Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [t-net] [Nasional] Re:GUS DUR MENGANJURKAN UTK.TANGKAP TOKOH2 LASKAR JIHAD !- johnkarno45

Expand Messages
  • Mas Iwan
    Kalau begitu anda dan saya boleh sepakat. Dibandingkan dengan jaman Gus Dur, era Megawati kualitas demokrasinya memang lebih buruk. Pers diancam-ancam (meski
    Message 1 of 14 , Oct 1, 2002
    • 0 Attachment
      Kalau begitu anda dan saya boleh sepakat.

      Dibandingkan dengan jaman Gus Dur, era Megawati kualitas demokrasinya memang lebih buruk.

      Pers diancam-ancam (meski ndak sampai diberangus)

      Mahasiswa ditangkapi (ini sama sekali ndak bisa dimaafkan)

      Korupsi merajalela, rakyat baku bunuh dimana-mana.

      Megawati, Amin Rais, Akbar Tandjung dan Akbar memang ndak bisa dimaafkan. Maka, sebaiknya jangan pilih mereka pada Pemilu 2004.

      Mudah kan ?

      Tapi maaf, saya juga tidak akan memilih PKB baik yang pro Gus Dur maupun anti Gus Dur. Bagi saya, pemakzulan Gus Dur dari kursi kepresidenan adalah langkah terbaik bagi negara ini, meskipun saya orang NU, tapi saya ndak akan bersikap mati hidup saya untuk Gus Dur. Ada saat-saat kita harus bersikap rasional terhadap masalah ini.

      Bung Zaenal, ada satu partai politik yang sedang saya berikan simpati sebesar-besarnya. Saya tak tahu apakah partai ini akan menjadi besar atau tidak pada Pemilu 2004, tapi orang-orang yang bergabung di dalamnya punya integritas pribadi yang baik dan teruji moralnya.

      Nama partai itu adalah Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan.

      Partai ini didirikan oleh Prof. Ryaas Rasyid dan Dr. Andi Mallarangeng. Saya punya harapan pada partai ini. Kawan-kawan muda saya di NU yang ndak puas dengan posisi PKB saat ini kebanyakan bersimpati dengan partai baru ini.

      Partai ini partai tengah, bersikap modern dan berbasis pada pemuda dan kaum perempuan untuk Pemilu 2004 yang akan datang.

      Partai lainnya yang patut kita beri simpati adalah Partai Indonesia Baru (PIB) yang dipimpin oleh Dr. Syahrir. Mudah-mudahan wajah politik kita bisa berubah dengan para pemain baru tersebut.

      Salam,

      >Anda benar,
      >
      >Memang semua ada pembandingnya. So pembanding saya adalah
      >masa demokrasi GD dan presiden sekarang. Karena masa
      >Sukarno-Suharto sudah jelas bukan.
      >Ketika mhs demo ditangkapi, ketika simbol PDIP dijadikan
      >kambing oleh mhs lalu ditangkap. Wah, dimana demokrasi ?
      >
      >Apa namanya status penggulingan presiden oleh kelompok
      >amien rais, megawati, golkar, etc. Demokrasi ? Yg berbentuk
      >apa ?
      >
      >Memang jika dikatakan relatif, ya relatif. Angkanya bisa
      >berubah di dalam batasan 0-100, di sekitar 50. Demikian
      >juga lingkupnya.
      >
      >Gr�� ZI


      Mau dollar, klik saja : http://www.smsdollar.dot.nu
    • zaenal-imanudin
      Anehnya, yg ditodong meriam tenang2 saja... Yg jadi pengikut kebakaran jenggot... Grüß ZI On Fri, 13 Sep 2002 16:28:55 +0700 ...
      Message 2 of 14 , Oct 1, 2002
      • 0 Attachment
        Anehnya, yg ditodong meriam tenang2 saja...
        Yg jadi pengikut kebakaran jenggot...

        Grüß ZI

        On Fri, 13 Sep 2002 16:28:55 +0700
        maestro8@... wrote:
        > Ketika tongkat komando sudah diserahkan, seharusnya
        > dia sadar kalau kekuasaan itu sudah berakhir. Bukannya
        > main keluar perintah tangkap sana tangkap sini.
        > Nanti mau dikandangin dimana ? Bikin bingung orang yang
        > nangkap aja.
        > Dulu waktu beliau keluarkan dekrit, bukannya rakyat
        > dukung
        > malah disodorin moncong meriam dari seberang halaman
        > istana.
        > (Kostrad gelar pasukan di lapangan monas ;) )
        >
        > Fir
        >
        >
        > iwan sams wrote:
        > >
        > > Ya, harusnya ditangkap ! Tapi kan "harusnya" bukan
        > "kenyataannya"
        > >
        > > Kenyataannya tidak ditangkap. Alasan polisinya karena
        > kurang bukti dan tidak
        > > ada saksi. Lucu ya ?
        > >
        > > Rakyat kita memang diajarkan oleh penguasa lama
        > bagaimana cara melakukan
        > > kekerasan dengan baik dan benar. Jadi, ketika ada
        > toko/bar jualan minuman
        > > keras, bukannya menggugat ke pengadilan, malah
        > mendatangkan massa yang
        > > merusak !
        > >
        > > Jadi, semuanya gemblung ! Gus Dur juga ikut gemblung
        > menyuruh tangkap
        > > sana-sini, ndak sadar kalau dirinya cuma pensiunan
        > Presiden.
        > >
        > > ----- Original Message -----
        > > From: "Leo Johan Susanto" <leosusanto@...>
        > >
        > > > yang saya heran, orang yang ngerusak toko/bar orang
        > lain kok enggak
        > > > ditangkap?
        > > >
        > > > Leo
        > > >
        > > > > -----Original Message-----
        > > > > From: iwan sams [mailto:iwan-sams@...]
        > > > >
        > > > > Waduh, waduh, di jaman demokrasi kayak begini kok
        > masih ada sikap dan
        > > > > pandangan gaya fasis ya ?
        > > > >
        > > > > Jadi ingat jaman Soeharto masih berkuasa dulu.
        > Tangkap, libas dan gebuk.
        > > > >
        > > > > Memangnya negara ini milik siapa ? Milik bersama
        > ataukah milik
        > > orang-orang
        > > > > dengan pandangan dan sikap tertentu saja ?
        > > > >
        > > > > Di negara ini, semua orang berhak hidup. Terserah
        > mau pandangannya apa :
        > > > > Islam kek, Kristen kek, komunis kek, fundamentalis
        > kek, sepanjang tidak
        > > > > melanggar hukum ya silahkan saja.
        > > > >
        > > > > Maaf. Pandangan saya berbeda dengan anda. Saya
        > hormati sikap
        > > > > saudara, tetapi
        > > > > jangan sampai pandangan ala Orde Baru
        > dihidup-hidupkan lagi !
        > > > >
        > > > > ----- Original Message -----
        > > > > From: <bhineka@...>

        =========================================================================
        Khusus Pelanggan Telepon DIVRE 2, Tekan 166 untuk mendengarkan pesan Anda.
        =========================================================================
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.