Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Update Posko Pengaduan Penyintas 17.02 Erupsi Merapi per 31 Oktober 2010

Expand Messages
  • diy@walhi.or.id
    Posko Wukirsari [Koordinator: Fathur Roziqin FEN – 0818268001] Barak penyintas di Desa Wukirsari yang berjarak dari puncak Merapi sekitar 17 Km. barak ini
    Message 1 of 1 , Nov 1, 2010
    • 0 Attachment
      Posko Wukirsari
      [Koordinator: Fathur Roziqin FEN – 0818268001]

      Barak penyintas di Desa Wukirsari yang berjarak dari puncak Merapi sekitar
      17 Km. barak ini terbagi dalam tiga tempat, yakni di balai desa Wukirsari,
      SD Wukirsari dan kawasan pemukiman warga. Penyintas yang berada di desa
      Wukirsari adalah evakuasi dari barak Umbulharjo dan Kepuharjo. Evakuasi ini
      terpaksa dilakukan pasca letusan 30 Oktober dini hari sekitar pukul 00.27 –
      04.00 Wib disertai hujan pasir dan abu vulkanik.
      Situasi di kawasan barak Wukirsari sangat ramai, barak yang terletak di
      balai desa pun penuh sesak dengan penyintas dan relawan. Berdasarkan
      pengamatan langsung relawan 17.02, hilir mudik ratusan relawan dan
      penerimaan logistik yang masuk di barak menyebabkan kemacetan di sepanjang
      ruas jalan di sekitar desa Wukirsari. Penumpukan relawan ini sempat
      terpantau juga melalui frekuensi Balerante yang meminta para pihak yang
      berada di kawasan barak untuk mengkondisikan para relawannya.

      Posko Pengaduan Penyintas 17.02 Wukirsari menerima pengaduan dari Agung
      (penyintas dari Dusun Karanggeneng Desa Umbulharjo, Cangkringan) yang
      merupakan perwakilan penyintas yang berada di dua rumah warga yang
      dijadikan barak penyintas di sekitar Balai Desa dan SD Kiyaran Desa
      Wukirsari yang sudah Penuh. Aduan yang disampaikan adalah lambannya
      pendataan dan pedistribusian barang, sehingga Tim relawan 17.02 bersama
      Agung langsung melakukan verifikasi data penyintas yang ada di dua rumah
      warga tersebut kemudian dikomukasikan dengan pengelola Barak Wukirsari.
      Hasilnya beberapa saat kemudian, kebutuhan dasar untuk fasilitas tidur
      seperti selimut, susu balita, pakaian dan kebutuhan kelompok rentan
      langsung didistribusikan ke rumah warga yang dijadikan barak penyintas.

      Jumlah Penyintas yang ada di dua rumah warga adalah 28 orang terdiri dari
      13 Laki – laki dan 15 Perempuan dimana terdapat 3 balita dan 2 lansia.
      Selanjutnya penyintas yang berada di dua rumah warga tersebut masuk dalam
      manajemen barak yang ada di Desa Wukirsari.

      Posko Hargobinangun
      [Koordinator: Aida – 087839672950]

      (sarana sanitasi)
      Hingga hari kelima erupsi Merapi, fasilitas MCK di barak Hargobinangun
      masih kurang mencukupi. Dukungan mobil MCK sudah didatangkan dari Kesbang
      Polinmas Kabupaten Bantul, tetapi masih belum tercukupi.

      Sementara itu penyintas yang berada di barak Purwobinangun mengeluhkan
      petugas kesehatan yang tidak responsif melayani penyintas. Bahkan logistik
      yang tersimpan di tempat penyimpanan tidak segera didistribusikan. Logistik
      secara umum cukup, namun kekurangan pakaian layak pakai.

      Sebagian penyintas mengkhawatirkan keamanan dan ketersedian pakan ternak
      yang berada di rumah masing-masing. Kekhawatiran warga yang tidak segera
      direspon mengakibatkan sebagian dari mereka naik ke kawasan yang sudah
      disterilkan untuk sekedar memastikan pakan ternak.

      Posko Kepuharjo
      [Koordinator: Sulityo – 081392538060]

      Ketika terjadi guguran lava pijar pada 30 Oktober dini hari dengan
      intensitas besar ke arah tenggara dan selatan, menyebabkan kepanikan di
      barak penyintas dan penduduk Desa Kepuharjo. Kepanikan ini justru dipicu
      oleh relawan yang mengalami ketakutan.
      Dengan begitu, dibutuhkan tokoh-tokoh yang dapat menenangkan penyintas
      dalam situasi-situasi tertentu. Dalam kondisi seperti ini seharusnya
      relawan yang ditempatkan di barak penyintas memiliki integritas diri agar
      tidak menimbulkan permasalahan baru di barak.
      Hingga hari ke empat erupsi Merapi di barak Kepuharjo masih menyisakan
      kendala tenda yang tidak layak. Setiap hujan turun, penyintas yang tinggal
      di tenda mengeluhkan air hujan yang menggenangi tenda. Genangan air ini
      tidak segera diantisipasi dengan pembuatan parit di sekitar tenda. Inilah
      salah satu alasan mengapa beberapa penyintas terpaksa mengevakuasi diri ke
      Barak sekitar Desa Wukirsari, Cangkringan. Para penyintas berinisiatif
      untuk tinggal di rumah warga yang berada di luar barak yang tersedia di
      desa Wukirsari.
      Sedangkan untuk barak yang berlokasi di SMK N 1 Cangkringan (Desa
      Kepuharjo), yang didominasi oleh masyarakat dari Kaliadem, telah diatur
      berdasarkan penyintas lanjut usia (lansia) dan balita. Barak ini telah
      disediakan kasur meskipun dalam jumlah yang sangat terbatas. Sementara itu
      jatah makan justru berlimpah, penyintas mengkhawatirkan makan tersebut
      menjadi sia-sia.

      Penyintas mulai mengalami kebosanan. Selain aktifitas yang monoton,
      penyintas mulai mengalami kerisauan karena tidak adanya kepastian informasi
      mengenai tempat tinggal mereka selanjutnya pasca diterjang awan panas
      beberapa waktu lalu.

      bisa dilihat di :
      http://walhi-jogja.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=102&Itemid=1

      Salam,
      Halik Sandera
      Kesekretariatan Posko Pengaduan Penyintas 17.02
      Wahana Lingkungan Hidup Indonesia - Yogyakarta
      Jl. Nyi Pembayun 14 A Karang Samalo Kotagede Yogyakarta 55172
      telp/fax : 0274-378631 ; email : diy@... |
      office@...
      Website : www.walhi-jogja.or.id
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.