Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Flash Card

Expand Messages
  • v_adh
    Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy sempat dipinjami teman, buku How to .... (sorry lupa) Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
    Message 1 of 16 , Aug 1, 2007
    • 0 Attachment
      Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy sempat dipinjami
      teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
      Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg? Bgm dgn metode
      Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg metode" tsb di atas.
      Thanks before
    • Maya A Pujiati
      Saya ikut share ya.. Buku yang dimaksud mungkin How to Teach Your Baby to Read . Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS, metode belajar membaca
      Message 2 of 16 , Aug 1, 2007
      • 0 Attachment
        Saya ikut share ya..

        Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby to
        Read".

        Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS,
        metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
        mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
        menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3 kali
        sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
        bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
        biasanya kurang berhasil.

        Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
        beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
        tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
        setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
        kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
        flash card yang ada di pasaran).

        Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
        buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
        Delapratasa Publishing.

        Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
        dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
        dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.

        Mudah-mudahan bermanfaat.

        salam,


        Maya

        ------------------------------------------------------

        --- v_adh <v_adh@...> wrote:

        > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
        > sempat dipinjami
        > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
        > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
        > Bgm dgn metode
        > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
        > metode" tsb di atas.
        > Thanks before
        >
        >
        >


        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
      • yudi arianto
        Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . . dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya mengajarkan membaca sejak dini? Memang betul bisa saja anak
        Message 3 of 16 , Aug 1, 2007
        • 0 Attachment
          Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . . dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya mengajarkan membaca sejak dini?
          Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang pembaca buku?
          Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
          Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash Cards" terbitan Kaifa.
          Mohon maaf kalau kurang berkenan.


          ----- Original Message ----
          From: Maya A Pujiati <maya21sg@...>
          To: sekolahrumah@yahoogroups.com
          Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
          Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

          Saya ikut share ya..

          Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby to
          Read".

          Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS,
          metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
          mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
          menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3 kali
          sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
          bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
          biasanya kurang berhasil.

          Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
          beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
          tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
          setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
          kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
          flash card yang ada di pasaran).

          Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
          buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
          Delapratasa Publishing.

          Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
          dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
          dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.

          Mudah-mudahan bermanfaat.

          salam,

          Maya

          ------------ --------- --------- --------- --------- ------

          --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:

          > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
          > sempat dipinjami
          > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
          > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
          > Bgm dgn metode
          > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
          > metode" tsb di atas.
          > Thanks before
          >
          >
          >

          Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com





          ____________________________________________________________________________________
          Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
          http://sims.yahoo.com/

          [Non-text portions of this message have been removed]
        • Sumardiono
          Kalau boleh tahu dan diexplore lebih dalam, pak Yudi...supaya bisa menjadi pembelajaran buat kita semua... Masalah pilihan, semuanya akan kembali kepada setiap
          Message 4 of 16 , Aug 1, 2007
          • 0 Attachment
            Kalau boleh tahu dan diexplore lebih dalam, pak Yudi...supaya bisa menjadi pembelajaran buat kita semua... Masalah pilihan, semuanya akan kembali kepada setiap pribadi dan keluarga masing-masing. Tetapi, paling tidak kita memahami argumen di kedua sisi..

            Poin ketidaksetujuan itu ada di mana ya...? Belajar usia dini, belajar membaca di usia dini, belajar membaca menggunakan flashcard, belajar membaca tanpa stimulus lanjutan, atau apa?

            Kalau boleh, informasinya dishare ya pak..

            Salam,
            Aar


            ----- Original Message -----
            From: yudi arianto
            To: sekolahrumah@yahoogroups.com
            Sent: Wednesday, August 01, 2007 9:44 PM
            Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card


            Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . . dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya mengajarkan membaca sejak dini?
            Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang pembaca buku?
            Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
            Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash Cards" terbitan Kaifa.
            Mohon maaf kalau kurang berkenan.

            ----- Original Message ----
            From: Maya A Pujiati <maya21sg@...>
            To: sekolahrumah@yahoogroups.com
            Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
            Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

            Saya ikut share ya..

            Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby to
            Read".

            Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS,
            metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
            mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
            menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3 kali
            sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
            bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
            biasanya kurang berhasil.

            Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
            beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
            tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
            setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
            kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
            flash card yang ada di pasaran).

            Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
            buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
            Delapratasa Publishing.

            Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
            dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
            dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.

            Mudah-mudahan bermanfaat.

            salam,

            Maya

            ------------ --------- --------- --------- --------- ------

            --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:

            > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
            > sempat dipinjami
            > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
            > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
            > Bgm dgn metode
            > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
            > metode" tsb di atas.
            > Thanks before
            >
            >
            >

            Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com

            __________________________________________________________
            Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
            http://sims.yahoo.com/

            [Non-text portions of this message have been removed]





            [Non-text portions of this message have been removed]
          • :: Vanda ::
            Mau ikut share sedikit info...:-) Glenn Doman mendirikan IAHP Institutes for the Achievement of Human Potential (http://www.iahp.org) yang menerbitkan buku2
            Message 5 of 16 , Aug 1, 2007
            • 0 Attachment
              Mau ikut share sedikit info...:-)

              Glenn Doman mendirikan IAHP Institutes for the Achievement of Human
              Potential (http://www.iahp.org) yang menerbitkan buku2 seputar teori
              Doman & juga pelatihan2 & kursus untuk anak2 yng memiliki brain injury
              & anak2 normal.
              Tetapi National Council Against Health Fraud pada tahun 2001
              mengkategorikan teorinya sebagai fraud & Pseudoscience.
              Bisa lebih lanjut lihat artikelnya disini:
              http://www.allbusiness.com/public-administration/administration-human-resource/837938-1.html

              Kekhawatiran mereka terutama pada 'fraud' yg seakan memberi harapan
              banyak pada orang tua yg sudah deseprate dengan kondisi anak yg
              memiliki brain injury. IAHP sekarang dikelola oleh keluarga Glenn
              Doman. Tapi saya sering lihat ternyata banyak juga seminarnya di
              Indonesia. Bahkan di-endorse juga oleh Ikatan DOkter Anak Indonesia.
              (ini blognya:
              http://dranak.blogspot.com/2006/06/mengajar-bayi-anda-membaca-metode.html)
              Sementara American Academic of Pediatrics justru melarang metode ini.

              Ada artikel lain yg 'lebih nyante':
              http://rasti812.multiply.com/journal/item/36

              semoga bermanfaat,

              Vanda

              --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "Sumardiono" <aar@...> wrote:
              >
              > Kalau boleh tahu dan diexplore lebih dalam, pak Yudi...supaya bisa
              menjadi pembelajaran buat kita semua... Masalah pilihan, semuanya akan
              kembali kepada setiap pribadi dan keluarga masing-masing. Tetapi,
              paling tidak kita memahami argumen di kedua sisi..
              >
              > Poin ketidaksetujuan itu ada di mana ya...? Belajar usia dini,
              belajar membaca di usia dini, belajar membaca menggunakan flashcard,
              belajar membaca tanpa stimulus lanjutan, atau apa?
              >
              > Kalau boleh, informasinya dishare ya pak..
              >
              > Salam,
              > Aar
              >
              >
              > ----- Original Message -----
              > From: yudi arianto
              > To: sekolahrumah@yahoogroups.com
              > Sent: Wednesday, August 01, 2007 9:44 PM
              > Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card
              >
              >
              > Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . . dalam arti
              apakah benar-benar ada manfaatnya mengajarkan membaca sejak dini?
              > Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca pada usia dini
              tetapi yang lebih penting lagi adalah apakah setelah itu ia akan
              tumbuh menjadi seorang pembaca buku?
              > Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
              > Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada baiknya
              membaca buku : "Einstein Never Used Flash Cards" terbitan Kaifa.
              > Mohon maaf kalau kurang berkenan.
              >
              > ----- Original Message ----
              > From: Maya A Pujiati <maya21sg@...>
              > To: sekolahrumah@yahoogroups.com
              > Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
              > Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card
              >
              > Saya ikut share ya..
              >
              > Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby to
              > Read".
              >
              > Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS,
              > metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
              > mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
              > menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3 kali
              > sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
              > bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
              > biasanya kurang berhasil.
              >
              > Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
              > beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
              > tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
              > setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
              > kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
              > flash card yang ada di pasaran).
              >
              > Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
              > buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
              > Delapratasa Publishing.
              >
              > Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
              > dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
              > dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.
              >
              > Mudah-mudahan bermanfaat.
              >
              > salam,
              >
              > Maya
              >
              > ------------ --------- --------- --------- --------- ------
              >
              > --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:
              >
              > > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
              > > sempat dipinjami
              > > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
              > > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
              > > Bgm dgn metode
              > > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
              > > metode" tsb di atas.
              > > Thanks before
              > >
              > >
              > >
              >
              > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
              .yahoo.com
              >
              > __________________________________________________________
              > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your
              story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
              > http://sims.yahoo.com/
              >
              > [Non-text portions of this message have been removed]
              >
              >
              >
              >
              >
              > [Non-text portions of this message have been removed]
              >
            • Maya A Pujiati
              Salam, Saya juga sudah membaca buku Einstein Never Used Flash Card (ENUFC) , tapi kebetulan buku itu saya baca setelah saya praktekin metode Glen Doman. Kalau
              Message 6 of 16 , Aug 1, 2007
              • 0 Attachment
                Salam,

                Saya juga sudah membaca buku "Einstein Never Used
                Flash Card (ENUFC)", tapi kebetulan buku itu saya baca
                setelah saya praktekin metode Glen Doman.

                Kalau tidak salah, buku ENUFC ditulis oleh dua orang
                psikolog yang lebih banyak merujuk pada teori
                psikologi perkembangan yang dipopulerkan ahli biologi
                Jean Piaget dan diadopsi konsep-konsepnya oleh Sekolah
                Formal (yang mengelompokkan anak berdasarkan usia).

                Para penulis ENUFC memang mencemooh model belajar baca
                ala Doman karena dianggap lebih mementingkan hafalan
                daripada pemahaman. Mereka sendiri lebih
                merekomendasikan cara membaca dengan model terstruktur
                dari tahapan fonemik (mengenal fonem atau bunyi huruf)
                hingga fonetik (mengenal bunyi suku kata, misal: ba bi
                bu be bo), baru anak bisa membaca kata.

                Sejauh pengetahuan saya, apa yang dituturkan oleh para
                penulis UNUFC adalah metode belajar OTAK KIRI yang
                lebih mengedepankan logika terstruktur. Adapun
                modelnya Doman adalah model belajar OTAK KANAN yang
                mengandalkan bekerjanya otak bawah sadar (tentang otak
                bawah sadar, bisa dibaca di buku "Revolusi Belajar
                untuk Anak" terbitan Kaifa).

                Saya sendiri sudah mencoba metode Glen Doman untuk
                anak saya, Pak Yudi. Memang sih tidak sampai ratusan
                kata saya sajikan dengan cara asli Doman, tapi
                prinsipnya yaitu memperkenalkan kosa kata sebanyak
                mungkin tetap saya teruskan, caranya dengan
                menempelkan kartu-kartu kata tersebut menjadi poster
                yang bisa dilihat anak kapan saja. Setiap kali saya
                membacakan kata-kata baru, kadang-kadang saya gunakan
                irama dalam membacanya.
                Mungkin karena habit sudah terbentuk anak saya malah
                belajar sendiri tanpa harus saya suruh atau saya
                ingatkan.

                Latihan lanjutan memang mutlak diperlukan, caranya
                adalah berinteraksi langsung dengan buku.

                Setahu saya, untuk menerima konsep Doman memang harus
                ditunjang dengan pengetahuan tentang "cara otak bayi
                mempelajari segala sesuatu" (ada artikel tentang hal
                tersebut di
                http://nilnaiqbal.wordpress.com/2007/07/22/bayi_belajar/).


                Tanpa dasar pemikiran yang kuat, kita akan cepat
                menyerah menggunakan teori Doman. Akan tetapi, tentu
                saja itupun tergantung pada keyakinan kita.
                Pada akhirnya, cara mengajar anak-anak membaca atau
                apapun memang dikembalikan pada keyakinan
                masing-masing.

                Adapun tentang anak-anak akan senang membaca atau
                tidak, menurut saya itu tergantung dari iklim belajar
                yang diciptakan di rumah. Jika anak-anak sudah
                dibiasakan membaca buku sejak bayi, pasti mereka akan
                senang membaca/dibacakan buku walaupun mereka belum
                bisa membaca.

                Salam,


                Maya


                ------------------------------------------------------

                --- yudi arianto <yudi_arianto1970@...> wrote:

                > Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . .
                > dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya
                > mengajarkan membaca sejak dini?
                > Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca
                > pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah
                > apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang
                > pembaca buku?
                > Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
                > Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada
                > baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash
                > Cards" terbitan Kaifa.
                > Mohon maaf kalau kurang berkenan.
                >
                >
                > ----- Original Message ----
                > From: Maya A Pujiati <maya21sg@...>
                > To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                > Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
                > Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card
                >
                > Saya ikut share ya..
                >
                > Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby
                > to
                > Read".
                >
                > Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah
                > HS,
                > metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
                > mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
                > menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3
                > kali
                > sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
                > bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
                > biasanya kurang berhasil.
                >
                > Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
                > beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
                > tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
                > setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
                > kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
                > flash card yang ada di pasaran).
                >
                > Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
                > buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
                > Delapratasa Publishing.
                >
                > Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
                > dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
                > dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.
                >
                > Mudah-mudahan bermanfaat.
                >
                > salam,
                >
                > Maya
                >
                > ------------ --------- --------- --------- ---------
                > ------
                >
                > --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:
                >
                > > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
                > > sempat dipinjami
                > > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
                > > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS
                > jg?
                > > Bgm dgn metode
                > > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
                > > metode" tsb di atas.
                > > Thanks before
                > >
                > >
                > >
                >
                > Send instant messages to your online friends
                > http://uk.messenger .yahoo.com
                >
                >
                >
                >
                >
                >
                ____________________________________________________________________________________
                > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! -
                > their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo!
                > Games.
                > http://sims.yahoo.com/
                >
                > [Non-text portions of this message have been
                > removed]
                >
                >


                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
              • Sumardiono
                Mbak Vanda, mbak Ellen, mbak Maya, Terima kasih utk informasi dan pencerahannya. Saya sih bukan penganut teori pendidikan tertentu. Saya buka mata dan pikiran
                Message 7 of 16 , Aug 1, 2007
                • 0 Attachment
                  Mbak Vanda, mbak Ellen, mbak Maya,

                  Terima kasih utk informasi dan pencerahannya.

                  Saya sih bukan penganut teori pendidikan tertentu. Saya buka mata dan pikiran saja terhadap apapun yang baik buat diri sendiri dan anak-anak. Utk anak-anak, apapun metodenya yg penting buat saya adalah dinikmati anak-anak. Kalau anak-anak bahagia dan menikmati stimulus yg diberikan dengan metode tertentu, berarti it works buat mereka.

                  Dari link dan artikel yg ada mengenai tema ini, pencerahan yg saya peroleh -so far- adalah perbedaan gaya belajar. Flashcard mungkin memang cocok utk anak-anak visual yang otak kanannya lebih menonjol dibandingkan otak kirinya. Sementara itu, metode model terstruktur (fonemik-fonetik) mungkin memang cocok utk anak-anak logical yg otak kirinya lebih menonjol.

                  Saya pribadi kebetulan lebih dekat dengan otak kiri yg banyak menggunakan logika. Saya merasa cocok dengan pendekatan belajar abstrak, yg terstruktur seperti yg pernah saya jalani selama masa pendidikan saya. Sementara itu, Lala isteri saya, adalah seorang yg sangat visual. Dia belajar dengan cara yg sangat berbeda dengan saya. Dia merasa sangat nyaman dengan media-media visual semacam flashcard.

                  Walaupun "dunia orang dewasa" dipenuhi manusia otak kiri, saya tidak bisa mengatakan bahwa saya lebih baik dari Lala yg visual-intuitif. Demikian pun sebaliknya.

                  So, it's not about flashcard or no flashcard.

                  Yup... terima kasih untuk sharingnya...


                  Salam,
                  Aar

                  PS: kalau mau melihat cara pandang seorang visual-intuitif, hari ini Lala menulis blog berjudul "Fly Like a Peterpan". Buat yg mau baca bisa diklik di sini: http://www.sumardiono.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1002&Itemid=40




                  ----- Original Message -----
                  From: Maya A Pujiati
                  To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                  Sent: Thursday, August 02, 2007 7:03 AM
                  Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card for Pa Yudi


                  Salam,

                  Saya juga sudah membaca buku "Einstein Never Used
                  Flash Card (ENUFC)", tapi kebetulan buku itu saya baca
                  setelah saya praktekin metode Glen Doman.

                  Kalau tidak salah, buku ENUFC ditulis oleh dua orang
                  psikolog yang lebih banyak merujuk pada teori
                  psikologi perkembangan yang dipopulerkan ahli biologi
                  Jean Piaget dan diadopsi konsep-konsepnya oleh Sekolah
                  Formal (yang mengelompokkan anak berdasarkan usia).

                  Para penulis ENUFC memang mencemooh model belajar baca
                  ala Doman karena dianggap lebih mementingkan hafalan
                  daripada pemahaman. Mereka sendiri lebih
                  merekomendasikan cara membaca dengan model terstruktur
                  dari tahapan fonemik (mengenal fonem atau bunyi huruf)
                  hingga fonetik (mengenal bunyi suku kata, misal: ba bi
                  bu be bo), baru anak bisa membaca kata.

                  Sejauh pengetahuan saya, apa yang dituturkan oleh para
                  penulis UNUFC adalah metode belajar OTAK KIRI yang
                  lebih mengedepankan logika terstruktur. Adapun
                  modelnya Doman adalah model belajar OTAK KANAN yang
                  mengandalkan bekerjanya otak bawah sadar (tentang otak
                  bawah sadar, bisa dibaca di buku "Revolusi Belajar
                  untuk Anak" terbitan Kaifa).

                  Saya sendiri sudah mencoba metode Glen Doman untuk
                  anak saya, Pak Yudi. Memang sih tidak sampai ratusan
                  kata saya sajikan dengan cara asli Doman, tapi
                  prinsipnya yaitu memperkenalkan kosa kata sebanyak
                  mungkin tetap saya teruskan, caranya dengan
                  menempelkan kartu-kartu kata tersebut menjadi poster
                  yang bisa dilihat anak kapan saja. Setiap kali saya
                  membacakan kata-kata baru, kadang-kadang saya gunakan
                  irama dalam membacanya.
                  Mungkin karena habit sudah terbentuk anak saya malah
                  belajar sendiri tanpa harus saya suruh atau saya
                  ingatkan.

                  Latihan lanjutan memang mutlak diperlukan, caranya
                  adalah berinteraksi langsung dengan buku.

                  Setahu saya, untuk menerima konsep Doman memang harus
                  ditunjang dengan pengetahuan tentang "cara otak bayi
                  mempelajari segala sesuatu" (ada artikel tentang hal
                  tersebut di
                  http://nilnaiqbal.wordpress.com/2007/07/22/bayi_belajar/).

                  Tanpa dasar pemikiran yang kuat, kita akan cepat
                  menyerah menggunakan teori Doman. Akan tetapi, tentu
                  saja itupun tergantung pada keyakinan kita.
                  Pada akhirnya, cara mengajar anak-anak membaca atau
                  apapun memang dikembalikan pada keyakinan
                  masing-masing.

                  Adapun tentang anak-anak akan senang membaca atau
                  tidak, menurut saya itu tergantung dari iklim belajar
                  yang diciptakan di rumah. Jika anak-anak sudah
                  dibiasakan membaca buku sejak bayi, pasti mereka akan
                  senang membaca/dibacakan buku walaupun mereka belum
                  bisa membaca.

                  Salam,

                  Maya

                  ------------------------------------------------------

                  --- yudi arianto <yudi_arianto1970@...> wrote:

                  > Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . .
                  > dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya
                  > mengajarkan membaca sejak dini?
                  > Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca
                  > pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah
                  > apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang
                  > pembaca buku?
                  > Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
                  > Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada
                  > baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash
                  > Cards" terbitan Kaifa.
                  > Mohon maaf kalau kurang berkenan.
                  >
                  >
                  > ----- Original Message ----
                  > From: Maya A Pujiati <maya21sg@...>
                  > To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                  > Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
                  > Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card
                  >
                  > Saya ikut share ya..
                  >
                  > Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby
                  > to
                  > Read".
                  >
                  > Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah
                  > HS,
                  > metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
                  > mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
                  > menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3
                  > kali
                  > sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
                  > bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
                  > biasanya kurang berhasil.
                  >
                  > Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
                  > beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
                  > tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
                  > setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
                  > kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
                  > flash card yang ada di pasaran).
                  >
                  > Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
                  > buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
                  > Delapratasa Publishing.
                  >
                  > Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
                  > dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
                  > dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.
                  >
                  > Mudah-mudahan bermanfaat.
                  >
                  > salam,
                  >
                  > Maya
                  >
                  > ------------ --------- --------- --------- ---------
                  > ------
                  >
                  > --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:
                  >
                  > > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
                  > > sempat dipinjami
                  > > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
                  > > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS
                  > jg?
                  > > Bgm dgn metode
                  > > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
                  > > metode" tsb di atas.
                  > > Thanks before
                  > >
                  > >
                  > >
                  >
                  > Send instant messages to your online friends
                  > http://uk.messenger .yahoo.com
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  __________________________________________________________
                  > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! -
                  > their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo!
                  > Games.
                  > http://sims.yahoo.com/
                  >
                  > [Non-text portions of this message have been
                  > removed]
                  >
                  >

                  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com




                  [Non-text portions of this message have been removed]
                • yudi arianto
                  Saya bukannya anti Glen Doman. Hanya saja disini setelah metode ini populer, banyak orang tua terobsesi untuk memacu anak mereka diusia sangat dini. Menurut
                  Message 8 of 16 , Aug 2, 2007
                  • 0 Attachment
                    Saya bukannya anti Glen Doman. Hanya saja disini setelah metode ini populer, banyak orang tua terobsesi untuk memacu anak mereka diusia sangat dini. Menurut saya ini merampas hak asasi anak yang harusnya bebas bermain. Seringkali obsesi ini dilatarbelakangi oleh kekurangberhasilan orang tua pada sisi akademis dan kemudian membebankan target mereka pada anak-anak mereka.

                    Saya percaya bahwa seorang anak pada dasarnya cerdas. Jadi biarkan saja dia menikmati masa kecilnya dengan bahagia tanpa target-target pembelajaran tertentu. Dia akan belajar apapun secara alami. Jadi belajarlah seni untuk tidak melakukan apa-apa pada anak Anda. Anda akan terkejut dengan hasilnya.

                    Anak saya baru bisa membaca pada umur 8.5 tahun. Pada umur 4 tahun seorang psikolog mengatakan anak saya menderita ADD dan saat 6 tahun diduga Dislexia. Tapi saya tidak percaya dengan diagnosa mereka. Sebab ilmu psikologi mereka sudah ketinggalan jaman. Jadi alih-alih mengajarkan anak saya membaca, saya membiarkannya. Dan, . . . .yup tiba-tiba dia bisa membaca dengan lancar dari manapun arahnya : dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, bahkan terbalik !
                    Dan semua itu tanpa ada yang mengajarkan. Apakah anak saya genius? Ya, dia memang genius seperti halnya anak-anak Anda dan anak-anak yang lainnya . . . . .

                    mohon maaf kalau kurang berkenan.


                    ----- Original Message ----
                    From: Sumardiono <aar@...>
                    To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                    Sent: Thursday, August 2, 2007 12:42:01 AM
                    Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

                    Kalau boleh tahu dan diexplore lebih dalam, pak Yudi...supaya bisa menjadi pembelajaran buat kita semua... Masalah pilihan, semuanya akan kembali kepada setiap pribadi dan keluarga masing-masing. Tetapi, paling tidak kita memahami argumen di kedua sisi..

                    Poin ketidaksetujuan itu ada di mana ya...? Belajar usia dini, belajar membaca di usia dini, belajar membaca menggunakan flashcard, belajar membaca tanpa stimulus lanjutan, atau apa?

                    Kalau boleh, informasinya dishare ya pak..

                    Salam,
                    Aar

                    ----- Original Message -----
                    From: yudi arianto
                    To: sekolahrumah@ yahoogroups. com
                    Sent: Wednesday, August 01, 2007 9:44 PM
                    Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

                    Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . . dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya mengajarkan membaca sejak dini?
                    Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang pembaca buku?
                    Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
                    Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash Cards" terbitan Kaifa.
                    Mohon maaf kalau kurang berkenan.

                    ----- Original Message ----
                    From: Maya A Pujiati <maya21sg@yahoo. com>
                    To: sekolahrumah@ yahoogroups. com
                    Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
                    Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

                    Saya ikut share ya..

                    Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby to
                    Read".

                    Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS,
                    metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
                    mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
                    menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3 kali
                    sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
                    bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
                    biasanya kurang berhasil.

                    Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
                    beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
                    tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
                    setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
                    kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
                    flash card yang ada di pasaran).

                    Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
                    buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
                    Delapratasa Publishing.

                    Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
                    dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
                    dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.

                    Mudah-mudahan bermanfaat.

                    salam,

                    Maya

                    ------------ --------- --------- --------- --------- ------

                    --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:

                    > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
                    > sempat dipinjami
                    > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
                    > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
                    > Bgm dgn metode
                    > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
                    > metode" tsb di atas.
                    > Thanks before
                    >
                    >
                    >

                    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com

                    ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
                    Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
                    http://sims. yahoo.com/

                    [Non-text portions of this message have been removed]

                    [Non-text portions of this message have been removed]





                    ____________________________________________________________________________________
                    Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7



                    [Non-text portions of this message have been removed]
                  • yudi arianto
                    Setahu saya otak kanan tidak sama dengan otak bawah sadar. Otak kanan (dan kiri) terletak pada neokorteks sementara otak bawah sadar merujuk pada fungsi batang
                    Message 9 of 16 , Aug 2, 2007
                    • 0 Attachment
                      Setahu saya otak kanan tidak sama dengan otak bawah sadar. Otak kanan (dan kiri) terletak pada neokorteks sementara otak bawah sadar merujuk pada fungsi batang otak.
                      Otak kanan dan kiri kita bisa kurang maksimal bekerja kalau ada blokade dari otak bawah sadar kita alias batang otak kita.
                      Pembelajaran terbaik jika kita mampu mengkondisikan otak bawah sadar kita sehingga semua info dapat mengalir dengan lancar pada sistem otak kita.
                      Lebih baik lagi jika kita menggunakan kedua belah otak kita dalam belajar dan melibatkan sisi otak emosional alias sistem limbik.


                      ----- Original Message ----
                      From: Maya A Pujiati <maya21sg@...>
                      To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                      Sent: Thursday, August 2, 2007 7:03:49 AM
                      Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card for Pa Yudi

                      Salam,

                      Saya juga sudah membaca buku "Einstein Never Used
                      Flash Card (ENUFC)", tapi kebetulan buku itu saya baca
                      setelah saya praktekin metode Glen Doman.

                      Kalau tidak salah, buku ENUFC ditulis oleh dua orang
                      psikolog yang lebih banyak merujuk pada teori
                      psikologi perkembangan yang dipopulerkan ahli biologi
                      Jean Piaget dan diadopsi konsep-konsepnya oleh Sekolah
                      Formal (yang mengelompokkan anak berdasarkan usia).

                      Para penulis ENUFC memang mencemooh model belajar baca
                      ala Doman karena dianggap lebih mementingkan hafalan
                      daripada pemahaman. Mereka sendiri lebih
                      merekomendasikan cara membaca dengan model terstruktur
                      dari tahapan fonemik (mengenal fonem atau bunyi huruf)
                      hingga fonetik (mengenal bunyi suku kata, misal: ba bi
                      bu be bo), baru anak bisa membaca kata.

                      Sejauh pengetahuan saya, apa yang dituturkan oleh para
                      penulis UNUFC adalah metode belajar OTAK KIRI yang
                      lebih mengedepankan logika terstruktur. Adapun
                      modelnya Doman adalah model belajar OTAK KANAN yang
                      mengandalkan bekerjanya otak bawah sadar (tentang otak
                      bawah sadar, bisa dibaca di buku "Revolusi Belajar
                      untuk Anak" terbitan Kaifa).

                      Saya sendiri sudah mencoba metode Glen Doman untuk
                      anak saya, Pak Yudi. Memang sih tidak sampai ratusan
                      kata saya sajikan dengan cara asli Doman, tapi
                      prinsipnya yaitu memperkenalkan kosa kata sebanyak
                      mungkin tetap saya teruskan, caranya dengan
                      menempelkan kartu-kartu kata tersebut menjadi poster
                      yang bisa dilihat anak kapan saja. Setiap kali saya
                      membacakan kata-kata baru, kadang-kadang saya gunakan
                      irama dalam membacanya.
                      Mungkin karena habit sudah terbentuk anak saya malah
                      belajar sendiri tanpa harus saya suruh atau saya
                      ingatkan.

                      Latihan lanjutan memang mutlak diperlukan, caranya
                      adalah berinteraksi langsung dengan buku.

                      Setahu saya, untuk menerima konsep Doman memang harus
                      ditunjang dengan pengetahuan tentang "cara otak bayi
                      mempelajari segala sesuatu" (ada artikel tentang hal
                      tersebut di
                      http://nilnaiqbal. wordpress. com/2007/ 07/22/bayi_ belajar/).

                      Tanpa dasar pemikiran yang kuat, kita akan cepat
                      menyerah menggunakan teori Doman. Akan tetapi, tentu
                      saja itupun tergantung pada keyakinan kita.
                      Pada akhirnya, cara mengajar anak-anak membaca atau
                      apapun memang dikembalikan pada keyakinan
                      masing-masing.

                      Adapun tentang anak-anak akan senang membaca atau
                      tidak, menurut saya itu tergantung dari iklim belajar
                      yang diciptakan di rumah. Jika anak-anak sudah
                      dibiasakan membaca buku sejak bayi, pasti mereka akan
                      senang membaca/dibacakan buku walaupun mereka belum
                      bisa membaca.

                      Salam,

                      Maya

                      ------------ --------- --------- --------- --------- ------

                      --- yudi arianto <yudi_arianto1970@ yahoo.com> wrote:

                      > Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . .
                      > dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya
                      > mengajarkan membaca sejak dini?
                      > Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca
                      > pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah
                      > apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang
                      > pembaca buku?
                      > Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
                      > Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada
                      > baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash
                      > Cards" terbitan Kaifa.
                      > Mohon maaf kalau kurang berkenan.
                      >
                      >
                      > ----- Original Message ----
                      > From: Maya A Pujiati <maya21sg@yahoo. com>
                      > To: sekolahrumah@ yahoogroups. com
                      > Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
                      > Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card
                      >
                      > Saya ikut share ya..
                      >
                      > Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby
                      > to
                      > Read".
                      >
                      > Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah
                      > HS,
                      > metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
                      > mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
                      > menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3
                      > kali
                      > sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
                      > bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
                      > biasanya kurang berhasil.
                      >
                      > Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
                      > beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
                      > tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
                      > setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
                      > kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
                      > flash card yang ada di pasaran).
                      >
                      > Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
                      > buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
                      > Delapratasa Publishing.
                      >
                      > Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
                      > dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
                      > dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.
                      >
                      > Mudah-mudahan bermanfaat.
                      >
                      > salam,
                      >
                      > Maya
                      >
                      > ------------ --------- --------- --------- ---------
                      > ------
                      >
                      > --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:
                      >
                      > > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
                      > > sempat dipinjami
                      > > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
                      > > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS
                      > jg?
                      > > Bgm dgn metode
                      > > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
                      > > metode" tsb di atas.
                      > > Thanks before
                      > >
                      > >
                      > >
                      >
                      > Send instant messages to your online friends
                      > http://uk.messenger .yahoo.com
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
                      > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! -
                      > their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo!
                      > Games.
                      > http://sims. yahoo.com/
                      >
                      > [Non-text portions of this message have been
                      > removed]
                      >
                      >

                      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com




                      ____________________________________________________________________________________
                      Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7



                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    • Lala (gmail)
                      Halo pak Yudi.... (dan teman2 yang lain..) Aku ikutan nimbrung dikit niih.... Baca cerita tentang anaknya pak Yudi jadi inget temenku yang punya 6 anak (semua
                      Message 10 of 16 , Aug 2, 2007
                      • 0 Attachment
                        Halo pak Yudi.... (dan teman2 yang lain..)

                        Aku ikutan nimbrung dikit niih....
                        Baca cerita tentang anaknya pak Yudi jadi inget temenku yang punya 6 anak (semua HS!!) terus yang nomer 2 itu sampai umur 8 tahun nggak bisa baca (lebih ekstremnya lagi... si anak tidak diajarkan membaca sama sekali!!). Aku sama mas Aar sempet kusut lihatnya, walah... bagaimana ini?

                        6 bulan kemudian aku dapet kabar dari bapaknya, katanya sekarang anak itu sudah bisa baca (lancar). Wah, hebat sekali gimana caranya? Ternyata anak itu akhirnya malu sendiri karena nggak bisa baca (sebelumnya anak ini susaaaah banget kalau disuruh belajar membaca. Maunya main aja...) ---> terus dia minta diajarin sama abangnya. Eeh..... 3 bulan langsung lancar baca.

                        Ada juga cerita lain.
                        Adik aku nomer 3 yang sampai umur 8 tahun juga nggak bisa baca (masuk sekolah padahal -> nggak tau kenapa dia bisa naik ke kelas 2 ^_^). Pembantu di rumah selalu nangis-nangis kalau ngajarin dia baca, he he.... terus suatu hari kita bertiga diajak ke THT untuk dibersihin telinganya. Ternyata adikku itu kotoran kupingnya buanyaaaaaak sekali (hiii serem banget deh, mungkin susternya agak2 kurang bersih tuh waktu bersihin kupingnya pas lahir)....... eeh, percaya nggak percaya... pulang dari Dokter THT, adikku itu langsung lancar baca bilboard!!. Kita sekeluarga sampai takjub, walah.... apa jangan2 bolot di kupingnya itu yaa yang selama ini bikin dia bener-bener bolot... he he he... Tapi it's a true story lho... tidak ditambah2i atau dikurang2i... emang gitu kejadiannya. Mungkin timingnya aja yaa... yang pas... pas dia "klik" pas kupingnya dibersihin.. he he he.....

                        My point is..... membaca itu memang milestone besar. Karena begitu anak bisa baca kelipatannya luar biasa. Tapi .... tiap anak punya style dan kecepatan masing-masing... itu yang kita sebagai orangtua harus belajar lebih sabar lagi dan lebih deket lagi dengan anak untuk bisa memahami "style" tiap anak kita.

                        Cheers
                        Lala

                        ----- Original Message -----
                        From: yudi arianto
                        To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                        Sent: Thursday, August 02, 2007 8:47 PM
                        Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card


                        Saya bukannya anti Glen Doman. Hanya saja disini setelah metode ini populer, banyak orang tua terobsesi untuk memacu anak mereka diusia sangat dini. Menurut saya ini merampas hak asasi anak yang harusnya bebas bermain. Seringkali obsesi ini dilatarbelakangi oleh kekurangberhasilan orang tua pada sisi akademis dan kemudian membebankan target mereka pada anak-anak mereka.

                        Saya percaya bahwa seorang anak pada dasarnya cerdas. Jadi biarkan saja dia menikmati masa kecilnya dengan bahagia tanpa target-target pembelajaran tertentu. Dia akan belajar apapun secara alami. Jadi belajarlah seni untuk tidak melakukan apa-apa pada anak Anda. Anda akan terkejut dengan hasilnya.

                        Anak saya baru bisa membaca pada umur 8.5 tahun. Pada umur 4 tahun seorang psikolog mengatakan anak saya menderita ADD dan saat 6 tahun diduga Dislexia. Tapi saya tidak percaya dengan diagnosa mereka. Sebab ilmu psikologi mereka sudah ketinggalan jaman. Jadi alih-alih mengajarkan anak saya membaca, saya membiarkannya. Dan, . . . .yup tiba-tiba dia bisa membaca dengan lancar dari manapun arahnya : dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, bahkan terbalik !
                        Dan semua itu tanpa ada yang mengajarkan. Apakah anak saya genius? Ya, dia memang genius seperti halnya anak-anak Anda dan anak-anak yang lainnya . . . . .

                        mohon maaf kalau kurang berkenan.

                        ----- Original Message ----
                        From: Sumardiono <aar@...>
                        To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                        Sent: Thursday, August 2, 2007 12:42:01 AM
                        Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

                        Kalau boleh tahu dan diexplore lebih dalam, pak Yudi...supaya bisa menjadi pembelajaran buat kita semua... Masalah pilihan, semuanya akan kembali kepada setiap pribadi dan keluarga masing-masing. Tetapi, paling tidak kita memahami argumen di kedua sisi..

                        Poin ketidaksetujuan itu ada di mana ya...? Belajar usia dini, belajar membaca di usia dini, belajar membaca menggunakan flashcard, belajar membaca tanpa stimulus lanjutan, atau apa?

                        Kalau boleh, informasinya dishare ya pak..

                        Salam,
                        Aar

                        ----- Original Message -----
                        From: yudi arianto
                        To: sekolahrumah@ yahoogroups. com
                        Sent: Wednesday, August 01, 2007 9:44 PM
                        Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

                        Metode Glen Doman ini banyak yang menggugat, . . . . dalam arti apakah benar-benar ada manfaatnya mengajarkan membaca sejak dini?
                        Memang betul bisa saja anak kita sudah bisa membaca pada usia dini tetapi yang lebih penting lagi adalah apakah setelah itu ia akan tumbuh menjadi seorang pembaca buku?
                        Sayangnya pengalaman saya menunjukkan sebaliknya.
                        Sebelum memutuskan untuk menggunakan Flash Card ada baiknya membaca buku : "Einstein Never Used Flash Cards" terbitan Kaifa.
                        Mohon maaf kalau kurang berkenan.

                        ----- Original Message ----
                        From: Maya A Pujiati <maya21sg@yahoo. com>
                        To: sekolahrumah@ yahoogroups. com
                        Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:10:33 PM
                        Subject: Re: [sekolahrumah] Flash Card

                        Saya ikut share ya..

                        Buku yang dimaksud mungkin "How to Teach Your Baby to
                        Read".

                        Setahu saya, meskipun tidak diembel-embeli istilah HS,
                        metode belajar membaca ala Glen Doman memang lebih
                        mungkin dilakukan oleh keluarga HS, karena untuk
                        menyajikan kartu-kartu kata itu secara intensif 3 kali
                        sehari membutuhkan orang tua yang telaten dan stand
                        bye di rumah.Kalau bolong-bolong menyajikannya,
                        biasanya kurang berhasil.

                        Sementara metode belajar baca ala Montessori lebih
                        beragam. Pengenalan bisa dimulai dari huruf-huruf
                        tunggal yang dibuat dalam bentuk kartu-kartu huruf,
                        setelah itu bisa dilanjutkan dengan membuat
                        kartu-kartu berisi kata yang dibubuhi gambar (mirip
                        flash card yang ada di pasaran).

                        Metode belajar baca ala montessori bisa dilihat di
                        buku "Montessori untuk Sekolah Dasar" terbitan
                        Delapratasa Publishing.

                        Namun menurut saya, prinsip kedua metode itu pada
                        dasarnya sama, harus disajikan dalam keadaan enjoy,
                        dan segera berhenti sebelum anak terlihat bosan.

                        Mudah-mudahan bermanfaat.

                        salam,

                        Maya

                        ------------ --------- --------- --------- --------- ------

                        --- v_adh <v_adh@yahoo. com> wrote:

                        > Sy tertarik pada metode Flash Card Glenn Doman. Sy
                        > sempat dipinjami
                        > teman, buku "How to .... "(sorry lupa)
                        > Apakah metode Glenn Doman ini mrp bagian dari HS jg?
                        > Bgm dgn metode
                        > Montessori? Mungkin ada rekans yg bs share ttg
                        > metode" tsb di atas.
                        > Thanks before
                        >
                        >
                        >

                        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com

                        ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
                        Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
                        http://sims. yahoo.com/

                        [Non-text portions of this message have been removed]

                        [Non-text portions of this message have been removed]

                        __________________________________________________________
                        Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7

                        [Non-text portions of this message have been removed]





                        [Non-text portions of this message have been removed]
                      • Naif
                        Salam.. Saya sangat sepakat dengan penutup dari Mbak Ines: Terkadang meskipun sudah memahami banyak teori, ada saja hal yang kita hadapi dengan anak-anak kita
                        Message 11 of 16 , Aug 3, 2007
                        • 0 Attachment
                          Salam..

                          Saya sangat sepakat dengan penutup dari Mbak Ines:

                          "Terkadang meskipun sudah memahami banyak teori, ada saja hal yang kita
                          hadapi dengan anak-anak kita yang jarang bisa dijelaskan dengan
                          sederhana. Tetapi rasanya penerimaan dan cinta kasih tanpa syarat dari
                          kita kepada mereka bisa membawa kebaikan. Jadi, flash card or no flash
                          card, teori ini atau itu.....jagan lupa ditambahin cinta yang banyak.
                          Semua ada waktunya."

                          Alur bahasan yang berkembang belakangan ini sungguh amat menarik, Tentang
                          bagaimana mendidik/mengajar anak2, saya mencatat kiat2 sederhana:

                          1. Mengamati prilaku anak2, mencoba memahami dan membimbingnya;

                          2. Mengingat iklan Cap Lang: "Untuk anak kok coba-coba.." ;~)

                          3. Menonton tayangan "Si Bolang" (Bocah Petualang) di televisi;

                          4. Membaca buku2 yang sesuai dengan 3 kondisi diatas untuk pendalaman;

                          Saya lihat anak2 secara alami mampu belajar sendiri segala hal disekitarnya;
                          dengan meniru, mencoba, bertanya, dst., sambil mengembangkan pola sendiri
                          yang nyaman bagi mereka. Anak nelayan belajar 'dunia nelayan'; anak petani
                          belajar 'dunia tani'; anak pedagang belajar 'dunia dagang'; dst.

                          Buku2 rujukan saya jadikan kiat terakhir karena umumnya semesta dalam buku2
                          ada di masa dan/atau tempat berbeda, bukan disini-dan-kini. Substansi dalam
                          buku2 boleh jadi bermanfaat, namun tepat untuk terapan langsung tanpa
                          penyesuaian dengan kondisi disini-dan-kini. Kesimpulan saya, sebaiknya
                          langsung saja 'membaca' kondisi ini-kini sebelum membaca buku2.


                          Pada "titik" waktu dan tempat yang tepat, kelak anak akan menggali,
                          menyerap, mengembangkan dunianya sendiri, juga menjelajah dunia-dunia lain
                          yang lebih luas dan jauh sesuai minat dan mampu mereka, yang mungkin tidak
                          atau belum terpikir oleh orang-tua.


                          Bagaimana bersikap terhadap anak yang tampak pasif, nakal, jahil, cengeng,
                          keras, tel-mi, dst?

                          Jika melihat anak sebagai obyek, kerap memicu/memacu hasrat untuk membentuk,
                          mendorong, memotivasi anak untuk..? Nah, "untuk" disini kadang bukan 'untuk
                          (kebaikan) anak' semata, tapi bercampur 'untuk (ideal) orang-tua' pula.
                          Walhasil, jika anak belum sesuai dengan ideal orang-tua, terbit rasa kecewa
                          (walau halus dan samar) yang menghambat hubungan..

                          Jika melihat anak sebagai subyek, kerap menimbulkan mawas-diri; jika anak:
                          pasif~>sehatkah?; nakal~>bosankah?; jahil~>kreatifkah?; cengeng~>cemaskah?
                          takutkah?; keras~>kesalkah?; tel-mi~>belum-waktukah? bersabarkah?; dst.


                          Memahami anak sebagai subyek, bukan obyek, seolah saya menangkap pesan:
                          "Ayah-Ibu mohon berprilakulah selaras dan benar; aku mengamati, meniru,
                          mencoba, bertanya, dan bergantung pada kalian. Keselarasan pikiran,
                          perkataan, dan perbuatan kalian menenangkan dan membahagiakanku.
                          Ketakselarasan menggelisahkan dan menakutkanku. Ijinkan aku bersenang dalam
                          minat dan mampuku."


                          Sebagai 'mantan' anak, saya kerap bercermin pada pengalaman2 masa kanak2 dan
                          mencoba memahaminya dengan pikiran 'dewasa'. Kesimpulan naif saya, hal utama
                          yang diperlukan (dan dicari!) oleh anak, remaja, dan dewasa sama: BAHAGIA
                          (selaras ~> senang ~> percaya ~> cinta; bukan nilai ~> piala ~> harta).

                          Nikmatkah jika saat berkarya berawal-berada-berakhir dengan bahagia?
                          Demikian pula kiranya anak dalam 'menjelajah' dunianya.. bahagia diperlukan
                          sebagai landasan menempuh hidup.


                          Bagaimana dengan masa depan anak2?
                          Yang kan terjadi, kan terjadi -- apapun cegahannya;
                          Yang tak terjadi, tak terjadi -- apapun upayanya.
                          Semua ada kadar dan waktunya.
                          Yang utama ada disini-dan-kini.


                          Salam,
                          Tyo


                          ----- Original Message -----
                          From: ines setiawan
                          To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                          Sent: Thu, August 02, 2007 13:07
                          Subject: Re: [sekolahrumah] Re: Flash Card--Glenn Doman & Pseudoscience


                          Ikut berbagi cerita juga,

                          Seperti Pak Aar, saya juga terbuka terhadap setiap teori dan melihat setiap
                          kemungkinan yang bisa kami terapkan sesuai dengan kondisi keluarga kami.

                          Mengenai flash card, waktu Da Hye kecil kami juga memiliki flash card tetapi
                          oleh Da Hye lebih sering dibuat main "anak-anakan". Dia tidak tertarik
                          dengan tulisan yang ada di sana, terutama yang berhubungan dengan phonic. Da
                          Hye terambat membaca. Kalau anak-anak Indonesia rata-rata bisa membaca dapa
                          usia 4 tahun, sampai 6 tahun dia tidak bisa membaca. Dia suka sekali
                          kegiatan 'read aloud' tetapi kalau melihat flash card baca di meja, yang
                          dilakukan selalu berpamitan keluar untuk bermain sepeda. Waktu itu kami
                          berpikir mungkin karena dia berbicara tiga bahasa sekaligus (Inggris, Korea
                          dan Indonesia) dan ketiga bahasa tersebut memiliki cara baca, huruf, tata
                          bahasa dan bahkan logika yang berbeda, dia mungkin mengalami kesulitan. Kami
                          juga sempat berpikir bahwa dia mengalami dyslexia karena kebetulan suami
                          saya menderita dyslexia.

                          Tentu saja banyak juga "bisik-bisik" yang menuduh homeschooling sebagai
                          penyebab keterlambatan baca ini. Meskipun demikian adanya, saya selalu
                          membacakan buku buat dia setiap hari (meskipun kadang-kadang dalam hati
                          bilang 'oh no..jangan ambil yang tebal..jangan ambil yang tebal...mama
                          capek') Suatu hari, beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke enam, saya
                          ingat malam itu kami nonton film "Hellen Keller" bersama dan sepertinya Da
                          Hya sangat tersentuh dengan hellen keller yang tidak hanya bisu tuli tetapi
                          juga buta tetapi kemudian berhasil mengatasi setiap kekurangannya. Tiba-tiba
                          Da Hye bilang "I want to read".

                          Selang beberapa hari, saya sering lihat dia sendiri di kamarnya dengan buku
                          Inggris, Indonesia, Korea bergantian. Waktu saya bertanya apa yang dia
                          lakukan, dia bilang "I am reading". Dan sejak saat itu dia menjadi bisa
                          membaca dan menulis ketiga bahasa sekaligus.

                          Terkadang meskipun sudah memahami banyak teori, ada saja hal yang kita
                          hadapi dengan anak-anak kita yang jarang bisa dijelaskan dengan sederhana.
                          Tetapi rasanya penerimaan dan cinta kasih tanpa syarat dari kita kepada
                          mereka bisa membawa kebaikan. Jadi, flash card or no flash card, teori ini
                          atau itu.....jagan lupa ditambahin cinta yang banyak. Semua ada waktunya.

                          Salam,
                          Ines Setiawan
                        • Wieda Nugvitri
                          Dear HS-ers, Tolong di-sharing-in dhonk pengalaman HS-ers dalam menggunakan flash card. Sekarang ini, anak saya berusia 7 bulan. Saya sudah mengunduh flash
                          Message 12 of 16 , Jul 16, 2008
                          • 0 Attachment
                            Dear HS-ers,

                            Tolong di-sharing-in dhonk pengalaman HS-ers dalam menggunakan flash card. Sekarang ini, anak saya berusia 7 bulan. Saya sudah mengunduh flash card dari flash card plaza, sumardiono.com dan dari yuhana.com. Modelnya macem-2 ya.. Ada yang ada gambarnya, ada yg ga ada gambarnya... Mohon pengalaman HS-ers, dan manfaat yang diperoleh anak.

                            Regards,


                            Wieda Nugvitri




                            [Non-text portions of this message have been removed]
                          • a_masykouri
                            Mbak Wieda, bener nih, gak salah tulis kah? ananda berusia 7 bulan atau 7 tahun, mbak? hehehe... kalau buat saya, ketika Thifa usia 7 bulan, saya ngobrol ajah
                            Message 13 of 16 , Jul 18, 2008
                            • 0 Attachment
                              Mbak Wieda,

                              bener nih, gak salah tulis kah? ananda berusia 7 bulan atau 7 tahun,
                              mbak? hehehe... kalau buat saya, ketika Thifa usia 7 bulan, saya
                              ngobrol ajah sama dia. Nanti dia nyautin dengan bahasa versi dia.
                              Kalau main, lebih banyak main 'fisik', nggelinding keliling tempat
                              tidur, nanti latihan merangkak.. pokoknya main... dulu memang saya gak
                              pakai flashcard apa pun, mbak.. paling pakai soft-book. Itu juga kalau
                              anaknya yang ambil dari box mainannya. Flash card?? hmm.. rasanya baru
                              usia 3 tahunan Thifa kenal flashcard, itu pun untuk pengenalan konsep
                              logika.

                              Salam,
                              _alzena_
                              www.ceritanyathifa.blogspot.com


                              --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, Wieda Nugvitri
                              <wiedanugvitri@...> wrote:
                              >
                              > Dear HS-ers,
                              >
                              > Tolong di-sharing-in dhonk pengalaman HS-ers dalam menggunakan flash
                              card. Sekarang ini, anak saya berusia 7 bulan. Saya sudah mengunduh
                              flash card dari flash card plaza, sumardiono.com dan dari yuhana.com.
                              Modelnya macem-2 ya.. Ada yang ada gambarnya, ada yg ga ada
                              gambarnya... Mohon pengalaman HS-ers, dan manfaat yang diperoleh anak.
                              >
                              > Regards,
                              >
                              >
                              > Wieda Nugvitri
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > [Non-text portions of this message have been removed]
                              >
                            • Naning Sriwulan
                              Dear Mbak Wieda Dulu waktu saya mengenalkan flashcard anak saya usia 1 tahun, karena waktu usia dibawah 1 tahun apa yang ada di dekatnya pasti dimasukkan ke
                              Message 14 of 16 , Jul 18, 2008
                              • 0 Attachment
                                Dear Mbak Wieda

                                Dulu waktu saya mengenalkan flashcard anak saya usia 1 tahun, karena waktu
                                usia dibawah 1 tahun apa yang ada di dekatnya pasti dimasukkan ke mulutnya.

                                Jadi setelah usia 1 tahun baru deh kami kenalkan dengan flashcard (download
                                dari
                                E-zine Sekolah rumah).Awalnya kita letakkan di antara tumpukan mainannya.
                                Setelah dilihat ternyata dia tertarik dengan "mainan baru" itu. Baru deh
                                kita bacakan
                                "APEL" dengan menunjukkan gambarnya yang dibawahnya ada tulisannya juga,

                                Lalu setelah dia hapal gambar yang ada tulisannya, baru mulai kita balik
                                sisi yang ada
                                tulisannya saja caranya dengan bermain tebak-tebakan.

                                Bermain tebak-tebakan: beberapa flashcard yang ada gambarnya kita balik,
                                nah yang tampak kan tulisannya.
                                Misal mulai dengan 2 flashcard apel dan kucing . , suruh dia pilih yang mana
                                Apel,
                                terus begitu bergilir dengan flashcard yang lain.

                                Sewaktu flashcard Kipas gambarnya dia lepas, dan ga sempat ditempelkan lagi,

                                itulah yang pertama dia hapal. tapi kalau sudah ga mau main tebak-tebakkan
                                lagi
                                jangan dipaksa.

                                Lama kelamaan dia sudah bisa hapal tulisannya saja tanpa melihat gambarnya.
                                Sekarang Maisya, 2.5tahun sudah hapal A-Z dan lagi belajar sukukata. Kami
                                mengistilahkannya
                                main tebak-tebakan Kata.

                                Semoga bermanfaat.



                                Pada 17 Juli 2008 08:47, Wieda Nugvitri <wiedanugvitri@...> menulis:

                                > Dear HS-ers,
                                >
                                > Tolong di-sharing-in dhonk pengalaman HS-ers dalam menggunakan flash card.
                                > Sekarang ini, anak saya berusia 7 bulan. Saya sudah mengunduh flash card
                                > dari flash card plaza, sumardiono.com dan dari yuhana.com. Modelnya
                                > macem-2 ya.. Ada yang ada gambarnya, ada yg ga ada gambarnya... Mohon
                                > pengalaman HS-ers, dan manfaat yang diperoleh anak.
                                >
                                > Regards,
                                >
                                > Wieda Nugvitri
                                >
                                > [Non-text portions of this message have been removed]
                                >
                                >
                                >


                                [Non-text portions of this message have been removed]
                              • Ellen Kristi
                                Saya jarang banget make flashcard untuk anak. Soalnya menurut saya flashcard itu seringkali cuma jadi semacam drill gitu ya ... ga ada sekuens (kaitan logis)
                                Message 15 of 16 , Jul 18, 2008
                                • 0 Attachment
                                  Saya jarang banget make flashcard untuk anak. Soalnya menurut saya flashcard itu seringkali cuma jadi semacam drill gitu ya ... ga ada sekuens (kaitan logis) antara satu kartu dengan kartu lain. Dus, membuat anak cuma tau kosakata tapi ga bisa membangun konsep tentang kata itu.

                                  Sampai Vima umur 2 tahun ini, saya cuma pernah sekali bermain pake flashcard gratisan (hadiah dari produk tisyu). Waktu itu Vima (kira2 umur 1 tahun) baru aja pulang dari Yogya, dan selama di Yogya dia saya ajak beberapa kali ke kebun binatang (soalnya bonbin di kota kami ga lengkap dan kurang terawat ... hiks!). Nah, saya pake flashcard tentang hewan2 untuk membuat dia selalu ingat dengan hewan apa aja yang sudah pernah dia lihat di kebun binatang. Jadi sama sekali ga ada niatan supaya dia bisa baca ... hehehe ...

                                  Caranya ya pertama ditunjukin satu-satu, ni kartu gambar apa namanya apa. Setelah Vima paham, kartunya diserakin di lantai. Saya minta kartu yang gambarnya A atau B. Ternyata dia gampang2 aja tuh melakukannya.

                                  Tapi sekarang dah ga pernah main kayak gitu lagi.
                                  Vima lagi sibuk jadi ibu yang kasih nenen sama bonekanya.
                                  Flashcard-nya malah udah ditekuk2, pura2 jadi uang2an, dimasukin ke dompet untuk belanja2an ... hahaha .... :-D

                                  Ellen
                                • kita merdeka
                                  kalo pengalamanku pake flash card yg ga ada gambarnya. aku coba sejak nadia umur brp ya? 1th kali. sehari 3x masing2 paling 30detik aja. ga trlalu berhrp jg
                                  Message 16 of 16 , Jul 20, 2008
                                  • 0 Attachment
                                    kalo pengalamanku pake flash card yg ga ada gambarnya.
                                    aku coba sejak nadia umur brp ya? 1th kali.
                                    sehari 3x masing2 paling 30detik aja.
                                    ga trlalu berhrp jg benernya.
                                    lbh ke test case aja, apa iya anak umur segini bisa baca.
                                    kalo ga bisa ya gpp krn emang blm umurnya kan?
                                    kalo bisa ya baguslah, mengingat umur segini emang saat efektif utk belajar kan?
                                    kebetulan nadia agak telat ngomongnya. sampe skrg aja (2th 7bl) ngomongnya masih bnyk yg ga jelas, kadang cuma 1suku kata. jd susah jg utk tau dia bisa baca ato ngga benernya.
                                    tp ternyata sejak dia umur 2th mulai keliatan tu.
                                    tiba2 aja dr tumpukan flash card dia angkat satu kartu sambil bilang, "nga". maksudnya "bunga". ternyata emang yg diangkat itu kartu bertuliskan bunga.
                                    kpn lagi gitu dia inisiatif aja ngacak2 flash card sambil bergumam, "mima mima", ternyata kemudian dia angkat kartu bertuliskan "lima".
                                    setelah itu kemampuannya mengenal kata makin pesat. kata lho ya..bukan huruf. krn emang dia kan bacanya satu kata langsung, bukan mengeja.
                                    jd misal di vcd lagu2nya kan tiap lagu dimulai dgn tulisan judul lagunya ya. lha itu biar latar belakangnya sama tp dia tau kalo lg puter2 cd udah sampe lagu yg dia cari apa blm. ya taunya dr baca judulnya. kalo judul lagunya pas yg dia cari ya dia berenti muter trus dia play.
                                    aku sendiri heran, kok bisa ya?
                                    tp baguslah kalo emang ada efek positifnya buat nadia.
                                    toh dia ngga merasa terbebani dan hampir2 kegiatan pake flash card ini tdk menyita waktu kan? jd waktu utk dia mengeksplorasi yg lain masih bnyk.
                                    salam hangat!

                                    www.mommygadget.com




                                    [Non-text portions of this message have been removed]
                                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.