Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Realita 10: Legal, International dan Bangkrut

Expand Messages
  • ke2naischool
    Makanya mbak, waktu ada salah satu kerabat sy yg blg cari sekolah gak usah yg aneh2, kl gak mampu cr sekolah yg mahal cr sekolah yg biasa aja Dalam hati sy
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2008
    • 0 Attachment
      Makanya mbak, waktu ada salah satu kerabat sy yg blg "cari sekolah
      gak usah yg aneh2, kl gak mampu cr sekolah yg mahal cr sekolah yg
      biasa aja"

      Dalam hati sy bertanya "benarkah sy gak mampu bayar sekolah mahal?".
      Sy pikir yg pengertian mahal-murah beda2 bg setiap orang y. Cm
      kenapa kami tertarik HS salah satunya adalah biaya yg akan kami
      keluarkan nanti sepertinya akan lebih jelas. Maksudnya, seperti crt2
      yg suka sy dengar banyak sekolah mahal dg segala fasilitas lengkap.
      Tp apakah anak kita benar2 akan menikmati segala fasilitas itu?
      Jangan2 sy hanya buang2 uang aja...

      Myra
      http://ke2naischool.blogspot.com
      http://ke2nai.blogspot.com


      --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "inessetiawan"
      <inessetiawan@...> wrote:
      >
      > Awalnya saya tidak percaya ketika seorang teman menelepon setengah
      > menjerit dengan nada yang histeris "Sekolah anakku bangkrut, aku
      tidak
      > terima, pokoknya aku tidak terima.....". Saya ingat ketika 2 tahun
      > yang lalu menemaninya pergi ke open house John Calvin School di
      > kawasan Kelapa Gading. Seperti sekolah-sekolah dengan klaim
      > Internasional lainnya, sekolah tersebut dilengkapi dengan
      > brosur-brosur super dasyat, visi dan misi yang menggetarkan jiwa.
      > Benar-benar seperti sekolah impian apalagi jelas-jelas disebut
      bahwa
      > salah satu pendiri sekolah tersebut adalah mantan menteri
      pendidikan
      > kita, yang tentu saja bergelad Doktor.
      >
      > "Kualitasnya sudah pasti dijaminlah, yang mendirikan saja mantan
      > menteri pendidikan." Begitu ujar teman saya yang histeris tersebut
      > pada waktu itu. Beberapa kali saya membahas mengenai 'aura'
      > guru-gurunya yang sepertinya 'underpaid' dan tertekan. "Bagaimana
      > guru-guru tersebut bisa menghasilkan 'visionary leader' seperti
      yang
      > dijanjikan sekolah sementara kelihatannya mereka sendiri apatis
      > terhadap hidup mereka? Sepertinya ada yang salah dengan sekolah
      ini,
      > over promise-under deliver" ujar saya pada waktu itu.
      >
      > Karena kebetulan sekolah tersebut juga menawarkan Cambridge
      Assessment
      > kepada murid-muridnya maka saya sangat bersemangat ingin menanyakan
      > berbagai hal mengenai penerapan kurikulum tersebut. Setelah
      dilempar
      > dari guru satu ke guru lain dengan jawaban yang mengambang maka
      > akhirnya saya dipertemukan kepada seorang guru asing muda yang
      menurut
      > hemat saya juga tidak banyak tahu mengenai seluk beluk Cambridge
      > Assessment.
      >
      > Mengejutkan sekali bahwa sekolah tersebut akhirnya bangkrut, (lihat
      > beritanya di:
      >
      http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/31/08173711/sekolah.mantan.men
      teri.bangkrut...)
      >
      > Kalau presiden, menteri, pejabat, selebriti, pengusaha dan
      sederetan
      > orang besar lain bisa berbuat salah dan membawa mala petaka dan
      mimpi
      > buruk bagi banyak orang, apakah kita yang orang biasa harus takut
      > hanya karena kita ingin memenuhi hak pendidikan anak-anak kita
      secara
      > mandiri?
      >
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.