Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [GELORA45] Gejolak di Papua Karena Lunturnya Wawasan Kabangsaan

Expand Messages
  • Harry Adinegara
    Beberapa tahun lalu sewaktu masih hangat2nya pertikaian pemerintah pusat RI  melawan GAM, era Orba, ditanyangkan suatu ulasan di TV sini, soal perjoangan
    Message 1 of 1 , Nov 1, 2011
    • 0 Attachment
      Beberapa tahun lalu sewaktu masih hangat2nya pertikaian pemerintah pusat RI  melawan GAM, era Orba,
      ditanyangkan suatu ulasan di TV sini, soal perjoangan rakyat Aceh melawan pemerintah pusat RI.
       
      Ada satu dokter Aceh yang sudah ber-umur sempat mengatakan bahwa penjajah Belanda sekalipun,  tidak bertindak
      sekejam TNI  semasa mereka mengalami DOM  terhadap penduduk Aceh.
       
      Demikian juga sepertinya TNI melakukan tindak melanggar HAM di Papua. Celaka bagi propinsi (daerah) yang
      punya SDA, apalagi ada kerja sama dengan kekuatan luar yang meng-eksploit kekayaan tanah Papua.
       
      Jadi bila memisahkan diri dari NKRI sebetulnya adalah niat yang baik, tapi apa ngak ada baiknya diambil jalan
      tengah misalnya seperti RRT yang memberikan kuasa luas ke Hongkong dan Macao untuk me-manage daerahnya
      sesuai dengan keperluan daerah ?begitu pemerintah pusat bisa meninggalkan daerah Papua dan menyerahkan
      pemerintah kepada rakyat Papua?
       
      Harry Adinegara


      ________________________________
      From: Sunny <ambon@...>
      To: Undisclosed-Recipient@...
      Sent: Tuesday, 1 November 2011 10:36 PM
      Subject: [GELORA45] Gejolak di Papua Karena Lunturnya Wawasan Kabangsaan


       
      Refl: Bagaimana tidak akan luntur kalau yang berkuasa bertindak sebagai penjajah dan malah lebih buruk lagi, jadi ibaratnya seperti  terlukis pada ucapan : “Semut yang diinjak pun bisa mengigit.
       
      http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=4286
       
      Senin, 31 Oktober 2011 , 17:51:00
       
       
      Gejolak di Papua Karena Lunturnya Wawasan Kabangsaan


      Ketua KNPI Pusat Akan Turun ke Papua
      JAYAPURA-Terpilihnya Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Sehat (MPP GPS), Taufan Eko Nugroho Rotarasiko sebagai Ketua DPP  Dewan Pimpinan  Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia pada Kongres pemuda XIII di Jakarta pada Sabtu, (30/10) akhir pekan lalu, mendapat sambutan hangat dari para organisasi kepemudaan di Provinsi Papua.  Diantarannya, DPD AMPI Papua, MPW Provinsi Papua, dan MPD MPS Kota Jayapura, Corps Yudha Putra Pemuda Panca Marga Provinsi Papua, PD Pemuda Pancamarga Provinsi Papua, DPD HPPI Provinsi Papua, Batko HMI Papua, HMI Kabupaten Sorong dan HMI Kabupaten Merauke.
        Secara umum, mereka menyampaikan dukungan penuh dan siap mensukseskan program kegiatan kepengurusan DPP KNPI periode 2011-2014. Namun diharapkan, ketua DPP KNPI yang baru mampu membawa perubahan positif dalam membina dan mendidik generasi pemuda Indonesia. Terutama pemuda di Papua yang banyak terlibat dan salah arah jalan dalam gerakan-gerakannya yang pada akhirnya tindakannya itu mengancam stabilitas Negara dan membuat kenyamanan rakyat terganggu.   Wakil Ketua  MPW Gerakan Pemuda Sehat Provinsi Papua, yang juga  selaku Komandan Denma Corps Yudha Putra Pemuda Panca Marga Provinsi Papua, Drs.M.Rusdianto Abu,M.Si, mengatakan, dengan terpilihnya  Taufan Eko Nugroho Rotarasiko sebagai Ketua DPP  Dewan Pimpinan  Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia, kedepannya dapat mempersatukan pemuda dan mampu mengarsitek pemuda Indonesia yang profesional, yang unggul dan berkualitas dalam segala aspek kehidupan.  Lebih dari itu menjadikan pemuda
      Indonesia sebagai pemuda yang tangguh yang menjadi motor penggerak pembangunan di Indonesia dan di daerah khususnya. Dengan kata lain, semangat Sumpah Pemuda yang dicetuskan Budi Utomo harus dijadikan dasar dalam membangun Pemuda Indonesia.

          “Kami harapkan ada pemuda pada OKP di Tanah Papua dapat duduk dalam jabatan strategis di DPP KNPI, sebagai representatif (Perwakilan) pemuda di Tanah Papua. Kami akan buat syukuran atas terpilihnya Bung Taufan Eko Nugroho Rotarasiko itu,” ungkapnya dalam keterangan persnya kepada wartawan di D’Green Hotel Tanah Hitam Abepura, Sabtu, (29/10).
         Diharapkan pula, DPP KNPI dapat menjadi mitra pemerintah untuk menjadi perekat anak bangsa dalam menyatukan pemuda Indonesia demi membangun bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini, menjadi pemuda yang bermoral dan berklak mulia.

        Ditempat yang sama, Sekretaris Pemuda Panca Marga Provinsi Papua, Berth Steve Wairara, menandaskan, ketua yang baru harus mampu melihat persoalan pemuda di tanah Papua, yang mana dalam perjalanan Papua dalam kerangka otonomi khusus ini, banyak bermunculan organisasi pemuda, yang kenyataannya kebanyakan terlibat dalam kegiatan politik praktis yang akhirnya menyebabkan munculnya berbagai gesekan-gesekan politik yang akhirnya merugikan para pemuda itu sendiri. Sebagaimana dapat dilihat berbagai persoalan yang terjadi di Papua ini
          Sementara itu,  Taufan Eko Nugroho Rotarasiko, menyampaikan, dirinya akan turun ke Tanah Papua untuk melihat langsung persoalan-persoalan pemuda itu seperti apa, apalagi telah ada masukan-masukan dari pemuda/I di Provinsi Papua dan Papua Barat.

        Dirinya berjanji bahwa akan memberikan masukan-masukan sebagai solusi untuk bagaimana membina generasi muda di tanah Papua, termasuk bagaimana mencari solusi yang tepat untuk turut selain mengatasi persoalan pemuda itu sendiri maupun persoalan masyarakat di tanah Papua.  “Saya akan memberikan solusi terbaik, supaya pemuda dan masyarakat Papua terbina, dan terdidik dengan baik, semakin berprestasi dan semakin mampu membangun daerahnya masing-masing,” katanya. Ditambahkannya, dirinya akan koordinasi dengan departemen terkait dan pimpinan organisasi kemasyarakatan terkait, untuk bersama-sama memecahkan permasalahan yang ada untuk membangun Papua menuju Papua yang damai, aman, dan tentram.


        Sementara itu, memperingati hari Sumpah pemuda 28 Oktober Di Papua, salah satu kegiatan yang dilakukan yakni Dialog dua arah di TVMP. Acara ini menghadirkan nara sumber atau pembicara  Deputi Pemberdayaan Pemuda Drs. Chandra Bhakti, tokoh pemberdayaan Pemuda Papua DR. Tonny Wanggai dan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Papua Andi M Latif. Dialog dilakukan pada  Minggu (30/10) pukul 21.00 Wit, malam.  Chandra Bhakti menjelaskan, bahwa acara ini merupakan dialog tentang Ulang Tahunnya Sumpah Pemuda yang ke 83. Dengan Topik Pemuda Sebagai Anak Bangsa. Yang mana bahwa dialog ini merupakan program Menpora, untuk dilakukan di 33 Provinsi di Indonesia.   “Selain dialog ini dilakukan, bahwa Menpora juga melakukan kegiatan Seni Budaya, olahraga dan banyak kegiatan lainnya. Yang mana juga kami mengatakan bahwa bulan Oktober ini adalah bulan anak muda di Indonesia,” terangnya kepada Cenderawasih Pos usai melakukan dialog.
      Yang mana target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah para pemuda bisa memiliki iman dan takwa serta berahklak mulia dan juga mengerti akan sejarah yang dilakukan oleh para pemuda terdahulu, serta  pemuda juga bisa memiliki jiwa ke pemiminan berwira swasta, yang nantinya jiwa kepemimpinan ini akan menjadi pelopor untuk melakukan pembangunan di Indonesia khusunya di Papua,” jelasnya.  Saat disinggung dimata Menpora tentang keberadaan pemuda di Papua ini ? Chandra menyatakan bahwa pemuda di Papua ini tidak jauh dnegan pemuda yang ada di luar Provinsi Papua. “Banyak kita lihat dari Papua ini yang berprestasi baik dari pendidikan dan juga olagraganya,” katanya.


        Dan Menpora sendiri, lanjutnya merupakan tempat pelayanan ke pemudaan. Kini Menpora telah melakukan program Indeks pembangunan pemuda, yang mana nantinya bisa melihat Indeks pembangunan manusia. “Yang kini bahwa Indonesia memiliki pringkat 111 dari 183. Nilai ini harus didorong untuk menurun, bayangin aja kita itu dibawah palestina, padahal negaranya selalu bergejolak apa lagi negara lain seperti Singapure yang dibawah 100,” ungkapnya. Sementara itu tokoh pemberdayaan Pemuda Papua DR. Tonny Wanggai menyampaikan bahwa acara dialog ini merupakan peringatan HUT Sumpah Pemuda di Indonesia. Dengan harapan dari dialog ini pemuda bisa sadar untuk mengingat sejarah-sejarah  beridirnya bangsa Indonesia.   Kemudian pemuda juga bisa memiliki nilai-nilai Pancasila serta pemuda juga bisa memiliki pendidikan yang baik hingga sampai ke pendidikan setinggi mungkin.   Sedangkan Ketua KAMMI daerah Papua Andi M Latif menyampaikan bagaimana generasi Indonesia ke
      depan. Mengingat dengan jaman yang saat ini para pemuda banyak yang terjerumus ke lingkungan yang buruk, sehingga melupakan sejarah berdirinya Indonesia.


      “Jika sampai melupakan sejarah beridirnya Indonesia, pasti tentunya pembangunan di Indonesia pasti akan terhambat atau Indonesia akan tetap negara yang tertinggal, khusunya Papua,” jelasnya.
        Maka dari itu tentu Indonesia khususnya Papua harus memiliki pemuda yang memiliki pendidikan yang berkualitas atau SDM. Terlebih mengingat rasa kecintaan terhadap Indonesia, sebab dilihat dari sejarah bahwa selama ini pemudalah yang memiliki peran dalam membangun suatu negara


      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.