Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: High IQ, Income, Education of "BH Jo" but his Judgements absolutely not his best SUBJECTS!

Expand Messages
  • B.H. Jo
    Harap dibaca posting saya #42822 dgn. baik dimana saya tidak sedang membicarakan ttg. any test atau book, apalagi ttg. BEll Curve IQ Test theory tsb. dibawah.
    Message 1 of 25 , Mar 1, 2006
    • 0 Attachment
      Harap dibaca posting saya #42822 dgn. baik dimana saya tidak sedang
      membicarakan ttg. any test atau book, apalagi ttg. BEll Curve IQ
      Test theory tsb. dibawah. Tetapi saya baru menerangkan masalah dgn.
      bantuan "basic statistic" yaitu dgn. "Bell Shaped Curve" (mean,
      standard deviation etc.). Sampai orang lain sampai kepanasan mau
      ikut berdiskusi ttg. ASVAB & AFQT IQ Test.

      Salam utk. kalian di San Francisco,
      BH Jo


      --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, Arnold <arnoldlukito@...> wrote:
      >
      > Salam sympathy untuk BH Jo
      >
      > 1. Sebenarnya kita harus berikan sympathy kepada BH Jo yang
      memberikan "analisa salah" malangnya berasal dari "hasil test lain
      tujuan aplikasinya".
      >
      > Walaupun BH Jo berpendidikan tinggi, tidak dari low income
      family dan tentu mempunyai IQ yang tinggi!!!! <tapi bukan berarti
      BH Jo akan dapat memahami hal ini, mungkin subject ini sama sekali
      bukan topik yang pernah dipelajari dalam mencapai gelar Doktornya!>
      Malangnya kenyataanya BH Jo tidak menulis dari fakta tapi hanya
      memberikan analisa dan berdasarkan wrong synopsis yang TOTALLY
      SALAH!!!!!!!!!!!!!!
      >
      > 2. Karena US military <saya tidak tahu tentang TNI, tapi bila
      BH Jo mengerti tentang US Military, mungkin BH Jo tidak akan
      menulis "hal2 yang tertentu seperti being RACIST, PREJUDICED dan
      being IGNORANTS yang mengakibatkan BACKLASH terhadap dirinya
      sendiri, dan ini adalah fakta utuk BH JO yang harus dipelajari,
      either you like it or you really hate it>. ...selalu ....sebelum
      dan sejak the Bell Curve Book diterbitkan dan .....US Military
      selalu.............menggunakan ASVAB & AFQT IQ Test. not the BEll
      Curve IQ Test theory! seperti apa yang BH Jo coba untuk meyakinkan
      kita semua! So next time if you're trying to argue live in person
      you'll be able to say correctly!
      >
      > 3. At the worst situations: BH Jo memberikan hasil analisa
      bukan dari hasil FINAL ASVAB & AFQT IQ Test. Tapi dari hasil US
      Populations yang HANYA baru COBA mendaftar dan belum melalui TEST
      TEST TEST TEST TEST yang harus melalui Pre-Eleminations <artinya IQ,
      mentality, physical dan karakter tertentu tidak akan qualify>
      >
      > 4. Dibawah ini adalah fakta untuk BH Jo yang harus pelajari,
      saya jamin topik ini tidak pernah BH Jo pelajari dan mengerti dalam
      mencapai gelar Doktor.
      >
      > a. Source: VDARE.com
      > Because the military spends billions to get high quality recruits,
      the average IQ of enlisted personnel is much higher than many
      civilians expect.
      > About two thirds of enlisted men and women have IQs above the
      > national average. Almost no recruits (1.1%) fall below the 30th
      percentile in IQ.
      >
      > b. The Department of Defense says "AFQT scores are the primary
      measure of recruit potential." <not the BELL Curve by Richard
      Herrnstein & Charles Murray, as BH Jo incorrectly
      assumed...............//AL>
      >
      > c. Mengenai low income status vs the average of US household
      income in general! Source: VDARE.com
      >
      > White and black enlistees come from families with similar
      incomes.
      > A 1999 Defense Department study found that among American
      households as a whole, the average income for whites was $44,400 and
      for blacks $27,900. Among enlistees, however, the racial gap was
      almost non-existent. White recruits came from households averaging
      $33,500 per year versus $32,000 for blacks - i.e. a figure well
      above the black national average.
      >
      > Perhaps most importantly, the Army is a heavy user of aptitude
      tests.
      > A surprisingly high fraction of young Americans are ineligible to
      join
      > the Army because of lack of intelligence – extrapolating from
      Moskos
      > and Sibley's figures, about a fifth of all whites and three-fifths
      of all
      > blacks wouldn't make the cut.
      >
    • jonathangoeij
      ... talking about a different thing.! ... berbeda............hahahahaha ... measure of recruit potential.
      Message 2 of 25 , Mar 1, 2006
      • 0 Attachment
        --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, Arnold <arnoldlukito@...> wrote:
        >
        > BH Jo: Sekian saja sebab tidak akan ada titik temu, we are
        talking about a different thing.!
        > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
        > AL: Sebelum sekian saja!
        > Mungkin ada baiknya bila diberikan koreksi sedikit!!!!!!!!!!!!
        > Benar2 kita membicarakan 2 hal yang totally
        berbeda............hahahahaha
        >
        >
        > The Department of Defense says "AFQT scores are the primary
        measure of recruit potential." <not the BELL Curve by Richard
        Herrnstein & Charles Murray, as BH Jo wrote...............//AL>

        Kelihatannya yg dibicarakan memang berbeda, tidak bakal ada titik
        temunya.

        Yg satu berbicara tentang test yg dipakai utk seleksi.
        Yg satunya berbicara tentang statistik.

        JG

        >
        > BH Jo wrote:
        >
        > Disetiap set of data yg. random akan memberikan "Standard normal
        distribution Bell shaped curve" dimana majoritas adalah akan
        > disekitar "mean", tetapi akan selalu ada "standard deviation".
        > Dengan berdasarkan dari "Standard normal distribution Bell shaped
        > curve", saya mengatakan ttg. "mean" (average) ttg. socio-economic
        > status termasuk IQ dari pendaftar/calon2 utk. military
        dibandingkan,
        > misalnya, dgn. pendaftar/calon2 utk. Fakultas Ekonomi. Sedangkan
        > Arnold selalu memberi contoh ttg. "standard deviation/variance"
        > (exception than the rule). "Mean" harus dibandingkan dgn. "mean"
        > dan jangan dibandingkan dgn. "exception than the rule" dari set of
        > data. Sekian saja sebab tidak akan ada titik temu, we are talking
        > about a different thing.
        >
        > BH Jo
        >
        >
      • thongshampah
        Yg dipermasalahkan adalah posting anda no 42592 dan 42657 yg secara begitu premature berbicara ttg hal yg anda tidak ketahui. Dan itu semua di bahas habis oleh
        Message 3 of 25 , Mar 1, 2006
        • 0 Attachment
          Yg dipermasalahkan adalah posting anda no 42592 dan 42657 yg secara
          begitu premature berbicara ttg hal yg anda tidak ketahui. Dan itu
          semua di bahas habis oleh Bung Arnold dgn data data konkrit. Posting
          anda yang 42822 itu hanya kelitan setelahnya, dan bukan itu yg kita
          bicarakan. Jika selama ini anda ketemunya para tamtama rendahan di
          US Army dan membandingkan nya dengan profesi lainnya misalnya
          dokter, akuntant dsb dsb, itu adalah perbandingan yg bukan apple to
          apple. Makanya jangan bicara sesuatu dgn the very extreme prejudice
          kalo gak ngerti masalah nya, he he he.

          --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "B.H. Jo" <bhjo@...> wrote:
          >
          > Harap dibaca posting saya #42822 dgn. baik dimana saya tidak
          sedang
          > membicarakan ttg. any test atau book, apalagi ttg. BEll Curve IQ
          > Test theory tsb. dibawah. Tetapi saya baru menerangkan masalah
          dgn.
          > bantuan "basic statistic" yaitu dgn. "Bell Shaped Curve" (mean,
          > standard deviation etc.). Sampai orang lain sampai kepanasan mau
          > ikut berdiskusi ttg. ASVAB & AFQT IQ Test.
          >
          > Salam utk. kalian di San Francisco,
          > BH Jo
          >
          >
          > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, Arnold <arnoldlukito@> wrote:
          > >
          > > Salam sympathy untuk BH Jo
          > >
          > > 1. Sebenarnya kita harus berikan sympathy kepada BH Jo yang
          > memberikan "analisa salah" malangnya berasal dari "hasil test lain
          > tujuan aplikasinya".
          > >
          > > Walaupun BH Jo berpendidikan tinggi, tidak dari low income
          > family dan tentu mempunyai IQ yang tinggi!!!! <tapi bukan
          berarti
          > BH Jo akan dapat memahami hal ini, mungkin subject ini sama sekali
          > bukan topik yang pernah dipelajari dalam mencapai gelar Doktornya!
          >
          > Malangnya kenyataanya BH Jo tidak menulis dari fakta tapi hanya
          > memberikan analisa dan berdasarkan wrong synopsis yang TOTALLY
          > SALAH!!!!!!!!!!!!!!
          > >
          > > 2. Karena US military <saya tidak tahu tentang TNI, tapi bila
          > BH Jo mengerti tentang US Military, mungkin BH Jo tidak akan
          > menulis "hal2 yang tertentu seperti being RACIST, PREJUDICED dan
          > being IGNORANTS yang mengakibatkan BACKLASH terhadap dirinya
          > sendiri, dan ini adalah fakta utuk BH JO yang harus dipelajari,
          > either you like it or you really hate it>. ...selalu ....sebelum
          > dan sejak the Bell Curve Book diterbitkan dan .....US Military
          > selalu.............menggunakan ASVAB & AFQT IQ Test. not the BEll
          > Curve IQ Test theory! seperti apa yang BH Jo coba untuk meyakinkan
          > kita semua! So next time if you're trying to argue live in person
          > you'll be able to say correctly!
          > >
          > > 3. At the worst situations: BH Jo memberikan hasil analisa
          > bukan dari hasil FINAL ASVAB & AFQT IQ Test. Tapi dari hasil US
          > Populations yang HANYA baru COBA mendaftar dan belum melalui TEST
          > TEST TEST TEST TEST yang harus melalui Pre-Eleminations <artinya
          IQ,
          > mentality, physical dan karakter tertentu tidak akan qualify>
          > >
          > > 4. Dibawah ini adalah fakta untuk BH Jo yang harus pelajari,
          > saya jamin topik ini tidak pernah BH Jo pelajari dan mengerti
          dalam
          > mencapai gelar Doktor.
          > >
          > > a. Source: VDARE.com
          > > Because the military spends billions to get high quality
          recruits,
          > the average IQ of enlisted personnel is much higher than many
          > civilians expect.
          > > About two thirds of enlisted men and women have IQs above the
          > > national average. Almost no recruits (1.1%) fall below the
          30th
          > percentile in IQ.
          > >
          > > b. The Department of Defense says "AFQT scores are the primary
          > measure of recruit potential." <not the BELL Curve by Richard
          > Herrnstein & Charles Murray, as BH Jo incorrectly
          > assumed...............//AL>
          > >
          > > c. Mengenai low income status vs the average of US household
          > income in general! Source: VDARE.com
          > >
          > > White and black enlistees come from families with similar
          > incomes.
          > > A 1999 Defense Department study found that among American
          > households as a whole, the average income for whites was $44,400
          and
          > for blacks $27,900. Among enlistees, however, the racial gap was
          > almost non-existent. White recruits came from households
          averaging
          > $33,500 per year versus $32,000 for blacks - i.e. a figure well
          > above the black national average.
          > >
          > > Perhaps most importantly, the Army is a heavy user of aptitude
          > tests.
          > > A surprisingly high fraction of young Americans are ineligible
          to
          > join
          > > the Army because of lack of intelligence – extrapolating from
          > Moskos
          > > and Sibley's figures, about a fifth of all whites and three-
          fifths
          > of all
          > > blacks wouldn't make the cut.
          > >
          >
        • prometheus
          Saya coba baca lagi posting yang dimaksud oleh BH Jo. Dari apa yang saya tangkap, BH Jo tidak menyebutkan mengenai bell-shaped IQ Test. Bell-shaped curve yang
          Message 4 of 25 , Mar 1, 2006
          • 0 Attachment
            Saya coba baca lagi posting yang dimaksud oleh BH Jo. Dari apa yang saya
            tangkap, BH Jo tidak menyebutkan mengenai bell-shaped IQ Test. Bell-shaped
            curve yang direfer oleh BH Jo bukanlah bell-shaped IQ test. Instead, in my
            understanding, the mention of bell-shaped by BH Jo is just a matter of
            showing that some examples previously provided by Arnold , in his view, are
            exception rather than the rule (oleh karena itu dia menyebut-nyebut
            statistik dan kurva distribusi normal/bell shape curve)

            Saya rasa pokok pertentangan yang terjadi berawal dari 'argument' yang
            dikembangkan oleh BH Jo pada posting sebelumnya (tanggal 21/2), yaitu
            mengenai faktor-faktor yang menyebabkan orang tidak tertarik dengan tentara,
            dimana pada point pertama disebutkan :
            --------------
            1) Masih ingat publikasi dari Dr.Rushton ttg. IQ yg. tertinggi adalah dari
            orang Oriental (Chinese, Korean, Japanese dan
            Vietnamnese) dan juga orang Oriental adalah "more law-abiding"
            alias "less aggresive". Jadi mereka tidak suka "berperang" dan juga
            barangkali terlalu "smart" utk. memilih menjadi tentara kalau ada profesi
            yg. lebih baik.
            --------------

            Argumen ini terlalu weak, karena (tampaknya) ada beberapa kekeliruan logika
            :

            1. Faulty Generalitaion
            Dalam kehidupan sehari-hari BH Jo sering menemui lebih banyak tentara yang
            berasal dari race Black, kemudian Hispanic, White, dan terakhir Oriental
            (saya ambil dari cerita dia di posting yang sama). Fakta yang merupakan
            sample kecil dari keseluruhan populasi US Army, menurut saya, terlalu cepat
            untuk diambil oleh BH Jo sebagai representasi dari kondisi populasi
            keseluruhan US Army.

            2. Cum hoc ergo propter hoc
            Hasil representasi yang diambil oleh BH Jo diatas secara kebetulan kok
            berkorelasi dengan hasil dari research Philippe Rushton di tahun 1994,
            dimana score IQ US resident yang race Asian lebih tinggi dari White,
            kemudian Hispanic, dan Black yang terakhir. Urutan ini
            (Asian-White-Hispanic-Black) ternyata merupakan kebalikan dari representasi
            populasi US army (Black-Hispanic-White-Asian). Oleh karena itu, dianggapnya,
            kedua hal ini berkorelasi dan punya hubungan sebab-akibat.

            Anyway, dari satu data yang saya ambil dari situs
            http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm,
            disebutkan bahwa populasi race dalam US army, di tahun 2001, adalah : White
            (62%), Black(22%), Hispanic (11%) dan Other (4.5%). Ternyata bukanlah
            seperti yang dialami oleh BH Jo dimana yang sering dia temui adalah Black,
            Hispanic, White then Oriental.

            Therefore, based on that information and in the absence of strong evidence,
            the argument that IQ score correlates with the reason of people not to join
            army can not be strongly established and shall be abandoned.


            Nevertheless, I would respect BH Jo's opinion which against 'army as
            profession' as his personal view and his freedom of choice. His view may
            have come from a perception that army is identical with killing, murders,
            evil, etc. I myself against killing, murders, or war, while at the same time
            fully acknowledge the need of a country to have an army. Civis pacem para
            bellum.


            Prometheus



            -----Original Message-----
            From: tionghoa-net@yahoogroups.com [mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com] On
            Behalf Of B.H. Jo
            Sent: Wednesday, March 01, 2006 3:00 PM
            To: tionghoa-net@yahoogroups.com
            Subject: [t-net] Re: High IQ, Income, Education of "BH Jo" but his
            Judgements absolutely not his best SUBJECTS!

            Harap dibaca posting saya #42822 dgn. baik dimana saya tidak sedang
            membicarakan ttg. any test atau book, apalagi ttg. BEll Curve IQ Test theory
            tsb. dibawah. Tetapi saya baru menerangkan masalah dgn.
            bantuan "basic statistic" yaitu dgn. "Bell Shaped Curve" (mean, standard
            deviation etc.). Sampai orang lain sampai kepanasan mau ikut berdiskusi ttg.
            ASVAB & AFQT IQ Test.

            Salam utk. kalian di San Francisco,
            BH Jo


            --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, Arnold <arnoldlukito@...> wrote:
            >

            >
            > 3. At the worst situations: BH Jo memberikan hasil analisa
            bukan dari hasil FINAL ASVAB & AFQT IQ Test. Tapi dari hasil US Populations
            yang HANYA baru COBA mendaftar dan belum melalui TEST TEST TEST TEST TEST
            yang harus melalui Pre-Eleminations <artinya IQ, mentality, physical dan
            karakter tertentu tidak akan qualify>
            >

            Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
          • jonathangoeij
            ... http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm, ... adalah : White ... bukanlah ... adalah Black, ... Pak Prometheus, dari link yang
            Message 5 of 25 , Mar 1, 2006
            • 0 Attachment
              --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"

              > Anyway, dari satu data yang saya ambil dari situs
              >
              http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm,
              > disebutkan bahwa populasi race dalam US army, di tahun 2001,
              adalah : White
              > (62%), Black(22%), Hispanic (11%) dan Other (4.5%). Ternyata
              bukanlah
              > seperti yang dialami oleh BH Jo dimana yang sering dia temui
              adalah Black,
              > Hispanic, White then Oriental.

              Pak Prometheus, dari link yang anda sebutkan diatas untuk MALES
              (lelaki) didapatkan komposisi sbb: White 65.5%, Black 17.3%,
              Hispanic 11.4%, dan other 5.9%. Sedang untuk FEMALES (wanita)
              komposisinya adalah White 52.8%, Black 29.5%, Hispanic 11.1%, dan
              other 6.7%.

              Bila kita asumsikan populasi males dan females sama banyaknya (dalam
              tabel male 49.9 dan female 50.1) maka komposisi yg didapat adalah:
              White 59.15%, Black 23.4%, Hispanic 11.25%, dan other 6.3%.

              Sedang populasi civilians usia antara 18-24 th adalah: White 64.8%,
              Black 14.3%, Hispanic 15.6%, dan other 5.3%.

              Bila komposisi jumlah populasi dengan yg di-recruit adalah sama maka
              tentu jumlah mereka yg direcuit di army sama komposisinya dengan
              populasi. Tetapi disini terlihat adanya "penurunan minat" pada white
              dan hispanic, dan "kenaikan minat" pada black dan other.

              Sekarang kita fokuskan pada black, terlihat ada selisih 23.4%-14.3%
              =9.1% yg kalau kita bandingkan dengan komposisi populasi
              ada "kelebihan minat" (dalam tanda petik) yg lebih banyak 9.1%/14.3%
              =63.64% yg di-recruit menjadi tentara.

              Angka "kelebihan minat" 63.64% tentunya merupakan jumlah yg cukup
              material, bagaimana anda menjelaskan fenomena seperti ini?

              JG
            • B.H. Jo
              ... http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm, ... (dalam ... 64.8%, ... maka ... white ... 9.1%/14.3% ... Poin anda (JG) adalah
              Message 6 of 25 , Mar 1, 2006
              • 0 Attachment
                --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "jonathangoeij"
                <jonathangoeij@...> wrote:
                >
                > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                >
                > > Anyway, dari satu data yang saya ambil dari situs
                > >
                >
                http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm,
                > > disebutkan bahwa populasi race dalam US army, di tahun 2001,
                > adalah : White
                > > (62%), Black(22%), Hispanic (11%) dan Other (4.5%). Ternyata
                > bukanlah
                > > seperti yang dialami oleh BH Jo dimana yang sering dia temui
                > adalah Black,
                > > Hispanic, White then Oriental.
                >
                > Pak Prometheus, dari link yang anda sebutkan diatas untuk MALES
                > (lelaki) didapatkan komposisi sbb: White 65.5%, Black 17.3%,
                > Hispanic 11.4%, dan other 5.9%. Sedang untuk FEMALES (wanita)
                > komposisinya adalah White 52.8%, Black 29.5%, Hispanic 11.1%, dan
                > other 6.7%.
                >
                > Bila kita asumsikan populasi males dan females sama banyaknya
                (dalam
                > tabel male 49.9 dan female 50.1) maka komposisi yg didapat adalah:
                > White 59.15%, Black 23.4%, Hispanic 11.25%, dan other 6.3%.
                >
                > Sedang populasi civilians usia antara 18-24 th adalah: White
                64.8%,
                > Black 14.3%, Hispanic 15.6%, dan other 5.3%.
                >
                > Bila komposisi jumlah populasi dengan yg di-recruit adalah sama
                maka
                > tentu jumlah mereka yg direcuit di army sama komposisinya dengan
                > populasi. Tetapi disini terlihat adanya "penurunan minat" pada
                white
                > dan hispanic, dan "kenaikan minat" pada black dan other.
                >
                > Sekarang kita fokuskan pada black, terlihat ada selisih 23.4%-14.3%
                > =9.1% yg kalau kita bandingkan dengan komposisi populasi
                > ada "kelebihan minat" (dalam tanda petik) yg lebih banyak
                9.1%/14.3%
                > =63.64% yg di-recruit menjadi tentara.
                >
                > Angka "kelebihan minat" 63.64% tentunya merupakan jumlah yg cukup
                > material, bagaimana anda menjelaskan fenomena seperti ini?
                >
                > JG


                Poin anda (JG) adalah salah satu poin yg. sebetulnya saya akan
                pergunakan utk. menjawab analysa dr. Prometheus. Selain itu
                bagaimana kita harus menerangkan komposisi calon2 pendaftar
                berdasarkan ras, socioeconomic status dll. utk. Law degree, Medical
                School, Science & Technology yg. berlawanan dgn. komposisi utk.
                calon2 militer. Sekian saja akan saya sambung in due time.

                BH Jo
              • prometheus
                JG, (juga BH Jo)Saya koreksi sedikit data yang anda ambil. Asumsi populasi males dan females tidaklah perlu, karena dalam tabel tersebut telah disediakan
                Message 7 of 25 , Mar 1, 2006
                • 0 Attachment
                  JG, (juga BH Jo)

                  Saya koreksi sedikit data yang anda ambil. Asumsi populasi males dan females
                  tidaklah perlu, karena dalam tabel tersebut telah disediakan komposisi total
                  yang sudah meng-capture both males and females.

                  Sekarang, mari kita gunakan data Total DoD (Department of Defense ?) yang
                  mencakup total Army, Navy, Marine, dan AirForce:

                  White (63.1%)
                  Black (19.5%)
                  Hispanic (11.3%)
                  Others (6.1%)

                  Sedangkan populasi civilians (18-24years):

                  White (64.8%)
                  Black (14.3%)
                  Hispanic (15.6%)
                  Other (5.3%)

                  Nah, dari yang saya tangkap, phenomena yang hendak JG 'pelajari' adalah
                  mengapa ada perbedaan komposisi antara militer(DoD) dan civilian ? Mengapa
                  ada penurunan percentage pada White (64.8% ke 63.1%) dan Hispanic (15.6% ke
                  11.3%), atau kenaikan pada Black (14.3% ke 19.5%) dan race Others (5.3% ke
                  6.1%) ?

                  Pemahaman fenomena ini membutuhkan pemahaman yang luas akan history,
                  society, culture, economic , politic, etc di masyarakat US. Untuk
                  mendiskusikan hal ini butuh expert dari berbagai bidang. Kalau tidak,
                  mungkin akan sangat absurd sekali.

                  Anyway, ini pandangan saya sebagai orang awam

                  1. Kita assume data diatas valid (margin of error / standard deviation
                  kecil)
                  2. Kita harus membandingkan kedua set of data komposisi tersebut apakah
                  berbeda significant secara statistik (menggunakan t-test or ANOVA)
                  3. Kalau ya, baru kita bisa brainstorm faktor-faktor yang attributable
                  terhadap perbedaan ini. Faktor tersebut dapat berupa faktor physic (postur
                  tubuh dan kekuatan), economic, level of education, culture, history,
                  etc..etc, termasuk juga (kalau mau) IQ.
                  4. Kemudian kita test seberapa jauh dan significant pengaruh faktor-faktor
                  tersebut pada fenomena yang kita mau lihat.

                  Karena keterbatasan pemahaman saya mengenai beberapa faktor tersebut, maaf
                  saya tidak berkontribusi lebih banyak.

                  Untuk faktor IQ sendiri, mari kita coba bandingkan fenomena tersebut dengan
                  hasil research Rushton (saya assume hasil dia benar). Let's put our
                  proposition that "IQ tinggi akan membuat orang jadi enggan masuk militer".
                  Fenomena diatas menunjukkan bahwa penurunan percentage terjadi pada White
                  (yang IQ nya lebih tinggi) dan juga pada Hispanic (yang ternyata IQ nya
                  lebih rendah). Jadi fenomena 'penurunan minat' tersebut terjadi pada both
                  yang IQ nya tinggi dan yang IQ nya rendah. Dari fenomena tersebut saja,
                  proposition yang kita bangun bahwa "IQ tinggi akan membuat orang jadi enggan
                  masuk militer" tidak dapat dipertahankan. Based on that and lack of
                  evidence, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak related (at least
                  for the time being until further evidences are presented).

                  Sedangkan untuk faktor economy (income), saya lihat Arnold sudah cukup
                  menjelaskan.

                  Untuk factor lain, silakan didiskusikan bagi yang memiliki domain knowledge
                  yang terkait.

                  Prometheus






                  -----Original Message-----
                  From: tionghoa-net@yahoogroups.com [mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com] On
                  Behalf Of jonathangoeij
                  Sent: Thursday, March 02, 2006 2:43 AM
                  To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                  Subject: [t-net] Re: High IQ, Income, Education of "BH Jo" but his
                  Judgements absolutely not his best SUBJECTS!

                  --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"

                  > Anyway, dari satu data yang saya ambil dari situs
                  >
                  http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm,
                  > disebutkan bahwa populasi race dalam US army, di tahun 2001,
                  adalah : White
                  > (62%), Black(22%), Hispanic (11%) dan Other (4.5%). Ternyata
                  bukanlah
                  > seperti yang dialami oleh BH Jo dimana yang sering dia temui
                  adalah Black,
                  > Hispanic, White then Oriental.

                  Pak Prometheus, dari link yang anda sebutkan diatas untuk MALES
                  (lelaki) didapatkan komposisi sbb: White 65.5%, Black 17.3%, Hispanic 11.4%,
                  dan other 5.9%. Sedang untuk FEMALES (wanita) komposisinya adalah White
                  52.8%, Black 29.5%, Hispanic 11.1%, dan other 6.7%.

                  Bila kita asumsikan populasi males dan females sama banyaknya (dalam tabel
                  male 49.9 dan female 50.1) maka komposisi yg didapat adalah:
                  White 59.15%, Black 23.4%, Hispanic 11.25%, dan other 6.3%.

                  Sedang populasi civilians usia antara 18-24 th adalah: White 64.8%, Black
                  14.3%, Hispanic 15.6%, dan other 5.3%.

                  Bila komposisi jumlah populasi dengan yg di-recruit adalah sama maka tentu
                  jumlah mereka yg direcuit di army sama komposisinya dengan populasi. Tetapi
                  disini terlihat adanya "penurunan minat" pada white dan hispanic, dan
                  "kenaikan minat" pada black dan other.

                  Sekarang kita fokuskan pada black, terlihat ada selisih 23.4%-14.3% =9.1% yg
                  kalau kita bandingkan dengan komposisi populasi ada "kelebihan minat" (dalam
                  tanda petik) yg lebih banyak 9.1%/14.3% =63.64% yg di-recruit menjadi
                  tentara.

                  Angka "kelebihan minat" 63.64% tentunya merupakan jumlah yg cukup material,
                  bagaimana anda menjelaskan fenomena seperti ini?

                  JG






                  # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
                  berpendapat #

                  Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
                  tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com

                  Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni Yahoo! Groups Links







                  Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
                • khunchipas
                  Uraian Bung Prometheus absolutely right. Bagi orang statistik, langsung ketahuan lobe hole nya. Dua posting BH JO terdahulu, memang sarat dengan kalimat
                  Message 8 of 25 , Mar 1, 2006
                  • 0 Attachment
                    Uraian Bung Prometheus absolutely right. Bagi orang statistik,
                    langsung ketahuan lobe hole nya. Dua posting BH JO terdahulu, memang
                    sarat dengan kalimat terbuka, yang hanya ada di dunia kaum politisi,
                    bukan academisi. Postingan BH Jo sarat hypothesa, yg bila melalui
                    landasan teori yg hebat, kerangka konsep yg akurat, metodologi
                    penelitian yg tepat serta pengumpulan data dan uji statistik yang
                    cermat, pantas utk dijadikan bahan disertasi Doctoral Study Defence
                    Management, Majoring HRD.

                    Data data dibawah tidak memberi contribusi apa apa. Terlalu jauh
                    untuk ujuk ujuk, membicarakan angka tersebut dengan minat, bakat
                    apalagi IQ. Variabel variabel ini sebaiknya diuji hubungannya
                    dahulu, baru uji pengaruh. Bila dari 64,8% POPULASI WHITE, hanya
                    63,1% yg jadi anggota DOD, lalu dikatakan minatnya warga kulit putih
                    menurun, pahami dulu landasan teori rekruitment militer. Tidak semua
                    yg berminat akan masuk. Banyak sekali variabel variabel lain yg
                    menentukan, antara lain kesehatan, kekuatan fisik dll. Sehingga
                    variable "minat" juga harus di uji dulu kekuatan "hubungan"nya,
                    baru "pengaruh"nya.

                    Juga data dibawah tidak menunjukkan sebaran di tiga kelompok
                    kepangkatan, Tamtama, Bintara dan Perwira. Kai Kwadrat dan uji
                    reliabilitas perlu sebagai penelitian awal, baru regresi lanjutan
                    dan itupun nantinya dibahas dengan pisau analisa yg holistik, tidak
                    bisa subjektive. Sehingga tepatlah apa yg dikatakan
                    Prometheus "Pemahaman fenomena ini membutuhkan pemahaman yang luas
                    akan history, society, culture, economic , politic, etc di
                    masyarakat US. Untuk mendiskusikan hal ini butuh expert dari
                    berbagai bidang. Kalau tidak, mungkin akan sangat absurd sekali".

                    Kami tidak melihat keabsurdan BH Jo hanya pada satu tulisan ini
                    saja, tetapi secara statistik "terlihat trend", dimana BH Jo memang
                    memiliki tendensi asal jeplak, yg penting anti militer, anti
                    pemerintah dan anti Indonesia. Kami mengumpulkan tulisan tulisan
                    asal jeplaknya untuk dijadikan bahan penelitian. Siapa tau benar
                    bermanfaat.



                    --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                    <prometheus_promise@...> wrote:
                    >
                    > JG, (juga BH Jo)
                    >
                    > Saya koreksi sedikit data yang anda ambil. Asumsi populasi males
                    dan females tidaklah perlu, karena dalam tabel tersebut telah
                    disediakan komposisi total yang sudah meng-capture both males and
                    females.
                    >
                    > Sekarang, mari kita gunakan data Total DoD (Department of
                    Defense ?) yang mencakup total Army, Navy, Marine, dan AirForce:
                    >
                    > White (63.1%)
                    > Black (19.5%)
                    > Hispanic (11.3%)
                    > Others (6.1%)
                    >
                    > Sedangkan populasi civilians (18-24years):
                    >
                    > White (64.8%)
                    > Black (14.3%)
                    > Hispanic (15.6%)
                    > Other (5.3%)
                    >
                    > Nah, dari yang saya tangkap, phenomena yang hendak JG 'pelajari'
                    adalah mengapa ada perbedaan komposisi antara militer(DoD) dan
                    civilian ? Mengapa ada penurunan percentage pada White (64.8% ke
                    63.1%) dan Hispanic (15.6% ke 11.3%), atau kenaikan pada Black
                    (14.3% ke 19.5%) dan race Others (5.3% ke 6.1%) ?
                    >
                    > Pemahaman fenomena ini membutuhkan pemahaman yang luas akan
                    history, society, culture, economic , politic, etc di masyarakat US.
                    Untuk mendiskusikan hal ini butuh expert dari berbagai bidang. Kalau
                    tidak, mungkin akan sangat absurd sekali.
                    >
                    > Anyway, ini pandangan saya sebagai orang awam
                    >
                    > 1. Kita assume data diatas valid (margin of error / standard
                    deviation kecil)
                    > 2. Kita harus membandingkan kedua set of data komposisi tersebut
                    apakah berbeda significant secara statistik (menggunakan t-test or
                    ANOVA)
                    > 3. Kalau ya, baru kita bisa brainstorm faktor-faktor yang
                    attributable terhadap perbedaan ini. Faktor tersebut dapat berupa
                    faktor physic (postur tubuh dan kekuatan), economic, level of
                    education, culture, history, etc..etc, termasuk juga (kalau mau) IQ.
                    > 4. Kemudian kita test seberapa jauh dan significant pengaruh
                    faktor-faktor tersebut pada fenomena yang kita mau lihat.
                    >
                    > Karena keterbatasan pemahaman saya mengenai beberapa faktor
                    tersebut, maaf saya tidak berkontribusi lebih banyak.
                    >
                    > Untuk faktor IQ sendiri, mari kita coba bandingkan fenomena
                    tersebut dengan hasil research Rushton (saya assume hasil dia
                    benar). Let's put our proposition that "IQ tinggi akan membuat orang
                    jadi enggan masuk militer".
                    > Fenomena diatas menunjukkan bahwa penurunan percentage terjadi
                    pada White (yang IQ nya lebih tinggi) dan juga pada Hispanic (yang
                    ternyata IQ nya lebih rendah). Jadi fenomena 'penurunan minat'
                    tersebut terjadi pada both yang IQ nya tinggi dan yang IQ nya
                    rendah. Dari fenomena tersebut saja, proposition yang kita bangun
                    bahwa "IQ tinggi akan membuat orang jadi enggan masuk militer" tidak
                    dapat dipertahankan. Based on that and lack of evidence, kita dapat
                    menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak related (at least for the time
                    being until further evidences are presented).
                    >
                    > Sedangkan untuk faktor economy (income), saya lihat Arnold sudah
                    cukup menjelaskan.
                    >
                    > Untuk factor lain, silakan didiskusikan bagi yang memiliki domain
                    knowledge yang terkait.
                    >
                    > Prometheus
                  • jt2x00
                    Apa yang dkemukakan Prometheus memang benar, pemahaman fenomena yang dipertanyakan JG ini membutuhkan pemahaman yang luas terkait dengan berbagai aspek
                    Message 9 of 25 , Mar 1, 2006
                    • 0 Attachment
                      Apa yang dkemukakan Prometheus memang benar, pemahaman fenomena yang
                      dipertanyakan JG ini membutuhkan pemahaman yang luas terkait dengan
                      berbagai aspek kehidupan masyarakat di USA. Kalau tidak, sama seperti
                      si Ujang dan si Paimin yang berdebat seru di pinggir sawah tentang
                      keramaian kota Jakarta, padahal keduanya belum pernah ke Jakarta.

                      Meskipun demikian, secara logika statistik kita bisa kemukakan
                      argumentasi sederhana sbb :

                      1. Menjadi tentara di USA adalah wajib bagi setiap WN, tetapi
                      waktunya boleh pilih (antara 18-24 ?). Karena boleh memilih,
                      seseorang yang memasuki umur wamil akan mengutamakan prioritas bagi
                      diri pribadinya lebih dahulu daripada wamil. Dengan demikian, data
                      tahun 2001 misalnya, tidak bisa dipakai sebagai patokan untuk
                      mnunjukkan fenomena yang terjadi, karena ada kemungkinan data tahun
                      berikutnya menunjukkan gejala sebaliknya, akibat prioritas yang
                      diutamakan oleh setiap individu/race sesuai dengan situasi dan
                      kondisi yang terjadi pada tahun 2001 tsb.

                      2. Dalam data tentara yang dikemukakan (tampaknya) termasuk tentara
                      yang berumur > 24 tahun, sedangkan dalam data civilians terbatas pada
                      umur 18-24 saja. Ini ibarat membandingkan kedongdong dengan kesemek.
                      Perlu dipertanyakan, apakah bung JG tidak tahu hal ini atau sengaja
                      untuk menjebak Prometheus? Bagaimana pula dengan BHJo yang "konon"
                      akan menggunakan argumentasi serupa, tapi keburu didahului JG?

                      3. Kalau dalam data tentara tsb tidak termasuk tentara yang berumur >
                      24 tahun, bagaimana dengan peserta wamil yang masuk tahun lalu pada
                      umur >23 dan tahun ini dikeluarkan dari populasi karena >24 tahun?
                      Artinya sama saja dengan membandingkan kedongdong busuk dengan
                      kedongdong yang sudah kelindes stoom.

                      4. Data tentang tentara dan civiliance population yang disebutkan
                      adalah dalam bentuk proporsi, bukan quantity. Jika dalam quantity
                      White turun dan sisanya tetap, maka dalam proporsi data White akan
                      turun sedang yang lain akan naik karena turunnya total. Naiknya
                      proporsi tidak berarti naik dalam quantity atau sebaliknya.
                      Seyogyanya orang yang mengajukan bantahan dalam ruang lingkup
                      statistik sudah tahu hal seperti ini, karena ini adalah pengetahuan
                      normatif sebelum bicara statistik.

                      -----

                      Statistik adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang digunakan
                      untuk membaca fenomena yang telah terjadi, di mana hasilnya digunakan
                      untuk membuat teori, estimasi, atau prediksi tentang kemungkinan yang
                      akan terjadi pada masa yang akan datang. Secara teoritis ilmu
                      statistik tidak mudah dipahami, jauh lebih membingungkan daripada
                      mathematics, dan lebih sukar lagi aplikasinya dalam praktek yang
                      sesungguhnya.

                      Seseorang yang bergelar "doctor (Dr atau PhD)", bukan "dokter (dr)",
                      seyogyanya mengerti dengan baik ilmu statistik ini, apalagi profesor.
                      Dalam disertasinya, seorang Dr (PhD) harus bisa menemukan
                      suatu "teori baru", berdasarkan hasil temuan secara statistik (atau
                      ilmu lain yang sejenis) atas fenomena yang ditelitinya. Sedangkan
                      dalam pembuatan Skripsi (S1) atau Thesis (S2), karena tidak
                      diwajibkan menemukan teori baru, penguasaan statistik (atau yang
                      sejenis) tidak terlalu ditekankan.

                      Untuk Dr (PhD) yang sudah lama lulus, mungkin sebagian dari ilmu
                      statistik ini sudah lupa, tapi pengertian dasarnya tidak ada alasan
                      untuk lupa. Perlu dicatat disini, bahwa kurva berbentuk lonceng
                      terbalik (Bell Curve) hanyalah sebagian kecil dari statistik untuk
                      membuktikan hipotesis 2 sisi. (Selain hipotesis 2 sisi dikenal pula
                      hipotesis 1 sisi). Bell Curve adalah bagian dari statistik, tapi
                      statistik bukan (hanya) bell curve.

                      Salam.
                      JT

                      NB : Tampaknya di milis ini masih terlalu jauh untuk mengharapkan
                      salah satu pihak yang sedang berdebat mengakui : "Anda benar, saya
                      yang salah".

                      -------------------

                      --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                      <prometheus_promise@...> wrote:
                      >
                      > JG, (juga BH Jo)
                      >
                      > Saya koreksi sedikit data yang anda ambil. Asumsi populasi males
                      dan females
                      > tidaklah perlu, karena dalam tabel tersebut telah disediakan
                      komposisi total
                      > yang sudah meng-capture both males and females.
                      >
                      > Sekarang, mari kita gunakan data Total DoD (Department of
                      Defense ?) yang
                      > mencakup total Army, Navy, Marine, dan AirForce:
                      >
                      > White (63.1%)
                      > Black (19.5%)
                      > Hispanic (11.3%)
                      > Others (6.1%)
                      >
                      > Sedangkan populasi civilians (18-24years):
                      >
                      > White (64.8%)
                      > Black (14.3%)
                      > Hispanic (15.6%)
                      > Other (5.3%)
                      >
                      > Nah, dari yang saya tangkap, phenomena yang hendak JG 'pelajari'
                      adalah
                      > mengapa ada perbedaan komposisi antara militer(DoD) dan civilian ?
                      Mengapa
                      > ada penurunan percentage pada White (64.8% ke 63.1%) dan Hispanic
                      (15.6% ke
                      > 11.3%), atau kenaikan pada Black (14.3% ke 19.5%) dan race Others
                      (5.3% ke
                      > 6.1%) ?
                      >
                      > Pemahaman fenomena ini membutuhkan pemahaman yang luas akan history,
                      > society, culture, economic , politic, etc di masyarakat US. Untuk
                      > mendiskusikan hal ini butuh expert dari berbagai bidang. Kalau
                      tidak,
                      > mungkin akan sangat absurd sekali.
                      >
                      > Anyway, ini pandangan saya sebagai orang awam
                      >
                      > 1. Kita assume data diatas valid (margin of error / standard
                      deviation
                      > kecil)
                      > 2. Kita harus membandingkan kedua set of data komposisi tersebut
                      apakah
                      > berbeda significant secara statistik (menggunakan t-test or ANOVA)
                      > 3. Kalau ya, baru kita bisa brainstorm faktor-faktor yang
                      attributable
                      > terhadap perbedaan ini. Faktor tersebut dapat berupa faktor physic
                      (postur
                      > tubuh dan kekuatan), economic, level of education, culture, history,
                      > etc..etc, termasuk juga (kalau mau) IQ.
                      > 4. Kemudian kita test seberapa jauh dan significant pengaruh faktor-
                      faktor
                      > tersebut pada fenomena yang kita mau lihat.
                      >
                      > Karena keterbatasan pemahaman saya mengenai beberapa faktor
                      tersebut, maaf
                      > saya tidak berkontribusi lebih banyak.
                      >
                      > Untuk faktor IQ sendiri, mari kita coba bandingkan fenomena
                      tersebut dengan
                      > hasil research Rushton (saya assume hasil dia benar). Let's put our
                      > proposition that "IQ tinggi akan membuat orang jadi enggan masuk
                      militer".
                      > Fenomena diatas menunjukkan bahwa penurunan percentage terjadi pada
                      White
                      > (yang IQ nya lebih tinggi) dan juga pada Hispanic (yang ternyata IQ
                      nya
                      > lebih rendah). Jadi fenomena 'penurunan minat' tersebut terjadi
                      pada both
                      > yang IQ nya tinggi dan yang IQ nya rendah. Dari fenomena tersebut
                      saja,
                      > proposition yang kita bangun bahwa "IQ tinggi akan membuat orang
                      jadi enggan
                      > masuk militer" tidak dapat dipertahankan. Based on that and lack of
                      > evidence, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak related
                      (at least
                      > for the time being until further evidences are presented).
                      >
                      > Sedangkan untuk faktor economy (income), saya lihat Arnold sudah
                      cukup
                      > menjelaskan.
                      >
                      > Untuk factor lain, silakan didiskusikan bagi yang memiliki domain
                      knowledge
                      > yang terkait.
                      >
                      > Prometheus
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > -----Original Message-----
                      > From: tionghoa-net@yahoogroups.com [mailto:tionghoa-
                      net@yahoogroups.com] On
                      > Behalf Of jonathangoeij
                      > Sent: Thursday, March 02, 2006 2:43 AM
                      > To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                      > Subject: [t-net] Re: High IQ, Income, Education of "BH Jo" but his
                      > Judgements absolutely not his best SUBJECTS!
                      >
                      > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                      >
                      > > Anyway, dari satu data yang saya ambil dari situs
                      > >
                      > http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2001/chapter2/c2_raceth.htm,
                      > > disebutkan bahwa populasi race dalam US army, di tahun 2001,
                      > adalah : White
                      > > (62%), Black(22%), Hispanic (11%) dan Other (4.5%). Ternyata
                      > bukanlah
                      > > seperti yang dialami oleh BH Jo dimana yang sering dia temui
                      > adalah Black,
                      > > Hispanic, White then Oriental.
                      >
                      > Pak Prometheus, dari link yang anda sebutkan diatas untuk MALES
                      > (lelaki) didapatkan komposisi sbb: White 65.5%, Black 17.3%,
                      Hispanic 11.4%,
                      > dan other 5.9%. Sedang untuk FEMALES (wanita) komposisinya adalah
                      White
                      > 52.8%, Black 29.5%, Hispanic 11.1%, dan other 6.7%.
                      >
                      > Bila kita asumsikan populasi males dan females sama banyaknya
                      (dalam tabel
                      > male 49.9 dan female 50.1) maka komposisi yg didapat adalah:
                      > White 59.15%, Black 23.4%, Hispanic 11.25%, dan other 6.3%.
                      >
                      > Sedang populasi civilians usia antara 18-24 th adalah: White 64.8%,
                      Black
                      > 14.3%, Hispanic 15.6%, dan other 5.3%.
                      >
                      > Bila komposisi jumlah populasi dengan yg di-recruit adalah sama
                      maka tentu
                      > jumlah mereka yg direcuit di army sama komposisinya dengan
                      populasi. Tetapi
                      > disini terlihat adanya "penurunan minat" pada white dan hispanic,
                      dan
                      > "kenaikan minat" pada black dan other.
                      >
                      > Sekarang kita fokuskan pada black, terlihat ada selisih 23.4%-14.3%
                      =9.1% yg
                      > kalau kita bandingkan dengan komposisi populasi ada "kelebihan
                      minat" (dalam
                      > tanda petik) yg lebih banyak 9.1%/14.3% =63.64% yg di-recruit
                      menjadi
                      > tentara.
                      >
                      > Angka "kelebihan minat" 63.64% tentunya merupakan jumlah yg cukup
                      material,
                      > bagaimana anda menjelaskan fenomena seperti ini?
                      >
                      > JG
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
                      > berpendapat #
                      >
                      > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
                      > tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com
                      >
                      > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni Yahoo! Groups Links
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > Send instant messages to your online friends
                      http://asia.messenger.yahoo.com
                      >
                    • ulysee_me
                      Ewww, pelajaran berharga dari mBaH beJO. Cucuku, kalau memulai argumen dengan kalimat terbuka, jangan kemudian bawa-bawa angka, bisa keserimpet. Hehehehe.
                      Message 10 of 25 , Mar 2, 2006
                      • 0 Attachment
                        Ewww, pelajaran berharga dari mBaH beJO.
                        Cucuku, kalau memulai argumen dengan kalimat terbuka, jangan kemudian
                        bawa-bawa angka, bisa keserimpet. Hehehehe. Nggih, mBaH.

                        Waiiiitttt chichi khunchipasss, apa itu maksudnya asal jeplak?
                        maksudnya suka asal ngomong atau tukang njiplak atau dua-duanya?
                        tersindir nih gue, hehehehehe.

                        kalu soal hubungan IQ dan race, menurut engkong, biarpun dikasih
                        landasan teori yang hebat, kerangka konsep yang akurat, metodologi
                        penelitian yang tepat serta pengumpulan data dan uji statistik yang
                        cermat, tidak akan diterima untuk jadi bahan disertasi, boro boro
                        untuk defence management apa segala.

                        sebab apapun hasilnya seobjektif apapun penelitiannya, tetap tidak
                        akan diterima oleh masyarakat umum, soalnya mengipas-ngipas isu
                        rasist. Padahal jaman sekarang rasialisme masih dianggap sebagai suatu
                        kejahatan, toh?

                        Coba aja, donk menyoal IQ, pasti ada ras yang dianggap "lebih pinter"
                        dan ada ras yang dianggap "lebih goblok". Ras yang dianggap bego mana
                        mau terima, pasti bilangnya itu penelitian tidak sahih, buktinya ada
                        dari ras mereka yang pinter dan keluarlah nama-nama ras mereka yang
                        pinter.
                        Dan kalau si peneliti bilang "ooh yang itu khan exceptional"
                        habislah dia sebab donk bisa dibilang penelitiannya tidak
                        menggambarkan dengan tepat apa yang ditelitinya.
                        Jadi penelitian seperti itu, yang bawa bawa IQ dan Ras memang enggak
                        ada gunanya, dan konyol aja kalau menjadikannya acuan dalam
                        ber-argumen.

                        Dan semua ribut ribut ini mengarah kemana?

                        hanya menegaskan itu pernyataan pertama soal jadi tentara sebagai
                        pilihan terakhir manusia adalah kebangeten
                        dan yang ngomong enak aja ngeloyor pergi kayaknya lupa pernah bikin
                        pernyataan yang jadi biang keributan
                        membiarkan yang mbelain kelimpungan sendiri tanpa balabantuan
                        padahal itu pernyataan dari awalnya memang does not make any sense,
                        mau diargue segimana juga enggak bakalan bisa sebab emang enggak ada
                        dasarnya,

                        kesimpulan, sudahi sajalah, daripada mumet berkepanjangan dan jadi
                        belepetan kemana-mana kayak gue.
                        Does not make any sense indonesianya apa si, kok gue jadi lupse.

                        Lagian chichi kata embahmu si O-tong khan tidak boleh memojokkan sampe
                        tidak ada muka toh? Hayoh, jadi jendral yang mengepung juga harus
                        membuka jalan kabur, kalo enggak itu musuh yang dikurung malahan akan
                        jadi melawan membabibuta, mencari-cari yang tidak ada, malahan
                        menambah kerugian tenaga dua belah pihak.

                        dan cape yang nonton. Haaaahhhh, enggak seru ah, enggak ada perlawanan
                        yang seimbang. Ganti topik, biar banyak yang bisa ngomong, terus
                        lanjutin timpukan lagi!!! Gue siap jadi cheerleader nih! plus wasit,
                        plus noni yang suka lenggak lenggok bawa-bawa papan ronde ke berapa
                        gitu, kyeheheheeh.

                        Hareee, ikut nggak har? nih lu bawa papan ronde ato mo bawa sempritan?
                        huehuehuehue.





                        --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "khunchipas" <khunchipas@...>
                        wrote:
                        >
                        > Uraian Bung Prometheus absolutely right. Bagi orang statistik,
                        > langsung ketahuan lobe hole nya. Dua posting BH JO terdahulu, memang
                        > sarat dengan kalimat terbuka, yang hanya ada di dunia kaum politisi,
                        > bukan academisi. Postingan BH Jo sarat hypothesa, yg bila melalui
                        > landasan teori yg hebat, kerangka konsep yg akurat, metodologi
                        > penelitian yg tepat serta pengumpulan data dan uji statistik yang
                        > cermat, pantas utk dijadikan bahan disertasi Doctoral Study Defence
                        > Management, Majoring HRD.
                        >
                        > Data data dibawah tidak memberi contribusi apa apa. Terlalu jauh
                        > untuk ujuk ujuk, membicarakan angka tersebut dengan minat, bakat
                        > apalagi IQ. Variabel variabel ini sebaiknya diuji hubungannya
                        > dahulu, baru uji pengaruh. Bila dari 64,8% POPULASI WHITE, hanya
                        > 63,1% yg jadi anggota DOD, lalu dikatakan minatnya warga kulit putih
                        > menurun, pahami dulu landasan teori rekruitment militer. Tidak semua
                        > yg berminat akan masuk. Banyak sekali variabel variabel lain yg
                        > menentukan, antara lain kesehatan, kekuatan fisik dll. Sehingga
                        > variable "minat" juga harus di uji dulu kekuatan "hubungan"nya,
                        > baru "pengaruh"nya.
                        >
                        > Juga data dibawah tidak menunjukkan sebaran di tiga kelompok
                        > kepangkatan, Tamtama, Bintara dan Perwira. Kai Kwadrat dan uji
                        > reliabilitas perlu sebagai penelitian awal, baru regresi lanjutan
                        > dan itupun nantinya dibahas dengan pisau analisa yg holistik, tidak
                        > bisa subjektive. Sehingga tepatlah apa yg dikatakan
                        > Prometheus "Pemahaman fenomena ini membutuhkan pemahaman yang luas
                        > akan history, society, culture, economic , politic, etc di
                        > masyarakat US. Untuk mendiskusikan hal ini butuh expert dari
                        > berbagai bidang. Kalau tidak, mungkin akan sangat absurd sekali".
                        >
                        > Kami tidak melihat keabsurdan BH Jo hanya pada satu tulisan ini
                        > saja, tetapi secara statistik "terlihat trend", dimana BH Jo memang
                        > memiliki tendensi asal jeplak, yg penting anti militer, anti
                        > pemerintah dan anti Indonesia. Kami mengumpulkan tulisan tulisan
                        > asal jeplaknya untuk dijadikan bahan penelitian. Siapa tau benar
                        > bermanfaat.
                        >
                        >
                        >
                        > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                        > <prometheus_promise@> wrote:
                        > >
                        > > JG, (juga BH Jo)
                        > >
                        <skip>
                        > > Untuk faktor IQ sendiri, mari kita coba bandingkan fenomena
                        > tersebut dengan hasil research Rushton (saya assume hasil dia
                        > benar). Let's put our proposition that "IQ tinggi akan membuat orang
                        > jadi enggan masuk militer".
                        > > Fenomena diatas menunjukkan bahwa penurunan percentage terjadi
                        > pada White (yang IQ nya lebih tinggi) dan juga pada Hispanic (yang
                        > ternyata IQ nya lebih rendah). Jadi fenomena 'penurunan minat'
                        > tersebut terjadi pada both yang IQ nya tinggi dan yang IQ nya
                        > rendah. Dari fenomena tersebut saja, proposition yang kita bangun
                        > bahwa "IQ tinggi akan membuat orang jadi enggan masuk militer" tidak
                        > dapat dipertahankan. Based on that and lack of evidence, kita dapat
                        > menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak related (at least for the time
                        > being until further evidences are presented).
                        > >
                        > > Sedangkan untuk faktor economy (income), saya lihat Arnold sudah
                        > cukup menjelaskan.
                        > >
                        > > Untuk factor lain, silakan didiskusikan bagi yang memiliki domain
                        > knowledge yang terkait.
                        > >
                        > > Prometheus
                        >
                      • jonathangoeij
                        ... pada ... data civilians usia 18-24 th adalah berdasarkan data dari link yg diberikan oleh prometheus sendiri. seharusnya pertanyaan ini anda ajukan kepada
                        Message 11 of 25 , Mar 2, 2006
                        • 0 Attachment
                          --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "jt2x00" <jt2x00@...> wrote:
                          >
                          >
                          > 2. Dalam data tentara yang dikemukakan (tampaknya) termasuk tentara
                          > yang berumur > 24 tahun, sedangkan dalam data civilians terbatas
                          pada
                          > umur 18-24 saja. Ini ibarat membandingkan kedongdong dengan kesemek.
                          > Perlu dipertanyakan, apakah bung JG tidak tahu hal ini atau sengaja
                          > untuk menjebak Prometheus? Bagaimana pula dengan BHJo yang "konon"
                          > akan menggunakan argumentasi serupa, tapi keburu didahului JG?

                          data civilians usia 18-24 th adalah berdasarkan data dari link yg
                          diberikan oleh prometheus sendiri. seharusnya pertanyaan ini anda
                          ajukan kepada beliau.

                          pada waktu di college saya mengajukan permintaan financial aid baik
                          kepada federal ataupun state, ada pertanyaan apakah sudah mendaftar
                          selective service yg saya jawab belum, disana ada keterangan bagi
                          mereka diatas 18 th harus mendaftar selective service tetapi pada
                          waktu berada/masuk ke US sudah diatas 25th terbebas dari kewajiban
                          mendaftar selective service. dan biarpun tidak mendaftar selective
                          service saya tetap mendapat grant baik dari federal ataupun state.

                          JG
                        • jonathangoeij
                          ... dan females ... komposisi total ... Sebelumnya saya agak tergesa sehingga tidak melihat betapa komposisi total telah disediakan. Terima kasih atas
                          Message 12 of 25 , Mar 2, 2006
                          • 0 Attachment
                            --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                            <prometheus_promise@...> wrote:
                            >
                            > JG, (juga BH Jo)
                            >
                            > Saya koreksi sedikit data yang anda ambil. Asumsi populasi males
                            dan females
                            > tidaklah perlu, karena dalam tabel tersebut telah disediakan
                            komposisi total
                            > yang sudah meng-capture both males and females.

                            Sebelumnya saya agak tergesa sehingga tidak melihat betapa komposisi
                            total telah disediakan. Terima kasih atas koreksinya sehingga kita
                            bisa melihat perbandingannya dengan lebih akurat.

                            > Sekarang, mari kita gunakan data Total DoD (Department of
                            Defense ?) yang
                            > mencakup total Army, Navy, Marine, dan AirForce:
                            >
                            > White (63.1%)
                            > Black (19.5%)
                            > Hispanic (11.3%)
                            > Others (6.1%)
                            >
                            > Sedangkan populasi civilians (18-24years):
                            >
                            > White (64.8%)
                            > Black (14.3%)
                            > Hispanic (15.6%)
                            > Other (5.3%)
                            >
                            > Nah, dari yang saya tangkap, phenomena yang hendak JG 'pelajari'
                            adalah
                            > mengapa ada perbedaan komposisi antara militer(DoD) dan
                            civilian ? Mengapa
                            > ada penurunan percentage pada White (64.8% ke 63.1%) dan Hispanic
                            (15.6% ke
                            > 11.3%), atau kenaikan pada Black (14.3% ke 19.5%) dan race Others
                            (5.3% ke
                            > 6.1%) ?

                            Pada data diatas, penurunan pada white tidaklah material karena
                            hanya slightly sekali dibandingkan dengan total persentase
                            white. 'Other' sementara bisa dikesampingkan karena didalamnya
                            meliputi bukan hanya yellow tetapi juga green, purple, brown, dll.
                            Sedangkan perubahan yg significant justru terjadi pada black dan
                            hispanic.

                            > Anyway, ini pandangan saya sebagai orang awam
                            >
                            > 1. Kita assume data diatas valid (margin of error / standard
                            deviation
                            > kecil)

                            Data komposisi para recruitees kelihatannya merupakan parameter
                            karena diambil dari record. Sedangkan komposisi populasi merupakan
                            data statistik yg diperhitungkan dari data samples. Karena link itu
                            merupakan web DoD yg bisa mengambil data samples dalam jumlah yg
                            banyak bisa mencapai confident level 99%. Confident level yg dipakai
                            biasanya 99%, 97%, 95%, atau 90% yg ditentukan dari jumlah data
                            samples.

                            > 2. Kita harus membandingkan kedua set of data komposisi tersebut
                            apakah
                            > berbeda significant secara statistik (menggunakan t-test or ANOVA)
                            > 3. Kalau ya, baru kita bisa brainstorm faktor-faktor yang
                            attributable
                            > terhadap perbedaan ini. Faktor tersebut dapat berupa faktor physic
                            (postur
                            > tubuh dan kekuatan), economic, level of education, culture,
                            history,
                            > etc..etc, termasuk juga (kalau mau) IQ.
                            > 4. Kemudian kita test seberapa jauh dan significant pengaruh
                            faktor-faktor
                            > tersebut pada fenomena yang kita mau lihat.
                            >
                            > Karena keterbatasan pemahaman saya mengenai beberapa faktor
                            tersebut, maaf
                            > saya tidak berkontribusi lebih banyak.

                            Terima kasih, setidaknya anda telah mencoba mengutakan pendapat anda.

                            > Untuk faktor IQ sendiri, mari kita coba bandingkan fenomena
                            tersebut dengan
                            > hasil research Rushton (saya assume hasil dia benar). Let's put our
                            > proposition that "IQ tinggi akan membuat orang jadi enggan masuk
                            militer".
                            > Fenomena diatas menunjukkan bahwa penurunan percentage terjadi
                            pada White
                            > (yang IQ nya lebih tinggi) dan juga pada Hispanic (yang ternyata
                            IQ nya
                            > lebih rendah). Jadi fenomena 'penurunan minat' tersebut terjadi
                            pada both
                            > yang IQ nya tinggi dan yang IQ nya rendah. Dari fenomena tersebut
                            saja,
                            > proposition yang kita bangun bahwa "IQ tinggi akan membuat orang
                            jadi enggan
                            > masuk militer" tidak dapat dipertahankan. Based on that and lack of
                            > evidence, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak related
                            (at least
                            > for the time being until further evidences are presented).

                            Seperti diatas sebelumnya 'penurunan minat' white sangat very
                            slightly relatif dibandingkan dengan populasi white,
                            sedangkan 'kenaikan minat' black dan 'penurunan minat' hispanic
                            dalam persentase relatif cukup material utk dilihat.

                            Pada white dan black secara umum tidaklah menjadi masalah dalam hal
                            legalitas tinggal di US. Sedangkan bagi hispanic cukup banyak kasus
                            undocumented immigrant yg mungkin bisa menjadi salah satu
                            faktor 'penurunan minat.' Bila faktor ini benar, maka argument anda
                            diatas tentang hispanic agak kurang bisa dipakai.

                            Ada sebuah stereotyping tentang yellow di US ini yg mengatakan
                            betapa yellow adalah pintar2 dan berpendidikan tinggi. Menurut
                            seorang profesor di Cal-Poly (csupomona.edu) yg mengajar Asian
                            American Study hal ini terjadi karena peraturan imigrasi. Peraturan
                            imigrasi cukup menutup kemungkinan masuknya immigrant baru ke US,
                            ada beberapa peluang misalnya kesempatan yg diberikan pada mereka
                            dengan pendidikan tinggi yg kemudian kesempatan ini dimanfaatkan
                            oleh cukup banyak yellow. Sehingga jadinya para immigrant baru yg
                            masuk adalah dari mereka dengan pendidikan tinggi dan juga sosial
                            status yg tinggi tentunya (contohnya dimilis seperti Dr. BH Jo dan
                            Dr. Irawan, atau mungkin juga anda?), anak keturunan para
                            profesional berpendidikan tinggi tentu umumnya menjunjung tinggi
                            value akan pentingnya pendidikan dan paling sedikit meraih
                            pendidikan seperti orang tuanya dan bahkan lebih lagi. Tetapi pada
                            saat yg hampir bersamaan juga ada para refugees dari Vietnam yg pada
                            umumnya tingkat pendidikannya rendah dan sosial status yg rendah,
                            sehingga timbul juga stereotyping bahwa yellow adalah orang2 kasar
                            yg tidak bertata krama. Jadi ada 2 stereotyping yg berlawanan.

                            JG

                            >
                            > Sedangkan untuk faktor economy (income), saya lihat Arnold sudah
                            cukup
                            > menjelaskan.
                            >
                            > Untuk factor lain, silakan didiskusikan bagi yang memiliki domain
                            knowledge
                            > yang terkait.
                            >
                            > Prometheus
                            >
                            >
                          • jonathangoeij
                            ... profesor. di US dan banyak negara lain didunia, dokter (atau lebih tepatnya MD) adalah doctoral degree (S3). sederajat dengan Ph.D, JD, Ed.D dll. JG
                            Message 13 of 25 , Mar 2, 2006
                            • 0 Attachment
                              --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "jt2x00" <jt2x00@...> wrote:
                              >
                              >
                              > Seseorang yang bergelar "doctor (Dr atau PhD)", bukan "dokter (dr)",
                              > seyogyanya mengerti dengan baik ilmu statistik ini, apalagi
                              profesor.

                              di US dan banyak negara lain didunia, dokter (atau lebih tepatnya MD)
                              adalah doctoral degree (S3). sederajat dengan Ph.D, JD, Ed.D dll.

                              JG
                            • jonathangoeij
                              ... tersebut ... of ... related ... Saya baru baca kembali web Secretary of Defense yg anda berikan itu, disana ada sedikit penjelasan tentang Hispanic One
                              Message 14 of 25 , Mar 2, 2006
                              • 0 Attachment
                                >
                                > > Fenomena diatas menunjukkan bahwa penurunan percentage terjadi
                                > pada White
                                > > (yang IQ nya lebih tinggi) dan juga pada Hispanic (yang ternyata
                                > IQ nya
                                > > lebih rendah). Jadi fenomena 'penurunan minat' tersebut terjadi
                                > pada both
                                > > yang IQ nya tinggi dan yang IQ nya rendah. Dari fenomena
                                tersebut
                                > saja,
                                > > proposition yang kita bangun bahwa "IQ tinggi akan membuat orang
                                > jadi enggan
                                > > masuk militer" tidak dapat dipertahankan. Based on that and lack
                                of
                                > > evidence, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak
                                related
                                > (at least
                                > > for the time being until further evidences are presented).

                                Saya baru baca kembali web Secretary of Defense yg anda berikan itu,
                                disana ada sedikit penjelasan tentang Hispanic "One factor
                                influencing the representation of Hispanics in the military is high
                                school graduation rates; Hispanics are less likely to earn a high
                                school diploma than those in other racial/ethnic groups.[Footnote
                                24] In FY 2001, 58 percent of 18- to 24-year-old Hispanics completed
                                high school (Tier 1) or earned an alternative credential (Tier 2)
                                compared to 74 percent of Blacks and 85 percent of Whites." Yg
                                artinya tidak memenuhi minimal persyaratan masuk militer.
                                Kelihatannya hal ini cukup membantah argument anda diatas.

                                JG

                                > Sedangkan bagi hispanic cukup banyak kasus
                                > undocumented immigrant yg mungkin bisa menjadi salah satu
                                > faktor 'penurunan minat.' Bila faktor ini benar, maka argument
                                anda
                                > diatas tentang hispanic agak kurang bisa dipakai.
                                >
                              • ulysee
                                Which is thaysuhu, Ini juga berarti merontokkan premis awal si mBaH beJO, bahwa yang masuk tentara itu cuman yang IQ nya kurang. {yah kurang dibandingkan IQ
                                Message 15 of 25 , Mar 2, 2006
                                • 0 Attachment
                                  Which is thaysuhu,

                                  Ini juga berarti merontokkan premis awal si mBaH beJO,
                                  bahwa yang masuk tentara itu cuman yang IQ nya kurang.
                                  {yah 'kurang' dibandingkan IQ race yang dibangga-banggain itu lhohhhh}

                                  Lihat aja, wong kalau nilai highschool diploma nya jelek
                                  enggak bakalan diterima masuk militer koq.

                                  Mbah, ini piye toh? Kirain si thaysuhu mau mbantuin argumennya si mbah,
                                  kok malah membikin susah sekalian nih.

                                  Eh gue enggak ngikutin dari kemaren, military US yang Yellow, berapa
                                  persen????

                                  -----Original Message-----
                                  From: jonathangoeij [mailto:jonathangoeij@...]
                                  Sent: Friday, March 03, 2006 9:55 AM
                                  To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                                  Subject: [t-net] Re: High IQ, Income, Education of "BH Jo" but his
                                  Judgements absolutely not his best SUBJECTS!


                                  Saya baru baca kembali web Secretary of Defense yg anda berikan itu,
                                  disana ada sedikit penjelasan tentang Hispanic "One factor
                                  influencing the representation of Hispanics in the military is high
                                  school graduation rates; Hispanics are less likely to earn a high
                                  school diploma than those in other racial/ethnic groups.[Footnote
                                  24] In FY 2001, 58 percent of 18- to 24-year-old Hispanics completed
                                  high school (Tier 1) or earned an alternative credential (Tier 2)
                                  compared to 74 percent of Blacks and 85 percent of Whites." Yg
                                  artinya tidak memenuhi minimal persyaratan masuk militer.
                                  Kelihatannya hal ini cukup membantah argument anda diatas.

                                  JG
                                • jonathangoeij
                                  ... lhohhhh} ... Saya agak salah dalam memberikan keterangan sebelumnya, ini biar nggak salah aku kutipkan aja: -- Educational Credentials. DoD implemented a
                                  Message 16 of 25 , Mar 2, 2006
                                  • 0 Attachment
                                    --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "ulysee" <ulysee@...> wrote:
                                    >
                                    > Which is thaysuhu,
                                    >
                                    > Ini juga berarti merontokkan premis awal si mBaH beJO,
                                    > bahwa yang masuk tentara itu cuman yang IQ nya kurang.
                                    > {yah 'kurang' dibandingkan IQ race yang dibangga-banggain itu
                                    lhohhhh}
                                    >
                                    > Lihat aja, wong kalau nilai highschool diploma nya jelek
                                    > enggak bakalan diterima masuk militer koq.

                                    Saya agak salah dalam memberikan keterangan sebelumnya, ini biar
                                    nggak salah aku kutipkan aja:
                                    --
                                    Educational Credentials. DoD implemented a three-tier classification
                                    of education credentials in 1987. The three tiers are:

                                    Tier 1—Regular high school graduates, adult diploma holders, and non-
                                    graduates with at least 15 hours of college credit.

                                    Tier 2—Alternative credential holders, including those with a
                                    General Education Development (GED) certificate of high school
                                    equivalency.

                                    Tier 3—Those with no education credential.
                                    --
                                    dan juga:

                                    The Services have different standards for individuals in each tier.
                                    Generally, Tier 3 applicants must have higher AFQT test scores than
                                    Tier 2 applicants, who must have higher test scores than Tier 1
                                    individuals. The Air Force and Marine Corps follow these
                                    differential standards, requiring different minimum test scores for
                                    each tier. The other Services apply the standards slightly
                                    differently. The Army and Navy require applicants with alternative
                                    credentials (Tier 2) and those with no credentials (Tier 3) to meet
                                    the same AFQT standards, which are more stringent than those for
                                    high school graduates (Tier 1).
                                    --
                                    nah hispanic yg mempunyai rate cukup tinggi tidak lulus high school
                                    harus mempunyai nilai AFQT lebih tinggi agar bisa diterima masuk
                                    militer, yg artinya lebih sukar lagi. hal yg cukup menjelaskan
                                    mengapa hispanic yg juga dikategorikan IQ-nya "kurang" juga
                                    terjadi "penurunan minat" yg sebenarnya disebabkan tidak qualify
                                    bukannya benar2 "penurunan minat."

                                    >
                                    > Mbah, ini piye toh? Kirain si thaysuhu mau mbantuin argumennya si
                                    mbah,
                                    > kok malah membikin susah sekalian nih.

                                    aku ini membantu argumen diriku sendiri:), eniwei, teori si-mbah
                                    tentang susunan terbalik peminat militer toh juga belum bisa
                                    digugurkan oleh si prom2 dan yg lain selain cercaan2 melecehkan
                                    beliau dan tuduhan prejudice segala macem.

                                    JG

                                    >
                                    > Eh gue enggak ngikutin dari kemaren, military US yang Yellow,
                                    berapa
                                    > persen????
                                    >
                                    > -----Original Message-----
                                    > From: jonathangoeij [mailto:jonathangoeij@...]
                                    > Sent: Friday, March 03, 2006 9:55 AM
                                    > To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                                    > Subject: [t-net] Re: High IQ, Income, Education of "BH Jo" but his
                                    > Judgements absolutely not his best SUBJECTS!
                                    >
                                    >
                                    > Saya baru baca kembali web Secretary of Defense yg anda berikan
                                    itu,
                                    > disana ada sedikit penjelasan tentang Hispanic "One factor
                                    > influencing the representation of Hispanics in the military is
                                    high
                                    > school graduation rates; Hispanics are less likely to earn a high
                                    > school diploma than those in other racial/ethnic groups.[Footnote
                                    > 24] In FY 2001, 58 percent of 18- to 24-year-old Hispanics
                                    completed
                                    > high school (Tier 1) or earned an alternative credential (Tier 2)
                                    > compared to 74 percent of Blacks and 85 percent of Whites." Yg
                                    > artinya tidak memenuhi minimal persyaratan masuk militer.
                                    > Kelihatannya hal ini cukup membantah argument anda diatas.
                                    >
                                    > JG
                                    >
                                  • prometheus
                                    Jonathan,Tadinya saya pikir anda yang sudah mempelajari data dari link yang saya berikan, dapat langsung menanggapi masukan JT. Ternyata saya yang harus
                                    Message 17 of 25 , Mar 3, 2006
                                    • 0 Attachment
                                      Jonathan,

                                      Tadinya saya pikir anda yang sudah mempelajari data dari link yang saya
                                      berikan, dapat langsung menanggapi masukan JT. Ternyata saya yang harus
                                      memberikan klarifikasi rupanya :)

                                      Data pada link tersebut adalah data untuk new recruit pada tahun 2001, yang
                                      age-nya bervariasi antara 17-35 tahun (as stipulated by law). Jadi, memang
                                      bukan untuk semua listed active component (untuk ini data tersedia pada link
                                      lain). Dari seluruh new recruit tersebut 87%nya adalah berusia 18-24 tahun.
                                      Pada tabel tersebut memang disediakan comparison dengan civilians age 18-24.
                                      Mengapa kok tidak dipakai yg 17-35 supaya apple-to-apple? Saya tidak tahu
                                      pasti. Salah satu kemungkinan adalah keterbatasan data yang tersedia di BLS
                                      (Bureau of Labor Statistic) yang dijadikan acuan?

                                      So, concern JT memang cukup valid. Pada saat kita membandingkan, we still
                                      have to bear in mind that we have previously made several assumptions and we
                                      have to acknowledge that some data might have been excluded during the
                                      collection or datas may not be compared correctly. I guess that's a great
                                      input.

                                      Nevertheless, saya mengambil data tersebut sebagai quick sample just to show
                                      that enough evidences are required to support an argument (especially
                                      non-popular one). Another important one is to refute a premise that people
                                      with higher IQ will tend not to join army. The evidence I presented,
                                      although with some reservations, (and as well as evidence presented by
                                      others) have shown that it may not be the case. The premise is too weak to
                                      stand. I myself tend to 'believe' there is not even any corellation. The
                                      army, by nature, requires different human breed.

                                      BTW, here are some links that you may want to visit for your further reading
                                      :
                                      - Population Representation in the Military Services 2002 report
                                      (http://www.dod.mil/prhome/poprep2002/)
                                      - Population Representation in the Military Services 2003 report
                                      (http://www.defenselink.mil/prhome/poprep2003/)
                                      - BLS (http://www.bls.gov/)
                                      - Population Representation in the Military Services 1999
                                      (http://www.defenselink.mil/prhome/poprep99/)

                                      Hope it helps. All the best.

                                      Prometheus




                                      -----Original Message-----
                                      From: tionghoa-net@yahoogroups.com [mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com] On
                                      Behalf Of jonathangoeij

                                      --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "jt2x00" <jt2x00@...> wrote:
                                      >
                                      >
                                      > 2. Dalam data tentara yang dikemukakan (tampaknya) termasuk tentara
                                      > yang berumur > 24 tahun, sedangkan dalam data civilians terbatas
                                      pada
                                      > umur 18-24 saja. Ini ibarat membandingkan kedongdong dengan kesemek.
                                      > Perlu dipertanyakan, apakah bung JG tidak tahu hal ini atau sengaja
                                      > untuk menjebak Prometheus? Bagaimana pula dengan BHJo yang "konon"
                                      > akan menggunakan argumentasi serupa, tapi keburu didahului JG?

                                      data civilians usia 18-24 th adalah berdasarkan data dari link yg diberikan
                                      oleh prometheus sendiri. seharusnya pertanyaan ini anda ajukan kepada
                                      beliau.

                                      JG

                                      Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
                                    • jonathangoeij
                                      ... saya ... harus ... Gini ya Prometheus, saya ini (dan juga BH JO) dicurigai menjebak anda. Padahal data2 itu diambil dari tabel yg sama yg dikeluarkan oleh
                                      Message 18 of 25 , Mar 3, 2006
                                      • 0 Attachment
                                        --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "prometheus"
                                        <prometheus_promise@...> wrote:
                                        >
                                        > Jonathan,
                                        >
                                        > Tadinya saya pikir anda yang sudah mempelajari data dari link yang
                                        saya
                                        > berikan, dapat langsung menanggapi masukan JT. Ternyata saya yang
                                        harus
                                        > memberikan klarifikasi rupanya :)

                                        Gini ya Prometheus, saya ini (dan juga BH JO) dicurigai menjebak
                                        anda. Padahal data2 itu diambil dari tabel yg sama yg dikeluarkan
                                        oleh Secretary of Defense yg tampak jelas dan nyata agar bisa
                                        dibandingkan, terlebih lagi data2 itu didapat dari link yg anda
                                        berikan sendiri. Jadi ya lebih baik anda yg memberikan klarifikasi.

                                        Untungnya milis ini belum memberlakukan peraturan seperti perda di
                                        Tangerang yg menghukum orang berdasarkan curiga.

                                        JG

                                        Tampaknya di milis ini masih terlalu jauh untuk mengharapkan
                                        salah satu pihak yang sedang berdebat mengakui : "Anda benar, saya
                                        yang salah". (John Towell)


                                        >
                                        > > ..... apakah bung JG tidak tahu hal ini atau sengaja
                                        > > untuk menjebak Prometheus? Bagaimana pula dengan BHJo
                                        yang "konon"
                                        > > akan menggunakan argumentasi serupa, tapi keburu didahului JG?
                                      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.