Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Nelayan Indonesia tewas dalam penahanan Australia di Darwin

Expand Messages
  • W. Kusumo
    RI Pertanyakan Kronologis Meninggalnya WNI di Australia Reporter: Arif Shodiq Pujiharto detikcom - Jakarta, Meninggalnya Kapten Kapal Nelayan KM Gunung Mas
    Message 1 of 1 , May 1 12:27 AM
    • 0 Attachment
      RI Pertanyakan Kronologis Meninggalnya WNI di Australia
      Reporter: Arif Shodiq Pujiharto

      detikcom - Jakarta, Meninggalnya Kapten Kapal Nelayan KM Gunung Mas
      Baru Muhammad Heri selama masa penahanannya di Darwin mendapat
      tanggapan serius pemerintah RI. Kedubes RI di Canberra telah meminta
      penjelasan Australia tentang kronologi serta penyebab kematian Heri.

      Muhammad Heri yang berdomisili di Probolinggo lahir di Serang, 12
      Maret 1968. Ia bersama 9 teman sekapalnya ditangkap aparat berwenang
      karena dituduh memasuki perairan Australia tanpa izin pada 18 April
      2005 lalu.

      Selanjutnya, Heri bersama 9 orang itu ditahan di dalam kapal di
      Darwin. Konsulat RI di Darwin telah menyampaikan kabar meninggalnya
      Heri kepada pihak keluarga di Probolinggo. Keluarga Heri mempersilakan
      untuk dilakukan otopsi.

      Seperti dilansir situs Kedubes RI, Minggu (1/5/2005), Konsulat RI juga
      menyampaikan permintaan pihak keluarga kepada Australia. Pihak
      keluarga meminta Australia mengungkap kematian Heri serta melaporkan
      penyebab kematiannya.

      Lebih jauh, Kedubes RI di Canberra meminta agar peristiwa seperti itu
      tidak terulang lagi. Kedubes RI berharap Australia memastikan kondisi
      kesehatan tahanan lainnya tetap terjaga selama masa penahanan.(rif)

      http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/30/time/135428/idnews/352743/idkanal/10

      ======================================================================

      WNI Tewas Disekap di Australia
      Kontributor: Emmy F

      detikcom - Kupang , Hubungan Indonesia dengan Australia sepertinya
      akan kembali memanas. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) disekap
      aparat keamanan di Darwin, Australia hingga tewas. WNI itu adalah
      nelayan yang ditangkap karena memasuki perairan Australia secara ilegal.

      Menurut Direktur Yayasan Peduli Timor Barat, yang juga Ketua Pokja
      Perjuangan Celah Timor dan Pulo Pasir, Ferti Tanoni, WNI itu bernama
      Muhammed Hari, 37 tahun. Dia tewas Kamis (21/4/2005) minggu lalu.

      "Dia ditangkap bersama 9 nelayan Indonesia lainnya karena dituduh
      memasuki wilayah perairan Australia secara ilegal. Laporan jaringan
      kita di Australia baru itu. Kita masih melakukan investigasi," kata
      Ferti saat ditemui detikcom di Hotel Sasando, Kupang, Sabtu (30/4/2005).

      Kematian Hari merupakan kasus kedua tewasnya WNI akibat penyekapan di
      Australia. Sebelumnya, Yayasan Peduli Timor Barat mencatat Mansyur La
      Ibo, asal Pulau Palue, Kabupaten Sikka, tewas karena disekap di Darwin
      tahun 2004.

      Ferti mengecam keras insiden penyekapan terhadap WNI tersebut. Dia
      mendesak pemerintah Indonesia membentuk tim investigasi untuk
      melakukan penyidikan kasus tersebut.

      Ferti juga nenyayangkan tindakan aparat keamanan Australia utara yang
      tidak menghormati hukum. "Kalau nelayan RI dianggap bersalah maka
      semestinya diproses sesuai hukum yang berlaku. Bukan disekap," kata Ferti.

      Hubungan Indonesia dengan Australia sebelumnya telah memanas akibat
      kasus Scapelle Corby, terdakwa kasus narkoba. Konsulat Indonesia di
      Australia menerima ancaman pembunuhan terkait kasus itu. Sejumlah
      surat kaleng yang masuk ke konsulat mengancam akan membunuh staf
      konsulat jika Corby tak dibebaskan.(iy)

      http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/30/time/135428/idnews/352743/idkanal/10
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.