Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bls: Re: [t-net] Korupsi

Expand Messages
  • semar samiaji
    Selamat siang Bung Felix, Hatur nuhun atas berbaginya. Memang mendefinisikan kata korupsi akan ada keterkaitan dengan harapan / niat / itikad yang melakukan
    Message 1 of 2 , Oct 1, 2012
    • 0 Attachment
      Selamat siang Bung Felix,

      Hatur nuhun atas berbaginya. Memang mendefinisikan kata korupsi akan ada keterkaitan dengan harapan / niat / itikad yang melakukan dengan cara merealisasikan.

      Jika kita merujuk undang2 tertulis, biasanya diawali dengan kata "Barang siapa....". Konteksnya lebih di dominasi kepada pelaku dibandingkan kepada perbuatan yang dikategorikan perbuatan korupsi. Sementara kategori perbuatannya dijabarkan satu per satu jenis / bentuknya, misal suap, penyalahgunaan kewenangan / jabatan dsb.

      Konteks yang saya bagi dalam subyek ini, sudah tidak terlalu menekankan yang demikian. Dari proses pembuktian secara persidangan berkait korupsi selama yang saya pahami urusan moral atau etika atau kepatutan tidak tersentuh. Faktor yang mendominasi memahami urusan korupsi tidak bisa hanya di baca lewat pasal per pasal. Ada unsur "seni" memahami korupsi, utamanya jika sudah berkait dengan pembuktian kepada itikad.

      Kita saksikan saja, bagaimana misalnya kesaksian seperti Angelina Sondakh. Yang cukup lantang baru Nasarudin, namun tetap tengelam hingga saat ini. Ini refleksi urusan korupsi kalau sudah berkait dengan urusan kekuasaan.

      Bahkan, ada info bahwa KPK juga akan bekerja sama dengan TNI. Bagaimana ini sampai demkian? Apa memang TNI sudah alih fungsi?

      Bung Felix,

      Korupsi di Indonesia sudah multi dimensional. Dari pengalaman saya, tidak sedikit perusahaan2 asing juga bermain di dalamnya dan melibatkan pejabat di negara asalnya. Pernah dengar KPK masuk ke sini? Ndak pernah bukan? Ini jumlah uangnya fantastis sekali.

      Indonesia ini benteng terakhirnya tinggal HATI NURANI dari warga negara yang mengaku Indonesia. Tidak ada lagi bentuk benteng selain itu.

      Saya tidak pesimis, justru semakin yakin benteng terakhir bangsa Indonesia memang tinggal itu saja (hati nurani). Hidup dengan demikian ATAU mati dengan yang demikian juga, selebihnya serahkan segala hasil upaya kepada Kuasa dan Ijin YMK, mau diapakan ini tanah tercinta Mungguh Kersa Gusti.

      Semoga setiap dari kita bisa menjaga diri dari perbuatan yang menzalimi kehidupan orang lain. Ini bisa dilakukan bagi diri saja, sudah kontribusi yang menyehatkan bagi kehidupan bersama.

      salam,
      ss

      From: bong_felix@... <bong_felix@...>;
      To: tionghoa-net@yahoogroups.com <tionghoa-net@yahoogroups.com>;
      Subject: Re: [t-net] Korupsi
      Sent: Mon, Oct 1, 2012 6:24:48 AM

      Siang pak SS, menurut saya korupsi adalah perbuatan mencari untung dari  seseorang dengan jalan pintas demi memperkaya diri sendiri atau kelompok  tanpa memperhatikan rambu rambu etika dan moral, korupsi itu ada dan dapat terjadi karena ada ruang dan kesempatan. Untuk memberantas korupsi tidak hanya dibutuhkan hukum positif akan tetapi hukum moral jauh lebih penting...... dimiskinkan atau semua kekayaan yg melekat disita untuk negara + dihukum seberat beratnya. Korupsi tidak hanya berupa uang atau kekayaan, tidak taat waktu pun merupakan korupsi. Demikian pendapat saya pribadi.
      Sent from BlackBerry® on 3

      -----Original Message-----
      From: semar samiaji <kind_evil_06@...>
      Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
      Date: Mon, 1 Oct 2012 13:49:12
      To: tionghoa-net@yahoogroups com<tionghoa-net@yahoogroups.com>
      Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
      Subject: [t-net] Korupsi

      Korupsi merupakan TINDAKAN atau PERBUATAN salah satu refleksi kebobrokan atau kebejatan moral, yang lebih dipicu mencari selamat bagi diri dan kelompok semata, tanpa mempedulikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan bagi tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

      Selebihnya merupakan pilihan bahasa saja. Tidak ada rumusan hukum sebaik apa pun bisa ditegakkan, manakala hati si manusia itu sudah buta.

      1 Oktober 2012

      salam,
      ss



      [Non-text portions of this message have been removed]
    • semar samiaji
      Selamat siang Bung Felix, Hatur nuhun atas berbaginya. Memang mendefinisikan kata korupsi akan ada keterkaitan dengan harapan / niat / itikad yang melakukan
      Message 2 of 2 , Oct 1, 2012
      • 0 Attachment
        Selamat siang Bung Felix,

        Hatur nuhun atas berbaginya. Memang mendefinisikan kata korupsi akan ada keterkaitan dengan harapan / niat / itikad yang melakukan dengan cara merealisasikan.

        Jika kita merujuk undang2 tertulis, biasanya diawali dengan kata "Barang siapa....". Konteksnya lebih di dominasi kepada pelaku dibandingkan kepada perbuatan yang dikategorikan perbuatan korupsi. Sementara kategori perbuatannya dijabarkan satu per satu jenis / bentuknya, misal suap, penyalahgunaan kewenangan / jabatan dsb.

        Konteks yang saya bagi dalam subyek ini, sudah tidak terlalu menekankan yang demikian. Dari proses pembuktian secara persidangan berkait korupsi selama yang saya pahami urusan moral atau etika atau kepatutan tidak tersentuh. Faktor yang mendominasi memahami urusan korupsi tidak bisa hanya di baca lewat pasal per pasal. Ada unsur "seni" memahami korupsi, utamanya jika sudah berkait dengan pembuktian kepada itikad.

        Kita saksikan saja, bagaimana misalnya kesaksian seperti Angelina Sondakh. Yang cukup lantang baru Nasarudin, namun tetap tengelam hingga saat ini. Ini refleksi urusan korupsi kalau sudah berkait dengan urusan kekuasaan.

        Bahkan, ada info bahwa KPK juga akan bekerja sama dengan TNI. Bagaimana ini sampai demkian? Apa memang TNI sudah alih fungsi?

        Bung Felix,

        Korupsi di Indonesia sudah multi dimensional. Dari pengalaman saya, tidak sedikit perusahaan2 asing juga bermain di dalamnya dan melibatkan pejabat di negara asalnya. Pernah dengar KPK masuk ke sini? Ndak pernah bukan? Ini jumlah uangnya fantastis sekali.

        Indonesia ini benteng terakhirnya tinggal HATI NURANI dari warga negara yang mengaku Indonesia. Tidak ada lagi bentuk benteng selain itu.

        Saya tidak pesimis, justru semakin yakin benteng terakhir bangsa Indonesia memang tinggal itu saja (hati nurani). Hidup dengan demikian ATAU mati dengan yang demikian juga, selebihnya serahkan segala hasil upaya kepada Kuasa dan Ijin YMK, mau diapakan ini tanah tercinta Mungguh Kersa Gusti.

        Semoga setiap dari kita bisa menjaga diri dari perbuatan yang menzalimi kehidupan orang lain. Ini bisa dilakukan bagi diri saja, sudah kontribusi yang menyehatkan bagi kehidupan bersama.

        salam,
        ss

        From: bong_felix@... <bong_felix@...>;
        To: tionghoa-net@yahoogroups.com <tionghoa-net@yahoogroups.com>;
        Subject: Re: [t-net] Korupsi
        Sent: Mon, Oct 1, 2012 6:24:48 AM

        Siang pak SS, menurut saya korupsi adalah perbuatan mencari untung dari  seseorang dengan jalan pintas demi memperkaya diri sendiri atau kelompok  tanpa memperhatikan rambu rambu etika dan moral, korupsi itu ada dan dapat terjadi karena ada ruang dan kesempatan. Untuk memberantas korupsi tidak hanya dibutuhkan hukum positif akan tetapi hukum moral jauh lebih penting...... dimiskinkan atau semua kekayaan yg melekat disita untuk negara + dihukum seberat beratnya. Korupsi tidak hanya berupa uang atau kekayaan, tidak taat waktu pun merupakan korupsi. Demikian pendapat saya pribadi.
        Sent from BlackBerry® on 3

        -----Original Message-----
        From: semar samiaji <kind_evil_06@...>
        Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
        Date: Mon, 1 Oct 2012 13:49:12
        To: tionghoa-net@yahoogroups com<tionghoa-net@yahoogroups.com>
        Reply-To: tionghoa-net@yahoogroups.com
        Subject: [t-net] Korupsi

        Korupsi merupakan TINDAKAN atau PERBUATAN salah satu refleksi kebobrokan atau kebejatan moral, yang lebih dipicu mencari selamat bagi diri dan kelompok semata, tanpa mempedulikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan bagi tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

        Selebihnya merupakan pilihan bahasa saja. Tidak ada rumusan hukum sebaik apa pun bisa ditegakkan, manakala hati si manusia itu sudah buta.

        1 Oktober 2012

        salam,
        ss



        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.