS atau bahwa beberapa orang tua
      tidak mengizinkan anaknya bermain bersama karena penyakit Anda? Apa
      yang akan Anda peroleh dengan menghadapi penyangkalan anak Anda saat
      ini, terutama karena Anda dalam keadaan baik dan sehat? Apakah ini
      kebutuhan Anda untuk mendapatkan dukungan darinya atau apa yang
      sesungguhnya terbaik baginya? Tolong pikirkan hal ini baik-baik sebelum
      Anda membicarakan kembali masalah ini dengannya. Anda telah bersikap
      jujur kepadanya. Saya pikir tidaklah bijaksana untuk memaksanya
      menerima hal ini atau lainnya. Anak-anak menerima sebatas yang mereka
      mampu tanggulangi.

      Saya sangat tertekan dengan peristiwa yang Anda ceritakan mengenai ibu
      teman baru anak Anda yang tidak mau lagi bermain dengannya. Apakah Anda
      pernah menghubungi wanita ini dan menanyakan mengapa anaknya tidak
      bermain lagi? Jika wanita tersebut tidak jujur kepada Anda seperti yang
      saya curigai, maka saya dorong Anda untuk menggunakan semua
      keterampilan Anda sebagai pendidik masyarakat untuk berbagi
      keprihatinan Anda tentang mengapa dia menghentikan persahabatan yang
      baru berkembang ini. Anda perlu mengulangi bahwa anak Anda tidak
      terinfeksi HIV dan tetap akan begitu kendati hidup bersama Anda, dan
      ini membuktikan bahwa tidak berbahaya bagi anaknya untuk bermain dengan
      anak Anda. Ceritakan pula kepada ibu yang lain bahwa anak Anda menyukai
      anaknya dan anak Anda kecewa karena persahabatan tidak boleh
      dilanjutkan, dan bahwa Anda berharap demi kedua anak tersebut ibu itu
      akan mengizinkan anaknya bermain dengan anak Anda.

      URL: http://www.thebody.com/cgi/mental_ans/13921Hel.html

      [Sumber: Michael Shernoff, MSW, The Body, 28 Juli 2000]

      ******
      84.10 Daftar Istilah

      ANTIBODI (Antibody)
      Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri, virus atau
      toksin yang lain.

      ANTIRETROVIRAL, ANTIVIRAL
      Zat atau obat yang digunakan untuk retrovirus seperti HIV, untuk
      menghambat perkembangbiakannya.

      EFEK SAMPING (Side Effect)
      Daya kerja atau efek obat (atau vaksin) yang tidak diharapkan. Istilah
      ini biasanya berhubungan dengan efek negatif atau yang tidak diharapkan
      seperti sakit kepala, iritasi kulit atau kerusakan hati.

      HAART (Highly Active Antiretroviral Therapy)
      Terapi anti-HIV sangat aktif dengan kombinasi obat. Biasa HAART
      dianggap termasuk paling sedikit tiga macam obat, dengan sedikitnya
      salah satunya protease inhibitor.

      HOSPICE
      Tempat persinggahan/perawatan orang yang sakit terminal (tahap terakhir
      penyakit sebelum meninggal).

      KRONIS (Chronic)
      Bersifat menahun, tidak secara tiba-tiba.

      ODHA
      Istilah ini merupakan kependekan dari Orang dengan HIV/AIDS.

      PALIATIF (Palliative)
      Cara perawatan yang meringankan penderitaan pada penyakit atau tahap
      yang tidak dapat disembuhkan.

      PROTEASE INHIBITOR
      Suatu jenis obat (seperti saquinavir, indinavir, ritonavir) yang
      menghalangi enzim protease yang digunakan HIV untuk menggandakan diri.

      PSIKOSIS (Psychosis)
      Kelainan jiwa yang disertai disintegrasi kepribadian dan gangguan
      kontak dengan kenyataan.

      REGIMEN
      Pedoman mengenai dosis dan cara pemakaian obat dalam suatu penelitian.

      RESISTAN (Resistant)
      Sifat tahan atau kebal terhadap suatu obat. Misalnya, setelah lama
      menggunakan AZT, HIV tetap dapat memperbanyak diri di tubuh seseorang
      yang tidak bisa lagi diatasi oleh obat ini. Karena itu disebut resistan
      terhadap AZT.

      RESPITE CARE
      Perawatan untuk orang yang dirawat di rumah agar para perawatnya
      (biasanya anggota keluarganya) bisa berlibur.

      SEL CD4 (CD4 Cell)
      Sel darah putih yang terbunuh atau tidak berdaya guna lagi selama masa
      infeksi HIV. Kadar CD4 mencerminkan keadaan sistem kekebalan tubuh yang
      ada.

      SUSUNAN SARAF PUSAT (SSP) (Central Nervous System, CNS)
      Susunan saraf yang terdiri dari otak dan saraf tulang belakang yang
      mengatur gerak sadar kita.

      TERAPI KOMBINASI (Combination Therapy)
      Pengobatan yang menggunakan dua jenis obat atau lebih. Selain itu juga
      menggunakan kombinasi dua tipe pengobatan atau lebih, baik secara
      bergantian atau pun bersamaan.

      VIRAL LOAD
      Kadar virus (misalnya HIV atau HCV) di dalam sirkulasi darah.

      ******
      WartaAIDS
      Terbit Dua Kali Sebulan

      Kantor Redaksi:
      Raya Housing Blok O No. 1
      Pondok Gede
      Jatiwaringin 17411, Indonesia
      Tel. : +62 (0)21 846 3029
      Fax. : +62 (0)21 846 1247
      E-mail: wartaaids@...

      Homepage dan Arsip:
      http://www1.rad.net.id/aids/WARTA/warta.htm

      Untuk berlangganan, Anda dapat mengirim surat, E-mail atau fax dengan
      menuliskan nama, organisasi (bila ada) dan alamat, serta menyatakan
      apakah Anda membutuhkan terbitan tercetak. Bila mungkin, Anda dapat
      menerimanya melalui E-mail agar lebih murah dan cepat.

      Editor dan Penerbit: Chris W. Green

      Asisten Editor: Rico
      Taufik S.
      Syaiful W. Harahap
      Lusiana Aprilawati
      Erwan

      Copyright 2001 Chris W. Green. Izin dikeluarkan bukan untuk
      diperdagangkan, sehingga bila mengutip isinya Anda harus mencantumkan
      sumbernya (termasuk alamat dan nomor telepon).

      Semua informasi di dalam WartaAIDS sekadar untuk menambah wawasan dan
      pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda
      berkonsultasi dengan dokter.

      Newsletter ini diterbitkan dan didistribusikan dengan dukungan
      THE FORD FOUNDATION
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.