Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [t-net] AW: Nasib Loe di tahun Babi ===> MangUcup

Expand Messages
  • semar samiaji
    ha..ha..punten..punten MangUcup baru kasih warna buat MangUcup sekarang...punten..punten MangUcup...dari tulisan yang disajikan, tampaknya MangUcup memberikan
    Message 1 of 2 , Mar 1, 2007
    • 0 Attachment
      ha..ha..punten..punten MangUcup baru kasih warna buat MangUcup sekarang...punten..punten MangUcup...dari tulisan yang disajikan, tampaknya MangUcup memberikan makna atas satu kata yang menurut MangUcup demikian adanya, di sisi lain adalah kenyataan hidup yang mungkin MangUcup rasakan atau ada di sekitar kita...ha..ha..punten..saya kembalikan lagi kepada satu renungan yang pernah tersampaikan: Malaikat, Manusia, dan Setan siapa yang ciptakan?....Lalu ada kata InsyaAllah, MasyaAllah, mau pun Astaghfirullah...ke semuanya membawa nama Tuhan yaitu, Allah. Nah, coba gandeng dengan pertanyaan tersebut apakah bisa kita terjemahkan seperti jalan cerita MangUcup...ha..ha..

      Satu kata terucap akan mewakili apa yang dipahami di hati, namun terkadang satu kata yang seharusnya mewakili makna yang ingin disampaikan, belum tentu dapat dipahami oleh hati nurni kita....Nah, sekarang saya minta bantuan MangUcup..."apa artinya dosa?"....punten..punten...sampai sekarang saya ndak ngerti arti atau makna kata ini..punten...

      MANGUCUP <mangucup@...> wrote:
      Bagi saya jawaban tersebut sifatnya burem, karena tidak hitam maupun tidak
      putih. Yang lebih membingunkan lagi, konon banyak saudara kita yang berusaha
      untuk menjawab TIDAK, tetapi demi basa basi agar tidak menyinggung perasaan;
      ia memberikan jawaban yang burem untuk mengelak dengan ucapan “insyaAllah”.

      Bukankah dosa apabila kita menggunakan nama Allah hanya sekedar untuk
      dijadikan dalih untuk basa-basi atau pemanis bibir saja ??? Bukankah lebih
      baik dijawab dengan jelas “NO” begitu !

      Begitu juga dengan perkataan “MasyaAllah” rasanya kurang pantes pada saat
      saya terkena musibah atau hal-hal yang kurang elok saya menjawab
      “MasyaAllah” = Allah yang Maha Agung (God the Almighty). Bukankan sebaiknya
      ucapan “MasyaAllah” kita ucapkan pada saat kita melihat kebesaran berkat
      maupun ciptaan dari Allah. Umpamanya pada saat kita melihat pemandangan yang
      indah atau bayi cantik yang baru dilahirkan, ataupun pada saat kita mendapat
      berita kenaikkan pangkat ataupun gaji kita; sebagai tanda ucapan puji syukur
      melihat kebesaran dan keagungan dari Allah !

      Kebalikannya pada saat kita kena musibah ataupun melihat hal-hal yang kurang
      elok seperti becana alam; bukankah sebaiknya kita mengucapkan
      “Astagfirrulahhalazim” = Aku memohon ampun kepadamu Ya Allah ataupun
      “Innalillah” = Kepada Allah kita kembali

      Ini menurut segi pandangan mang Ucup yang pandir dan yang kurang memahami
      ajaran tersebut diatas, oleh sebab itulah dalam kesempatan ini saya mohon
      bimbingannya rekan-rekan maupun para pembaca disini untuk menjawab
      pertanyaan-pertanyaan mang Ucup.





      ---------------------------------
      It's here! Your new message!
      Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.