Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [media-dakwah] Re: keturunan nabi

Expand Messages
  • Mulyono
    Yang dibahas ini masalah HABAIB, urgensi, dan hikmah yang bisa kita ambil. Untuk itu sebaiknya tidak membahas dan membawa-bawa apakah itu NU, Muhammadiyah,
    Message 1 of 14 , Feb 1, 2007
    • 0 Attachment
      Yang dibahas ini masalah HABAIB, urgensi, dan hikmah yang bisa kita ambil.
      Untuk itu sebaiknya tidak membahas dan membawa-bawa apakah itu NU,
      Muhammadiyah, dll. Itu semua hanyalah wadah kita belajar. Toh Tuhan kita
      sama Allah SWT, nabi kita sama Muhammad SAW, kitab kita sama dll.

      Kalau masalah ini dibesar2kan tentunya kita akan diejek oleh kalangan non
      muslim yang mungkin saja mereka sebagian bisa saja masuk dalam milis ini.

      Yang masih ingin membahasnya, inti masalah yang dipertanyakan saudara
      penanya, yaitu masalah HABAIB. Dia bertanya tentu karena dia tidak tahu dan
      ingin tahu, jangan malah dihakimi. Menyerang orang2 yg ingin belajar
      (seperti saya misalnya) akan membuat saya minder dan akhirnya: males
      ah..............


      -----Original Message-----
      From: media-dakwah@yahoogroups.com [mailto:media-dakwah@yahoogroups.com]On
      Behalf Of Rahmat
      Sent: Friday, February 02, 2007 4:32 AM
      To: 'suhana032003'; media-dakwah@yahoogroups.com
      Subject: RE: [media-dakwah] Re: keturunan nabi


      Islam semakin terasa aneh ketika ada yang mengclaim diri sebagi pengikut
      ini
      dan itu.lalu apakah Muhammadiyah bukan ahlussunah wal jamaah??

      _____

      From: media-dakwah@yahoogroups.com [mailto:media-dakwah@yahoogroups.com]
      On
      Behalf Of suhana032003
      Sent: Wednesday, January 31, 2007 11:03 PM
      To: media-dakwah@yahoogroups.com
      Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi

      masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
      salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
      harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.

      "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
      quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
      waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
      akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"

      waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
      menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..

      "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
      keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
      terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
      orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
      keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
      keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
      sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
      Ibrahim?"

      jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
      bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
      merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
      minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
      al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
      keturunan Rasul itu memang ada.

      yg kedua..

      rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
      orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
      qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
      (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
      tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
      adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
      bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.

      salam
      hana

      --- In media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
      yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@...> wrote:
      >
      > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
      bin Abi
      > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
      > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
      > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
      Ibrahim
      > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
      > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
      Fulan BIN
      > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena tidak ada
      > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
      Husain bin
      > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
      Nabi saw
      > apakah ini benar2 betul?
      > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah pengaturan
      > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
      pada orang
      > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
      > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
      habaib,
      > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat dari
      > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli Sunah
      > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
      > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
      > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
      > Muhammad saw.
      > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
      kemudian haji
      > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
      misalnya,
      > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
      > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
      Indonesia
      > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut mencium
      > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
      > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
      menginap di
      > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak tertulis),
      > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
      mendapat
      > berkah.
      > .
      > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
      >
      > Maaf kalau saya salah.
      >
      > ----- Original Message -----
      > From: Muhamad Anhar
      > To: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
      yahoogroups.com
      > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
      > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
      >
      >
      > assalamualaikum wrwb..,
      >
      > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
      jelas
      > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
      sampai
      > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita dengar
      > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
      turunan nya.
      > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
      sebelum
      > nya ).
      > mohon penjelasan nya .
      >
      > wassallam
      >

      [Non-text portions of this message have been removed]






      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Ica Harahap
      Sekedar sharing dari milis sebelah... untuk mempertegas arti dari Ahli sunnah wal jamaah... Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana? Assalamu alaikum, Ustadz yang
      Message 2 of 14 , Feb 1, 2007
      • 0 Attachment
        Sekedar sharing dari milis sebelah... untuk mempertegas arti
        dari Ahli sunnah wal jamaah...



        Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?

        Assalamu alaikum,

        Ustadz yang dirahmati ALLAH, sekarang ini banyak aliran-aliran yang
        semua mengaku sebagi ahli sunnah waljamaah, dan menganggap kelompok
        mereka yang benar. Saya yang awam jadi bingung mau ke kelompok yang mana
        mau bergabung. Di antaranya ada Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir,
        Salafiah, dan Jamaah Tabliq. Terus terang saya takut bila salah pilih.
        Mohon Ustadz jelaskan.

        Wassalamu alaikum,

        Azizah


        Jawaban
        Assalamu 'alaikum warakamatullahi wabarakatuh,

        Sebenarnya boleh dibilang bahwa kesemua kelompok yang anda sebutkan itu
        termasuk kelompok ahlussunnah wal jamaah. Yaitu kelompok yang masih
        berpegang teguh sunnah (syariat) nabi Muhammad SAW dan apa-apa yang
        telah diteruskan oleh jamaah (para shahabat nabi SAW).

        Penyebutan istilah itu biasanya diidentikkan sebagai lawan dari
        aliran-aliran sesat pada masalah aqidah, sehingga merusak dasar
        keimanan. Adapun dasar aqidah keempat kelompok itu masih di dalam
        koridor aqidah yang benar dan lurus. Sehingga kesemuanya termasuk
        saudara-saudara kita seiman dan seaqidah. Tidak ada perbedaan apa pun
        dalam masalah dasar aqidah, kecuali hanya pada detail-detail yang tidak
        prinsipil, atau wialyah yang masih dimungkinkan terjadinya perbedaan
        pendapat.

        Tujuan Ikut Kelompok

        Lepas dari masalah keahlisunnahan masing-masing kelompok itu dan peranan
        mereka, kalau judulnya ingin belajar agama dan ilmu-ilmu syariah,
        sebenarnya yang lebih cepat bukan dengan masuk ke berbagai kelompok itu.
        Tetapi belajar kepada para ahli di bidang ilmu-ilmu langsung, baik
        berupa institusi formal seperti universitas Islam atau pun secara non
        formal dengan para ulama yang ahli di bidangnya.

        Bahwa para ulama itu ternyata berlatar belakang suatu kelompok, asalkan
        dia ahli di bidangnya dan tetap berlaku profesional dengan ilmunya,
        tentu tidak mengapa. Tetapi yang kami tekankan di sini, belajar
        mendalami ilmu-ilmu keIslaman secara intensif, mendalam dan kontinyu,
        justru lebih cepat mengantarkan anda kepada ilmu-ilmu keIslaman. Dan
        kalau arahnya memang kepada belajar syariah, menjadi penting dari
        sekedar ikut-ikutan berbagai kelompok yang ada.

        Mengapa demikian?

        Sebab saat ini sudah terlalu banyak kelompok dengan beragam aktifitas
        mereka. Sayangnya, tidak semua aktifitas kelompok itu segera
        menyampaikan anda kepada ilmu-ilmu keIslaman. Bahkan kalangan yang
        paling aktif menyelenggaraan tarbiyah, tasqif, kajian dan majelis taklim
        pun, secara kualitas masih terbilang sangat rendah intensitas
        kurikulumnya.

        Belum ada di antara berbagai kelompok itu yang bisa memastikan para
        pengikutnya mahir berbahasa Arab. Apalagi sampai bisa membaca kitab
        berbahasa arab. Semata-mata ikut dalam kelompok itu belum tentu
        menjadikan kita sebagai mufassir, muhaddits, fuqaha, ahli ilmu dan
        seterusnya.

        Kemampuan sebagaiulama dan ahli ilmu memang tidak bisa dilahirkan lewat
        perbagai macam pergerakan itu semata. Tetapi harus lewat sebuah proses
        talabul ilmi (menunutut ilmu). Yaitu menjadi mahasiswa para ulama atau
        di berbagai pusat pengajaran agama Islam di dunia ini. Seperti Al-Azhar
        Asy-Syarif yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun. Dari rahim lembaga
        seperti inilah lahir para ulama, mufassir, muhaddits, fuqaha', pemimpin
        umat serta para ahli ilmu.

        Kesanalah seharusnya anda menatap, kalau niatnya ingin belajar agama dan
        ilmu-ilmu syariah. Bahkan para tokoh ulama yang ada di berbagai kelompok
        itu, justru keluaran dari berbagai universitas Islam. Di sanalah mereka
        ditempa menjadi para ulama dari segi keilmuan. Bukan semata di dalam
        kelompoknya.

        Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warakamatullahi
        wabarakatuh,

        Ahmad Sarwat, Lc.



        Rahmat <rahmat_dev@...> wrote: Islam semakin terasa aneh ketika ada yang mengclaim diri sebagi pengikut ini
        dan itu.lalu apakah Muhammadiyah bukan ahlussunah wal jamaah??

        _____

        From: media-dakwah@yahoogroups.com [mailto:media-dakwah@yahoogroups.com] On
        Behalf Of suhana032003
        Sent: Wednesday, January 31, 2007 11:03 PM
        To: media-dakwah@yahoogroups.com
        Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi

        masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
        salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
        harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.

        "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
        quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
        waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
        akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"

        waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
        menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..

        "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
        keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
        terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
        orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
        keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
        keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
        sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
        Ibrahim?"

        jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
        bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
        merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
        minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
        al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
        keturunan Rasul itu memang ada.

        yg kedua..

        rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
        orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
        qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
        (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
        tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
        adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
        bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.

        salam
        hana

        --- In media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@...> wrote:
        >
        > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
        bin Abi
        > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
        > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
        > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
        Ibrahim
        > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
        > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
        Fulan BIN
        > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena tidak ada
        > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
        Husain bin
        > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
        Nabi saw
        > apakah ini benar2 betul?
        > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah pengaturan
        > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
        pada orang
        > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
        > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
        habaib,
        > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat dari
        > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli Sunah
        > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
        > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
        > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
        > Muhammad saw.
        > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
        kemudian haji
        > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
        misalnya,
        > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
        > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
        Indonesia
        > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut mencium
        > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
        > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
        menginap di
        > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak tertulis),
        > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
        mendapat
        > berkah.
        > .
        > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
        >
        > Maaf kalau saya salah.
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: Muhamad Anhar
        > To: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
        > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
        > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
        >
        >
        > assalamualaikum wrwb..,
        >
        > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
        jelas
        > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
        sampai
        > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita dengar
        > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
        turunan nya.
        > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
        sebelum
        > nya ).
        > mohon penjelasan nya .
        >
        > wassallam
        >

        [Non-text portions of this message have been removed]






        ---------------------------------
        No need to miss a message. Get email on-the-go
        with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • suhana032003
        jawabnya ya..tergantung.. andai orang yg di dalam tubuh muhammadiyah itu berpegangan teguh pada al-qur an dan hadist, ya..maka orang itu masuk kategori
        Message 3 of 14 , Feb 1, 2007
        • 0 Attachment
          jawabnya ya..tergantung..
          andai orang yg di dalam tubuh muhammadiyah itu berpegangan teguh pada
          al-qur'an dan hadist, ya..maka orang itu masuk kategori ahlussunnah
          wal jamaah. yg dikatakan ahlussunah wal jamaah itu bukan
          muhammadiyah-nya, NU-nya, or apalah nama2 kelompok itu. tapi orang per
          orang yg tetap berpegangan teguh pada al-qur'an dan sunnah, maka

          "siapakah ahlussunnah wal jamaah. yaitu orang2 yg berpegangan teguh
          pada al-qur'an dan sunnah walaupun sendirian, maka dialah ahlussunnah
          wal jamaah"

          jadi..siapapun kelompok itu yg mengatasnamakan ahlussunnah wal jamaah,
          tapi tidak berpegangan pada kedua itu. maka tidak masuk dalam kategori
          itu, walaupun orang itu berada dalam kelompok muhammadiyah, NU, PKS,
          HT, FBR, FPI or apalah..jadi..jangan lihat kelompoknya, tapi lihat
          satu persatu orang yg didalamnya.

          aku nda ikutan kelompok manapun..masih setia dengan kelompok
          Rasulullah aja.


          salam
          hana

          --- In media-dakwah@yahoogroups.com, "Rahmat" <rahmat_dev@...> wrote:
          >
          > Islam semakin terasa aneh ketika ada yang mengclaim diri sebagi
          pengikut ini
          > dan itu.lalu apakah Muhammadiyah bukan ahlussunah wal jamaah??
          >
          >
          >
          > _____
          >
          > From: media-dakwah@yahoogroups.com
          [mailto:media-dakwah@yahoogroups.com] On
          > Behalf Of suhana032003
          > Sent: Wednesday, January 31, 2007 11:03 PM
          > To: media-dakwah@yahoogroups.com
          > Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi
          >
          >
          >
          > masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
          > salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
          > harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.
          >
          > "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
          > quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
          > waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
          > akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"
          >
          > waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
          > menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..
          >
          > "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
          > keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
          > terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
          > orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
          > keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
          > keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
          > sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
          > Ibrahim?"
          >
          > jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
          > bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
          > merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
          > minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
          > al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
          > keturunan Rasul itu memang ada.
          >
          > yg kedua..
          >
          > rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
          > orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
          > qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
          > (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
          > tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
          > adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
          > bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.
          >
          > salam
          > hana
          >
          > --- In media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
          > yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@> wrote:
          > >
          > > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
          > bin Abi
          > > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
          > > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
          > > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
          > Ibrahim
          > > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
          > > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
          > Fulan BIN
          > > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena
          tidak ada
          > > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
          > Husain bin
          > > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
          > Nabi saw
          > > apakah ini benar2 betul?
          > > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah
          pengaturan
          > > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
          > pada orang
          > > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
          > > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
          > habaib,
          > > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat dari
          > > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli Sunah
          > > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
          > > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
          > > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
          > > Muhammad saw.
          > > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
          > kemudian haji
          > > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
          > misalnya,
          > > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
          > > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
          > Indonesia
          > > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut
          mencium
          > > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
          > > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
          > menginap di
          > > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak
          tertulis),
          > > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
          > mendapat
          > > berkah.
          > > .
          > > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
          > >
          > > Maaf kalau saya salah.
          > >
          > > ----- Original Message -----
          > > From: Muhamad Anhar
          > > To: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
          yahoogroups.com
          > > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
          > > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
          > >
          > >
          > > assalamualaikum wrwb..,
          > >
          > > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
          > jelas
          > > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
          > sampai
          > > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita
          dengar
          > > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
          > turunan nya.
          > > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
          > sebelum
          > > nya ).
          > > mohon penjelasan nya .
          > >
          > > wassallam
          > >
          >
          >
          >
          >
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
        • A Nizami
          Assalamu alaikum wr wb, Sesungguhnya keturunan Nabi Muhammad SAW masih hidup. Meski cucu beliau Hasan dan Husein terbunuh, namun terbunuhnya ketika sudah
          Message 4 of 14 , Feb 1, 2007
          • 0 Attachment
            Assalamu'alaikum wr wb,
            Sesungguhnya keturunan Nabi Muhammad SAW masih hidup.
            Meski cucu beliau Hasan dan Husein terbunuh, namun
            terbunuhnya ketika sudah mempunyai anak/keturunan.

            Oleh karena itu jika kita buka Sahih Bukhari/Muslim
            tentang Imam Mahdi ada disebut bahwa Imam Mahdi adalah
            turunan Nabi.

            Tidak semua yang mengaku keturunan Nabi benar2
            keturunan Nabi. Ada yang sekedar mengaku2.

            Para Imam Syi'ah di Iran dianggap merupakan keturunan
            Nabi. Di Indonesia juga yang keturunan Nabi biasanya
            dipanggil dengan Habib.

            Saya rasa tidak perlu kita berdebat terlalu panjang.
            Yang penting pedoman kita adalah Al Qur'an dan Hadits.

            Wassalam
            --- Rahmat <rahmat_dev@...> wrote:

            > Islam semakin terasa aneh ketika ada yang mengclaim
            > diri sebagi pengikut ini
            > dan itu.lalu apakah Muhammadiyah bukan ahlussunah
            > wal jamaah??
            >
            >
            >
            > _____
            >
            > From: media-dakwah@yahoogroups.com
            > [mailto:media-dakwah@yahoogroups.com] On
            > Behalf Of suhana032003
            > Sent: Wednesday, January 31, 2007 11:03 PM
            > To: media-dakwah@yahoogroups.com
            > Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi
            >
            >
            >
            > masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah
            > dibacakan hadist oleh
            > salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya
            > : kalau salah
            > harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit
            > bunyinya.
            >
            > "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku
            > yaitu suku
            > quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt
            > nama ayahku" dan
            > waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg
            > mengatakan "tidak
            > akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh
            > keturunanku"
            >
            > waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt
            > ayahku untuk
            > menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya
            > menjawab..
            >
            > "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau
            > bangga menjadi
            > keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah
            > keturunan lalu
            > terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau
            > benar..hubungan darah
            > orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya,
            > lalu gimana dgn
            > keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak
            > mempunyai darah
            > keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa
            > dia mewarisi ketidak
            > sholehan orang tuanya? kalau benar spt
            > itu..bagaimana dengan Nabi
            > Ibrahim?"
            >
            > jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak
            > perlu menjadi
            > bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya
            > tidak perlulah
            > merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak
            > perlulah merasa
            > minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap
            > berpeganglah pada
            > al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg
            > dikatakan sebagai
            > keturunan Rasul itu memang ada.
            >
            > yg kedua..
            >
            > rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa
            > para habib adalah
            > orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi.
            > kalau benar yg pak
            > qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya
            > nda akan mereka
            > (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan
            > hadist. jadi..tolong
            > tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan
            > bahwa para habaib
            > adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh
            > Allah. dan dalil
            > bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada
            > dirinya, dlsbnya.
            >
            > salam
            > hana
            >
            > --- In media-dakwah@
            > <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
            > yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@...> wrote:
            > >
            > > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam
            > arti keturunan Ali
            > bin Abi
            > > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
            > > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada
            > ahlulbait.
            > > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2,
            > satu2nya anak laki nama
            > Ibrahim
            > > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih
            > kecil.
            > > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab
            > selalu mengatakan
            > Fulan BIN
            > > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali
            > Nabi Isa karena tidak ada
            > > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib,
            > bukan Hasan dan
            > Husain bin
            > > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang
            > mengaku keturunan
            > Nabi saw
            > > apakah ini benar2 betul?
            > > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw
            > sepertinya adalah pengaturan
            > > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang
            > merasa lebih dari
            > pada orang
            > > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya
            > itu terjadi.
            > > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang
            > tidak mengkultuskan
            > habaib,
            > > malah barangkali tidak percaya adanya habaib
            > (CMIIW para sahabat dari
            > > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam
            > lingkungan Ahli Sunah
            > > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib
            > sangat istimewa, dangan
            > > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
            > > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena
            > disana dilahirkan Nabi
            > > Muhammad saw.
            > > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi,
            > kedua habib,
            > kemudian haji
            > > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat,
            > hatta minum khamar
            > misalnya,
            > > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa
            > Nabi saw.
            > > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi
            > habib dan berada di
            > Indonesia
            > > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib
            > orang2 tua berebut mencium
            > > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2
            > menarik tangannya.
            > > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib
            > mampir atau
            > menginap di
            > > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang
            > merupakan hukum tak tertulis),
            > > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali.
            > Mereka menggangap
            > mendapat
            > > berkah.
            > > .
            > > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih
            > sahih.
            > >
            > > Maaf kalau saya salah.
            > >
            > > ----- Original Message -----
            > > From: Muhamad Anhar
            > > To: media-dakwah@
            > <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
            > yahoogroups.com
            > > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
            > > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
            > >
            > >
            > > assalamualaikum wrwb..,
            > >
            > > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai
            > saat ini masih kurang
            > jelas
            > > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad
            > SAW ). Apa benar
            > sampai
            > > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti
            > yg sering kita dengar
            > > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu
            > mengclaim sebagai
            > turunan nya.
            > > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya
            > sudah meninggal
            > sebelum
            > > nya ).
            > > mohon penjelasan nya .
            > >
            > > wassallam
            > >
            >
            >
            >
            >
            >
            > [Non-text portions of this message have been
            > removed]
            >
            >


            ===
            Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
            Kirim email ke: media-dakwah-subscribe@yahoogroups.com
            http://www.media-islam.or.id



            ____________________________________________________________________________________
            Don't pick lemons.
            See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
            http://autos.yahoo.com/new_cars.html
          • Barna
            Sori nih ikutan dikit, aku emang anggota pasif nih, tapi aku slalu baca artikel yg masuk ke milis MD Andaikan Umat di dunia ini punya prinsip seperti mbak
            Message 5 of 14 , Feb 1, 2007
            • 0 Attachment
              Sori nih ikutan dikit, aku emang anggota pasif nih, tapi aku slalu baca
              artikel yg masuk ke milis MD'

              Andaikan Umat di dunia ini punya prinsip seperti mbak Hana atau bener -
              bener mengikuti Ajaran Al-qur'an & Hadist Rosululloh , atau paling ngak
              Seluruh umat islam bisa bersatu, alangkah indahnya kehidupan di dunia
              ini. ( Tapi apa itu mungkin . hanya Alloh yg tahu )

              Hamba Alloh ini hanya bisa berdo'a semoga umat ISLAM bisa bersatu dan
              tidak mementingkan kelopoknya masing - masing, dan mau memahami
              perbedaan sesama Umat.

              Amin . Amin . Amin..

              Wassalam,

              Barna




              -----Original Message-----
              From: suhana032003 [mailto:suhana032003@...]
              Sent: 01 Februari 2007 15:15
              To: media-dakwah@yahoogroups.com
              Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi

              jawabnya ya..tergantung..
              andai orang yg di dalam tubuh muhammadiyah itu berpegangan teguh pada
              al-qur'an dan hadist, ya..maka orang itu masuk kategori ahlussunnah
              wal jamaah. yg dikatakan ahlussunah wal jamaah itu bukan
              muhammadiyah-nya, NU-nya, or apalah nama2 kelompok itu. tapi orang per
              orang yg tetap berpegangan teguh pada al-qur'an dan sunnah, maka

              "siapakah ahlussunnah wal jamaah. yaitu orang2 yg berpegangan teguh
              pada al-qur'an dan sunnah walaupun sendirian, maka dialah ahlussunnah
              wal jamaah"

              jadi..siapapun kelompok itu yg mengatasnamakan ahlussunnah wal jamaah,
              tapi tidak berpegangan pada kedua itu. maka tidak masuk dalam kategori
              itu, walaupun orang itu berada dalam kelompok muhammadiyah, NU, PKS,
              HT, FBR, FPI or apalah..jadi..jangan lihat kelompoknya, tapi lihat
              satu persatu orang yg didalamnya.

              aku nda ikutan kelompok manapun..masih setia dengan kelompok
              Rasulullah aja.

              salam
              hana

              --- In media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
              yahoogroups.com, "Rahmat" <rahmat_dev@...> wrote:
              >
              > Islam semakin terasa aneh ketika ada yang mengclaim diri sebagi
              pengikut ini
              > dan itu.lalu apakah Muhammadiyah bukan ahlussunah wal jamaah??
              >
              >
              >
              > _____
              >
              > From: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
              yahoogroups.com
              [mailto:media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
              yahoogroups.com] On
              > Behalf Of suhana032003
              > Sent: Wednesday, January 31, 2007 11:03 PM
              > To: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
              yahoogroups.com
              > Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi
              >
              >
              >
              > masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
              > salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
              > harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.
              >
              > "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
              > quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
              > waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
              > akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"
              >
              > waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
              > menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..
              >
              > "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
              > keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
              > terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
              > orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
              > keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
              > keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
              > sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
              > Ibrahim?"
              >
              > jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
              > bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
              > merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
              > minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
              > al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
              > keturunan Rasul itu memang ada.
              >
              > yg kedua..
              >
              > rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
              > orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
              > qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
              > (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
              > tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
              > adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
              > bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.
              >
              > salam
              > hana
              >
              > --- In media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
              > yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@> wrote:
              > >
              > > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
              > bin Abi
              > > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
              > > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
              > > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
              > Ibrahim
              > > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
              > > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
              > Fulan BIN
              > > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena
              tidak ada
              > > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
              > Husain bin
              > > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
              > Nabi saw
              > > apakah ini benar2 betul?
              > > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah
              pengaturan
              > > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
              > pada orang
              > > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
              > > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
              > habaib,
              > > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat
              dari
              > > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli
              Sunah
              > > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
              > > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
              > > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
              > > Muhammad saw.
              > > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
              > kemudian haji
              > > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
              > misalnya,
              > > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
              > > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
              > Indonesia
              > > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut
              mencium
              > > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
              > > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
              > menginap di
              > > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak
              tertulis),
              > > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
              > mendapat
              > > berkah.
              > > .
              > > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
              > >
              > > Maaf kalau saya salah.
              > >
              > > ----- Original Message -----
              > > From: Muhamad Anhar
              > > To: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
              yahoogroups.com
              > > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
              > > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
              > >
              > >
              > > assalamualaikum wrwb..,
              > >
              > > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
              > jelas
              > > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
              > sampai
              > > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita
              dengar
              > > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
              > turunan nya.
              > > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
              > sebelum
              > > nya ).
              > > mohon penjelasan nya .
              > >
              > > wassallam
              > >
              >
              >
              >
              >
              >
              > [Non-text portions of this message have been removed]
              >



              [Non-text portions of this message have been removed]
            • Hasbiyanto
              Saya sangat setuju, bahwa keturunan orang sholeh belum pasti masuk surga, sepanjang umat melakukan dosa syirik. Sama dengan berita didaerah di Indonesia ini.
              Message 6 of 14 , Feb 1, 2007
              • 0 Attachment
                Saya sangat setuju, bahwa keturunan orang sholeh belum pasti masuk
                surga, sepanjang umat melakukan dosa syirik. Sama dengan berita didaerah
                di Indonesia ini. Kalau sudah ketemu yang katanya " Habaib atau Habib"
                wah bukan main bangganya. Bahkan tangan Habaib tadi sampai di cium-2
                segala. Di daerah saya tinggal, sangat ironis lagi, saya punya teman
                yang katanya keturunan Habaib, tapi tidak pernah sholat, tidak puasa,
                tapi tetap saja di sanjung-2 dan dipuji-2 dan sangat dihormati...
                MasyaAlloh. Kalau saya sih sorry sajalah, walaupun katanya keturunan
                Habib, tapi kalau kelakuannya kurang terpuji, ya sebaiknya menjauh
                saja.

                Wassalam,

                >>> "suhana032003" <suhana032003@...> 2/1/2007 3:03 PM >>>
                masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
                salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
                harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.

                "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
                quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
                waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
                akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"

                waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
                menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..

                "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
                keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
                terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
                orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
                keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
                keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
                sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
                Ibrahim?"

                jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
                bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
                merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
                minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
                al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
                keturunan Rasul itu memang ada.

                yg kedua..

                rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
                orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
                qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
                (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
                tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
                adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
                bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.



                salam
                hana




                --- In media-dakwah@yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@...> wrote:
                >
                > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
                bin Abi
                > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
                > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
                > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
                Ibrahim
                > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
                > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
                Fulan BIN
                > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena tidak
                ada
                > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
                Husain bin
                > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
                Nabi saw
                > apakah ini benar2 betul?
                > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah
                pengaturan
                > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
                pada orang
                > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
                > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
                habaib,
                > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat
                dari
                > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli
                Sunah
                > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
                > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
                > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
                > Muhammad saw.
                > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
                kemudian haji
                > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
                misalnya,
                > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
                > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
                Indonesia
                > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut
                mencium
                > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
                > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
                menginap di
                > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak
                tertulis),
                > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
                mendapat
                > berkah.
                > .
                > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
                >
                > Maaf kalau saya salah.
                >
                > ----- Original Message -----
                > From: Muhamad Anhar
                > To: media-dakwah@yahoogroups.com
                > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
                > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
                >
                >
                > assalamualaikum wrwb..,
                >
                > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
                jelas
                > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
                sampai
                > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita
                dengar
                > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
                turunan nya.
                > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
                sebelum
                > nya ).
                > mohon penjelasan nya .
                >
                > wassallam
                >
              • Alex Asyandra
                Assalamu alaikum. Ikut komentar. Perbedaan bukan berarti permusuhan.... justru dengan adanya perbedaan kita harus bersatu membangun Ukuwah Islamiah .
                Message 7 of 14 , Feb 1, 2007
                • 0 Attachment
                  Assalamu 'alaikum.

                  Ikut komentar.

                  Perbedaan bukan berarti permusuhan.... justru dengan adanya perbedaan kita
                  harus bersatu membangun Ukuwah Islamiah .

                  Bayangkan kalau kita semua di ciptakan sama antara satu dengan yang
                  lainnya.... tentu kita tidak akan mengenali siapa diri kita

                  begitupun sebaliknya. atau bahkan kita akan kesulitan untuk mencari istri
                  atau suami.

                  Saya jadi ingat kata Aa Gym. Sebuah bangunan yang kokoh terdiri dari
                  berbagai material ada, batu , bata, semen, pasir,besi,air dll

                  Bayangkan kalau bengunan tersebut hanya terbuat dari pasir misalnya....
                  apa yang akan terjadi.

                  Ahlisunnah adalah yang tidak keluar dari koridor Alqur,an dan Sunnah
                  Rosull.

                  Mohon ma,af kalau tidak berkenan

                  Wassalam.


                  B - rgds.
                  Alex Asyandra




                  [Non-text portions of this message have been removed]
                • ARIHADI
                  salam pa rahmat yg dirahmati Allah..... bukan islamnya yg aneh, tapi orang islamnya yg aneh, mrka/kita saling mengklaim yg paling benar, sementara permasalahan
                  Message 8 of 14 , Feb 2, 2007
                  • 0 Attachment
                    salam
                    pa rahmat yg dirahmati Allah.....

                    bukan islamnya yg aneh, tapi orang islamnya yg aneh, mrka/kita saling mengklaim yg paling benar, sementara permasalahan ummat bukan sekedar perbedaan dlm manhaj/ dlm bribadah saja, sehingga ummat islam di dunia ini selalu jadi "nomor dua".

                    mohon maaf kalau ad kesalahan, yg benar datang dari Allah.

                    salam



                    ----- Original Message -----
                    From: Rahmat
                    To: 'suhana032003' ; media-dakwah@yahoogroups.com
                    Sent: Friday, February 02, 2007 4:31 AM
                    Subject: RE: [media-dakwah] Re: keturunan nabi


                    Islam semakin terasa aneh ketika ada yang mengclaim diri sebagi pengikut ini
                    dan itu.lalu apakah Muhammadiyah bukan ahlussunah wal jamaah??

                    _____

                    From: media-dakwah@yahoogroups.com [mailto:media-dakwah@yahoogroups.com] On
                    Behalf Of suhana032003
                    Sent: Wednesday, January 31, 2007 11:03 PM
                    To: media-dakwah@yahoogroups.com
                    Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi

                    masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
                    salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
                    harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.

                    "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
                    quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
                    waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
                    akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"

                    waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
                    menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..

                    "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
                    keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
                    terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
                    orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
                    keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
                    keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
                    sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
                    Ibrahim?"

                    jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
                    bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
                    merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
                    minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
                    al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
                    keturunan Rasul itu memang ada.

                    yg kedua..

                    rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
                    orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
                    qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
                    (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
                    tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
                    adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
                    bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.

                    salam
                    hana

                    --- In media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
                    yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@...> wrote:
                    >
                    > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
                    bin Abi
                    > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
                    > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
                    > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
                    Ibrahim
                    > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
                    > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
                    Fulan BIN
                    > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena tidak ada
                    > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
                    Husain bin
                    > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
                    Nabi saw
                    > apakah ini benar2 betul?
                    > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah pengaturan
                    > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
                    pada orang
                    > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
                    > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
                    habaib,
                    > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat dari
                    > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli Sunah
                    > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
                    > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
                    > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
                    > Muhammad saw.
                    > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
                    kemudian haji
                    > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
                    misalnya,
                    > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
                    > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
                    Indonesia
                    > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut mencium
                    > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
                    > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
                    menginap di
                    > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak tertulis),
                    > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
                    mendapat
                    > berkah.
                    > .
                    > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
                    >
                    > Maaf kalau saya salah.
                    >
                    > ----- Original Message -----
                    > From: Muhamad Anhar
                    > To: media-dakwah@ <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
                    > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
                    > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
                    >
                    >
                    > assalamualaikum wrwb..,
                    >
                    > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
                    jelas
                    > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
                    sampai
                    > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita dengar
                    > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
                    turunan nya.
                    > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
                    sebelum
                    > nya ).
                    > mohon penjelasan nya .
                    >
                    > wassallam
                    >

                    [Non-text portions of this message have been removed]








                    Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
                    using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
                    accept no liability for any loss or damage arising
                    from the use of this E-Mail or attachments.








                    Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
                    using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
                    accept no liability for any loss or damage arising
                    from the use of this E-Mail or attachments.

                    [Non-text portions of this message have been removed]
                  • Hendra Arif
                    Yang saya alami sekarang ini juga aneh dengan keturunan Nabi. Mereka bangga dengan keturunan Nabi. Saya (golongan bukan habib) mendapatkan istri anak Habib,
                    Message 9 of 14 , Feb 7, 2007
                    • 0 Attachment
                      Yang saya alami sekarang ini juga aneh dengan keturunan Nabi. Mereka bangga dengan keturunan Nabi. Saya (golongan bukan habib) mendapatkan istri anak Habib, dan biasanya anak habib harus mendapatkan keturunan habib juga. dari situ ada kejanggalan. semua manusia dilahirkan dengan derajat yang sama. Katanya Habib itu sudah pasti ahlisunnah waljamaah. tapi saya lihat dari kelakuan sehari2 seorang habib jauh dari seharusnya seorang habib. Shalat jarang utk berjamaah, menganggap yang lain itu salah apalagi dengan Muhammadiyah. mereka benci sekali dengan muhammadiyah. padahal dlm hati saya, islam itu semua ahli sunnah tidak keluar dari alquran dan hadist.

                      ----- Original Message -----
                      From: Hasbiyanto
                      To: suhana032003 ; media-dakwah@yahoogroups.com
                      Sent: Friday, February 02, 2007 7:05 AM
                      Subject: [media-dakwah] Re: keturunan nabi


                      Saya sangat setuju, bahwa keturunan orang sholeh belum pasti masuk
                      surga, sepanjang umat melakukan dosa syirik. Sama dengan berita didaerah
                      di Indonesia ini. Kalau sudah ketemu yang katanya " Habaib atau Habib"
                      wah bukan main bangganya. Bahkan tangan Habaib tadi sampai di cium-2
                      segala. Di daerah saya tinggal, sangat ironis lagi, saya punya teman
                      yang katanya keturunan Habaib, tapi tidak pernah sholat, tidak puasa,
                      tapi tetap saja di sanjung-2 dan dipuji-2 dan sangat dihormati...
                      MasyaAlloh. Kalau saya sih sorry sajalah, walaupun katanya keturunan
                      Habib, tapi kalau kelakuannya kurang terpuji, ya sebaiknya menjauh
                      saja.

                      Wassalam,

                      >>> "suhana032003" <suhana032003@...> 2/1/2007 3:03 PM >>>
                      masalah keturunannya Rasulullah, akupun pernah dibacakan hadist oleh
                      salah seorang guru hadistku yg kira2 begini bunyinya : kalau salah
                      harap dikoreksi, aku hanya menghafal sedikit bunyinya.

                      "sesungguhnya imam mahdi itu adalah dari keturunanku yaitu suku
                      quraish, namanya spt namaku dan nama ayahnya spt nama ayahku" dan
                      waktu itu aku dengarkan cerita riwayat hadist itu yg mengatakan "tidak
                      akan aman bumi ini sebelum diselesaikan oleh keturunanku"

                      waktu itu aku sempat tanyakan ke guruku yg sudah spt ayahku untuk
                      menanyakan kebenarannya. tapi..beliau hanya menjawab..

                      "andai ada..lalu kamu mau apa?mau kenalan?atau mau bangga menjadi
                      keturunannya?apa kamu pikir, hanya bermodalkan darah keturunan lalu
                      terjamin keselamatannya dan kesholehannya??kalau benar..hubungan darah
                      orang sholeh itu menjamin kesholehan keturunannya, lalu gimana dgn
                      keturunan nabi nuh dan nabi luth?dan orang yg tidak mempunyai darah
                      keturunan orang sholeh, lalu mau kamu judge bahwa dia mewarisi ketidak
                      sholehan orang tuanya? kalau benar spt itu..bagaimana dengan Nabi
                      Ibrahim?"

                      jadi intinya..andai ada or tidakpun, harusnya tidak perlu menjadi
                      bahan perdebatan, dan yg merasa sebagai keturunannya tidak perlulah
                      merasa bangga dan yg bukan keturunannya pun tidak perlulah merasa
                      minder dan merasa tidak bisa sholah..:) tetap berpeganglah pada
                      al-qur'an dan hadist, bahwa berita ttg imam mahdi yg dikatakan sebagai
                      keturunan Rasul itu memang ada.

                      yg kedua..

                      rasanya orang2 salaf, tidak pernah mengajarkan bahwa para habib adalah
                      orang kedua yg terjamin masuk syurga setelah Nabi. kalau benar yg pak
                      qosim katakan bahwa itu ajaran orang salaf, rasanya nda akan mereka
                      (orang2 salaf) bicara tanpa dalil al-qur'an dan hadist. jadi..tolong
                      tunjukan dalil hadist dan al-qur'an yg mengatakan bahwa para habaib
                      adalah orang ke dua yg di jamin masuk syurga oleh Allah. dan dalil
                      bahwa para habaib mengandung keberkahan yg ada pada dirinya, dlsbnya.

                      salam
                      hana

                      --- In media-dakwah@yahoogroups.com, "Abu Qosim" <aq2005@...> wrote:
                      >
                      > Dulu pernah saya dengar keturunan Nabi saw, dalam arti keturunan Ali
                      bin Abi
                      > Talib-Fatimah, sebetulnya tidak ada, karena
                      > terbunuh semua oleh orang2 yang anti kepada ahlulbait.
                      > Nabi Muhamammad saw tidak punya anak laki2, satu2nya anak laki nama
                      Ibrahim
                      > dari jariah bernama Maria meninggal sewaktu masih kecil.
                      > Secara umum nama orang apalagi dalam budaya Arab selalu mengatakan
                      Fulan BIN
                      > (anak dari) ayahnya, bukan bin ibunya, kecuali Nabi Isa karena tidak
                      ada
                      > bapaknya. Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Talib, bukan Hasan dan
                      Husain bin
                      > Fatimah binti Muahammad saw. Jadi kalau ada yang mengaku keturunan
                      Nabi saw
                      > apakah ini benar2 betul?
                      > Tidak adanya garis langsung kepada Nabi saw sepertinya adalah
                      pengaturan
                      > dari Allah swt, yaitu agar tidak ada orang yang merasa lebih dari
                      pada orang
                      > lainnya, hanya karena keturunannya, dan nyatanya itu terjadi.
                      > Saya besar dalam lingkungan Muhamadiyah, yang tidak mengkultuskan
                      habaib,
                      > malah barangkali tidak percaya adanya habaib (CMIIW para sahabat
                      dari
                      > Muhamadiyah). Setelah tua dan saya berada dalam lingkungan Ahli
                      Sunah
                      > waljamaah baru jelas betapa kedudukan habaib sangat istimewa, dangan
                      > kepercayaan yang entah dari mana sbb.
                      > * Bangsa Arab adalah yang paling mulia karena disana dilahirkan Nabi
                      > Muhammad saw.
                      > * Pangkat dari Allah untuk manusia pertama Nabi, kedua habib,
                      kemudian haji
                      > * Habib pasti masuk surga, hatta tidak shalat, hatta minum khamar
                      misalnya,
                      > itu dijamin dan mereka yakin benar, itu karena doa Nabi saw.
                      > Dalam praktek manusia yang ditakdirkan menjadi habib dan berada di
                      Indonesia
                      > sungguh beruntung. Di kampung kalau ada habib orang2 tua berebut
                      mencium
                      > tangannya, tapi habib yang muda biasanya cepat2 menarik tangannya.
                      > Orang2 desa merasa hepi dan bangga kalau ada habib mampir atau
                      menginap di
                      > rumahnya, meskipun harus ngamplopin (yang merupakan hukum tak
                      tertulis),
                      > meskipun setiap minggu kedatangan satu dua kali. Mereka menggangap
                      mendapat
                      > berkah.
                      > .
                      > Mohon kalau ada yang menjelaskan dengan lebih sahih.
                      >
                      > Maaf kalau saya salah.
                      >
                      > ----- Original Message -----
                      > From: Muhamad Anhar
                      > To: media-dakwah@yahoogroups.com
                      > Sent: Monday, January 22, 2007 6:56 PM
                      > Subject: [media-dakwah] keturunan nabi
                      >
                      >
                      > assalamualaikum wrwb..,
                      >
                      > maaf..sebelum nya, ada satu ganjalan yg sampai saat ini masih kurang
                      jelas
                      > bagi saya yaitu mengenai keturunan nabi ( Muhammad SAW ). Apa benar
                      sampai
                      > saat ini beliau masih mempunyai keturunan ,seperti yg sering kita
                      dengar
                      > dari orang2 yg menyandang gelar nama tertentu mengclaim sebagai
                      turunan nya.
                      > karena setahu saya anak2 nabi ( laki2 dan cucunya sudah meninggal
                      sebelum
                      > nya ).
                      > mohon penjelasan nya .
                      >
                      > wassallam
                      >






                      ------------------------------------------------------------------------------


                      Internal Virus Database is out-of-date.
                      Checked by AVG Free Edition.
                      Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.17.12/655 - Release Date: 1/28/2007 1:12 PM


                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.