Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai

Expand Messages
  • Billy N.
    halo... Wah, ini lelucon tahun baru dari orangnya SBY. Apa nggak sekalian PNS wajib lulusan Harvard? :p Selamat tahun baru. rgds Billy ...
    Message 1 of 7 , Jan 1, 2012
    • 0 Attachment
      halo...
      Wah, ini lelucon tahun baru dari orangnya SBY.
      Apa nggak sekalian PNS wajib lulusan Harvard? :p
      Selamat tahun baru.
      rgds
      Billy
      ---

      http://us.finance.detik.com/read/2012/01/01/131337/1804114/4/wajibkan-pns-toefl-600-gita-wirjawan-bakal-tak-punya-pegawai?991101mainnews
      Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai

      Rencana Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada 2012 yang akan
      mewajibkan pegawainya (PNS) harus ber-TOEFL 600 dinilai tidak wajar.
      Jika langkah ini benar-benar dilakukan maka menteri lulusan
      Universitas Harvard ini bisa-bisa tak memiliki pegawai.
      Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago
      mengatakan skor TOEFL sebesar 600 itu untuk standar PNS sangat tinggi
      sekali. Menurutnya standar TOEFL 600 biasanya standar untuk seorang
      doktor atau S3.
      "Kalau diterapkan bagi pegawainya, yang datang dari daerah bahkan
      desa, ya mana ada yang sanggup tembus standar untuk seorang doktor
      bergelar S3, bisa jadi Gita Wirjawan tidak punya pegawai," ujarnya
      kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012).
      Menurut Andrinof, jika memang ingin pegawainya ber-TOEFL 600, maka
      bisa saja hanya untuk beberapa bagian jabatan atau posisi tertentu
      saja di Kementerian Perdagangan.
      "Misalnya di bagian Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan staf yang
      berhubungan dengan pengusaha asing. pantaslah diwajibkan, kalau
      pegawainya tidak sanggup ya digeser saja ke bagian perdagangan dalam
      negeri. Atau paling tidak TOEFL 600 hanya untuk jajaran eselon I,"
      ujarnya.
      Dikatakannya untuk meningkatkan standar kualitas pegawainya, cukuplah
      bagi Gita Wirjawan untuk mewajibkan pegawainya memiliki TOEFL 525-550.
      "Kalau TOEFL 400 kan untuk anak SMA, kalau 525-550 sudah cocok lah
      bagi pegawainya untuk melek bahasa Inggris mulai dari baca, nulis dan
      percakapan, kalau 600? ya tidak realistis," terangnya.
      Andrinof sangat tegas mengkritik rencana Gita tersebut, menurutnya
      Gita terlalu menyamakan standar pribadinya dengan para pegawainya yang
      memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
      "Dia kan mulai dari kecil sudah sering bolak-balik keluar negeri,
      dapat fasilitas sekolah yang tinggi dari orang tuanya ya jangan
      disamakan dengan pegawainya yang biasa-biasa saja apalagi yang dari
      desa," ucapnya.
      "Dan kalaupun mau distandarkan TOEFL 500 lebih untuk para pegawainya,
      Gita harus menyediakan fasilitas pelatihan selama 3 (tiga) bulan, baru
      wajar kalau dia mau mewajibkan pegawainya berstandar bahasa asing
      (Inggris) tinggi," tegasnya.
      Tahun 2012, Gita berencana akan meningkatkan jumlah pegawai yang
      menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian
      skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000
      pegawai termasuk pejabat teras atas.
      Selain itu ditargetkan ada peningkatan jumlah pegawai berpendidikan S2
      dan S3 sebesar 1.500 pegawai dan pelatihan intensif di bidang yang
      terkait dengan aktivitas perdagangan dalam dan luar negeri.
    • suryana
      Huss bukan lelucon tuh, melainkan ladang utk mencari sesuap berlian, dengan ada nya target toefl setinggi itu kan bisa membuka lapangan kerja baru, akan
      Message 2 of 7 , Jan 1, 2012
      • 0 Attachment
        Huss bukan lelucon tuh, melainkan ladang utk mencari sesuap berlian, dengan
        ada nya target toefl setinggi itu kan bisa membuka lapangan kerja baru, akan
        banyak tempat kursus bahasa Inggris yg di aktreditasi dimana lulusannya
        dijamin ber toefl ( koq aku tahunya tofel yah ) 600 keatas, Pak Andrinov
        Chaniago tidak melihat celah utk mencari uang sih.

        Sebelum keduluan orang lain mendingan millis T-net buka juga kursus bahasa
        Inggris, mengenai akreditasi nya tinggal maju saja Oom YHG, biaya kursus 3
        bulan cukup 10 juta lah, jadi daritarget 1000, kita comot ajah 200 orang dan
        ijazahnya cukup dikasih nilai 602, biar kelihatan serius.
        Ada ide lain ?

        Seharusnya calon pns wajib juga berpengalaman kerja di perusahaan BUMN, jadi
        dengan mendapat pengalaman kerja di BUMN sudah bisa berdagang, bagi yg lulus
        dilanjut belajarnya ke pertokoan Tanah Abang, Kota dan sentra bisnis lainnya
        plus properti, biar tambah matang pengalamannya.

        sur.
        ----- Original Message -----
        From: "Billy N." <billy@...>


        > halo...
        > Wah, ini lelucon tahun baru dari orangnya SBY.
        > Apa nggak sekalian PNS wajib lulusan Harvard? :p
        > Selamat tahun baru.
        > rgds
        > Billy
        > ---
        >
        > http://us.finance.detik.com/read/2012/01/01/131337/1804114/4/wajibkan-pns-toefl-600-gita-wirjawan-bakal-tak-punya-pegawai?991101mainnews
        > Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai
        >
        > Rencana Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada 2012 yang akan
        > mewajibkan pegawainya (PNS) harus ber-TOEFL 600 dinilai tidak wajar.
        > Jika langkah ini benar-benar dilakukan maka menteri lulusan
        > Universitas Harvard ini bisa-bisa tak memiliki pegawai.
        > Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago
        > mengatakan skor TOEFL sebesar 600 itu untuk standar PNS sangat tinggi
        > sekali. Menurutnya standar TOEFL 600 biasanya standar untuk seorang
        > doktor atau S3.
        > "Kalau diterapkan bagi pegawainya, yang datang dari daerah bahkan
        > desa, ya mana ada yang sanggup tembus standar untuk seorang doktor
        > bergelar S3, bisa jadi Gita Wirjawan tidak punya pegawai," ujarnya
        > kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012).
        > Menurut Andrinof, jika memang ingin pegawainya ber-TOEFL 600, maka
        > bisa saja hanya untuk beberapa bagian jabatan atau posisi tertentu
        > saja di Kementerian Perdagangan.
        > "Misalnya di bagian Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan staf yang
        > berhubungan dengan pengusaha asing. pantaslah diwajibkan, kalau
        > pegawainya tidak sanggup ya digeser saja ke bagian perdagangan dalam
        > negeri. Atau paling tidak TOEFL 600 hanya untuk jajaran eselon I,"
        > ujarnya.
        > Dikatakannya untuk meningkatkan standar kualitas pegawainya, cukuplah
        > bagi Gita Wirjawan untuk mewajibkan pegawainya memiliki TOEFL 525-550.
        > "Kalau TOEFL 400 kan untuk anak SMA, kalau 525-550 sudah cocok lah
        > bagi pegawainya untuk melek bahasa Inggris mulai dari baca, nulis dan
        > percakapan, kalau 600? ya tidak realistis," terangnya.
        > Andrinof sangat tegas mengkritik rencana Gita tersebut, menurutnya
        > Gita terlalu menyamakan standar pribadinya dengan para pegawainya yang
        > memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
        > "Dia kan mulai dari kecil sudah sering bolak-balik keluar negeri,
        > dapat fasilitas sekolah yang tinggi dari orang tuanya ya jangan
        > disamakan dengan pegawainya yang biasa-biasa saja apalagi yang dari
        > desa," ucapnya.
        > "Dan kalaupun mau distandarkan TOEFL 500 lebih untuk para pegawainya,
        > Gita harus menyediakan fasilitas pelatihan selama 3 (tiga) bulan, baru
        > wajar kalau dia mau mewajibkan pegawainya berstandar bahasa asing
        > (Inggris) tinggi," tegasnya.
        > Tahun 2012, Gita berencana akan meningkatkan jumlah pegawai yang
        > menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian
        > skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000
        > pegawai termasuk pejabat teras atas.
        > Selain itu ditargetkan ada peningkatan jumlah pegawai berpendidikan S2
        > dan S3 sebesar 1.500 pegawai dan pelatihan intensif di bidang yang
        > terkait dengan aktivitas perdagangan dalam dan luar negeri.
      • JT
        Sebelum wajib test TOEFL (Test of English as a Foreign Languange) dengan score minimal 600, lebih baik test TOIFL (Test of Indonesian as a Foreign Languange)
        Message 3 of 7 , Jan 1, 2012
        • 0 Attachment
          Sebelum wajib test TOEFL (Test of English as a Foreign Languange) dengan score minimal 600, lebih baik test TOIFL (Test of Indonesian as a Foreign Languange) dulu aja, termasuk bapak Menterinya, bisa kagak tuh dapat score 600. Banyak orang yang Inggrisnya bagus karena lama tinggal di luar negeri, ngomong Inggris cas-cis-cus, tapi disuruh nulis surat dalam bahasa Indonesia amburadul. Ngomong bahasa Indonesia campur aduk sama Inggris, seolah-olah sudah lupa bahasa Indonesia. Orang asing berbahasa Indonesia akan berusaha sebanyak mungkin memasukkan kata2 bahasa Indonesia yang dia tahu, tapi orang2 Indonesia berbahasa Indonesia akan berusaha sebanyak mungkin memasukkan kata2 bahasa Inggris yang dia tahu. Belum lagi penggunaan awalan akhiran dan sisipan yang tidak pada tempatnya.

          Ngomong2 negara kita ini apakah negara persemakmuran Inggris atau negara bagian Amerika? Kok bapak Menteri bikin aturan yang mboten2? Kalau bikin aturan bahwa PNS harus bisa berbahasa Indonesia dengan baik, dengan score ala TOEFL minimal harus 600, itu harus dipuji.
          Tapi kalau PNS Indonesia minimal harus mempunyai score TOEFL 600 sih yang bener aja. Terus apa pegawai rendahan juga harus punya TOEFL 600? Untuk ngomong sama siapa? Sekedar info, kita yang orang Indonesia, yang setiap hari ngomong bahasa Indonesia, nulis dalam bahasa Indonesia, kalau di test Bahasa Indonesia ala TOEFL, belum tentu 50% nya bisa mendapat score lebih dari 600, bahkan yang sarjana sekalipun. Jangan heran kalu orang Amerika, Australia, New Zealand, Inggris, dll negara2 berbahasa Inggris, kalau bahasa Inggrisnya di test TOEFL, juga belum tentu 50% nya bisa mendapat score 600.

          Salam
          JT


          --------------


          --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "suryana" <gsuryana@...> wrote:
          >
          > Huss bukan lelucon tuh, melainkan ladang utk mencari sesuap berlian, dengan
          > ada nya target toefl setinggi itu kan bisa membuka lapangan kerja baru, akan
          > banyak tempat kursus bahasa Inggris yg di aktreditasi dimana lulusannya
          > dijamin ber toefl ( koq aku tahunya tofel yah ) 600 keatas, Pak Andrinov
          > Chaniago tidak melihat celah utk mencari uang sih.
          >
          > Sebelum keduluan orang lain mendingan millis T-net buka juga kursus bahasa
          > Inggris, mengenai akreditasi nya tinggal maju saja Oom YHG, biaya kursus 3
          > bulan cukup 10 juta lah, jadi daritarget 1000, kita comot ajah 200 orang dan
          > ijazahnya cukup dikasih nilai 602, biar kelihatan serius.
          > Ada ide lain ?
          >
          > Seharusnya calon pns wajib juga berpengalaman kerja di perusahaan BUMN, jadi
          > dengan mendapat pengalaman kerja di BUMN sudah bisa berdagang, bagi yg lulus
          > dilanjut belajarnya ke pertokoan Tanah Abang, Kota dan sentra bisnis lainnya
          > plus properti, biar tambah matang pengalamannya.
          >
          > sur.
          > ----- Original Message -----
          > From: "Billy N." <billy@...>
          >
          >
          > > halo...
          > > Wah, ini lelucon tahun baru dari orangnya SBY.
          > > Apa nggak sekalian PNS wajib lulusan Harvard? :p
          > > Selamat tahun baru.
          > > rgds
          > > Billy
          > > ---
          > >
          > > http://us.finance.detik.com/read/2012/01/01/131337/1804114/4/wajibkan-pns-toefl-600-gita-wirjawan-bakal-tak-punya-pegawai?991101mainnews
          > > Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai
          > >
          > > Rencana Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada 2012 yang akan
          > > mewajibkan pegawainya (PNS) harus ber-TOEFL 600 dinilai tidak wajar.
          > > Jika langkah ini benar-benar dilakukan maka menteri lulusan
          > > Universitas Harvard ini bisa-bisa tak memiliki pegawai.
          > > Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago
          > > mengatakan skor TOEFL sebesar 600 itu untuk standar PNS sangat tinggi
          > > sekali. Menurutnya standar TOEFL 600 biasanya standar untuk seorang
          > > doktor atau S3.
          > > "Kalau diterapkan bagi pegawainya, yang datang dari daerah bahkan
          > > desa, ya mana ada yang sanggup tembus standar untuk seorang doktor
          > > bergelar S3, bisa jadi Gita Wirjawan tidak punya pegawai," ujarnya
          > > kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012).
          > > Menurut Andrinof, jika memang ingin pegawainya ber-TOEFL 600, maka
          > > bisa saja hanya untuk beberapa bagian jabatan atau posisi tertentu
          > > saja di Kementerian Perdagangan.
          > > "Misalnya di bagian Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan staf yang
          > > berhubungan dengan pengusaha asing. pantaslah diwajibkan, kalau
          > > pegawainya tidak sanggup ya digeser saja ke bagian perdagangan dalam
          > > negeri. Atau paling tidak TOEFL 600 hanya untuk jajaran eselon I,"
          > > ujarnya.
          > > Dikatakannya untuk meningkatkan standar kualitas pegawainya, cukuplah
          > > bagi Gita Wirjawan untuk mewajibkan pegawainya memiliki TOEFL 525-550.
          > > "Kalau TOEFL 400 kan untuk anak SMA, kalau 525-550 sudah cocok lah
          > > bagi pegawainya untuk melek bahasa Inggris mulai dari baca, nulis dan
          > > percakapan, kalau 600? ya tidak realistis," terangnya.
          > > Andrinof sangat tegas mengkritik rencana Gita tersebut, menurutnya
          > > Gita terlalu menyamakan standar pribadinya dengan para pegawainya yang
          > > memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
          > > "Dia kan mulai dari kecil sudah sering bolak-balik keluar negeri,
          > > dapat fasilitas sekolah yang tinggi dari orang tuanya ya jangan
          > > disamakan dengan pegawainya yang biasa-biasa saja apalagi yang dari
          > > desa," ucapnya.
          > > "Dan kalaupun mau distandarkan TOEFL 500 lebih untuk para pegawainya,
          > > Gita harus menyediakan fasilitas pelatihan selama 3 (tiga) bulan, baru
          > > wajar kalau dia mau mewajibkan pegawainya berstandar bahasa asing
          > > (Inggris) tinggi," tegasnya.
          > > Tahun 2012, Gita berencana akan meningkatkan jumlah pegawai yang
          > > menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian
          > > skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000
          > > pegawai termasuk pejabat teras atas.
          > > Selain itu ditargetkan ada peningkatan jumlah pegawai berpendidikan S2
          > > dan S3 sebesar 1.500 pegawai dan pelatihan intensif di bidang yang
          > > terkait dengan aktivitas perdagangan dalam dan luar negeri.
          >
        • iqbalsantoso
          ... Benar sekali. Dulu guru bhs Inggeris saya orang Amerika bergelar MA dia iseng-iseng test TOEFL dapat nilai 625. Itu nilai yang didapat oleh orang yang
          Message 4 of 7 , Jan 1, 2012
          • 0 Attachment
            --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "JT" <jt2x00@...> wrote:
            >Jangan heran kalu orang Amerika, Australia, New Zealand, Inggris, dll negara2 berbahasa Inggris, kalau bahasa Inggrisnya di test TOEFL, juga belum tentu 50% nya bisa mendapat score 600.
            >
            > Salam
            > JT

            Benar sekali. Dulu guru bhs Inggeris saya orang Amerika bergelar MA dia iseng-iseng test TOEFL dapat nilai 625. Itu nilai yang didapat oleh orang yang berpendidikan cukup tinggi dan senang membaca jadi memiliki vocabulary yang baik. Orang awam yang biasanya lebih senang menonton televisi daripada membaca buku tentu nilainya jauh lebih rendah dari itu. Apalagi untuk bagian test menulis.

            Lagipula setahu saya test TOEFL sistem penilaiannya sekarang bukan seperti score 500, 600 dst tetapi 250, 275 dst. Pak Menteri mungkin kurang up-to-date. Masih berpikir seperti jamannya dia kuliah dulu.

            Juga mungkin karena ada pengaruh pendidikan jaman Belanda/Eropa yang cenderung menghasilkan orang-orang bermental paper-chaser (pemburu kertas ijazah) perusahaan Indonesia terutama yang lokal senang menggunakan 'test psikologi' untuk menyaring pegawai kerja. Lebih senang menggunakan kriteria hasil test yang sekali saja daripada menggunakan kriteria seperti track record prestasi dll.
          • sarah_serena2002@yahoo.com
            Teman sya waktu dikuliah s2 ui katanya score toeflnya 600, tapi anehnya mata kuliah bahasa inggris hukum harus ulang kali, jadinya ndak menjamin juga yah tes
            Message 5 of 7 , Jan 2, 2012
            • 0 Attachment
              Teman sya waktu dikuliah s2 ui katanya score toeflnya 600, tapi anehnya mata kuliah bahasa inggris hukum harus ulang kali, jadinya ndak menjamin juga yah tes itu.
              Sent from my BlackBerry�
              powered by Sinyal Kuat INDOSAT

              -----Original Message-----
              From: "iqbalsantoso" <iqbalsantoso@...>
              Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
              Date: Mon, 02 Jan 2012 07:44:45
              To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
              Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
              Subject: [t-net] Re: Fwd: Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai

              --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "JT" <jt2x00@...> wrote:
              >Jangan heran kalu orang Amerika, Australia, New Zealand, Inggris, dll negara2 berbahasa Inggris, kalau bahasa Inggrisnya di test TOEFL, juga belum tentu 50% nya bisa mendapat score 600.
              >
              > Salam
              > JT

              Benar sekali. Dulu guru bhs Inggeris saya orang Amerika bergelar MA dia iseng-iseng test TOEFL dapat nilai 625. Itu nilai yang didapat oleh orang yang berpendidikan cukup tinggi dan senang membaca jadi memiliki vocabulary yang baik. Orang awam yang biasanya lebih senang menonton televisi daripada membaca buku tentu nilainya jauh lebih rendah dari itu. Apalagi untuk bagian test menulis.

              Lagipula setahu saya test TOEFL sistem penilaiannya sekarang bukan seperti score 500, 600 dst tetapi 250, 275 dst. Pak Menteri mungkin kurang up-to-date. Masih berpikir seperti jamannya dia kuliah dulu.

              Juga mungkin karena ada pengaruh pendidikan jaman Belanda/Eropa yang cenderung menghasilkan orang-orang bermental paper-chaser (pemburu kertas ijazah) perusahaan Indonesia terutama yang lokal senang menggunakan 'test psikologi' untuk menyaring pegawai kerja. Lebih senang menggunakan kriteria hasil test yang sekali saja daripada menggunakan kriteria seperti track record prestasi dll.





              [Non-text portions of this message have been removed]
            • JT
              Kejadian seperti ini tidak aneh, karena jawaban test TOEFL dengan multyple choices, jawaban A, B, C dan D akan sama banyak. Oleh karena itu dalam mengikuti
              Message 6 of 7 , Jan 2, 2012
              • 0 Attachment
                Kejadian seperti ini tidak aneh, karena jawaban test TOEFL dengan multyple choices, jawaban A, B, C dan D akan sama banyak. Oleh karena itu dalam mengikuti test TOEFL, jawablah soal yang bisa anda jawab sebagaimana mestinya, dan soal yang tidak bisa anda jawab semua dijawab sama (A semua, B semua, C semua, atau D semua), sehingga jawaban anda 25% nya akan benar. Dengan demikian anda akan mendapat nilai extra sebanyak 25% dari soal yang tidak anda jawab tsb, berarti nilai TOEFL anda akan lebih tinggi dari kemampuan yang sebenarnya.

                Dalam kasus yang bung Iqbal ceritakan, mungkin guru tsb menjawab secara jujur apa adanya, sehingga nilai dia adalah nilai murni. Kalau dia menjawab dengan memakai trick seperti di atas, mungkin nilainya bisa lebih tinggi lagi.

                Salam
                JT


                -------------------



                --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, sarah_serena2002@... wrote:
                >
                > Teman sya waktu dikuliah s2 ui katanya score toeflnya 600, tapi anehnya mata kuliah bahasa inggris hukum harus ulang kali, jadinya ndak menjamin juga yah tes itu.
                > Sent from my BlackBerry®
                > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
                >
                > -----Original Message-----
                > From: "iqbalsantoso" <iqbalsantoso@...>
                > Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
                > Date: Mon, 02 Jan 2012 07:44:45
                > To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
                > Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                > Subject: [t-net] Re: Fwd: Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai
                >
                > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "JT" <jt2x00@> wrote:
                > >Jangan heran kalu orang Amerika, Australia, New Zealand, Inggris, dll negara2 berbahasa Inggris, kalau bahasa Inggrisnya di test TOEFL, juga belum tentu 50% nya bisa mendapat score 600.
                > >
                > > Salam
                > > JT
                >
                > Benar sekali. Dulu guru bhs Inggeris saya orang Amerika bergelar MA dia iseng-iseng test TOEFL dapat nilai 625. Itu nilai yang didapat oleh orang yang berpendidikan cukup tinggi dan senang membaca jadi memiliki vocabulary yang baik. Orang awam yang biasanya lebih senang menonton televisi daripada membaca buku tentu nilainya jauh lebih rendah dari itu. Apalagi untuk bagian test menulis.
                >
                > Lagipula setahu saya test TOEFL sistem penilaiannya sekarang bukan seperti score 500, 600 dst tetapi 250, 275 dst. Pak Menteri mungkin kurang up-to-date. Masih berpikir seperti jamannya dia kuliah dulu.
                >
                > Juga mungkin karena ada pengaruh pendidikan jaman Belanda/Eropa yang cenderung menghasilkan orang-orang bermental paper-chaser (pemburu kertas ijazah) perusahaan Indonesia terutama yang lokal senang menggunakan 'test psikologi' untuk menyaring pegawai kerja. Lebih senang menggunakan kriteria hasil test yang sekali saja daripada menggunakan kriteria seperti track record prestasi dll.
                >
                >
                >
                >
                >
                > [Non-text portions of this message have been removed]
                >
              • liman_pap@yahoo.com
                Yang diucapkan wajib TOEFL 600, yang tersirat adalah moratorium penerimaan PNS jika tidak capai TOEFL 600 atau tingkatkan kualitas diri kali.... Sent from
                Message 7 of 7 , Jan 2, 2012
                • 0 Attachment
                  Yang diucapkan wajib TOEFL 600, yang tersirat adalah moratorium penerimaan PNS jika tidak capai TOEFL 600 atau tingkatkan kualitas diri kali....



                  Sent from BlackBerry® on 3

                  -----Original Message-----
                  From: sarah_serena2002@...
                  Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
                  Date: Mon, 2 Jan 2012 08:07:15
                  To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
                  Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                  Subject: Re: [t-net] Re: Fwd: Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai

                  Teman sya waktu dikuliah s2 ui katanya score toeflnya 600, tapi anehnya mata kuliah bahasa inggris hukum harus ulang kali, jadinya ndak menjamin juga yah tes itu.
                  Sent from my BlackBerry®
                  powered by Sinyal Kuat INDOSAT

                  -----Original Message-----
                  From: "iqbalsantoso" <iqbalsantoso@...>
                  Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
                  Date: Mon, 02 Jan 2012 07:44:45
                  To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
                  Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                  Subject: [t-net] Re: Fwd: Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai

                  --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "JT" <jt2x00@...> wrote:
                  >Jangan heran kalu orang Amerika, Australia, New Zealand, Inggris, dll negara2 berbahasa Inggris, kalau bahasa Inggrisnya di test TOEFL, juga belum tentu 50% nya bisa mendapat score 600.
                  >
                  > Salam
                  > JT

                  Benar sekali. Dulu guru bhs Inggeris saya orang Amerika bergelar MA dia iseng-iseng test TOEFL dapat nilai 625. Itu nilai yang didapat oleh orang yang berpendidikan cukup tinggi dan senang membaca jadi memiliki vocabulary yang baik. Orang awam yang biasanya lebih senang menonton televisi daripada membaca buku tentu nilainya jauh lebih rendah dari itu. Apalagi untuk bagian test menulis.

                  Lagipula setahu saya test TOEFL sistem penilaiannya sekarang bukan seperti score 500, 600 dst tetapi 250, 275 dst. Pak Menteri mungkin kurang up-to-date. Masih berpikir seperti jamannya dia kuliah dulu.

                  Juga mungkin karena ada pengaruh pendidikan jaman Belanda/Eropa yang cenderung menghasilkan orang-orang bermental paper-chaser (pemburu kertas ijazah) perusahaan Indonesia terutama yang lokal senang menggunakan 'test psikologi' untuk menyaring pegawai kerja. Lebih senang menggunakan kriteria hasil test yang sekali saja daripada menggunakan kriteria seperti track record prestasi dll.





                  [Non-text portions of this message have been removed]



                  ------------------------------------

                  Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni

                  # Mohon selalu berbahasa santun dan sopan, kunjungi rumah kita di http://tionghoa-net.blogspot.com #

                  # Isi tulisan merupakan tanggung jawab penuh masing-masing penulis atau member yang memposting tulisan dalam milis Tionghoa-Net #

                  Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com
                  Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com

                  Yahoo! Groups Links
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.