Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura

Expand Messages
  • Mai Da Rai
    Para peserta milis yang berbahagia, Di bulan puasa ini, dimana ummat Islam di seluruh dunia sedang diuji keimanannya untuk menahan diri dari nafsu dan marah,
    Message 1 of 28 , Nov 30, 2000
      Para peserta milis yang berbahagia,
      Di bulan puasa ini, dimana ummat Islam di seluruh dunia sedang diuji
      keimanannya untuk menahan diri dari nafsu dan marah, ijinkanlah hamba urun
      rembug sedikit. Mohon maaf kalau kurang berkenan
      .
      Ada hal yang paling menjadi pertanyaan: mengapa seorang nasrani harus masuk
      Islam lalu mengawini seorang gadis muslim lalu sembunyi sembunyi masih ke
      gereja apakah dengan demikian ia pura-pura saja ketika mengucapkan syahadat
      (kesaksian, sumpah dan janji) "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
      dan aku bersaksi
      Muhammad utusan Allah", sementara ia masih mengakui dalam hatinya ada tuhan
      selain Allah? Apakah sedemikian perlu ia mengorbankan keimanannya hanya
      untuk kawin dengan seorang wanita muslim, dengan berpura-pura masuk Islam?
      Mengapa tidak sejak berpacaran saja kepada si gadis diterangkan tentang
      kepercayaan nasrani? Mengapa setelah nikah dan punya anak? Dan seterusnya
      pertanyaan-pertanyaan berkecamuk dalam otakku, setelah selintas membaca
      kisah kesaksian Nuremmah dari Madura.

      Lalu, perintah Tuhan yang mana dalam kitab suci agama apa pun, seseorang
      pura-pura masuk suatu agama lain untuk menarik isterinya ke dalam agamanya.

      Makanya, Al Qur'an dengan terang benderang memberi hukum seseorang yang
      murtad, yaitu keluar dari agama Islam, setelah ia masuk Islam, hukumnya
      adalah Qishash. Biar orang berpikir seribu kali masuk Islam, jangan untuk
      main-main dan pura-pura. Kalo mau masuk Islam, pelajari dulu dong
      bener-bener sumber ajaran Qur'an dan Haditsnya. Begitulah kata kiyai...Aku
      sendiri pernah menyarankan seseorang wanita yang bersedia masuk Islam karena
      pacarnya Islam lalu dia ndak pernah lagi ke gereja...aku katakan "Kau jangan
      berenti ke gereja. Rajinlah tetap, sambil belajari Islam dengan tekun dan
      baik...baru kalo elu bener-bener mengakui kebenaran Islam lu boleh tinggalin
      gereja trus jadi muslimah yang bener..." Fair kan?

      Tapi seperti saran mas Bengs, baca dulu sampai selesai:
      "Doktrin yang saya terima dari bapak begitu jelas. Saya boleh
      menikah dengan siapa saja, apapun rasnya, asal yang bersangkutan seiman
      dengan saya. Maka ketika hati saya tertambat pada seorang pria Tionghoa
      yang berbeda agama dengan saya, tiba-tiba saja sebuah masalah besar
      menghadang di depan mata. "
      Al Qur'an menegaskan, seorang muslim boleh menikah dengan ahli kitab
      (nasrani dan yahudi) dan seorang muslimat hanya boleh menikahi muslim.
      Mengapa demikian? Karena seorang perempuan akan kalah dan terbawa dengan
      lelaki. Dari dulu hingga sekarang, kejadiannya akan tetap demikian, yaitu
      akhirnya wanita mengikuti agama suaminya.

      "Saya lahir dari sebuah keluarga Madura yang taat menjalankan perintah
      agama."
      Yaitu taat tanpa mempelajari sungguh-sungguh Al Qur'an dan sunnah rasul,
      sebab kalau mengikuti keduanya, tentu ia hafal surat-surat pendek, minimal,
      untuk tiap kali dibacanya dalam setiap sholatnya. Seperti surat Al Ikhlas,
      yang oleh Rasul SAW disunahkan dibaca tiap menjelang tidur, bersama surat An
      Nas dan Al Alaq. (Qul huwallahu ahad. Katakan, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.
      Allahu shomad. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
      Lamyalid walam yulad. Dan tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. . Walam
      yakullahu kufuwan ahad. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.)

      "Mungkin demi kasihnya yang begitu besar kepadaku, dia-pacarku,
      akhirnya menuruti kemauan orang tuaku. Begitulah, setelah semua
      persyaratan yang diajukan bapak dipenuhi, kamipun menikah pada 27 Juli
      1985, tepat pada hari ulang tahun pacar saya. Tak lama kemudian buah
      hati pertama kami lahir, kami beri nama Nova. Ia cantik dan pintar. Lalu
      menyusul adiknya, Agnes. Nah saat Agnes berusia 2 tahun, tepatnya pada
      1989, saya mengalami mimpi aneh. "
      Mengapa mungkin? Apa yang engkau katakan kepadanya, dan apa katanya? Apakah
      'mas cinta padaku kan? masuklah islam.' 'tentu saja aku cinta padamu. aku
      akan masuk islam'?

      Nuremah yang baik, mengapa tak kau pelajari kitab tentang 'sakaratul maut'
      (terjemahannya ada diterbitkan Toha Putra Semarang) yakni diwaktu naza
      (detik menjelang kematian) akan banyak sekali godanya, ketika diri merasa
      kehausan persis sepeti katamu "Dalam mimpi itu seakan-akan saya berada di
      padang pasir yang tandus dan panas. Rasa haus menyiksa kerongkongan. Sepi,
      tak seorangpun ada di sana. Jeritan minta tolong seperti lenyap
      disapu angin padang pasir. Tiba-tiba dalam mimpi itu, saya seperti
      melihat kilat. Bersamaan dengan itu muncul sesosok laki-laki berambut
      panjang dan berjubah. Di bagian belakang jubahnya terlihat warna biru
      langit yang segar. Sayapun melambaikan tangan kearahnya, berharap
      pertolongan. Mendadak orang itu berkata, "Saat ini kamu sedang di ambang
      kematian. Jika ingin selamat, kamu harus percaya kepada-Ku. Karena jalan
      keselamatan, hanya ada didalamKu. Akulah Tuhanmu. Apakah kamu masih
      belum percaya ? Akulah jalan kebenaran hidup. Barangsiapa percaya
      kepadaKu, maka ia akan selamat. Ikutlah padaKu ..!"

      Sayang menjelang tidurmu kau tak pernah baca ketiga surat itu, ditambah ayat
      kursi, mimpimu buruk sekali, kau tak tahu mana huda dan mana goda. Bacalah
      surat an Nas. "Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara
      dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan
      (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan)
      kedalam dada manusia. dari jin dan manusia."

      Apakah kau tak pernah dengar cerita Syech Abdul Qadir Al Jaelani yang satu
      ketika didatangi syaitan dengan berkata "Hai Abdul Qadir, akulah Tuhanmu.
      Mulai sekarang aku halalkan apa yang haram bagimu". Jawab Abdul Qadir
      setelah baca taawud (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang
      terkutuk) "Pergi kau syetan. Tuhanku tak akan merubah firman-Nya".

      "Dengan penuh kemarahan saya berkata kepada
      suami saya, "Saat ini juga kita cerai .... !" " Ketika itu, hukumnya
      adalah talak sudah jatuh. Karena suamimu ternyata bukan muslim. Maka episode
      perhubungan suami istri kalian adalah zina. Apakah kamu yang taat beragama
      tak tahu hukum fikh dasar demikian? Yang bener aja Mah...

      "Saya sendiri aduh ..... acapkali
      kesetanan. Dengan kedua tangan saya mencekiknya. Sesudah itu saya
      berendam di kamar mandi hingga berjam-jam."
      Tuu.. kan. Makanya baca taawud dan ketiga surat itu sering-sering. Eh, kamu
      masih sholat apa ndak sih? Masih ngaji dan baca Qur'an ndak? Katanya muslim
      taat.

      "Samar-samar terdengar suami saya berkata, "Ma, kami semua mencintai
      mama. Aku dan juga anak-anak, sangat sayang pada mama. Apakah mama tidak
      ingin sembuh, tidak ingin hidup dan mendampingi kami lagi ? Tolong ma,
      bertahanlah. Cobalah mama mengumpulkan semangat. Sebutlah nama Yesus !"

      Lho? Katanya udah muslim, kok bukan 'Ma, katakan laa ilaha illallah'.
      Nuremah, apa kamu lupa, Rasul SAW sudah berpesan, kepada sodara yang tengah
      naza, bacakan padanya 'laa ilaa ha illallah', kunci sorga, "Barang siapa
      yang di akhir kata-katanya adalah laa ilaa ha illallah, maka sorga baginya".
      Aduuuhhh pernah tahlilan ndak sih antum? Mosok tahlil ndak bisa?

      "Kendati begitu saya belum juga mau bertobat".
      Ya ampur nur..., cepetan baca tahlil.
      "Kamu masih belum percaya kepadaKu ? Akulah Tuhanmu, Akulah
      jalan, kebenaran dan hidup",
      Tuu kan ngimpi lagi dah. Baca taawud dong.

      "Pembaca yang seiman, meski dengan sembunyi-sembunyi saya tahu kalau
      selama ini suami saya ternyata masih rajin ke gereja."
      He he he diboongin loh...

      "Kok ayatnya ini semua ? Apa tidak ada bacaan lain ?"
      Eeehhhh...ya terang dong. Itu kan ayat pertama. Gimana sih...?

      " Saya mulai membanding-bandingkan mana ajaran yang
      paling benar. Saya bahkan pernah baca dua kitab suci sekaligus dan
      mencoba membandingkannya."
      Eeehhh...baca terjemah apa aslinya?
      Jangan-jangan kamu ndak bisa baca arab dah. Tuu kan, tiap baca Qur'an, kan
      harus baca dulu taawud. Nih, aku ajari.
      'Aku berlindung kepada Allah, dari godaan syetan yang terkutuk'. Baru baca
      basmalah. 'Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
      Penyayang'. Trus baca ayat kursi: 'Allah, tiada Tuhan selain Dia. Yang hidup
      kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak
      tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat
      memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang
      di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui
      apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah
      meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya,
      dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.'

      Hafal ndak? Mosok ayat kursi ndak hafal sih? Katanya orang Madura taat
      beragama? Itu ayat biasa untuk mengusir syetan dan jin juga kan?

      Ayat selanjutnya 'Laa iqraha fiddin' Tiada ada paksaan untuk (memasuki)
      agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang
      sesat.'
      Trus : 'Allah Pelindung orang-orang yang beriman'.
      Ah, gimana kamu mau dilindungi?
      Iman dulu dong. Baca Al Qur'an.
      'Dia mengeluarkan mereka
      dari gelap kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya
      ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Meraka
      itulah penghuni neraka , mereka kekal di dalamnya.'
      Baca ndak? Katanya bisa membandingkan.
      Makanya tanya ke anak IAIN tentang pelajaran Ilmu
      Perbandingan Agama dong.

      Kalo udah selesai, tutup tu Qur'an, baca Sadaqallahul adzim.
      Maha benar Allah dengan segala firmannya

      "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila
      ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkita kehidupan yang
      dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia"
      (Yakobus 1 : 12)

      Tuuu kan bener. Tahan uji dong. Mosok segitu aja ndak tahan sih? Baca ayat
      kursi terus. Insya allah selamat.
      'Yaa ayyuhalladziina aamanu qun anfusakum waahliikum naa ra' Hai orang yang
      beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
      Maka ayat pertama yang turun adalah "Bacalah!" Baca dong Al Qur'an.

      Peserta milis yang budiman, apa kira-kira kesaksian sang suami? Apa
      kira-kira komentar dan ungkapan perasaan bapak-ibu sang istri?

      Apakah dulu sang suami berkata di hati 'Aku masuk islam dulu...trus tetap ke
      gereja...trus punya anak...entar istri juga nyerah..."?

      Apalah kata bapak-ibunya 'Astaghfirullah. Rabal barooza. Astaghfirullah.
      Minal
      khataaya. Ya Allah Gusti...nyuwun ampunanmu atas dosaku yang lupa pada-Mu.
      Atas dosaku...yang lupa pada-Mu" ?

      Astaghfirullah.
      Wabillahi taufiq wal hidayah. Wal afku minkum.
      Al haqqu min rabbikum. Kebenaran adalah dari Tuhanmu.
      Walaa tamuutunna illa waantum muslimun.
      Janganlah mati kamu sekalian kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri)

      Demikian khutbah Jumat hari ini.
      Mohon maaf bila kurang berkenan.

      Nur
      Jumat, 04:37
      Komitmenku tetap bersedia dialog antar agama apapun, dengan cara yang
      bagaimana pun...ayo dong...

      ----- Original Message -----
      From: Pagoda <pagoda@...>

      > Saya mem-forward-kan article ini karena didalamnya tersangkut juga
      hubungan antara orang Tionghoa yang menikah dengan penduduk setempat yang
      berlainan agama dan suku. Apakah hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar ???
      > Coba dong, dibaca dulu sampai selesai .... baru kita renungkan bersama,
      konsekuensi pembauran dengan ikatan keluarga misalnya, khan bisa jadi dasar
      topik juga ???
      >
      > Bengs
    • krisdianto.krisdianto@jcu.edu.au
      Sebenarnya berbicara soal agama juga nggak masalah. hanya saja tergantung dari sudut pandangnya dalam mengulas. Kalau cara pandangnya menganggap agamanya
      Message 2 of 28 , Dec 1, 2000
        Sebenarnya berbicara soal agama juga nggak masalah. hanya saja tergantung dari
        sudut pandangnya dalam mengulas. Kalau cara pandangnya menganggap agamanya
        sendiri yang baik dengan cara menjelekkan agama lainnya tentu saja tidak benar.
        Selama ini kan demikian yang sering terjadi. Agama sebagai way of life
        seharusnya memang dibicarakan, tapi dengan titik tolak rasa menghargai kepada
        agama lain.
        kalau membicarakannya didasari dari rasa kecewa, tidak puas, protes atau iri,
        pasti akan berujung dengan menjelekan satu sama lain.

        Soal vertikal dan horizontal itu harus jelas masalahnya. Kalau kita bicara soal
        keimanan, memang lebih baik bicara sama Tuhan saja, pada prakteknya bisa diskusi
        dengan sesama pemeluk agama sejenis. Tapi kalau itu soal hubungan manusia yang
        berlainan agama mestinya harus dengan manusia juga. Karena kalau ada problemnya,
        Tuhan tidak serta merta menjawab. Kuncinya ya satu, yaitu menghargai agama lain
        dulu baru ngomong agamanya sendiri.

        Begini lho ya pengertian toleransi itu harus diperjelas, artinya kita "share
        cooperation", kita berkerjasama untuk mencapai tujuan yang baik, bermanfaat
        untuk semuanya. Misalnya, kalau memfoward berita ke mailing list ini juga
        dikasih comment/pendapat yang memforward, supaya kita yang membaca nggak salah
        mengerti. Perlu juga diberi tahukan sumbernya, supaya jelas siapa yang
        bertanggung jawab atas berita itu. Kalau mau beropini silahkan saja, tapi mesti
        siap kalau dipertanyakan kebenarannya.

        Tapi yang pasti toleransi itu bukan "share commitment"

        Regards,

        Krisdianto





        Quoting Martinus Oey <marcos@...>:

        > Ya sih cuma karena menyangkut agamanya itu, sebaiknya hubungan yang
        > Vertical
        > dibuat vertical saja, hubungan yang horizontal ya di bicarakan secara
        > horizontal, Maslah ini karena mengandung unsur Vertical biarlah
        > dibicarakan
        > di Millist yang khusus membicarakan masalah Vertical, yaitu millist
        > yang
        > sudah saya sebutkan itu. biarkan hubungan umat dan Tuhannya yang
        > dipercayanya dibahas secara khusus lah, karena masalah ini lebih kental
        > ke
        > Perpindahan Agama, kepercayaan orang kepada Tuhannya, ya sebaiknya sih
        > jangan di millist Tionghoa Net ini, yang nota bene pesertanya beragama
        > agama, gitu, jadi tidak membuat yang Non Kristen tersinggung.
        > itu saja saran saya,
        >
        > Salam
        >
        > -----------------------------------------------------
        > Click here for Free Video!!
        > http://www.gohip.com/free_video/
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: "Pagoda" <pagoda@...>
        > To: <tionghoa-net@egroups.com>
        > Sent: Thursday, November 30, 2000 2:45 PM
        > Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura
        >
        >
        > > Saya mem-forward-kan article ini karena didalamnya tersangkut juga
        > hubungan antara orang Tionghoa yang menikah dengan penduduk setempat
        > yang
        > berlainan agama dan suku. Apakah hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar
        > ???
        > > Coba dong, dibaca dulu sampai selesai .... baru kita renungkan
        > bersama,
        > konsekuensi pembauran dengan ikatan keluarga misalnya, khan bisa jadi
        > dasar
        > topik juga ???
        > >
        > > Bengs
        > > ----- Original Message -----
        > > From: Martinus Oey
        > > To: tionghoa-net@egroups.com
        > > Sent: Thursday, November 30, 2000 2:43 PM
        > > Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura
        > >
        > >
        > > Boleh ya saya saran dan urun rembuk,?
        > > Bagaimana kalau untuk article spt ini diforwardkan ke paroki-net
        > atau
        > > ficanet yang mana kedua millist itu memang millist untuk agama?
        > > Di tionghoa net ini kita diskusi masalah hubungan yang Tionghoa dan
        > Non
        > > Tionghoa, jadi diskusi yang horizontal, kalau di paroki net ata di
        > ficanet
        > > lebih yang ke arah vertical.
        > > Anyhow kalau ada yang bisa menerima silakan, jangan sampai diskusi
        > nya
        > > menyangkut SARA, kemudian saling serang!
        > >
        > > Salam
        > >
        > >
        > >
        > > [Non-text portions of this message have been removed]
        > >
        > >
        > >
        > > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
        > >
        > > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
        > > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
        > > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
        > >
        > > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
        > >
        >
        >
        > -------------------------- eGroups Sponsor
        >
        > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
        >
        > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
        > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
        > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
        >
        > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
        >
        >
      • Rachmawati Rahmat
        He eh, saya ampe ketipu. Kirain teh ada saksi baru soal kasus Bulogate yang dari madura.... Ceritanya tidak menimbulkan simpati. Karena yang diakui justru
        Message 3 of 28 , Dec 1, 2000
          He eh, saya ampe ketipu. Kirain teh ada saksi baru soal kasus
          Bulogate yang dari madura....
          Ceritanya tidak menimbulkan simpati. Karena yang diakui justru
          'berpura-pura' pindah agama; jadi tumbila dalem selimut. Itu-lah,
          dan saksinya adalah Nuremmah, bukan Siti Farikah.

          SARA, siapa takut ....

          --- In tionghoa-net@egroups.com, "Martinus Oey" <marcos@c...> wrote:
          > Boleh ya saya saran dan urun rembuk,?
          > Bagaimana kalau untuk article spt ini diforwardkan ke paroki-net
          atau
          > ficanet yang mana kedua millist itu memang millist untuk agama?
          > Di tionghoa net ini kita diskusi masalah hubungan yang Tionghoa dan
          Non
          > Tionghoa, jadi diskusi yang horizontal, kalau di paroki net ata di
          ficanet
          > lebih yang ke arah vertical.
          > Anyhow kalau ada yang bisa menerima silakan, jangan sampai diskusi
          nya
          > menyangkut SARA, kemudian saling serang!
          >
          > Salam
          > > > Sent: Saturday, September 30, 2000 11:44 AM
          > > > To: Aay
          > > > Cc: Brother; Budi; Donald; Hau2; lanny; natal;
          > > > roberto
          > > > Subject: Fw: Kesaksian Nuremmah Dari Madura
          > > >
          > > >
          > > > "David J. Faniesin" wrote:
          > > >
          > > > Kucinta keluarga Tuhan, terjalin mesra sekali
          > > > ...
          > > > Semua saling mengasihi, betapa senang ku
          > > > menjadi,
          > > > Keluarganya Tuhan .........
          > > >
          > > >
          > > _________________________________________________________
          [CyberGII-NET]
          > > >
          > > > ----Original Message-----
          > > >
          > > > KESAKSIAN NUREMMAH DARI MADURA (PAMEKASAN)
          > > >
          > > > Sebuah kisah sejati yang sangat dahsyat dan
          > > > menyentuh hati. Bagaimana
          > > > Nuremmah harus melindungi dan menjaga keluarganya
          > > > dari teror dan ancaman
          > > > pembunuhan, setelah ia memutuskan mengikut
          > > > jalan Kristus. Apalagi ia
          > > > bersuamikan Tionghoa dan keluarganya pemeluk
          > > > agama yang kuat. Tetapi
          > > > wanita Madura kelahiran Madura 1 Desember 1965 ini
          > > > tak pernah menyerah,
          > > > baginya satu-satunya Juruselamat cuma Yesus.
          > > > Seperti dituturkan jemaat
          > > > GBIS Bunga Bakung Pamekasan ini kepada GLORIA.
          > > >
          > > > Saya lahir dari sebuah keluarga Madura yang taat
          > > > menjalankan perintah
          > > > agama. Doktrin yang saya terima dari bapak
          > > > begitu jelas. Saya boleh
          > > > menikah dengan siapa saja, apapun rasnya, asal
          > > > yang bersangkutan seiman
          > > > dengan saya. Maka ketika hati saya tertambat pada
          > > > seorang pria Tionghoa
          > > > yang berbeda agama dengan saya, tiba-tiba saja
          > > > sebuah masalah besar
          > > > menghadang di depan mata. Apalagi sebagai wanita
          > > > yang masih sangat muda
          > > > waktu itu, saya lebih menuruti kata hati dan
          > > > perasaan. Ya, perasaan yang
          > > > tengah tumbuh subur oleh cinta. Sebenarnya
          > > > sebagai anak yang berbakti,
          > > > saya tak hendak menentang kehendak orangtua.
          > > > Tapi yang satu ini,
          > > > dorongan hatiku agaknya lebih kuat dari berbagai
          > > > larangan maupun resiko
          > > > paling buruk yang mesti kuhadapi. Maka mesti
          > > > ditentang disana-sini,
          > > > kadang juga diancam, aku pantang mundur untuk
          > > > memadu cinta dengannya.
          > > >
          > > > Tetapi kekangan dan tekanan keluarga rupanya jauh
          > > > lebih kuat. Keinginan
          > > > orang tua kami cuma satu : kalau aku hendak menikah
          > > > dengan pacarku, maka
          > > > dia yang tidak seiman dengan kami mesti memeluk
          > > > kepercayaan yang kami
          > > > anut. Mungkin demi kasihnya yang begitu besar
          > > > kepadaku, dia-pacarku,
          > > > akhirnya menuruti kemauan orang tuaku.
          > > > Begitulah, setelah semua
          > > > persyaratan yang diajukan bapak dipenuhi, kamipun
          > > > menikah pada 27 Juli
          > > > 1985, tepat pada hari ulang tahun pacar saya.
          > > > Tak lama kemudian buah
          > > > hati pertama kami lahir, kami beri nama Nova. Ia
          > > > cantik dan pintar. Lalu
          > > > menyusul adiknya, Agnes. Nah saat Agnes berusia 2
          > > > tahun, tepatnya pada
          > > > 1989, saya mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi itu
          > > > seakan-akan saya berada
          > > > di padang pasir yang tandus dan panas. Rasa haus
          > > > menyiksa kerongkongan.
          > > >
          > > > Sepi, tak seorangpun ada di sana. Jeritan minta
          > > > tolong seperti lenyap
          > > > disapu angin padang pasir. Tiba-tiba dalam
          > > > mimpi itu, saya seperti
          > > > melihat kilat. Bersamaan dengan itu muncul
          > > > sesosok laki-laki berambut
          > > > panjang dan berjubah. Di bagian belakang
          > > > jubahnya terlihat warna biru
          > > > langit yang segar. Sayapun melambaikan tangan
          > > > kearahnya, berharap
          > > > pertolongan. Mendadak orang itu berkata, "Saat ini
          > > > kamu sedang di ambang
          > > > kematian. Jika ingin selamat, kamu harus percaya
          > > > kepada-Ku. Karena jalan
          > > > keselamatan, hanya ada didalamKu. Akulah
          > > > Tuhanmu. Apakah kamu masih
          > > > belum percaya ? Akulah jalan kebenaran hidup.
          > > > Barangsiapa percaya
          > > > kepadaKu, maka ia akan selamat. Ikutlah padaKu ..!"
          > > >
          > > > Saya kontan terbangun. Anehnya keadaan kamar saya
          > > > waktu itu ikut terang
          > > > benderang. Padahal lampu penerangan di kamar saya
          > > > hanya 15 watt. Saya
          > > > jadi tercenung, mengenangkan semua mimpi yang
          > > > baru terjadi. Saya ingat
          > > > dengan jelas wajah laki-laki berjubah yang
          > > > menemui saya di dalam mimpi
          > > > itu. Ah, benar ! Wajahnya itu kerap dibawa
          > > > suami saya dari Surabaya,
          > > > enam tahun silam. Ketika itu suami saya membawa
          > > > gambar Yesus dan sebuah
          > > > Alkitab. Melihat semua itu emosi saya jadi
          > > > terbakar, gambar Yesus saya
          > > > injak-injak dan saya sobek. Dengan penuh
          > > > kemarahan saya berkata kepada
          > > > suami saya, "Saat ini juga kita cerai .... !"
          > > > Mungkin takut atau tak
          > > > ingin ribut-ribut, sejak itu suami saya tak
          > > > pernah lagi membawa gambar
          > > > Yesus ke rumah. Demikian pula dengan Alkitab, saya
          > > > tak pernah melihatnya
          > > > untuk yang kedua kali. Kendati begitu mimpi
          > > > di padang pasir terus
          > > > mengusik pikiran saya. Sampai kira-kira
          > > > sebulan kemudian, saya
          > > > bertengkar hebat dengan suami. Jujur mesti saya
          > > > akui kalau suami saya
          > > > sangat baik dan sabar. Jika terjadi
          > > > pertengkaran di antara kami, ia
          > > > memilih mengalah atau menghindar. Saya sendiri
          > > > aduh ..... acapkali
          > > > kesetanan. Dengan kedua tangan saya
          > > > mencekiknya. Sesudah itu saya
          > > > berendam di kamar mandi hingga berjam-jam.
          > > >
          > > > Begitu juga yang terjadi malam itu, usai
          > > > bertengkar dengan suami, saya
          > > > langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari
          > > > dalam. Takut terjadi
          > > > sesuatu dengan saya, suami mencoba
          > > > menggedor-gedor pintu. "Kalau kamu
          > > > marah, jangan begitu. Itu namanya menyiksa diri.
          > > > Lebih baik kau pukul
          > > > saja aku .... biar lega", bujuk suami saya.
          > > >
          > > > Mendengar kata-katanya yang begitu sejuk,
          > > > kemarahan saya akhirnya
          > > > mencair. Tiba-tiba muncul perasaan iba
          > > > kepadanya. Keluar dari kamar
          > > > mandi, saya langsung membaringkan tubuh ke atas
          > > > tempat tidur. Malam itu
          > > > suhu tubuh saya meninggi dan mendekati tengah
          > > > malam saya mengalami
          > > > kejang-kejang. Suami saya kebingungan melihat
          > > > kondisi saya. Dipanggilnya
          > > > seluruh keluarga, termasuk tante-tante saya.
          > > > Lalu dibacakan doa-doa
          > > > untuk saya. Tapi keadaan saya makin memburuk.
          > > > Perut saya mengeras, dan
          > > > bibir saya terlihat biru.
          > > >
          > > > Samar-samar terdengar suami saya berkata,
          > > > "Ma, kami semua mencintai
          > > > mama. Aku dan juga anak-anak, sangat sayang pada
          > > > mama. Apakah mama tidak
          > > > ingin sembuh, tidak ingin hidup dan mendampingi
          > > > kami lagi ? Tolong ma,
          > > > bertahanlah. Cobalah mama mengumpulkan semangat.
          > > > Sebutlah nama Yesus !"
          > > > Saat itu saya merasakan segalanya hampir berakhir.
          > > > Tapi hati kecil saya
          > > > belum rela meninggalkan anak-anak dan suami .
          > > > Dan dalam himpitan
          > > > demikian, sayapun menyebut nama yang
          > > > disarankan suami saya. Yesus!
          > > > Bahkan dengan cara berdoa semampu saya, saya
          > > > minta tolong Yesus untuk
          > > > disembuhkan. Lalu perlahan-lahan saya merasakan
          > > > seluruh syaraf saya
          > > > mengendur. Saya tidak tegang lagi. Saya bisa
          > > > melihat dengan sempurna.
          > > > Saya melihat suami saya tersenyum dan memanggil
          > > > saya. Sebuah panggilan
          > > > yang lembut dan mesra.
          > > >
          > > > Kendati begitu saya belum juga mau bertobat. Dan
          > > > malamnya, saya bermimpi
          > > > lagi. Dalam mimpi itu seolah-olah saya hendak
          > > > tenggelam di laut. Lalu
          > > > tiba-tiba muncul sesosok wajah seperti dalam
          > > > mimpi yang dulu. Wajah
          > > > Yesus. "Kamu masih belum percaya kepadaKu ?
          > > > Akulah Tuhanmu, Akulah
          > > > jalan, kebenaran dan hidup", katanya. Sayapun
          > > > mengangguk. Lalu saya
          > > >
          > > === message truncated ===
          > >
          > >
          > > __________________________________________________
          > > Do You Yahoo!?
          > > Yahoo! Shopping - Thousands of Stores. Millions of Products.
          > > http://shopping.yahoo.com/
          > >
          > >
          > > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
          > >
          > > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
          > > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@e...
          > > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@e...
          > >
          > > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
          > >
        • Husein Kesuma
          Salam buat semuanya. Saya rasa cerita ttg Nuermmah itu belum tentu benar, ceritanya spt propaganda aja. Jadi menurut saya tidak usah terlalu ditanggapi
          Message 4 of 28 , Dec 1, 2000
            Salam buat semuanya.

            Saya rasa cerita ttg Nuermmah itu belum tentu benar, ceritanya spt
            propaganda aja.
            Jadi menurut saya tidak usah terlalu ditanggapi cerita2x spt ini, kalau
            tidak salah Pagoda ini juga yg memforward mail yg berjudul The truth about
            MU & WWF.
            Sebuah cerita yg aneh tp lucu.
            Jadi jangan krn mail ini kita terpancing utk ribut apalagi di bulan yg suci
            ini.
            Memang kalau sudah masuk ke masalah agama, masalahnya jadi repot, krn memang
            agama adalah sebuah pegangan hidup, jadi urusannya jadi sensitif kalau
            sudah menyinggung2x agama.
            Karena sensitif jadi saya rasa lebih baik utk menyinggung masalah agama di
            milis ini, krn anggota2x milis bukan cuma orang Kristen atau Islam.

            Thankyou.

            -Husin-

            -----Original Message-----
            From: Mai Da Rai [mailto:ijtihad@...]
            Sent: 01 Desember 2000 14:19
            To: tionghoa-net@egroups.com
            Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura


            Para peserta milis yang berbahagia,
            Di bulan puasa ini, dimana ummat Islam di seluruh dunia sedang diuji
            keimanannya untuk menahan diri dari nafsu dan marah, ijinkanlah hamba urun
            rembug sedikit. Mohon maaf kalau kurang berkenan
            .
            Ada hal yang paling menjadi pertanyaan: mengapa seorang nasrani harus masuk
            Islam lalu mengawini seorang gadis muslim lalu sembunyi sembunyi masih ke
            gereja apakah dengan demikian ia pura-pura saja ketika mengucapkan syahadat
            (kesaksian, sumpah dan janji) "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
            dan aku bersaksi
            Muhammad utusan Allah", sementara ia masih mengakui dalam hatinya ada tuhan
            selain Allah? Apakah sedemikian perlu ia mengorbankan keimanannya hanya
            untuk kawin dengan seorang wanita muslim, dengan berpura-pura masuk Islam?
            Mengapa tidak sejak berpacaran saja kepada si gadis diterangkan tentang
            kepercayaan nasrani? Mengapa setelah nikah dan punya anak? Dan seterusnya
            pertanyaan-pertanyaan berkecamuk dalam otakku, setelah selintas membaca
            kisah kesaksian Nuremmah dari Madura.

            Lalu, perintah Tuhan yang mana dalam kitab suci agama apa pun, seseorang
            pura-pura masuk suatu agama lain untuk menarik isterinya ke dalam agamanya.

            Makanya, Al Qur'an dengan terang benderang memberi hukum seseorang yang
            murtad, yaitu keluar dari agama Islam, setelah ia masuk Islam, hukumnya
            adalah Qishash. Biar orang berpikir seribu kali masuk Islam, jangan untuk
            main-main dan pura-pura. Kalo mau masuk Islam, pelajari dulu dong
            bener-bener sumber ajaran Qur'an dan Haditsnya. Begitulah kata kiyai...Aku
            sendiri pernah menyarankan seseorang wanita yang bersedia masuk Islam karena
            pacarnya Islam lalu dia ndak pernah lagi ke gereja...aku katakan "Kau jangan
            berenti ke gereja. Rajinlah tetap, sambil belajari Islam dengan tekun dan
            baik...baru kalo elu bener-bener mengakui kebenaran Islam lu boleh tinggalin
            gereja trus jadi muslimah yang bener..." Fair kan?

            Tapi seperti saran mas Bengs, baca dulu sampai selesai:
            "Doktrin yang saya terima dari bapak begitu jelas. Saya boleh
            menikah dengan siapa saja, apapun rasnya, asal yang bersangkutan seiman
            dengan saya. Maka ketika hati saya tertambat pada seorang pria Tionghoa
            yang berbeda agama dengan saya, tiba-tiba saja sebuah masalah besar
            menghadang di depan mata. "
            Al Qur'an menegaskan, seorang muslim boleh menikah dengan ahli kitab
            (nasrani dan yahudi) dan seorang muslimat hanya boleh menikahi muslim.
            Mengapa demikian? Karena seorang perempuan akan kalah dan terbawa dengan
            lelaki. Dari dulu hingga sekarang, kejadiannya akan tetap demikian, yaitu
            akhirnya wanita mengikuti agama suaminya.

            "Saya lahir dari sebuah keluarga Madura yang taat menjalankan perintah
            agama."
            Yaitu taat tanpa mempelajari sungguh-sungguh Al Qur'an dan sunnah rasul,
            sebab kalau mengikuti keduanya, tentu ia hafal surat-surat pendek, minimal,
            untuk tiap kali dibacanya dalam setiap sholatnya. Seperti surat Al Ikhlas,
            yang oleh Rasul SAW disunahkan dibaca tiap menjelang tidur, bersama surat An
            Nas dan Al Alaq. (Qul huwallahu ahad. Katakan, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.
            Allahu shomad. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
            Lamyalid walam yulad. Dan tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. . Walam
            yakullahu kufuwan ahad. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.)

            "Mungkin demi kasihnya yang begitu besar kepadaku, dia-pacarku,
            akhirnya menuruti kemauan orang tuaku. Begitulah, setelah semua
            persyaratan yang diajukan bapak dipenuhi, kamipun menikah pada 27 Juli
            1985, tepat pada hari ulang tahun pacar saya. Tak lama kemudian buah
            hati pertama kami lahir, kami beri nama Nova. Ia cantik dan pintar. Lalu
            menyusul adiknya, Agnes. Nah saat Agnes berusia 2 tahun, tepatnya pada
            1989, saya mengalami mimpi aneh. "
            Mengapa mungkin? Apa yang engkau katakan kepadanya, dan apa katanya? Apakah
            'mas cinta padaku kan? masuklah islam.' 'tentu saja aku cinta padamu. aku
            akan masuk islam'?

            Nuremah yang baik, mengapa tak kau pelajari kitab tentang 'sakaratul maut'
            (terjemahannya ada diterbitkan Toha Putra Semarang) yakni diwaktu naza
            (detik menjelang kematian) akan banyak sekali godanya, ketika diri merasa
            kehausan persis sepeti katamu "Dalam mimpi itu seakan-akan saya berada di
            padang pasir yang tandus dan panas. Rasa haus menyiksa kerongkongan. Sepi,
            tak seorangpun ada di sana. Jeritan minta tolong seperti lenyap
            disapu angin padang pasir. Tiba-tiba dalam mimpi itu, saya seperti
            melihat kilat. Bersamaan dengan itu muncul sesosok laki-laki berambut
            panjang dan berjubah. Di bagian belakang jubahnya terlihat warna biru
            langit yang segar. Sayapun melambaikan tangan kearahnya, berharap
            pertolongan. Mendadak orang itu berkata, "Saat ini kamu sedang di ambang
            kematian. Jika ingin selamat, kamu harus percaya kepada-Ku. Karena jalan
            keselamatan, hanya ada didalamKu. Akulah Tuhanmu. Apakah kamu masih
            belum percaya ? Akulah jalan kebenaran hidup. Barangsiapa percaya
            kepadaKu, maka ia akan selamat. Ikutlah padaKu ..!"

            Sayang menjelang tidurmu kau tak pernah baca ketiga surat itu, ditambah ayat
            kursi, mimpimu buruk sekali, kau tak tahu mana huda dan mana goda. Bacalah
            surat an Nas. "Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara
            dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan
            (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan)
            kedalam dada manusia. dari jin dan manusia."

            Apakah kau tak pernah dengar cerita Syech Abdul Qadir Al Jaelani yang satu
            ketika didatangi syaitan dengan berkata "Hai Abdul Qadir, akulah Tuhanmu.
            Mulai sekarang aku halalkan apa yang haram bagimu". Jawab Abdul Qadir
            setelah baca taawud (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang
            terkutuk) "Pergi kau syetan. Tuhanku tak akan merubah firman-Nya".

            "Dengan penuh kemarahan saya berkata kepada
            suami saya, "Saat ini juga kita cerai .... !" " Ketika itu, hukumnya
            adalah talak sudah jatuh. Karena suamimu ternyata bukan muslim. Maka episode
            perhubungan suami istri kalian adalah zina. Apakah kamu yang taat beragama
            tak tahu hukum fikh dasar demikian? Yang bener aja Mah...

            "Saya sendiri aduh ..... acapkali
            kesetanan. Dengan kedua tangan saya mencekiknya. Sesudah itu saya
            berendam di kamar mandi hingga berjam-jam."
            Tuu.. kan. Makanya baca taawud dan ketiga surat itu sering-sering. Eh, kamu
            masih sholat apa ndak sih? Masih ngaji dan baca Qur'an ndak? Katanya muslim
            taat.

            "Samar-samar terdengar suami saya berkata, "Ma, kami semua mencintai
            mama. Aku dan juga anak-anak, sangat sayang pada mama. Apakah mama tidak
            ingin sembuh, tidak ingin hidup dan mendampingi kami lagi ? Tolong ma,
            bertahanlah. Cobalah mama mengumpulkan semangat. Sebutlah nama Yesus !"

            Lho? Katanya udah muslim, kok bukan 'Ma, katakan laa ilaha illallah'.
            Nuremah, apa kamu lupa, Rasul SAW sudah berpesan, kepada sodara yang tengah
            naza, bacakan padanya 'laa ilaa ha illallah', kunci sorga, "Barang siapa
            yang di akhir kata-katanya adalah laa ilaa ha illallah, maka sorga baginya".
            Aduuuhhh pernah tahlilan ndak sih antum? Mosok tahlil ndak bisa?

            "Kendati begitu saya belum juga mau bertobat".
            Ya ampur nur..., cepetan baca tahlil.
            "Kamu masih belum percaya kepadaKu ? Akulah Tuhanmu, Akulah
            jalan, kebenaran dan hidup",
            Tuu kan ngimpi lagi dah. Baca taawud dong.

            "Pembaca yang seiman, meski dengan sembunyi-sembunyi saya tahu kalau
            selama ini suami saya ternyata masih rajin ke gereja."
            He he he diboongin loh...

            "Kok ayatnya ini semua ? Apa tidak ada bacaan lain ?"
            Eeehhhh...ya terang dong. Itu kan ayat pertama. Gimana sih...?

            " Saya mulai membanding-bandingkan mana ajaran yang
            paling benar. Saya bahkan pernah baca dua kitab suci sekaligus dan
            mencoba membandingkannya."
            Eeehhh...baca terjemah apa aslinya?
            Jangan-jangan kamu ndak bisa baca arab dah. Tuu kan, tiap baca Qur'an, kan
            harus baca dulu taawud. Nih, aku ajari.
            'Aku berlindung kepada Allah, dari godaan syetan yang terkutuk'. Baru baca
            basmalah. 'Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
            Penyayang'. Trus baca ayat kursi: 'Allah, tiada Tuhan selain Dia. Yang hidup
            kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak
            tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat
            memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang
            di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui
            apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah
            meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya,
            dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.'

            Hafal ndak? Mosok ayat kursi ndak hafal sih? Katanya orang Madura taat
            beragama? Itu ayat biasa untuk mengusir syetan dan jin juga kan?

            Ayat selanjutnya 'Laa iqraha fiddin' Tiada ada paksaan untuk (memasuki)
            agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang
            sesat.'
            Trus : 'Allah Pelindung orang-orang yang beriman'.
            Ah, gimana kamu mau dilindungi?
            Iman dulu dong. Baca Al Qur'an.
            'Dia mengeluarkan mereka
            dari gelap kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya
            ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Meraka
            itulah penghuni neraka , mereka kekal di dalamnya.'
            Baca ndak? Katanya bisa membandingkan.
            Makanya tanya ke anak IAIN tentang pelajaran Ilmu
            Perbandingan Agama dong.

            Kalo udah selesai, tutup tu Qur'an, baca Sadaqallahul adzim.
            Maha benar Allah dengan segala firmannya

            "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila
            ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkita kehidupan yang
            dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia"
            (Yakobus 1 : 12)

            Tuuu kan bener. Tahan uji dong. Mosok segitu aja ndak tahan sih? Baca ayat
            kursi terus. Insya allah selamat.
            'Yaa ayyuhalladziina aamanu qun anfusakum waahliikum naa ra' Hai orang yang
            beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
            Maka ayat pertama yang turun adalah "Bacalah!" Baca dong Al Qur'an.

            Peserta milis yang budiman, apa kira-kira kesaksian sang suami? Apa
            kira-kira komentar dan ungkapan perasaan bapak-ibu sang istri?

            Apakah dulu sang suami berkata di hati 'Aku masuk islam dulu...trus tetap ke
            gereja...trus punya anak...entar istri juga nyerah..."?

            Apalah kata bapak-ibunya 'Astaghfirullah. Rabal barooza. Astaghfirullah.
            Minal
            khataaya. Ya Allah Gusti...nyuwun ampunanmu atas dosaku yang lupa pada-Mu.
            Atas dosaku...yang lupa pada-Mu" ?

            Astaghfirullah.
            Wabillahi taufiq wal hidayah. Wal afku minkum.
            Al haqqu min rabbikum. Kebenaran adalah dari Tuhanmu.
            Walaa tamuutunna illa waantum muslimun.
            Janganlah mati kamu sekalian kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri)

            Demikian khutbah Jumat hari ini.
            Mohon maaf bila kurang berkenan.

            Nur
            Jumat, 04:37
            Komitmenku tetap bersedia dialog antar agama apapun, dengan cara yang
            bagaimana pun...ayo dong...

            ----- Original Message -----
            From: Pagoda <pagoda@...>

            > Saya mem-forward-kan article ini karena didalamnya tersangkut juga
            hubungan antara orang Tionghoa yang menikah dengan penduduk setempat yang
            berlainan agama dan suku. Apakah hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar ???
            > Coba dong, dibaca dulu sampai selesai .... baru kita renungkan bersama,
            konsekuensi pembauran dengan ikatan keluarga misalnya, khan bisa jadi dasar
            topik juga ???
            >
            > Bengs









            -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-

            Homepage : http://www.tionghoa-net.com
            Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
            Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...

            Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
          • Alimin Bijosono Oei
            Terima kasih atas postingannya Bung Bengs. Akan tetapi saya pribadi setelah membaca dengan seksama postingan tersebut, tidak ada sama sekali hubungan antara
            Message 5 of 28 , Dec 1, 2000
              Terima kasih atas postingannya Bung Bengs.
              Akan tetapi saya pribadi setelah membaca dengan seksama postingan tersebut,
              tidak ada sama sekali hubungan antara orang Tionghoa yang menikah dengan
              penduduk setempat yang
              berlainan agama dan suku yang bisa didiskusikan berdasarkan postingan
              tersebut sesuai dengan harapan Saudara. Mungkin Anda bisa melihat hubungan
              itu, tetapi saya pribadi tidak bisa membohongi penglihatan dan pemahaman
              saya akan postingan tersebut. Bagi saya, isinya lebih tertuju pada promosi
              keagamaan dan kebetulan saja pelaku yang terlibat adalah sang suami dari
              Tionghoa dan istri dari non-Tionghoa. Itu saja, tidak lebih dan tidak
              kurang, selebihnya hanya tipikal cerita promosi keagamaan.
              Saya rasa Saudara bisa melihat hal ini dengan jelas dan saya percaya masih
              banyak contoh lain yang lebih tepat dan lebih berbobot dijadikan rujukan
              hubungan pernikahan dan kekeluargaan antara Tionghoa dan yang non-Tionghoa.

              Salam,
              Alimin


              >
              > ----- Original Message -----
              > From: Pagoda <pagoda@...>
              >
              > > Saya mem-forward-kan article ini karena didalamnya tersangkut juga
              > hubungan antara orang Tionghoa yang menikah dengan penduduk setempat yang
              > berlainan agama dan suku. Apakah hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar
              ???
              > > Coba dong, dibaca dulu sampai selesai .... baru kita renungkan bersama,
              > konsekuensi pembauran dengan ikatan keluarga misalnya, khan bisa jadi
              dasar
              > topik juga ???
              > >
              > > Bengs
            • Jet
              Mas Nur a.k.a. Mai Da Rai, Saya mencoba melihat kasus Nuremmah ini seobyektif mungkin. Jika kisah ini benar seperti yg diceritakan itu, berarti telah terjadi
              Message 6 of 28 , Dec 1, 2000
                Mas Nur a.k.a. Mai Da Rai,

                Saya mencoba melihat kasus Nuremmah ini seobyektif mungkin.

                Jika kisah ini benar seperti yg diceritakan itu, berarti telah terjadi suatu
                proses kebatinan yg luar biasa pada diri si Nuremmah, melalui mimpi-mimpi
                pertemuannya dengan Yesus, sehingga ia mengalami proses pergeseran kepercayaan
                yg cukup hebat, yg berakibat pada pindahnya kepercayaannya dari Islam ke
                Kristen.

                Saya tidak akan menempatkan diri saya untuk memahami proses kebatinan yg
                dialami oleh si Nuremmah, karena adalah hampir mustahil untuk memahami suatu
                proses kebatinan yg dialami orang lain, jika kita tidak mengalami sendiri
                proses kebatinan itu. Mungkin bisa dianalogikan dengan: sulit bagi kita untuk
                mereka-reka dan memahami perasaan yg berkecamuk di hati seorang bungee jumper,
                jika kita tidak melakukan aksi bungee jumping itu sendiri. Ya, kira-kira
                seperti itulah. ;-)

                Namun terlepas dari itu, kalau mau objektif, saya sungguh merasa MUAK dengan
                perilaku suami si Nuremmah, yg memeluk agama Islam sekedar untuk mendapatkan
                restu dari orang tua si Nuremmah, untuk mengawini anaknya. Bukan saja ia telah
                mengkhianati Islam, tetapi dia juga telah mengkhianati agama Kristen. Dia telah
                melakukan "DOUBLE-CROSS", pengkhianatan ganda, mengkhianati baik Kristen maupun
                Islam.

                Saya setuju dengan yg Mas Nur katakan bahwa kalimat syahadat Islam itu bukan
                hal yg dibuat main-main, karena syahadat merupakan komitmen sumpah setia kepada
                ajaran Islam. Dengan mengucapkan kalimat syahadat, berarti suami Nuremmah telah
                memberi komitmen untuk loyal pada Islam. Konsekuensi dari komitmen loyalitas yg
                diucapkannya itu adalah ia tidak boleh "bermain mata" dengan agama lain. Hal
                ini serupa dengan komitmen orang Kristen yg sudah dibaptis, untuk tetap loyal
                pada agamanya. Namun dari cerita itu, kita melihat bahwa komitmen suami
                Nuremmah adalah komitmen palsu belaka. Secara sembunyi-sembunyi ia malah pergi
                bersembahyang ke gereja. Ini jelas perbuatan sangat tercela, dan dipandang dari
                sudut pandang manapun ini adalah kasus pengkhianatan dan penipuan agama.

                Saya melihat ini sebagai perbuatan "oknum" saja, yg kebetulan oknum itu
                mempercayai agama Kristen. Perbuatan suami Nuremmah itu tidak mewakili
                perbuatan seluruh umat Kristen. Jika saya seorang Kristen, saya malah akan
                merasa malu dengan perbuatan suami Nuremmah yg double-cross itu. Dan karena
                merasa malu itu, saya tidak akan mengungkapkannya sebagai suatu kebanggaan,
                apalagi sebagai kemenangan agama. Saya malah akan merasa muka saya tercoreng
                setiap ada orang membicarakan kasus itu, karena ini jelas skandal memalukan.

                Mas Nur, sewaktu kita berbicara mengenai perbuatan seorang oknum, maka
                sebaiknya dilakukan dengan analisis kasus per kasus. Jangan sampai gara-gara
                perbuatan seorang oknum saja, kita terjebak dalam suatu perdebatan agama yg
                tidak berkesudahan. Pengalaman saya berdebat mengenai agama dengan teman-teman
                beragama lain adalah: perdebatan itu sungguh panjang, melelahkan dan tidak
                pernah mencapai kesepakatan, karena masing-masing peserta tidak ada yg mau
                mengalah dalam mengajukan argumen-argumen pembenaran berdasarkan dalil-dalil
                agama yg diyakininya.

                Saya yakin hanya sedikit hal positif yang bisa diambil dari sebuah debat agama,
                apalagi jika debat itu dilakukan secara maya seperti ini (dimana kadang tulisan
                tidak mampu menterjemahkan ide gagasan yg diinginkan, sehingga malah timbul
                interpretasi pembaca yg meleset jauh dari yg diinginkan si penulis, yg akhirnya
                malah menjadi polemik lain yg tidak produktif sama sekali). Suatu debat agama
                hanya bisa dilakukan jika ada: a) suatu kerangka tujuan yg jelas, yaitu apa
                sebenarnya target yg mau diraih dari debat agama itu, dan b) jika dimoderatori
                oleh seorang yg non-partisan. Saya kira kedua hal tsb sulit dipenuhi di forum
                ini.

                Demikian menurut hemat saya. Mohon maaf, jika ada perkataan saya yg tidak
                berkenan di hati rekan-rekan semua. Terima kasih.

                Rgds,
                Jet.
                -----------------
                At 14:18 01/12/00 +0700, Mai Da Rai wrote:
                >.......
                >Ada hal yang paling menjadi pertanyaan: mengapa seorang nasrani harus masuk
                >Islam lalu mengawini seorang gadis muslim lalu sembunyi sembunyi masih ke
                >gereja apakah dengan demikian ia pura-pura saja ketika mengucapkan syahadat
                >(kesaksian, sumpah dan janji) "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
                >dan aku bersaksi
                >Muhammad utusan Allah", sementara ia masih mengakui dalam hatinya ada tuhan
                >
                >.........
                >
                >Demikian khutbah Jumat hari ini.
                >Mohon maaf bila kurang berkenan.
                >
                >Nur
                >Jumat, 04:37
                >Komitmenku tetap bersedia dialog antar agama apapun, dengan cara yang
                >bagaimana pun...ayo dong...
                >
              • Sanusi Sandja
                ... setuju banget deh.......... [Non-text portions of this message have been removed]
                Message 7 of 28 , Dec 1, 2000
                  >Salam buat semuanya.
                  >
                  >Saya rasa cerita ttg Nuermmah itu belum tentu benar, ceritanya spt
                  >propaganda aja.
                  >Jadi menurut saya tidak usah terlalu ditanggapi cerita2x spt ini, kalau
                  >tidak salah Pagoda ini juga yg memforward mail yg berjudul The truth about
                  >MU & WWF.
                  >Sebuah cerita yg aneh tp lucu.
                  >Jadi jangan krn mail ini kita terpancing utk ribut apalagi di bulan yg suci
                  >ini.
                  >Memang kalau sudah masuk ke masalah agama, masalahnya jadi repot, krn memang
                  >agama adalah sebuah pegangan hidup, jadi urusannya jadi sensitif kalau
                  >sudah menyinggung2x agama.
                  >Karena sensitif jadi saya rasa lebih baik utk menyinggung masalah agama di
                  >milis ini, krn anggota2x milis bukan cuma orang Kristen atau Islam.
                  >
                  >Thankyou.
                  >
                  >-Husin-


                  setuju banget deh..........


                  [Non-text portions of this message have been removed]
                • Martinus Oey
                  Masalahnya di Indo sini masyarakatnya masih berbeda dengan di Barat sana, Tunggu deh beberapa abad lagi, sampe ke Buyut kita mungkin baru bisa? Salam ... Click
                  Message 8 of 28 , Dec 1, 2000
                    Masalahnya di Indo sini masyarakatnya masih berbeda dengan di Barat sana,
                    Tunggu deh beberapa abad lagi, sampe ke Buyut kita mungkin baru bisa?
                    Salam

                    -----------------------------------------------------
                    Click here for Free Video!!
                    http://www.gohip.com/free_video/

                    ----- Original Message -----
                    From: <krisdianto.krisdianto@...>
                    To: <tionghoa-net@egroups.com>
                    Sent: Friday, December 01, 2000 3:54 PM
                    Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura


                    > Sebenarnya berbicara soal agama juga nggak masalah. hanya saja tergantung
                    dari
                    > sudut pandangnya dalam mengulas. Kalau cara pandangnya menganggap agamanya
                    > sendiri yang baik dengan cara menjelekkan agama lainnya tentu saja tidak
                    benar.
                    > Selama ini kan demikian yang sering terjadi. Agama sebagai way of life
                    > seharusnya memang dibicarakan, tapi dengan titik tolak rasa menghargai
                    kepada
                    > agama lain.
                    > kalau membicarakannya didasari dari rasa kecewa, tidak puas, protes atau
                    iri,
                    > pasti akan berujung dengan menjelekan satu sama lain.
                    >
                    > Soal vertikal dan horizontal itu harus jelas masalahnya. Kalau kita bicara
                    soal
                    > keimanan, memang lebih baik bicara sama Tuhan saja, pada prakteknya bisa
                    diskusi
                    > dengan sesama pemeluk agama sejenis. Tapi kalau itu soal hubungan manusia
                    yang
                    > berlainan agama mestinya harus dengan manusia juga. Karena kalau ada
                    problemnya,
                    > Tuhan tidak serta merta menjawab. Kuncinya ya satu, yaitu menghargai agama
                    lain
                    > dulu baru ngomong agamanya sendiri.
                    >
                    > Begini lho ya pengertian toleransi itu harus diperjelas, artinya kita
                    "share
                    > cooperation", kita berkerjasama untuk mencapai tujuan yang baik,
                    bermanfaat
                    > untuk semuanya. Misalnya, kalau memfoward berita ke mailing list ini juga
                    > dikasih comment/pendapat yang memforward, supaya kita yang membaca nggak
                    salah
                    > mengerti. Perlu juga diberi tahukan sumbernya, supaya jelas siapa yang
                    > bertanggung jawab atas berita itu. Kalau mau beropini silahkan saja, tapi
                    mesti
                    > siap kalau dipertanyakan kebenarannya.
                    >
                    > Tapi yang pasti toleransi itu bukan "share commitment"
                    >
                    > Regards,
                    >
                    > Krisdianto
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > Quoting Martinus Oey <marcos@...>:
                    >
                    > > Ya sih cuma karena menyangkut agamanya itu, sebaiknya hubungan yang
                    > > Vertical
                    > > dibuat vertical saja, hubungan yang horizontal ya di bicarakan secara
                    > > horizontal, Maslah ini karena mengandung unsur Vertical biarlah
                    > > dibicarakan
                    > > di Millist yang khusus membicarakan masalah Vertical, yaitu millist
                    > > yang
                    > > sudah saya sebutkan itu. biarkan hubungan umat dan Tuhannya yang
                    > > dipercayanya dibahas secara khusus lah, karena masalah ini lebih kental
                    > > ke
                    > > Perpindahan Agama, kepercayaan orang kepada Tuhannya, ya sebaiknya sih
                    > > jangan di millist Tionghoa Net ini, yang nota bene pesertanya beragama
                    > > agama, gitu, jadi tidak membuat yang Non Kristen tersinggung.
                    > > itu saja saran saya,
                    > >
                    > > Salam
                    > >
                    > > -----------------------------------------------------
                    > > Click here for Free Video!!
                    > > http://www.gohip.com/free_video/
                    > >
                    > > ----- Original Message -----
                    > > From: "Pagoda" <pagoda@...>
                    > > To: <tionghoa-net@egroups.com>
                    > > Sent: Thursday, November 30, 2000 2:45 PM
                    > > Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura
                    > >
                    > >
                    > > > Saya mem-forward-kan article ini karena didalamnya tersangkut juga
                    > > hubungan antara orang Tionghoa yang menikah dengan penduduk setempat
                    > > yang
                    > > berlainan agama dan suku. Apakah hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar
                    > > ???
                    > > > Coba dong, dibaca dulu sampai selesai .... baru kita renungkan
                    > > bersama,
                    > > konsekuensi pembauran dengan ikatan keluarga misalnya, khan bisa jadi
                    > > dasar
                    > > topik juga ???
                    > > >
                    > > > Bengs
                    > > > ----- Original Message -----
                    > > > From: Martinus Oey
                    > > > To: tionghoa-net@egroups.com
                    > > > Sent: Thursday, November 30, 2000 2:43 PM
                    > > > Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura
                    > > >
                    > > >
                    > > > Boleh ya saya saran dan urun rembuk,?
                    > > > Bagaimana kalau untuk article spt ini diforwardkan ke paroki-net
                    > > atau
                    > > > ficanet yang mana kedua millist itu memang millist untuk agama?
                    > > > Di tionghoa net ini kita diskusi masalah hubungan yang Tionghoa dan
                    > > Non
                    > > > Tionghoa, jadi diskusi yang horizontal, kalau di paroki net ata di
                    > > ficanet
                    > > > lebih yang ke arah vertical.
                    > > > Anyhow kalau ada yang bisa menerima silakan, jangan sampai diskusi
                    > > nya
                    > > > menyangkut SARA, kemudian saling serang!
                    > > >
                    > > > Salam
                    > > >
                    > > >
                    > > >
                    > > > [Non-text portions of this message have been removed]
                    > > >
                    > > >
                    > > >
                    > > > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
                    > > >
                    > > > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                    > > > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                    > > > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
                    > > >
                    > > > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                    > > >
                    > >
                    > >
                    > > -------------------------- eGroups Sponsor
                    > >
                    > > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
                    > >
                    > > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                    > > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                    > > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
                    > >
                    > > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                    > >
                    > >
                    >
                    >
                    > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
                    >
                    > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                    > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                    > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
                    >
                    > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                    >
                  • Mai Da Rai
                    Biar ndak panjang lagi, kita bahas persilangan ini. Beberapa tahun ini aku selalu tertarik memperhatikan iklan biro jodoh di internet, koran dan majalah.
                    Message 9 of 28 , Dec 1, 2000
                      Biar ndak panjang lagi, kita bahas persilangan ini.
                      Beberapa tahun ini aku selalu tertarik memperhatikan iklan biro jodoh di internet, koran dan majalah.
                      Sekarang aku tawarkan dan silakan kita bersilang cinta di milis ini:

                      Pemuda idaman, 29, jawa, islam taat, fanatik, fundamentalis, kulit putih, dari keluarga sangat-sangat baik, tidak merokok, terbuka, bersemangat tinggi, mendambakan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
                      Mencari pacar ciber
                      Gadis, minimal 17 th, suku apa saja, agama apa saja, yang penting taat dan mengerti ajarannya, kulit apa saja, bersedia berdiskusi apa saja.

                      Nah, aku sudah sangat terbuka, silakan yang merasa masih gadis, kita diskusi di sini sebagai bujang dan gadis berlain agama/suku melakukan dialog silang, pacaran silang, kalau perlu kawin silang.

                      Aku yakin akan bisa kita urut satu-satu tingkatan-tingkatan problem-problem mulai dari:
                      perkenalan silang (rela melepas baju agama/suku)
                      pacaran silang (rela melupakan ego dogmatis dan stereotipe suku)
                      kawin silang (rela tidak diakui KUA, dibuang dan dikucilkan keluarga dan komunitas sosial)
                      keluarga silang (rela cekcok dan jurang perceraian)
                      cerai silang (rela rebutan anak dan harta bersama)
                      mati silang (rela dikubur dan sorga terpisah)
                      warisan silang (rela melihat anak perang rebutan warisan)

                      Formatnya semisal gini:
                      'Aku ndak mau dong ikut agama lu'
                      'Lhoh...katanya cinta...'

                      Ayo mumpung gratis.
                      Entar bisa kita jadikan bahan sinetron. Untuk Indonesia baru yang lebih manusiawi.

                      Pagoda:
                      Tapi saya sudah katakan 2 kali di forum, posting saya tujuannya cuma untuk membahas konsekuensi kawin silang, cuma kebetulan saya dapat contohnya kasus dari Madura ini. Jadi saya nggak bisa comment di forum mengenai pendapat anda, nanti dikira saya juga nggak konsisten dengan omongan saya.


                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    • Mai Da Rai
                      Anda optimis Indonesia masih eksis ketika sampe ke buyut kita? Jangan-jangan ambon mania sudah merata di seantero nusantara... Hiiiii.....ngeri aku. Barat juga
                      Message 10 of 28 , Dec 2, 2000
                        Anda optimis Indonesia masih eksis ketika sampe ke buyut kita?
                        Jangan-jangan ambon mania sudah merata di seantero nusantara...
                        Hiiiii.....ngeri aku. Barat juga bukan ukuran. Bosnia dan Irlandia juga
                        barat to?
                        Yuk, kita damai yuk!

                        Nur

                        Oey :
                        > Masalahnya di Indo sini masyarakatnya masih berbeda dengan di Barat sana,
                        > Tunggu deh beberapa abad lagi, sampe ke Buyut kita mungkin baru bisa?
                      • Martinus Oey
                        Iya, jangan jangan belum kesampean sudah rata dengan bom bom spt di Medan dan Jakarta, pake makan korban lagi, masyaallah, tuh orang tag masang bom mustinya
                        Message 11 of 28 , Dec 2, 2000
                          Iya, jangan jangan belum kesampean sudah rata dengan bom bom spt di Medan dan Jakarta, pake makan korban lagi, masyaallah, tuh orang tag masang bom mustinya dihukum gantung ya?
                          Siapa yang yang tega teganya masang bom di BEJ? ABRI ya? korbannya rakyat kecil lagi/ supir yang nga tahu apa apa, bukan elit poilitk yang suka bikin kacau dan bikin balau. Coba kalau mereka yang kena bom Wah Soraki aku. suer!
                          Ih jahatnya pikirin ini dibulan puasa.tetapi sebel sih sama para elit politik di Indo sini

                          Salam
                          -----------------------------------------------------
                          Click here for Free Video!!
                          http://www.gohip.com/free_video/

                          ----- Original Message -----
                          From: Mai Da Rai
                          To: tionghoa-net@egroups.com
                          Sent: Saturday, December 02, 2000 10:52 PM
                          Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura


                          Anda optimis Indonesia masih eksis ketika sampe ke buyut kita?
                          Jangan-jangan ambon mania sudah merata di seantero nusantara...
                          Hiiiii.....ngeri aku. Barat juga bukan ukuran. Bosnia dan Irlandia juga
                          barat to?
                          Yuk, kita damai yuk!

                          Nur

                          Oey :
                          > Masalahnya di Indo sini masyarakatnya masih berbeda dengan di Barat sana,
                          > Tunggu deh beberapa abad lagi, sampe ke Buyut kita mungkin baru bisa?



                          eGroups Sponsor


                          -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-

                          Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                          Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                          Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...

                          Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni



                          [Non-text portions of this message have been removed]
                        • Mai Da Rai
                          Hus! jangan keras-keras entar kena bom juga luh... ... kecil lagi/ supir yang nga tahu apa apa, bukan elit poilitk yang suka bikin kacau dan bikin balau. Coba
                          Message 12 of 28 , Dec 3, 2000
                            Hus! jangan keras-keras entar kena bom juga luh...

                            ----- Original Message -----
                            > Siapa yang yang tega teganya masang bom di BEJ? ABRI ya? korbannya rakyat
                            kecil lagi/ supir yang nga tahu apa apa, bukan elit poilitk yang suka bikin
                            kacau dan bikin balau. Coba kalau mereka yang kena bom Wah Soraki aku. suer!
                          • Jet
                            ... internet, koran dan majalah. ... Jujur banget sich. Weleh weleh. Cari jodoh nich ye? ;-)  ... keluarga sangat-sangat baik, tidak merokok, terbuka,
                            Message 13 of 28 , Dec 3, 2000
                              At 13:46 02/12/00 +0700, Mai Da Rai wrote:
                              >Biar ndak panjang lagi, kita bahas persilangan ini.
                              >Beberapa tahun ini aku selalu tertarik memperhatikan iklan biro jodoh di
                              internet, koran dan majalah.
                              >Sekarang aku tawarkan dan silakan kita bersilang cinta di milis ini:
                              >
                              -------------
                              Jujur banget sich. Weleh weleh. Cari jodoh nich ye? ;-) 
                              -------------
                              >
                              >Pemuda idaman, 29, jawa, islam taat, fanatik, fundamentalis, kulit putih, dari
                              keluarga sangat-sangat baik, tidak merokok, terbuka, bersemangat tinggi,
                              mendambakan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
                              >Mencari pacar ciber
                              >Gadis, minimal 17 th, suku apa saja, agama apa saja, yang penting taat dan
                              mengerti ajarannya, kulit apa saja, bersedia berdiskusi apa saja.
                              >
                              -------------
                              Nur, kayaknya sich aku memenuhi semua kriteria-mu, kecuali syarat yg pertama
                              ....hehe..... ;-)
                              -------------
                              >
                              >Nah, aku sudah sangat terbuka, silakan yang merasa masih gadis, kita diskusi
                              di sini sebagai bujang dan gadis berlain agama/suku melakukan dialog silang,
                              pacaran silang, kalau perlu kawin silang.
                              >
                              -------------
                              kawin silang? emangnya monyet? ;-)
                              -------------
                              >
                              >Aku yakin akan bisa kita urut satu-satu tingkatan-tingkatan problem-problem
                              mulai dari:
                              a) >perkenalan silang (rela melepas baju agama/suku)
                              b) >pacaran silang (rela melupakan ego dogmatis dan stereotipe suku)
                              c) >kawin silang (rela tidak diakui KUA, dibuang dan dikucilkan keluarga dan
                              komunitas sosial)
                              d) >keluarga silang (rela cekcok dan jurang perceraian)
                              e) >cerai silang (rela rebutan anak dan harta bersama)
                              f) >mati silang (rela dikubur dan sorga terpisah)
                              g) >warisan silang (rela melihat anak perang rebutan warisan)
                              >
                              ----------
                              a, b, c problem perkawinan antar agama. yg lain problem rumah tangga biasa....
                              ;-) 
                              ----------
                              >
                              >Formatnya semisal gini:
                              >'Aku ndak mau dong ikut agama lu'
                              >'Lhoh...katanya cinta...'
                              >
                              ----------
                              ya dibales aja... "gimana kalo lu yg ikut agama gue, lu cinta sama gue juga
                              kan?", nah lo, apa jawab lu?..... ;-)  
                              ----------
                              >
                              >Ayo mumpung gratis.
                              >Entar bisa kita jadikan bahan sinetron. Untuk Indonesia baru yang lebih
                              manusiawi.
                              >
                              -----------
                              saya siap jadi sutradara sekaligus pemain dan stunt-man ..... ;-) 
                              kapan diproduksi Nur? ;-)
                            • Mai Da Rai
                              ... Nur === From: Jet ... Daripada cari musuh. Ini jurus juga Jet... ... pertama ... Ndak la yau. Tumbuhan juga bisa to? Makanya, pakai sikat gigi yang ada
                              Message 14 of 28 , Dec 3, 2000
                                :))))

                                Nur
                                ===
                                From: Jet
                                > Jujur banget sich. Weleh weleh. Cari jodoh nich ye? ;-)
                                Daripada cari musuh. Ini jurus juga Jet...

                                > Nur, kayaknya sich aku memenuhi semua kriteria-mu, kecuali syarat yg
                                pertama
                                :)))))))))))))

                                > kawin silang? emangnya monyet? ;-)
                                Ndak la yau. Tumbuhan juga bisa to?
                                Makanya, pakai sikat gigi yang ada helm-nya.
                                Helm? Mau benjut?

                                > a, b, c problem perkawinan antar agama. yg lain problem rumah tangga
                                biasa....
                                Itu namanya tantangan...
                                Memang udah punya istri..? Kayak tahu-tahu aza kau...

                                >"gimana kalo lu yg ikut agama gue, lu cinta sama gue juga
                                > kan?", nah lo, apa jawab lu?..... ;-)
                                Loh yang ngomong cinta kan situ dulu.
                                Kamu dong yang nurutin aku.
                                Mau aku putus?
                                "Siapa takut!"

                                > saya siap jadi sutradara sekaligus pemain dan stunt-man ..... ;-)
                                > kapan diproduksi Nur? ;-)
                                Serakah amat Jet?
                                Kamu sementara jadi stunt-man kalo pas aku dikeroyok orang kampung pas apel
                                sampe malem ndak pulang-pulang...
                              • Mai Da Rai
                                Jet, kali ini aku serius bener. Simak baik-baik yah... Nur From: Jet ... Begini Jet. Terus terang aku belum lama ketemu dan terlibat problem berat semacam ini.
                                Message 15 of 28 , Dec 3, 2000
                                  Jet, kali ini aku serius bener. Simak baik-baik yah...

                                  Nur

                                  From: Jet
                                  > Jujur banget sich. Weleh weleh. Cari jodoh nich ye? ;-)

                                  Begini Jet. Terus terang aku belum lama ketemu dan terlibat problem berat
                                  semacam ini. Jadi kalo disuruh cerita gaya Nuremmah juga bisa. Tapi kan
                                  jadinya bikin kerut berkening eh kening berkerut. Jadi aku awali dengan
                                  pengamatanku atas iklan perjodohan di media.

                                  Coba dah kau liat di koran. Apa pernah lihat ada cowok mengaku muslim taat
                                  trus mendamba bukan muslimah taat? Pasti ndak ada. Artinya walaupun boleh
                                  nikah lelaki muslim dengan nasrani, tapi kan ndak ada yang sengaja mencari.
                                  Demikian juga belum pernah aku temui di iklan, ada seorang tionghoa,
                                  kristen/katolik/budha, mendamba seorang jawa/islam, mestilah mengharap kenal
                                  tionghoa juga kan? Apalagi ngaku fanatik dan fundamentalis. Bisa-bisa
                                  langsung di del ato kena bom dah...

                                  Karena itu pernah aku kirim email ke puluhan tionghoa yang masang iklan
                                  jodoh, tak satupun yang membalas. Tuu kan bener. Naa giliran ada yang ngirim
                                  ke cowok...langsung responnya positif betul. Artinya orang-orang memang
                                  terlalu serius dengan perjodohan ini, terpikir bahwa nikah adalah membuat
                                  garis keturunan sampai kiamat. Sumber masalahnya kan disini Jet.

                                  Padahal, ada temen cewek, berjilbab, fanatik betul dan rada fundamentalis
                                  juga (dulu pake cadar), ngomong terus terang ke aku, pingin kenalan, pingin
                                  punya suami lelaki tionghoa. Tapi, giliran aku singgung tentang kalo
                                  agamanya lain gimana? Ya ndak mau, jawabnya. Akhirnya ditahannya bener-bener
                                  minatnya ini, dan harus rela dijodohkan oleh orang tuanya. Tuu kan akhirnya
                                  ke jaman Siti Nurbaya. Misalkan, dia aku kenalin sama Jet, kau bersedia
                                  ndak? Sederhana kan?

                                  Ini cerita tentang perkenalan aja udah bikin pusing kan?

                                  Skenario selanjutnya besok-besok, udah nguatuk ini aku. Entar ndak bisa
                                  sahur lagi dah...

                                  Pisss....
                                  ---
                                  PS. Nanti bisa kita bahas misalnya, bagaimana dengan sisi orang tua,
                                  saudara-saudara, dan yang terlupakan, sisi cowok sesuku seagama yang juga
                                  suka, menjadi saingan lain suku/agama...ini ndak kalah seru lho Jet. Di
                                  sinetron mana pernah dibahas yang ginian...Gimana kalo kau aku casting jadi
                                  pesaingku Jet. Aku pacaran sama cw sesuku/seagama denganmu yang kau taksir
                                  mati-matian...apa jurusmu? Kita adu di arena ciber ini. Berani? (Siapa
                                  takut?) :)))))))

                                  > >Aku yakin akan bisa kita urut satu-satu tingkatan-tingkatan
                                  problem-problem
                                  > mulai dari:
                                  > a) >perkenalan silang (rela melepas baju agama/suku)
                                  > b) >pacaran silang (rela melupakan ego dogmatis dan stereotipe suku)
                                  > c) >kawin silang (rela tidak diakui KUA, dibuang dan dikucilkan keluarga
                                  dan
                                  > komunitas sosial)
                                  > d) >keluarga silang (rela cekcok dan jurang perceraian)
                                  > e) >cerai silang (rela rebutan anak dan harta bersama)
                                  > f) >mati silang (rela dikubur dan sorga terpisah)
                                  > g) >warisan silang (rela melihat anak perang rebutan warisan)
                                  > >
                                  > ----------
                                  > a, b, c problem perkawinan antar agama. yg lain problem rumah tangga
                                  biasa....
                                  > ;-)
                                • charlie hartanto
                                  Siapa nih yang mau ikut daftar...????? hehehehhee.. Salam, Charlie. ... _____________________________________________________________________________________
                                  Message 16 of 28 , Dec 3, 2000
                                    Siapa nih yang mau ikut daftar...?????
                                    hehehehhee..
                                    Salam,

                                    Charlie.


                                    >From: Jet <jchsk@...>
                                    >Reply-To: tionghoa-net@egroups.com
                                    >To: tionghoa-net@egroups.com
                                    >Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura
                                    >Date: Sun, 03 Dec 2000 19:15:19 +0700
                                    >
                                    >At 13:46 02/12/00 +0700, Mai Da Rai wrote:
                                    > >Biar ndak panjang lagi, kita bahas persilangan ini.
                                    > >Beberapa tahun ini aku selalu tertarik memperhatikan iklan biro jodoh di
                                    >internet, koran dan majalah.
                                    > >Sekarang aku tawarkan dan silakan kita bersilang cinta di milis ini:
                                    > >
                                    >-------------
                                    >Jujur banget sich. Weleh weleh. Cari jodoh nich ye? ;-)�
                                    >-------------
                                    > >
                                    > >Pemuda idaman, 29, jawa, islam taat, fanatik, fundamentalis, kulit putih,
                                    >dari
                                    >keluarga sangat-sangat baik, tidak merokok, terbuka, bersemangat tinggi,
                                    >mendambakan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
                                    > >Mencari pacar ciber
                                    > >Gadis, minimal 17 th, suku apa saja, agama apa saja, yang penting taat
                                    >dan
                                    >mengerti ajarannya, kulit apa saja, bersedia berdiskusi apa saja.
                                    > >
                                    >-------------
                                    >Nur, kayaknya sich aku memenuhi semua kriteria-mu, kecuali syarat yg
                                    >pertama
                                    >....hehe..... ;-)
                                    >-------------
                                    > >
                                    > >Nah, aku sudah sangat terbuka, silakan yang merasa masih gadis, kita
                                    >diskusi
                                    >di sini sebagai bujang dan gadis berlain agama/suku melakukan dialog
                                    >silang,
                                    >pacaran silang, kalau perlu kawin silang.
                                    > >
                                    >-------------
                                    >kawin silang? emangnya monyet? ;-)
                                    >-------------
                                    > >
                                    > >Aku yakin akan bisa kita urut satu-satu tingkatan-tingkatan
                                    >problem-problem
                                    >mulai dari:
                                    >a) >perkenalan silang (rela melepas baju agama/suku)
                                    >b) >pacaran silang (rela melupakan ego dogmatis dan stereotipe suku)
                                    >c) >kawin silang (rela tidak diakui KUA, dibuang dan dikucilkan keluarga
                                    >dan
                                    >komunitas sosial)
                                    >d) >keluarga silang (rela cekcok dan jurang perceraian)
                                    >e) >cerai silang (rela rebutan anak dan harta bersama)
                                    >f) >mati silang (rela dikubur dan sorga terpisah)
                                    >g) >warisan silang (rela melihat anak perang rebutan warisan)
                                    > >
                                    >----------
                                    >a, b, c problem perkawinan antar agama. yg lain problem rumah tangga
                                    >biasa....
                                    >;-)�
                                    >----------
                                    > >
                                    > >Formatnya semisal gini:
                                    > >'Aku ndak mau dong ikut agama lu'
                                    > >'Lhoh...katanya cinta...'
                                    > >
                                    >----------
                                    >ya dibales aja... "gimana kalo lu yg ikut agama gue, lu cinta sama gue juga
                                    >kan?", nah lo, apa jawab lu?..... ;-)��
                                    >----------
                                    > >
                                    > >Ayo mumpung gratis.
                                    > >Entar bisa kita jadikan bahan sinetron. Untuk Indonesia baru yang lebih
                                    >manusiawi.
                                    > >
                                    >-----------
                                    >saya siap jadi sutradara sekaligus pemain dan stunt-man ..... ;-)�
                                    >kapan diproduksi Nur? ;-)
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >
                                    >-=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
                                    >
                                    >Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                                    >Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                                    >Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
                                    >
                                    >Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                                    >

                                    _____________________________________________________________________________________
                                    Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com
                                  • dedy hartanto
                                    ... Menurut owe punya temen orang Bali, yang pantes ya perempuan ikut agama lelaki, kenapa? Karena perempuan pakai pakaian lelaki masih tetap cantik dan
                                    Message 17 of 28 , Dec 3, 2000
                                      --- In tionghoa-net@egroups.com, "Mai Da Rai" <ijtihad@t...> wrote:

                                      > Formatnya semisal gini:
                                      > 'Aku ndak mau dong ikut agama lu'
                                      > 'Lhoh...katanya cinta...'

                                      Menurut owe punya temen orang Bali, yang pantes ya perempuan ikut
                                      agama lelaki, kenapa? Karena perempuan pakai pakaian lelaki masih
                                      tetap cantik dan pantes, coba lelaki pakai pakaian wanita, 'kan
                                      lucu......encong.
                                    • Jet
                                      ... Mungkin karena nggak banyak orang yg punya nyali untuk menentang arus /melakukan terobosan menentang pakem kuno keluarga dan adat tradisinya bahwa jodoh yg
                                      Message 18 of 28 , Dec 3, 2000
                                        At 00:08 04/12/00 +0700, Mai Da Rai wrote:
                                        >.....
                                        >Coba dah kau liat di koran. Apa pernah lihat ada cowok mengaku muslim taat
                                        >trus mendamba bukan muslimah taat? Pasti ndak ada. Artinya walaupun boleh
                                        >nikah lelaki muslim dengan nasrani, tapi kan ndak ada yang sengaja mencari.
                                        >Demikian juga belum pernah aku temui di iklan, ada seorang tionghoa,
                                        >kristen/katolik/budha, mendamba seorang jawa/islam, mestilah mengharap kenal
                                        >tionghoa juga kan? Apalagi ngaku fanatik dan fundamentalis. Bisa-bisa
                                        >langsung di del ato kena bom dah...
                                        >

                                        Mungkin karena nggak banyak orang yg punya nyali untuk menentang arus
                                        /melakukan terobosan menentang pakem kuno keluarga dan adat tradisinya bahwa
                                        jodoh yg terbaik HARUS MELULU dari kalangan yg se-suku, se-bangsa, se-etnis,
                                        se-agama, se-asal, dll. yg harus sama dan sederajat tingkat sosial dan
                                        ekonominya (bibit-bebed-bobot, dsb. yg kadang sangat membosankan itu), sehingga
                                        orang selalu terkungkung oleh adat tradisi itu, tanpa pernah berani
                                        menentangnya atau paling tidak sedikit ber-improvisasi ??

                                        Padahal setiap orang yg saya tanya (suku dan bangsa apa saja) sebagian besar
                                        pernah punya fantasi untuk pacaran atau berteman akrab dengan orang dari suku
                                        dan bangsa lain (faktor agama biasanya tidak begitu diperhatikan). Saya sendiri
                                        terus terang saja, (buka rahasia juga nich, mungkin karena terkesan oleh
                                        kejujuran nya Nur) saya pernah berfantasi untuk pacaran dengan cewek dari ....
                                        Pakistan! Kenapa? Ceritanya, saya dulu (1998) pernah diundang ke sebuah acara
                                        tertutup festival Pakistan di Houston, dan astagfirullah, Nur, saya baru sekali
                                        itu dikelilingi oleh begitu banyak dewi-dewi kahyangan, yg begitu elok dan
                                        anggun, terutama yg blasteran Pakistan dan bule, woww, incredible !! Bahkan
                                        teman yg saya yg mirip pendeta pun, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya akan
                                        keindahan itu .... Saya waktu itu berpikir silly, mengapa Tuhan harus
                                        meletakkan keindahan itu di tempat yg begitu jauh, yg tidak terjangkau oleh
                                        tangan kita? Apakah ini semacam ujian dari-Nya? ;-) ...... Tapi kemudian, saya
                                        berpikir kembali, mungkin benar pepatah yg mengatakan bahwa "rumput tetangga
                                        selalu kelihatan lebih hijau dari rumput kita sendiri" .... mungkin kita saja
                                        yg terpesona oleh eksotisme yg serba asing itu, sehingga kita menjadi kurang
                                        waspada terhadap keindahan yg sebenarnya mengelilingi diri kita selama ini.
                                        Jika kita sendiri yg ada di lingkungan asing eksotis itu, mungkin kita juga
                                        akan berpikir bahwa rumput tetangga lah yg lebih hijau ..... Dalam realita
                                        hidup, kita harus serba realistis. Kita harus mengakui bahwa kadang sulit
                                        sekali untuk melakukan terobosan dan memerdekakan diri kita dari "belenggu"
                                        adat tradisi yg serba kaku, formal dan penuh batasan itu, sehingga kadang lebih
                                        positif dan menguntungkan untuk kita mengikuti arus yg lebih besar saja,
                                        meskipun kadang mematikan impian kita sendiri ......

                                        Nur, tiba-tiba saja saya terinspirasi untuk menulis ungkapan2 ini:

                                        fantasi itu tidak selalu harus terwujud, karena ia akan jauh lebih indah jika
                                        tetap menjadi sebuah fantasi ..... begitu fantasi itu menjadi kenyataan,
                                        percayalah bahwa nilai keindahannya akan hilang perlahan-lahan...

                                        cinta pertama adalah cinta yg paling indah dalam hidup manusia, karena cinta
                                        pertama mengandung fantasi-fantasi yg tidak pernah terwujud menjadi
                                        kenyataan....

                                        kalau mimpi dan fantasi itu begitu indah, mengapa keindahannya harus diganggu
                                        dengan merealisasikan nya? .... ;-)

                                        kesimpulannya: manusia menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermimpi dan
                                        berfantasi ketimbang melakukan pekerjaan nyata ..... ;-)

                                        >Karena itu pernah aku kirim email ke puluhan tionghoa yang masang iklan
                                        >jodoh, tak satupun yang membalas. Tuu kan bener. Naa giliran ada yang ngirim
                                        >ke cowok...langsung responnya positif betul. Artinya orang-orang memang
                                        >terlalu serius dengan perjodohan ini, terpikir bahwa nikah adalah membuat
                                        >garis keturunan sampai kiamat. Sumber masalahnya kan disini Jet.
                                        >
                                        >Padahal, ada temen cewek, berjilbab, fanatik betul dan rada fundamentalis
                                        >juga (dulu pake cadar), ngomong terus terang ke aku, pingin kenalan, pingin
                                        >punya suami lelaki tionghoa. Tapi, giliran aku singgung tentang kalo
                                        >agamanya lain gimana? Ya ndak mau, jawabnya. Akhirnya ditahannya bener-bener
                                        >minatnya ini, dan harus rela dijodohkan oleh orang tuanya. Tuu kan akhirnya
                                        >ke jaman Siti Nurbaya. Misalkan, dia aku kenalin sama Jet, kau bersedia
                                        >ndak? Sederhana kan?

                                        Bersedia dong. Untuk lebih akrab, perlu bertemu langsung dengan orangnya, bukan
                                        begitu Nur? ;-)

                                        >Ini cerita tentang perkenalan aja udah bikin pusing kan?
                                        >
                                        >Skenario selanjutnya besok-besok, udah nguatuk ini aku. Entar ndak bisa
                                        >sahur lagi dah...
                                        >
                                        >Pisss....
                                        >---
                                        >PS. Nanti bisa kita bahas misalnya, bagaimana dengan sisi orang tua,
                                        >saudara-saudara, dan yang terlupakan, sisi cowok sesuku seagama yang juga
                                        >suka, menjadi saingan lain suku/agama...ini ndak kalah seru lho Jet. Di
                                        >sinetron mana pernah dibahas yang ginian...Gimana kalo kau aku casting jadi
                                        >pesaingku Jet.

                                        Siaaappp. Aku suka sekali menjadi tokoh antagonis, karena lebih real dan lebih
                                        mewakili wujud manusia yg sebenarnya di dunia ini !! Tokoh pahlawan yg baik
                                        hati dalam film2 itu, sering hanya mythical creature yg tidak pernah ada.

                                        >Aku pacaran sama cw sesuku/seagama denganmu yang kau taksir
                                        >mati-matian...apa jurusmu? Kita adu di arena ciber ini. Berani? (Siapa
                                        >takut?) :)))))))
                                        >

                                        Jurusku, karena aku tokoh antagonis, aku akan menggunakan segala cara, bahkan
                                        yg terkeji sekalipun, untuk menggagalkan setiap usahamu Nur. Hehe..... Awas ya
                                        lu !! ;-)
                                      • Jet
                                        Bagi rekan-rekan yg ingin mengetahui makanan apa saja yg sehat menurut ilmu pengobatan China dan mengetahui khasiat medis apa saya yg terkandung dalam makanan
                                        Message 19 of 28 , Dec 3, 2000
                                          Bagi rekan-rekan yg ingin mengetahui makanan apa saja yg sehat menurut ilmu
                                          pengobatan China dan mengetahui khasiat medis apa saya yg terkandung dalam
                                          makanan tsb, silakan mencoba situs yg waahh ini:
                                          <http://www.sh.com/health/food/food.htm>www.sh.com/health/food/food.htm

                                          Anda akan mendapatkan informasi lengkap mengenai khasiat semua jenis makanan,
                                          mulai dari

                                          daging hewan
                                          (<http://www.sh.com/health/food/animal/index.htm>www.sh.com/health/food/anim
                                          al/index.htm),
                                          bunga dan buah-buahan
                                          (<http://www.sh.com/health/food/flower/index.htm>www.sh.com/health/food/flow
                                          er/index.htm),
                                          akar dan batang tanaman
                                          (<http://www.sh.com/health/food/root/index.htm>www.sh.com/health/food/root/i
                                          ndex.htm),
                                          dan seluruh bagian tanaman
                                          (<http://www.sh.com/health/food/plant/index.htm>www.sh.com/health/food/plant
                                          /index.htm).

                                          Selamat mencoba.

                                          Rgds,
                                          Jet.
                                        • Jet
                                          Bagi rekan-rekan yg ingin mengetahui resep pengobatan alamiah dengan menggunakan tanaman obat yg mudah didapat di sekitar kita (murah meriah mirip resepnya
                                          Message 20 of 28 , Dec 3, 2000
                                            Bagi rekan-rekan yg ingin mengetahui resep pengobatan alamiah dengan
                                            menggunakan tanaman obat yg mudah didapat di sekitar kita (murah meriah mirip
                                            resepnya Hembing), silakan mencoba situs ini:
                                            <http://www.sh.com/health/disease/disease.htm>www.sh.com/health/disease/dis
                                            ease.htm

                                            Situs ini memberikan resep untuk penyakit demam, influenza, bronchitis,
                                            hepatitis, pembengkakan kelenjar, disentri, malaria, anemia, hipertensi,
                                            diabetes mellitus, reumatik, sakit kepala, asma allergic, keracunan alkohol,
                                            rambut ubanan, dan insomnia.

                                            Rgds,
                                            Jet.
                                          • Jet
                                            Bagi rekan-rekan yg suka memasak, terutama masakan Chinese food, situs yg waahhh ini menawarkan sekitar 180 buah resep masakan Chinese food, yg selain gampang
                                            Message 21 of 28 , Dec 3, 2000
                                              Bagi rekan-rekan yg suka memasak, terutama masakan Chinese food, situs yg
                                              waahhh ini menawarkan sekitar 180 buah resep masakan Chinese food, yg selain
                                              gampang diikuti juga disertai foto-foto menarik untuk setiap jenis resep:  
                                              <http://www.sh.com/china/cuisine/home/recipe.htm>www.sh.com/china/cuisine/h
                                              ome/recipe.htm

                                              Situs lain yg bertema sama:
                                              <http://www.chinesefood.org/>www.chinesefood.org.
                                              Situs ini membahas mulai dari resep masakan, cara menggunakan sumpit, sampai
                                              alamat restoran Chinese di Amerika.  

                                              Well, selamat memasak. ;-) 

                                              Rgds,
                                              Jet.
                                            • Jet
                                              Bagi rekan-rekan yg ingin tahu tentang dongeng dan legenda yg berasal dari negeri Tirai Bambu, situs ini menawarkan 25 cerita:
                                              Message 22 of 28 , Dec 3, 2000
                                                Bagi rekan-rekan yg ingin tahu tentang dongeng dan legenda yg berasal dari
                                                negeri Tirai Bambu, situs ini menawarkan 25 cerita:
                                                <http://www.sh.com/culture/legend/legend.htm>www.sh.com/culture/legend/lege
                                                nd.htm 

                                                ps. ini sekaligus menepati janji saya pada Bung Leo ;-) .....

                                                Rgds,
                                                Jet.
                                              • Jet
                                                Bagi rekan-rekan yg ingin kuliah di China atau sekedar ingin mengetahui sistem pendidikan di China, situs ini sangat direkomendasikan karena memuat ratusan
                                                Message 23 of 28 , Dec 3, 2000
                                                  Bagi rekan-rekan yg ingin kuliah di China atau sekedar ingin mengetahui sistem
                                                  pendidikan di China, situs ini sangat direkomendasikan karena memuat ratusan
                                                  situs universitas di China:
                                                  <http://www.chinaoninternet.com/edu/chedu.htm>www.chinaoninternet.com/edu/c
                                                  hedu.htm 

                                                  Rgds,
                                                  Jet.
                                                • Martinus Oey
                                                  Wah jadi panjang lebar, Nah kalau demikian aku berikan alamat biro jodoh diBandung, yang namanya Fundraising Bandung Club, dikelola oleh Ibu Yuti yang Tionghoa
                                                  Message 24 of 28 , Dec 5, 2000
                                                    Wah jadi panjang lebar, Nah kalau demikian aku berikan alamat biro jodoh
                                                    diBandung, yang namanya Fundraising Bandung Club, dikelola oleh Ibu Yuti
                                                    yang Tionghoa dan suaminya Mas Indra yang Asli Jogja, Biro ini menjodohkan
                                                    orang orng yang susah dapat jodoh dan kebanyakan sudah berhasil menjodohkan
                                                    persilangan Ethnis dan lintas agama,
                                                    Alamatnya . Jl Jurang 76
                                                    Phone :022-83721
                                                    Bandung 40131
                                                    West Java - Indonesia

                                                    Nah yang minat kawin silang , coba deh kali aja dapat jodoh yang silang

                                                    Salam,


                                                    -----------------------------------------------------
                                                    Click here for Free Video!!
                                                    http://www.gohip.com/free_video/

                                                    ----- Original Message -----
                                                    From: "charlie hartanto" <charliehartanto@...>
                                                    To: <tionghoa-net@egroups.com>
                                                    Sent: Monday, December 04, 2000 7:00 AM
                                                    Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura


                                                    > Siapa nih yang mau ikut daftar...?????
                                                    > hehehehhee..
                                                    > Salam,
                                                    >
                                                    > Charlie.
                                                    >
                                                    >
                                                    > >From: Jet <jchsk@...>
                                                    > >Reply-To: tionghoa-net@egroups.com
                                                    > >To: tionghoa-net@egroups.com
                                                    > >Subject: Re: [t-net] Kesaksian Nuremmah Dari Madura
                                                    > >Date: Sun, 03 Dec 2000 19:15:19 +0700
                                                    > >
                                                    > >At 13:46 02/12/00 +0700, Mai Da Rai wrote:
                                                    > > >Biar ndak panjang lagi, kita bahas persilangan ini.
                                                    > > >Beberapa tahun ini aku selalu tertarik memperhatikan iklan biro jodoh
                                                    di
                                                    > >internet, koran dan majalah.
                                                    > > >Sekarang aku tawarkan dan silakan kita bersilang cinta di milis ini:
                                                    > > >
                                                    > >-------------
                                                    > >Jujur banget sich. Weleh weleh. Cari jodoh nich ye? ;-)
                                                    > >-------------
                                                    > > >
                                                    > > >Pemuda idaman, 29, jawa, islam taat, fanatik, fundamentalis, kulit
                                                    putih,
                                                    > >dari
                                                    > >keluarga sangat-sangat baik, tidak merokok, terbuka, bersemangat tinggi,
                                                    > >mendambakan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
                                                    > > >Mencari pacar ciber
                                                    > > >Gadis, minimal 17 th, suku apa saja, agama apa saja, yang penting taat
                                                    > >dan
                                                    > >mengerti ajarannya, kulit apa saja, bersedia berdiskusi apa saja.
                                                    > > >
                                                    > >-------------
                                                    > >Nur, kayaknya sich aku memenuhi semua kriteria-mu, kecuali syarat yg
                                                    > >pertama
                                                    > >....hehe..... ;-)
                                                    > >-------------
                                                    > > >
                                                    > > >Nah, aku sudah sangat terbuka, silakan yang merasa masih gadis, kita
                                                    > >diskusi
                                                    > >di sini sebagai bujang dan gadis berlain agama/suku melakukan dialog
                                                    > >silang,
                                                    > >pacaran silang, kalau perlu kawin silang.
                                                    > > >
                                                    > >-------------
                                                    > >kawin silang? emangnya monyet? ;-)
                                                    > >-------------
                                                    > > >
                                                    > > >Aku yakin akan bisa kita urut satu-satu tingkatan-tingkatan
                                                    > >problem-problem
                                                    > >mulai dari:
                                                    > >a) >perkenalan silang (rela melepas baju agama/suku)
                                                    > >b) >pacaran silang (rela melupakan ego dogmatis dan stereotipe suku)
                                                    > >c) >kawin silang (rela tidak diakui KUA, dibuang dan dikucilkan keluarga
                                                    > >dan
                                                    > >komunitas sosial)
                                                    > >d) >keluarga silang (rela cekcok dan jurang perceraian)
                                                    > >e) >cerai silang (rela rebutan anak dan harta bersama)
                                                    > >f) >mati silang (rela dikubur dan sorga terpisah)
                                                    > >g) >warisan silang (rela melihat anak perang rebutan warisan)
                                                    > > >
                                                    > >----------
                                                    > >a, b, c problem perkawinan antar agama. yg lain problem rumah tangga
                                                    > >biasa....
                                                    > >;-)
                                                    > >----------
                                                    > > >
                                                    > > >Formatnya semisal gini:
                                                    > > >'Aku ndak mau dong ikut agama lu'
                                                    > > >'Lhoh...katanya cinta...'
                                                    > > >
                                                    > >----------
                                                    > >ya dibales aja... "gimana kalo lu yg ikut agama gue, lu cinta sama gue
                                                    juga
                                                    > >kan?", nah lo, apa jawab lu?..... ;-)
                                                    > >----------
                                                    > > >
                                                    > > >Ayo mumpung gratis.
                                                    > > >Entar bisa kita jadikan bahan sinetron. Untuk Indonesia baru yang lebih
                                                    > >manusiawi.
                                                    > > >
                                                    > >-----------
                                                    > >saya siap jadi sutradara sekaligus pemain dan stunt-man ..... ;-)
                                                    > >kapan diproduksi Nur? ;-)
                                                    > >
                                                    > >
                                                    > >
                                                    > >
                                                    > >-=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
                                                    > >
                                                    > >Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                                                    > >Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                                                    > >Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
                                                    > >
                                                    > >Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                                                    > >
                                                    >
                                                    >
                                                    ____________________________________________________________________________
                                                    _________
                                                    > Get more from the Web. FREE MSN Explorer download :
                                                    http://explorer.msn.com
                                                    >
                                                    >
                                                    >
                                                    > -=Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa=-
                                                    >
                                                    > Homepage : http://www.tionghoa-net.com
                                                    > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@...
                                                    > Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@...
                                                    >
                                                    > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                                                    >
                                                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.