Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Bung Sintar: Re: [t-net] Bea Masuk dan Under Invoice

Expand Messages
  • Squid
    Aku gak ngasih ceramah soal peraturan pajak ... aku cuma NANYA!!! MINTA INFORMASI!!! Itu juga yang berhubungan dengan bidangku, IT, yaitu implementasi EDI!!!
    Message 1 of 29 , Jul 31 10:30 PM
    • 0 Attachment
      Aku gak ngasih ceramah soal peraturan pajak ... aku cuma NANYA!!! MINTA
      INFORMASI!!! Itu juga yang berhubungan dengan bidangku, IT, yaitu
      implementasi EDI!!!

      BISA BACA YANG BENER GAK?!??!?!?! Sarjana cap opo iku, mbaca sing bener wae
      gak iso ... 8$

      ============

      ----- Original Message -----
      From: "Suria" <suria@...>
      To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
      Sent: Wednesday, 30 July 2003 8:44 AM
      Subject: Re: Bung Sintar: Re: [t-net] Bea Masuk dan Under Invoice


      > Pak moderator !!!
      >
      > yang ngomongin pajak ini KOMPETEN Tidak di bidang pajak ???? Jangan asal
      > ASBUN ( Asal Bunyi ) Kalau tidak tahu banyak atau berkecimpung di bidang
      > pajak sebaiknya jangan terlalu banyak bunyi nanti dibilang TONG KOSONG
      > NYARING BUNYINYA !!!!
      >
      > SALAM,
      >
      > ----- Original Message -----
      > From: Squid <squid@...>
      > To: <tionghoa-net@yahoogroups.com>
      > Sent: Tuesday, July 29, 2003 3:06 PM
      > Subject: Re: Bung Sintar: Re: [t-net] Bea Masuk dan Under Invoice
      >
      >
      > > Ujung-ujungnya sama saja pak ... tetap harus engkel-engkelan, soalnya
      kalo
      > > di layar monitor kelihatan dalam beberapa kali transaksi harga barang A
      =
      > > $50 lalu di invoice kita ditulis $35, khan kita harus ngejelasin kalo
      kita
      > > gak under invoicing?
      > >
      > > Ada nggak yang punya referesi pemakaian EDI ini di bea cukai negara
      maju?
      > >
      > > Salam,
      > > Sintar.
      > >
    • Dragon Lim
      ... Pak moderator !!! yang ngomongin pajak ini KOMPETEN Tidak di bidang pajak ???? Jangan asal ASBUN ( Asal Bunyi ) Kalau tidak tahu banyak atau berkecimpung
      Message 2 of 29 , Aug 1, 2003
      • 0 Attachment
        --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, "Suria" <suria@d...> wrote:
        Pak moderator !!!

        yang ngomongin pajak ini KOMPETEN Tidak di bidang pajak ???? Jangan
        asal ASBUN ( Asal Bunyi ) Kalau tidak tahu banyak atau berkecimpung
        di bidang pajak sebaiknya jangan terlalu banyak bunyi nanti dibilang
        TONG KOSONG NYARING BUNYINYA !!!!

        SALAM,

        ----------------------------------------------------------------------

        sdr. wardoyo suryo, SH.MM,


        sdr2. di sini cuma saling berbagi pengalaman dlm bidang pajak, kl utk

        setiap hal yg diomongin itu mesti yg kompeten ( dlm bidang pajak yg

        berkompeten itu org dr depkeu toh ? ) ya susah dong ...

        kl anda merasa lebih mengetahui seluk-beluk di bidang pajak ini, coba

        tolong dibagi pengetahuan anda tsb kpd kami2 ini, tentu kami akan

        sangat berterimakasih krn nya ...


        wassalam.
        ----------------------------------------------------------------------
      • SUGIRI
        Bea masuk dan under-invoice , dilakukan sebab importir merasa bea masuk yang harus dibayarka nnya terlalu mahal............. tidak wajar lah kasarnya. Cara
        Message 3 of 29 , Aug 4, 2003
        • 0 Attachment
          Bea masuk dan under-invoice , dilakukan sebab importir merasa bea masuk
          yang harus dibayarka nnya terlalu mahal............. tidak wajar lah
          kasarnya.

          Cara paling mudah menghilangkan gejala ini adalah menurunkan tarip bea
          masuk...... dengan tarip resmi yang kecil pelaku tidak terlalu minat,
          malas untuk melakukan pelanggaran hukum...... tidak akan ambil resiko
          untuk nilai wang yang sedikit....

          Negara jadi mempunyai data perdagangan yang lebih akurat.... sama
          seperti pajak penghasilan...... kalau pemerintah/ pejabat merasa
          menaikan tarip % pengenaan pajak akan menambah pemasukan ke kas
          negara..............WP merasa diperas tidak wajar......... faktanya
          yang naik adalah penghasilan kantong pegawai pajak untuk TST
          kompromi...... kalau dirasa cukup ringan ( dengan tarip % kecil ) WP
          merasa rela membayar pajak...... enga keberatan , akan mengurangi
          manipulasi laporan pajak penghasilan ,,,,,




          -----Original Message-----
          From: David Kuntadi [mailto:david_kt@...]
          Sent: Friday, August 01, 2003 8:57 AM
          To: tionghoa-net@yahoogroups.com
          Subject: Re: Bung Sintar: Re: [t-net] Bea Masuk dan Under Invoice


          --- Suria <suria@...> wrote:
          > Pak moderator !!!
          >
          > yang ngomongin pajak ini KOMPETEN Tidak di bidang
          > pajak ???? Jangan asal
          > ASBUN ( Asal Bunyi ) Kalau tidak tahu banyak atau
          > berkecimpung di bidang
          > pajak sebaiknya jangan terlalu banyak bunyi nanti
          > dibilang TONG KOSONG
          > NYARING BUNYINYA !!!!

          Bung Suria,

          Kalo ada pendapat yang lain silahkan dikemukakan, biar
          yang lain tahu yang kompeten di bidang pajak/bea masuk
          itu pendapatnya bagaimana...Kalo moderator di suruh
          ahli dalam semua bidang, tentu sulit, moderator hanya
          mengarahkan pembicaraan.

          Kalo yg ga kompeten ga boleh bunyi, kan susah juga,
          milisnya jadi sepi sekali nanti, kalo memang isinya ga
          bagus, ya di "delete" saja..... kalo ga setuju, bisa
          ditanggapi....

          Memang masalah EDI ini setahu saya sedang dimulai di
          Inonesia, dan masih banyak kendala, ga tahu sekarang
          sudah sampai tahap mana...

          Memang masalah pajak, dan kaitannya dengan korupsi,
          adalah hal yang sangat sulit, saya bukan orang yang
          ahli. Tapi, ini hanya usul, untuk mengatasi masalah
          ini, usahakan transparansi, dan kecepatan proses
          pengaduan dan penyelesaian. Karena, selain biaya,
          perusahaan juga memperhitungkan waktu yang diperlukan
          untuk pengeluaran barang (dalam hal ini bukan pajak,
          tapi bea masuk). Kalo barang datang terlambat,
          perusahaan akan rugi "downtime", sehingga mau bayar
          agak mahal kalo barang bisa keluar secepatnya (kalo
          barang ditahan misalnya).

          Salam,
          David Kuntadi

          __________________________________
          Do you Yahoo!?
          Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
          http://sitebuilder.yahoo.com


          # Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam
          berpendapat #

          Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com, Unsubscribe :
          tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com

          Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni

          Your use of Yahoo! Groups is subject to
          http://docs.yahoo.com/info/terms/
        • David Kuntadi
          ... Ga semudah itu... Penurunan tarif akan menyebabkan pengurangan pemasukan ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan dalam negeri yang
          Message 4 of 29 , Aug 4, 2003
          • 0 Attachment
            --- SUGIRI <ibcindon@...> wrote:
            > Cara paling mudah menghilangkan gejala ini adalah
            > menurunkan tarip bea
            > masuk...... dengan tarip resmi yang kecil pelaku
            > tidak terlalu minat,
            > malas untuk melakukan pelanggaran hukum...... tidak
            > akan ambil resiko
            > untuk nilai wang yang sedikit....
            >
            > Negara jadi mempunyai data perdagangan yang lebih
            > akurat.... sama
            > seperti pajak penghasilan...... kalau pemerintah/
            > pejabat merasa
            > menaikan tarip % pengenaan pajak akan menambah
            > pemasukan ke kas
            > negara..............WP merasa diperas tidak
            > wajar......... faktanya
            > yang naik adalah penghasilan kantong pegawai pajak
            > untuk TST
            > kompromi...... kalau dirasa cukup ringan ( dengan
            > tarip % kecil ) WP
            > merasa rela membayar pajak...... enga keberatan ,
            > akan mengurangi
            > manipulasi laporan pajak penghasilan ,,,,,


            Ga semudah itu...
            Penurunan tarif akan menyebabkan pengurangan pemasukan
            ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan
            dalam negeri yang memproduksi barang yang sama (dalam
            hal ada perusahaan lokal yang masih kurang effisien
            karena belom mencapai economic of scale maupun karena
            masih dalam learning curve). Jadi, masih harus
            diperhitungkan betul2, tiap2 item/jenis barang harus
            dikaji efeknya (makanya bea masuk barang kan ber
            macem2, bahkan untuk mobil mewah kalo ga salah sih
            200% bea masuk nya).

            Sekarang, katakanlah kita buat bea masuk sekecil
            mungkin. Bila barang perusahaan ditahan dengan alasan
            "under invoice", tetap akan menjadi masalah untuk
            perusahaan, dan untuk mencegah "downtime", perusahaan
            akan mau bayar lebih mahal dikit, asal barang cepat
            keluar.

            Dipihak lain, kalo ada pengusaha yang nakal, sekarang
            bea masuk sudah kecil, tetap aja akan mengusahakan
            untuk hal2 lain. Kalo dulu dia under invoice untuk
            memperbesar untung, terus dibuat pelaporan keuangan
            ganda untuk mengurangi pph badan, sekarang ga usah
            pake under invoice, hanya pake keuangan ganda saja
            cukup. Sedangkan perusahaan2 yang mau diproteksi jadi
            kalang kabut, banting harga, profit turun, pph badan
            juga berkurang.

            Salam,
            David Kuntadi

            __________________________________
            Do you Yahoo!?
            Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
            http://sitebuilder.yahoo.com
          • jt2x00
            Memang benar, penurunan tarif akan menyebabkan pengurangan pemasukan ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan dalam negeri yang memproduksi
            Message 5 of 29 , Aug 4, 2003
            • 0 Attachment
              Memang benar, penurunan tarif akan menyebabkan pengurangan pemasukan
              ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan dalam negeri
              yang memproduksi barang sejenis. Tapi bukan hanya itu saja, efek
              selanjutnya akan jauh lebih merusak.

              1. Turunnya tariff bea masuk akan mendorong kenaikan impor dan
              sekaligus mematikan industri domestik produsen barang sejenis.
              Kenaikan impor akan mengganggu keseimbangan pasar barang, pasar uang,
              dan pasar valuta asing. Matinya industri domestik akan mengganggu
              keseimbangan pasar barang dan pasar tenaga kerja.

              2. Matinya industri domestik akan menimbulkan kurangnya pasokan dalam
              negeri, yang harus ditutup kembali oleh impor sehingga dari waktu ke
              waktu akan meningkat terus, sekaligus melemahkan industri domestik
              yang masih bertahan, dan akan merembet ke jenis barang lain.

              3. Peningkatan impor yang terus menerus akan menguras cadangan devisa
              dan ketidak seimbangan Balance of Payment. Akibatnya rupiah akan
              melemah terus, sedangkan kurs valas akan meningkat terus. Karena
              tingginya ketergantungan impor, maka inflasi akan meningkat terus
              mengikuti naiknya kurs valas dan tingginya unsur spekulatif.

              4. Matinya sebagian industri domestik akan mendorong peningkatan
              pengangguran, ditambah dengan inflasi yang tinggi maka secara
              simultan akan menimbulkan kerawanan sosial, problem keamanan,
              problem ekonomi, dsb, sampai ke instabilitas politik dalam negeri.

              Rupiah yang overvalued pada masa Orde baru, membuat barang impor
              menjadi lebih murah dari produk domestik. Efek yang ditimbulkan sama
              saja dengan point-point di atas, yang untuk sementara dapat diatasi
              dengan Utang Luar Negeri yang kian membengkak. Setelah krisis moneter
              bulan Juli 1997 kondisi ini tidak dapat dipertahankan lagi, dan
              selanjutnya kita sudah tahu apa yang terjadi.

              Tariff Bea Masuk adalah kebijakan ekonomi makro suatu negara untuk
              melindungi industri dalam negeri. Pembahasan Tariff Bea Masuk harus
              dilihat dari sudut pandang ekonomi makro, tidak bisa dilihat dari
              sudut pandang pedagang, yang semata-mata mencari keuntungan pribadi.
              Sasaran yang ingin dicapai dari kebijakan Tariff Bea Masuk adalah
              menjaga keseimbangan (equilibrium) pasar barang, pasar uang, pasar
              valuta asing, dan pasar tenaga kerja, bukan mencari sumber pemasukan
              ke kas negara.

              Sekian
              John Towell

              ----------------

              --- In tionghoa-net@yahoogroups.com, David Kuntadi <david_kt@y...>
              wrote:
              >
              > --- SUGIRI <ibcindon@r...> wrote:
              > > Cara paling mudah menghilangkan gejala ini adalah
              > > menurunkan tarip bea
              > > masuk...... dengan tarip resmi yang kecil pelaku
              > > tidak terlalu minat,
              > > malas untuk melakukan pelanggaran hukum...... tidak
              > > akan ambil resiko
              > > untuk nilai wang yang sedikit....
              > >
              > > Negara jadi mempunyai data perdagangan yang lebih
              > > akurat.... sama
              > > seperti pajak penghasilan...... kalau pemerintah/
              > > pejabat merasa
              > > menaikan tarip % pengenaan pajak akan menambah
              > > pemasukan ke kas
              > > negara..............WP merasa diperas tidak
              > > wajar......... faktanya
              > > yang naik adalah penghasilan kantong pegawai pajak
              > > untuk TST
              > > kompromi...... kalau dirasa cukup ringan ( dengan
              > > tarip % kecil ) WP
              > > merasa rela membayar pajak...... enga keberatan ,
              > > akan mengurangi
              > > manipulasi laporan pajak penghasilan ,,,,,
              >
              >
              > Ga semudah itu...
              > Penurunan tarif akan menyebabkan pengurangan pemasukan
              > ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan
              > dalam negeri yang memproduksi barang yang sama (dalam
              > hal ada perusahaan lokal yang masih kurang effisien
              > karena belom mencapai economic of scale maupun karena
              > masih dalam learning curve). Jadi, masih harus
              > diperhitungkan betul2, tiap2 item/jenis barang harus
              > dikaji efeknya (makanya bea masuk barang kan ber
              > macem2, bahkan untuk mobil mewah kalo ga salah sih
              > 200% bea masuk nya).
              >
              > Sekarang, katakanlah kita buat bea masuk sekecil
              > mungkin. Bila barang perusahaan ditahan dengan alasan
              > "under invoice", tetap akan menjadi masalah untuk
              > perusahaan, dan untuk mencegah "downtime", perusahaan
              > akan mau bayar lebih mahal dikit, asal barang cepat
              > keluar.
              >
              > Dipihak lain, kalo ada pengusaha yang nakal, sekarang
              > bea masuk sudah kecil, tetap aja akan mengusahakan
              > untuk hal2 lain. Kalo dulu dia under invoice untuk
              > memperbesar untung, terus dibuat pelaporan keuangan
              > ganda untuk mengurangi pph badan, sekarang ga usah
              > pake under invoice, hanya pake keuangan ganda saja
              > cukup. Sedangkan perusahaan2 yang mau diproteksi jadi
              > kalang kabut, banting harga, profit turun, pph badan
              > juga berkurang.
              >
              > Salam,
              > David Kuntadi
              >
              > __________________________________
              > Do you Yahoo!?
              > Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
              > http://sitebuilder.yahoo.com
            • David Kuntadi
              Hehehe, kalo baca tulisannya kong John jadi inget waktu kuliah dulu.... Maklum, makro saya cuman dapet C doang, jadi kalo nulis masalah makro hasilnya juga
              Message 6 of 29 , Aug 5, 2003
              • 0 Attachment
                Hehehe, kalo baca tulisannya kong John jadi inget
                waktu kuliah dulu....

                Maklum, makro saya cuman dapet C doang, jadi kalo
                nulis masalah makro hasilnya juga setengah2, ga
                komplit, untung ada Kong John yang mengkomplitkan....


                --- jt2x00 <jt2x00@...> wrote:
                > Memang benar, penurunan tarif akan menyebabkan
                > pengurangan pemasukan
                > ke pemerintah dan juga mematikan daya saing
                > perusahaan dalam negeri
                > yang memproduksi barang sejenis. Tapi bukan hanya
                > itu saja, efek
                > selanjutnya akan jauh lebih merusak.


                __________________________________
                Do you Yahoo!?
                Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
                http://sitebuilder.yahoo.com
              • zaenal-imanudin
                Ya tergantung yg diimpor... On Tue, 05 Aug 2003 05:34:51 -0000 ... ===========================================================================================
                Message 7 of 29 , Aug 6, 2003
                • 0 Attachment
                  Ya tergantung yg diimpor...

                  On Tue, 05 Aug 2003 05:34:51 -0000
                  "jt2x00" <jt2x00@...> wrote:
                  >Memang benar, penurunan tarif akan menyebabkan
                  >pengurangan pemasukan
                  >ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan
                  >dalam negeri
                  >yang memproduksi barang sejenis. Tapi bukan hanya itu
                  >saja, efek
                  >selanjutnya akan jauh lebih merusak.
                  >
                  >1. Turunnya tariff bea masuk akan mendorong kenaikan
                  >impor dan
                  >sekaligus mematikan industri domestik produsen barang
                  >sejenis.
                  >Kenaikan impor akan mengganggu keseimbangan pasar barang,
                  >pasar uang,
                  >dan pasar valuta asing. Matinya industri domestik akan
                  >mengganggu
                  >keseimbangan pasar barang dan pasar tenaga kerja.
                  >
                  >2. Matinya industri domestik akan menimbulkan kurangnya
                  >pasokan dalam
                  >negeri, yang harus ditutup kembali oleh impor sehingga
                  >dari waktu ke
                  >waktu akan meningkat terus, sekaligus melemahkan industri
                  >domestik
                  >yang masih bertahan, dan akan merembet ke jenis barang
                  >lain.
                  >
                  >3. Peningkatan impor yang terus menerus akan menguras
                  >cadangan devisa
                  >dan ketidak seimbangan Balance of Payment. Akibatnya
                  >rupiah akan
                  >melemah terus, sedangkan kurs valas akan meningkat terus.
                  >Karena
                  >tingginya ketergantungan impor, maka inflasi akan
                  >meningkat terus
                  >mengikuti naiknya kurs valas dan tingginya unsur
                  >spekulatif.
                  >
                  >4. Matinya sebagian industri domestik akan mendorong
                  >peningkatan
                  >pengangguran, ditambah dengan inflasi yang tinggi maka
                  >secara
                  >simultan akan menimbulkan kerawanan sosial, problem
                  >keamanan,
                  >problem ekonomi, dsb, sampai ke instabilitas politik
                  >dalam negeri.
                  >
                  >Rupiah yang overvalued pada masa Orde baru, membuat
                  >barang impor
                  >menjadi lebih murah dari produk domestik. Efek yang
                  >ditimbulkan sama
                  >saja dengan point-point di atas, yang untuk sementara
                  >dapat diatasi
                  >dengan Utang Luar Negeri yang kian membengkak. Setelah
                  >krisis moneter
                  >bulan Juli 1997 kondisi ini tidak dapat dipertahankan
                  >lagi, dan
                  >selanjutnya kita sudah tahu apa yang terjadi.
                  >
                  >Tariff Bea Masuk adalah kebijakan ekonomi makro suatu
                  >negara untuk
                  >melindungi industri dalam negeri. Pembahasan Tariff Bea
                  >Masuk harus
                  >dilihat dari sudut pandang ekonomi makro, tidak bisa
                  >dilihat dari
                  >sudut pandang pedagang, yang semata-mata mencari
                  >keuntungan pribadi.
                  >Sasaran yang ingin dicapai dari kebijakan Tariff Bea
                  >Masuk adalah
                  >menjaga keseimbangan (equilibrium) pasar barang, pasar
                  >uang, pasar
                  >valuta asing, dan pasar tenaga kerja, bukan mencari
                  >sumber pemasukan
                  >ke kas negara.
                  >
                  >Sekian
                  >John Towell
                  >
                  >----------------
                  >
                  >--- In tionghoa-net@yahoogroups.com, David Kuntadi
                  ><david_kt@y...>
                  >wrote:
                  >>
                  >> --- SUGIRI <ibcindon@r...> wrote:
                  >> > Cara paling mudah menghilangkan gejala ini adalah
                  >> > menurunkan tarip bea
                  >> > masuk...... dengan tarip resmi yang kecil pelaku
                  >> > tidak terlalu minat,
                  >> > malas untuk melakukan pelanggaran hukum...... tidak
                  >> > akan ambil resiko
                  >> > untuk nilai wang yang sedikit....
                  >> >
                  >> > Negara jadi mempunyai data perdagangan yang lebih
                  >> > akurat.... sama
                  >> > seperti pajak penghasilan...... kalau pemerintah/
                  >> > pejabat merasa
                  >> > menaikan tarip % pengenaan pajak akan menambah
                  >> > pemasukan ke kas
                  >> > negara..............WP merasa diperas tidak
                  >> > wajar......... faktanya
                  >> > yang naik adalah penghasilan kantong pegawai pajak
                  >> > untuk TST
                  >> > kompromi...... kalau dirasa cukup ringan ( dengan
                  >> > tarip % kecil ) WP
                  >> > merasa rela membayar pajak...... enga keberatan ,
                  >> > akan mengurangi
                  >> > manipulasi laporan pajak penghasilan ,,,,,
                  >>
                  >>
                  >> Ga semudah itu...
                  >> Penurunan tarif akan menyebabkan pengurangan pemasukan
                  >> ke pemerintah dan juga mematikan daya saing perusahaan
                  >> dalam negeri yang memproduksi barang yang sama (dalam
                  >> hal ada perusahaan lokal yang masih kurang effisien
                  >> karena belom mencapai economic of scale maupun karena
                  >> masih dalam learning curve). Jadi, masih harus
                  >> diperhitungkan betul2, tiap2 item/jenis barang harus
                  >> dikaji efeknya (makanya bea masuk barang kan ber
                  >> macem2, bahkan untuk mobil mewah kalo ga salah sih
                  >> 200% bea masuk nya).
                  >>
                  >> Sekarang, katakanlah kita buat bea masuk sekecil
                  >> mungkin. Bila barang perusahaan ditahan dengan alasan
                  >> "under invoice", tetap akan menjadi masalah untuk
                  >> perusahaan, dan untuk mencegah "downtime", perusahaan
                  >> akan mau bayar lebih mahal dikit, asal barang cepat
                  >> keluar.
                  >>
                  >> Dipihak lain, kalo ada pengusaha yang nakal, sekarang
                  >> bea masuk sudah kecil, tetap aja akan mengusahakan
                  >> untuk hal2 lain. Kalo dulu dia under invoice untuk
                  >> memperbesar untung, terus dibuat pelaporan keuangan
                  >> ganda untuk mengurangi pph badan, sekarang ga usah
                  >> pake under invoice, hanya pake keuangan ganda saja
                  >> cukup. Sedangkan perusahaan2 yang mau diproteksi jadi
                  >> kalang kabut, banting harga, profit turun, pph badan
                  >> juga berkurang.
                  >>
                  >> Salam,
                  >> David Kuntadi
                  >>
                  >> __________________________________
                  >> Do you Yahoo!?
                  >> Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design
                  >>software
                  >> http://sitebuilder.yahoo.com
                  >
                  >
                  >------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
                  >
                  ># Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang
                  >santun dalam berpendapat #
                  >
                  >Subscribe : tionghoa-net-subscribe@yahoogroups.com,
                  >Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe@yahoogroups.com
                  >
                  >Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni
                  >
                  >Your use of Yahoo! Groups is subject to
                  >http://docs.yahoo.com/info/terms/
                  >
                  >

                  ===========================================================================================
                  "TELKOMNet Instan Divre VI Kalimantan memberikan DISKON PROGRESSIVE kepada para pengguna
                  TELKOMNet-Instan hingga 50% mulai bulan Juli hingga September 2003."
                  ===========================================================================================
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.