Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

Expand Messages
  • aldiy@yahoo.com
    kyai ndesit, dipentelengi itu apa ya? Ini maksutnya kayak hotel dengan connecting door gitu antara sorga dan neraka? Ada2 aja Pak Chodjim hahaha.. Pantes,
    Message 1 of 20 , Apr 9, 2012
    • 0 Attachment
      "kyai ndesit, dipentelengi" itu apa ya?

      Ini maksutnya kayak hotel dengan connecting door gitu antara sorga dan neraka? Ada2 aja Pak Chodjim hahaha..

      Pantes, rasanya hidup ini kayak gantian rasanya gitu, sebentar coklat, ntar rasa vanilla..

      Salam
      Mia

      " Dan, yang harus dipentelengi adalah 57:13, ternyata surga dan neraka itu HANYA dibatasi dinding dan ada pintu tembusnya, hehehehe....."
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

      From: "chodjim" <chodjima@...>
      Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
      Date: Mon, 9 Apr 2012 15:42:28 +0700
      To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
      ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
      Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

       

      

      Mengenai pertanyaan orang-orang Arab, sudah saya jelaskan bahwa mereka itu pada mulanya orang-orang yang tidak percaya terhadap kebangkitan pasca kematian.
       
      Mereka tidak percaya bahwa jiwa orang yang mati itu bakal dibangkitkan alias dihidupkan lagi. Kepercayaan mereka itu adalah hidup dan mati itu sekali, dan selesai. Dan, mereka belum bisa membedakan antara "jiwa" dan "ruh". Yang diiming-iming surga adalah jiwanya, yang diancam nerakan juga jiwanya.
       
      Dan, kalau kita paham dihidupkan, tentunya kita harus melihat secara nyata apa itu hidup, dan bukan apa yang kita khayalkan.
       
      Oleh karena itu, mereka yang gugur disebut dalam hidup yang tidak disadari oleh manusia karena hidupnya masih dalam stasiun persinggahan alias alam astral. Kalau hidup di alam fisik, ya pasti harus makan dan minum dan akhirnya berkembang biak.
       
      Lha, kalau surganya berupa bumi dan bukan astral, ya sudah pasti akan makan dan minum lewat bekerja, dan beol setiap hari. Tentu, beolnya pun akan semakin sedikit ketika kualitas makanannya sudah berupa makanan sintetik.
       
      Sebagai pengingat, dinyatakan dalam Alquran bahwa di akhirat Ibrahim termasuk orang-orang yang saleh (Q. 16:122). Aklhirat yang mana ini? Mengapa di dalam Alquran para nabi tidak disebut berada di surga nantinya? Mengapa surga hanya dijanjikan kepada orang-orang mukmin, dan tidak dikatakan di dalam surga itu orang-orang mukmin beserta nabi-nabi mereka?
       
      Yang terus-menerus tidak boleh dilupakan adalah Q. 3:133 dan 57:21 dalam diskusi ini. Di manakah neraka bila surga itu seluas langit dan bumi? Bila ada hadis yang menyebutkan jarak surga dan neraka itu seperti jarak langit dan bumi, mengapa orang-orang di surga masih berdialog dengan penmghuni neraka? (Q. 7:44, 50). Dan, yang harus dipentelengi adalah 57:13, ternyata surga dan neraka itu HANYA dibatasi dinding dan ada pintu tembusnya, hehehehe.....
       
      Wassalam,
       
      chodjim
       
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Monday, April 09, 2012 3:07 PM
      Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

       

      Pak Chodjim,

      Sebenarnya sebutan untuk hari kiamat tidak hanya hari kebangkitan (yaumul  ba'ats), tetapi amat banyak : yaumud diin (hari pembalasan), yaumul jaza' (hari pembalasan), yaumul wa'ad (hari pemenuhan janji), yaumul hasyr (hari penghimpunan), haaqah, qaari'ah, wa'qi'ah dsb. Dan bagaimana dengan ada kisah peniupan terompet atau sangkala (shuur dan naqar) oleh sumber hadits disebutkan peniupnya adalah malaikat israfil, begitu sangkala selesai ditiup semua binasa (bumi beserta seisinya, langit beserta seisinya termasuk malaikat israfil hancur binasa) kecuali Allah.

      Bukankah ada ayat orang arab bertanya, "apakah kami yang sudah menjadi tulang belulang di makam akan dibangkitkan lagi, apakah yang dimaksud ini menurut pak Chodjim adalah bangkitnya ruh orang yang meninggal menempati jasad baru ?? lantas dari mana kita tahu bahwa roh yang menempati raga kita ini adalah raga nenek moyang kita sendiri ??, padahal Allah tidak pernah menginformasikan perihal roh, kecuali sedikit ?

      Wassalam
      Abdul Mu'iz


      Dari: chodjim <chodjima@...>
      Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
      Dikirim: Senin, 9 April 2012 14:08
      Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

       
      
      Kita tidak berangan-angan tentang mustahil atau tidak, Mas Mu'iz.
      Tetapi, hukum-hukum Allah itu sudah sempurna. Tidak ada ada pembadalan terhadap hukum-hukum Allah. Kalau dulu galaksi kita ini asalnya satu padu lalu dipisahkan, itu kan kisah tentang kelahiran bumi. Dan, kenyataannya bumi baru terbentuk setelah galaksi berumur lebih dari 11miliar tahun. Bumi kita sekarang baru berumur 4,5 miliar tahun (galaksi Bima Sakti 15,5 miliar tahun).
       
      Oleh karena itu, ditegaskan dalam Q. 21:105 bahwa pada akhirnya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Jadi, ada tatanan baru. Ketika bumi dipelihara orang-orang saleh, maka polusi dan kerusakan lingkungan tak terjadi, dan bakalah kehidupan manusia selama bumi dan langit tidak habis umurnya. Sebab, bagaimanapun bumi dan galaksi Bima Sakti dibuat hingga ajal musamma, hingga waktu tertentu. Kapan? Kalau menurut fisikawan ya bumi ini masih bisa bertahan 15 miliar tahun lagi. Lalu, mengapa penghuni surga disebut kekal? Itu karena kesadarannya sudah tidak mengalami korosi lagi.
       
      Oleh karena itu, secara sederhana Alquran bertanya, bila kita masih ragu tentang hari kebangkitan, maka perhatikan kejadian manusia yang berasal dari sari tanah hingga lahir sebagai bayi pada Q. 22:5.
       
      Dalam hal inilah Nabi Muhammad dijadikan teladan yang baik bagi orang-orang yang ingin bertemu Tuhannya dan hari Akhir. Q. 33:21. Kewajiban kita adalah menyongsong Hari Akhir itu sekarang dan di sini.
       
      Lha, kalau ingin memasuki planet lain yang lebih baik kualitasnya dari bumi ini, sehingga tidak dilahirkan di bumi, ya kita harus menyucikan diri dengan rela dan diridhai oleh Tuhan semeta alam seperti pada 89:27 - 30.
       
      Wassalam,
       
      chodjim
       
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Monday, April 09, 2012 1:40 PM
      Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

       
      Menarik sekali tafsir pak Chodjim seputar kiamat dan hari akhir, saya menemukan perbedaan yang kontrast antara pandangan pak Chodjim (berpandangan jannah dan naar adanya hanyalah di bumi yang sekarang ini bukan di bumi yang lain, kiamat tidak identik dengan kehancuran) dengan tafsir klasik (berpandangan jannah dan naar adanya di alam baka {bumi dan langit yang lain, sama sekali baru dan sifatnya kekal}  bukan di bumi yang sekarang ini karena sifatnya fana, kiamat adalah identik dengan kehancuran).

      (-) QS 14:48, kata yubaddilu menunjukkan mengganti alias yang bumi dan langit yang sekarang dibinasakan (alias lenyap) kemudian diganti bumi dan langit yang sama sekali baru, ini disampaikan KH Mustofa Bisri yang merujuk pada ulama' Klasik Hasan Basri. Ternyata pak Chodjim punya pandangan lain yaitu rumahnya (tatanannya) bukan tapak (buminya). Yang menjadi pertanyaan saya adalah kalau bumi dan langit ini sifatnya fana (sementara), maka di mana dan kapan munculnya alam baka (kekal) yang dimaksud Qur'an ? apa yang dimaksud kiamat kubro yang diawali dengan ditiupnya sangkala oleh malaikat israfil, yang kemudian segalanya hancur binasa kecuali Allah ? bagaimana pak Chodjim ? Agus Mustofa yang memahami bahwa akhirat tidak kekal, tetapi memahami bahwa hukum kekalan energi itu hanya berlaku di alam fana yang ada di bumi yang sekarang ini, maka apabila sudah tiba alam baka, maka hukum kekekalan energi tidak berlaku lagi.

      (-) tempo hari ketika kita membahas bahwa orang dikebumikan itu bisa dengan berbagai cara, dikubur (ditanam dalam tanah), dibakar (dikremasi atau ngaben), diletakkan di pohon tinggi atau bukit yang tinggi hingga lenyap dimangsa burung gagak, ditenggelamkan di laut jasadnya tidak pernah disentuh daratan, kecelakaan di angkasa hingga melayang-layang menjadi benda langit yang tidak pernah disentuh bumi. Nah saya menyampaikan bahwa bumi dan langit itu dulunya satu padu (ratqan) kemudian kami pisahkan keduanya (QS al anbiya' 21:30). Bukankah kalau bumi dan langit kalau dulunya satu padu, kemudian dipisahkan apakah mustahil kalau suatu saat akan dipertemukan lagi menjadi satu padu (ratqan) seperti semula ?? maka apabila bumi dan langit disatupadukan kembali maka bukankah tidak relevan apabila mempertanyakan bahwa jasad dari orang yang meninggal di angkasa melayang-layang di langit tidak akan disentuh bumi ??.

      Wassalam
      Abdul Mu'iz


      Dari: chodjim <chodjima@...>
      Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
      Dikirim: Senin, 9 April 2012 9:55
      Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

       
      Asumsinya sama seperti yang mas Mu'iz asumsikan.
       
      Bahwa kita harus bisa membedakan dengan jelas antara "kiamat" dan "kehancuran" alam semesta. Kiamat jelas artinya kebangkitan dan bukan kehancuran. bahwa ketika kita membangun rumah baru di tapak rumah lama, maka yang dihancurkan adalah rumah lamanya itu dan bukan "tapak"-nya.
       
      Jadi, dari 7:25, 20:55, dan 21:105 jelas sekali bahwa kiamat terjadi justru di tapak yang ada (default sites). Lalu, apa yang dihancurkan? Itulah tatanan! Dengan kata lain, langit dan bumi diganti dengan langit dan bumi yang lain pada Q. 14:48, artinya orde lama akan diganti dengan orde baru. Jadi, "ghayru" pada ayat itu menurut tafsir ruuhul bayan, merujuk pada "sifat".
       
      Jika yang digantikan itu zat, artinya bumi dan langit yang sekarang ini dimusnahkan, maka untuk tercipta bumi dan langit baru yang baik memerlukan waktu 20 miliar tahun samsiyah sekarang ini. Ini kalau kita mempelajari kosmologi dengan hukum-hukum Allah yang sudah sempurna (wa tammat kalimat rabbuka sidqaa wa adlal, laa mubaddila kalimaatihi).
       
      Dus, berdasarkan ayat 3:133 dan 57:21, surga atau neraka itu hanyalah KEADAAN atau sifat dan bukan zat. Itulah sebabnya bila kita sudah hidup penuh kesadaran, maka keberadaan surga itu seluas langit dan bumi! Nerakanya = 0. Sebaliknya, ketika kita dipenuhi dengan kezaliman, surganya lenyap dan kekallah nerakanya.
       
      Oleh karena keberadaan surga itu di bumi ini, maka Tuhan melarang manusia membuat kerusakan di bumi ini! Lha, kalau bumi dan langitnya akan diganti secara zat, maka ya hancur-hancurkanlah bumi ini, rusakkanlah bumi, kan Tuhan akan mengganti yang baru? .. :))
       
      Wassalam,
       
      chodjim
       
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Friday, April 06, 2012 3:42 AM
      Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma


      Yang saya persoalkan adalah penarikan kesimpulan dari sebuah asumsi. Kesimpulan akan logis kalau asumsinya clear.

      Benarkah QS 11:106-108 yang menyatakan penghuni jannah dan naar (yang dijanjikan di akherat) tidak kekal ? Makanya kita bahas ayat "maa daamat al asamawat wal ardh" yang merupakan satu rangkaian itu apa ? Nah al qur'an itu diturunkan di arab makanya disesusikan lisan (lidah bukan lughah) arab, apa kultur arab ketika bertutur tentang kekekalan atau abadi alias selamanya ? Ya seperti yang saya sampaikan tsb, jadi justru pernyataan qur'an bahwa "khalidiina fiiha" menjadi selaras dengan "maa daamat al samawat wal ardh" jadi memang tidak perlu kata "in" karena memang bukan kalimat bersyarat.

      Soal konfirmasi, saya setuju saja bahwa Ayat 11:107 ini dikonfirmasi oleh QS 6:129.

      Memperhatikan QS 7:25, 20:55, dan 21:105 tidak masalah. Bahwa di bumi kamu hidup, diwariskan pada yang sholeh, dimatikan, dibangkitkan atau dikeluarkan pada kali yang lain tidaklah paradoks dengan berita qiyamat (banyak sekali ayat yang bertebarn menjelaskan berita kiamat dengan berbagai redaksi) langit dan bumi akan dibinasakan semua hancur binasa kecuali Allah, makanya dijawab dengan penggantian bumi dan langit yang lain ini bisa ditemukan di QS 14:48, ada redaksi "ghayru" menunjukkan bukan bumi yang sekarang ini pendapat seperti ini juga pernah disampaikan kh Musthofa Bisri, atau mungkin pak chodjim punya tafsir lain ? Monggo :)

      Wassalam
      Abdul Mu'iz

      ------------------------------
      Pada Jum, 6 Apr 2012 00:32 ICT chodjim menulis:

      >Hayya...., Q. 11: 106 -108 itu bukankah kalimat berita. Mas Mu'iz?
      >Kalimat bersyarat itu adalah ada syarat yang menjadi penyebab suatu
      >kejadian. Jika tidak ada hujan saya akan ke rumahmu. Saya akan ke rumahmu
      >jika pekerjaan saya selesai petang ini. Nah, ayat tersebut justru
      >memberitahu nasibnya orang yang kafir maupun yang beramal saleh. Ayat 11:107
      >itu pun dikonfirmasi oleh Q. 6:129.
      >
      >Tentu, tidak perlu ada "in" di situ, karena itu suatu informasi. Sedangkan
      >Q. 14:48 itu hanyalah menginformasikan tentang tatanan manusia baru di bumi
      >ini juga. Perhatikan Q. 7:25, 20:55, dan 21:105.
      >
      >Wassalam,
      >
      >chodjim
      >
      >----- Original Message -----
      >From: "Mu'iz, Abdul" <quality@...>
      >To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
      >Sent: Thursday, April 05, 2012 7:54 PM
      >Subject: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
      >
      >
      >> Tambahan dari saya mbak Mia,
      >>
      >> Tentang QS 11:106-108 yang dijadikan dasar oleh pak Chodjim maupun Agus
      >> mustofa berpendapat bahwa akhirat (penghuni jannah dan naar) tidak kekal
      >> karena ayat tsb menyampaikan, " .... Mereka kekal (di jannah dan naar)
      >> selama (maa daamat) langit dan bumi ada ........"
      >>
      >> Padahal kultur arab itu biasa mengatakan "kekal selamanya" dengan
      >> idiomatic expression "maa daamat al samawat wal ardh" jadi kalau orang
      >> arab mengatakan "saya akan mengunjungi kamu selama-lamanya" menggunakan
      >> ungkapan, "saya akan mengunjungi kamu selama langit dan bumi ada".
      >>
      >> Nah untuk conditional sentence, kalimat bersyarat, grammar arab
      >> menggunakan "in" yang artinya jikalau atau seandainya, dalam bahasa
      >> inggris setara dengan "if". Nah di qs 11:106-108 tidak ada pemakaian
      >> kalimat bersyarat.
      >>
      >> Jadi kesimpulan bahwa penghuni jannah dan naar tidak kekal dengan merujuk
      >> qs tsb menjadi tidak valid alias tidak logis.
      >>
      >> Lalu bagaimana kalau langit dan bumi hancur karena qiyamat (ayat yang
      >> menyebutkan sangkala cukup banyak) ? Maka ada ayat lain yang memberikan
      >> uraian atau jawaban yaitu qs 14:48.
      >>
      >> Wassalam
      >> Abdul Mu'iz
      >>
      >> Powered by Telkomsel BlackBerry®
      >>
      >> -----Original Message-----
      >> From: aldiy@...
      >> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
      >> Date: Thu, 5 Apr 2012 11:47:42
      >> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
      >> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
      >> Subject: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
      >>
      >> Diskusi-diskusi yang menarik dan beranak-pinak, saya rangkum mulain dari
      >> lebih gampang dulu, soal ragasukma.
      >> Salam
      >> Mia
      >> ----------------------------------------------------
      >> MUIZ: Nah kalau ngerogo sukmo untuk bertemu dengan roh Nabi Muhammad,
      >> bagaimana pak Chodjim ?
      >> Wassalam
      >>
      >> NUBIGOTOL: Apa ada kaitannya rogosukmo dengan mi'raj? Mohon senior2
      >> pencerahannya..
      >> Salam.
      >>
      >> MIA:Pak Muiz dah ngerti penjelasan Pak Chodjim atas pertanyaanku kah? Aku
      >> mesti baca pelan2, pikirin pelan2 - karena telmi. Orang2 yg rasional
      >> seperti saya itu sesungguhnya telmi.
      >>
      >> Sepertinya, kalau "dikehendaki" kita bisa ke arah itu, ke arah jalan
      >> ketemu Nabi, bukan kita yg "ngerogo2 sukmo".
      >>
      >> Sekarang, saya sudah "dikehendaki", terbuka keinginan saya pergi
      >> haji/umroh ke tanah suci Makkah, utk curhat ke makam Nabi atau mengunjungi
      >> tempat kelahirannya. Dulu kan nggak mau
      >>
      >> Mi'raj itu rogosukmo nya Nabi ke para leluhurnya, atas kehendak Gusti
      >> Allah.
      >>
      >> NUBIGOTOL: Kira2 duluan mana Mbak? Cerita ttg rogosukmonya orang nusantara
      >> lbh dulu ada atau berita ttg Mi'raj (rogosukmonya KRMSAW)? Kalo
      >> pertanyaannya dianggap ngaco jgn dijawab.
      >> Salam
      >>
      >> MUIZ: Mbak Mia,
      >> Saya mencoba mengikuti alur logika pak Chodjim : yang pertama apabila
      >> ngerogo sukma (out of body experience) ternyata berjumpa denga jiwa yang
      >> tidak unggul di dunia maka sungguh merugi.
      >>
      >> Yang kedua, ngerogo sukma adalah pekerjaan sia-sia karena deposito energi
      >> lebih baik dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemuliaan lain di alam dunia.
      >>
      >> Kalau Nabi Muhammad di qur'an saja diberikan predikat uswatun hasanah
      >> alias pribadi unggul di dunia, maka bukankah peristiwa spiritual yang luar
      >> biasa bila berkesempatan bertemu ruh Nabi Muhammad di alam ruh ?
      >>
      >> Tetapi yang saya tahu informasi ruh itu sedikit, maka menurut hemat saya
      >> apabila kita membiarkan jiwa hening atau kosong pada saat pasang niat raga
      >> sukma alias out of body experience justru beresiko memberi kesempatan pada
      >> jin untuk membajak kesadaran kita sendiri, na'udzu billah.
      >> Wassalam
      >>
      >> MIA: Nubigotol apa si haha..
      >> Maksutnya model ragasukma di Nusantara itu apa sudah ada sebelum 600M,
      >> sebelum Nabi lahir? Dari dulu saya percaya secara intuitif iya. Tapi lagi2
      >> secara rasional telmi banget.
      >>
      >> Karena memang ada bagian sejarah/prasejarah Nusantara yg hilang dari
      >> wawasan kita sekarang. Indikator obyektif lain juga menunjukkan bahwa
      >> sejarah Nusantara praktis nggak ada di sejarah dunia, atau lebih tepatnya
      >> dilewatin.
      >> Salam
      >>
      >> MIA: Terimakasih Pak Muiz, dan setuju, kalau ketemu Nabi tentunya luar
      >> biasa.
      >>
      >> Dulu waktu remaja saya mengalami pengalaman ragasukma selama 3 malam
      >> berturut2 dengan Bapak saya yg baru meninggal sebulan, dan waktu meninggal
      >> kami sekeluarga nggak di sisinya. Pengalaman 3 malam itu bukan sesuatu yg
      >> kuinginkan dan bukan pengalaman yg mudah buat saya, apalagi remaja.
      >> Rupanya penolakan saya kuat, setelah puluhan tahun baru mengerti arti
      >> mimpi itu dan baru bisa cerita ke yg lain.
      >>
      >> Figur nabi Muhammad kok saya nggak kangeni, kecuali demen lagunya Bimbo
      >> "Rindu Rasul". Bagi saya blio asing, dari Arab sana. Kemudian buku
      >> "Muhammad" karangan Karen Armstrong, seolah mengantarkan blio ke depan
      >> pintu rumah saya, itu pun saya nggak bukain. Kemudian suatu kesadaran lain
      >> datang setelah beberapa event kehidupan, ngobrol dg Pak Chodjim - yg
      >> membuat saya mau pergi ke Makkah, mau curhat ke Nabi dan mengunjungi tanah
      >> lahirnya.
      >>
      >> Dua minggu lalu saya mimpi sampai di Makkah. Ngobrol di rumah temen di
      >> sana, lalu saya menuju Ka'bah. Ndilalah....dalam mimpi itu saya tersesat
      >> dan nggak pernah sampe ke Ka'bah, malah paspor nggak di tanganku. Saya
      >> putus asa dalam mimpi, muter2 di gang-gang Makkah, kubilang mudah2an ini
      >> mimpi, aku mau balik saja ke Indonesia. Syukurlah, aku terbangun, nggak
      >> jadi nyasar di Makkah...:-)
      >> Salam
      >>
      >> WIKAN: pesan saya hati2 saja mbak (Mia) kalau beneran sampe di mekkah.
      >> pengalaman saya dulu, paspor tidak di tangan saya tapi dikumpulkan sama
      >> pihak travel agent
      >> jadi tanda identitas yang saya punya cuman name tag dari travel agent,
      >> terus stay in touch with the group. berhubung saya gak gampang ingat
      >> tempat, dan tempat di mekkah itu
      >> mirip2 (gedung, jalannya mirip) makanya saya gak berani keluyuran
      >> sendirian kecuali kalau sama teman atau rombongan. mudah2-an sukses selama
      >> di mekkah dan sesudahnya
      >> salam,
      >>
      >> MEI: Duluuu waktu saya umur belasan tetangga saya pintar panggil arwah
      >> orang mati. Tapi si arwah gak pernah mau jawab kalo ditanya, gimana disana
      >> keadaannya, seperti apa alam kubur. Dia cuma ngomong tentang hal2 di dunia
      >> yg belum sempat ia tunaikan pada keluarganya : rahasia2, hutang2.
      >>
      >> Gak berapa lama kemudian salah seorang anggota keluarga yg banyak simpan
      >> rahasia2 jahat jadi gila
      >> Salam,
      >>
      >> CHODJIM: Arwah yang bisa dipanggil itu arwah gentanyangan, Mbak (Mei).
      >> Kita ini kalau sukses dalam meniti kehidupan barzakh kita tidak
      >> gentayangan lagi, tetapi masuk ke alam kamaloka seperti yang disebut dalam
      >> Q. 2:154. Selanjutnya, melakukan pembersihan diri sehingga bisa dilahirkan
      >> kembali sebagai manusia. Oleh karena itu, dinyatakan dengan tegas dalam Q.
      >> 11: 106 - 108 bahwa surga dan neraka itu adanya di dunia ini, yaitu selama
      >> ada langit dan bumi. Kalau tidak ada langit dan bumi, ya tak ada
      >> surga-neraka itu.
      >> Wassalam,
      >>
      >> Mbak Mia,
      >>
      >> Isra' Mi'raj itu bukan ngrogo suksma, tetapi perjalanan spiritual yang
      >> disebut ru'ya. Hal ini ditegaskan dalam Q. 17:1, dan 17:60. Jadi, dalam
      >> Isra' Mi'raj yang terjadi adalah proses liyep-layap-angluyup. Pada saat
      >> itu Nabi dalam keadaan duduk diam hening. Oleh karena itu, dalam Hadis
      >> yang diriwayatkan Bukhari, Nabi disebut dalam keadaan antara jaga dan
      >> tidur (luyut atau liyep-layap-angluyup). Juga disebutkan bahwa bekas
      >> tempat duduk Nabi ketika Nabi menjalankan salat subuh, masih hangat.
      >> Tempat duduk yang hangat menunjukkan bahwa Nabi tidak ke mana-mana, dan
      >> duduk diam dari bakda Isyak hingga jelang Subuh.
      >>
      >> Ngrogo suksma itu perjalanan jiwa, sehingga terbatas. Dalam Alquran
      >> disebut 1 hari yang dibandingkan 1000 tahun. Tetapi, perjalanan ruh atau
      >> spiritual, disebut dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun komariah
      >> menurut perhitungan kita.
      >> Wassalam,
      >>
      >> MEI: Jadi bagaimana awam bisa tahu kalo orang mati tersebut ketika di
      >> dunia [sebelum mati] hidupnya 'sukses'.
      >>
      >> Bukankah hanya Tuhan saja yg tahu bagaimana kualitas keimanan kita.
      >> Salam,
      >>
      >> CHODJIM: Ya, makanya yang masih bisa dipanggil-panggil itu arwah
      >> gentanyangan. Para nabi, para sahabat agung tidak bisa lagi dipanggil,
      >> Mbak Mei.
      >>
      >> Makanya, kalau kita sukses meniti barzakh, kita akan masuk alam kamaloka,
      >> dan alam yang lebih tinggi; dan tak akan bisa dipanggil lagi.
      >> wassalam,
      >>
      >> Nubigotol: Nah, jadi jelas kalo ada pak gurunya muncul. Supaya gak bias sy
      >> nerimanya :)
      >>
      >> Terimakasih
      >> Salam
      >>
      >> MIA: Terimakasih Pak Chodjim.
      >>
      >> Ulama berbeda pendapat, bukankah gitu? Sebagian mengatakan seutuhnya jasad
      >> dan jiwa Muhammad pergi. Yang lain bilang mengartikan secara spiritual.
      >> Sepertinya dulu Pak HMNA panjang lebar diskusi ttg yg pertama, lupa dg
      >> siapa.
      >>
      >> Saya sendiri lebih mudah menerima perjalan ruh, visioner/ru'ya, seperti yg
      >> pak Chodjim jabarkan. Semua Nabi mengalami visi seperti ini.
      >>
      >> Perjalanan ragasukma itu jiwa atau "soul", bukan gitu? Pak Muiz, jangan2
      >> kita dah melakukan semacam ragasukma di alam internet..haha..karena
      >> internet juga ber- efek alternatif pada psikologi kita.
      >>
      >> MUIZ:: Diskusi yang menarik mbak Mia,
      >>
      >> Mi'raj itu kan istilah arab yang maknanya naik, aktivitas mendaki,
      >> vertikal, bukan horisontal juga bukan menurun (menuju ke bawah).
      >>
      >> Raga Sukma atau out of body experience itu belum tentu naik tetapi
      >> merupakan aktivitas riel di alam nyata dengan ritual tertentu mengosongkan
      >> jiwa dan membiarkan jiwa melanglang, meninggalkan raga atau fisik, saya
      >> sih sebenarnya kurang begitu faham detailnya. Ada yang menyamakan jiwa itu
      >> sinonim dengan roh tetapi ada pula yang membedakannya.
      >>
      >> Roh itu informasinya sedikit, itu yang disebutkan oleh Qur'an. Saya tidak
      >> mampu berspekulasi tentang roh, akrivitas hening atau mengosongkan jiwa
      >> dan fikiran entah itu namanya kontemplasi, meditasi atau tahannuts intinya
      >> adalah memelihara kesadaran kita sendiri agar kita waspada siapa jati diri
      >> kita sadar bahwa kita adalah fana dan akan kembali kepada sang Maha Mutlak
      >> sang pemilik segala sumber kesadaran yaitu Allah.
      >>
      >> Menurut hemat saya aktivitas mengosongkan jiwa dan mengklaim sanggup
      >> berkelana dan bertamasya ke alam ghaib yang asing dan belum pernah
      >> didatangi tetapi merasa riel dan melekat dalam memory sang pelaku, sulit
      >> diverifikasi secara rasional, yang namanya klaim subyektif ya susah
      >> diperdebatkan, cuma yang saya khawatirkan kalau membiarkan jiwa dan
      >> pikiran kosong apalagi dalam kondisi beta, sungguh riskan, karena bisa
      >> jadi membuka peluang jin untuk mengambil alih raga kita yang sementara
      >> ditinggalkan oleh jiwa atau roh yang lagi asyik bertamasya ke alam lain
      >> bercengkerama dengan jiwa atau roh lain. Lantas kalau raga kita ditempati
      >> oleh jin dan jiwa atau roh kita saat kembali ke raga semula tidak bisa
      >> karena sudah diisi jin kan repot ?. Jadi roh gentayangan dong ? Beruntung
      >> kalau jinnya muslim lha kalau kafir, alangkah meruginya kita ? Fenomena
      >> kerasukan jin sebenarnya tidak lebih merupakan jiwa yang tidak berada
      >> dalam kendali kesadaran penuh sehingga dibajak makhluq lain yaitu jin, apa
      >> yang dibajak ? Ya kesadaran kita oleh jin. Makanya qur'an memberikan
      >> solusi, sholatlah supaya kamu mengingat Aku. Mengingat alias zikir itu kan
      >> esensinya sadar.
      >>
      >> Nah soal israk mi'raj nabi muhammad itu dengan rohnya saja atau lengkap
      >> jasad dan roh memang beragam. Kalau menurut almarhum KH Bahaudhin Mudhary
      >> pemerhati metafisika berpendapat nabi beri-israk mi'raj utuh lengkap jasad
      >> dan roh atau jiwanya. Dan redaksi di qur'an itu bukan aktif transitif
      >> tetapi diperjalankan oleh siapa ? Oleh Allah.
      >>
      >> Manusia saja dengan berfantasi seperti film startrek bisa dijelaskan
      >> secara teknik fisika ala teleportasi dengan mentransfer fisik dari satu
      >> tempat ke tempat lain secara utuh. Memang itu baru fiksi atau khayalan
      >> tetapi yang namanya sains kan tidak pernah berhenti kita tidak tahu kapan
      >> akan terwujud fiksi startrek itu, sama halnya khayalan pergi ke bulan
      >> dulunya adalah khayalan, dianggap aneh tetapi beberapa masa kemudian
      >> menjadi kenyataan.
      >>
      >> Menurut metafisika, nabi sebelum menuju Allah di sidratul muntaha atau
      >> ufuqul ula (tempat tertinggi yang tidak diliputi segala hal) adalah dengan
      >> mengubah tubuh lebih dulu karena terdiri dari materi menjadi energi,
      >> karena perjalanan angkasa tidak memungkinkan dengan jasad materi, kemudian
      >> di tempat tujuan mengalami transformasi lagi ke jasad semula. Rasulullah
      >> juga tidak sendirian dalam menempuh perjalanan tsb, beliau didampingi oleh
      >> malaikat jibril, serta butuh sarana transportasi ghaib yang disebut buraq.
      >>
      >> Itu adalah pendapat atau tafsir dengan segala argumen yang dibangun, tentu
      >> ada pendapat lain yang boleh jadi bertentangan karena asumsinya beda.
      >> Lantas bagaimana yang benar ?, yang paling mudah menjawab adalah wallahu
      >> a'lam.
      >> Wassalam
      >>
      >> CHODJIM: Mas Mu'iz.
      >> Ada yang dilupakan orang ketika memahami Isra' Mi'raj. Umumnya hanya
      >> mengambil satu ayat saja, yaitu Q. 17:1. Padahal, setelah Allah berkisah
      >> perihal orang Yahudi pada 17:2 dst..., 17:60-nya Tuhan menegaskan bahwa
      >> apa yang diperlihatkan kepada Nabi pada 17:1 itu adalah ru'ya (bukan mimpi
      >> yang bahasa Arabnya manam atau a
      >> hlam).
      >>
      >> Kemudian yang dilupakan adalah Hadis Bukhari yang dianggap paling sahih.
      >> Dalam Hadis Bukhari 61:24 disebutkan bahwa mata beliau tidur tetapi
      >> hatinya tetap jaga. Dalam Hadis lain diakhiri dengan kalimat "Beliau
      >> bangun dan berada di Masjid al-Haram". Di Hadis lain yang berasal dari
      >> Asma' disebutkan bahwa ketika Nabi meninggalkan untuk salat subuh, tempat
      >> duduknya masih hangat.
      >> Wassalam,
      >>
      >>
      >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
      >> Teruuusss...!
      >>
      >> ------------------------------------
      >>
      >> =======================
      >> Milis Wanita Muslimah
      >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
      >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
      >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
      >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
      >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
      >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
      >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
      >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
      >>
      >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
      >>
      >>
      >>
      >>
      >>
      >> ------------------------------------
      >>
      >> =======================
      >> Milis Wanita Muslimah
      >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
      >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
      >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
      >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
      >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
      >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
      >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
      >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
      >>
      >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
      >>
      >>
      >>
      >>
      >
      >
      >
      >------------------------------------
      >
      >=======================
      >Milis Wanita Muslimah
      >Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
      >Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
      >Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
      >ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
      >Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
      >Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
      >Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
      >Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
      >
      >Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
      >
      >
      >




    • Mu'iz, Abdul
      Terima kasih banyak pak Chodjim, Para nabi dan rasul tidak dikisahkan masuk jannah, apakah berarti orang-orang yang bertaqwa masuk jannah tidak bakalan
      Message 2 of 20 , Apr 9, 2012
      • 0 Attachment
        Terima kasih banyak pak Chodjim,

        Para nabi dan rasul tidak dikisahkan masuk jannah, apakah berarti orang-orang yang bertaqwa masuk jannah tidak bakalan berkesempatan berjumpa dengan para Nabi dan Rasul ? apakah pertanyaan ini menjadi tidak relevan ya ?

        Satu lagi pak Chodjim, mungkin OOT : benarkah kitab suci bangsa smith yang paling tua yakni Taurat itu banyak terpengaruh dari annunakiki atau dewa summeria, peradaban mesopotamia ?? banyak para antropolog atau sejarawan yang menganggap kisah yang dituturkan kitab suci bangsa smith adalah dongeng, legenda atau mitos karena tidak ada bukti arkeologis yang mendukungnya, padahal banyak kisah-kisah di taurat yang mirip dengan kisah-kisah yang dituturkan bangsa sumeria  dan asyur. Di group fb ada yang menganjurkan seharus kita bersikap netral kalau kisah-kisah yang dituturkan kitab suci bangsa smith adalah suatu kebenaran, mengapa tidak menyikapi serupa terhadap kisah-kisah yang dituturkan bangsa sumeria dan asyur ??

        Wassalam
        Abdul Mu'iz


        Dari: chodjim <chodjima@...>
        Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
        Dikirim: Senin, 9 April 2012 15:19
        Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

         
        
        Agar Mas Mu'iz paham secara runtut tentang peniupan terompet, silakan baca tafsir Yasin yang saya tulis sebanyak 529 halaan (83 ayat).
         
        Mengenai yaumiddin sudah saya beberkan dalam tafsir Surat Alfatihah yang sekarang mengalami cetak ulang puluhan kali.
         
        Intinya, semua itu kosa kata puitis untuk menerangkan kemenangan orang-orang yang beriman, bersyukur, bertakwa terhadap orang-orang kafir, zalim, dan fasik.
         
        Wassalam,
         
        chodjim
         
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Monday, April 09, 2012 3:07 PM
        Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

         
        Pak Chodjim,

        Sebenarnya sebutan untuk hari kiamat tidak hanya hari kebangkitan (yaumul  ba'ats), tetapi amat banyak : yaumud diin (hari pembalasan), yaumul jaza' (hari pembalasan), yaumul wa'ad (hari pemenuhan janji), yaumul hasyr (hari penghimpunan), haaqah, qaari'ah, wa'qi'ah dsb. Dan bagaimana dengan ada kisah peniupan terompet atau sangkala (shuur dan naqar) oleh sumber hadits disebutkan peniupnya adalah malaikat israfil, begitu sangkala selesai ditiup semua binasa (bumi beserta seisinya, langit beserta seisinya termasuk malaikat israfil hancur binasa) kecuali Allah.

        Bukankah ada ayat orang arab bertanya, "apakah kami yang sudah menjadi tulang belulang di makam akan dibangkitkan lagi, apakah yang dimaksud ini menurut pak Chodjim adalah bangkitnya ruh orang yang meninggal menempati jasad baru ?? lantas dari mana kita tahu bahwa roh yang menempati raga kita ini adalah raga nenek moyang kita sendiri ??, padahal Allah tidak pernah menginformasikan perihal roh, kecuali sedikit ?

        Wassalam
        Abdul Mu'iz


        Dari: chodjim <chodjima@...>
        Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
        Dikirim: Senin, 9 April 2012 14:08
        Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

         
        
        Kita tidak berangan-angan tentang mustahil atau tidak, Mas Mu'iz.
        Tetapi, hukum-hukum Allah itu sudah sempurna. Tidak ada ada pembadalan terhadap hukum-hukum Allah. Kalau dulu galaksi kita ini asalnya satu padu lalu dipisahkan, itu kan kisah tentang kelahiran bumi. Dan, kenyataannya bumi baru terbentuk setelah galaksi berumur lebih dari 11miliar tahun. Bumi kita sekarang baru berumur 4,5 miliar tahun (galaksi Bima Sakti 15,5 miliar tahun).
         
        Oleh karena itu, ditegaskan dalam Q. 21:105 bahwa pada akhirnya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Jadi, ada tatanan baru. Ketika bumi dipelihara orang-orang saleh, maka polusi dan kerusakan lingkungan tak terjadi, dan bakalah kehidupan manusia selama bumi dan langit tidak habis umurnya. Sebab, bagaimanapun bumi dan galaksi Bima Sakti dibuat hingga ajal musamma, hingga waktu tertentu. Kapan? Kalau menurut fisikawan ya bumi ini masih bisa bertahan 15 miliar tahun lagi. Lalu, mengapa penghuni surga disebut kekal? Itu karena kesadarannya sudah tidak mengalami korosi lagi.
         
        Oleh karena itu, secara sederhana Alquran bertanya, bila kita masih ragu tentang hari kebangkitan, maka perhatikan kejadian manusia yang berasal dari sari tanah hingga lahir sebagai bayi pada Q. 22:5.
         
        Dalam hal inilah Nabi Muhammad dijadikan teladan yang baik bagi orang-orang yang ingin bertemu Tuhannya dan hari Akhir. Q. 33:21. Kewajiban kita adalah menyongsong Hari Akhir itu sekarang dan di sini.
         
        Lha, kalau ingin memasuki planet lain yang lebih baik kualitasnya dari bumi ini, sehingga tidak dilahirkan di bumi, ya kita harus menyucikan diri dengan rela dan diridhai oleh Tuhan semeta alam seperti pada 89:27 - 30.
         
        Wassalam,
         
        chodjim
         
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Monday, April 09, 2012 1:40 PM
        Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

         
        Menarik sekali tafsir pak Chodjim seputar kiamat dan hari akhir, saya menemukan perbedaan yang kontrast antara pandangan pak Chodjim (berpandangan jannah dan naar adanya hanyalah di bumi yang sekarang ini bukan di bumi yang lain, kiamat tidak identik dengan kehancuran) dengan tafsir klasik (berpandangan jannah dan naar adanya di alam baka {bumi dan langit yang lain, sama sekali baru dan sifatnya kekal}  bukan di bumi yang sekarang ini karena sifatnya fana, kiamat adalah identik dengan kehancuran).

        (-) QS 14:48, kata yubaddilu menunjukkan mengganti alias yang bumi dan langit yang sekarang dibinasakan (alias lenyap) kemudian diganti bumi dan langit yang sama sekali baru, ini disampaikan KH Mustofa Bisri yang merujuk pada ulama' Klasik Hasan Basri. Ternyata pak Chodjim punya pandangan lain yaitu rumahnya (tatanannya) bukan tapak (buminya). Yang menjadi pertanyaan saya adalah kalau bumi dan langit ini sifatnya fana (sementara), maka di mana dan kapan munculnya alam baka (kekal) yang dimaksud Qur'an ? apa yang dimaksud kiamat kubro yang diawali dengan ditiupnya sangkala oleh malaikat israfil, yang kemudian segalanya hancur binasa kecuali Allah ? bagaimana pak Chodjim ? Agus Mustofa yang memahami bahwa akhirat tidak kekal, tetapi memahami bahwa hukum kekalan energi itu hanya berlaku di alam fana yang ada di bumi yang sekarang ini, maka apabila sudah tiba alam baka, maka hukum kekekalan energi tidak berlaku lagi.

        (-) tempo hari ketika kita membahas bahwa orang dikebumikan itu bisa dengan berbagai cara, dikubur (ditanam dalam tanah), dibakar (dikremasi atau ngaben), diletakkan di pohon tinggi atau bukit yang tinggi hingga lenyap dimangsa burung gagak, ditenggelamkan di laut jasadnya tidak pernah disentuh daratan, kecelakaan di angkasa hingga melayang-layang menjadi benda langit yang tidak pernah disentuh bumi. Nah saya menyampaikan bahwa bumi dan langit itu dulunya satu padu (ratqan) kemudian kami pisahkan keduanya (QS al anbiya' 21:30). Bukankah kalau bumi dan langit kalau dulunya satu padu, kemudian dipisahkan apakah mustahil kalau suatu saat akan dipertemukan lagi menjadi satu padu (ratqan) seperti semula ?? maka apabila bumi dan langit disatupadukan kembali maka bukankah tidak relevan apabila mempertanyakan bahwa jasad dari orang yang meninggal di angkasa melayang-layang di langit tidak akan disentuh bumi ??.

        Wassalam
        Abdul Mu'iz


        Dari: chodjim <chodjima@...>
        Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
        Dikirim: Senin, 9 April 2012 9:55
        Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

         
        Asumsinya sama seperti yang mas Mu'iz asumsikan.
         
        Bahwa kita harus bisa membedakan dengan jelas antara "kiamat" dan "kehancuran" alam semesta. Kiamat jelas artinya kebangkitan dan bukan kehancuran. bahwa ketika kita membangun rumah baru di tapak rumah lama, maka yang dihancurkan adalah rumah lamanya itu dan bukan "tapak"-nya.
         
        Jadi, dari 7:25, 20:55, dan 21:105 jelas sekali bahwa kiamat terjadi justru di tapak yang ada (default sites). Lalu, apa yang dihancurkan? Itulah tatanan! Dengan kata lain, langit dan bumi diganti dengan langit dan bumi yang lain pada Q. 14:48, artinya orde lama akan diganti dengan orde baru. Jadi, "ghayru" pada ayat itu menurut tafsir ruuhul bayan, merujuk pada "sifat".
         
        Jika yang digantikan itu zat, artinya bumi dan langit yang sekarang ini dimusnahkan, maka untuk tercipta bumi dan langit baru yang baik memerlukan waktu 20 miliar tahun samsiyah sekarang ini. Ini kalau kita mempelajari kosmologi dengan hukum-hukum Allah yang sudah sempurna (wa tammat kalimat rabbuka sidqaa wa adlal, laa mubaddila kalimaatihi).
         
        Dus, berdasarkan ayat 3:133 dan 57:21, surga atau neraka itu hanyalah KEADAAN atau sifat dan bukan zat. Itulah sebabnya bila kita sudah hidup penuh kesadaran, maka keberadaan surga itu seluas langit dan bumi! Nerakanya = 0. Sebaliknya, ketika kita dipenuhi dengan kezaliman, surganya lenyap dan kekallah nerakanya.
         
        Oleh karena keberadaan surga itu di bumi ini, maka Tuhan melarang manusia membuat kerusakan di bumi ini! Lha, kalau bumi dan langitnya akan diganti secara zat, maka ya hancur-hancurkanlah bumi ini, rusakkanlah bumi, kan Tuhan akan mengganti yang baru? .. :))
         
        Wassalam,
         
        chodjim
         
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Friday, April 06, 2012 3:42 AM
        Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma


        Yang saya persoalkan adalah penarikan kesimpulan dari sebuah asumsi. Kesimpulan akan logis kalau asumsinya clear.

        Benarkah QS 11:106-108 yang menyatakan penghuni jannah dan naar (yang dijanjikan di akherat) tidak kekal ? Makanya kita bahas ayat "maa daamat al asamawat wal ardh" yang merupakan satu rangkaian itu apa ? Nah al qur'an itu diturunkan di arab makanya disesusikan lisan (lidah bukan lughah) arab, apa kultur arab ketika bertutur tentang kekekalan atau abadi alias selamanya ? Ya seperti yang saya sampaikan tsb, jadi justru pernyataan qur'an bahwa "khalidiina fiiha" menjadi selaras dengan "maa daamat al samawat wal ardh" jadi memang tidak perlu kata "in" karena memang bukan kalimat bersyarat.

        Soal konfirmasi, saya setuju saja bahwa Ayat 11:107 ini dikonfirmasi oleh QS 6:129.

        Memperhatikan QS 7:25, 20:55, dan 21:105 tidak masalah. Bahwa di bumi kamu hidup, diwariskan pada yang sholeh, dimatikan, dibangkitkan atau dikeluarkan pada kali yang lain tidaklah paradoks dengan berita qiyamat (banyak sekali ayat yang bertebarn menjelaskan berita kiamat dengan berbagai redaksi) langit dan bumi akan dibinasakan semua hancur binasa kecuali Allah, makanya dijawab dengan penggantian bumi dan langit yang lain ini bisa ditemukan di QS 14:48, ada redaksi "ghayru" menunjukkan bukan bumi yang sekarang ini pendapat seperti ini juga pernah disampaikan kh Musthofa Bisri, atau mungkin pak chodjim punya tafsir lain ? Monggo :)

        Wassalam
        Abdul Mu'iz

        ------------------------------
        Pada Jum, 6 Apr 2012 00:32 ICT chodjim menulis:

        >Hayya...., Q. 11: 106 -108 itu bukankah kalimat berita. Mas Mu'iz?
        >Kalimat bersyarat itu adalah ada syarat yang menjadi penyebab suatu
        >kejadian. Jika tidak ada hujan saya akan ke rumahmu. Saya akan ke rumahmu
        >jika pekerjaan saya selesai petang ini. Nah, ayat tersebut justru
        >memberitahu nasibnya orang yang kafir maupun yang beramal saleh. Ayat 11:107
        >itu pun dikonfirmasi oleh Q. 6:129.
        >
        >Tentu, tidak perlu ada "in" di situ, karena itu suatu informasi. Sedangkan
        >Q. 14:48 itu hanyalah menginformasikan tentang tatanan manusia baru di bumi
        >ini juga. Perhatikan Q. 7:25, 20:55, dan 21:105.
        >
        >Wassalam,
        >
        >chodjim
        >
        >----- Original Message -----
        >From: "Mu'iz, Abdul" <quality@...>
        >To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
        >Sent: Thursday, April 05, 2012 7:54 PM
        >Subject: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
        >
        >
        >> Tambahan dari saya mbak Mia,
        >>
        >> Tentang QS 11:106-108 yang dijadikan dasar oleh pak Chodjim maupun Agus
        >> mustofa berpendapat bahwa akhirat (penghuni jannah dan naar) tidak kekal
        >> karena ayat tsb menyampaikan, " .... Mereka kekal (di jannah dan naar)
        >> selama (maa daamat) langit dan bumi ada ........"
        >>
        >> Padahal kultur arab itu biasa mengatakan "kekal selamanya" dengan
        >> idiomatic expression "maa daamat al samawat wal ardh" jadi kalau orang
        >> arab mengatakan "saya akan mengunjungi kamu selama-lamanya" menggunakan
        >> ungkapan, "saya akan mengunjungi kamu selama langit dan bumi ada".
        >>
        >> Nah untuk conditional sentence, kalimat bersyarat, grammar arab
        >> menggunakan "in" yang artinya jikalau atau seandainya, dalam bahasa
        >> inggris setara dengan "if". Nah di qs 11:106-108 tidak ada pemakaian
        >> kalimat bersyarat.
        >>
        >> Jadi kesimpulan bahwa penghuni jannah dan naar tidak kekal dengan merujuk
        >> qs tsb menjadi tidak valid alias tidak logis.
        >>
        >> Lalu bagaimana kalau langit dan bumi hancur karena qiyamat (ayat yang
        >> menyebutkan sangkala cukup banyak) ? Maka ada ayat lain yang memberikan
        >> uraian atau jawaban yaitu qs 14:48.
        >>
        >> Wassalam
        >> Abdul Mu'iz
        >>
        >> Powered by Telkomsel BlackBerry®
        >>
        >> -----Original Message-----
        >> From: aldiy@...
        >> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
        >> Date: Thu, 5 Apr 2012 11:47:42
        >> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
        >> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
        >> Subject: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
        >>
        >> Diskusi-diskusi yang menarik dan beranak-pinak, saya rangkum mulain dari
        >> lebih gampang dulu, soal ragasukma.
        >> Salam
        >> Mia
        >> ----------------------------------------------------
        >> MUIZ: Nah kalau ngerogo sukmo untuk bertemu dengan roh Nabi Muhammad,
        >> bagaimana pak Chodjim ?
        >> Wassalam
        >>
        >> NUBIGOTOL: Apa ada kaitannya rogosukmo dengan mi'raj? Mohon senior2
        >> pencerahannya..
        >> Salam.
        >>
        >> MIA:Pak Muiz dah ngerti penjelasan Pak Chodjim atas pertanyaanku kah? Aku
        >> mesti baca pelan2, pikirin pelan2 - karena telmi. Orang2 yg rasional
        >> seperti saya itu sesungguhnya telmi.
        >>
        >> Sepertinya, kalau "dikehendaki" kita bisa ke arah itu, ke arah jalan
        >> ketemu Nabi, bukan kita yg "ngerogo2 sukmo".
        >>
        >> Sekarang, saya sudah "dikehendaki", terbuka keinginan saya pergi
        >> haji/umroh ke tanah suci Makkah, utk curhat ke makam Nabi atau mengunjungi
        >> tempat kelahirannya. Dulu kan nggak mau
        >>
        >> Mi'raj itu rogosukmo nya Nabi ke para leluhurnya, atas kehendak Gusti
        >> Allah.
        >>
        >> NUBIGOTOL: Kira2 duluan mana Mbak? Cerita ttg rogosukmonya orang nusantara
        >> lbh dulu ada atau berita ttg Mi'raj (rogosukmonya KRMSAW)? Kalo
        >> pertanyaannya dianggap ngaco jgn dijawab.
        >> Salam
        >>
        >> MUIZ: Mbak Mia,
        >> Saya mencoba mengikuti alur logika pak Chodjim : yang pertama apabila
        >> ngerogo sukma (out of body experience) ternyata berjumpa denga jiwa yang
        >> tidak unggul di dunia maka sungguh merugi.
        >>
        >> Yang kedua, ngerogo sukma adalah pekerjaan sia-sia karena deposito energi
        >> lebih baik dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemuliaan lain di alam dunia.
        >>
        >> Kalau Nabi Muhammad di qur'an saja diberikan predikat uswatun hasanah
        >> alias pribadi unggul di dunia, maka bukankah peristiwa spiritual yang luar
        >> biasa bila berkesempatan bertemu ruh Nabi Muhammad di alam ruh ?
        >>
        >> Tetapi yang saya tahu informasi ruh itu sedikit, maka menurut hemat saya
        >> apabila kita membiarkan jiwa hening atau kosong pada saat pasang niat raga
        >> sukma alias out of body experience justru beresiko memberi kesempatan pada
        >> jin untuk membajak kesadaran kita sendiri, na'udzu billah.
        >> Wassalam
        >>
        >> MIA: Nubigotol apa si haha..
        >> Maksutnya model ragasukma di Nusantara itu apa sudah ada sebelum 600M,
        >> sebelum Nabi lahir? Dari dulu saya percaya secara intuitif iya. Tapi lagi2
        >> secara rasional telmi banget.
        >>
        >> Karena memang ada bagian sejarah/prasejarah Nusantara yg hilang dari
        >> wawasan kita sekarang. Indikator obyektif lain juga menunjukkan bahwa
        >> sejarah Nusantara praktis nggak ada di sejarah dunia, atau lebih tepatnya
        >> dilewatin.
        >> Salam
        >>
        >> MIA: Terimakasih Pak Muiz, dan setuju, kalau ketemu Nabi tentunya luar
        >> biasa.
        >>
        >> Dulu waktu remaja saya mengalami pengalaman ragasukma selama 3 malam
        >> berturut2 dengan Bapak saya yg baru meninggal sebulan, dan waktu meninggal
        >> kami sekeluarga nggak di sisinya. Pengalaman 3 malam itu bukan sesuatu yg
        >> kuinginkan dan bukan pengalaman yg mudah buat saya, apalagi remaja.
        >> Rupanya penolakan saya kuat, setelah puluhan tahun baru mengerti arti
        >> mimpi itu dan baru bisa cerita ke yg lain.
        >>
        >> Figur nabi Muhammad kok saya nggak kangeni, kecuali demen lagunya Bimbo
        >> "Rindu Rasul". Bagi saya blio asing, dari Arab sana. Kemudian buku
        >> "Muhammad" karangan Karen Armstrong, seolah mengantarkan blio ke depan
        >> pintu rumah saya, itu pun saya nggak bukain. Kemudian suatu kesadaran lain
        >> datang setelah beberapa event kehidupan, ngobrol dg Pak Chodjim - yg
        >> membuat saya mau pergi ke Makkah, mau curhat ke Nabi dan mengunjungi tanah
        >> lahirnya.
        >>
        >> Dua minggu lalu saya mimpi sampai di Makkah. Ngobrol di rumah temen di
        >> sana, lalu saya menuju Ka'bah. Ndilalah....dalam mimpi itu saya tersesat
        >> dan nggak pernah sampe ke Ka'bah, malah paspor nggak di tanganku. Saya
        >> putus asa dalam mimpi, muter2 di gang-gang Makkah, kubilang mudah2an ini
        >> mimpi, aku mau balik saja ke Indonesia. Syukurlah, aku terbangun, nggak
        >> jadi nyasar di Makkah...:-)
        >> Salam
        >>
        >> WIKAN: pesan saya hati2 saja mbak (Mia) kalau beneran sampe di mekkah.
        >> pengalaman saya dulu, paspor tidak di tangan saya tapi dikumpulkan sama
        >> pihak travel agent
        >> jadi tanda identitas yang saya punya cuman name tag dari travel agent,
        >> terus stay in touch with the group. berhubung saya gak gampang ingat
        >> tempat, dan tempat di mekkah itu
        >> mirip2 (gedung, jalannya mirip) makanya saya gak berani keluyuran
        >> sendirian kecuali kalau sama teman atau rombongan. mudah2-an sukses selama
        >> di mekkah dan sesudahnya
        >> salam,
        >>
        >> MEI: Duluuu waktu saya umur belasan tetangga saya pintar panggil arwah
        >> orang mati. Tapi si arwah gak pernah mau jawab kalo ditanya, gimana disana
        >> keadaannya, seperti apa alam kubur. Dia cuma ngomong tentang hal2 di dunia
        >> yg belum sempat ia tunaikan pada keluarganya : rahasia2, hutang2.
        >>
        >> Gak berapa lama kemudian salah seorang anggota keluarga yg banyak simpan
        >> rahasia2 jahat jadi gila
        >> Salam,
        >>
        >> CHODJIM: Arwah yang bisa dipanggil itu arwah gentanyangan, Mbak (Mei).
        >> Kita ini kalau sukses dalam meniti kehidupan barzakh kita tidak
        >> gentayangan lagi, tetapi masuk ke alam kamaloka seperti yang disebut dalam
        >> Q. 2:154. Selanjutnya, melakukan pembersihan diri sehingga bisa dilahirkan
        >> kembali sebagai manusia. Oleh karena itu, dinyatakan dengan tegas dalam Q.
        >> 11: 106 - 108 bahwa surga dan neraka itu adanya di dunia ini, yaitu selama
        >> ada langit dan bumi. Kalau tidak ada langit dan bumi, ya tak ada
        >> surga-neraka itu.
        >> Wassalam,
        >>
        >> Mbak Mia,
        >>
        >> Isra' Mi'raj itu bukan ngrogo suksma, tetapi perjalanan spiritual yang
        >> disebut ru'ya. Hal ini ditegaskan dalam Q. 17:1, dan 17:60. Jadi, dalam
        >> Isra' Mi'raj yang terjadi adalah proses liyep-layap-angluyup. Pada saat
        >> itu Nabi dalam keadaan duduk diam hening. Oleh karena itu, dalam Hadis
        >> yang diriwayatkan Bukhari, Nabi disebut dalam keadaan antara jaga dan
        >> tidur (luyut atau liyep-layap-angluyup). Juga disebutkan bahwa bekas
        >> tempat duduk Nabi ketika Nabi menjalankan salat subuh, masih hangat.
        >> Tempat duduk yang hangat menunjukkan bahwa Nabi tidak ke mana-mana, dan
        >> duduk diam dari bakda Isyak hingga jelang Subuh.
        >>
        >> Ngrogo suksma itu perjalanan jiwa, sehingga terbatas. Dalam Alquran
        >> disebut 1 hari yang dibandingkan 1000 tahun. Tetapi, perjalanan ruh atau
        >> spiritual, disebut dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun komariah
        >> menurut perhitungan kita.
        >> Wassalam,
        >>
        >> MEI: Jadi bagaimana awam bisa tahu kalo orang mati tersebut ketika di
        >> dunia [sebelum mati] hidupnya 'sukses'.
        >>
        >> Bukankah hanya Tuhan saja yg tahu bagaimana kualitas keimanan kita.
        >> Salam,
        >>
        >> CHODJIM: Ya, makanya yang masih bisa dipanggil-panggil itu arwah
        >> gentanyangan. Para nabi, para sahabat agung tidak bisa lagi dipanggil,
        >> Mbak Mei.
        >>
        >> Makanya, kalau kita sukses meniti barzakh, kita akan masuk alam kamaloka,
        >> dan alam yang lebih tinggi; dan tak akan bisa dipanggil lagi.
        >> wassalam,
        >>
        >> Nubigotol: Nah, jadi jelas kalo ada pak gurunya muncul. Supaya gak bias sy
        >> nerimanya :)
        >>
        >> Terimakasih
        >> Salam
        >>
        >> MIA: Terimakasih Pak Chodjim.
        >>
        >> Ulama berbeda pendapat, bukankah gitu? Sebagian mengatakan seutuhnya jasad
        >> dan jiwa Muhammad pergi. Yang lain bilang mengartikan secara spiritual.
        >> Sepertinya dulu Pak HMNA panjang lebar diskusi ttg yg pertama, lupa dg
        >> siapa.
        >>
        >> Saya sendiri lebih mudah menerima perjalan ruh, visioner/ru'ya, seperti yg
        >> pak Chodjim jabarkan. Semua Nabi mengalami visi seperti ini.
        >>
        >> Perjalanan ragasukma itu jiwa atau "soul", bukan gitu? Pak Muiz, jangan2
        >> kita dah melakukan semacam ragasukma di alam internet..haha..karena
        >> internet juga ber- efek alternatif pada psikologi kita.
        >>
        >> MUIZ:: Diskusi yang menarik mbak Mia,
        >>
        >> Mi'raj itu kan istilah arab yang maknanya naik, aktivitas mendaki,
        >> vertikal, bukan horisontal juga bukan menurun (menuju ke bawah).
        >>
        >> Raga Sukma atau out of body experience itu belum tentu naik tetapi
        >> merupakan aktivitas riel di alam nyata dengan ritual tertentu mengosongkan
        >> jiwa dan membiarkan jiwa melanglang, meninggalkan raga atau fisik, saya
        >> sih sebenarnya kurang begitu faham detailnya. Ada yang menyamakan jiwa itu
        >> sinonim dengan roh tetapi ada pula yang membedakannya.
        >>
        >> Roh itu informasinya sedikit, itu yang disebutkan oleh Qur'an. Saya tidak
        >> mampu berspekulasi tentang roh, akrivitas hening atau mengosongkan jiwa
        >> dan fikiran entah itu namanya kontemplasi, meditasi atau tahannuts intinya
        >> adalah memelihara kesadaran kita sendiri agar kita waspada siapa jati diri
        >> kita sadar bahwa kita adalah fana dan akan kembali kepada sang Maha Mutlak
        >> sang pemilik segala sumber kesadaran yaitu Allah.
        >>
        >> Menurut hemat saya aktivitas mengosongkan jiwa dan mengklaim sanggup
        >> berkelana dan bertamasya ke alam ghaib yang asing dan belum pernah
        >> didatangi tetapi merasa riel dan melekat dalam memory sang pelaku, sulit
        >> diverifikasi secara rasional, yang namanya klaim subyektif ya susah
        >> diperdebatkan, cuma yang saya khawatirkan kalau membiarkan jiwa dan
        >> pikiran kosong apalagi dalam kondisi beta, sungguh riskan, karena bisa
        >> jadi membuka peluang jin untuk mengambil alih raga kita yang sementara
        >> ditinggalkan oleh jiwa atau roh yang lagi asyik bertamasya ke alam lain
        >> bercengkerama dengan jiwa atau roh lain. Lantas kalau raga kita ditempati
        >> oleh jin dan jiwa atau roh kita saat kembali ke raga semula tidak bisa
        >> karena sudah diisi jin kan repot ?. Jadi roh gentayangan dong ? Beruntung
        >> kalau jinnya muslim lha kalau kafir, alangkah meruginya kita ? Fenomena
        >> kerasukan jin sebenarnya tidak lebih merupakan jiwa yang tidak berada
        >> dalam kendali kesadaran penuh sehingga dibajak makhluq lain yaitu jin, apa
        >> yang dibajak ? Ya kesadaran kita oleh jin. Makanya qur'an memberikan
        >> solusi, sholatlah supaya kamu mengingat Aku. Mengingat alias zikir itu kan
        >> esensinya sadar.
        >>
        >> Nah soal israk mi'raj nabi muhammad itu dengan rohnya saja atau lengkap
        >> jasad dan roh memang beragam. Kalau menurut almarhum KH Bahaudhin Mudhary
        >> pemerhati metafisika berpendapat nabi beri-israk mi'raj utuh lengkap jasad
        >> dan roh atau jiwanya. Dan redaksi di qur'an itu bukan aktif transitif
        >> tetapi diperjalankan oleh siapa ? Oleh Allah.
        >>
        >> Manusia saja dengan berfantasi seperti film startrek bisa dijelaskan
        >> secara teknik fisika ala teleportasi dengan mentransfer fisik dari satu
        >> tempat ke tempat lain secara utuh. Memang itu baru fiksi atau khayalan
        >> tetapi yang namanya sains kan tidak pernah berhenti kita tidak tahu kapan
        >> akan terwujud fiksi startrek itu, sama halnya khayalan pergi ke bulan
        >> dulunya adalah khayalan, dianggap aneh tetapi beberapa masa kemudian
        >> menjadi kenyataan.
        >>
        >> Menurut metafisika, nabi sebelum menuju Allah di sidratul muntaha atau
        >> ufuqul ula (tempat tertinggi yang tidak diliputi segala hal) adalah dengan
        >> mengubah tubuh lebih dulu karena terdiri dari materi menjadi energi,
        >> karena perjalanan angkasa tidak memungkinkan dengan jasad materi, kemudian
        >> di tempat tujuan mengalami transformasi lagi ke jasad semula. Rasulullah
        >> juga tidak sendirian dalam menempuh perjalanan tsb, beliau didampingi oleh
        >> malaikat jibril, serta butuh sarana transportasi ghaib yang disebut buraq.
        >>
        >> Itu adalah pendapat atau tafsir dengan segala argumen yang dibangun, tentu
        >> ada pendapat lain yang boleh jadi bertentangan karena asumsinya beda.
        >> Lantas bagaimana yang benar ?, yang paling mudah menjawab adalah wallahu
        >> a'lam.
        >> Wassalam
        >>
        >> CHODJIM: Mas Mu'iz.
        >> Ada yang dilupakan orang ketika memahami Isra' Mi'raj. Umumnya hanya
        >> mengambil satu ayat saja, yaitu Q. 17:1. Padahal, setelah Allah berkisah
        >> perihal orang Yahudi pada 17:2 dst..., 17:60-nya Tuhan menegaskan bahwa
        >> apa yang diperlihatkan kepada Nabi pada 17:1 itu adalah ru'ya (bukan mimpi
        >> yang bahasa Arabnya manam atau a
        >> hlam).
        >>
        >> Kemudian yang dilupakan adalah Hadis Bukhari yang dianggap paling sahih.
        >> Dalam Hadis Bukhari 61:24 disebutkan bahwa mata beliau tidur tetapi
        >> hatinya tetap jaga. Dalam Hadis lain diakhiri dengan kalimat "Beliau
        >> bangun dan berada di Masjid al-Haram". Di Hadis lain yang berasal dari
        >> Asma' disebutkan bahwa ketika Nabi meninggalkan untuk salat subuh, tempat
        >> duduknya masih hangat.
        >> Wassalam,
        >>
        >>
        >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
        >> Teruuusss...!
        >>
        >> ------------------------------------
        >>
        >> =======================
        >> Milis Wanita Muslimah
        >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
        >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
        >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
        >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
        >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
        >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
        >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
        >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
        >>
        >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
        >>
        >>
        >>
        >>
        >>
        >> ------------------------------------
        >>
        >> =======================
        >> Milis Wanita Muslimah
        >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
        >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
        >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
        >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
        >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
        >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
        >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
        >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
        >>
        >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
        >>
        >>
        >>
        >>
        >
        >
        >
        >------------------------------------
        >
        >=======================
        >Milis Wanita Muslimah
        >Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
        >Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
        >Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
        >ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
        >Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
        >Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
        >Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
        >Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
        >
        >Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
        >
        >
        >






      • chodjim
        Dipentelengi itu, ya dilihat tanpa berkedip. Ya, Mbak Mia, itu informasi dari Alquran itu sendiri. 1. Pada Q. 7:46 disebutkan bahwa antara surga dan neraka itu
        Message 3 of 20 , Apr 9, 2012
        • 0 Attachment
          
          Dipentelengi itu, ya dilihat tanpa berkedip.
           
          Ya, Mbak Mia, itu informasi dari Alquran itu sendiri.
           
          1. Pada Q. 7:46 disebutkan bahwa antara surga dan neraka itu ada tabir.
          2. Q. 57:13 disebutkan bahwa hunian orang beriman dan orang munafik itu dibatasi dinding yang ada pintunya.
          3. Q. 25:12 disampaikan bahwa jika neraka melihat orang-orang kafir itu berada di tempat yang jauh, maka  orang-orang kafir itu mendengar raungan neraka itu. Dapat dibayangkan, orang yang dibatasi dinding saja tidak mendengar raungan neraka, sedangkan orang kafir akan mendengarkannya,..... hehehe... 
           
          Kalau connecting door kan sama-sama bisa berbagi kenikmatan, Mbak Mia. Lha, Alquran 57:13 justru menerangkan bahwa yang ada di surga dan  di balik dinding, itu penuh rahmat; sedangkan yang ada di luar dinding surga penuh siksaan..  Dan, yang ada di surga membalas dengan penuh kebencian terhadap mereka yang di neraka (Q. 7:50).
           
          Akhirul kalam, innamaa buitstu liutammima makarimal akhlaq. Sesungguhnya aku diutus untuk mengutamakan akhlak yang mulia. Jadi, inilah sebentuk kesadaran! Jadi, mengabdi kepada Tuhan kita bukan karena iming-iming surga karena kita bukan pedagang. Mengabdi kepada Tuhan kita bukan karena ancaman neraka karena kita bukan budak. Tetapi, kita mengabdi kepada Tuhan kita karena kita sadar sebagai hamba-hamba-Nya.
           
          Wassalam,
           
          chodjim
           
           
           
          ----- Original Message -----
          From: aldiy@...
          Sent: Monday, April 09, 2012 4:21 PM
          Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

           

          "kyai ndesit, dipentelengi" itu apa ya?

          Ini maksutnya kayak hotel dengan connecting door gitu antara sorga dan neraka? Ada2 aja Pak Chodjim hahaha..

          Pantes, rasanya hidup ini kayak gantian rasanya gitu, sebentar coklat, ntar rasa vanilla..

          Salam
          Mia

          " Dan, yang harus dipentelengi adalah 57:13, ternyata surga dan neraka itu HANYA dibatasi dinding dan ada pintu tembusnya, hehehehe....."

          Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

          From: "chodjim" <chodjima@...>
          Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
          Date: Mon, 9 Apr 2012 15:42:28 +0700
          To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
          ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
          Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

           

          

          Mengenai pertanyaan orang-orang Arab, sudah saya jelaskan bahwa mereka itu pada mulanya orang-orang yang tidak percaya terhadap kebangkitan pasca kematian.
           
          Mereka tidak percaya bahwa jiwa orang yang mati itu bakal dibangkitkan alias dihidupkan lagi. Kepercayaan mereka itu adalah hidup dan mati itu sekali, dan selesai. Dan, mereka belum bisa membedakan antara "jiwa" dan "ruh". Yang diiming-iming surga adalah jiwanya, yang diancam nerakan juga jiwanya.
           
          Dan, kalau kita paham dihidupkan, tentunya kita harus melihat secara nyata apa itu hidup, dan bukan apa yang kita khayalkan.
           
          Oleh karena itu, mereka yang gugur disebut dalam hidup yang tidak disadari oleh manusia karena hidupnya masih dalam stasiun persinggahan alias alam astral. Kalau hidup di alam fisik, ya pasti harus makan dan minum dan akhirnya berkembang biak.
           
          Lha, kalau surganya berupa bumi dan bukan astral, ya sudah pasti akan makan dan minum lewat bekerja, dan beol setiap hari. Tentu, beolnya pun akan semakin sedikit ketika kualitas makanannya sudah berupa makanan sintetik.
           
          Sebagai pengingat, dinyatakan dalam Alquran bahwa di akhirat Ibrahim termasuk orang-orang yang saleh (Q. 16:122). Aklhirat yang mana ini? Mengapa di dalam Alquran para nabi tidak disebut berada di surga nantinya? Mengapa surga hanya dijanjikan kepada orang-orang mukmin, dan tidak dikatakan di dalam surga itu orang-orang mukmin beserta nabi-nabi mereka?
           
          Yang terus-menerus tidak boleh dilupakan adalah Q. 3:133 dan 57:21 dalam diskusi ini. Di manakah neraka bila surga itu seluas langit dan bumi? Bila ada hadis yang menyebutkan jarak surga dan neraka itu seperti jarak langit dan bumi, mengapa orang-orang di surga masih berdialog dengan penmghuni neraka? (Q. 7:44, 50). Dan, yang harus dipentelengi adalah 57:13, ternyata surga dan neraka itu HANYA dibatasi dinding dan ada pintu tembusnya, hehehehe.....
           
          Wassalam,
           
          chodjim
           
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Monday, April 09, 2012 3:07 PM
          Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

           

          Pak Chodjim,

          Sebenarnya sebutan untuk hari kiamat tidak hanya hari kebangkitan (yaumul  ba'ats), tetapi amat banyak : yaumud diin (hari pembalasan), yaumul jaza' (hari pembalasan), yaumul wa'ad (hari pemenuhan janji), yaumul hasyr (hari penghimpunan), haaqah, qaari'ah, wa'qi'ah dsb. Dan bagaimana dengan ada kisah peniupan terompet atau sangkala (shuur dan naqar) oleh sumber hadits disebutkan peniupnya adalah malaikat israfil, begitu sangkala selesai ditiup semua binasa (bumi beserta seisinya, langit beserta seisinya termasuk malaikat israfil hancur binasa) kecuali Allah.

          Bukankah ada ayat orang arab bertanya, "apakah kami yang sudah menjadi tulang belulang di makam akan dibangkitkan lagi, apakah yang dimaksud ini menurut pak Chodjim adalah bangkitnya ruh orang yang meninggal menempati jasad baru ?? lantas dari mana kita tahu bahwa roh yang menempati raga kita ini adalah raga nenek moyang kita sendiri ??, padahal Allah tidak pernah menginformasikan perihal roh, kecuali sedikit ?

          Wassalam
          Abdul Mu'iz


          Dari: chodjim <chodjima@...>
          Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
          Dikirim: Senin, 9 April 2012 14:08
          Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

           
          
          Kita tidak berangan-angan tentang mustahil atau tidak, Mas Mu'iz.
          Tetapi, hukum-hukum Allah itu sudah sempurna. Tidak ada ada pembadalan terhadap hukum-hukum Allah. Kalau dulu galaksi kita ini asalnya satu padu lalu dipisahkan, itu kan kisah tentang kelahiran bumi. Dan, kenyataannya bumi baru terbentuk setelah galaksi berumur lebih dari 11miliar tahun. Bumi kita sekarang baru berumur 4,5 miliar tahun (galaksi Bima Sakti 15,5 miliar tahun).
           
          Oleh karena itu, ditegaskan dalam Q. 21:105 bahwa pada akhirnya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Jadi, ada tatanan baru. Ketika bumi dipelihara orang-orang saleh, maka polusi dan kerusakan lingkungan tak terjadi, dan bakalah kehidupan manusia selama bumi dan langit tidak habis umurnya. Sebab, bagaimanapun bumi dan galaksi Bima Sakti dibuat hingga ajal musamma, hingga waktu tertentu. Kapan? Kalau menurut fisikawan ya bumi ini masih bisa bertahan 15 miliar tahun lagi. Lalu, mengapa penghuni surga disebut kekal? Itu karena kesadarannya sudah tidak mengalami korosi lagi.
           
          Oleh karena itu, secara sederhana Alquran bertanya, bila kita masih ragu tentang hari kebangkitan, maka perhatikan kejadian manusia yang berasal dari sari tanah hingga lahir sebagai bayi pada Q. 22:5.
           
          Dalam hal inilah Nabi Muhammad dijadikan teladan yang baik bagi orang-orang yang ingin bertemu Tuhannya dan hari Akhir. Q. 33:21. Kewajiban kita adalah menyongsong Hari Akhir itu sekarang dan di sini.
           
          Lha, kalau ingin memasuki planet lain yang lebih baik kualitasnya dari bumi ini, sehingga tidak dilahirkan di bumi, ya kita harus menyucikan diri dengan rela dan diridhai oleh Tuhan semeta alam seperti pada 89:27 - 30.
           
          Wassalam,
           
          chodjim
           
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Monday, April 09, 2012 1:40 PM
          Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

           
          Menarik sekali tafsir pak Chodjim seputar kiamat dan hari akhir, saya menemukan perbedaan yang kontrast antara pandangan pak Chodjim (berpandangan jannah dan naar adanya hanyalah di bumi yang sekarang ini bukan di bumi yang lain, kiamat tidak identik dengan kehancuran) dengan tafsir klasik (berpandangan jannah dan naar adanya di alam baka {bumi dan langit yang lain, sama sekali baru dan sifatnya kekal}  bukan di bumi yang sekarang ini karena sifatnya fana, kiamat adalah identik dengan kehancuran).

          (-) QS 14:48, kata yubaddilu menunjukkan mengganti alias yang bumi dan langit yang sekarang dibinasakan (alias lenyap) kemudian diganti bumi dan langit yang sama sekali baru, ini disampaikan KH Mustofa Bisri yang merujuk pada ulama' Klasik Hasan Basri. Ternyata pak Chodjim punya pandangan lain yaitu rumahnya (tatanannya) bukan tapak (buminya). Yang menjadi pertanyaan saya adalah kalau bumi dan langit ini sifatnya fana (sementara), maka di mana dan kapan munculnya alam baka (kekal) yang dimaksud Qur'an ? apa yang dimaksud kiamat kubro yang diawali dengan ditiupnya sangkala oleh malaikat israfil, yang kemudian segalanya hancur binasa kecuali Allah ? bagaimana pak Chodjim ? Agus Mustofa yang memahami bahwa akhirat tidak kekal, tetapi memahami bahwa hukum kekalan energi itu hanya berlaku di alam fana yang ada di bumi yang sekarang ini, maka apabila sudah tiba alam baka, maka hukum kekekalan energi tidak berlaku lagi.

          (-) tempo hari ketika kita membahas bahwa orang dikebumikan itu bisa dengan berbagai cara, dikubur (ditanam dalam tanah), dibakar (dikremasi atau ngaben), diletakkan di pohon tinggi atau bukit yang tinggi hingga lenyap dimangsa burung gagak, ditenggelamkan di laut jasadnya tidak pernah disentuh daratan, kecelakaan di angkasa hingga melayang-layang menjadi benda langit yang tidak pernah disentuh bumi. Nah saya menyampaikan bahwa bumi dan langit itu dulunya satu padu (ratqan) kemudian kami pisahkan keduanya (QS al anbiya' 21:30). Bukankah kalau bumi dan langit kalau dulunya satu padu, kemudian dipisahkan apakah mustahil kalau suatu saat akan dipertemukan lagi menjadi satu padu (ratqan) seperti semula ?? maka apabila bumi dan langit disatupadukan kembali maka bukankah tidak relevan apabila mempertanyakan bahwa jasad dari orang yang meninggal di angkasa melayang-layang di langit tidak akan disentuh bumi ??.

          Wassalam
          Abdul Mu'iz


          Dari: chodjim <chodjima@...>
          Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
          Dikirim: Senin, 9 April 2012 9:55
          Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

           
          Asumsinya sama seperti yang mas Mu'iz asumsikan.
           
          Bahwa kita harus bisa membedakan dengan jelas antara "kiamat" dan "kehancuran" alam semesta. Kiamat jelas artinya kebangkitan dan bukan kehancuran. bahwa ketika kita membangun rumah baru di tapak rumah lama, maka yang dihancurkan adalah rumah lamanya itu dan bukan "tapak"-nya.
           
          Jadi, dari 7:25, 20:55, dan 21:105 jelas sekali bahwa kiamat terjadi justru di tapak yang ada (default sites). Lalu, apa yang dihancurkan? Itulah tatanan! Dengan kata lain, langit dan bumi diganti dengan langit dan bumi yang lain pada Q. 14:48, artinya orde lama akan diganti dengan orde baru. Jadi, "ghayru" pada ayat itu menurut tafsir ruuhul bayan, merujuk pada "sifat".
           
          Jika yang digantikan itu zat, artinya bumi dan langit yang sekarang ini dimusnahkan, maka untuk tercipta bumi dan langit baru yang baik memerlukan waktu 20 miliar tahun samsiyah sekarang ini. Ini kalau kita mempelajari kosmologi dengan hukum-hukum Allah yang sudah sempurna (wa tammat kalimat rabbuka sidqaa wa adlal, laa mubaddila kalimaatihi).
           
          Dus, berdasarkan ayat 3:133 dan 57:21, surga atau neraka itu hanyalah KEADAAN atau sifat dan bukan zat. Itulah sebabnya bila kita sudah hidup penuh kesadaran, maka keberadaan surga itu seluas langit dan bumi! Nerakanya = 0. Sebaliknya, ketika kita dipenuhi dengan kezaliman, surganya lenyap dan kekallah nerakanya.
           
          Oleh karena keberadaan surga itu di bumi ini, maka Tuhan melarang manusia membuat kerusakan di bumi ini! Lha, kalau bumi dan langitnya akan diganti secara zat, maka ya hancur-hancurkanlah bumi ini, rusakkanlah bumi, kan Tuhan akan mengganti yang baru? .. :))
           
          Wassalam,
           
          chodjim
           
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Friday, April 06, 2012 3:42 AM
          Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma


          Yang saya persoalkan adalah penarikan kesimpulan dari sebuah asumsi. Kesimpulan akan logis kalau asumsinya clear.

          Benarkah QS 11:106-108 yang menyatakan penghuni jannah dan naar (yang dijanjikan di akherat) tidak kekal ? Makanya kita bahas ayat "maa daamat al asamawat wal ardh" yang merupakan satu rangkaian itu apa ? Nah al qur'an itu diturunkan di arab makanya disesusikan lisan (lidah bukan lughah) arab, apa kultur arab ketika bertutur tentang kekekalan atau abadi alias selamanya ? Ya seperti yang saya sampaikan tsb, jadi justru pernyataan qur'an bahwa "khalidiina fiiha" menjadi selaras dengan "maa daamat al samawat wal ardh" jadi memang tidak perlu kata "in" karena memang bukan kalimat bersyarat.

          Soal konfirmasi, saya setuju saja bahwa Ayat 11:107 ini dikonfirmasi oleh QS 6:129.

          Memperhatikan QS 7:25, 20:55, dan 21:105 tidak masalah. Bahwa di bumi kamu hidup, diwariskan pada yang sholeh, dimatikan, dibangkitkan atau dikeluarkan pada kali yang lain tidaklah paradoks dengan berita qiyamat (banyak sekali ayat yang bertebarn menjelaskan berita kiamat dengan berbagai redaksi) langit dan bumi akan dibinasakan semua hancur binasa kecuali Allah, makanya dijawab dengan penggantian bumi dan langit yang lain ini bisa ditemukan di QS 14:48, ada redaksi "ghayru" menunjukkan bukan bumi yang sekarang ini pendapat seperti ini juga pernah disampaikan kh Musthofa Bisri, atau mungkin pak chodjim punya tafsir lain ? Monggo :)

          Wassalam
          Abdul Mu'iz

          ------------------------------
          Pada Jum, 6 Apr 2012 00:32 ICT chodjim menulis:

          >Hayya...., Q. 11: 106 -108 itu bukankah kalimat berita. Mas Mu'iz?
          >Kalimat bersyarat itu adalah ada syarat yang menjadi penyebab suatu
          >kejadian. Jika tidak ada hujan saya akan ke rumahmu. Saya akan ke rumahmu
          >jika pekerjaan saya selesai petang ini. Nah, ayat tersebut justru
          >memberitahu nasibnya orang yang kafir maupun yang beramal saleh. Ayat 11:107
          >itu pun dikonfirmasi oleh Q. 6:129.
          >
          >Tentu, tidak perlu ada "in" di situ, karena itu suatu informasi. Sedangkan
          >Q. 14:48 itu hanyalah menginformasikan tentang tatanan manusia baru di bumi
          >ini juga. Perhatikan Q. 7:25, 20:55, dan 21:105.
          >
          >Wassalam,
          >
          >chodjim
          >
          >----- Original Message -----
          >From: "Mu'iz, Abdul" <quality@...>
          >To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
          >Sent: Thursday, April 05, 2012 7:54 PM
          >Subject: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
          >
          >
          >> Tambahan dari saya mbak Mia,
          >>
          >> Tentang QS 11:106-108 yang dijadikan dasar oleh pak Chodjim maupun Agus
          >> mustofa berpendapat bahwa akhirat (penghuni jannah dan naar) tidak kekal
          >> karena ayat tsb menyampaikan, " .... Mereka kekal (di jannah dan naar)
          >> selama (maa daamat) langit dan bumi ada ........"
          >>
          >> Padahal kultur arab itu biasa mengatakan "kekal selamanya" dengan
          >> idiomatic expression "maa daamat al samawat wal ardh" jadi kalau orang
          >> arab mengatakan "saya akan mengunjungi kamu selama-lamanya" menggunakan
          >> ungkapan, "saya akan mengunjungi kamu selama langit dan bumi ada".
          >>
          >> Nah untuk conditional sentence, kalimat bersyarat, grammar arab
          >> menggunakan "in" yang artinya jikalau atau seandainya, dalam bahasa
          >> inggris setara dengan "if". Nah di qs 11:106-108 tidak ada pemakaian
          >> kalimat bersyarat.
          >>
          >> Jadi kesimpulan bahwa penghuni jannah dan naar tidak kekal dengan merujuk
          >> qs tsb menjadi tidak valid alias tidak logis.
          >>
          >> Lalu bagaimana kalau langit dan bumi hancur karena qiyamat (ayat yang
          >> menyebutkan sangkala cukup banyak) ? Maka ada ayat lain yang memberikan
          >> uraian atau jawaban yaitu qs 14:48.
          >>
          >> Wassalam
          >> Abdul Mu'iz
          >>
          >> Powered by Telkomsel BlackBerry®
          >>
          >> -----Original Message-----
          >> From: aldiy@...
          >> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
          >> Date: Thu, 5 Apr 2012 11:47:42
          >> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
          >> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
          >> Subject: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
          >>
          >> Diskusi-diskusi yang menarik dan beranak-pinak, saya rangkum mulain dari
          >> lebih gampang dulu, soal ragasukma.
          >> Salam
          >> Mia
          >> ----------------------------------------------------
          >> MUIZ: Nah kalau ngerogo sukmo untuk bertemu dengan roh Nabi Muhammad,
          >> bagaimana pak Chodjim ?
          >> Wassalam
          >>
          >> NUBIGOTOL: Apa ada kaitannya rogosukmo dengan mi'raj? Mohon senior2
          >> pencerahannya..
          >> Salam.
          >>
          >> MIA:Pak Muiz dah ngerti penjelasan Pak Chodjim atas pertanyaanku kah? Aku
          >> mesti baca pelan2, pikirin pelan2 - karena telmi. Orang2 yg rasional
          >> seperti saya itu sesungguhnya telmi.
          >>
          >> Sepertinya, kalau "dikehendaki" kita bisa ke arah itu, ke arah jalan
          >> ketemu Nabi, bukan kita yg "ngerogo2 sukmo".
          >>
          >> Sekarang, saya sudah "dikehendaki", terbuka keinginan saya pergi
          >> haji/umroh ke tanah suci Makkah, utk curhat ke makam Nabi atau mengunjungi
          >> tempat kelahirannya. Dulu kan nggak mau
          >>
          >> Mi'raj itu rogosukmo nya Nabi ke para leluhurnya, atas kehendak Gusti
          >> Allah.
          >>
          >> NUBIGOTOL: Kira2 duluan mana Mbak? Cerita ttg rogosukmonya orang nusantara
          >> lbh dulu ada atau berita ttg Mi'raj (rogosukmonya KRMSAW)? Kalo
          >> pertanyaannya dianggap ngaco jgn dijawab.
          >> Salam
          >>
          >> MUIZ: Mbak Mia,
          >> Saya mencoba mengikuti alur logika pak Chodjim : yang pertama apabila
          >> ngerogo sukma (out of body experience) ternyata berjumpa denga jiwa yang
          >> tidak unggul di dunia maka sungguh merugi.
          >>
          >> Yang kedua, ngerogo sukma adalah pekerjaan sia-sia karena deposito energi
          >> lebih baik dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemuliaan lain di alam dunia.
          >>
          >> Kalau Nabi Muhammad di qur'an saja diberikan predikat uswatun hasanah
          >> alias pribadi unggul di dunia, maka bukankah peristiwa spiritual yang luar
          >> biasa bila berkesempatan bertemu ruh Nabi Muhammad di alam ruh ?
          >>
          >> Tetapi yang saya tahu informasi ruh itu sedikit, maka menurut hemat saya
          >> apabila kita membiarkan jiwa hening atau kosong pada saat pasang niat raga
          >> sukma alias out of body experience justru beresiko memberi kesempatan pada
          >> jin untuk membajak kesadaran kita sendiri, na'udzu billah.
          >> Wassalam
          >>
          >> MIA: Nubigotol apa si haha..
          >> Maksutnya model ragasukma di Nusantara itu apa sudah ada sebelum 600M,
          >> sebelum Nabi lahir? Dari dulu saya percaya secara intuitif iya. Tapi lagi2
          >> secara rasional telmi banget.
          >>
          >> Karena memang ada bagian sejarah/prasejarah Nusantara yg hilang dari
          >> wawasan kita sekarang. Indikator obyektif lain juga menunjukkan bahwa
          >> sejarah Nusantara praktis nggak ada di sejarah dunia, atau lebih tepatnya
          >> dilewatin.
          >> Salam
          >>
          >> MIA: Terimakasih Pak Muiz, dan setuju, kalau ketemu Nabi tentunya luar
          >> biasa.
          >>
          >> Dulu waktu remaja saya mengalami pengalaman ragasukma selama 3 malam
          >> berturut2 dengan Bapak saya yg baru meninggal sebulan, dan waktu meninggal
          >> kami sekeluarga nggak di sisinya. Pengalaman 3 malam itu bukan sesuatu yg
          >> kuinginkan dan bukan pengalaman yg mudah buat saya, apalagi remaja.
          >> Rupanya penolakan saya kuat, setelah puluhan tahun baru mengerti arti
          >> mimpi itu dan baru bisa cerita ke yg lain.
          >>
          >> Figur nabi Muhammad kok saya nggak kangeni, kecuali demen lagunya Bimbo
          >> "Rindu Rasul". Bagi saya blio asing, dari Arab sana. Kemudian buku
          >> "Muhammad" karangan Karen Armstrong, seolah mengantarkan blio ke depan
          >> pintu rumah saya, itu pun saya nggak bukain. Kemudian suatu kesadaran lain
          >> datang setelah beberapa event kehidupan, ngobrol dg Pak Chodjim - yg
          >> membuat saya mau pergi ke Makkah, mau curhat ke Nabi dan mengunjungi tanah
          >> lahirnya.
          >>
          >> Dua minggu lalu saya mimpi sampai di Makkah. Ngobrol di rumah temen di
          >> sana, lalu saya menuju Ka'bah. Ndilalah....dalam mimpi itu saya tersesat
          >> dan nggak pernah sampe ke Ka'bah, malah paspor nggak di tanganku. Saya
          >> putus asa dalam mimpi, muter2 di gang-gang Makkah, kubilang mudah2an ini
          >> mimpi, aku mau balik saja ke Indonesia. Syukurlah, aku terbangun, nggak
          >> jadi nyasar di Makkah...:-)
          >> Salam
          >>
          >> WIKAN: pesan saya hati2 saja mbak (Mia) kalau beneran sampe di mekkah.
          >> pengalaman saya dulu, paspor tidak di tangan saya tapi dikumpulkan sama
          >> pihak travel agent
          >> jadi tanda identitas yang saya punya cuman name tag dari travel agent,
          >> terus stay in touch with the group. berhubung saya gak gampang ingat
          >> tempat, dan tempat di mekkah itu
          >> mirip2 (gedung, jalannya mirip) makanya saya gak berani keluyuran
          >> sendirian kecuali kalau sama teman atau rombongan. mudah2-an sukses selama
          >> di mekkah dan sesudahnya
          >> salam,
          >>
          >> MEI: Duluuu waktu saya umur belasan tetangga saya pintar panggil arwah
          >> orang mati. Tapi si arwah gak pernah mau jawab kalo ditanya, gimana disana
          >> keadaannya, seperti apa alam kubur. Dia cuma ngomong tentang hal2 di dunia
          >> yg belum sempat ia tunaikan pada keluarganya : rahasia2, hutang2.
          >>
          >> Gak berapa lama kemudian salah seorang anggota keluarga yg banyak simpan
          >> rahasia2 jahat jadi gila
          >> Salam,
          >>
          >> CHODJIM: Arwah yang bisa dipanggil itu arwah gentanyangan, Mbak (Mei).
          >> Kita ini kalau sukses dalam meniti kehidupan barzakh kita tidak
          >> gentayangan lagi, tetapi masuk ke alam kamaloka seperti yang disebut dalam
          >> Q. 2:154. Selanjutnya, melakukan pembersihan diri sehingga bisa dilahirkan
          >> kembali sebagai manusia. Oleh karena itu, dinyatakan dengan tegas dalam Q.
          >> 11: 106 - 108 bahwa surga dan neraka itu adanya di dunia ini, yaitu selama
          >> ada langit dan bumi. Kalau tidak ada langit dan bumi, ya tak ada
          >> surga-neraka itu.
          >> Wassalam,
          >>
          >> Mbak Mia,
          >>
          >> Isra' Mi'raj itu bukan ngrogo suksma, tetapi perjalanan spiritual yang
          >> disebut ru'ya. Hal ini ditegaskan dalam Q. 17:1, dan 17:60. Jadi, dalam
          >> Isra' Mi'raj yang terjadi adalah proses liyep-layap-angluyup. Pada saat
          >> itu Nabi dalam keadaan duduk diam hening. Oleh karena itu, dalam Hadis
          >> yang diriwayatkan Bukhari, Nabi disebut dalam keadaan antara jaga dan
          >> tidur (luyut atau liyep-layap-angluyup). Juga disebutkan bahwa bekas
          >> tempat duduk Nabi ketika Nabi menjalankan salat subuh, masih hangat.
          >> Tempat duduk yang hangat menunjukkan bahwa Nabi tidak ke mana-mana, dan
          >> duduk diam dari bakda Isyak hingga jelang Subuh.
          >>
          >> Ngrogo suksma itu perjalanan jiwa, sehingga terbatas. Dalam Alquran
          >> disebut 1 hari yang dibandingkan 1000 tahun. Tetapi, perjalanan ruh atau
          >> spiritual, disebut dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun komariah
          >> menurut perhitungan kita.
          >> Wassalam,
          >>
          >> MEI: Jadi bagaimana awam bisa tahu kalo orang mati tersebut ketika di
          >> dunia [sebelum mati] hidupnya 'sukses'.
          >>
          >> Bukankah hanya Tuhan saja yg tahu bagaimana kualitas keimanan kita.
          >> Salam,
          >>
          >> CHODJIM: Ya, makanya yang masih bisa dipanggil-panggil itu arwah
          >> gentanyangan. Para nabi, para sahabat agung tidak bisa lagi dipanggil,
          >> Mbak Mei.
          >>
          >> Makanya, kalau kita sukses meniti barzakh, kita akan masuk alam kamaloka,
          >> dan alam yang lebih tinggi; dan tak akan bisa dipanggil lagi.
          >> wassalam,
          >>
          >> Nubigotol: Nah, jadi jelas kalo ada pak gurunya muncul. Supaya gak bias sy
          >> nerimanya :)
          >>
          >> Terimakasih
          >> Salam
          >>
          >> MIA: Terimakasih Pak Chodjim.
          >>
          >> Ulama berbeda pendapat, bukankah gitu? Sebagian mengatakan seutuhnya jasad
          >> dan jiwa Muhammad pergi. Yang lain bilang mengartikan secara spiritual.
          >> Sepertinya dulu Pak HMNA panjang lebar diskusi ttg yg pertama, lupa dg
          >> siapa.
          >>
          >> Saya sendiri lebih mudah menerima perjalan ruh, visioner/ru'ya, seperti yg
          >> pak Chodjim jabarkan. Semua Nabi mengalami visi seperti ini.
          >>
          >> Perjalanan ragasukma itu jiwa atau "soul", bukan gitu? Pak Muiz, jangan2
          >> kita dah melakukan semacam ragasukma di alam internet..haha..karena
          >> internet juga ber- efek alternatif pada psikologi kita.
          >>
          >> MUIZ:: Diskusi yang menarik mbak Mia,
          >>
          >> Mi'raj itu kan istilah arab yang maknanya naik, aktivitas mendaki,
          >> vertikal, bukan horisontal juga bukan menurun (menuju ke bawah).
          >>
          >> Raga Sukma atau out of body experience itu belum tentu naik tetapi
          >> merupakan aktivitas riel di alam nyata dengan ritual tertentu mengosongkan
          >> jiwa dan membiarkan jiwa melanglang, meninggalkan raga atau fisik, saya
          >> sih sebenarnya kurang begitu faham detailnya. Ada yang menyamakan jiwa itu
          >> sinonim dengan roh tetapi ada pula yang membedakannya.
          >>
          >> Roh itu informasinya sedikit, itu yang disebutkan oleh Qur'an. Saya tidak
          >> mampu berspekulasi tentang roh, akrivitas hening atau mengosongkan jiwa
          >> dan fikiran entah itu namanya kontemplasi, meditasi atau tahannuts intinya
          >> adalah memelihara kesadaran kita sendiri agar kita waspada siapa jati diri
          >> kita sadar bahwa kita adalah fana dan akan kembali kepada sang Maha Mutlak
          >> sang pemilik segala sumber kesadaran yaitu Allah.
          >>
          >> Menurut hemat saya aktivitas mengosongkan jiwa dan mengklaim sanggup
          >> berkelana dan bertamasya ke alam ghaib yang asing dan belum pernah
          >> didatangi tetapi merasa riel dan melekat dalam memory sang pelaku, sulit
          >> diverifikasi secara rasional, yang namanya klaim subyektif ya susah
          >> diperdebatkan, cuma yang saya khawatirkan kalau membiarkan jiwa dan
          >> pikiran kosong apalagi dalam kondisi beta, sungguh riskan, karena bisa
          >> jadi membuka peluang jin untuk mengambil alih raga kita yang sementara
          >> ditinggalkan oleh jiwa atau roh yang lagi asyik bertamasya ke alam lain
          >> bercengkerama dengan jiwa atau roh lain. Lantas kalau raga kita ditempati
          >> oleh jin dan jiwa atau roh kita saat kembali ke raga semula tidak bisa
          >> karena sudah diisi jin kan repot ?. Jadi roh gentayangan dong ? Beruntung
          >> kalau jinnya muslim lha kalau kafir, alangkah meruginya kita ? Fenomena
          >> kerasukan jin sebenarnya tidak lebih merupakan jiwa yang tidak berada
          >> dalam kendali kesadaran penuh sehingga dibajak makhluq lain yaitu jin, apa
          >> yang dibajak ? Ya kesadaran kita oleh jin. Makanya qur'an memberikan
          >> solusi, sholatlah supaya kamu mengingat Aku. Mengingat alias zikir itu kan
          >> esensinya sadar.
          >>
          >> Nah soal israk mi'raj nabi muhammad itu dengan rohnya saja atau lengkap
          >> jasad dan roh memang beragam. Kalau menurut almarhum KH Bahaudhin Mudhary
          >> pemerhati metafisika berpendapat nabi beri-israk mi'raj utuh lengkap jasad
          >> dan roh atau jiwanya. Dan redaksi di qur'an itu bukan aktif transitif
          >> tetapi diperjalankan oleh siapa ? Oleh Allah.
          >>
          >> Manusia saja dengan berfantasi seperti film startrek bisa dijelaskan
          >> secara teknik fisika ala teleportasi dengan mentransfer fisik dari satu
          >> tempat ke tempat lain secara utuh. Memang itu baru fiksi atau khayalan
          >> tetapi yang namanya sains kan tidak pernah berhenti kita tidak tahu kapan
          >> akan terwujud fiksi startrek itu, sama halnya khayalan pergi ke bulan
          >> dulunya adalah khayalan, dianggap aneh tetapi beberapa masa kemudian
          >> menjadi kenyataan.
          >>
          >> Menurut metafisika, nabi sebelum menuju Allah di sidratul muntaha atau
          >> ufuqul ula (tempat tertinggi yang tidak diliputi segala hal) adalah dengan
          >> mengubah tubuh lebih dulu karena terdiri dari materi menjadi energi,
          >> karena perjalanan angkasa tidak memungkinkan dengan jasad materi, kemudian
          >> di tempat tujuan mengalami transformasi lagi ke jasad semula. Rasulullah
          >> juga tidak sendirian dalam menempuh perjalanan tsb, beliau didampingi oleh
          >> malaikat jibril, serta butuh sarana transportasi ghaib yang disebut buraq.
          >>
          >> Itu adalah pendapat atau tafsir dengan segala argumen yang dibangun, tentu
          >> ada pendapat lain yang boleh jadi bertentangan karena asumsinya beda.
          >> Lantas bagaimana yang benar ?, yang paling mudah menjawab adalah wallahu
          >> a'lam.
          >> Wassalam
          >>
          >> CHODJIM: Mas Mu'iz.
          >> Ada yang dilupakan orang ketika memahami Isra' Mi'raj. Umumnya hanya
          >> mengambil satu ayat saja, yaitu Q. 17:1. Padahal, setelah Allah berkisah
          >> perihal orang Yahudi pada 17:2 dst..., 17:60-nya Tuhan menegaskan bahwa
          >> apa yang diperlihatkan kepada Nabi pada 17:1 itu adalah ru'ya (bukan mimpi
          >> yang bahasa Arabnya manam atau a
          >> hlam).
          >>
          >> Kemudian yang dilupakan adalah Hadis Bukhari yang dianggap paling sahih.
          >> Dalam Hadis Bukhari 61:24 disebutkan bahwa mata beliau tidur tetapi
          >> hatinya tetap jaga. Dalam Hadis lain diakhiri dengan kalimat "Beliau
          >> bangun dan berada di Masjid al-Haram". Di Hadis lain yang berasal dari
          >> Asma' disebutkan bahwa ketika Nabi meninggalkan untuk salat subuh, tempat
          >> duduknya masih hangat.
          >> Wassalam,
          >>
          >>
          >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
          >> Teruuusss...!
          >>
          >> ------------------------------------
          >>
          >> =======================
          >> Milis Wanita Muslimah
          >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
          >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
          >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
          >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
          >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
          >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
          >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
          >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
          >>
          >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
          >>
          >>
          >>
          >>
          >>
          >> ------------------------------------
          >>
          >> =======================
          >> Milis Wanita Muslimah
          >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
          >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
          >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
          >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
          >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
          >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
          >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
          >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
          >>
          >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
          >>
          >>
          >>
          >>
          >
          >
          >
          >------------------------------------
          >
          >=======================
          >Milis Wanita Muslimah
          >Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
          >Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
          >Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
          >ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
          >Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
          >Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
          >Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
          >Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
          >
          >Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
          >
          >
          >




        • chodjim
          Oleh karena itu, janahnya ada di mana? Kalau jannahnya ada di suatu planet, dan palanetnya dihuni oleh seratus miliar orang --karena dari dulu,,, :) -- ya
          Message 4 of 20 , Apr 9, 2012
          • 0 Attachment
            
            Oleh karena itu, janahnya ada di mana? Kalau jannahnya ada di suatu planet, dan palanetnya dihuni oleh seratus miliar orang --karena dari dulu,,, :) -- ya tergantung lokasi orang-orang yang beriman. Kalau mengikuti alur Q. 40: 7 -9, ya orang-orang yang bertakwa itu akan bertemu dengan keluarganya kembali yang sama-sama salihah. Bahkan malaikat pemikul Arsy berdoa agar mereka yang berada di surga Aden itu dijauhkan dari kejahatan.
             
            Di manakah gerangan Surga Aden itu, koq masih ada kejahatan yang mengancam?
             
            Mengenai kitab-kitab Smith berdasarkan arkeologi memang terjadi salin menyalin dari yang lebih tua (kitab sebelum Taurat) terhadap yang lebih muda. Tidak jauh-jauh, semua cerita Alquran tentang mu'jizat Nabi Isa yang tidak dimuat di Perjanjian Baru Kanonik, ternyata ada di Injil-Injil Apokrif. Misalnya, Isa bisa bicara di kala bayi atau Isa membuat burung dari tanah lalu ditiupnya dan hidup justru ada di Injil apokrif (Injil tidak resmi).
             
            Tentang bumi dan langit yang baru seperti Q. 14:48 itu pun telah dikemukakan dalam Kitab Wahyu 21:1-5.
             
            Jadi, dalam hal ini, meski seandainya nantinya secara arkeologis ditemukan bahwa Alquran pun himpunan dari para sahabat selama lebih dari 100 tahun, saya akan berpegang pada Q. 2:269. Hikmah!
             
            Perlu diketahui, sekarang ini pun mulai banyak ilmuwan sosiolog dan arkeolog agama yang melakukan penelitian kitab-kitab termasuk Alquran. Mereka menemukan kejanggalan bila Alquran pernah ditulis di kulit, tulang, tengkorak hewan, dan di atas batu. Sebab, ketika Nabi menerima wahyu, Alkitab sudah dituliskan di atas perkamen yang dikenal oleh orang Arab. Seharusnya para penulis tinggal menyalin wahyu itu di atas perkamen atau kertas yang sudah ada waktu itu. Apalagi, setiap tahun Nabi didatangi Jibril untuk ricek apa-apa yang pernah diwahyukan; maka Nabi tinggal panggil juru tulis dan ditulis secara lengkap, sehingga sahabat tidak perlu takut terhadap penghafal yang gugur.
             
            Jadi, tinggal kita bagaimana menyikapi, apakah kita hanya sebatas apologi atau kita lebih bisa mengambil hikmah ajar dalam agama Islam.
             
            Wassalam,
             
            chodjim 
             
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Monday, April 09, 2012 4:22 PM
            Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

             

            Terima kasih banyak pak Chodjim,

            Para nabi dan rasul tidak dikisahkan masuk jannah, apakah berarti orang-orang yang bertaqwa masuk jannah tidak bakalan berkesempatan berjumpa dengan para Nabi dan Rasul ? apakah pertanyaan ini menjadi tidak relevan ya ?

            Satu lagi pak Chodjim, mungkin OOT : benarkah kitab suci bangsa smith yang paling tua yakni Taurat itu banyak terpengaruh dari annunakiki atau dewa summeria, peradaban mesopotamia ?? banyak para antropolog atau sejarawan yang menganggap kisah yang dituturkan kitab suci bangsa smith adalah dongeng, legenda atau mitos karena tidak ada bukti arkeologis yang mendukungnya, padahal banyak kisah-kisah di taurat yang mirip dengan kisah-kisah yang dituturkan bangsa sumeria  dan asyur. Di group fb ada yang menganjurkan seharus kita bersikap netral kalau kisah-kisah yang dituturkan kitab suci bangsa smith adalah suatu kebenaran, mengapa tidak menyikapi serupa terhadap kisah-kisah yang dituturkan bangsa sumeria dan asyur ??

            Wassalam
            Abdul Mu'iz


            Dari: chodjim <chodjima@...>
            Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
            Dikirim: Senin, 9 April 2012 15:19
            Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

             
            
            Agar Mas Mu'iz paham secara runtut tentang peniupan terompet, silakan baca tafsir Yasin yang saya tulis sebanyak 529 halaan (83 ayat).
             
            Mengenai yaumiddin sudah saya beberkan dalam tafsir Surat Alfatihah yang sekarang mengalami cetak ulang puluhan kali.
             
            Intinya, semua itu kosa kata puitis untuk menerangkan kemenangan orang-orang yang beriman, bersyukur, bertakwa terhadap orang-orang kafir, zalim, dan fasik.
             
            Wassalam,
             
            chodjim
             
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Monday, April 09, 2012 3:07 PM
            Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

             
            Pak Chodjim,

            Sebenarnya sebutan untuk hari kiamat tidak hanya hari kebangkitan (yaumul  ba'ats), tetapi amat banyak : yaumud diin (hari pembalasan), yaumul jaza' (hari pembalasan), yaumul wa'ad (hari pemenuhan janji), yaumul hasyr (hari penghimpunan), haaqah, qaari'ah, wa'qi'ah dsb. Dan bagaimana dengan ada kisah peniupan terompet atau sangkala (shuur dan naqar) oleh sumber hadits disebutkan peniupnya adalah malaikat israfil, begitu sangkala selesai ditiup semua binasa (bumi beserta seisinya, langit beserta seisinya termasuk malaikat israfil hancur binasa) kecuali Allah.

            Bukankah ada ayat orang arab bertanya, "apakah kami yang sudah menjadi tulang belulang di makam akan dibangkitkan lagi, apakah yang dimaksud ini menurut pak Chodjim adalah bangkitnya ruh orang yang meninggal menempati jasad baru ?? lantas dari mana kita tahu bahwa roh yang menempati raga kita ini adalah raga nenek moyang kita sendiri ??, padahal Allah tidak pernah menginformasikan perihal roh, kecuali sedikit ?

            Wassalam
            Abdul Mu'iz


            Dari: chodjim <chodjima@...>
            Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
            Dikirim: Senin, 9 April 2012 14:08
            Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

             
            
            Kita tidak berangan-angan tentang mustahil atau tidak, Mas Mu'iz.
            Tetapi, hukum-hukum Allah itu sudah sempurna. Tidak ada ada pembadalan terhadap hukum-hukum Allah. Kalau dulu galaksi kita ini asalnya satu padu lalu dipisahkan, itu kan kisah tentang kelahiran bumi. Dan, kenyataannya bumi baru terbentuk setelah galaksi berumur lebih dari 11miliar tahun. Bumi kita sekarang baru berumur 4,5 miliar tahun (galaksi Bima Sakti 15,5 miliar tahun).
             
            Oleh karena itu, ditegaskan dalam Q. 21:105 bahwa pada akhirnya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Jadi, ada tatanan baru. Ketika bumi dipelihara orang-orang saleh, maka polusi dan kerusakan lingkungan tak terjadi, dan bakalah kehidupan manusia selama bumi dan langit tidak habis umurnya. Sebab, bagaimanapun bumi dan galaksi Bima Sakti dibuat hingga ajal musamma, hingga waktu tertentu. Kapan? Kalau menurut fisikawan ya bumi ini masih bisa bertahan 15 miliar tahun lagi. Lalu, mengapa penghuni surga disebut kekal? Itu karena kesadarannya sudah tidak mengalami korosi lagi.
             
            Oleh karena itu, secara sederhana Alquran bertanya, bila kita masih ragu tentang hari kebangkitan, maka perhatikan kejadian manusia yang berasal dari sari tanah hingga lahir sebagai bayi pada Q. 22:5.
             
            Dalam hal inilah Nabi Muhammad dijadikan teladan yang baik bagi orang-orang yang ingin bertemu Tuhannya dan hari Akhir. Q. 33:21. Kewajiban kita adalah menyongsong Hari Akhir itu sekarang dan di sini.
             
            Lha, kalau ingin memasuki planet lain yang lebih baik kualitasnya dari bumi ini, sehingga tidak dilahirkan di bumi, ya kita harus menyucikan diri dengan rela dan diridhai oleh Tuhan semeta alam seperti pada 89:27 - 30.
             
            Wassalam,
             
            chodjim
             
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Monday, April 09, 2012 1:40 PM
            Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

             
            Menarik sekali tafsir pak Chodjim seputar kiamat dan hari akhir, saya menemukan perbedaan yang kontrast antara pandangan pak Chodjim (berpandangan jannah dan naar adanya hanyalah di bumi yang sekarang ini bukan di bumi yang lain, kiamat tidak identik dengan kehancuran) dengan tafsir klasik (berpandangan jannah dan naar adanya di alam baka {bumi dan langit yang lain, sama sekali baru dan sifatnya kekal}  bukan di bumi yang sekarang ini karena sifatnya fana, kiamat adalah identik dengan kehancuran).

            (-) QS 14:48, kata yubaddilu menunjukkan mengganti alias yang bumi dan langit yang sekarang dibinasakan (alias lenyap) kemudian diganti bumi dan langit yang sama sekali baru, ini disampaikan KH Mustofa Bisri yang merujuk pada ulama' Klasik Hasan Basri. Ternyata pak Chodjim punya pandangan lain yaitu rumahnya (tatanannya) bukan tapak (buminya). Yang menjadi pertanyaan saya adalah kalau bumi dan langit ini sifatnya fana (sementara), maka di mana dan kapan munculnya alam baka (kekal) yang dimaksud Qur'an ? apa yang dimaksud kiamat kubro yang diawali dengan ditiupnya sangkala oleh malaikat israfil, yang kemudian segalanya hancur binasa kecuali Allah ? bagaimana pak Chodjim ? Agus Mustofa yang memahami bahwa akhirat tidak kekal, tetapi memahami bahwa hukum kekalan energi itu hanya berlaku di alam fana yang ada di bumi yang sekarang ini, maka apabila sudah tiba alam baka, maka hukum kekekalan energi tidak berlaku lagi.

            (-) tempo hari ketika kita membahas bahwa orang dikebumikan itu bisa dengan berbagai cara, dikubur (ditanam dalam tanah), dibakar (dikremasi atau ngaben), diletakkan di pohon tinggi atau bukit yang tinggi hingga lenyap dimangsa burung gagak, ditenggelamkan di laut jasadnya tidak pernah disentuh daratan, kecelakaan di angkasa hingga melayang-layang menjadi benda langit yang tidak pernah disentuh bumi. Nah saya menyampaikan bahwa bumi dan langit itu dulunya satu padu (ratqan) kemudian kami pisahkan keduanya (QS al anbiya' 21:30). Bukankah kalau bumi dan langit kalau dulunya satu padu, kemudian dipisahkan apakah mustahil kalau suatu saat akan dipertemukan lagi menjadi satu padu (ratqan) seperti semula ?? maka apabila bumi dan langit disatupadukan kembali maka bukankah tidak relevan apabila mempertanyakan bahwa jasad dari orang yang meninggal di angkasa melayang-layang di langit tidak akan disentuh bumi ??.

            Wassalam
            Abdul Mu'iz


            Dari: chodjim <chodjima@...>
            Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
            Dikirim: Senin, 9 April 2012 9:55
            Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma

             
            Asumsinya sama seperti yang mas Mu'iz asumsikan.
             
            Bahwa kita harus bisa membedakan dengan jelas antara "kiamat" dan "kehancuran" alam semesta. Kiamat jelas artinya kebangkitan dan bukan kehancuran. bahwa ketika kita membangun rumah baru di tapak rumah lama, maka yang dihancurkan adalah rumah lamanya itu dan bukan "tapak"-nya.
             
            Jadi, dari 7:25, 20:55, dan 21:105 jelas sekali bahwa kiamat terjadi justru di tapak yang ada (default sites). Lalu, apa yang dihancurkan? Itulah tatanan! Dengan kata lain, langit dan bumi diganti dengan langit dan bumi yang lain pada Q. 14:48, artinya orde lama akan diganti dengan orde baru. Jadi, "ghayru" pada ayat itu menurut tafsir ruuhul bayan, merujuk pada "sifat".
             
            Jika yang digantikan itu zat, artinya bumi dan langit yang sekarang ini dimusnahkan, maka untuk tercipta bumi dan langit baru yang baik memerlukan waktu 20 miliar tahun samsiyah sekarang ini. Ini kalau kita mempelajari kosmologi dengan hukum-hukum Allah yang sudah sempurna (wa tammat kalimat rabbuka sidqaa wa adlal, laa mubaddila kalimaatihi).
             
            Dus, berdasarkan ayat 3:133 dan 57:21, surga atau neraka itu hanyalah KEADAAN atau sifat dan bukan zat. Itulah sebabnya bila kita sudah hidup penuh kesadaran, maka keberadaan surga itu seluas langit dan bumi! Nerakanya = 0. Sebaliknya, ketika kita dipenuhi dengan kezaliman, surganya lenyap dan kekallah nerakanya.
             
            Oleh karena keberadaan surga itu di bumi ini, maka Tuhan melarang manusia membuat kerusakan di bumi ini! Lha, kalau bumi dan langitnya akan diganti secara zat, maka ya hancur-hancurkanlah bumi ini, rusakkanlah bumi, kan Tuhan akan mengganti yang baru? .. :))
             
            Wassalam,
             
            chodjim
             
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Friday, April 06, 2012 3:42 AM
            Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma


            Yang saya persoalkan adalah penarikan kesimpulan dari sebuah asumsi. Kesimpulan akan logis kalau asumsinya clear.

            Benarkah QS 11:106-108 yang menyatakan penghuni jannah dan naar (yang dijanjikan di akherat) tidak kekal ? Makanya kita bahas ayat "maa daamat al asamawat wal ardh" yang merupakan satu rangkaian itu apa ? Nah al qur'an itu diturunkan di arab makanya disesusikan lisan (lidah bukan lughah) arab, apa kultur arab ketika bertutur tentang kekekalan atau abadi alias selamanya ? Ya seperti yang saya sampaikan tsb, jadi justru pernyataan qur'an bahwa "khalidiina fiiha" menjadi selaras dengan "maa daamat al samawat wal ardh" jadi memang tidak perlu kata "in" karena memang bukan kalimat bersyarat.

            Soal konfirmasi, saya setuju saja bahwa Ayat 11:107 ini dikonfirmasi oleh QS 6:129.

            Memperhatikan QS 7:25, 20:55, dan 21:105 tidak masalah. Bahwa di bumi kamu hidup, diwariskan pada yang sholeh, dimatikan, dibangkitkan atau dikeluarkan pada kali yang lain tidaklah paradoks dengan berita qiyamat (banyak sekali ayat yang bertebarn menjelaskan berita kiamat dengan berbagai redaksi) langit dan bumi akan dibinasakan semua hancur binasa kecuali Allah, makanya dijawab dengan penggantian bumi dan langit yang lain ini bisa ditemukan di QS 14:48, ada redaksi "ghayru" menunjukkan bukan bumi yang sekarang ini pendapat seperti ini juga pernah disampaikan kh Musthofa Bisri, atau mungkin pak chodjim punya tafsir lain ? Monggo :)

            Wassalam
            Abdul Mu'iz

            ------------------------------
            Pada Jum, 6 Apr 2012 00:32 ICT chodjim menulis:

            >Hayya...., Q. 11: 106 -108 itu bukankah kalimat berita. Mas Mu'iz?
            >Kalimat bersyarat itu adalah ada syarat yang menjadi penyebab suatu
            >kejadian. Jika tidak ada hujan saya akan ke rumahmu. Saya akan ke rumahmu
            >jika pekerjaan saya selesai petang ini. Nah, ayat tersebut justru
            >memberitahu nasibnya orang yang kafir maupun yang beramal saleh. Ayat 11:107
            >itu pun dikonfirmasi oleh Q. 6:129.
            >
            >Tentu, tidak perlu ada "in" di situ, karena itu suatu informasi. Sedangkan
            >Q. 14:48 itu hanyalah menginformasikan tentang tatanan manusia baru di bumi
            >ini juga. Perhatikan Q. 7:25, 20:55, dan 21:105.
            >
            >Wassalam,
            >
            >chodjim
            >
            >----- Original Message -----
            >From: "Mu'iz, Abdul" <quality@...>
            >To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
            >Sent: Thursday, April 05, 2012 7:54 PM
            >Subject: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
            >
            >
            >> Tambahan dari saya mbak Mia,
            >>
            >> Tentang QS 11:106-108 yang dijadikan dasar oleh pak Chodjim maupun Agus
            >> mustofa berpendapat bahwa akhirat (penghuni jannah dan naar) tidak kekal
            >> karena ayat tsb menyampaikan, " .... Mereka kekal (di jannah dan naar)
            >> selama (maa daamat) langit dan bumi ada ........"
            >>
            >> Padahal kultur arab itu biasa mengatakan "kekal selamanya" dengan
            >> idiomatic expression "maa daamat al samawat wal ardh" jadi kalau orang
            >> arab mengatakan "saya akan mengunjungi kamu selama-lamanya" menggunakan
            >> ungkapan, "saya akan mengunjungi kamu selama langit dan bumi ada".
            >>
            >> Nah untuk conditional sentence, kalimat bersyarat, grammar arab
            >> menggunakan "in" yang artinya jikalau atau seandainya, dalam bahasa
            >> inggris setara dengan "if". Nah di qs 11:106-108 tidak ada pemakaian
            >> kalimat bersyarat.
            >>
            >> Jadi kesimpulan bahwa penghuni jannah dan naar tidak kekal dengan merujuk
            >> qs tsb menjadi tidak valid alias tidak logis.
            >>
            >> Lalu bagaimana kalau langit dan bumi hancur karena qiyamat (ayat yang
            >> menyebutkan sangkala cukup banyak) ? Maka ada ayat lain yang memberikan
            >> uraian atau jawaban yaitu qs 14:48.
            >>
            >> Wassalam
            >> Abdul Mu'iz
            >>
            >> Powered by Telkomsel BlackBerry®
            >>
            >> -----Original Message-----
            >> From: aldiy@...
            >> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
            >> Date: Thu, 5 Apr 2012 11:47:42
            >> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
            >> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
            >> Subject: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma
            >>
            >> Diskusi-diskusi yang menarik dan beranak-pinak, saya rangkum mulain dari
            >> lebih gampang dulu, soal ragasukma.
            >> Salam
            >> Mia
            >> ----------------------------------------------------
            >> MUIZ: Nah kalau ngerogo sukmo untuk bertemu dengan roh Nabi Muhammad,
            >> bagaimana pak Chodjim ?
            >> Wassalam
            >>
            >> NUBIGOTOL: Apa ada kaitannya rogosukmo dengan mi'raj? Mohon senior2
            >> pencerahannya..
            >> Salam.
            >>
            >> MIA:Pak Muiz dah ngerti penjelasan Pak Chodjim atas pertanyaanku kah? Aku
            >> mesti baca pelan2, pikirin pelan2 - karena telmi. Orang2 yg rasional
            >> seperti saya itu sesungguhnya telmi.
            >>
            >> Sepertinya, kalau "dikehendaki" kita bisa ke arah itu, ke arah jalan
            >> ketemu Nabi, bukan kita yg "ngerogo2 sukmo".
            >>
            >> Sekarang, saya sudah "dikehendaki", terbuka keinginan saya pergi
            >> haji/umroh ke tanah suci Makkah, utk curhat ke makam Nabi atau mengunjungi
            >> tempat kelahirannya. Dulu kan nggak mau
            >>
            >> Mi'raj itu rogosukmo nya Nabi ke para leluhurnya, atas kehendak Gusti
            >> Allah.
            >>
            >> NUBIGOTOL: Kira2 duluan mana Mbak? Cerita ttg rogosukmonya orang nusantara
            >> lbh dulu ada atau berita ttg Mi'raj (rogosukmonya KRMSAW)? Kalo
            >> pertanyaannya dianggap ngaco jgn dijawab.
            >> Salam
            >>
            >> MUIZ: Mbak Mia,
            >> Saya mencoba mengikuti alur logika pak Chodjim : yang pertama apabila
            >> ngerogo sukma (out of body experience) ternyata berjumpa denga jiwa yang
            >> tidak unggul di dunia maka sungguh merugi.
            >>
            >> Yang kedua, ngerogo sukma adalah pekerjaan sia-sia karena deposito energi
            >> lebih baik dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemuliaan lain di alam dunia.
            >>
            >> Kalau Nabi Muhammad di qur'an saja diberikan predikat uswatun hasanah
            >> alias pribadi unggul di dunia, maka bukankah peristiwa spiritual yang luar
            >> biasa bila berkesempatan bertemu ruh Nabi Muhammad di alam ruh ?
            >>
            >> Tetapi yang saya tahu informasi ruh itu sedikit, maka menurut hemat saya
            >> apabila kita membiarkan jiwa hening atau kosong pada saat pasang niat raga
            >> sukma alias out of body experience justru beresiko memberi kesempatan pada
            >> jin untuk membajak kesadaran kita sendiri, na'udzu billah.
            >> Wassalam
            >>
            >> MIA: Nubigotol apa si haha..
            >> Maksutnya model ragasukma di Nusantara itu apa sudah ada sebelum 600M,
            >> sebelum Nabi lahir? Dari dulu saya percaya secara intuitif iya. Tapi lagi2
            >> secara rasional telmi banget.
            >>
            >> Karena memang ada bagian sejarah/prasejarah Nusantara yg hilang dari
            >> wawasan kita sekarang. Indikator obyektif lain juga menunjukkan bahwa
            >> sejarah Nusantara praktis nggak ada di sejarah dunia, atau lebih tepatnya
            >> dilewatin.
            >> Salam
            >>
            >> MIA: Terimakasih Pak Muiz, dan setuju, kalau ketemu Nabi tentunya luar
            >> biasa.
            >>
            >> Dulu waktu remaja saya mengalami pengalaman ragasukma selama 3 malam
            >> berturut2 dengan Bapak saya yg baru meninggal sebulan, dan waktu meninggal
            >> kami sekeluarga nggak di sisinya. Pengalaman 3 malam itu bukan sesuatu yg
            >> kuinginkan dan bukan pengalaman yg mudah buat saya, apalagi remaja.
            >> Rupanya penolakan saya kuat, setelah puluhan tahun baru mengerti arti
            >> mimpi itu dan baru bisa cerita ke yg lain.
            >>
            >> Figur nabi Muhammad kok saya nggak kangeni, kecuali demen lagunya Bimbo
            >> "Rindu Rasul". Bagi saya blio asing, dari Arab sana. Kemudian buku
            >> "Muhammad" karangan Karen Armstrong, seolah mengantarkan blio ke depan
            >> pintu rumah saya, itu pun saya nggak bukain. Kemudian suatu kesadaran lain
            >> datang setelah beberapa event kehidupan, ngobrol dg Pak Chodjim - yg
            >> membuat saya mau pergi ke Makkah, mau curhat ke Nabi dan mengunjungi tanah
            >> lahirnya.
            >>
            >> Dua minggu lalu saya mimpi sampai di Makkah. Ngobrol di rumah temen di
            >> sana, lalu saya menuju Ka'bah. Ndilalah....dalam mimpi itu saya tersesat
            >> dan nggak pernah sampe ke Ka'bah, malah paspor nggak di tanganku. Saya
            >> putus asa dalam mimpi, muter2 di gang-gang Makkah, kubilang mudah2an ini
            >> mimpi, aku mau balik saja ke Indonesia. Syukurlah, aku terbangun, nggak
            >> jadi nyasar di Makkah...:-)
            >> Salam
            >>
            >> WIKAN: pesan saya hati2 saja mbak (Mia) kalau beneran sampe di mekkah.
            >> pengalaman saya dulu, paspor tidak di tangan saya tapi dikumpulkan sama
            >> pihak travel agent
            >> jadi tanda identitas yang saya punya cuman name tag dari travel agent,
            >> terus stay in touch with the group. berhubung saya gak gampang ingat
            >> tempat, dan tempat di mekkah itu
            >> mirip2 (gedung, jalannya mirip) makanya saya gak berani keluyuran
            >> sendirian kecuali kalau sama teman atau rombongan. mudah2-an sukses selama
            >> di mekkah dan sesudahnya
            >> salam,
            >>
            >> MEI: Duluuu waktu saya umur belasan tetangga saya pintar panggil arwah
            >> orang mati. Tapi si arwah gak pernah mau jawab kalo ditanya, gimana disana
            >> keadaannya, seperti apa alam kubur. Dia cuma ngomong tentang hal2 di dunia
            >> yg belum sempat ia tunaikan pada keluarganya : rahasia2, hutang2.
            >>
            >> Gak berapa lama kemudian salah seorang anggota keluarga yg banyak simpan
            >> rahasia2 jahat jadi gila
            >> Salam,
            >>
            >> CHODJIM: Arwah yang bisa dipanggil itu arwah gentanyangan, Mbak (Mei).
            >> Kita ini kalau sukses dalam meniti kehidupan barzakh kita tidak
            >> gentayangan lagi, tetapi masuk ke alam kamaloka seperti yang disebut dalam
            >> Q. 2:154. Selanjutnya, melakukan pembersihan diri sehingga bisa dilahirkan
            >> kembali sebagai manusia. Oleh karena itu, dinyatakan dengan tegas dalam Q.
            >> 11: 106 - 108 bahwa surga dan neraka itu adanya di dunia ini, yaitu selama
            >> ada langit dan bumi. Kalau tidak ada langit dan bumi, ya tak ada
            >> surga-neraka itu.
            >> Wassalam,
            >>
            >> Mbak Mia,
            >>
            >> Isra' Mi'raj itu bukan ngrogo suksma, tetapi perjalanan spiritual yang
            >> disebut ru'ya. Hal ini ditegaskan dalam Q. 17:1, dan 17:60. Jadi, dalam
            >> Isra' Mi'raj yang terjadi adalah proses liyep-layap-angluyup. Pada saat
            >> itu Nabi dalam keadaan duduk diam hening. Oleh karena itu, dalam Hadis
            >> yang diriwayatkan Bukhari, Nabi disebut dalam keadaan antara jaga dan
            >> tidur (luyut atau liyep-layap-angluyup). Juga disebutkan bahwa bekas
            >> tempat duduk Nabi ketika Nabi menjalankan salat subuh, masih hangat.
            >> Tempat duduk yang hangat menunjukkan bahwa Nabi tidak ke mana-mana, dan
            >> duduk diam dari bakda Isyak hingga jelang Subuh.
            >>
            >> Ngrogo suksma itu perjalanan jiwa, sehingga terbatas. Dalam Alquran
            >> disebut 1 hari yang dibandingkan 1000 tahun. Tetapi, perjalanan ruh atau
            >> spiritual, disebut dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun komariah
            >> menurut perhitungan kita.
            >> Wassalam,
            >>
            >> MEI: Jadi bagaimana awam bisa tahu kalo orang mati tersebut ketika di
            >> dunia [sebelum mati] hidupnya 'sukses'.
            >>
            >> Bukankah hanya Tuhan saja yg tahu bagaimana kualitas keimanan kita.
            >> Salam,
            >>
            >> CHODJIM: Ya, makanya yang masih bisa dipanggil-panggil itu arwah
            >> gentanyangan. Para nabi, para sahabat agung tidak bisa lagi dipanggil,
            >> Mbak Mei.
            >>
            >> Makanya, kalau kita sukses meniti barzakh, kita akan masuk alam kamaloka,
            >> dan alam yang lebih tinggi; dan tak akan bisa dipanggil lagi.
            >> wassalam,
            >>
            >> Nubigotol: Nah, jadi jelas kalo ada pak gurunya muncul. Supaya gak bias sy
            >> nerimanya :)
            >>
            >> Terimakasih
            >> Salam
            >>
            >> MIA: Terimakasih Pak Chodjim.
            >>
            >> Ulama berbeda pendapat, bukankah gitu? Sebagian mengatakan seutuhnya jasad
            >> dan jiwa Muhammad pergi. Yang lain bilang mengartikan secara spiritual.
            >> Sepertinya dulu Pak HMNA panjang lebar diskusi ttg yg pertama, lupa dg
            >> siapa.
            >>
            >> Saya sendiri lebih mudah menerima perjalan ruh, visioner/ru'ya, seperti yg
            >> pak Chodjim jabarkan. Semua Nabi mengalami visi seperti ini.
            >>
            >> Perjalanan ragasukma itu jiwa atau "soul", bukan gitu? Pak Muiz, jangan2
            >> kita dah melakukan semacam ragasukma di alam internet..haha..karena
            >> internet juga ber- efek alternatif pada psikologi kita.
            >>
            >> MUIZ:: Diskusi yang menarik mbak Mia,
            >>
            >> Mi'raj itu kan istilah arab yang maknanya naik, aktivitas mendaki,
            >> vertikal, bukan horisontal juga bukan menurun (menuju ke bawah).
            >>
            >> Raga Sukma atau out of body experience itu belum tentu naik tetapi
            >> merupakan aktivitas riel di alam nyata dengan ritual tertentu mengosongkan
            >> jiwa dan membiarkan jiwa melanglang, meninggalkan raga atau fisik, saya
            >> sih sebenarnya kurang begitu faham detailnya. Ada yang menyamakan jiwa itu
            >> sinonim dengan roh tetapi ada pula yang membedakannya.
            >>
            >> Roh itu informasinya sedikit, itu yang disebutkan oleh Qur'an. Saya tidak
            >> mampu berspekulasi tentang roh, akrivitas hening atau mengosongkan jiwa
            >> dan fikiran entah itu namanya kontemplasi, meditasi atau tahannuts intinya
            >> adalah memelihara kesadaran kita sendiri agar kita waspada siapa jati diri
            >> kita sadar bahwa kita adalah fana dan akan kembali kepada sang Maha Mutlak
            >> sang pemilik segala sumber kesadaran yaitu Allah.
            >>
            >> Menurut hemat saya aktivitas mengosongkan jiwa dan mengklaim sanggup
            >> berkelana dan bertamasya ke alam ghaib yang asing dan belum pernah
            >> didatangi tetapi merasa riel dan melekat dalam memory sang pelaku, sulit
            >> diverifikasi secara rasional, yang namanya klaim subyektif ya susah
            >> diperdebatkan, cuma yang saya khawatirkan kalau membiarkan jiwa dan
            >> pikiran kosong apalagi dalam kondisi beta, sungguh riskan, karena bisa
            >> jadi membuka peluang jin untuk mengambil alih raga kita yang sementara
            >> ditinggalkan oleh jiwa atau roh yang lagi asyik bertamasya ke alam lain
            >> bercengkerama dengan jiwa atau roh lain. Lantas kalau raga kita ditempati
            >> oleh jin dan jiwa atau roh kita saat kembali ke raga semula tidak bisa
            >> karena sudah diisi jin kan repot ?. Jadi roh gentayangan dong ? Beruntung
            >> kalau jinnya muslim lha kalau kafir, alangkah meruginya kita ? Fenomena
            >> kerasukan jin sebenarnya tidak lebih merupakan jiwa yang tidak berada
            >> dalam kendali kesadaran penuh sehingga dibajak makhluq lain yaitu jin, apa
            >> yang dibajak ? Ya kesadaran kita oleh jin. Makanya qur'an memberikan
            >> solusi, sholatlah supaya kamu mengingat Aku. Mengingat alias zikir itu kan
            >> esensinya sadar.
            >>
            >> Nah soal israk mi'raj nabi muhammad itu dengan rohnya saja atau lengkap
            >> jasad dan roh memang beragam. Kalau menurut almarhum KH Bahaudhin Mudhary
            >> pemerhati metafisika berpendapat nabi beri-israk mi'raj utuh lengkap jasad
            >> dan roh atau jiwanya. Dan redaksi di qur'an itu bukan aktif transitif
            >> tetapi diperjalankan oleh siapa ? Oleh Allah.
            >>
            >> Manusia saja dengan berfantasi seperti film startrek bisa dijelaskan
            >> secara teknik fisika ala teleportasi dengan mentransfer fisik dari satu
            >> tempat ke tempat lain secara utuh. Memang itu baru fiksi atau khayalan
            >> tetapi yang namanya sains kan tidak pernah berhenti kita tidak tahu kapan
            >> akan terwujud fiksi startrek itu, sama halnya khayalan pergi ke bulan
            >> dulunya adalah khayalan, dianggap aneh tetapi beberapa masa kemudian
            >> menjadi kenyataan.
            >>
            >> Menurut metafisika, nabi sebelum menuju Allah di sidratul muntaha atau
            >> ufuqul ula (tempat tertinggi yang tidak diliputi segala hal) adalah dengan
            >> mengubah tubuh lebih dulu karena terdiri dari materi menjadi energi,
            >> karena perjalanan angkasa tidak memungkinkan dengan jasad materi, kemudian
            >> di tempat tujuan mengalami transformasi lagi ke jasad semula. Rasulullah
            >> juga tidak sendirian dalam menempuh perjalanan tsb, beliau didampingi oleh
            >> malaikat jibril, serta butuh sarana transportasi ghaib yang disebut buraq.
            >>
            >> Itu adalah pendapat atau tafsir dengan segala argumen yang dibangun, tentu
            >> ada pendapat lain yang boleh jadi bertentangan karena asumsinya beda.
            >> Lantas bagaimana yang benar ?, yang paling mudah menjawab adalah wallahu
            >> a'lam.
            >> Wassalam
            >>
            >> CHODJIM: Mas Mu'iz.
            >> Ada yang dilupakan orang ketika memahami Isra' Mi'raj. Umumnya hanya
            >> mengambil satu ayat saja, yaitu Q. 17:1. Padahal, setelah Allah berkisah
            >> perihal orang Yahudi pada 17:2 dst..., 17:60-nya Tuhan menegaskan bahwa
            >> apa yang diperlihatkan kepada Nabi pada 17:1 itu adalah ru'ya (bukan mimpi
            >> yang bahasa Arabnya manam atau a
            >> hlam).
            >>
            >> Kemudian yang dilupakan adalah Hadis Bukhari yang dianggap paling sahih.
            >> Dalam Hadis Bukhari 61:24 disebutkan bahwa mata beliau tidur tetapi
            >> hatinya tetap jaga. Dalam Hadis lain diakhiri dengan kalimat "Beliau
            >> bangun dan berada di Masjid al-Haram". Di Hadis lain yang berasal dari
            >> Asma' disebutkan bahwa ketika Nabi meninggalkan untuk salat subuh, tempat
            >> duduknya masih hangat.
            >> Wassalam,
            >>
            >>
            >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
            >> Teruuusss...!
            >>
            >> ------------------------------------
            >>
            >> =======================
            >> Milis Wanita Muslimah
            >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
            >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
            >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
            >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
            >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
            >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
            >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
            >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
            >>
            >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
            >>
            >>
            >>
            >>
            >>
            >> ------------------------------------
            >>
            >> =======================
            >> Milis Wanita Muslimah
            >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
            >> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
            >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
            >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
            >> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
            >> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
            >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
            >> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
            >>
            >> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
            >>
            >>
            >>
            >>
            >
            >
            >
            >------------------------------------
            >
            >=======================
            >Milis Wanita Muslimah
            >Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
            >Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
            >Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
            >ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
            >Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
            >Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
            >Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
            >Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
            >
            >Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
            >
            >
            >






          • Mu'iz, Abdul
            He he he Pak Chodjim, Saya bukan bertanya salin-menyalin antara kitab suci yang tua kepada kitab suci berikutnya di kalangan agama abrahamic-smithis, tetapi
            Message 5 of 20 , Apr 9, 2012
            • 0 Attachment
              He he he Pak Chodjim,

              Saya bukan bertanya salin-menyalin antara kitab suci yang tua kepada kitab suci berikutnya di kalangan agama abrahamic-smithis, tetapi taurat menyalin tradisi summeria (tradisi secara historis lebih tua) yang dikisahkan sebagai ras unggul dari annunaki yang disebut dari planet jauh setelah neptunus (planet nibiru). Annunaki yang merekayasa gen unggul menjadi homo sapiens, dicontek taurat sebagai kisah adam dan hawa, kemudian sang petinggi annunaki marah atau tidak berkenan gen-gen unggul ditularkan pada/dilahirkan melalui serikat pekerja Summeria maka dipunahkan dengan banjir bandang dicontek taurat sebagai kisah banjir nabi nuh.

              Wassalam
              Abdul Mu'iz

              Powered by Telkomsel BlackBerry®
            • chodjim
              Apa yang Mas Mu iz ceritakan, itu ada di buku yang ditulis oleh Zecharia Sitchin, yaitu dalam Divine Encounters. Maksud saya, mengapa saya tidak terjebak
              Message 6 of 20 , Apr 9, 2012
              • 0 Attachment
                Apa yang Mas Mu'iz ceritakan, itu ada di buku yang ditulis oleh Zecharia
                Sitchin, yaitu dalam Divine Encounters. Maksud saya, mengapa saya tidak
                terjebak masalah Annuaki, karena memang gaya Smith seperti itu. Kalau Taurat
                menyalin, lalu sebagian disalin PB, selanjutnya ada salinan di Alquran...
                maka Alquran juga menyalin dongeng, dong... hehehe....

                Lha, kalau mengikuti babad-babad kuna di Jawa, malah ras manusia pertama itu
                dibuat oleh Betara Wisnu (di daerah sekitar G. Wilis/Pawinihan) dan Betara
                Bromo (di daerah G. Bromo). Kedua manusia ini dipelihara oleh para Hapsara
                dan Hapsari di Kahyangan, setelah sempurna kejadiannya, barulah
                kembang-biakkan di atas bumi, hehehe.... Ini kalau kita mengikuti kisah dari
                Serat Praniti Radya.

                Kalau mengikuti kisah dalam Serat Paramayoga yang ditulis ulang oleh R. Ng.
                Ranggawarsita, manusia pertama itu dicipta di daerah Peg. Kaukasus, dan
                namanya Sang Hyang Ad-hama dan babu Khawa, yang kemudian oleh lidah Timur
                Tengah diucapkan sebagai Adam dan Eva (Hawa). Babu Khawa setiap melahirkan
                kembar laki-laki dan perempuan, kecuali kelahiran yang ke-6 dan 41. Jadi,
                anak yang dilahirkan oleh pasangan Adam dan Khawa ini 82 orang, laki-laki 41
                orang dan perempuan 41 orang.

                Anak ke-6 tunggal dan laki-laki diberi nama Sang Hyang Sita atau dikenal
                dengan Nabi Sis. Karena anugerah Tuhan terhadap Nabi Sis, maka dia
                dinikahkan dengan bidadari Dewi Mulat. Melihat kehebatan Nabi Sis, Malaikat
                Azazil menginginkan keturunan dari Nabi Sis agar putranya bisa menjadi
                ratunya manusia di dunia.

                Lalu, Malaikat Azazil menculik sebentar Dewi Mulat, dan menjadikan anaknya
                yang bernama Dlajah berupa Dewi Mulat. Nah, setelah ada tanda hamil Dewi
                Mulat dikembalikan, lalu Dlajah ditarik kembali ke alamnya Malaikat Azazil.
                Singkat cerita sama-sama hamil. Dewi mulat melahirkan 2 bayi laki-laki,
                tetapi yang sempurna satu orang dan dinamai Sayid Anwas. Sedangkan putranya
                yang satu hanya berujud cahaya, maka dinamai Sayid Anwar. Nah, Dlajah
                melahirkan anak laki-laki yang berupa Rasa, maka Malaikat Azazil
                menyatukannya dengan Sayid Anwar, sehingga Sayid Anwar menjadi manusia-dewa
                yang tidak terkena kematian. Dari garis Sayid Anwar inilah kelak lahir para
                dewa yang unggul, dan dari garisnya pula lahir Semar (Betara Ismaya) dan
                Betara Manikmaya (Betara Guru). Dari keturunan Semar maupun Betara Guru,
                lahirlah manusia-manusia Jawa, hehehe.....

                Lha, banjir bandang ala Nabi Nuh justru diceritakan dalam Serat Medhang
                Kamulan bahwa semula Paparan Sunda ini adalah tempat Kahyangan para dewa.
                Ingat, Parahyangan sebagai tempat Hyang alias dewa. Suatu hari gunung-gunung
                berapi di paparan Sunda ini meletus yang luar biasa sehingga terciptalah
                ribuan pulau di antaranya P. Dewa (Jawa). Secara bukti habis banjir bandang
                malah orang Indonesia yang punya bukti, dan bukan orang Timur Tengah,
                hehehehe,,,,,.....

                Wassalam,

                chodjim




                ----- Original Message -----
                From: "Mu'iz, Abdul" <quality@...>
                To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
                Sent: Monday, April 09, 2012 6:49 PM
                Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Menyoal ragasukma


                > He he he Pak Chodjim,
                >
                > Saya bukan bertanya salin-menyalin antara kitab suci yang tua kepada kitab
                > suci berikutnya di kalangan agama abrahamic-smithis, tetapi taurat
                > menyalin tradisi summeria (tradisi secara historis lebih tua) yang
                > dikisahkan sebagai ras unggul dari annunaki yang disebut dari planet jauh
                > setelah neptunus (planet nibiru). Annunaki yang merekayasa gen unggul
                > menjadi homo sapiens, dicontek taurat sebagai kisah adam dan hawa,
                > kemudian sang petinggi annunaki marah atau tidak berkenan gen-gen unggul
                > ditularkan pada/dilahirkan melalui serikat pekerja Summeria maka
                > dipunahkan dengan banjir bandang dicontek taurat sebagai kisah banjir nabi
                > nuh.
                >
                > Wassalam
                > Abdul Mu'iz
                >
                > Powered by Telkomsel BlackBerry®
                >
                > ------------------------------------
                >
                > =======================
                > Milis Wanita Muslimah
                > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
                > Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
                > Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
                > ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
                > Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
                > Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
                > Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
                > Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
                >
                > Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
                >
                >
                >
                >
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.