Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

AW: [t-net] Re: PSMTI Melakukan Politisi Etnis ! =>Dr. Irawan

Expand Messages
  • Swan Liong Be
    Saya mau nimbrung sedikit ah, maaf kalo pernah saya beri komentar dalam hal ini. Jerman selalu diambil sebagai contoh atas kejujurannya mengambil konsekwensi
    Message 1 of 5 , Jun 1, 2009
    • 0 Attachment
      Saya mau nimbrung sedikit ah, maaf kalo pernah saya beri komentar dalam
      hal ini.
      Jerman selalu diambil sebagai contoh atas "kejujurannya" mengambil
      konsekwensi dari masa lampaunya. Memang bener bahwa dalam garisbesarnya
      mereka mengakui atas kejahatan perang yang mereka lakukan selama PD II
      dengan mendirikan tempat peringatan seperi yang ada diBerlin. Cuma kalo
      dicermati secara teliti maka itu juga terhadap orang jahudi dan juga
      bisa dipertanyakan apakah itu bukan karena tekanan dari lobby jahudi
      dunia yang terkenal kuat dan berpengaruh besar.Without doubt saya juga
      respek terhadap kebukaan sebagian besar masyarakat jerman untuk
      mengatasi trauma PD II, tapi suku bangsa Roma dan Sinti yang juga
      dikenal dengan nama "Zigeuner" atau "Gypsi" , yang juga sangat menderita
      waktu PD II, sampai sekarang juga menuntut keadilan, tapi karena mereka
      tidak punya lobby kuat mereka "kurang didengar".
      Sebaliknya suku bangsa Sudetendeutsche , yang usai PD II diuisir dari
      wilayah ex-Cekoslovakia sampai sekarang juga menuntut dari pemerintah
      republik Chechia pengakuan bahwa pengusiran dan penyitaan tanah dan
      milik itu melanggar hukum international.(BTW, keadaan ini dipergunakan
      oleh partei CDU/CSU = partai kristen dijerman unutk merekrut suara dari
      golongan ini yang cukup banyak, sehingga timbul pertanyaan apakah
      dukungan partai ini terhadap tuntutan golongan ini keluar dari bottom of
      the heart atau hanya sebagai sumber jumlah suara untuk pemilu).

      Saya juga sangat respek terhadap kanzler Willy Brandt(SPD) ketika dia
      bertekuk lutut waktu kunjungannya kePolandia, tapi koq harus Willy
      Brandt yang selama PD II mengungsi keNorwegia karena anti rezim Nazi
      waktu itu dan malah dianggap dari sebagian rakyat jerman sebagai
      pengchianat karena "lari".Mengapa tidak ada politikus sebelumnya yang
      bertindak begitu?

      Kalo Jerman diambil sebagai contoh baik untuk mengatasi "zaman gelap"
      maka Jepang bisa diambil sebagai contoh negatip , karena sampai sekarang
      jepang tidak minta maaf atas kekejamannya sewaktu PD II terhadap negara²
      yang pernah diduduki apalagi terhadap China dengan Nanking massacre
      tahun 1937 kalo nggak salah; saya pernah baca bahwa dalam buku² sejarah
      jepang kapitel ini nggak pernah disinggung. Juga terhadap Korea nggak
      pernah ada kata "maaf", atau sudah, saya kurang tau.
      Eeh, koq jadi panjang ya??!!

      Salam sejahtera,
      SL Be


      -----Ursprüngliche Nachricht-----
      Von: tionghoa-net@yahoogroups.com [mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com]
      Im Auftrag von Harry Adinegara
      Gesendet: Montag, 1. Juni 2009 08:09
      An: tionghoa-net@yahoogroups.com
      Betreff: Re: [t-net] Re: PSMTI Melakukan Politisi Etnis ! =>Dr. Irawan





      .........delete..............
      Contoh saja orang2 Jerman itu, negara kuat, negara modern, berkat antara
      lain ya
      sanubarinya bersih dan sejarahnya ditulis dengan lembaran baru, karena
      mereka mau mengakui kesalahan dalam PD II. Bahkan untuk selalu ada
      peringatan kepada yang mau main kayu, banyak spot2 peringatan terhadap
      peristiwa holocaust itu didirikan seperti a.l. yang terbaru di kota
      Berlin.

      Aku kira negara yang maju adalah negara yang bisa memetik apa2 ,bukan
      saja yang baik ,tapi juga yang salah dari masa lalu(sejarahnya). Negara
      yang ngak mau tahu akan sejarah, apalagi yang cuman mau tahu
      grandeur-nya masa silam dan menutupi apa2 yang kelam achirnya negara
      semacam ini akan selalu terbelakang kalau tidak jadi deldel duwel saja
      achirnya. Simple as that!

      Harry Adinegara
    • Robby Wirdja
      2009/6/1 Swan Liong Be ... *dada : kasus nya bukan hanya menimpa yahudi dan gipsi , tapi juga bangsa slavia di eropa timur yang dianggap rendah
      Message 2 of 5 , Jun 1, 2009
      • 0 Attachment
        2009/6/1 Swan Liong Be <swlbe@...>
        >
        >
        > Saya mau nimbrung sedikit ah, maaf kalo pernah saya beri komentar dalam
        > hal ini.
        > Jerman selalu diambil sebagai contoh atas "kejujurannya" mengambil
        > konsekwensi dari masa lampaunya. Memang bener bahwa dalam garisbesarnya
        > mereka mengakui atas kejahatan perang yang mereka lakukan selama PD II
        > dengan mendirikan tempat peringatan seperi yang ada diBerlin. Cuma kalo
        > dicermati secara teliti maka itu juga terhadap orang jahudi dan juga
        > bisa dipertanyakan apakah itu bukan karena tekanan dari lobby jahudi
        > dunia yang terkenal kuat dan berpengaruh besar.Without doubt saya juga
        > respek terhadap kebukaan sebagian besar masyarakat jerman untuk
        > mengatasi trauma PD II, tapi suku bangsa Roma dan Sinti yang juga
        > dikenal dengan nama "Zigeuner" atau "Gypsi" , yang juga sangat menderita
        > waktu PD II, sampai sekarang juga menuntut keadilan, tapi karena mereka
        > tidak punya lobby kuat mereka "kurang didengar".

        *dada :
        kasus nya bukan hanya menimpa yahudi dan gipsi , tapi juga bangsa slavia di
        eropa timur yang dianggap rendah oleh Hitler atau setara etnis taik kebo
        (courtesy by becky kho hihihi) , yang dianggap selevel itu bangsa Inggris ,


        Hitler sebenarnya berniat mengajak Inggris untuk bersekutu dengan Jerman ,
        bahkan ratusan ribu tentara prancis dan inggris yang sudah menunggu di skak
        mat di Durkirk , "dibebaskan" Hitler.....(salah satu blunder terbesar
        Hitler) , sebab Inggris tetap menjadi musuh



        *>
        > Saya juga sangat respek terhadap kanzler Willy Brandt(SPD) ketika dia
        > bertekuk lutut waktu kunjungannya kePolandia, tapi koq harus Willy
        > Brandt yang selama PD II mengungsi keNorwegia karena anti rezim Nazi
        > waktu itu dan malah dianggap dari sebagian rakyat jerman sebagai
        > pengchianat karena "lari".Mengapa tidak ada politikus sebelumnya yang
        > bertindak begitu?

        *dada:
        1. masalah Jerman yang anti Nazi seperti yang anda sebutkan dengan Norway
        yang anti Semit seperti Quisling. masalah penghianat dan pahlawan itu
        tergantung siapa yang menjadi pemenang . Ternyata Jerman yang jadi kalah ,
        maka Willy jadi pahlawan , dan Quisling yang berkolaborasi dengan Nazi
        menjadi penghianat.
        2. Saya bingung kenapa Willy bisa mengungsi ke daerah Norway dimana Jerman
        juga memiliki pengaruh disana pada masa itu. Norway juga menjadi titik
        kekalahan Jerman dalam perlombaan senjata dengan sekutu , saat pabrik air
        kerasnya di norway di sabot.


        *>
        > Kalo Jerman diambil sebagai contoh baik untuk mengatasi "zaman gelap"
        > maka Jepang bisa diambil sebagai contoh negatip , karena sampai sekarang
        > jepang tidak minta maaf atas kekejamannya sewaktu PD II terhadap negara²
        > yang pernah diduduki apalagi terhadap China dengan Nanking massacre
        > tahun 1937 kalo nggak salah; saya pernah baca bahwa dalam buku² sejarah
        > jepang kapitel ini nggak pernah disinggung. Juga terhadap Korea nggak
        > pernah ada kata "maaf", atau sudah, saya kurang tau.
        > Eeh, koq jadi panjang ya??!!

        *dada :
        **1. sebuah tulisan F Budi Hardiman (Kompas Oktober 2002) tentang diskursus
        detraumatisasi, mengutip filsuf yahudi , Hannah Arendt . Hannah sering
        menulis tentang peristiwa negatif dalam rejim Nazi. Empat tahun setelah
        perang dunia II berakhir dia kembali dari pelariannya di USA ke Jerman.
        Hannah mengatakan massa cepat lupa , orang Jerman pasca Nazi bersikap acuh
        dan tanpa bela rasa terhadap nasib yahudi seolah2 dalam kelalaian mereka
        tidak terlibat sedikitpun.



        **
        *
        >
        > Salam sejahtera,
        > SL Be
        >
        > -----Ursprüngliche Nachricht-----
        > Von: tionghoa-net@yahoogroups.com [mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com]
        > Im Auftrag von Harry Adinegara
        > Gesendet: Montag, 1. Juni 2009 08:09
        > An: tionghoa-net@yahoogroups.com
        > Betreff: Re: [t-net] Re: PSMTI Melakukan Politisi Etnis ! =>Dr. Irawan
        >
        > .........delete..............
        >
        > Contoh saja orang2 Jerman itu, negara kuat, negara modern, berkat antara
        > lain ya
        > sanubarinya bersih dan sejarahnya ditulis dengan lembaran baru, karena
        > mereka mau mengakui kesalahan dalam PD II. Bahkan untuk selalu ada
        > peringatan kepada yang mau main kayu, banyak spot2 peringatan terhadap
        > peristiwa holocaust itu didirikan seperti a.l. yang terbaru di kota
        > Berlin.
        >
        > Aku kira negara yang maju adalah negara yang bisa memetik apa2 ,bukan
        > saja yang baik ,tapi juga yang salah dari masa lalu(sejarahnya). Negara
        > yang ngak mau tahu akan sejarah, apalagi yang cuman mau tahu
        > grandeur-nya masa silam dan menutupi apa2 yang kelam achirnya negara
        > semacam ini akan selalu terbelakang kalau tidak jadi deldel duwel saja
        > achirnya. Simple as that!
        >
        > Harry Adinegara
        >
        >


        [Non-text portions of this message have been removed]
      • Robby Wirdja
        *Pak YHG , denger2 suaka politik ini bisa discount, atau program member get member loh , asal bisa akting kek robert de niro ....eh ralat , akting kek
        Message 3 of 5 , Jun 1, 2009
        • 0 Attachment
          *Pak YHG ,

          denger2 suaka politik ini bisa discount, atau program member get member loh
          , asal bisa akting kek robert de niro ....eh ralat , akting kek melodrama
          korea , eh ralat kek film2 boliwood........


          *

          2009/6/1 Yap Hong-Gie <ouwehoer@...>

          >
          >
          > Surprise, surprise .... Dr Irawan muncul lagi setelah dapat angin dari
          > rekan Chauvinists.
          >
          >
          > Jadi tidak perlu lah tuding-tuding oportunis, Anda sendiri 'kan pernah
          > merasakan nikmatnya cuan dari bisnis illegal Hans Gouw Syndicate, indirectly
          > dari hasil pemerasan ratusan korban calon suaka politik di AS ....
          >
          > Pesan moral disini adalah, bahwa Gospel Anda mengenai "Solidaritas
          > Tionghoa", "Potensi Tionghoa" dan bahan jualan lainnya tidak akan laku
          > disini, karena kita tahu betul bahwa Anda dkk ahli dalam memperdagangkan
          > segala-galanya.
          >
          > Best regards, yhg.
          > -------------------
          >
          > Kawan2 yb,
          > Omongan Daniel HT dan kawan2 lainnya ada benarnya.
          > Masalah esklusif kesukuan memang terstigma terhadap orang Tionghoa,
          > Karena banyaknya peraturan2 diskriminatif (walaupun banyak yang
          > sudah dicabut, tapi banyak juga yang masih menyangkut perihal ini
          > yang masih bercokol diperaturan dan perundangan). Sehingga secara
          > dibawah alam sadar kita masih merasa aneh kalau Tionghoa tidak
          > dikaitkan dengan esklusif dan kesukuan.
          > -------- c u t --------
          >
          >
          >


          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.