Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Tiga Anak Indonesia Terima Penghargaan Pemimpin Muda Indonesia

Expand Messages
  • Eko Bambang Subiyantoro
    http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-101%7CX Rabu, 21 Juli 2004 Tiga Anak Indonesia Terima Penghargaan Pemimpin Muda Indonesia Jurnalis : Eko
    Message 1 of 1 , Jul 21, 2004
      http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-101%7CX
      Rabu, 21 Juli 2004
      Tiga Anak Indonesia Terima Penghargaan Pemimpin Muda Indonesia
      Jurnalis : Eko Bambang S
      Jurnalperempuan.com - Jakarta. Tiga anak Indonesia masing-masing Esti Maryanti Ipaenim(16 tahun) pelajar SMA dari kota Ambon, Syarifah Amelia (14 tahun) pelajar SMA dari Bangka Belitung dan Teguh Raharjo (16 tahun) dari SMK 3 Yogyakarta menerima penghargaan untuk Pemimpin Muda Indonesia 2004 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan UNICEF (Rabu, 21/07/04). Tiga anak yang terpilih ini setelah dilakukan seleksi terhadap 52 anak dari 15 propinsi yang telah dicalonkan oleh berbagai kelompok atau organisasi dan proses seleksinya sendiri melibatkan wakil-wakil LSM, remaja, tokoh masyarakat, lembaga pemerintah dan UNICEF.

      Esti Maryanti Ipaenim mendapat penghargaan karena aktivitasnya sejak tahun 2001 memasyarakatkan hak anak di Ambon melalui organisasi yang diketuainya yaitu Parlemen Anak. Parlemen Anak adalah wahana dimana anak-anak dari kedua belah pihak yang bertikai di Ambon bisa bertemu. Di Parlemen Anak ini Esti bersama teman-temannya berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak anak. “Jika masyarakat mengetahui apa itu hak anak, saya yakin kesadaran mereka tentang pentingnya perlindungan anak akan meningkat,”ujar esti.

      Selain Esti, Syarifah Amelia, pelajar SMA II dari Bangka Belitung ini juga mendapat penghargaan karena telah terlibat aktif memasyarakatkan hak-hak anak terhadap temen-teman sebayanya melalui kegiatan mendongeng, seni budaya, Remaja Masjid dan OSIS. Syarifah juga aktif di Lembaga Perlindungan Anak propinsi Bangka Belitung. Syarifah juga yang ikut menghimbau agar kepolisian selalu menggunakan UU Perlindungan anak ketika menangani anak yang terlibat perkara hukum serta mendesak Pemerintah Daerah Bangka Belitung agar memberikan akta kelahiran gratis bagi anak.

      Penerima penghargaan lain adalah Teguh Raharjo asal SMK 3 Yogyakarta karena keaktifannya memasyarakat hak anak sejak tahun 2001. Teguh juga memfasilitasi forum anak dan pernah menyampaikan resolusi yang dirumuskan anak-anak kepada Menteri Sosial dan Komisi VII DPR RI. Menurut Teguh, kerjasama dan keterlibatan antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah dan anak sendiri adalah langkah yang baik untuk memenuhi hak anak, ujarnya.

      Maria Hartiningsih wartawati Kompas, yang juga menjadi anggota tim penilai mengatakan bahwa anak-anak ini memiliki pandangan-pandangan berharga, disamping juga gagasan-gagasan cemerlang tentang apa yang bisa kita lakukan untuk membuat lingkungan kita untuk menjadi tempat yang lebih baik bagi anak. Mendengarkan suara mereka, menguatkan keyakinan saya akan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia,”ujar Maria. Sementara itu, Sri Redjeki Sumaryoto, Menteri Pemberdayaan Perempuan berpendapat “Pemerintah mengakui bahwa anak mampu dan perlu berpartisipasi dalam pembuatan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Pendapat, harapan dan prestasi mereka perlu dipertimbangkan untuk mendapat pengakuan”,ujar Sri Redjeki.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.