Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[Kompas] Panglima TNI: Capres Purnawirawan Jangan Pengaruhi TNI

Expand Messages
  • Hong Gie
    Untuk kesekian kalinya Panglima TNI menekankan kembali pada seluruh jajaran TNI, secara institusional maupun pribadi, bahwa TNI bersikap netral selama proses
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2004
    • 0 Attachment
      Untuk kesekian kalinya Panglima TNI menekankan kembali pada seluruh jajaran
      TNI, secara institusional maupun pribadi, bahwa TNI bersikap netral selama
      proses Pemilu 2004, demi menjaga suksesnya proses transisi menuju demokrasi.
      TNI telah bertekad meninggalkan politik praktis dan politik partisan.
      ----------------------------------------------------

      Berita Utama
      Selasa, 01 Juni 2004
      Capres Purnawirawan Jangan Pengaruhi TNI

      Jakarta, Kompas - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyatakan,
      tampilnya tiga purnawirawan TNI sebagai calon presiden dan calon wakil
      presiden serta sejumlah anggota tim sukses kandidat presiden, adalah bagian
      dari demokrasi yang telah disepakati seluruh bangsa. Walaupun para
      purnawirawan memiliki hubungan emosional dengan TNI, namun mereka tidak
      pernah mewakili TNI dan tidak memiliki kaitan struktural dengan TNI.
      "Kepada para purnawirawan yang akan bertarung dalam pemilu, saya ingatkan
      agar tidak menggunakan hubungan emosionalnya untuk tujuan kekuasaan. Kalau
      sampai itu dilakukan, saya sangsi para purnawirawan itu berjuang untuk
      bangsa," ujar Panglima TNI dalam pengarahan kepada seluruh jajaran Panglima
      Komando Utama (Pangkotama) TNI di Jakarta, Senin malam (31/5).

      Dalam ramah tamah itu, Endriartono duduk akrab satu meja dengan Kepala Staf
      TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf TNI AL Laksamana Bernard
      Kent Sondakh, dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Chappy Hakim.
      Seluruh jajaran Pangkotama hadir kecuali Asisten Operasi KSAD dan Panglima
      Komando Pertahanan Udara Nasional.
      Meskipun pengarahan dilakukan dalam suasana santai sambil makan malam
      diiringi musik dengan penyanyi, Endriartono menyebut acara itu sebagai acara
      yang sangat serius. Menurutnya, suasana acara dibuat santai agar seluruh
      Pangkotama meresapi, memahami, dan melaksanakan soal bagaimana TNI
      memposisikan diri dalam proses demokratisasi yang sedang berjalan.
      Kepada purnawirawan dan anggota keluarga TNI, Endriartono justru
      menganjurkan dan mendorong mereka untuk menggunakan hak pilihnya, sesuai
      dengan hati nurani. Markas Besar TNI, juga tidak akan menghalangi kandidat
      manapun, yang berusaha menarik para purnawirawan atau anggota keluarga TNI,
      asalkan menggunakan cara-cara sah.
      Endriartono juga menyebut calon presiden dan calon wakil presiden
      purnawirawan, sebagai founding fathers (penggagas dan pelaksana) reformasi
      dalam tubuh TNI.

      Namun, untuk kesekian kalinya, Panglima TNI menegaskan lagi, secara
      institusional maupun pribadi, TNI bersikap netral selama proses Pemilu 2004,
      demi menjaga suksesnya proses transisi menuju demokrasi. TNI telah bertekad
      meninggalkan politik praktis dan politik partisan. "Pada tahun 2004 kita
      tujukkan tekad itu dengan tidak mendukung tetapi juga tidak melakukan
      kegiatan merintangi atau memboikot calon presiden manapun.
      Dengan meninggalkan hak pilih kami, TNI berharap para calon presiden dan
      para pendukung atau tim suksesnya menggunakan cara-cara fair, jujur, dan
      tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. "Kami mengakui, ada
      upaya atau tarikan-tarikan kepada TNI untuk memihak kepada salah satu
      pasangan calon," ujar Endriartono.
      Karena itu untuk menegaskan netralitas TNI, Endriartono menyebut lima
      larangan. Pertama larangan penggunaan satuan atau perorangan dan fasilitas
      TNI untuk kegiatan pemilu. Kedua, larangan penggunaan satuan atau perorangan
      TNI untuk membantu kandidat selama kampanye. Ketiga larangan berkomentar,
      berdiskusi tentang kontestan baik sesama prajurit, keluarga atau masyarakat.
      Keempat larangan menyimpan atau menempel atribut kontestan di lingkungan
      TNI. Dan kelima larangan menyambut atau mengantar kontestan. "Untuk itu
      semua, saya perintahkan seluruh parjurit untuk menjaga kekompakan. Jangan
      mau dipecah belah dengan iming-iming tertentu," ujarnya.
      Dengan tegas dan berulang-ulang ini, Endriartono menyatakan akan menjatuhkan
      sanksi terberat kepada yang tidak netral. "Jangan hanya karena iming-iming
      kalian melakukan tindakan penghianatan bangsa dengan menciderai netralitas,"
      ujar Endriartono.

      Akan tawarkan kabinet
      Sementara itu, Partai Golkar menyatakan tengah mempertimbangkan untuk
      mengumumkan susunan kabinet bayangan, sebelum memasuki putaran kedua Pemilu
      Presiden. Setidaknya, beberapa menteri yang memiliki posisi kunci akan
      ditawarkan kepada masyarakat sebagai pertimbangan sebelum memilih calon
      presiden dan wakil presiden.
      Demikian dikatakan Ketua DPP Partai Golkar Fahmi Idris semalam. "Yang kelak
      akan ditawarkan terutama posisi menteri-menteri di bidang ekonomi dan hukum.
      Dua bidang ini lah yang dalam lima tahun ke depan penting, sehingga rakyat
      perlu tahu siapa yang ditawarkan oleh calon presiden dan wakil presiden,"
      ujar Fahmi.
      Hal senada dikatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akba Tanjung, di sela-sela
      pembekalan Juru Kampanye Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
      "Beberapa posisi kunci perlu ditawarkan seperti Menteri Keuangan, Menteri
      Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pendidikan, dan Jaksa Agung.
      Tapi, ini tentu perlu dibicarakan dengan capres dan cawapres, Wiranto dan
      Salahuddin Wahid serta dukungan PKB," tambah Akbar.

      Khofifah Mundur
      Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa Senin kemarin
      (31/5) menyatakan mundur sebagai anggota Tim Sukses calon presiden dan wakil
      presiden Wiranto-Salahuddin. Ini dilakukan atas instruksi Dewan Pimpinan
      Pusat Muslimat NU, yang meminta seluruh anggotanya bersikap netral dalam
      pemilu.
      "Saya sudah minta izin Pak Alwi (Ketua Umum DPP PKB Alwi Shihab). Saya
      mengatakan mundur jika benar, seperti disebut media massa, saya masuk tim
      sukses Wiranto-Wahid. Menurut saya sudah cukup banyak jajaran DPP PKB yang
      sudah bergabung dalam tim sukses itu," ujar Khofifah.
      Khofifah menambahkan, seluruh pengurus Muslimat NU, yang saat ini tercatat
      sebagai anggota tim sukses pasangan kandidat tertentu, harus nonaktif dari
      kepengurusan. "Kami minta Muslimat NU seoptimal mungkin berhati-hati dengan
      kegiatan mobilisasi massa seperti istighosah, majelis taklim atau aktivitas
      ritual lain, agar tidak dimanfaatkan kandidat mana pun untuk menggalang
      dukungan," ujar Khofifah.
      Hal itu dilakukan mengingat selama ini Muslimat NU, yang jumlahnya sekitar
      12-13 juta orang, sering menjadi andalan untuk mengumpulkan massa.
      Kampanye Mega

      Di kediaman resmi Presiden Jalan Teuku Umar Jakarta Pusat, calon presiden
      dari PDIP Megawati Soekarnoputri menggelar jumpa pers. Didampingi calon
      wakil presiden dari PDIP Hasyim Muzadi, Megawati memaparkan lima butir
      rencana program yang akan dilaksanakan bila memenangkan pemilihan presiden
      mendatang.
      Lima program itu meliputi, lapangan kerja dan usaha, pendidikan,
      kesejahteraan sosial, pelayanan kesehatan, dan infrastruktur. Program
      lapangan kerja antara lain akan menciptakan lapangan kerja baru bagi 12,9
      juta orang, skema kredit baru non agunan untuk UKM dan subsidi pupuk.
      Untuk pendidikan, ditargetkan antara lain, pengangkatan 100.000 guru baru
      per tahun ,meningkatkan penerima bea siswa, dan memperbaiki serta membangun
      sekolah baru. Bidang kesejahteraan sosial di antara lain mengurangi
      kemiskinan, subsidi beras, subsidi minyak tanah dan perumahan. Sementara
      untuk infrastruktur antara lain dicanangkan program kelistrikan, jalan baru,
      air bersih, irigasi, dan jalan kereta.
      Acara yang dipandu Sekretaris Jenderal DPP PDIP Sutjipto itu juga dihadiri
      Hermawan Sulistyo, Rizal Malarangeng, Sri Adiningsih, Ahmad Bagdja, Moerdaya
      Poo, Marisa Haque, Irma Hutabarat, Dedi Sutomo dan Ruyandi Hutasoit.
      Relawan peduli

      Pada hari yang sama di Jakarta, kelompok baru pendukung Amien Rais-Siswono
      Yudo Husodo, "Kelompok Relawan Peduli Indonesia baru mendukung
      Amien-Siswono", dideklarasi. Ketua kelompok, Ine Hakim Tohir menjelaskan,
      kelompok masih didominasi kalangan selebritis dan pengusaha. "Kami bukan
      orang partai, atau menjadi bagian dari tim sukses pak Amien. Kami membentuk
      kelompok ini karena kami bersimpati dengan usaha Pak Amien dan Pak Sis,"
      ujar Ine.
      Ine mengakui, kelompok barunya tidak akan mampu menghadapi mesin-mesin
      politik pesaing Amien-Siswono. "Ya kita memang tidak berniat membuat mesin
      politik. Kita cuma ingin membangun dan memperluas kelompok gaul agar
      Amien-Siswono bisa ngetrend," kata Ine. (ELY/OSD/win/dwa/sut/bur/inu)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.