Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[t-net] Re: Yusril: Hanya Etnis China Yang mempermasalahkan SBKRI.(pro ip)

Expand Messages
  • jonathangoeij
    ... mempermasalahkan ... anak wn amrik sudah pasti mempunyai hak asazi menjadi wn amrik, nggak perlu ngurus apa2 lagi cuman mencatatkan kelahirannya saja. anak
    Message 1 of 38 , Sep 1, 2004
    • 0 Attachment
      --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "Squid" <squid@m...> wrote:
      > ----- Original Message -----
      > From: "David Kuntadi" <david_kt@y...>
      > To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
      > Sent: Monday, 30 August 2004 5:09 PM
      > Subject: Re: [t-net] Re: Yusril: Hanya Etnis China Yang
      mempermasalahkan
      > SBKRI.(pro ip)
      >
      >
      > >
      > > --- Squid <squid@m...> wrote:
      > > > Pak DK, jadi warga suatu negara itu merupakan hak
      > > > aZaSi. Tapi untuk
      > > > keturunan Cina, hak tersebut baru didapat JIKA sudah
      > > > mengurus SBKRI. Jadi
      > > > yang asalnya hak, kini menjadi kewajiban.
      > >
      > > > Mengapa misalnya, status kewarganegaraan itu tidak
      > > > dicantumkan di akta
      > > > kelahiran (cmiiw)? Toh orangtua si anak pasti
      > > > menguruskan juga akta tersebut
      > > > ke pengadilan. Mengapa harus diurus terpisah? Itu
      > > > yang mengingkari hak
      > > > azasi.
      > >
      > >
      > > Karena, manjadi warga negara Indonesia bukan hak azasi
      > > setiap manusia. Demikian juga menjadi warga negara
      > > Amerika juga bukan hak azasi setiap orang. Jelaskan?
      > > Kalo ga jelas ya kebangeten sih....
      > >
      > > DK
      > >

      anak wn amrik sudah pasti mempunyai hak asazi menjadi wn amrik,
      nggak perlu ngurus apa2 lagi cuman mencatatkan kelahirannya saja.
      anak wn indo etnis tionghoa kembali ke sintar:
      --
      Pak DK, jadi warga suatu negara itu merupakan hak aZaSi. Tapi untuk
      keturunan Cina, hak tersebut baru didapat JIKA sudah mengurus SBKRI.
      Jadi yang asalnya hak, kini menjadi kewajiban.

      Mengapa misalnya, status kewarganegaraan itu tidak dicantumkan di
      akta kelahiran (cmiiw)? Toh orangtua si anak pasti menguruskan juga
      akta tersebut ke pengadilan. Mengapa harus diurus terpisah? Itu
      yang mengingkari hak azasi.


      >
      > Jangan melintir omongan orang ... aku bilang menjadi warga suatu
      negara
      > adalah hak azasi, aku tidak pernah menunjuk satu negara ...
      karepmulah ...
      > ^^;
      >
      > Salam,
      > Sintar.
    • Indra Azali
      Rinto, Point ke tiga dan ke empat anda menarik bagiku and untuk kalangan tionghoa group di sini. Nationalisme itu juga diukur dari patriotisme orang tionghoa
      Message 38 of 38 , Sep 3, 2004
      • 0 Attachment
        Rinto,

        Point ke tiga dan ke empat anda menarik bagiku and
        untuk kalangan tionghoa group di sini.
        Nationalisme itu juga diukur dari patriotisme orang
        tionghoa yang berada di indonesia sebelum indonesia
        merdeka mempertahankan keberadaan mereka di indonesia
        sampai sekarang. Kurang adanya sarana sarana
        pengkaderisasi orang tionghoa dalam mempertahankan
        negara dan wilayah keberadaadnya di indonesia. Inilah
        barangkali point nationalisme yang perlu ditambahkan.
        Seperti kampung cina dan sejarah dan kekuataan mereka
        mempertahankan kampung cina di wilayah indonesia sejak
        berdirinya indonesia, masa orde lama dan baru.
        patriotisme diukur dengan kontribusi militer, subsidi
        orang tionghoa di militer mempertahankan daerah
        authoritas mereka. Ini barangkali point yang
        berkaitan dengan patriotism. Lihat reaksi patritisme
        amerika setelah World trade center dihantui
        terrorisme. Bagaimana dengan sikap tionghoa setelah
        wilayahnya dihancuri secara senonoh oleh regime
        berkuasa.

        Point ke empat dikotomi non pribumi dan pribumi itu
        adalah definisi saja. Bila orang tionghoa tidak
        dikaderisasi dengan pengertian yang lebih meluas maka
        cenderung mereka itu mengambil sikap non-pribumi.
        Orang tionghoa yang duduk di indonesia itu terdiri
        dari berlapisan generasi. Saya adalah generasi Melayu
        tionghoa, Saya adalah generasi ketiga tionghoa di
        indonesia. Saya ini pribumi sumatra barat, karena
        keberadaan saya dan patriotisme saya mempertahankan
        wilayah tempat saya berada.


        Point ke lima anda tentang budaya cina. Ini sangatlah
        luas sekali, generasi orang tua saya itu datang tahun
        1921 membawa kealihan bersepeda dan berkayu di sumatra
        barat. Kealihan berusaha dan mendistribusikan sandang
        dan pangan di sumatra barat dikembangkan, budaya cina
        dan budaya tionghoa itu juga berbeda tionghoa itu
        berasal dari wilayah selatan central kingdom karena
        budaya tionghoa it yang berjaya dan mempengaruhi
        wilayah selatan vietname, malaysia, philipine dan juga
        sampai kepulauan di indonesia. Budaya tata cara makan,
        budaya usaha dan business, budaya film dan nyayian
        tionghoa. Saya ras budaya tionghoa itu telah menjadi
        budaya unggulan yang telah dipakai orang selatan,
        tionghoa, batak, minang, jawa dan lainnya di
        indonesia. Saya tidak setuju dengan karena budaya
        tionghoa itu sudah ada sebelum indonesia merdeka maka
        budaya tionghoa itu bukan budaya asing lagi. Saya rasa
        budaya tionghoa itu akan asing bila tidak ada
        kaderisasi dan pengertian budaya ini melalui sarana
        yang ada. Sikap menjadikan tahun baru imlex sebagai
        hari libur di indonesia itu ukuran dasar budaya
        tionghoa ini asing tau tidak.

        --- Rinto Jiang <rinto@...> wrote:

        > Haha, Pak BH Jo yb dan rekan2 semua,
        >
        > Saya ingin mengklarifikasi sedikit atas pernyataan
        > di bawah. Pasifnya
        > saya tidak ada kaitan langsung dengan yang Pak Jo
        > katakan, cuma hanya
        > karena saya kurang menguasai topik yang sedang
        > didiskusikan, kalau tidak
        > yah keterbatasan waktu walaupun saya ada (sering)
        > mengintip2 diskusi
        > yang sedang rame di T-net ini saban hari.
        >
        > Cuma beberapa point tanggapan saya atas thread
        > diskusi yang panas,
        > terkendali dan sangat menarik ini :
        >
        > Pertama, Orang jahat itu ada di setiap ras dan suku
        > bangsa, jadi jangan
        > kira cuma ada di bangsa Cina doang. Bila mau
        > objektif, pasti kita tak
        > akan pernah membiarkan penggeneralisasian dan
        > ekstrimisme menguasai
        > pikiran kita.
        >
        > Kedua, Yang masih kental tradisi ke-Cina-an-nya
        > tidak berarti harus
        > panas kupingnya bila dihina2 dalam kaitan rasial.
        > Mereka yang masih
        > sangat Cina tidak berarti adalah chauvinis buta yang
        > a-nasionalis. Pak
        > IP, Pak BH Jo dan yang lain2 jangan merasa terhina
        > bila tidak merasa
        > seperti yang dihina itu.
        >
        > Ketiga, Seorang nasionalis juga tidak harus
        > menanggalkan dan
        > mengharamkan segala identitas ke-Cina-an-nya dan
        > yang berbau Cina untuk
        > dapat diakui sebagai orang Indonesia yang nasionalis
        > ataupun pribumi.
        >
        > Keempat, Dikotomi pribumi dan non-pribumi adalah
        > warisan penjajah dan
        > tidak applicable lagi dengan kondisi masa sekarang.
        > Saya lahir di
        > Indonesia maka saya adalah pribumi Indonesia bersuku
        > bangsa Cina.
        >
        > Kelima, Kebudayaan Cina di Indonesia telah ada
        > sebelum Indonesia ada dan
        > juga salah satu pembentuk kebudayaan nasional
        > Indonesia, maka itu
        > kebudayaan Cina di Indonesia harus menjadi bagian
        > integral dari
        > kebudayaan Indonesia dan bukan kebudayaan asing.
        > Indonesia harus menjadi
        > melting pot dari semua kebudayaan yang ada di
        > Indonesia dan tidak
        > melakukan cultural-genocide dalam bentuk apapun.
        >
        > Keenam, Bila ketentuan SBKRI mau dianggap baik dan
        > adil, maka pola
        > penyimpangan di lapangan yang menjurus diskriminasi
        > yang ada juga harus
        > diakui keberadaannya, jangan tidak dianggap atau
        > dikecilkan.
        > Diskriminasi ada dan harus diakui, namun orang Cina
        > Indonesia juga
        > jangan merasa bahwa hanya mereka yang
        > didiskriminasi, masih ada sekitar
        > 12 etnis minoritas yang juga rawan diskriminasi
        > menurut Komnas HAM.
        >
        > Ketujuh, Orang Cina di Vietnam sekitar 1 juta orang
        > (sekitar 1.26% dari
        > total penduduk Vietnam yang 82 juta jiwa), tidak ada
        > masalah dengan
        > status kewarganegaraan mereka seperti yang ada di
        > Indonesia. Pada waktu
        > penyatuan Vietnam di bawah pemerintah komunis tahun
        > 1975, orang Cina di
        > sana otomatis diberikan kewarganegaraan Vietnam
        > tanpa kecuali. Eksosus
        > dan pengungsian (orang2 perahu) yang kemudian
        > terjadi mayoritas
        > pelakonnya adalah orang Vietnam dan bukan orang
        > Cina. Indonesia satu2nya
        > negara di dunia yang selalu dan masih ribet dan
        > annoyed dengan klaim
        > Tiongkok atas status kewarganegaraan overseas
        > Chinese.
        >
        > Mudah2an Indonesia dapat benar2 menjadi sebuah
        > negara yang ber-Bhinneka
        > Tunggal Ika.
        >
        >
        > Rinto Jiang
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > bhjo wrote:
        >
        > > Untungnya, penghinaan (spt. dgn. kata2 Cino babi
        > dll.) dan
        > > pengsalahan/penuduhan terhadap orang2 Tionghoa,
        > cuma dilakukan oleh
        > > segelintir orang Cina dimilis ini. Saya sering
        > berseberangan
        > > pendapat dgn. JT dan YHG, tetapi tokoh2 ini tidak
        > pernah menghina
        > > orang Tionghoa secara keseluruhan tetapi secara
        > selektif utk. mereka
        > > yg. tidak baik.
        > >
        > > Barangkali anggota milis ini spt. Xuan Tong, Rinto
        > Jiang dll. yg.
        > > masih kuat tradisi Tionghoa-nya, sampai "malas"
        > menjadi anggota yg.
        > > yg. aktif dimilis ini karena kupingnya sering
        > menjadi 'panas' kalau
        > > mendengar penghinaan2 thd. orang2 Tionghoa. Saya
        > sendiri yg. tidak
        > > bisa bahasa Cina, masih merasa terganggu
        > (disturbed) dgn.
        > > penghinaan2-nya. Milis ini adalah milis Tionghoa,
        > barangkali bagi
        > > segelintir orang adalah tempat yg. baik utk.
        > menghina kita.
        > >
        > > BH Jo
        > >
        > >
        > > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "Irawan
        > Purwono" <irawan@c...>
        > > wrote:
        > > > Pak Martin,
        > > > Saya heran luar biasa lho, membaca tulisan2
        > bapak, [ kalau betul
        > > nih,
        > > > bapak o. Tionghoa, koq sbg. o. Tionghoa ] spt
        > nya tidak ada
        > > emphaty dan
        > > > sympathy sama sekali sama berjuta2 o. Tionghoa
        > yang mengalami
        > > > diskriminasi berat selama puluhan tahun ???.
        > > > Majalah terkemuka spt TEMPO yang para pemimpin
        > dan pengurus nya
        > > banyak
        > > > yang non Tionghoa pun BERSIMPATI SEKALI atas
        > DISKRIMINASI yang
        > > dialami
        > > > o. Tionghoa Indonesia.
        > > >
        > > > IP.
        > > > ---
        > > >
        > > >
        > > > -----Original Message-----
        > > > From: martin3053950 [mailto:rhinoaus@o...]
        > > > Sent: Thursday, September 02, 2004 3:31 PM
        > > > To: tionghoa-net@yahoogroups.com
        > > > Subject: [t-net] Re: Yusril: Hanya Etnis China
        > Yang
        > > mempermasalahkan
        > > > SBKRI.(pro ip)
        > > >
        > > > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com,
        > "jonathangoeij"
        > > > <JonathanGoeij@m...> wrote:
        > > > > --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, David
        > Kuntadi
        > > <david_kt@y...>
        > > > > wrote:
        > > > > >
        > > > > > --- jonathangoeij <JonathanGoeij@m...>
        > wrote:
        > > > > > > anak wn amrik sudah pasti mempunyai hak
        > asazi
        > > > > > > menjadi wn amrik,
        > > > > > > nggak perlu ngurus apa2 lagi cuman
        > mencatatkan
        > > > > > > kelahirannya saja.
        > > > > >
        > > > > > Amerika memakai "Doctrine of Discovery",
        > sehingga kaum
        > > > > > pendatang justru mendiskriminasi kaum
        > pribumi. Mau
        > > > > > ikut2 sistem ini?
        > > > > >
        > > > > adalah merupakan catatan sejarah pada masa
        > lalu Amerika sangat
        > > > > dipenuhi diskriminasi dan bahkan perbudakan yg
        > jelas2 melanggar
        > > > HAM.
        > > > > dan catatan sejarah masa lalu menjadi
        > pelajaran karena terjadi
        > > > > persengketaan tak kunjung padam yg membuat
        > negara
        === message truncated ===




        _______________________________
        Do you Yahoo!?
        Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
        http://promotions.yahoo.com/goldrush
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.