Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21

Expand Messages
  • arief risman
    mas Rachman & all tac tic-ers jika perusahaan menyewa kendaraan, maka timbul kewajiban untuk memotong pph pasal 23 sebesar 2% thd pemilik kendaraan (jika
    Message 1 of 9 , Sep 1, 2010
    • 0 Attachment
      mas Rachman & all tac tic-ers
      jika perusahaan menyewa kendaraan, maka timbul kewajiban untuk memotong pph pasal 23 sebesar 2% thd pemilik kendaraan (jika ber-npwp) tetapi jika tidak ber-npwp maka tarifnya 4%. tarif ini dikalikan dgn nilai sewa (sebelum PPN).
      berikutnya perusahaan membuat bukti potong (2 lbr), yg satu diberikan kpd pemilik kendaraan.
      kewajiban berikutnya setor pph tersebut ke bank lalu lapor spt masa pph pasal 23 ke KPP.
      terima kasih

      --- Pada Rab, 1/9/10, Rahman Radiansyah <rahman_radiansyah1@...> menulis:

      Dari: Rahman Radiansyah <rahman_radiansyah1@...>
      Judul: Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
      Kepada: tactictax@yahoogroups.com
      Tanggal: Rabu, 1 September, 2010, 1:43 PM

       

      Selamat Siang Pak,
      Saya mau bertanya kalo kantor menyewa / rental mobil dikenakan pajak atau tidak? atau yang menyewakan mobil yang dikenakan pajak?

      Terimakasih.

      Have a nice day and goodluck.


      Rahman Radiansyah

      --- On Wed, 8/25/10, arief risman <ariefrisman@...> wrote:

      From: arief risman <ariefrisman@...>
      Subject: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
      To: tactictax@yahoogroups.com
      Date: Wednesday, August 25, 2010, 3:56 PM

       

      salam sejahtera buat semua.
      mas Dion, yg biasa menjadi pengurang dalam penghitungan pph 21 adalah iuran pensiun,THT,JHT yg dipotong dari penghasilan pegawai. kenapa menjadi pengurang ? karena akan dikenakan pajaknya nanti pada saat diterima oleh pegawai ybs ditambah dgn pencairan iuran pensiun yg diberikan oleh perusahaan.
      Berbeda dgn premi asuransi yg ditanggung oleh perusahaan (premi suransi kecelakaan kerja,kematian dll), itu menjadi penambah penghasilan dan dihitung PPh 21-nya sehingga nanti pada saat pencairan tdk lagi dipotong pph 21.
      Adapun premi asuransi yg dibayar oleh pegawai ybs itu tdk menjadi pengurang penghasilan di dalam penghitungan pph 21.
      terima kasih

      --- Pada Rab, 25/8/10, Aditya Dionysius <aditya_dionysius@...> menulis:

      Dari: Aditya Dionysius <aditya_dionysius@...>
      Judul: [tactictax] PPh Pasal 21
      Kepada: "TacTicTax" <tactictax@yahoogroups.com>
      Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 2:24 PM

       

      Selamat siang Pak Arief dan kawan2 TacTicTax semuanya.
      Saya Dion mau bertanya.
      Kalau Asuransi yang dibayarkan sendiri oleh karyawan (misal: Jamsotek dipotong 2% dari gaji) apakah bisa diperhitungkan sebagai pengurang gaji dalam penghitungan PPh Pasal 21?
      Alasannya bagaimana?
      Apakah ada peraturan yang mengaturnya?
      Sekian terima kasih.




    • marbun
      Pertanyaan berikutnya Pak Arief, apabila pemilik mobilnya orang pribadi dan punya npwp, kita sebagai penyewa (perusahaan) membuat bukti potong pasal 21 atau 23
      Message 2 of 9 , Sep 1, 2010
      • 0 Attachment
        
        Pertanyaan berikutnya Pak Arief, apabila pemilik mobilnya orang pribadi dan punya npwp, kita sebagai penyewa (perusahaan) membuat bukti potong pasal 21 atau 23 Pak Arief?
         
        Terima kasih Pak atas informasinya.
         
         
        Regards,
        Ch Marbun
        021 - 4648 1177
        ----- Original Message -----
        Sent: Thursday, September 02, 2010 9:55 AM
        Subject: Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21

         

        mas Rachman & all tac tic-ers
        jika perusahaan menyewa kendaraan, maka timbul kewajiban untuk memotong pph pasal 23 sebesar 2% thd pemilik kendaraan (jika ber-npwp) tetapi jika tidak ber-npwp maka tarifnya 4%. tarif ini dikalikan dgn nilai sewa (sebelum PPN).
        berikutnya perusahaan membuat bukti potong (2 lbr), yg satu diberikan kpd pemilik kendaraan.
        kewajiban berikutnya setor pph tersebut ke bank lalu lapor spt masa pph pasal 23 ke KPP.
        terima kasih

        --- Pada Rab, 1/9/10, Rahman Radiansyah <rahman_radiansyah1@...> menulis:

        Dari: Rahman Radiansyah <rahman_radiansyah1@...>
        Judul: Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
        Kepada: tactictax@yahoogroups.com
        Tanggal: Rabu, 1 September, 2010, 1:43 PM

         

        Selamat Siang Pak,
        Saya mau bertanya kalo kantor menyewa / rental mobil dikenakan pajak atau tidak? atau yang menyewakan mobil yang dikenakan pajak?

        Terimakasih.

        Have a nice day and goodluck.


        Rahman Radiansyah

        --- On Wed, 8/25/10, arief risman <ariefrisman@...> wrote:

        From: arief risman <ariefrisman@...>
        Subject: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
        To: tactictax@yahoogroups.com
        Date: Wednesday, August 25, 2010, 3:56 PM

         

        salam sejahtera buat semua.
        mas Dion, yg biasa menjadi pengurang dalam penghitungan pph 21 adalah iuran pensiun,THT,JHT yg dipotong dari penghasilan pegawai. kenapa menjadi pengurang ? karena akan dikenakan pajaknya nanti pada saat diterima oleh pegawai ybs ditambah dgn pencairan iuran pensiun yg diberikan oleh perusahaan.
        Berbeda dgn premi asuransi yg ditanggung oleh perusahaan (premi suransi kecelakaan kerja,kematian dll), itu menjadi penambah penghasilan dan dihitung PPh 21-nya sehingga nanti pada saat pencairan tdk lagi dipotong pph 21.
        Adapun premi asuransi yg dibayar oleh pegawai ybs itu tdk menjadi pengurang penghasilan di dalam penghitungan pph 21.
        terima kasih

        --- Pada Rab, 25/8/10, Aditya Dionysius <aditya_dionysius@...> menulis:

        Dari: Aditya Dionysius <aditya_dionysius@...>
        Judul: [tactictax] PPh Pasal 21
        Kepada: "TacTicTax" <tactictax@yahoogroups.com>
        Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 2:24 PM

         

        Selamat siang Pak Arief dan kawan2 TacTicTax semuanya.
        Saya Dion mau bertanya.
        Kalau Asuransi yang dibayarkan sendiri oleh karyawan (misal: Jamsotek dipotong 2% dari gaji) apakah bisa diperhitungkan sebagai pengurang gaji dalam penghitungan PPh Pasal 21?
        Alasannya bagaimana?
        Apakah ada peraturan yang mengaturnya?
        Sekian terima kasih.




      • arief risman
        meski pemiliknya orang pribadi maka itu tetap dipotong pph pasal 23. kenapa ? karena kita ingat objek pph 21 adalah penghasilan dari Pekerjaan, Jasa dan
        Message 3 of 9 , Sep 1, 2010
        • 0 Attachment
          meski pemiliknya orang pribadi maka itu tetap dipotong pph pasal 23. kenapa ? karena kita ingat objek pph 21 adalah penghasilan dari Pekerjaan, Jasa dan Kegiatan. khusus untuk sewa aktiva selain sewa tanah dan bangunan itu merupakan objek pph pasal 23.
          terima kasih

          --- Pada Kam, 2/9/10, marbun <marbun.ch@...> menulis:

          Dari: marbun <marbun.ch@...>
          Judul: Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
          Kepada: tactictax@yahoogroups.com
          Tanggal: Kamis, 2 September, 2010, 10:05 AM

           

          

          Pertanyaan berikutnya Pak Arief, apabila pemilik mobilnya orang pribadi dan punya npwp, kita sebagai penyewa (perusahaan) membuat bukti potong pasal 21 atau 23 Pak Arief?
           
          Terima kasih Pak atas informasinya.
           
           
          Regards,
          Ch Marbun
          021 - 4648 1177
          ----- Original Message -----
          Sent: Thursday, September 02, 2010 9:55 AM
          Subject: Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21

           

          mas Rachman & all tac tic-ers
          jika perusahaan menyewa kendaraan, maka timbul kewajiban untuk memotong pph pasal 23 sebesar 2% thd pemilik kendaraan (jika ber-npwp) tetapi jika tidak ber-npwp maka tarifnya 4%. tarif ini dikalikan dgn nilai sewa (sebelum PPN).
          berikutnya perusahaan membuat bukti potong (2 lbr), yg satu diberikan kpd pemilik kendaraan.
          kewajiban berikutnya setor pph tersebut ke bank lalu lapor spt masa pph pasal 23 ke KPP.
          terima kasih

          --- Pada Rab, 1/9/10, Rahman Radiansyah <rahman_radiansyah1@...> menulis:

          Dari: Rahman Radiansyah <rahman_radiansyah1@...>
          Judul: Re: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
          Kepada: tactictax@yahoogroups.com
          Tanggal: Rabu, 1 September, 2010, 1:43 PM

           

          Selamat Siang Pak,
          Saya mau bertanya kalo kantor menyewa / rental mobil dikenakan pajak atau tidak? atau yang menyewakan mobil yang dikenakan pajak?

          Terimakasih.

          Have a nice day and goodluck.


          Rahman Radiansyah

          --- On Wed, 8/25/10, arief risman <ariefrisman@...> wrote:

          From: arief risman <ariefrisman@...>
          Subject: Bls: [tactictax] PPh Pasal 21
          To: tactictax@yahoogroups.com
          Date: Wednesday, August 25, 2010, 3:56 PM

           

          salam sejahtera buat semua.
          mas Dion, yg biasa menjadi pengurang dalam penghitungan pph 21 adalah iuran pensiun,THT,JHT yg dipotong dari penghasilan pegawai. kenapa menjadi pengurang ? karena akan dikenakan pajaknya nanti pada saat diterima oleh pegawai ybs ditambah dgn pencairan iuran pensiun yg diberikan oleh perusahaan.
          Berbeda dgn premi asuransi yg ditanggung oleh perusahaan (premi suransi kecelakaan kerja,kematian dll), itu menjadi penambah penghasilan dan dihitung PPh 21-nya sehingga nanti pada saat pencairan tdk lagi dipotong pph 21.
          Adapun premi asuransi yg dibayar oleh pegawai ybs itu tdk menjadi pengurang penghasilan di dalam penghitungan pph 21.
          terima kasih

          --- Pada Rab, 25/8/10, Aditya Dionysius <aditya_dionysius@...> menulis:

          Dari: Aditya Dionysius <aditya_dionysius@...>
          Judul: [tactictax] PPh Pasal 21
          Kepada: "TacTicTax" <tactictax@yahoogroups.com>
          Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 2:24 PM

           

          Selamat siang Pak Arief dan kawan2 TacTicTax semuanya.
          Saya Dion mau bertanya.
          Kalau Asuransi yang dibayarkan sendiri oleh karyawan (misal: Jamsotek dipotong 2% dari gaji) apakah bisa diperhitungkan sebagai pengurang gaji dalam penghitungan PPh Pasal 21?
          Alasannya bagaimana?
          Apakah ada peraturan yang mengaturnya?
          Sekian terima kasih.





        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.