Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kliping Media Massa Terbaru di www.aids-ina.org

Expand Messages
  • Pengelola www.aids-ina.org
    Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 April 2009 Sampai Tanggal: 27 April 2009 _____ 1. Putus Sekolah demi Merawat Adik yang
    Message 1 of 2 , Apr 27 3:07 AM
    View Source
    • 0 Attachment

      Kumpulan Berita Media Massa
      HIV-AIDS dan Narkoba
      Dari Tanggal: 20 April 2009 Sampai Tanggal: 27 April 2009


       

      1. Putus Sekolah demi Merawat Adik yang Mengidap HIV/AIDS

      Batam Pos, 24 April 2009

      Kalau Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama

      Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil ”kepala keluarga” setelah terusir dari kampung halamannya.

      ADELINA, Medan

      PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok--bukan nama sebenarnya, sang adik yang terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.

      Afes, 10.--panggilan akrab Aples Hutauruk-- tampak gelisah. Jam dinding di ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ”Kak, bubur untuk adik saya mana? Belum dikasih, ya?” tanya Afes kepada wanita berambut panjang itu.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=980



      2. Menjauhi ODHA, berarti kurang paham tentang HIV/AIDS

      Waspada Online, 24 April 2009

      MEDAN - Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS (Human Immunedeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) dapat menyebabkan masyarakat tersebut menjauhi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Masyarakat yang rendah pengetahuannya selalu beranggapan bahwa penderita HIV/AIDS adalah seseorang yang berperilaku buruk, cenderung melakukan seks bebas.

      "Banyak yang mengira virus HIV/AIDS itu menular kalau kita berbicara dengan penderita, makan dan minum dengan satu gelas dan piring yang sama, berenang sama, memakai handuk atau barang yang sama. Itulah sebabnya banyak masyarakat menjauhi ODHA. Ketika mereka mendengar kata HIV/AIDS, seakan-akan seperti momok yang menakutkan dan harus dijauhi penderitanya."


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=979



      3. 46 orang terinfeksi HIV/AIDS menjalani perawatan di Adam Malik

      Waspada Online, 23 April 2009

      PRAWIRA SETIABUDI

      MEDAN - RSUP H Adam Malik selama bulan April ini merawat pasien HIV/AIDS sebanyak 46 orang, dimana 3 diantaranya meninggal dunia. Menurut koordinator klinik VCT-Pusyansus RSUP HAM, Rahmad Nur Kurniawan, S.Psi, kepada Waspada Online, siang ini, korban HIV yang meninggal 1 diantaranya dari Medan dan 2 lainya dari Deli Serdang.

      Rahmad menambahkan, RSUP H Adam Malik untuk bulan April ini telah dikunjungi lebih dari 150 pasien yang diduga HIV/AIDS dan 46 diantara positif menghidap HIV/AIDS.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=978



      4. Medan Plus Advokasi bocah pengidap AIDS asal Taput

      Waspada Online, 24 April 2009

      DAVID SWAYANA

      MEDAN - Kelompok dampingan Medan Plus telah melakukan advokasi terhadap bocah pengidap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) asal Tapanuli Utara (Taput) yang kini dirawat di RSU Dr. Pirngadi.

      "Jika kondisi bocah tersebut sudah pulih dari penyakit infeksi, maka kita akan menyiapkan fasilitas tempat tinggal beserta kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk pendidikannya," kata Koordinator Medan Plus Totonta Kaban kepada Waspada di Medan, tadi malam.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=977



      5. Bocah pengidap AIDS berhak untuk hidup

      Waspada Online, 24 April 2009

      DAVID SWAYANA

      MEDAN - Staf Divisi Anak Pusaka Indonesia Samara Yudha mengungkapkan kekhawatirannya terhadap bocah pengidap AIDS yang mengalami diskriminasi hingga terusir dari kampung halamannya.

      "Jika hal itu benar-benar terjadi seperti yang dilansir beberapa media cetak, tindakan warga yang mengusir bocah tersebut sangat tidak manusiawi, karena anak tersebut juga mempunyai hak untuk hidup, dan tumbuh kembang," ujar Samara.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=976



      6. Pengguna Napza Suntik Berisiko Tinggi Tularkan HIV

      Kompas Online, 23 April 2009

      BANDUNG, KOMPAS.com - Respon terhadap "Human Immunodeficiency Virus (HIV)" dan "Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)" di wilayah Provinsi Jawa Barat terus digalakan terutama untuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi seperti pengguna napza suntik dan kelompok yang aktif secara seksual.

      Tri Irwanda Maulana, Media Relations Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar saat ditemui di kantornya Jalan Diponegoro Bandung, Kamis mengatakan pihaknya menempatkan epidemi HIV/AIDS sebagai masalah kesehatan dengan sasaran utama pengguna napza suntik melalui program pengurangan dampak buruk "harm reduction".


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=975



      7. Sumatera Utara Terdapat 90 Pengidap HIV

      Tempo Interaktif, 23 April 2009

      TEMPO Interaktif, Medan : Dinas Kesehatan Sumatera Utara mendeteksi 90 orang telah mengidap virus HIV. Mayoritas pengidap berusia rentan, 20- 40 tahun.

      Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung, Sukarni mengatakan, kasus HIV di Sumatera Utara sejak awal hingga April 2009, sudah mencatat 90 pengidap. "Mereka ini kategori usia rentan," ujar Sukarni kepada Tempo, di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan , Kamis (23/4) siang. Dikatakannya, penularan tersebut akibat perilaku seks yang dilakukan pengidap.

      Dari jumlah tersebut, Sukarni tidak bisa memastikan berapa jumlah perempuan atau laki-laki. "Datanya ada di kantor," imbuhnya. Sedangkan pengidap HIV dengan kategori umur anak-anak, tutur Sukarni, baru dua kasus yang ditemukan. "Pertama itu masih dalam kandungan ibunya. Dan ini (BAH anak asal Tarutung) kasus kedua," sebut Sukarni.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=974



      8. Ibu Rumah Tangga Berpotensi HIV/AIDS

      Duta Masyarakat, 24 April 2009

      TULUNGAGUNG— Hampir setiap bulan se
      �kali satu penderita human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Tulungagung me��ninggal dunia. Paling tidak itu terjadi pada triwulan pertama tahun ini. Sejak Janu�ari hingga April, tiga penderita yang kekeba�lan tubuhnya digerogoti virus HIV itu mati sia-sia.

      Hal ini diungkapkan Pengelola program HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, kemarin.

      Menurutnya, kini tercatat 12 perempuan dan 11 pria mengidap virus mematikan tersebut. “Ini data yang kami miliki dari poliklinik RSUD dr Iskak Tu
      �lungagung yang spesifik menangani masalah HIV/AIDS,” ujarnya.

      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=973



      9. Penderita HIV/AIDS Diusir dari Desa

      MetroTV, 24 APril 2009

      Metro Siang / Sosial Budaya / Jum'at, 24 April 2009 12:47 WIB

      Metrotvnews.com, Tapanuli Utara: Derita penderita HIV/AIDS tak tertanggungkan. Bukan hanya deraan penyakit, tapi lingkungan seringkali mencemooh, bahkan tidak bisa menerima. Inilah yang dialami kakak-beradik Ru dan Pales. Warga Desa Hutahuruk Habinsaran Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, itu diusir oleh warga desa.

      Sepeninggal Ru dan Pales, rumah yang mereka tinggali sangat tak terawat. Ru dan kakaknya yang yatim piatu menyimpan kenangan buruk di rumah yang pernah mereka tinggali. Setelah diduga terifeksi HIV/AIDS Ru kemudian diusir dari kampung ini. Warga sekitar seperti dikatakan Kepala Desa Ramli Hutahuruk, mereka tak mau Ru disini karena kuatir virus yang ia derita bisa menularkan pada anak-anak mereka.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=972



      10. Anggota DPR Ancam Potong DAU

      Koran SINDO, 23 April 2009

      CIAMIS (SI) – Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengancam akan memotong dana alokasi umum (DAU) sekaligus dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Ciamis karena tak satu pun pejabat hadir pada seminar ”Save Your Live 4 HIV/AIDS” di Lapangan Teater Terbuka Universitas Galuh (Unigal), Ciamis,siang kemarin.

      ”Saya melihat ada beberapa pejabat termasuk dari kepolisian yang sudah datang,tiba-tiba malah pulang lagi. Saya tersinggung dengan perlakuan pejabat di lingkungan Ciamis. Untuk kepolisian akan saya laporkan langsung ke kapolri. Begitu juga pejabat Ciamis akan saya layangkan teguran langsung, kalau perlu saya upayakan agar DAU dan DAK Ciamis saya potong dari pusat dan dipindahkan untuk kota/kabupaten lain,” kata Agun kesal.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=971



      11. Terpaksa Berhenti Sekolah dan Diusir dari Kampung

      Koran SINDO, 23 April 2009

      ”Alasan orang kampung mengusir kami karena takut kalau penyakit adikku menyebar.Sebenarnya aku agak dendam sama orang-orang yang mengusir,tapi kami sabar saja.”

      KATA-KATA ini diucapkan Afles H, 12, mengenang perlakuan yang dialami bersama adiknya BH,5.Mereka diusir karena si adik menderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS) atau kehilangan kekebalan tubuh karena serangan human immunodeficiency virus(HIV).

      Pengusiran terjadi di salah satu desa di Tapanuli Utara pada Minggu (12/4) lalu. Saat itu, kesehatan BH terus memburuk. Kondisinya semakin parah setelah ibu mereka RS, 40, meninggal pada Februari lalu. Sejak itu tubuh bocah itu menyusut. Sejak ibu mereka meninggal dunia, dua adik perempuan Afles, yakni Iin SH, 11 dan Ruth TPH, 9, sudah lebih dulu dibawa bibi mereka ke Medan. ”Sejak ibu meninggal,aku dan adik pindah ke Medan dan tinggal bersama bibi. Sementara abang dan adik tetap tinggal di sana (Tarutung), tinggal sama nenek,”tutur Iin.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=970



      12. US$2m to help Jakarta free itself of AIDS

      the Jakarta Post Online, April 23, 2009

      Triwik Kurniasari , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Thu, 04/23/2009 2:08 PM | City

      The city administration secured a grant of up to US$2.2 million from the Global Funds to fight AIDS, TB, Malaria (GFATM) to help combat the diseases and virus in the capital.

      Governor Fauzi Bowo signed an agreement on the grant with secretary of the National AIDS Prevention Commission (KPAN) Nafsiah Mboi, on Tuesday.

      Nafsiah said the grant was an additional fund intended to speed up the already-existing program combating AIDS, TB and malaria, funded by the city and national budget.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=969



      13. Sosok Afes Hutauruk, Putus Sekolah demi Merawat Adik Pengidap HIV/AIDS

      jpnn.com, 24 April 2009

      ADELINA, Medan
      Kalau Sembuh Aku Ingin Belajar Bersama-sama

      Demi merawat adik bungsu yang menderita HIV/AIDS, Afes Hutauruk terpaksa meninggalkan bangku kelas 5 sekolah dasar. Kini bocah yang sudah kehilangan ibu akibat penyakit yang mematikan itu menjadi perawat sekaligus wakil ''kepala keluarga'' setelah terusir dari kampung halamannya.
      ------------------------
      PAKAI kemeja bergaris-garis lengan pendek dengan ukuran yang lebih besar daripada tubuhnya, Aples Decuari Hutauruk kemarin seperti sudah hafal dengan bahasa tubuh adiknya. Ucok -bukan nama sebenarnya-, sang adik yang terbaring lemah di ranjang besi untuk balita yang catnya sudah banyak mengelupas itu, seperti memberikan isyarat meminta makan.

      Afes, 10 -panggilan akrab Aples Hutauruk- tampak gelisah. Jam dinding di ruang anak kelas 3 itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kepada suster penjaga ruang itu, Afes menanyakan ransum bubur untuk adiknya. ''Kak, bubur untuk adik saya mana? Belum dikasih, ya?'' tanya Afes kepada wanita berambut panjang itu.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=968



      14. Sistem Baru Pengelolaan Obat ARV Diterapkan

      Kompas Online, 22 April 2009

      JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menerapkan sistem baru dalam pengelolaan obat antiretroviral (ARV) untuk mendukung pengobatan infeksi virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS).

      "Mulai 1 Juli nanti kita akan pakai sistem ’Voluntary Pooled Procurement’ atau VPP dimana ARV dibeli secara global, harganya jadi lebih murah sehingga kita bisa membeli lebih banyak. Dan ada model distribusi dan penyimpanannya yang lebih baik," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi dalam simposium mengenai kesinambungan Antiretroviral Therapy (ART) di Jakarta.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=967



      15. Women with HIV/AIDS need help

      the Jakarta Post Online, April 22, 2009

      Luh De Suriyani , The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 04/22/2009 2:16 PM | The Archipelago
      While many Indonesian women donned their finest kebaya (traditional dress) to celebrate Kartini Day on Tuesday, Jero Suma wore her usual sleeveless shirt, short pants and cheap plastic shoes.

      Don't ask her the original colors of her outfit. Years of hard work transporting garbage and household waste have turned the color of her clothes into various shades of battered grey.

      Suma does not care about the color of the working uniform. She does not mind the exhausting work of lifting heavy iron garbage cart daily. Nor does the stench of garbage, physical testament to her long working days in Kaliungu, East Denpasar, bother her.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=966



      16. Jakarta to receive grant to combat AIDS, TB, malaria

      the Jakarta Post Online, April 23, 2009

      Triwik Kurniasari , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 04/22/2009 9:13 PM | National
      The Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) will grant the Jakarta administration with US$2.2 million to help curb cases of the three diseases in the capital, governor Fauzi Bowo says.

      Fauzi said Wednesday that the administration would allocate a larger portion of the fund on the prevention of HIV and AIDS.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=965



      17. Bocah Penderita HIV AIDS Jalani Perawatan di RSU Pirngadi Medan

      Detik Com, 22 April 2009

      Khairul Ikhwan - detikNews
      Medan - Seorang bocah berusia lima tahun, diketahui menderita AIDS. Korban yang tertular dari kedua orangtuanya, hingga Rabu (22/4/2009) dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi, Jl. HM Yamin, Medan.

      Bocah tersebut, sebut saja namanya Ucok, kini dirawat secara intensif di RSU Pirngadi. Tubuhnya terlihat kurus dan kondisinya lemas. Ucok dirujuk ke rumah sakit tersebut sejak empat hari lalu, Jumat (17/4/2009), diantar EL Hutauruk, salah seorang keluarga.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=964



      18. Bocah Pengidap AIDS Diusir dari Kampung

      Pos Metro Balikpapan, 23 APril 2009

      MEDAN-Tubuhnya kurus, lemah dan mata melotot menerawang jauh. Bocah malang asal Tarutung, Hassit (5) bukan nama sebenarnya, dirawat di ruang anak kelas III RSU dr Pirngadi Medan setelah divonis mengidap penyakit HIV/AIDS.

      Keterangan bibinya, L Br Hutahuruk (60), sejak lahir hingga berumur lima tahun, Hassit tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.

      Di usia 4,5 tahun, ia sudah ditinggalkan ayahnya karena penyakit yang sama. Dan hanya berjarak 2 bulan, ibunya meninggal.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=963



      19. Bocah 5 Tahun Idap HIV/AIDS

      Koran SINDO, 22 APril 2009

      MEDAN(SI) – Tenaga medis Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan saat ini merawat bocah berusia lima tahun yang mengidap human immunodeficiency virus (HIV) dan sudah mengalami aquired immuno deficiency syndrome (AIDS) atau hilangnya kekebalan tubuh.

      Dia diduga tertular dari orangtuanya. Bocah berinisial BA tersebut diketahui sebagai warga Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tarutung. Dia menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan sejak Sabtu (18/4) lalu,sekitar pukul 02.00 WIB. BA masuk ke RSU Pirngadi Medan ditemani neneknya L br Hutahuruk, 60.Orangtuanya,LH,46 dan RS,30,telah meninggal dunia. Kondisi BA kurus, lemas, hingga berdiri pun tak bisa. Gejalanya yang terlihat membuat perawat yang menanganinya pertama kali menduga bahwa BA mengidap penyakit HIV.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=962



      20. Darah di PMI Karawang Mengandung Virus HIV/AIDS

      Surya Online, 21 April 2009

      KARAWANG - Sekitar 10 persen darah yang disumbangkan sukarelawan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), selama 2008 lalu mengandung virus HIV/AIDS.

      PMI langsung memusnahkan darah yang tercemar itu dengan cara dibakar. "Pemusnahan darahnya dilakukan di Jakarta," kata Ketua Badan Narkotika Karawang (BNK) Eli Amalia Priatna di Karawang, Selasa (21/4).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=961



      21. Penderita HIV/AIDS di Lubuklinggau 14 orang

      Waspada Online, 22 April 2009

      LUBUKLINGGAU - Pihak Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan, mengingatkan warga setempat untuk mewaspadai penyebaran HIV/AIDS, yang saat ini telah menjangkiti 14 warga daerah itu.

      Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Syahrizal, pagi tadi, mengatakan, daerah-daerah yang ditengarai sebagai pusat penyebaran penyakit tersebut antara lain kawasan lokalisasi, warung remang-remang dan lembaga pemasyarakatan (Lapas).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=960



      22. Ten housewives in Banten contract HIV/AIDS

      the Jakarta Post Online, April 20, 2009

      BANTEN: Serang General Hospital's Teratai Clinic in Banten said Sunday 10 women were recently identified as having HIV/AIDS.

      "The women are being treated so they don't spread the virus," said Edi Santoso, a doctor at the hospital, as quoted by Antara.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=957



      23. Sharon Stone launches HIV/AIDS campaign

      the Jakarta Post Online, APril 20, 2009

      JAKARTA: Actress Sharon Stone has embarked on a fundraising initiative that will help improve treatments, care and the quality of life for children living with HIV/AIDS in Asia.

      Stone is global fundraising chairperson for amfAR, one of the world’s leading nonprofit foundations for AIDS research. The initiative will support amfAR’s existing TREAT Asia (Therapeutics Research, Education and AIDS Training in Asia) Pediatric program, which was founded in 2005.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=956



      24. Terpidana mati, meninggal karena AIDS

      Harian Terbit, 20 APril 2009

      TANGERANG - Edith Yunita Sianturi,32, terpidana mati kasus kepemilikan heroin seberat 1 kg akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Dr Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, selama satu bulan.

      Edith yang selama ini ditahan di LP Wanita Tangerang meninggal akibat mengidap penyakit AIDS.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=955



      25. Dua Pelacur Idap HIV/AIDS Diburu

      Tempo Interaktif, 22 April 2009

      TEMPO Interaktif, Kediri: Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tengah memburu dua pelacur yang terinfeksi HIV/AIDS. Kedua pelacur itu beroperasi di tempat umum dan berisiko menularkan virus HIV/AIDS secara bebas.

      Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Kediri Nur Munawaroh mengatakan pelacakan kedua pelacur itu dilakukan setelah menerima laporan petugas kesehatan di Kecamatan Pare tentang catatan medis mereka. "Mereka diketahui terinfeksi saat melakukan pemeriksaan rutin enam bulanan," kata Nur Munawaroh kepada Tempo, Rabu (22/4).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=954



      26. Ibu Hamil dengan HIV/AIDS Minta Keadilan

      Kompas Online, 21 APril 2009

      BEKASI, KOMPAS.com - Seorang ibu muda dengan HIV/AIDS yang tengah hamil, E (25) mencari keadilan atas kondisi suaminya Bn (27) penderita AIDS agar bisa mendapat pengobatan rawat jalan hingga ajal menjemputnya.

      "Suami saya beratnya hanya 30 Kg dengan CD-4 tinggal 46 sementara orang normal memiliki 1.500. Ia kini terkapar tanpa bisa mendapat perawatan," ujar E, di Bekasi, Selasa


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=953


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.