Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

RE: [t-net] Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono

Expand Messages
  • Irawan Purwono
    Pak Jonathan, Terima kasih. I/view & berita nya diterbitkan akhir thn lalu. IP. ... From: jonathangoeij [mailto:jonathangoeij@yahoo.com] Sent: Monday, August
    Message 1 of 7 , Aug 1, 2005
      Pak Jonathan,

      Terima kasih.
      I/view & berita nya diterbitkan akhir thn lalu.

      IP.
      ---

      -----Original Message-----
      From: jonathangoeij [mailto:jonathangoeij@...]
      Sent: Monday, August 01, 2005 12:18 AM
      To: tionghoa-net@yahoogroups.com
      Subject: [t-net] Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono

      My compliment

      JG
      --
      Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono
      Lebih Fokus pada Jasa Jaringan

      JAKARTA - PT Nusantara Compnet Integrator (Compnet) merupakan
      perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, khususnya
      network sistem integrator, yaitu suatu sistem integrator yang
      memfokuskan pada jaringan.
      ...

      "Compnet merupakan perusahan nasional pertama di Indonesia yang
      memperoleh sertifikasi gold dari Cisco." tambah Irawan yang mulai
      menggeluti bisnis dengan menumpang ruko milik saudaranya.
      (SH/danang jm/sigit wibowo)

      Sinar Harapan
      http://www.sinarharapan.co.id/ceo/2004/1206/ceo1.html

      # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
      berpendapat #

      Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
      tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com

      Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
      Yahoo! Groups Links
    • Irawan Purwono
      DK, Terima kasih atas ke-iseng-an mu. Krn anda menyerang pribadi secara terbuka, maka harus dijawab. Kalau nggak salah ingat, hasil lelang KPU ( circa Oct 2003
      Message 2 of 7 , Aug 3, 2005
        DK,

        Terima kasih atas ke-iseng-an mu.
        Krn anda menyerang pribadi secara terbuka, maka harus dijawab.

        Kalau nggak salah ingat, hasil lelang KPU ( circa Oct 2003 ), angka2
        incl. PPN ( VAT ) :
        Consortium INTEGRASI 152 Milliard Rp.
        Cons. BERCA 155 Milliard Rp.
        ASABA ( single Company, bukan consortium ) 164 Milliard Rp.
        Metode Evaluasi : 80 % teknis, 20 % harga ( krn pekerjaan sangat besar :
        mendekati 5000 lokasi s/d tingkat kecamatan, dgn complexity level medium
        to high )
        Evaluasi teknis nya ASABA no. 1, Cons. INTEGRASI no. 2, Berca no. 3.
        Setelah dimasukkan unsure bobot ke dalam rumus, hasil nya :
        Cons. INTEGRASI menang dgn nilai tertinggi. No. 2 ASABA, No. 3 adalah
        BERCA.
        Ini semua diumumkan di depan semua vendor2 yg short-listed, dan bisa
        dilihat di koran2 waktu itu.

        BPK sudah meng-audit proyek IT KPU 2x ( yg kedua itu investigative
        audit, artinya sangat teliti ; kalau orang keuangan, pasti tahu apa
        artinya ini ), Hasilnya : tidak ada mark-up.
        Yg dianggap menyimpang ( total 156 juta ) dr kontrak :
        1. Memory ( RAM ) kurang 512 MB ( di berita acara nya sudah lengkap,
        sebenarnya. Toh sudah di + i lagi RAM yg dianggap kurang )
        2. soal raised floor di DRC Center, itu sudah di-swap ke ruang lain (
        krn DRC site nya sdh ada raised floor nya ). Ini sudah dijelaskan oleh
        KPU.

        Saya sudah 2 x dipanggil KPK. Dan saya sudah jelaskan semuanya yg saya
        tahu, kpd penyidik KPK. Lelang nya sangat terbuka & competitive sekali.
        Dibandingkan [ cadangan ] budget ( 450 M. Rp. ), harga tsb. adalah
        sangat efficient.
        Saya tidak kenal Hamdani, dan Hamdani juga tidak kenal saya.
        ( khusus untuk anda, perlu saya jelaskan lebih lanjut, bahwa kalau mau
        nyogok / kasih duit, itu pasti harus kenal. Kalau nggak kenal tapi
        ngasih duit, itu namanya charity atau kecopetan ).

        Apakah anda pernah test EQ ?.

        IP.
        ---

        -----Original Message-----
        From: David Kuntadi [mailto:d.kuntadi@...]
        Sent: Wednesday, August 03, 2005 1:51 PM
        To: tionghoa-net@yahoogroups.com
        Subject: Re: [t-net] Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono

        On 8/1/05, jonathangoeij <jonathangoeij@...> wrote:
        > My compliment
        >
        > JG
        > --
        > Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono
        > Lebih Fokus pada Jasa Jaringan

        Wah, trimakasih nih JG, sudah dikasih tahu informasi bahwa ternyata
        Pak Irawan Purwono itu Dirutnya Compnet.

        Saya pernah baca bahwa Compnet "dicurigai" ikut setor dana taktis ke
        brankas dana siluman KPU. Mungkin Pak Irawan bisa memberikan
        pembelaannya di sini. Kalo ngaku sih ya ga mungkinlah. Meskipun
        APABILA kenyataannya ikut setor, ya ga mungkinlah Pak Irawan begitu
        gobloknya sampai mau mengakuinya di depan publik (bukan berarti saya
        nuduh Compnet ikut setor lho, saya bilang APABILA).

        Tuh cuplikan berita beserta linknya saya kasih di bawah.

        DK

        http://www.gatra.com/2005-05-31/artikel.php?id=84939

        Usai menjalani pemeriksaan, kuasa hukum Hamdani, Abidin, mengatakan
        bahwa rekanan KPU untuk pengadaan perangkat teknologi informasi ikut
        menyetor uang ke brankas dana siluman sebanyak US$ 159.000 (Rp 1,510
        milyar). "Setoran pertama pada 19 Januari 2004 senilai US$ 99.000.
        Setoran kedua pada 20 Januari 2005 sebanyak US$ 60.000," kata Abidin.
        Dia menolak menyebut nama perusahaan yang memberikan uang itu.

        Sebagaimana diketahui, satu-satunya pemenang tender pengadaan
        infrastruktur teknologi informasi Pemilu 2004 adalah konsorsium lima
        perusahaan yang dipimpin PT Integrasi Teknologi. Selain PT Integrasi,
        empat anggota konsorsium itu adalah PT Nusantara Compnet Integrator,
        PT Intikom Berlian Mustika, PT Multidata Rancana Prima, dan PT
        Harrisma Agung Jaya.

        Pilihan jatuh ke PT Integrasi didasarkan pada penilaian tim ahli KPU,
        yang terdiri dari para pakar dan akademisi independen. PT Integrasi
        dinyatakan sebagai pemenang tender pengadaan 8.005 unit personal
        computer di 4.893 kecamatan se-Indonesia. Nilai proyeknya mencapai Rp
        152,7 milyar.

        Ketika nama PT Integrasi santer diberitakan tercantum dalam buku
        catatan harian Hamdani sebagai penyetor dana taktis, pihak manajemen
        perusahaan itu pernah menyatakan bantahannya kepada pers. Ia mengaku
        tidak ikut setor upeti ke brankas dana siluman KPU yang dikelola
        Hamdani.

        Para rekanan boleh saja mengelak. Namun KPK bertekad akan terus
        melacak asal-usul dana siluman KPU. Sebuah jaring penjerat pun telah
        dipersiapkan. Yakni Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
        tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka yang terjaring
        diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.


        # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
        berpendapat #

        Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
        tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com

        Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
        Yahoo! Groups Links
      • David Kuntadi
        ... Lho, ini bukan menyerang pribadi lho, ini kan cuma menyampaikan berita mengenai Integrasi. Kok kebetulan Compnet itu jadi anggota konsorsiumnya integrasi.
        Message 3 of 7 , Aug 3, 2005
          On 8/3/05, Irawan Purwono <irawan@...> wrote:
          > DK,
          >
          > Terima kasih atas ke-iseng-an mu.
          > Krn anda menyerang pribadi secara terbuka, maka harus dijawab.

          Lho, ini bukan menyerang pribadi lho, ini kan cuma menyampaikan berita
          mengenai Integrasi. Kok kebetulan Compnet itu jadi anggota
          konsorsiumnya integrasi. Kok kebetulan lagi anda itu Dirutnya Compnet.
          (Sekali lagi terimakasih banyak kepada JG). Jadi cuma foward berita
          seperti om HU itu kok, jangan terlalu sensitif dong...... Masak foward
          berita dikatakan nyerang pribadi sih?

          > Apakah anda pernah test EQ ?

          Oh, selain jasa informatika, anda menyediakan layanan test IQ juga ya? Hehehe...

          Ngomong2 anda ikut meninjau pabrik komputer ke Singapura ga? Cerita2
          dong......Katanya KPU mengajak pemenang tender meninjau pabrik
          komputer ke Singapura lho, kok jadi inget anggota DPR yang melakukan
          study banding ya? Maklum IQ saya jongkok sih, jadi kalo ga dikasih
          penjelasan yang detail ga ngerti gitu lho.

          DK

          http://www.liputan6.com/fullnews/102017.html

          Bukan soal ketidakberesan dalam pengadaan perangkat komputer KPU saja,
          Toemin yang juga Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Indonesia itu
          bahkan melihat aroma tak sedap sejak awal. Rupanya kecurigaan itu
          terbukti. Setelah pemenang tender diputuskan, KPU mengajak perusahaan
          pemenang jalan-jalan ke Singapura. Tentu atas biaya rekanan. Dalam hal
          ini PT Integrasi. Alasannya masuk akal. Meninjau pabrik komputer
          secara langsung. Tapi bagi Toemin, cara seperti itu jelas bisa
          mengurangi objektivitas mengingat barang yang dikirim tak sesuai
          standar. "Makanya saya lebih baik mengundurkan diri," jelas Toemin.

          Andi Hidayat, direktur pemenang tender pengadaan komputer KPU melalui
          telepon membenarkan kepergian mereka bersama sejumlah anggota KPU ke
          Singapura. Andi menegaskan, kepergian mereka bukan untuk plesiran
          melainkan memastikan barang yang hendak dibeli KPU. "Mereka pingin
          memastikan bahwa kita siap mengirim komputer," jelas Andi.
        • BECKhoo
          ... ( ... oleh ... My personal opinion ! Dengan segala macam kasus KPU dan khususnya untuk segala macam penggelapan, mark-up, sulap dalam pengadaan TI
          Message 4 of 7 , Aug 3, 2005
            --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "Irawan Purwono" <irawan@c...>
            wrote:

            > BPK sudah meng-audit proyek IT KPU 2x ( yg kedua itu investigative
            > audit, artinya sangat teliti ; kalau orang keuangan, pasti tahu apa
            > artinya ini ), Hasilnya : tidak ada mark-up.
            > Yg dianggap menyimpang ( total 156 juta ) dr kontrak :
            > 1. Memory ( RAM ) kurang 512 MB ( di berita acara nya sudah lengkap,
            > sebenarnya. Toh sudah di + i lagi RAM yg dianggap kurang )
            > 2. soal raised floor di DRC Center, itu sudah di-swap ke ruang lain
            (
            > krn DRC site nya sdh ada raised floor nya ). Ini sudah dijelaskan
            oleh
            > KPU.

            My personal opinion !

            Dengan segala macam kasus KPU dan khususnya untuk segala macam
            penggelapan, mark-up, sulap dalam pengadaan TI (Teknologi Informasi)
            yang sudah kelewat notorious; sebagai pengamat akan mudah mengalami
            penurunan EQ, karena melihat gradasi, besarnya mark-up dan
            ridiculousness yang terjadi justru akan membuat orang jadi sulit
            menahan emosi.

            Komentar saya atas hasil pemeriksaan BPK atas pengadaan TI (yang
            hasilnya diprint, lalu difoto-copy dan dibagi2in Chusnul dan ke enam
            bodyguardnya saat dipanggil KPK); adalah sama saja dengan pemeriksaan
            dugaan penyelewengan pengadaan jaringan komunikasi Polri sebesar
            puluhan milyar Rp dengan hasil petugas lapangan menggelapkan dua biji
            handy-talkie.

            Yes, I know 'audit investigative'; but I also know the quality
            of 'audit investigative' conducted by BPK. Jelas2 anggota BPK yang
            melakukan audit ikut menerima dana taktis; apakah hasil auditnya
            masih bisa dianggap valid ? Pernah disinyalir oleh Roy Suryo bahwa
            yang melakukan audit tersebut adalah pegawai BPK yang sudah pensiun.

            Sebagaimana printer bubble-jet bisa terhubung ke tiga port lantas
            dicantumkan 3 unit, spec2 TI paling gampang didown-grade tanpa
            diketahui oleh pemeriksa yang tidak memiliki kemampuan TI dan tidak
            mengetahui harga pasar dari spec IT tersebut.

            Kualitas pengaudit BPK yang demikian pula yang disuruh
            melakukan 'audit investigative' atas kasus mark-up pengadaan TI di
            BRI dan BNI 46 yang mencapai trilyunan Rupiah (baca reportase majalah
            TRUST bulan Juni 2005 lalu) tapi sudah dibungkam dengan segala macam
            upeti dan dividen tantiem pada saat RUPS.

            Bahkan bankir top semacam Barry Lesmana harus tersingkir secara
            kurang hormat dari Citibank gara2 kasus pengadaan TI; setelah somasi2
            dan perang mulut di koran dengan Ditta Amahorseya.

            Sementara untuk kasus pengadaan TI mau itu KPU, mau itu BRI, BNI,
            saya harap KPK harus membongkar sampai ke akar2nya. Jangan hanya
            karena pemeriksa dan publik gaptek maka dianggap gampang dibodohi.

            Jangan sampai ada bau kencing yang sangat sangit tapi tak ketemu
            seekorpun tikusnya !

            BK

            ps :
            Kasus pengadaan TI KPU adalah kasus publik, I don't care apakah ada
            anggota tnet yang terlibat atau tidak.
            ===========================================

            > Saya sudah 2 x dipanggil KPK. Dan saya sudah jelaskan semuanya yg
            saya
            > tahu, kpd penyidik KPK. Lelang nya sangat terbuka & competitive
            sekali.
            > Dibandingkan [ cadangan ] budget ( 450 M. Rp. ), harga tsb. adalah
            > sangat efficient.
            > Saya tidak kenal Hamdani, dan Hamdani juga tidak kenal saya.
            > ( khusus untuk anda, perlu saya jelaskan lebih lanjut, bahwa kalau
            mau
            > nyogok / kasih duit, itu pasti harus kenal. Kalau nggak kenal tapi
            > ngasih duit, itu namanya charity atau kecopetan ).
            >
            > Apakah anda pernah test EQ ?.
            >
            > IP.
            > ---
            >
            > -----Original Message-----
            > From: David Kuntadi [mailto:d.kuntadi@g...]
            > Sent: Wednesday, August 03, 2005 1:51 PM
            > To: tionghoa-net@yahoogroups.com
            > Subject: Re: [t-net] Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono
            >
            > On 8/1/05, jonathangoeij <jonathangoeij@y...> wrote:
            > > My compliment
            > >
            > > JG
            > > --
            > > Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono
            > > Lebih Fokus pada Jasa Jaringan
            >
            > Wah, trimakasih nih JG, sudah dikasih tahu informasi bahwa ternyata
            > Pak Irawan Purwono itu Dirutnya Compnet.
            >
            > Saya pernah baca bahwa Compnet "dicurigai" ikut setor dana taktis ke
            > brankas dana siluman KPU. Mungkin Pak Irawan bisa memberikan
            > pembelaannya di sini. Kalo ngaku sih ya ga mungkinlah. Meskipun
            > APABILA kenyataannya ikut setor, ya ga mungkinlah Pak Irawan begitu
            > gobloknya sampai mau mengakuinya di depan publik (bukan berarti saya
            > nuduh Compnet ikut setor lho, saya bilang APABILA).
            >
            > Tuh cuplikan berita beserta linknya saya kasih di bawah.
            >
            > DK
            >
            > http://www.gatra.com/2005-05-31/artikel.php?id=84939
            >
            > Usai menjalani pemeriksaan, kuasa hukum Hamdani, Abidin, mengatakan
            > bahwa rekanan KPU untuk pengadaan perangkat teknologi informasi ikut
            > menyetor uang ke brankas dana siluman sebanyak US$ 159.000 (Rp 1,510
            > milyar). "Setoran pertama pada 19 Januari 2004 senilai US$ 99.000.
            > Setoran kedua pada 20 Januari 2005 sebanyak US$ 60.000," kata
            Abidin.
            > Dia menolak menyebut nama perusahaan yang memberikan uang itu.
            >
            > Sebagaimana diketahui, satu-satunya pemenang tender pengadaan
            > infrastruktur teknologi informasi Pemilu 2004 adalah konsorsium lima
            > perusahaan yang dipimpin PT Integrasi Teknologi. Selain PT
            Integrasi,
            > empat anggota konsorsium itu adalah PT Nusantara Compnet Integrator,
            > PT Intikom Berlian Mustika, PT Multidata Rancana Prima, dan PT
            > Harrisma Agung Jaya.
            >
            > Pilihan jatuh ke PT Integrasi didasarkan pada penilaian tim ahli
            KPU,
            > yang terdiri dari para pakar dan akademisi independen. PT Integrasi
            > dinyatakan sebagai pemenang tender pengadaan 8.005 unit personal
            > computer di 4.893 kecamatan se-Indonesia. Nilai proyeknya mencapai
            Rp
            > 152,7 milyar.
            >
            > Ketika nama PT Integrasi santer diberitakan tercantum dalam buku
            > catatan harian Hamdani sebagai penyetor dana taktis, pihak manajemen
            > perusahaan itu pernah menyatakan bantahannya kepada pers. Ia mengaku
            > tidak ikut setor upeti ke brankas dana siluman KPU yang dikelola
            > Hamdani.
            >
            > Para rekanan boleh saja mengelak. Namun KPK bertekad akan terus
            > melacak asal-usul dana siluman KPU. Sebuah jaring penjerat pun telah
            > dipersiapkan. Yakni Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
            > tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka yang terjaring
            > diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.
            >
            >
            > # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
            > berpendapat #
            >
            > Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
            > tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com
            >
            > Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
            > Yahoo! Groups Links
          • David Kuntadi
            ... Beck, sabaaaar, sabaaar. Jangan terlalu ter-gesa2, nanti T-netters malah bingung. Kemarin sudah gua sampaikan issue mengenai meninjau pabrik di
            Message 5 of 7 , Aug 3, 2005
              On 8/3/05, BECKhoo <rebeccakhooid@...> wrote:
              > Sebagaimana printer bubble-jet bisa terhubung ke tiga port lantas
              > dicantumkan 3 unit, spec2 TI paling gampang didown-grade tanpa
              > diketahui oleh pemeriksa yang tidak memiliki kemampuan TI dan tidak
              > mengetahui harga pasar dari spec IT tersebut.

              Beck, sabaaaar, sabaaar.
              Jangan terlalu ter-gesa2, nanti T-netters malah bingung.
              Kemarin sudah gua sampaikan issue mengenai "meninjau pabrik di
              Singapura". Kalau yang begini kan masyarakat awam juga paham, bahwa
              pemenang tender ke Singapura dengan customer (KPU) itu mestinya pakai
              duitnya pemenang tender, gitu kan? Lha duitnya pemenang tender ini
              dari mana? Ya dari uang proyek itu, yang tentunya dari dana pemerintah
              yang adalah pajak yang kita bayarkan ke pemerintah. Kalo ga, masak
              meninjau pabrik di singapura harus merogoh kocek pribadi? Kalau jalan2
              ke Singapura sambil belanja ini itu, baru itu pakai duit pribadi, di
              luar jam kerja (ambil cuti). Kalo meninjau pabrik, ya harus jam kerja
              dan pakai uang perusahaan dong.....

              Naaaah, ada lagi nih Beck, menurut sumber detik, katanya ada lagi tuh
              "Jamuan trimakasih". saya rasa sih biasa ya, namanya dapet proyek ya
              mestinya syukuran gitu lho. Terus yang ngasih proyek mestinya ya
              diundang gitu lho, masak yang ngasih proyek ga diundang? Itu kan biasa
              Beck. Ga tau juga tamu undangan ketika pulang dapet cindera mata
              (gantungan kunci misalnya... hehehe... syukur2 sama kuncinya sekalian,
              maksudnya kuncipas lho). Gua jadi me-nebak2 jenis jamuan trimakasih
              ini, karena di detik tidak dijelaskan secara terperinci sih....
              Mungkin Bung Irawan Purwono bisa menjelaskan ada tidaknya jamuan
              trimakasih ini, dan kalau ada seperti apa jamuannya.

              Terus KALAU ADA jamuan trimakasih, ya logisnya pakai uang perusahaan
              dong, masak sih pakai kocek pribadi wong yang dapet proyek
              perusahaan....

              Ya coba Bung IP klarifikasi gitu, dari pada kita2 mengkhayal yang
              enggak2, kan harus pakai prinsip "Praduga Tak Bersalah". Lagian, kalau
              ada orang mau bagi2 rejeki kok orang lain pada sewot ya? Betul ga bung
              IP?

              DK

              http://jkt1.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/21/time/20550/idnews/347030/idkanal/110

              Menurut sumber detikcom, salah satu penyebab mengapa Toemin memilih
              mundur adalah lantaran dirinya tidak sreg dengan diterimanya tawaran
              "jamuan terimakasih" pemenang tender, dalam hal ini PT Integrasi, oleh
              pihak KPU. Ketika dikonfirmasikan hal tersebut, Toemin tetap
              bersikukuh untuk tidak menjawabnya.
            • Irawan Purwono
              DK, Soal meninjau pabrik ( Factory Acceptance Test ) itu diminta di RKS. Seingat saya, bapak Toemin ( bersama tim ahli IT & jaringan, dr UI, ITB, dll ) ikut
              Message 6 of 7 , Aug 3, 2005
                DK,

                Soal meninjau pabrik ( Factory Acceptance Test ) itu diminta di RKS.
                Seingat saya, bapak Toemin ( bersama tim ahli IT & jaringan, dr UI, ITB,
                dll ) ikut mengevaluasi semua proposal secara teknis & hadir dlm
                pengumuman hasil evaluasi akhir kpd semua short-listed bidders (
                bersama2 ).

                Project Director adalah Direktur Utama nya PT INTEGRASI.
                Compnet menaruh beberapa engineers di project [ implementation ] team.

                I 've a company to run.
                Jadi tidak ikut ke Singapura.

                Menurut pengamatan saya, dari komunikasi2 via mail list ini dan dari
                serangan anda ini, terlihat jelas bahwa anda itu IQ nya cukup tinggi,
                tapi sirik dan EQ nya rendah sekali.

                Udahan dulu ya, saya bukan PR Officer nya Consortium INTEGRASI.

                IP.
                ---

                -----Original Message-----
                From: David Kuntadi [mailto:d.kuntadi@...]
                Sent: Wednesday, August 03, 2005 4:19 PM
                To: tionghoa-net@yahoogroups.com
                Subject: Re: [t-net] Direktur Utama PT Compnet Irawan Purwono

                On 8/3/05, Irawan Purwono <irawan@...> wrote:
                > DK,
                >
                > Terima kasih atas ke-iseng-an mu.
                > Krn anda menyerang pribadi secara terbuka, maka harus dijawab.

                Lho, ini bukan menyerang pribadi lho, ini kan cuma menyampaikan berita
                mengenai Integrasi. Kok kebetulan Compnet itu jadi anggota
                konsorsiumnya integrasi. Kok kebetulan lagi anda itu Dirutnya Compnet.
                (Sekali lagi terimakasih banyak kepada JG). Jadi cuma foward berita
                seperti om HU itu kok, jangan terlalu sensitif dong...... Masak foward
                berita dikatakan nyerang pribadi sih?

                > Apakah anda pernah test EQ ?

                Oh, selain jasa informatika, anda menyediakan layanan test IQ juga ya?
                Hehehe...

                Ngomong2 anda ikut meninjau pabrik komputer ke Singapura ga? Cerita2
                dong......Katanya KPU mengajak pemenang tender meninjau pabrik
                komputer ke Singapura lho, kok jadi inget anggota DPR yang melakukan
                study banding ya? Maklum IQ saya jongkok sih, jadi kalo ga dikasih
                penjelasan yang detail ga ngerti gitu lho.

                DK

                http://www.liputan6.com/fullnews/102017.html

                Bukan soal ketidakberesan dalam pengadaan perangkat komputer KPU saja,
                Toemin yang juga Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Indonesia itu
                bahkan melihat aroma tak sedap sejak awal. Rupanya kecurigaan itu
                terbukti. Setelah pemenang tender diputuskan, KPU mengajak perusahaan
                pemenang jalan-jalan ke Singapura. Tentu atas biaya rekanan. Dalam hal
                ini PT Integrasi. Alasannya masuk akal. Meninjau pabrik komputer
                secara langsung. Tapi bagi Toemin, cara seperti itu jelas bisa
                mengurangi objektivitas mengingat barang yang dikirim tak sesuai
                standar. "Makanya saya lebih baik mengundurkan diri," jelas Toemin.

                Andi Hidayat, direktur pemenang tender pengadaan komputer KPU melalui
                telepon membenarkan kepergian mereka bersama sejumlah anggota KPU ke
                Singapura. Andi menegaskan, kepergian mereka bukan untuk plesiran
                melainkan memastikan barang yang hendak dibeli KPU. "Mereka pingin
                memastikan bahwa kita siap mengirim komputer," jelas Andi.


                # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
                berpendapat #

                Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
                tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com

                Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                Yahoo! Groups Links
              • David Kuntadi
                ... Ooo gitu ya, jadi untuk supply satu kali saja harus pakai Factory acceptance test segala ya? Kalo kami di Industri memang ada sih factory audit, karena
                Message 7 of 7 , Aug 3, 2005
                  On 8/4/05, Irawan Purwono <irawan@...> wrote:
                  > DK,
                  >
                  > Soal meninjau pabrik ( Factory Acceptance Test ) itu diminta di RKS.
                  > Seingat saya, bapak Toemin ( bersama tim ahli IT & jaringan, dr UI, ITB,
                  > dll ) ikut mengevaluasi semua proposal secara teknis & hadir dlm
                  > pengumuman hasil evaluasi akhir kpd semua short-listed bidders (
                  > bersama2 ).


                  Ooo gitu ya, jadi untuk supply satu kali saja harus pakai "Factory
                  acceptance test" segala ya? Kalo kami di Industri memang ada sih
                  factory audit, karena setelah itu tiap bulan kita beli barang secara
                  kontinu, dan bahkan tidak usah di inspeksi lagi barangnya bila
                  ternyata factorynya sudah lulus test. Tentu hal ini untuk menghemat
                  biaya ke duabelah pihak, yaitu menghindari terjadinya reject
                  ber-ulang2. Dan factory acceptance test ini biasanya hanya untuk first
                  tier (direct) supplier. Baru beberapa perusahaan besar saja yang
                  sedang menjajagi kemungkinan second-tier supplier factory acceptance
                  test.

                  Lha kalo beli cuma satu kali, terus KPU nya yang disuruh "factory
                  acceptance test" "suppliernya supplier" itu maksudnya apa supplier
                  tidak menjamin mutu supplier dia atau bagaimana? Apa nggak lebih murah
                  kalo minta garansi saja kalo ada yang reject ya suppliernya harus
                  ganti dengan biaya semua ditanggung supplier gitu?

                  > I 've a company to run.
                  > Jadi tidak ikut ke Singapura.

                  Waaaah, sayang sekali dong..... Kalo Bung IP ikutan ke singapura kan
                  bisa crita2, di singapura itu ngapain aja gitu lho. Mosok makan bayar
                  sendiri2, mestinya ya ndak ya? Terus pakai acara belanja ga sih? Mosok
                  sudah sampai di Singapura ga pakai acara belanja kan namanya mubazir
                  tuh? Masalah siapa yang bayar sih ya itu rahasia anda2 deh...., tapi
                  jadi ornag kaya mbok ya jangan pelit2 gitu....

                  > Menurut pengamatan saya, dari komunikasi2 via mail list ini dan dari
                  > serangan anda ini, terlihat jelas bahwa anda itu IQ nya cukup tinggi,
                  > tapi sirik dan EQ nya rendah sekali.

                  Waaaaah, hebat.... anda ternyata bisa jadi konsultan IQ dan EQ
                  sekalian ya? Trimakasih nih sudah dikasih "pre-assessment" gratis
                  bahwa saya ini EQ nya rendah sekali meskipun IQ cukup tinggi. Ngomong2
                  katanya kalo EQ rendah biasanya ga bisa maju dalam karir ya Bung IP?
                  Kalo gitu saya termasuk beruntung ya, EQ rendah, tapi bisa dipercaya
                  oleh perusahaan asing kelola perusahaan di luar negeri. Wah, beruntung
                  sekali saya. Jangan kasih tau ke boss saya ya kalo ternyata EQ saya
                  rendah sekali, nanti saya dipecat.

                  Trus ada cara untuk menaikkan EQ nggak Bung IP? Kira2 EQ saya berapa
                  ya? Terus supaya saya masih bisa terus dipercaya untuk pimpin
                  perusahaan (ga dipecat), EQ saya minimal harus brapa? Tolong dong bung
                  IP, jadi orang jangan pelit2, kan saya pingin jadi pengusaha seperti
                  Bung IP juga. Sementara sih saya cuma kuli kontrak di sini, jadi
                  sewaktu-waktu bisa dipecat....

                  DK
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.