Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

sungguh manusia itu merusak alam

Expand Messages
  • Challida Hikmarani
    posting dari milis tetangga..sebagai penghuni bumi ga tahan untuk menyebarkannya.. bisa dikroscek kok Kampungku diobok-obok!!! Senin (7/7) DPRD Kabupaten
    Message 1 of 1 , Jul 10, 2008
    • 0 Attachment
      posting dari milis tetangga..sebagai penghuni bumi ga tahan untuk
      menyebarkannya.. bisa dikroscek kok

      "Kampungku diobok-obok!!!"

      Senin (7/7) DPRD Kabupaten Serang kembali melakukan rapat kerja
      membicarakan nasib investasi PT Tirta Investama, anak perusahaan
      Danone yang membangun pabrik Aqua di Kampung Cirahab Desa Curugoong
      Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten. Kalau tak
      salah menghitung ini adalah kali ketiga DPRD Serang memanggil
      Eksekutif yang memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas, dalam
      rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas warga Kecamatan
      Padarincang yang menolak pembangunan pabrik Aqua itu yang dianggap
      merugikan khalayak di Padarincang.

      Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa, tokoh pemuda, pelajar dan
      forum lurah sudah tiga kali mengadakan audiensi dengan pihak DPRD
      Serang. Dan secara tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik yang
      bakal menguras air bawah tanah mereka. Harga Mati: Menolak

      SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN, KAWAN-KAWAN WARTAWAN,
      TEMAN-TEMAN BIROKRAT, YANG SAYA MULYAKAN. TERKAIT DENGAN PENOLAKAN
      WARGA PADARINCANG INI INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS TENTANG
      CIRAHAB
      ***

      Mata Air Cirahab adalah sebuah berkah buat warga kampung Sukaraja
      khususnya dan Padarincang umumnya. Ia menjadi mata air yang menjadi
      sumber penghasilan untuk orang-orang yang berada di lingkungan
      Cirahab. Saya memanggil kali ini dengan Air Cimami (Karena disitu ada
      nama yang bernama Mami. Tokoh masyarakat, anak salah satu tokoh di
      Padarincang) .

      Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang terbesar di
      Banten. Lebih dekat lagi dengan Gunung Wangun yang merupakan gugusan
      Gunung Karang. Dari sebuah sudutnya terdapat mata air yang
      mengeluarkan air bening dan jernih. Saat saya usia SD hingga SMP ini
      adalah tempat favorit yang saya kunjungi. Bahkan sampai saat ini
      masih menjadi tempat kebanggaan saya. Saya sering mengenalkannya
      kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi tempat segar untuk
      melepaskan dahaga kawan. Rumah saya di Kampung Cisaat, sekitar tiga
      kilometer ke kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan kawan-
      kawan rela untuk berjalan. Apalagi hari minggu. Sambil olahraga. Itu
      tidah dilakukan oleh saya tetapi anak-anak kecil dari kampung-
      kampung yang lain.

      Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami. Warga yang
      berada di Desa Cipayung, Ciomas, Barugbug, Cisaat, Batukuwung,
      Curugoong, Cisaat, pasti berbondong-bondong mandi bersama, kemudian
      mengambil air dengan kokang sebagai oleh-oleh pulang Rumah. Indah
      rasanya. Tak ada beban

      Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan saya masih sering
      memanfaatkannya untuk bacakan, makan bersama gaya Banten, di daun
      dengan sambal dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo.

      Namun menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar 1997-an kondisinya
      mulai berbeda. Dari sumber utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik
      air minum kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA PERKASA.
      Warga mulai terganggu, ada percikan kemarahan dari masyarakat. Namun
      masyarakat membolehkannya karena perusahaan yang konon milik Tomy
      ini tidak terlampau eksploitatif. Hanya dalam jumlah kecil.

      Saudara setanah air
      Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mata air Cirahab ini
      mengairi lebih dari 4000 hektar sawah yang tersebar di Desa Batuwung,
      Desa Cipayung, Desa Barugbug. Saya tahu persis. Kebetulan Dari
      Cirahab ini mengalir ke tempat sawah kakek saya yang letaknya sekitar
      satu kilo dari mata air Cirahab, persisnya di Kampung Ciwarna.
      Bersama keluarga, saya sering memakainya untuk mandi jika habis
      kotor-kotoran di sawah. Artinya air ini menghidupi tanah 4000
      hektar yang menjadi sumber penghidupan langsung dari empat desa.

      Namun pihak perusahaan seperti menutup mata. Diberbagai media mereka
      bilang tidak akan mengganngu pasokan air dengan alasan yang diambil
      adalah air bawah tanah.

      Parmaningsih, Coorperation Secretary PT Tirta Investama, ketika
      dimintai tanggapannya soal desakan warga agar pembangunan tidak
      dilanjutkan, justru mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di
      Serang.

      Menurut wanita berkacamata ini, terkait kekhawatirkan warga soal
      ancaman kekeringan beberapa tahun mendatang, Parmaningsih
      menjelaskan, pihak perusahaan sudah memikirkan hal tersebut.
      (Radar Banten, 2 Juli 2008)


      Mereka juga mengimingi dengan janji lapangan pekerjaan dan
      kesejahteraan untuk rakyat setempat.

      Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini. Tapi cobalah tengok

      www.inilah.com/ berita/2008/ 01/03/6287/ tragedi-sukabumi -duka-di-
      tengah-limpahan- air-(1)/ -

      Coba juga klik di mesin pencari Google dan ketik akibat kerusakan
      AQUA.
      Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika saudara-saudara kami di
      Padarincang seperti halnya di Sukabumi




      Karena itulah Saudara Setanah Air,
      saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:

      Masyarakat Padarincang mohon do¢a dari kedzoliman
      Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota legeslatif yang serakah.
      Juga dari godaan sesaat RP I Miliar uang yang akan digelontorkan
      Tirta Investama kepada warga, semoga terhindari dari hasutan
      segelintir warga Padarincang yang sudah menjadi calo tanah, dan
      terhindar dari orang-orang yang telah menggadaikan Cirahab. Kepada
      PT Tirta Investama warga padarincang memohon maaf karena anda harus
      keluar dari wilayah kami.




      Kepada Saudara Setanah Air,

      Kami membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada para aktivis
      lingkungan dimanapun berada, teman-teman wartawan, pemerintah daerah
      Serang, DPRD Banten, Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup. Dan
      siapa saja yang memiliki peranana untuk menolaknya. 4000 ribu hektar
      sawah, yang selama ini menyuplai beras ke Pasar Induk Rau akan kering
      kerontang. Sawah yang menjadi sumber penghasilan akan terbengkalai.
      Para petani di lima desa ini hanya akan gigit jari. Dan tentu saja
      mandi bareng anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi ceritanya.
      Karena tak ada lagi air Cirahab yang jernih itu.

      Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok.
      Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak menghendaki. Tapi-tapi
      tangan-tangan jahil terus mengintai.

      www.setiakarya. wordpress. com

      Untuk lebih jelasnya
      Hubungi

      Abdul Basyit (Koordinator)
      081911127433


      MUI PADARINCANG, FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
      (LPM) KECAMATAN PADARINCANG, FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM
      KOMUNIKASI KEPALA DESA (FKKD) PADARINCANG, MAPALA UNTIRTA, HIMPUNAN
      MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA IAIN, BEM UNTIRTA.

      Catatan:
      Masyarakat Padarincang mengucap kan terimakasih kepada Radar Banten,
      Banten Raya Post, Fajar Bantenm Satelit News, Tangerang Tribun,
      Banten TV, dan media lainnya yang intens menyampaikan informasi yang
      balance. Semoga tetap
      komitmen membela rakyat.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.