Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [sekolahrumah] Re: Terlambat bicara (mbak Eno)

Expand Messages
  • Hartati Nurwijaya
    Yth Ibu Eno,   Sebagai informasi saja. Hasil penelitian par ahli memang wajar jika anak yang multilingual sering terlambat berbicara. Hampir rata-rata
    Message 1 of 14 , Oct 31 8:50 PM
      Yth Ibu Eno,
       
      Sebagai informasi saja. Hasil penelitian par ahli memang wajar jika anak yang multilingual sering terlambat berbicara.
      Hampir rata-rata anak-anak hasil perkawinan antarbangsa (70%) mereka lancar bicara diatas usia dua tahun. Tiga orang anak kami pandai berbicara mulai usia 2 tahun setengah, lancar bahasanya usia hampir 3 tahun. Karena di rumah kami memakai 3 bahasa. Saya berbahasa Indonesia dengan anak-anak , anak-anak dengan ayahnya berbahasa Yunani, saya dengan suami berbahasa Inggris.
      Jadi tidak ada kelainan alat bicara.
       
      Mengenai hal ini saya pernah konsultasi dengan Prof bob Murray dari Universitas Iowa  yang mengdakan riset tentang "toddler talk". Jadi normal saja  kok.
       
      Jika ingin alamat emailnya silahkan hubungi saya japri.
       
      Thanks


      Hartati Nurwijaya in Megara - Greece



      http://hartatinurwijaya.blogspot.com/

      --- On Fri, 10/31/08, Eno Fm <enofm87@...> wrote:

      From: Eno Fm <enofm87@...>
      Subject: Re: [sekolahrumah] Re: Terlambat bicara (mbak Eno)
      To: sekolahrumah@yahoogroups.com
      Date: Friday, October 31, 2008, 7:48 PM






      Terima kasih atas sharingnya mbak lupiati,
      maaf baru saya balas sekarang,
      karena sudah beberapa hari gak sempat online,
      sebelumnya mbak liza juga sudah menyarankan makan kacang-kacangan  dan meniup terompet untuk menguatkan otot mulut.
      rencananya saran dari mbak untuk bermain tiup-tiup akan saya coba terapkan dulu dirumah, jika masih belum ada kemajuan baru saya akan membawa ke dokter,
      terima kasih banyak ya mbak, atas sharingnya.. .

      --- On Tue, 10/28/08, lupiati <lupiati@yahoo. co.id> wrote:
      From: lupiati <lupiati@yahoo. co.id>
      Subject: [sekolahrumah] Re: Terlambat bicara (mbak Eno)
      To: sekolahrumah@ yahoogroups. com
      Date: Tuesday, October 28, 2008, 12:34 AM

      Sekedar saran dan sharing,

      Ibu Eno mungkin bisa ajak putranya ke klinik tumbuh kembang atau ke

      psikolog nanti kan diobservasi kenapa kok kemampuan bicaranya agak

      terlambat. Kalau memang perlu diterapi nanti akan dirujukkan ke

      terapis wicara.

      Yang bisa dilakukan di rumah mungkin adalah melatih motorik mulut dan

      lidah. Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain : bermain dengan

      menggerak-gerakan mulut dan lidah, meniup balon, balapan meniup kapas

      dengan sedotan, menirukan gerakan mulut ibu ketika bersiul, meniup

      lilin, dll. Ibu nanti bisa bertanya lebih komplit ke terapisnya.

      Semoga berhasil

      --- In sekolahrumah@ yahoogroups. com, Liza Sasono <lizfirst@.. .> wrote:

      >

      > Dear Mbak Eno,

      >

      > Salam kenal juga!

      > Saya mulai merasa anak saya 'beda' dari yg lain saat dia berumur 18

      bulan. Maunya cuma bilang mama, papa, selain itu yg keluar dari

      mulutnya ocehan yg ga jelas maknanya. Semula saya pikir dia cuma

      terlambat bicara biasa, krn kebetulan anaknya aktif. Kebetulan dia

      juga sudah ikut play group yg sebagian besar pengajarnya bilingual,

      dan ternyata ini salah satu 'kesalahan' saya. Mungkin seandainya pun

      masuk play group mestinya mencari yg murni berbahasa indonesia. Di

      rumah saya suka menyetelkan Barney yg berbahasa inggris. Itu lagi2

      kesalahan.

      >

      > Saat saya bawa ke dokter, kata dokter bilang motorik di rongga

      mulutnya belum sempurna, krn itu si anak susah mengeluarkan kata2 yg

      jelas. Maka anak saya disarankan makan kacang2an yg memaksa dia untuk

      mengunyah. Katanya mengunyah bisa membantu penyempurnaan motorik pada

      rongga mulut. Memang ada kemajuan sedikit. Tp setelah itu mandeg

      lagi.

      >

      > Jika diajak bicara dia mengerti tp kalau menjawab selalu pakai

      bahasanya sendiri yg tak bisa kami mengerti. Kalau disuruh juga

      mengerti. Misalnya" Tolong taruh sepatunya di rak." Maka dia pun

      menaruh sepatunya di rak. Tapi sepertinya tak ada dorongan untuk

      bicara. Jika dibacakan cerita, dia tertarik tp diam saja. Jika

      dilatih bicara seperti: "Ini apa? Bu-nga." Maka dia langsung kabur.

      Dia lebih suka nyerocos sendiri.

      >

      > Umur 2, tahun, saat terrible two, dia benar2 jadi 'terrible' alias

      pemarah. Sempat saya bawa ke psikolog, dan menurut psikolog amarah

      itu berasal dari rasa frustrasi akibat terbatasnya kosa kata. Si anak

      ingin bicara banyak, mengeluarkan uneg2 istilahnya, tp tak tahu harus

      ngomong apa. Akhirnya disarankan untuk berhenti total menonton siaran

      tv atau film apa pun yg berbahasa inggris.  Waktu itu sih saya benar2

      stop nonton tv selama beberapa bulan. Saat itu juga sudah disarankan

      untuk terapi bicara, tp kami masih mau usaha sendiri dulu. Yang kami

      lakukan hanya membacakan buku dengan gambar2 yg menarik. Kami juga

      minta gurunya berbicara hanya bhs indonesia.

      >

      > Setelah 4 bulanan, usaha ini lumayan berhasil. Dia sudah mau

      menanggapi dengan kalimat2 sederhana. ATau bicara dengan kalimat

      singkat, misalnya: Mau minum, mau makan, mau pipis, mau ee, itu, ini,

      apa. Di usia 3 tahun dia mulai bertanya "ini apa, itu apa?" Tapi

      dibanding anak lain masih ketinggalan. Sempat saya ikutkan les

      nyanyi, maksudnya biar dia terpancing untuk melafalkan kata2, tp

      ternyata ga efek. Dia  lebih suka main dan malah susah menghafal

      lirik lagu.

      >

      > Saat masuk TK, dia kelihatan mengalami kemajuan, tp setelah itu

      mandeg lagi. Yang tadinya periang jadi pemurung, dan mulai malas

      sekolah. Saya bawa lagi ke psikolog. Setelah tes psikologi, kali ini

      saran psikolog hanya terapi, krn dikhawatirkan keterlambatan

      bicaranya ini bisa mempengaruhi rasa percaya diri, perilaku serta

      kemampuan belajarnya. Maka akhirnya anak saya pun terapi. Memang

      hasilnya tidak instan. Kalau hanya mengandalkan terapi saja tidak

      mungkin, maka di rumah pun kami mengikuti saran2 yg diberikan

      terapis. Misalnya, membatasi tontonan yg berbahasa asing dulu, tetap

      membacakan cerita, memancing berbicara dan terus melatih berbahasa

      indonesia yg baik, dll. Selain itu kami juga memberitahu pihak

      sekolah mengenai hal ini. Kebetulan waktu itu guru anak saya sangat

      kooperatif, jadinya setiap minggu dia ikut memantau kemampuan bicara

      si anak.

      >

      > Sekarang perkembangan anak saya lumayan banget. Sudah bisa membaca

      sedikit, dan tertarik dg bhs inggris. Tapi tetap nonton tv cuma 1-3

      jam sehari. Kebanyakan nonton emang ga bagus buat anak kecil, Mbak.

      >

      > Eh jadinya panjang nih. Mudah2an berkenan ya.

      >

      > salam,

      > Liza

      >

      >

      >

      > Dear Mbak Liza,

      >

      > Kenalkan, saya Eno,

      >

      > Sebenarnya saya sudah lama mengikuti milis ini, tapi hanya sebagai

      silent reader saja,

      >

      > tapi sekarang ingin nimbrung karena ada pertanyaan seputar

      kemampuan berbahasa ini.

      >

      > Mungkin agak menyimpang dari pembahasan sebelumnya,

      >

      > Saat ini putra saya berumur 17 bulan, tapi belum bisa berbahasa

      sama sekali, cuma ah ah aja. Sepertinya agak "ketinggalan" dibanding

      sebayanya. Padahal saya dan suami selalu mengajak ngobrol sambil

      memperkenalkan benda-benda, baik dengan menunjuk langsung maupun

      melihatkan gambar. Kami juga mendongengkan sebelum tidur, tapi

      kayaknya gak ada kemajuan.

      >

      > Memang saya menyadari setiap anak unik. Tapi kondisi ini tak urung

      membuat saya sedikit cemas. Apa ada dari teman-teman yang bisa bantu

      bagaimana cara mengajari anak berbicara ? Apa anak saya harus

      diterapi ? Saya tinggal di Padang, dan tidak tahu mau konsultasi

      dimana. Mohon sarannya. Sebelumnya terima kasih...

      >

      >

      >

      > Wasalam

      >

      > Eno

      >

      >

      >

      > ---

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      >

      > [Non-text portions of this message have been removed]

      >











      [Non-text portions of this message have been removed]


















      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.