Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Karena cinta tidak perlu berwujud bunga

Expand Messages
  • Toton Witono
    Dari milis sebelah regards, Toton ... Karena Cinta Tidak Perlu Berwujud Bunga Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya
    Message 1 of 1 , Jul 2, 2006
      Dari milis sebelah
       
      regards,
      Toton
      -------------------
      Karena Cinta Tidak Perlu Berwujud Bunga

      Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai
      sifatnya yang alami dan
      saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya
      ketika saya
      bersandar
      di bahunya yang bidang.

      Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam
      masa pernikahan,
      saya
      harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2
      saya mencintainya dulu
      telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

      Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2
      sensitif serta
      berperasaan
      halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti
      seorang anak yang
      menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah
      saya dapatkan.
      Suami saya
      jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa
      sensitif-nya kurang. Dan
      ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang
      romantis dalam pernikahan
      kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta
      yang ideal.

      Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan
      keputusan saya kepadanya,
      bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?", dia
      bertanya dengan
      terkejut.
      "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta
      yang saya inginkan"
      Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan
      komputernya, tampak
      seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

      Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang
      bahkan tidak dapat
      mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya
      harapkan darinya? Dan
      akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan
      untuk merubah
      pikiranmu?". Saya menatap matanya dalam-dalam dan
      menjawab dengan pelan,
      "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan
      jawabannya di dalam hati
      saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya
      menyukai setangkai
      bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua
      tahu jika kamu
      memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan
      melakukannya untuk
      saya?"

      Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan
      memberikan jawabannya
      besok."
      Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

      Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya
      menemukan selembar
      kertas
      dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang
      berisi susu hangat
      yang
      bertuliskan....

      "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu,
      tetapi ijinkan saya
      untuk menjelaskan alasannya."
      Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya
      melanjutkan untuk
      membacanya.
      "Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan
      program di
      PC-nya dan
      akhirnya menangis di depan monitor, saya harus
      memberikan jari-2 saya
      supaya
      bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

      "Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu
      keluar rumah, dan saya
      harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak
      pintu, dan membukakan
      pintu
      untukmu ketika pulang.".

      "Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar
      di tempat-tempat baru
      yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar
      bisa memberikan mata
      saya untuk mengarahkanmu."

      "Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu' datang
      setiap bulannya, dan
      saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu
      yang pegal."

      "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir
      kamu akan menjadi
      'aneh'.
      Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di
      rumah atau
      meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu
      yang aku alami."

      "Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu
      tidak baik untuk
      kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar
      ketika kita tua nanti,
      saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan
      mencabuti ubanmu."

      "Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu
      menelusuri pantai,
      menikmati
      matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan
      warna-2 bunga yang
      Bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

      "Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu
      untuk mati. Karena,
      saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir
      menangisi kematianku."

      "Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa
      mencintaimu lebih
      dari saya
      mencintaimu."
      "Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan
      tanganku, kakiku,
      mataku,
      tidak cukup bagimu.Aku tidak bisa menahan dirimu
      mencari tangan, kaki, dan
      mata lain yang dapat membahagiakanmu."

      Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat
      tintanya menjadi kabur,
      tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya. "Dan
      sekarang, sayangku, kamu
      telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas
      dengan semua jawaban
      ini,dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah
      ini, tolong bukakan
      pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana
      menunggu jawabanmu."

      "Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk
      untuk membereskan
      barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit
      hidupmu. Percayalah,
      bahagiaku bila kau bahagia.".

      Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya
      berdiri di depan pintu
      dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu
      dan roti kesukaanku.

      Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah
      mencintai saya lebih dari
      dia mencintaiku.

      Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah
      berangsur-angsur hilang
      dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat
      memberikan cinta dalam
      wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya
      telah hadir dalam
      wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan
      sebelumnya.

      Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud
      cinta dari pasangan
      kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

      Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".


      Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.