Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [t-net] Re: apakah sistem komunis jelek??

Expand Messages
  • shinmen takezo
    1. 100 tahun dan 150 tahun sejarah penghinaan dimana kekuatan asing menginjak2 bangsa tiongkok. Mark Twain juga mengecam keras para misionaris dan serdadu
    Message 1 of 61 , Oct 1, 2009
    • 0 Attachment
      1. 100 tahun dan 150 tahun sejarah penghinaan dimana kekuatan asing
      menginjak2 bangsa tiongkok.
      Mark Twain juga mengecam keras para misionaris dan serdadu amerika (sebagai
      bagian dari 8+3 negara) yang terlibat dalam aksi loot , arson dan rape.
      Kejadian paralel yang sama adalah aksi Amerika terhadap Filipina (padahal
      Filipina adalah sekutu USA sebelumnya dalam perang spanyol-usa)

      2. Republik ala barat di gembor2kan , nyatanya Tiongkok malah tercabik
      -cabik kedalam beberapa warlord dan klik. Dan Tiongkok tetap kembali ke
      model lama , yang sejarahnya biasa di dekorasi dengan perang saudara
      sepanjang masa. Pemilu pernah di laksanakan dan juga hasilnya deldelduwel.

      3. Jadi dengan kondisi Tiongkok saat itu solusi yang mendekati , adalah
      sistem komunis. Sistem Sun dan Chiang terbukti tidak mampu memecahkan solusi
      , negara dalam cengkraman tuan tanah , perang saudara abadi , pemerintahan
      yang bobrok , warlord , dan keterbelakangan , padahal dari segi apapun
      Tiongkok itu gigantic , kekayaan alamnya , jumlah populasinya.

      5. Mao banyak bikin kesalahan , misalkan beberapa blunder yang menyebabkan
      pertanian gagal , karena petani disuruh "menanam" baja. Tapi perannya
      sebagai pemersatu bangsa tidak bisa di hapuskan saja . Tiongkok berdiri
      tegar , di kepung oleh USA dari segala penjuru , bersaing dengan raksasa
      komunis lainnya USSR.


      6. Komunis Mao sejak awalnya mendapat dukungan rakyat . Kalau tidak
      bagaimana mereka bertahan seorang diri . menghadapi Jepang , menghadapi
      Nasionalis , dan Sovyet juga sibuk mengurus diri sendiri dalam konflik
      perang.

      7. Jadi jangan menilai Mao dari segi buruknya , Mao berhasil memimpin
      Tiongkok , berdikari , lepas dari ketergantungan adikuasa manapun dan bahkan
      meraih kemenangan demi kemenangan. Dan turut mempengaruhi perubahan politik
      dunia. Merevisi ulang perbatasan India (India kalah) , Intervensi perang
      Korea (draw) , Intervensi perang Vietnam (USA keok), menghajar Vietnam yang
      membangkang karena menginvasi Kamboja. Dan juga seperti yang di katakan
      Ardian , tentang konflik dengan USSR.

      8. Perjanjian Versailles tidak mempermalukan Jepang , tetapi Jerman di
      perang dunia I.

      9 . Jepang dan Tiongkok sempat tertinggal dari negara lain. Padahal
      kebudayaan Tiongkok sudah maju sejak ribuan tahun lalu. Penyebabnya antara
      lain adalah menutup diri , energi habis untuk perang saudara (untuk
      ilustrasi kerugian nya , bayangkan saya biaya perang Amerika untuk operasi
      di sebuah negara), berpuas diri dengan kebudayaannya , sehingga di curi dan
      di sempurnakan Jepang ,

      10. interaksi kebudayaan lebih bersifat defisit daripada surplus. Negara
      lain menyerap kebudayaan adiluhung Tiongkok , sebaliknya Tiongkok menutup
      diri . Kebudayaan Tiongkok di terjemahkan besar2an oleh Jesuit ,
      mempengaruhi cara berpikir2 pemikir2 Eropa pada masa itu , banyak
      diantaranya sinofilia , contohnya Leibniz , Voltaire , Wolff dll Bahkan
      Immanuel Kant , salah satu pemikir terbesar di Eropa dijuluki Chinamen of
      Konigsberg. Di Jepang Neo Confucian menjadi tonggak perkembangan ilmu dan
      budaya.

      11. Jadi saya setuju dengan point2 ardian , kebangkitan sebuah bangsa juga
      perlu bahan bakar , misalkan sejarah penghinaan 100 tahun ( Ini juga yang
      membuat RRT menggila saat menjadi tuan rumah Olimpiade , menggasak Amerika
      Serikat dan Russia)


      2009/10/1 ardian_c <ardian_c@...>

      >
      >
      > orang2 Tiongkok sana masih banyak yg inget apa itu penghinaan negara oleh
      > negara2 barat di abad ke 19 dan awal abad ke 20.
      >
      > Waktu dinasti Qing dudul duwel, yg disalahin itu ajaran KHC yg sialnya
      > nanti itu nempel dibbrp kepala org Tionghoa Indonesia.
      > Nah mrk itu berasyik masyuk menghujat KHC ampe yg namanya Kang ngelus2
      > dada, semua pada sontak gembira nyambut namanya REPUBLIK sistem barat yg
      > digembor2in ama Sun Yatsen si pahlawan kesiangan.
      > Ternyata sistem baru itu jg bikin dudul duwel, para tuan tanah yg memeras
      > rakyat jelata makin merajalela apalagi dgn perilaku korup keluarga SONG yg
      > diikuti jejaknya oleh anak Sun Yatsen plus pewarisnya si Chiang Kaisek.
      >
      > Jepang ngeliat negara Tiongkok babak belur trus belajar dari negara2 barat,
      > ya dobrak dan jajah bangsa laen buat buka pasar. Kebetulan yg paling deket
      > ya Korea, Taiwan, Tiongkok itu sendiri.
      >
      > Rakyat yg senen kemis, para mahasiswa yg pusing ngeliat negara itu, ngeliat
      > ada peluang di sistem komunis yg bisa ngebantu negaranya bangkit.
      >
      > Chen Dexiu dll yg mula2 ngedukung sistem komunis yg basis buruh bentrok ama
      > Mao yg ngeliat belakangan kalu ngandenlin buruh mah sama aja tolol, mestinya
      > andelin petani. Ya gak heran soalnya si Mao dah baca abis 24 sejarah
      > Tiongkok bolak balik, jadi dia ngeliat kalu mau dapet dukungan massa mesti
      > ngerangkul kaum petani.
      >
      > Tiongkok setelah perang saudara , 1949 berdiri RRC disitu si Mao sempet
      > tereak bilang disini saatnya bangsa Tiongkok harus bangkit maju dan
      > menghapus penghinaan negara2 barat + jepang.
      > Mao jg bikin kesalahan banyak, tapi rasa melawan penghinaan itu tetep
      > timbul, misalnya waktu USSR dijaman Kurschev ribut2 , Mao langsung
      > perintahkan seluruh rakyatnya melebur besi2 buat bayar hutang ke USSR.
      > Jaman Mao jg ada bbrp perang yg sebenarnya terkait masalah wilayah Tiongkok
      > yg sejak jaman Qing dipotong2 seenaknya ama negara2 barat.
      > Misalnya perang perbatasan Sino India gara2 garis Mc Mohan (CMIIW), perang
      > lawan USSR gara2 Heilong Jiang. Konsep kewilayahan Tiongkok itu seinget owe
      > tetep mengacu pada peta kekuasaan dinasti Qing.
      > Chiang Kaisek biar bego en korup tapi gak setolol itu waktu ditawarin
      > wilayah Indo China sama sekutu menjelang PD 2.
      > Waktu berdirinya RRC, Mao beruntung ada bbrp ahli yg kembali ke Tiongkok
      > dan mrk memegang peranan kunci penting buat fondasi kemajuan iptek nantinya.
      > Waktu Qian kembali ke Tiongkok, dia sempet mangkel waktu dibilang apa
      > mungkin RRC bikin roket ? Kata2 yg merendahkan ini diinget terus dan
      > dijadiin cambuk buat mrk , nah akhirnya terbukti sekarang ini teknologi
      > peroketan mrk jg maju melesat.
      >
      > Abis jaman Mao masuk jaman Deng yg pusing gara2 kebijakan si Mao kayak
      > lompatan jauh kedepan/loncat kodok ala Mao, revolusi kebudayaan.
      > Deng ngeliat tjoema bbrp yg penting, iptek mesti maju, percuma perang
      > massal ala Mao yg maen jumlah kalu senjata masih dudul duwel, makanya si
      > Deng ngerampingin tentara dan duitnya buat riset or beli senjata dulu dah
      > kalu belon bisa bikin. Tentara perlahan2 dikebiri jgn berbisnis huehehehe
      > biar sekarang masih ada aja yg bisnis seh disana.
      > Sistem pertanian kolektif gak efektif buat memajukan pertanian, apalage di
      > jaman Mao ada kegagalan gara2 pertanian kolektif membuat kelaparan luar
      > biasa.
      >
      > Deraan dan terpaan waktu jaman Deng jg ada, misalnya kejadian Tian An Men,
      > itu cambuk buat Deng berhati2.
      > Pasca Deng, kejadian Falun gong, Tibet, Uighur itu malah membuat mayoritas
      > rakyatnya semakin kencang merapatkan barisan.
      >
      > Perbankan sana sangat amat ketat, bank asing boro2 bisa buka cabang
      > seenaknya. Owe aja ada pengalaman ama HSBC disana huehehehe yg ternyata
      > membuka cabang tapi gak bisa apa2. Policy disana masih berlaku US$50.000 itu
      > adalah jumlah maksimal yg bisa ditukar oleh perseorangan.
      >
      > Sejak jaman Deng, korupsi mewabah dan menjamur luar biasa, Zhu Rongji
      > membasmi korupsi. Sampai sekarang masih ada policy utk pegawai negri dan
      > pejabat2 negara yg HARUS MENCEK SUMBER DANA dari mana pegawai negri itu
      > kalau mau keluar negri.
      >
      > Bencana alam, kelaparan, penghinaan, penderitaan mau tidak mau membentuk
      > karakter bangsa Tiongkok menjadi ulet.
      >
      > Ini gak beda kemajuan Jepang yg melesat luar biasa sejak PD I, Jepang
      > merasa dihina negara2 barat setelah perjanjian Versailes,diam2 memendam rasa
      > dendam dan mau menggantikan posisi negara barat jadi pemimpin Asia. Makanya
      > slogan Jepang itu ASIA RAYA yg dibawah kepemimipinan Jepang.
      >
      > Aspek pertahanan itu dipentingin sekarang ini, seinget owe bbrp taon yg
      > lalu itu Wen pernah ditanya ama satu wartawan barat soal otot militernya yg
      > menguat ampe bikin Amrik khawatir.
      > Wen itu ngomongnya gini, ratusan tahun yg lalu bangsa2 eropa menyerbu
      > Tiongkok dan menjarah negri ini seenaknya gara2 militer dinasti Qing itu
      > lemah. Sekarang kita perkuat militer biar kejadian itu tidak terjadi lagi.
      >
      > So intinya kemajuan mereka itu bisa pesat gara2 kejadian dulu yg menurut
      > mrk adalah penghinaan bangsa.
      > Dan jg budaya bangsa Tiongkok sejak ribuan tahun yg lalu itu mementingkan
      > pendidikan, banyak cerita2 yg terkait org menjadi pintar dan maju gara2
      > pendidikan. Malah banyak cerita itu diwariskan turun temurun sampe jadi buku
      > panduan anak2 belajar sejak jaman Song yaitu kitab 3 aksara.
      > Posisi guru itu terhormat, kecuali jaman Yuan yg direndahkan.
      >
      > Disini, posisi guru sekarang gimana ?
      >
      > Jadi inti kemajuan mereka :
      > 1.menghapus penghinaan masa lampau
      > 2.memajukan iptek sebagai alat kebangkitan
      > 3.pendidikan yg sudah menjadi darah daging dalam budaya Tionghoa
      > 4.ulet
      >
      > BTW owe bukan pakar neh, tjoema ngeliat2 aja apa yg ada.
      > Juga inga2 RRC masih banyak masalah huahahahaha, misalnya kesenjangan
      > sosial yg selalu disapu kekolong ranjang, itu bakalan jadi bomb waktu yg
      > bisa meletus.
      > Polusi dan perilaku kaum kapitalis yg buas jg bakalan memicu perselisihan,
      > pencemaran udara dsbnya.
      >
      > Tapi secara mayoritas, rakyat disana itu sekarang bangga akan kemajuan
      > negaranya.
      >
      > Kalu kita disini ? baru dilecehin Malaysia ngamuk2 gak karuan, gak mikir
      > kenapa Malaysia berani begitu ?
      > Memajukan negara itu bukan dgn marah2, tapi dgn 3 pilarnya.
      > 1.ekonomi, disini gimana ya ekonominya ?
      > 2.penegakan hukum, di RRC seh banyak kepala yg terpisah gara2 korupsi, tapi
      > si Jiang katanya jg korup gak diapa2in huehehehe soalnya pemimpin tertinggi
      > kale
      > 3.pendidikan, disana seh namanya boekoe murah abis apalage buku2 yg berbau
      > iptek. disini seh ajubilah mahalnya.
      >
      > 3 point ini yg digerakkan oleh Deng Xiaoping sedangkan Mao lebih kearah
      > membangkitkan rasa kebanggaan akibat penghinaan masa lampau.
      >
      > Doeloe jg bukannya Soekarno membuat kita semua bangga ?
      >
      >
      > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com <tionghoa-net%40yahoogroups.com>,
      > combat <combat@...> wrote:
      > >
      > > pagi ini CCTV 4 menyiarkan detik2 persiapan di Beijing dengan segala
      > > kemegahannya
      > >
      > > usia negara lebih muda dari Indonesia ...tapi kemajuannya jauh
      > > sekali...ekonomi, pertahanan, pertanian , dan aspek lainnya sangat jauh
      > > sekali melasat dalam 60 taun ....kenapa?
      > >
      > > apakah sistem negara komunis mendukung?
      > >
      > > mari para pakar memberikan pencerahan .....
      > >
      >
      >
      >


      [Non-text portions of this message have been removed]
    • semar samiaji
      he..he..he...punten Bung MH...jika berkenan dan gerak hati, silahkan baca tulisan ss tentang kata ajar...merujuk kepada hal tersebut, kita semua saling ajar
      Message 61 of 61 , Oct 4, 2009
      • 0 Attachment
        he..he..he...punten Bung MH...jika berkenan dan gerak hati, silahkan baca tulisan ss tentang kata ajar...merujuk kepada hal tersebut, kita semua saling ajar dalam melakoni proses belajar...cara ungkapan melalui guyon atau pun bentuk lainnya merupakan sarana berkomunikasi khan?...
         
        Bung MH sampaikan seperti di bawah ini, kalau pun Bung MH meminta maaf, maknanya meragukan ketulusan saya dong?..he..he..he.he.he.he...berkaitan kata maaf dengan berkenan, biasanya sich, dikaitkan dengan rasa untuk mengurangi kadar ketersinggungan...agar Bung MH menjadi lebih lega perlu saya sampaikan dalam konteks ndak ada secuil pun rasa demikian dalam diri ini....he..he..he..he.he...
         
        salam,
        ss


        --- On Fri, 10/2/09, Min Hui <minhui_she@...> wrote:


        From: Min Hui <minhui_she@...>
        Subject: [t-net] Re: apakah sistem komunis jelek??
        To: tionghoa-net@yahoogroups.com
        Date: Friday, October 2, 2009, 7:20 PM


         



        Walah-walah, ini para locianpwee t-net kok bisa menafsirkan begitu dalam. Apalagi Kang Semar bilang juga belajar dari saya, walah jangan ngledek saya dong Kang! Padahal sebetulnya; sumpah deh saya cuma bercanda doang sambil meledek Thang wang-wee.

        Maklumlah orang bodoh tak tau apa-apa ini tidak sanggup diskusi yang berat-berat- serius-serius takut malu-maluin di forum ini. Jadi bisanya cuma guyon sana-sini.

        Mohon maaf kalau tidak berkenan yaa.

        MH

        --- In tionghoa-net@ yahoogroups. com, semar samiaji <kind_evil_06@ ...> wrote:
        >
        > he..he..he.. he....saya juga belajar dari Bung MH saat nyatakan itu....kenapa? karena saat itu yang bersangkutan tidak menjelaskan maknanya...melalui apa yang disampaikan olehnya, maka saya bisa sampaikan begini...bisa saja Bung MH saat itu sedang observasi khan?...dalemnya mah sebenarnya udah paham juga, hanya ndak diungkapkan. ..jadi, muaranya hanya ndak diungkapkan saja...nah, kalu sudah begitu...boro2 membantah, apa yang mesti diucap?..iya nggak?...he. .he..he.hehe. .
        >  
        > salam,
        > ss
        >
        > --- On Fri, 10/2/09, thangoubheng <thangoubheng@ ...> wrote:
        >
        >
        > From: thangoubheng <thangoubheng@ ...>
        > Subject: [t-net] Re: apakah sistem komunis jelek??
        > To: tionghoa-net@ yahoogroups. com
        > Date: Friday, October 2, 2009, 1:58 PM
        >
        >
        >  
        >
        >
        >
        > Nah itu dia Kang Semar, top markotob.
        > Kang semar memang pancen quadiple oye punya.
        > Makanya waktu Thangoubheng bilang bahwa kita cari pimpinan KPK
        > yang bebas nilai, bebas kepentingan, tidak berpihak
        > dan mesti seputih salju,
        > yang lalu di jawab sama Lauta Minhui
        > adanya cuma di Tanah Kusir, yaa Thangoubheng diem aja.
        > Padahal sebetulnya di Kalibata, Pondok Rangoon, dll kan ada juga
        > Tapi karena intisarinya seperti kata Kang Semar itu,
        > melepas faktor keduniawian, yaa iudahlah,
        > maka THangoubheng tidak membantah Lauta kita itu
        > he he he
        >
        > --- In tionghoa-net@ yahoogroups. com, semar samiaji <kind_evil_06@ ...> wrote:
        > >
        > > tepat sekali itu...sangat tepat...konteksnya saja yang berbeda...
        > >  
        > > kalau manusia itu sudah mati, maka tidak perlu di cari, apalagi melakoni...udah lepas itu jiwa sama raganya...nah, saat manusia itu sudah demikian, ada yang ditinggalkan. .bisa bentuknya harta (bener2 harta atau utang), perjuangan hidupnya, nasehat2nya, dsb....dan itulah "mata rantai" dari kelanjutan kehidupan bagi generasi berikutnya.. .
        > >  
        > > nah, yang dimaksudkan oleh Bung MH demensi dari konteks cari pemimpin yang demikian adalah "hampir2" mustahil...kenapa? ..karena LEBIH banyak manusia yang hanya meributkan "isi perutnya" kurang mengindahkan kaidah2 kehidupan bagi sesama...padahal, ini juga warisan dari yang telah meninggal...
        > >  
        > > di sisi lain, kebanyakan lebih senang mencari ke luar diri...jadinya menuntut terus ke luar, sedangkan ke dalam dirinya nggak berlaku...akhirnya, saling tunjuk2an... yang diomongin pemimpin yang bisa membawa kemajuan dan peradaban... mana mungkin??... bisa dikatakan pemimpin jika ada yang dipimpin..keduanya "saling" berinteraksi. ..seorang pempimpin dihadirkan dari kalangan yang pernah dipimpin...wajar khan Bung MH nyatakan demikian?... he..he..he. .he.he...
        > >  
        > > surga dan neraka aja banyak orang yakin...mosok yang JELAS2 riil dalam kehidupan bersama untuk saling berbuat yang menjaga nilai2 kemanusiaan nggak mungkin?...itulah makna lainnya di tanah kusir...manusianya hidup, hatinya mati....
        > >  
        > > salam warna,
        > > ss
        > >
        > > --- On Fri, 10/2/09, thangoubheng <thangoubheng@ ...> wrote:
        > >
        > >
        > > From: thangoubheng <thangoubheng@ ...>
        > > Subject: [t-net] Re: apakah sistem komunis jelek??
        > > To: tionghoa-net@ yahoogroups. com
        > > Date: Friday, October 2, 2009, 1:24 PM
        > >
        > >
        > >  
        > >
        > >
        > >
        > > Kata lauta Minhui
        > > kalau cari pemimpin yang bukan sekadar...pemimpin,
        > > melainkan pemimpin...yang punya...prinsip yang tepat dan benar, berdasarkan filosofi & kearifan yang telah teruji oleh...pilihan. ..yang bijak dan benar
        > > ditengah...perubaha n...jaman yang terus-menerus & dinamis!!
        > > cuma ada di Tanah Kusir.
        > > he he he
        > >
        > > --- In tionghoa-net@ yahoogroups. com, den suta <sutawiyana@ ...> wrote:
        > > >
        > > > dear all,
        > > >
        > > > dan, bukan sekadar...pemimpin, melainkan pemimpin...yang
        > > > punya...prinsip. ..yang tepat dan benar, berdasarkan filosofi &
        > > > kearifan yang telah teruji oleh...pilihan. ..yang bijak dan benar
        > > > ditengah...perubaha n...jaman yang terus-menerus & dinamis!!
        > > >
        > > > salam,
        > > > den suta
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > > ____________ _________ _________ __
        > > > From: jt2x00 <jt2x00@>
        > > > To: tionghoa-net@ yahoogroups. com
        > > > Sent: Thursday, October 1, 2009 12:25:21 PM
        > > > Subject: [t-net] Re: apakah sistem komunis jelek??
        > > >
        > > >  
        > > > Betul sekali pak Syahrir, kwalitas pemimpin akan menentukan segala- galanya. Dulu RRT dibawah Mao dengan sistem komunis tidak bisa maju seperti sekarang. USA di bawah G.W.Bush dalam sistem kapitalis liberal malah amburadul. Jadi pemimpin yang menentukan semuanya, bukan sistem, karena sistem hanyalah benda mati yang hanya bisa berfungsi jika digerakkan oleh orang.
        > > >
        > > > Dan pemimpin yang baik adalah yang tidak kaku, yang tidak menganggap sistem yang disukainya yang paling benar, dan selalu menyalahkan sistem yang lain yang tidak disukainya. RRT sekrang maju karena mengkombinasikan sistem komunis dan sistem kapitalis, menjadi sistem sosialis demokrat. Singapore, tanpa banyak ribut sudah sejak lama menerapkan sistem sosialis yang merupakan gado2 antara sistem komunis dan kapitalis liberal tsb dan terbukti maju.
        > > >
        > > > Pemimpin Indonesia sejak Orde Baru selalu menyalahkan sistem komunis, dan mengharamkan segala sesuatu yang berasal dari sistem komunis. Orba dan neo Orba selalu menganggap sistem yang berasal dari sistem kapitalis liberal yang paling baik. Hasilnya apa yang kita jalani sekarang ini, amburadul.
        > > >
        > > > Seharusnya kita petik yang baik2 yang berasal dari manapun juga, baik berasal dari sistem komunis maupun berasal dari sistem kapitalis liberal, dan buang yang tidak baik atau tidak cocok dengan yang kita harapkan, termasuk buang semua pejabat korup tanpa ampun, Insya Allah negara kita akan maju.
        > > >
        > > > Salam
        > > > JT
        > > >
        > > > ------------
        > > >
        > > >
        > > > --- In tionghoa-net@ yahoogroups. com, Flowing Water <syahriri@ .> wrote:
        > > > >
        > > > > Apapun sistim kekuasaan dan sistem ekonomi Tiongkok yang jelas
        > > > > mereka punya pemimpin2 yang betul2 bagus sehingga bisa membuktikan
        > > > > kemajuan negerinya.
        > > > > Dulu banyak yang bilang Indonesia karena rakyatnya banyak jadi
        > > > > memang sulit mengurus. Lha wong Tiongkok rakyatnya sejibun kok bisa
        > > > > terbukti jauh lebih maju. Kapan ya kita bisa bermimpi punya
        > > > > pemimpin yang sekualitas dengan Tiongkok...
        > > > >
        > >
        > > .
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > >
        > > [Non-text portions of this message have been removed]
        > >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >



















        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.