Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bekal Menyibak Belantara Televisi

Expand Messages
  • Remotivi Remotivi
    Bekal Menyibak Belantara Televisi Oleh: Wisnu Prasetya Utomo Kebanyakan kajian tentang televisi selama ini mendakwa kotak ajaib tersebut sebagai pihak yang
    Message 1 of 1 , Jan 16, 2013
    • 0 Attachment
      Bekal Menyibak Belantara Televisi
      Oleh: Wisnu Prasetya Utomo


      Kebanyakan kajian tentang televisi selama ini mendakwa kotak ajaib tersebut sebagai pihak yang bersalah. Televisi dituding sebagai kotak pandora yang menyebabkan kekerasan, aksi-aksi kejahatan terhadap perempuan, sampai manipulasi perang. Kehadirannya dianggap sebagai penyebab utama kelahiran generasi digital natives yang lebih mementingkan “citra” ketimbang “substansi”.

      Seolah belum cukup, dalam agenda akademik, televisi juga mendapatkan suara miring. George Gerbner dalam karyanya yang telah menjadi klasik Living with Television : The Violence Profil (1976) misalnya, menjelaskan tentang dampak dari menonton televisi. Menurut penelitian yang memunculkan teori kultivasi ini, televisi menjadi sarana bagi audiens untuk belajar tentang kondisi lingkungan dan kebudayaan masyarakat.

      Melalui interaksi dengan televisi, penonton memahami dunia dan orang-orang di dalamnya. Audiens yang sudah kecanduan televisi--Gerbner menyebutnya heavy viewers –akan menganggap bahwa apa yang terjadi dalam televisi sama dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Pun demikian dengan kekerasan yang dianggap wajar, karena televisi kerap menayangkan tayangan dengan unsur kekerasan.

      Suara miring lain tentang televisi datang dari Neil Postman. Dalam buku Amusing Ourselves to Death (1985), ilmuwan cum aktivis Amerika Serikat ini bahkan sampai pada satu kesimpulan radikal: televisi telah melahirkan budaya yang memperlemah rasionalitas manusia dalam menafsirkan dunia. Menurutnya, budaya televisi telah menghancurkan budaya baca yang sebelumnya dikembangkan oleh media cetak. Televisi hadir dengan hiburan sebagai supra-ideologi yang menumpulkan kesadaran kritis publik.
       
      Baca selengkapnya di >> www.remotivi.or.id
      --
      REMOTIVI
      "Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
      www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


      Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.