Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[PENDAPAT] Kala TV Kita Berpuasa

Expand Messages
  • Remotivi Remotivi
    Kala TV Kita Berpuasa Oleh: Muhamad Heychael IBADAH puasa baru saja usai. Kumandang takbir menjadi penandanya. Selama sebulan penuh, masyarakat kita diliputi
    Message 1 of 1 , Sep 5, 2011
    • 0 Attachment
      Kala TV Kita Berpuasa
      Oleh: Muhamad Heychael

      IBADAH puasa baru saja usai. Kumandang takbir menjadi penandanya. Selama sebulan penuh, masyarakat kita diliputi nuansa Ramadhan yang menyengat, tak terkecuali wajah televisi kita. Televisi mati-matian berdandan agar tetap tampil memikat bagi khalayak pemujanya. Lantas, bagaimana wajah Ramadhan yang dibangun televisi? Bagaimana proses dialog televisi sebagai media kepada masyarakat sebagi konsumennnya? Tentu tulisan ini berharap ia belum terlambat untuk ikut berpendapat.

      Menyusuri berbagai program televisi dengan remot di bulan Ramadhan, tidak akan tidak, akan terus mengingatkan kita akan bulan suci ini. Mulai dari sinetron hingga variety show bernuansa Islam, memenuhi layar kaca. Maklum saja, ini bulan puasa, maka konon televisi pun berpuasa dari acara-acara yang sifatnya keduniawian.

      Kalaulah demikian adanya, mestinya kita bersyukur, puasa kita terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkannya. Hanya saja, rasanya kita perlu menanyakan kembali apa makna puasa yang diintrodusir televisi kita? Apakah siaran adzan yang dibubuhi iklan juga bagian dari pemaknaan puasa yang hendak dibangun televisi? Dari satu contoh ini saja, kita bisa meraba apa yang sesungguhnya dimaksud berpuasa oleh kebanyakan tayangan pada televisi kita.

      >>baca selengkapnya di www.remotivi.or.id
       
      --
      REMOTIVI
      "Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
      www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


      Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.