Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
Attention: Starting December 14, 2019 Yahoo Groups will no longer host user created content on its sites. New content can no longer be uploaded after October 28, 2019. Sending/Receiving email functionality is not going away, you can continue to communicate via any email client with your group members. Learn More

1478Politik Budaya di Televisi

Expand Messages
  • Remotivi Remotivi
    Jul 18, 2014
      Politik Budaya di Televisi
      Oleh: Muhamad Heychael 
      Buku Konstruksi Budaya Bangsa di Layar Kaca karya Philip Kitley adalah salah satu studi yang paling awal menaruh perhatian serius pada perkembangan televisi di Indonesia. Keseriusan itu ditandai, antara lain, oleh rentang studinya yang panjang. Cakupan studinya dimulai semenjak siaran televisi pertama TVRI (yang sekaligus memulai monopoli pemerintah atas penyiaran) hingga era deregulasi yang melahirkan televisi swasta. Rentang panjang wacana televisi tersebut dibungkus rapi dalam buku setebal 436 halaman ini.
      Rentang bukanlah satu-satunya kelebihan buku ini. Hal lain adalah sudut pandangnya yang menarik dalam melihat televisi. Kitley pertama-tama mendudukan televisi sebagai produk pasca-kolonial. Ia melihat kemiripan praktek pemerintah Indonesia dalam memperlakukan televisi dengan bagaimana pemerintah pendudukan Jepang memperlakukan radio. Radio pada masa pendudukan Jepang adalah sarana propaganda yang aktif. Radio diperdengarkan melalui pengeras suara yang dipasang di tempat-tempat keramaian (stasiun, pasar, dan sebagainya).
      Sedemikian halnya dengan televisi di awal masa kemerdekaan. Harga pesawat televisi ketika itu masih sangat mahal, mencapai dua puluh kali gaji pegawai negeri. Karena itu, kebanyakan masyarakat hanya bisa menyaksikan siaran Asian Games di TVRI melalui televisi yang ditempatkan di ruang-ruang publik. Perhelatan Asian Games ke-4 yang diadakan di Indonesia itu merupakan momentum kemunculan televisi di tanah air. Namun, kelahiran TVRI membawa misi yang lebih besar lagi: persatuan nasional. Pemerintah membagikan 10.000 pesawat televisi pada pegawai negeri (hal. 34). Langkah ini diambil untuk mendukung rencana televisi sebagai perekat Indonesia yang dipisahkan oleh pulau-pulau. Bersamaan dengan itu, dibangunlah tiang-tiang pemancar demi meluaskan jangkauan TVRI yang pada awalnya hanya bisa dinikmati di Jakarta dan sekitarnya.
      Baca selengkapnya: www.remotivi.or.id
      --
      REMOTIVI
      "Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
      www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


      Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.