Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: Tarif Rendah Penyebab Angkutan di Jakarta Buruk

Expand Messages
  • Billy N.
    halo Pak Alex Mekanisme pajak bukan seperti itu. Tolong bisa dibuka definisinya pajak. Kalau pajak dari sektor transportasi otomatis harus untuk transportasi
    Message 1 of 14 , Jul 1, 2011
      halo Pak Alex
      Mekanisme pajak bukan seperti itu. Tolong bisa dibuka definisinya pajak. Kalau pajak dari sektor transportasi otomatis harus untuk transportasi maka contoh di Jabar nggak akan ada jalan yang bolong karena penerimaan pajak kendaraan di atas Rp 1 triliun, biaya pembangunan & pemeliharaan jalan hanya sekitar Rp 500 miliar.
      Sedikit OOT, itu sebabnya ada wacana pengurangan PNS, karena APBN/APBD kita dibuat berat oleh menggaji PNS yang justru sebagian besar staf administratif, padahal yang lebih banyak dibutuhkan itu staf teknis macam guru, tenaga kesehatan, & sejenisnya. Gaji staf teknis pun jadi sulit dibuat menarik karena kurangnya anggaran.
      Di Indonesia, disuruh bayar pajak (terutama penghasilan) itu paling susah, nggak heran paling gampang tarik retribusi yang rakyat bisa nikmati langsung. Jadinya negara itu seperti berdagang dengan rakyatnya.
      Contoh, busway buat yang menengah atas agar mau pakai transportasi publik, agak mahal retribusinya nggak masalah yang penting nyaman. Keuntungannya bisa buat subsidi bus reguler non AC yang justru jangan dihapus. Ini sekadar wacana.
      rgds
      Billy

      --- "F Alexander FW" wrote:
      > Jangan bilang negara. Tidak memilik uang untuk itu, coba tengok berapa pendapatan pemda dari pajak kendaraan motor dan mobil yg jumlahnya 2000unit perhari. Yg ada pajak kendaraan dari kelas menengah atas harus di paksa membayar pajak lebih tinggi untuk memberikan subsidi bagi penumpang busway, atau pake system barter dng produsen mobil, jual 10unit bayar dng 1 unit busway buat negara misalnya
      > Pajak kendaraan adalah salah satu instrumen bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dan transportsi public bukan sektor mencari keuntungan sebesar2 nya.
    • krokkop@yahoo.com
      Saya juga pernah punya pengalaman naik bus dari Merak ke Jakarta malam hari pak lik,sengaja pilih yang VIP,bayarnya hampir doble dibanding reguler Bisnya
      Message 2 of 14 , Jul 1, 2011
        Saya juga pernah punya pengalaman naik bus dari Merak ke Jakarta malam hari pak lik,sengaja pilih yang VIP,bayarnya hampir doble dibanding reguler
        Bisnya bagus,tapi apa yang terjadi disetiap kota?ada tukang ngamen.yang bawa tape recorder yang diputar keras2 sambil mintain duit pada penumpang,yang lebih parah lagi ada yang minta sumbangan sambil bawa buku,kalau penumpang yang disamperin tidur di colek2 biar bangun, rupanya awak bis tidak berani menegur mereka sepertinya merupakan sindikat dan bis setiap hari lewat sana.
        Ini satu bukti bayar mahal belum tentu dijamin nyaman kan pak lik?

        Nuwun sewu
        Singo.
        Powered by Telkomsel BlackBerry�

        -----Original Message-----
        From: "Billy N." <billy@...>
        Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
        Date: Fri, 01 Jul 2011 06:54:11
        To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
        Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
        Subject: [t-net] Re: Tarif Rendah Penyebab Angkutan di Jakarta Buruk

        halo Pak Singo
        Ayam dulu atau telur dulu? Duit operasional pas-pasan disuruh memberi pelayanan baik, ya kita nggak adil lah. Maka naikkan dulu tarifnya, maka kita bisa meminta pelayanan lebih baik.
        Kata teman yang sering iseng perhatikan hal-hal kecil, dia ngomong: dengan tarif busway yang nggak bulat, bisnis/ongkos tukar recehnya saja sudah jadi duit.
        rgds
        Billy

        --- krokkop wrote:
        > Emang pak lik yakin kalau tarif busway jadi goceng pelayanannya jadi baik?.Ini jakarta pak lik bukan perth.




        [Non-text portions of this message have been removed]
      • F Alexander FW
        Berdasar Laporan dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bahwa telah terjadi peningkatan penumpang busway Transjakarta dalam Laporan Keterangan
        Message 3 of 14 , Jul 1, 2011
          Berdasar Laporan dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bahwa telah terjadi peningkatan penumpang busway Transjakarta dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Tahun 2010 dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

          Pada tahun 2009 : 83,2 juta penumpang pada dan
          Pada tahun 2010 menjadi :86,9 juta

          Fauzi tidak memungkiri kenaikan jumlah penumpang itu sebagian besar adalah karena dioperasikannya dua koridor baru sepanjang 2010 yakni koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Cililitan- Tanjung Priok) sehingga total busway yang beroperasi menjadi 10 koridor.

          Namun BLU Transjakarta juga melakukan perbaikan bagi koridor-koridor lainnya termasuk penambahan armada untuk menambah daya tampung penumpang yang ada.

          Pada tahun 2010 Pemprov DKI telah melakukan
          penambahan 94 unit baru armada busway yang
          terdiri atas 25 bus gandeng
          dan 69 bus single sehingga
          total armada busway yang beroperasi di sepuluh koridor adalah "524 bus".

          "Disamping itu, dilakukan pula sterilisasi jalur, pembangunan portal, penyempurnaan marka, serta peningkaan, pemeliharaan dan perbaikan fasilitas pendukung busway lainnya di koridor yang telah ada," papar Fauzi.

          Gubernur juga menyampaikan perkembangan mengenai pembangunan moda transportasi lainnya seperti Mass Rapid Transit (MRT) dimana telah dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan koridor pertama Lebak Bulus- Bunderan HI. Selain itu, selama 2010 juga telah diselesaikan penyusunan Desain Teknik Dasar dan telah dilakukan pula persiapan tender internasional untuk asistensi teknis yang dilaksanakan oleh PT MRT Jakarta dan Management Consulting Services yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI.

          Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan DPRD DKI mendukung langkah penataan dan pembenahan transportasi di DKI Jakarta yang menggunakan sistem pola transportasi makro (PTM) dan meminta Gubernur DKI lebih serius lagi melakukan pembangunan moda transportasi yang menjadi agenda pembangunan tahun 2011 antara lain MRT, pembangunan busway Koridor XI (Pulogebang-Kampungmelayu) serta peningkatan pelayanan busway.

          "Khususnya MRT, ini merupakan proyek yang amat penting. Tender konstruksinya tidak boleh mundur. Sebab kalau mundur akan menyebabkan pelaksanaan konstruksinya lebih mundur, sehingga tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Itu yang harus diawasi dengan ketat, begitu pula komunikasi dengan Kementerian Keuangan harus lebih intensif," kata Triwisaksana usai Rapat Paripurna.

          Begitu juga dengan peningkatan pelayanan busway yang telah dilakukan pada tahun 2010, Triwisaksana mengatakan hal itu harus ditingkatkan lebih baik lagi di tahun 2011 karena busway dinilai sangat membantu warga Jakarta dalam menggunakan transportasi yang aman, murah dan nyaman.

          "Mudah-mudahan dengan dibentuknya BUMD Transjakarta tahun ini, pelayanannya akan semakin optimal. Juga dapat diintegraskan dengan MRT dan moda transportasi lainnya," ujarnya

          Dari sisi anggaran jika tahun 2011 penumpang busway mencapai 90juta penumpang , jika di asumsikan 10rb/ penumpang maka operator swasta berpotensi mendapatkan 900miliar mungkin terburuk nya 500millar jika benar data penumbang tersebut benar, sedangkan total jumlah bus hanya 524 bus, berapa sih sebenarnya harga busway perunit? Apakah ketimbang mobil alpard, bentley, atau roll royce yg bersliweran di jakarta? Belum lagi setoran pendapatan pemda dari motor dan mobil

          Sepanjang 2010 saja , pendapatan pajak DKI Jakarta meraup Rp 10,7 triliun. Dari jumlah itu, pajak bea balik nama kendaraan bermotor meraup angka mencapai Rp4,0 trilun disusul Pajak kendaraan bermotor dengan perolehan Rp3,1 triliun. Yang ter parah pendapatan dari Pajak parkir dari target Rp150 miliar, hanya mampu memperoleh Rp125 miliar. Padahal mall mall dapat menerima pendapatan puluhan hingga ratusan juta perhari nya.

          Sepatut nya pemerintah, anggota dewan, dan swasta/ pengusaha memberi penghargaan kepada masyarakat yg konsisten menggunakan kendaraan publik dengan cara tidak menaikan tarif transportasi, berikan dulu pelayan yg terbaik, sudah pasti masyarakat kelas bawah tidak keberatan untuk membayar lebih

          Salam
          Alex


          Sent from my My BlackBerry� smartphone

          -----Original Message-----
          From: "Billy N." <billy@...>
          Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
          Date: Fri, 01 Jul 2011 07:17:49
          To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
          Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
          Subject: [t-net] Re: Tarif Rendah Penyebab Angkutan di Jakarta Buruk

          halo Pak Alex
          Mekanisme pajak bukan seperti itu. Tolong bisa dibuka definisinya pajak. Kalau pajak dari sektor transportasi otomatis harus untuk transportasi maka contoh di Jabar nggak akan ada jalan yang bolong karena penerimaan pajak kendaraan di atas Rp 1 triliun, biaya pembangunan & pemeliharaan jalan hanya sekitar Rp 500 miliar.
          Sedikit OOT, itu sebabnya ada wacana pengurangan PNS, karena APBN/APBD kita dibuat berat oleh menggaji PNS yang justru sebagian besar staf administratif, padahal yang lebih banyak dibutuhkan itu staf teknis macam guru, tenaga kesehatan, & sejenisnya. Gaji staf teknis pun jadi sulit dibuat menarik karena kurangnya anggaran.
          Di Indonesia, disuruh bayar pajak (terutama penghasilan) itu paling susah, nggak heran paling gampang tarik retribusi yang rakyat bisa nikmati langsung. Jadinya negara itu seperti berdagang dengan rakyatnya.
          Contoh, busway buat yang menengah atas agar mau pakai transportasi publik, agak mahal retribusinya nggak masalah yang penting nyaman. Keuntungannya bisa buat subsidi bus reguler non AC yang justru jangan dihapus. Ini sekadar wacana.
          rgds
          Billy

          --- "F Alexander FW" wrote:
          > Jangan bilang negara. Tidak memilik uang untuk itu, coba tengok berapa pendapatan pemda dari pajak kendaraan motor dan mobil yg jumlahnya 2000unit perhari. Yg ada pajak kendaraan dari kelas menengah atas harus di paksa membayar pajak lebih tinggi untuk memberikan subsidi bagi penumpang busway, atau pake system barter dng produsen mobil, jual 10unit bayar dng 1 unit busway buat negara misalnya
          > Pajak kendaraan adalah salah satu instrumen bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dan transportsi public bukan sektor mencari keuntungan sebesar2 nya.




          [Non-text portions of this message have been removed]
        • Prometheus
          Selamat malam Opa, Ngomong-ngomong soal angkot, kayaknya mayoritas orang naik angkot atau angkutan umum khan karena nyari yang paling murah aja. Kalau motor
          Message 4 of 14 , Jul 1, 2011
            Selamat malam Opa,

            Ngomong-ngomong soal angkot, kayaknya mayoritas orang naik angkot atau angkutan umum khan karena nyari yang paling murah aja. Kalau motor lebih murah, ya pasti naik motor. Kalau mobil lebih murah ya naik mobil. Ada karyawan temannya teman saya saja milih naik motor, karena lebih murah. Lha soalnya motornya dikasih ngga usah beli.

            Ada lagi satu temen di singapore. Biarpun angkutan disana murah (dibandingkan taxi atau mobil pribadi), aman, bersih, nyaman, de el el, pokoknya top dah, tapi dia tetap ngga mau naik angkutan umum. Alasannya karena ngga mau desak-desakan. Nah lho.

            Tapi, ya ini satu diantara 1000 kayaknya. Sebagian besar tetap milih angkutan umum karena alasan ini : saking kiasu-nya, sayang kalau mobilnya sering-sering dipake (padahal sebenarnya ngga punya mobil). Hehe.


            Happy weekend

            Prom

            --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, krokkop@... wrote:
            >
            > Kalau yang bayar sedikit itu indikasinya pemerintah tidak becus menyejahterakan rakyat kan Pak lik, mayoritas penghasilannya dibawah batas kena pajak.
            > Sebenarnya dana untuk ngatur transportasi masa jelas ada,kalau mau menghemat belanja negara yang 30% APBN(350 T), begitu pula biaya pemilu maupun pilkada yanng bertrilyun2. Kalau pikirannya lempeng subsidi BBM kan lebih baik dialokasikan ke subsidi biaya transportasi agar rakyat senang naik angkutan umum.Orang tentunya juga senang naik angkot bila bersih dan aman kan pak lik?.
            >
            > Nuwun sewu,
            > Singo.
            > Powered by Telkomsel BlackBerry®
            >
            > -----Original Message-----
            > From: "Billy N." <billy@...>
            > Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
            > Date: Fri, 01 Jul 2011 03:56:05
            > To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
            > Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
            > Subject: [t-net] Re: Tarif Rendah Penyebab Angkutan di Jakarta Buruk
            >
            > halo
            > Tarif angkutan penumpang kita memang rendah, ini yang membuat semua pihak kesulitan. Swasta kesulitan masuk karena nggak bisa bersaing, pemerintah pun kelabakan karena kurang dana. Mana yang bayar pajak juga sedikit.
            > Kalau semua ingin anggaran besar, ya mau berapa besar APBN/APBD-nya? Pendidikan ingin besar, kesehatan, militer, dst juga. Mau tambah armada duitnya dari mana?
            > Sudahlah, BBM buat kendaraan pribadi & industri dibuat sesuai harga pasar, kendaraan umum wajib pakai BBG, jadi punya dana yang bisa dialihkan untuk transportasi publik. Tarifnya ya disesuaikan lah, karena persentase pembayar pajak kita masih kecil.
            > rgds
            > Billy
            >
            > --- "F Alexander FW" wrote:
            > > Jelas ini tanggung jawab pemerintah, untuk menyediakan dan mengawasi transportasi publik.
            >
            >
            >
            >
            > [Non-text portions of this message have been removed]
            >
          • krokkop@yahoo.com
            S.selamat malam pak lik Prom,sebenarnya pemilihan jenis angkutan bukan sekedar lebih murah tetapi juga masalah kepraktisan,karena perumahan diluar jakarta
            Message 5 of 14 , Jul 1, 2011
              S.selamat malam pak lik Prom,sebenarnya pemilihan jenis angkutan bukan sekedar lebih murah tetapi juga masalah kepraktisan,karena perumahan diluar jakarta sekarang lokasinya jauh dari jalan raya sehingga harus gonta ganti angkutan,makanya banyak yang tinggal di Cikarang juga naik motor ke Jakarta , begitu juga kalau naik kereta api kan pak lik.
              Kalau orang kaya sih nggak usah dibahas pak lik,seandainya naik angkot gratis,mereka juga tetap naik mobil pribadi.

              Nuwun sewu
              Singo.
              Powered by Telkomsel BlackBerry�

              -----Original Message-----
              From: "Prometheus" <prometheus_promise@...>
              Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
              Date: Fri, 01 Jul 2011 12:41:48
              To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
              Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
              Subject: [t-net] Re: Tarif Rendah Penyebab Angkutan di Jakarta Buruk

              Selamat malam Opa,

              Ngomong-ngomong soal angkot, kayaknya mayoritas orang naik angkot atau angkutan umum khan karena nyari yang paling murah aja. Kalau motor lebih murah, ya pasti naik motor. Kalau mobil lebih murah ya naik mobil. Ada karyawan temannya teman saya saja milih naik motor, karena lebih murah. Lha soalnya motornya dikasih ngga usah beli.

              Ada lagi satu temen di singapore. Biarpun angkutan disana murah (dibandingkan taxi atau mobil pribadi), aman, bersih, nyaman, de el el, pokoknya top dah, tapi dia tetap ngga mau naik angkutan umum. Alasannya karena ngga mau desak-desakan. Nah lho.

              Tapi, ya ini satu diantara 1000 kayaknya. Sebagian besar tetap milih angkutan umum karena alasan ini : saking kiasu-nya, sayang kalau mobilnya sering-sering dipake (padahal sebenarnya ngga punya mobil). Hehe.


              Happy weekend

              Prom

              --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, krokkop@... wrote:
              >
              > Kalau yang bayar sedikit itu indikasinya pemerintah tidak becus menyejahterakan rakyat kan Pak lik, mayoritas penghasilannya dibawah batas kena pajak.
              > Sebenarnya dana untuk ngatur transportasi masa jelas ada,kalau mau menghemat belanja negara yang 30% APBN(350 T), begitu pula biaya pemilu maupun pilkada yanng bertrilyun2. Kalau pikirannya lempeng subsidi BBM kan lebih baik dialokasikan ke subsidi biaya transportasi agar rakyat senang naik angkutan umum.Orang tentunya juga senang naik angkot bila bersih dan aman kan pak lik?.
              >
              > Nuwun sewu,
              > Singo.
              > Powered by Telkomsel BlackBerry�
              >
              > -----Original Message-----
              > From: "Billy N." <billy@...>
              > Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
              > Date: Fri, 01 Jul 2011 03:56:05
              > To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
              > Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
              > Subject: [t-net] Re: Tarif Rendah Penyebab Angkutan di Jakarta Buruk
              >
              > halo
              > Tarif angkutan penumpang kita memang rendah, ini yang membuat semua pihak kesulitan. Swasta kesulitan masuk karena nggak bisa bersaing, pemerintah pun kelabakan karena kurang dana. Mana yang bayar pajak juga sedikit.
              > Kalau semua ingin anggaran besar, ya mau berapa besar APBN/APBD-nya? Pendidikan ingin besar, kesehatan, militer, dst juga. Mau tambah armada duitnya dari mana?
              > Sudahlah, BBM buat kendaraan pribadi & industri dibuat sesuai harga pasar, kendaraan umum wajib pakai BBG, jadi punya dana yang bisa dialihkan untuk transportasi publik. Tarifnya ya disesuaikan lah, karena persentase pembayar pajak kita masih kecil.
              > rgds
              > Billy
              >
              > --- "F Alexander FW" wrote:
              > > Jelas ini tanggung jawab pemerintah, untuk menyediakan dan mengawasi transportasi publik.
              >
              >
              >
              >
              > [Non-text portions of this message have been removed]
              >





              [Non-text portions of this message have been removed]
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.