Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Penerapan Ekonomi Syariah

Expand Messages
  • Ambon
    Pikiran Rakyat Senin, 03 Maret 2003 Penerapan Ekonomi Syariah --Perkembangan menggembirakan yang dialami bank syariah sebenarnya tidaklah mengherankan. Hal itu
    Message 1 of 2 , Mar 2, 2003
      Pikiran Rakyat
      Senin, 03 Maret 2003

      Penerapan Ekonomi Syariah

      --Perkembangan menggembirakan yang dialami bank syariah sebenarnya tidaklah
      mengherankan. Hal itu tidak terlepas dari keunggulan yang ditawarkan bank
      syariah kepada para peminjam, yakni tidak diberlakukannya beban
      bunga-berbunga yang mengandung unsur penindasan.

      DI tengah pesimisme sebagian besar masyarakat terhadap masa depan
      perekonomian bangsa ini, muncul harapan dan antusiasme baru terhadap
      kemungkinan diterapkannya sistem ekonomi syariah. Penerapan ekonomi syariah
      dipandang sebagai satu solusi dan resep mujarab bagi bangkit dan pulih
      kembalinya perekonomian nasional. Alasannya, sistem ekonomi syariah, sangat
      jauh berbeda dengan sistem ekonomi kapitalistik yang selama ini dianut
      pemerintah. Jika dalam ekonomi kapitalis, perekonomian dijalankan atas
      hubungan penguasaan satu pihak terhadap pihak lain yang didasari oleh
      kekuatan capital (modal), dalam ekonomi syariah, perekonomian dijalankan
      atas dasar hubungan saling menguntungkan. Semua kegiatan ekonomi merupakan
      bagian tak terpisahkan dari suatu mekanisme kehidupan yang berpusat kepada
      kekuasaan Allah sehingga sebagai konsekuensinya roda perekonomian harus
      berjalan di atas koridor aturan-aturan dan hukum yang ditetapkan Allah
      (syariah).

      Meski masih dalam tahap awal, perkembangan bank syariah di Tanah Air
      termasuk luar biasa. Dalam periode tahun 1998 hingga akhir 2002, perbankan
      syariah telah tumbuh rata-rata sebesar 57,60%, jauh lebih tinggi
      dibandingkan rata-rata pertumbuhan perbankan nasional yang hanya sebesar
      12,3% saja. Hingga saat ini, sedikitnya sudah ada dua bank umum syariah di
      tanah air, yakni Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri dengan
      total 44 kantor cabang, 8 kantor cabang pembantu, dan 44 kantor kas. Selain
      itu, sudah ada enam bank konvensional yang membuka 19 kantor cabang syariah,
      serta 83 BPR syariah. Total volume usahanya pun lumayan, Rp 4,13 triliun.

      Perkembangan menggembirakan yang dialami bank syariah sebenarnya tidaklah
      mengherankan. Hal itu tidak terlepas dari keunggulan yang ditawarkan bank
      syariah kepada para peminjam, yakni tidak diberlakukannya beban
      bunga-berbunga yang mengandung unsur penindasan (perpectual interest rate
      effect). Ini jelas sangat jauh berbeda dengan bank konvensional. Setiap
      aliran pinjaman modal, peminjam harus dikenai kewajiban pembayaran bunga.
      Akibatnya, setiap aliran dana keluar dari bank tidak lebih dari "alat
      pancing" untuk menyedot aliran dana berikutnya dari masyarakat yang
      jumlahnya lebih besar karena ada faktor bunga. Ujung-ujungnya, terjadilah
      pemusatan kekayaan di satu pihak, sedangkan pada pihak lain terjadi
      penggerogotan kekayaan. Di samping itu, bank syariah juga lebih mendorong
      investasi yang produktif dan menyentuh sektor riil, mewujudkan kerja sama
      investasi yang harmonis, dan lebih memerhatikan aspek kepercayaan dan
      moralitas.

      Dibandingkan dengan volume usaha dan pengguna bank konvensional, bank
      syariah memang belum seberapa. Meski demikian, kita tetap harus mencatatnya
      sebagai sebuah kemajuan. Apalagi dari sisi regulasi dengan keluarnya UU
      No.10/1998 mengenai perubahan UU No.7/1992 tentang Perbankan, Bank Indonesia
      sebagai otoritas perbankan di Tanah Air diberi amanat untuk melakukan
      pengaturan, pengawasan, dan pengembangan syariah di Indonesia. Kita pun
      memiliki dual banking system, yang memungkinkan bank syariah bisa berjalan
      beriringan dengan bank-bank konvensional.

      Setelah sektor perbankan, ekonomi syariah kian melangkah jauh. Jika tidak
      aral melintang, pada tanggal 4 Maret 2003 atau bertepatan dengan tanggal 1
      Muharam 1424 H akan dilakukan peluncuran Pasar Modal Syariah. Peluncuran
      tersebut akan ditandai dengan penandatanganan antara Dewan Syariah Nasional
      (DSN) dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang isinya mengukuhkan DSN
      sebagai otoritas yang mengawasi aspek syariah pasar modal. Selain itu, juga
      akan dipublikasikan list of Islamic stock atau daftar saham yang masuk
      kategori syariah. Jika ini terjadi, maka bisa dikata, ini merupakan sebuah
      tonggak sejarah baru bagi perkembangan bisnis dan ekonomi syariah di Tanah
      Air.

      Meski demikian, penerapan ekonomi syariah, tidaklah cukup hanya berhenti
      dengan berdirinya bank atau pasar modal syariah. Ini dikarenakan bagi bangsa
      Indonesia, meski mayoritas Muslim, penerapan ekonomi syariah boleh dianggap
      sebagai sesuatu yang baru. Biasanya, sesuatu yang baru, sebagus apa pun,
      akan menghadapi kendala, terutama saat harus berhadapan dengan sistem yang
      sudah mapan. Minimal masyarakat akan curiga, jangan-jangan sistem ekonomi
      syariah malah akan mengacaukan perekonomian yang ada. Dengan kata lain,
      menawarkan sistem ekonomi syariah sebagai bagian dari solusi memperbaiki
      perekonomian nasional akan menghadapi psikologi masyarakat itu sendiri,
      termasuk tentu saja perlawanan dari kaum kapitalis yang sebelumnya banyak
      menangguk untung dari sistem kapitalis.***
    • Hadi Sutedjo
      ada referensi atau yg bisa menjelaskan bagaimana system Bank Syariah ini bekerja, bila peminjam tidak dikenakan Bunga lalu bagaimana Bank memperoleh
      Message 2 of 2 , Mar 2, 2003
        ada referensi atau yg bisa menjelaskan bagaimana system Bank Syariah ini bekerja, bila peminjam tidak dikenakan 'Bunga' lalu bagaimana Bank memperoleh keuntungan untuk biaya operasional? Apakah penabung juga tidak mendapat 'bunga' lalu bagaimana dengan konsekuensi 'inflasi'. Aku masih bingung dengan bank syariah apalagi ekonomi syariah? soalnya dalam penjelasan singkat asuransi takaful (syariah) pemahaman yg bisa ditangkap 'entitasnya' tidak berbeda dengan produk asuransi 'biasa', tapi nama2 dan istilahnya saja yg berbau arab.

        salam/hs
        ----- Original Message -----
        From: Ambon
        To: Undisclosed-Recipient:;
        Sent: 03 March, 2003 05:18
        Subject: [wanita-muslimah] Penerapan Ekonomi Syariah


        Pikiran Rakyat
        Senin, 03 Maret 2003

        Penerapan Ekonomi Syariah



        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.