Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [sekolahrumah] Jangan Homeschool kalau...

Expand Messages
  • Mommy Teacher2B
    Wah! Terima kasih sekali atas konfirmasi atas kebenaran informasi tersebut. Trims juga atas suntikan semagat dan dukungannya, saya jadi terinspirasi hari ini!
    Message 1 of 17 , Jun 8, 2012
      Wah! Terima kasih sekali atas konfirmasi atas kebenaran informasi tersebut. Trims juga atas suntikan semagat dan dukungannya, saya jadi terinspirasi hari ini!

      Salam kembali...

      On Jun 7, 2012, at 3:57 PM, kucingkubaldu@... wrote:

      > Ibu Ummi yg baik.. Alasan2 itu benar adanya karena memang tidak ada yg sebaik didikan orang tua yang mau terus belajar dan peduli dengan kesejahteraan anak2nya.. Apalagi sekarang media internet sudah amat mudah diakses, mau belajar apapun, dari negara manapun, pada siapapun, kapanpun bisa.. Mungkin lain ceritanya kalo fasilitas masih minim belum seperti sekarang ya.. Saya juga mungkin mikir2 lagi.. Hehehe... Semangat ya bu Ummi.. Salam..
      >
    • agma.sifa
      jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. . karena saya juga pernah membaca titipan yang ALLAH berikan kepada saya kenapa harus
      Message 2 of 17 , Jun 10, 2012
        jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .
        karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya
        kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing
        dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus
        IRT ya?

        sent from my samsung puyer
        On 10 Jun 2012 02:00, "Mommy Teacher2B" <mommyteacher2b@...> wrote:

        > **
        >
        >
        > Wah! Terima kasih sekali atas konfirmasi atas kebenaran informasi
        > tersebut. Trims juga atas suntikan semagat dan dukungannya, saya jadi
        > terinspirasi hari ini!
        >
        > Salam kembali...
        >
        > On Jun 7, 2012, at 3:57 PM, kucingkubaldu@... wrote:
        >
        > > Ibu Ummi yg baik.. Alasan2 itu benar adanya karena memang tidak ada yg
        > sebaik didikan orang tua yang mau terus belajar dan peduli dengan
        > kesejahteraan anak2nya.. Apalagi sekarang media internet sudah amat mudah
        > diakses, mau belajar apapun, dari negara manapun, pada siapapun, kapanpun
        > bisa.. Mungkin lain ceritanya kalo fasilitas masih minim belum seperti
        > sekarang ya.. Saya juga mungkin mikir2 lagi.. Hehehe... Semangat ya bu
        > Ummi.. Salam..
        > >
        >
        >


        [Non-text portions of this message have been removed]
      • Anti
        Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th. Anti
        Message 3 of 17 , Jun 13, 2012
          Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.

          Anti

          --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@...> wrote:
          >
          > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .
          > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya
          > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing
          > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus
          > IRT ya?
          >
          > sent from my samsung puyer
          > On 10 Jun 2012 02:00, "Mommy Teacher2B" <mommyteacher2b@...> wrote:
          >
          > > **
          > >
          > >
          > > Wah! Terima kasih sekali atas konfirmasi atas kebenaran informasi
          > > tersebut. Trims juga atas suntikan semagat dan dukungannya, saya jadi
          > > terinspirasi hari ini!
          > >
          > > Salam kembali...
        • minfornan
          Artikel ini termasuk dalam lha itu. Ini satir. Anda yang tidak homskul disindir habis-habisan sebagai pemalas dsb. [Non-text portions of this message have
          Message 4 of 17 , Jun 14, 2012
            Artikel ini termasuk dalam "lha" itu. Ini satir. Anda yang tidak homskul disindir habis-habisan sebagai pemalas dsb.

            [Non-text portions of this message have been removed]
          • agus jarwanto
            Caranya gimana Bu, sambil bekerja bisa menjalankan homeschooling untuk anak Ibu ? Mohon dijelaskan lebih detail, terima kasih untuk sharing-nya.
            Message 5 of 17 , Jun 18, 2012
              Caranya gimana Bu, sambil bekerja bisa menjalankan homeschooling untuk anak Ibu ? Mohon dijelaskan lebih detail, terima kasih untuk sharing-nya.


              ________________________________
              From: Anti <antisembiring@...>
              To: sekolahrumah@yahoogroups.com
              Sent: Thursday, June 14, 2012 9:00 AM
              Subject: [sekolahrumah] Re: Jangan Homeschool kalau...


               
              Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.

              Anti

              --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@...> wrote:
              >
              > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .
              > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya
              > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing
              > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus
              > IRT ya?
              >
              > sent from my samsung puyer
              > On 10 Jun 2012 02:00, "Mommy Teacher2B" <mommyteacher2b@...> wrote:
              >
              > > **
              > >
              > >
              > > Wah! Terima kasih sekali atas konfirmasi atas kebenaran informasi
              > > tersebut. Trims juga atas suntikan semagat dan dukungannya, saya jadi
              > > terinspirasi hari ini!
              > >
              > > Salam kembali...




              [Non-text portions of this message have been removed]
            • Anti
              Bapak dan Ibu yang mengirim email pribadi kepada saya, saya jawab di milis sekalian ya.. Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi UKSW. Jam kerja saya
              Message 6 of 17 , Jun 21, 2012
                Bapak dan Ibu yang mengirim email pribadi kepada saya, saya jawab di milis sekalian ya..

                Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi UKSW. Jam kerja saya cukup fleksibel, jadi saya datang untuk mengajar, bimbingan, dan urusan administratif lain. Jadi saya tidak punya jam kerja seperti di kantor pada umumnya, misalnya 08.00-16.00. Saya sebisa mungkin menolak jabatan struktural walau akan ada tambahan penghasilan, karena konsekuensinya jam kerja saya harus mengikuti jam kantor, ditambah jam kerja untuk mengajar, bimbingan, dan lain-lain.

                Anak saya ikut ke kelas, dan biasanya mengerjakan tugas-tugas atau sekedar menggambar.. terkadang ikut mengintil di belakang saya sewaktu saya berkeliling kelas untuk memeriksa pekerjaan mahasiswa. Terkadang menggambar di white board bagian belakang, atau makan...

                Di kantor saya punya ruangan sendiri, saya sediakan meja kecil, karpet karet bongkar pasang, kertas bekas, spidol, dll. Jadi kalau saya bimbingan, dia bisa asyik sendiri. Tapi kebanyakan dia ngobrol dan main dengan teman-teman saya di kantor (yang juga ingin refreshing), atau main dengan mahasiswa yang saya percayai.
                Kalau saya tidak menggunakan laptop, dia bisa main game di internet, sambil saya mengerjakan tugas-tugas saya, misalnya rapat, bimbingan, koreksi kuis, tugas, dll.

                Ada masa-masa saya amat sibuk, seperti saat ujian akhir, koreksi ujian, menginput nilai, dan perwalian. Saat seperti itu saya bisa dari pagi hingga malam di kampus. Atau saat ada event fakultas yang membuat staf harus bekerja hingga malam. Saat seperti itu saya meminta bantuan suami atau keluarga dekat lain yang bisa dititipi.

                Saya sebisa mungkin menghindari tugas keluar kota. Namun jika saya terpaksa pergi bertugas (setahun mungkin 1x), saya berupaya membawanya serta (dia juga senang jalan-jalan). Kalau di sekitar tempat tugas di kota lain itu ada keluarga dekat yang bisa dititipi, saya titipkan jadi dia bisa bermain dengan sepupu-sepupunya. Kalau perjalanan dinasnya lama dan mahal jika harus mengajak anak, ya saya titipkan dulu di rumah orang tua di kota lain (baru terjadi 1x).

                Jadi ya, pekerjaan bukan nomor satu, tapi saya anggap sarana mengajak bersosialisasi dengan dunia, memahami aturan kelompok, dll. yang tidak bisa diajarkan secara teoritis saja, sambil mengamalkan ilmu yang saya miliki.

                Konsekuensinya... ya.... saya kekurangan waktu untuk bergabung dengan komunitas HS di Salatiga dan sekitarnya, karena tidak sinkron dengan waktu kerja saya pastinya. Kadang-kadang saya juga malu kalau perilakunya tidak sesuai dengan kondisi pertemuan yang formal. Kadang-kadang pusing juga karena dua tiga hal harus jalan paralel (kerja, mengasuh, mikir rencana selanjutnya, dll.), ngejar-ngejar deadline tapi dia rewel.... Jadi refreshingnya, pagi saya masak, kalau Sabtu (kantor libur) saya nyuci pakaian kotor seminggu, atau buka-buka email seperti sekarang... hehehe...


                Semoga bermanfaat....

                Salam,

                Anti
                >
                >  
                > Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.
                >
                > Anti
                >
                > --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@> wrote:
                > >
                > > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .
                > > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya
                > > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing
                > > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus
                > > IRT ya?
                > >

                > [Non-text portions of this message have been removed]
                >
              • jatiajah
                Saya penasaran dengan para praktisi homeschooling yang juga bekerja di luar rumah. Bagaimana mengatur waktunya? Mungkin ada yang memberi testimoni? Di bawah
                Message 7 of 17 , Oct 18, 2012
                  Saya penasaran dengan para praktisi homeschooling yang juga bekerja di luar rumah. Bagaimana mengatur waktunya? Mungkin ada yang memberi testimoni?

                  Di bawah ini satu pengalaman dari Ibu Anti yang saya temukan dari postingan lama... Yang lain barangkali ada yang ingin urun rembuk?

                  Terima kasih.

                  --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "Anti" <antisembiring@...> wrote:
                  >
                  > Bapak dan Ibu yang mengirim email pribadi kepada saya, saya jawab di milis sekalian ya..
                  >
                  > Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi UKSW. Jam kerja saya cukup fleksibel, jadi saya datang untuk mengajar, bimbingan, dan urusan administratif lain. Jadi saya tidak punya jam kerja seperti di kantor pada umumnya, misalnya 08.00-16.00. Saya sebisa mungkin menolak jabatan struktural walau akan ada tambahan penghasilan, karena konsekuensinya jam kerja saya harus mengikuti jam kantor, ditambah jam kerja untuk mengajar, bimbingan, dan lain-lain.
                  >
                  > Anak saya ikut ke kelas, dan biasanya mengerjakan tugas-tugas atau sekedar menggambar.. terkadang ikut mengintil di belakang saya sewaktu saya berkeliling kelas untuk memeriksa pekerjaan mahasiswa. Terkadang menggambar di white board bagian belakang, atau makan...
                  >
                  > Di kantor saya punya ruangan sendiri, saya sediakan meja kecil, karpet karet bongkar pasang, kertas bekas, spidol, dll. Jadi kalau saya bimbingan, dia bisa asyik sendiri. Tapi kebanyakan dia ngobrol dan main dengan teman-teman saya di kantor (yang juga ingin refreshing), atau main dengan mahasiswa yang saya percayai.
                  > Kalau saya tidak menggunakan laptop, dia bisa main game di internet, sambil saya mengerjakan tugas-tugas saya, misalnya rapat, bimbingan, koreksi kuis, tugas, dll.
                  >
                  > Ada masa-masa saya amat sibuk, seperti saat ujian akhir, koreksi ujian, menginput nilai, dan perwalian. Saat seperti itu saya bisa dari pagi hingga malam di kampus. Atau saat ada event fakultas yang membuat staf harus bekerja hingga malam. Saat seperti itu saya meminta bantuan suami atau keluarga dekat lain yang bisa dititipi.
                  >
                  > Saya sebisa mungkin menghindari tugas keluar kota. Namun jika saya terpaksa pergi bertugas (setahun mungkin 1x), saya berupaya membawanya serta (dia juga senang jalan-jalan). Kalau di sekitar tempat tugas di kota lain itu ada keluarga dekat yang bisa dititipi, saya titipkan jadi dia bisa bermain dengan sepupu-sepupunya. Kalau perjalanan dinasnya lama dan mahal jika harus mengajak anak, ya saya titipkan dulu di rumah orang tua di kota lain (baru terjadi 1x).
                  >
                  > Jadi ya, pekerjaan bukan nomor satu, tapi saya anggap sarana mengajak bersosialisasi dengan dunia, memahami aturan kelompok, dll. yang tidak bisa diajarkan secara teoritis saja, sambil mengamalkan ilmu yang saya miliki.
                  >
                  > Konsekuensinya... ya.... saya kekurangan waktu untuk bergabung dengan komunitas HS di Salatiga dan sekitarnya, karena tidak sinkron dengan waktu kerja saya pastinya. Kadang-kadang saya juga malu kalau perilakunya tidak sesuai dengan kondisi pertemuan yang formal. Kadang-kadang pusing juga karena dua tiga hal harus jalan paralel (kerja, mengasuh, mikir rencana selanjutnya, dll.), ngejar-ngejar deadline tapi dia rewel.... Jadi refreshingnya, pagi saya masak, kalau Sabtu (kantor libur) saya nyuci pakaian kotor seminggu, atau buka-buka email seperti sekarang... hehehe...
                  >
                  >
                  > Semoga bermanfaat....
                  >
                  > Salam,
                  >
                  > Anti
                  > >
                  > >  
                  > > Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.
                  > >
                  > > Anti
                  > >
                  > > --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@> wrote:
                  > > >
                  > > > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .
                  > > > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya
                  > > > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing
                  > > > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus
                  > > > IRT ya?
                  > > >
                  >
                  > > [Non-text portions of this message have been removed]
                  > >
                  >
                • Eko Mulyanto
                  Bisa. Saya musisi juga mengajar musik di luar rumah. Kebanyakan pekerjaan lain seperti menulis, aransemen memang dikerjakan di rumah. ... From: jatiajah
                  Message 8 of 17 , Oct 24, 2012
                    Bisa. Saya musisi juga mengajar musik di luar rumah. Kebanyakan pekerjaan lain seperti menulis, aransemen memang dikerjakan di rumah.

                    --- On Fri, 10/19/12, jatiajah <jatiajah@...> wrote:

                    From: jatiajah <jatiajah@...>
                    Subject: [sekolahrumah] Homeschool dan bekerja, bisakah?
                    To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                    Date: Friday, October 19, 2012, 1:10 PM
















                     









                    Saya penasaran dengan para praktisi homeschooling yang juga bekerja di luar rumah. Bagaimana mengatur waktunya? Mungkin ada yang memberi testimoni?



                    Di bawah ini satu pengalaman dari Ibu Anti yang saya temukan dari postingan lama... Yang lain barangkali ada yang ingin urun rembuk?



                    Terima kasih.



                    --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "Anti" <antisembiring@...> wrote:

                    >

                    > Bapak dan Ibu yang mengirim email pribadi kepada saya, saya jawab di milis sekalian ya..

                    >

                    > Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi UKSW. Jam kerja saya cukup fleksibel, jadi saya datang untuk mengajar, bimbingan, dan urusan administratif lain. Jadi saya tidak punya jam kerja seperti di kantor pada umumnya, misalnya 08.00-16.00. Saya sebisa mungkin menolak jabatan struktural walau akan ada tambahan penghasilan, karena konsekuensinya jam kerja saya harus mengikuti jam kantor, ditambah jam kerja untuk mengajar, bimbingan, dan lain-lain.

                    >

                    > Anak saya ikut ke kelas, dan biasanya mengerjakan tugas-tugas atau sekedar menggambar.. terkadang ikut mengintil di belakang saya sewaktu saya berkeliling kelas untuk memeriksa pekerjaan mahasiswa. Terkadang menggambar di white board bagian belakang, atau makan...

                    >

                    > Di kantor saya punya ruangan sendiri, saya sediakan meja kecil, karpet karet bongkar pasang, kertas bekas, spidol, dll. Jadi kalau saya bimbingan, dia bisa asyik sendiri. Tapi kebanyakan dia ngobrol dan main dengan teman-teman saya di kantor (yang juga ingin refreshing), atau main dengan mahasiswa yang saya percayai.

                    > Kalau saya tidak menggunakan laptop, dia bisa main game di internet, sambil saya mengerjakan tugas-tugas saya, misalnya rapat, bimbingan, koreksi kuis, tugas, dll.

                    >

                    > Ada masa-masa saya amat sibuk, seperti saat ujian akhir, koreksi ujian, menginput nilai, dan perwalian. Saat seperti itu saya bisa dari pagi hingga malam di kampus. Atau saat ada event fakultas yang membuat staf harus bekerja hingga malam. Saat seperti itu saya meminta bantuan suami atau keluarga dekat lain yang bisa dititipi.

                    >

                    > Saya sebisa mungkin menghindari tugas keluar kota. Namun jika saya terpaksa pergi bertugas (setahun mungkin 1x), saya berupaya membawanya serta (dia juga senang jalan-jalan). Kalau di sekitar tempat tugas di kota lain itu ada keluarga dekat yang bisa dititipi, saya titipkan jadi dia bisa bermain dengan sepupu-sepupunya. Kalau perjalanan dinasnya lama dan mahal jika harus mengajak anak, ya saya titipkan dulu di rumah orang tua di kota lain (baru terjadi 1x).

                    >

                    > Jadi ya, pekerjaan bukan nomor satu, tapi saya anggap sarana mengajak bersosialisasi dengan dunia, memahami aturan kelompok, dll. yang tidak bisa diajarkan secara teoritis saja, sambil mengamalkan ilmu yang saya miliki.

                    >

                    > Konsekuensinya... ya.... saya kekurangan waktu untuk bergabung dengan komunitas HS di Salatiga dan sekitarnya, karena tidak sinkron dengan waktu kerja saya pastinya. Kadang-kadang saya juga malu kalau perilakunya tidak sesuai dengan kondisi pertemuan yang formal. Kadang-kadang pusing juga karena dua tiga hal harus jalan paralel (kerja, mengasuh, mikir rencana selanjutnya, dll.), ngejar-ngejar deadline tapi dia rewel.... Jadi refreshingnya, pagi saya masak, kalau Sabtu (kantor libur) saya nyuci pakaian kotor seminggu, atau buka-buka email seperti sekarang... hehehe...

                    >

                    >

                    > Semoga bermanfaat....

                    >

                    > Salam,

                    >

                    > Anti

                    > >

                    > >  

                    > > Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.

                    > >

                    > > Anti

                    > >

                    > > --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@> wrote:

                    > > >

                    > > > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .

                    > > > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya

                    > > > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing

                    > > > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus

                    > > > IRT ya?

                    > > >

                    >

                    > > [Non-text portions of this message have been removed]

                    > >

                    >



























                    [Non-text portions of this message have been removed]
                  • Evie Fs
                    saya pengen juga sih HS..... mungkin ada yg bisa memberi masukan..... HS nya seperti apa ? - saya kerja sebagai auditor pemerintah yg ngantor dari jan 7.30 -
                    Message 9 of 17 , Oct 29, 2012
                      saya pengen juga sih HS..... mungkin ada yg bisa memberi masukan..... HS nya seperti apa ?
                      - saya kerja sebagai auditor pemerintah yg ngantor dari jan 7.30 - 17.00. 
                      - teknis pekerjaan saya tidak hanya standby dikantor, tapi keliling dari instansi satu ke instansi yg lain
                      - dan terjun ke lapangan memeriksa pekerjaan fisik
                      - anak saya tiga : 11 th, 9 th dan 5 th
                      - suami kerja sebagai pegawai swasta di koperasi keuangan

                      Ada testimoni ??????



                      ________________________________
                      Dari: Eko Mulyanto <mazeko_jazz@...>
                      Kepada: sekolahrumah@yahoogroups.com
                      Dikirim: Rabu, 24 Oktober 2012 20:30
                      Judul: Re: [sekolahrumah] Homeschool dan bekerja, bisakah?


                       
                      Bisa. Saya musisi juga mengajar musik di luar rumah. Kebanyakan pekerjaan lain seperti menulis, aransemen memang dikerjakan di rumah.

                      --- On Fri, 10/19/12, jatiajah <jatiajah@...> wrote:

                      From: jatiajah <jatiajah@...>
                      Subject: [sekolahrumah] Homeschool dan bekerja, bisakah?
                      To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                      Date: Friday, October 19, 2012, 1:10 PM

                       

                      Saya penasaran dengan para praktisi homeschooling yang juga bekerja di luar rumah. Bagaimana mengatur waktunya? Mungkin ada yang memberi testimoni?

                      Di bawah ini satu pengalaman dari Ibu Anti yang saya temukan dari postingan lama... Yang lain barangkali ada yang ingin urun rembuk?

                      Terima kasih.

                      --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "Anti" <antisembiring@...> wrote:

                      >

                      > Bapak dan Ibu yang mengirim email pribadi kepada saya, saya jawab di milis sekalian ya..

                      >

                      > Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi UKSW. Jam kerja saya cukup fleksibel, jadi saya datang untuk mengajar, bimbingan, dan urusan administratif lain. Jadi saya tidak punya jam kerja seperti di kantor pada umumnya, misalnya 08.00-16.00. Saya sebisa mungkin menolak jabatan struktural walau akan ada tambahan penghasilan, karena konsekuensinya jam kerja saya harus mengikuti jam kantor, ditambah jam kerja untuk mengajar, bimbingan, dan lain-lain.

                      >

                      > Anak saya ikut ke kelas, dan biasanya mengerjakan tugas-tugas atau sekedar menggambar.. terkadang ikut mengintil di belakang saya sewaktu saya berkeliling kelas untuk memeriksa pekerjaan mahasiswa. Terkadang menggambar di white board bagian belakang, atau makan...

                      >

                      > Di kantor saya punya ruangan sendiri, saya sediakan meja kecil, karpet karet bongkar pasang, kertas bekas, spidol, dll. Jadi kalau saya bimbingan, dia bisa asyik sendiri. Tapi kebanyakan dia ngobrol dan main dengan teman-teman saya di kantor (yang juga ingin refreshing), atau main dengan mahasiswa yang saya percayai.

                      > Kalau saya tidak menggunakan laptop, dia bisa main game di internet, sambil saya mengerjakan tugas-tugas saya, misalnya rapat, bimbingan, koreksi kuis, tugas, dll.

                      >

                      > Ada masa-masa saya amat sibuk, seperti saat ujian akhir, koreksi ujian, menginput nilai, dan perwalian. Saat seperti itu saya bisa dari pagi hingga malam di kampus. Atau saat ada event fakultas yang membuat staf harus bekerja hingga malam. Saat seperti itu saya meminta bantuan suami atau keluarga dekat lain yang bisa dititipi.

                      >

                      > Saya sebisa mungkin menghindari tugas keluar kota. Namun jika saya terpaksa pergi bertugas (setahun mungkin 1x), saya berupaya membawanya serta (dia juga senang jalan-jalan). Kalau di sekitar tempat tugas di kota lain itu ada keluarga dekat yang bisa dititipi, saya titipkan jadi dia bisa bermain dengan sepupu-sepupunya. Kalau perjalanan dinasnya lama dan mahal jika harus mengajak anak, ya saya titipkan dulu di rumah orang tua di kota lain (baru terjadi 1x).

                      >

                      > Jadi ya, pekerjaan bukan nomor satu, tapi saya anggap sarana mengajak bersosialisasi dengan dunia, memahami aturan kelompok, dll. yang tidak bisa diajarkan secara teoritis saja, sambil mengamalkan ilmu yang saya miliki.

                      >

                      > Konsekuensinya... ya.... saya kekurangan waktu untuk bergabung dengan komunitas HS di Salatiga dan sekitarnya, karena tidak sinkron dengan waktu kerja saya pastinya. Kadang-kadang saya juga malu kalau perilakunya tidak sesuai dengan kondisi pertemuan yang formal. Kadang-kadang pusing juga karena dua tiga hal harus jalan paralel (kerja, mengasuh, mikir rencana selanjutnya, dll.), ngejar-ngejar deadline tapi dia rewel.... Jadi refreshingnya, pagi saya masak, kalau Sabtu (kantor libur) saya nyuci pakaian kotor seminggu, atau buka-buka email seperti sekarang... hehehe...

                      >

                      >

                      > Semoga bermanfaat....

                      >

                      > Salam,

                      >

                      > Anti

                      > >

                      > >  

                      > > Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.

                      > >

                      > > Anti

                      > >

                      > > --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@> wrote:

                      > > >

                      > > > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .

                      > > > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya

                      > > > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing

                      > > > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus

                      > > > IRT ya?

                      > > >

                      >

                      > > [Non-text portions of this message have been removed]

                      > >

                      >

                      [Non-text portions of this message have been removed]




                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    • edo_conan26
                      Message 10 of 17 , Nov 16, 2012
                        --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, Eko Mulyanto <mazeko_jazz@...> wrote:
                        >
                        > Bisa. Saya musisi juga mengajar musik di luar rumah. Kebanyakan pekerjaan lain seperti menulis, aransemen memang dikerjakan di rumah.
                        >
                        > --- On Fri, 10/19/12, jatiajah <jatiajah@...> wrote:
                        >
                        > From: jatiajah <jatiajah@...>
                        > Subject: [sekolahrumah] Homeschool dan bekerja, bisakah?
                        > To: sekolahrumah@yahoogroups.com
                        > Date: Friday, October 19, 2012, 1:10 PM
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >  
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        > Saya penasaran dengan para praktisi homeschooling yang juga bekerja di luar rumah. Bagaimana mengatur waktunya? Mungkin ada yang memberi testimoni?
                        >
                        >
                        >
                        > Di bawah ini satu pengalaman dari Ibu Anti yang saya temukan dari postingan lama... Yang lain barangkali ada yang ingin urun rembuk?
                        >
                        >
                        >
                        > Terima kasih.
                        >
                        >
                        >
                        > --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "Anti" <antisembiring@> wrote:
                        >
                        > >
                        >
                        > > Bapak dan Ibu yang mengirim email pribadi kepada saya, saya jawab di milis sekalian ya..
                        >
                        > >
                        >
                        > > Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi UKSW. Jam kerja saya cukup fleksibel, jadi saya datang untuk mengajar, bimbingan, dan urusan administratif lain. Jadi saya tidak punya jam kerja seperti di kantor pada umumnya, misalnya 08.00-16.00. Saya sebisa mungkin menolak jabatan struktural walau akan ada tambahan penghasilan, karena konsekuensinya jam kerja saya harus mengikuti jam kantor, ditambah jam kerja untuk mengajar, bimbingan, dan lain-lain.
                        >
                        > >
                        >
                        > > Anak saya ikut ke kelas, dan biasanya mengerjakan tugas-tugas atau sekedar menggambar.. terkadang ikut mengintil di belakang saya sewaktu saya berkeliling kelas untuk memeriksa pekerjaan mahasiswa. Terkadang menggambar di white board bagian belakang, atau makan...
                        >
                        > >
                        >
                        > > Di kantor saya punya ruangan sendiri, saya sediakan meja kecil, karpet karet bongkar pasang, kertas bekas, spidol, dll. Jadi kalau saya bimbingan, dia bisa asyik sendiri. Tapi kebanyakan dia ngobrol dan main dengan teman-teman saya di kantor (yang juga ingin refreshing), atau main dengan mahasiswa yang saya percayai.
                        >
                        > > Kalau saya tidak menggunakan laptop, dia bisa main game di internet, sambil saya mengerjakan tugas-tugas saya, misalnya rapat, bimbingan, koreksi kuis, tugas, dll.
                        >
                        > >
                        >
                        > > Ada masa-masa saya amat sibuk, seperti saat ujian akhir, koreksi ujian, menginput nilai, dan perwalian. Saat seperti itu saya bisa dari pagi hingga malam di kampus. Atau saat ada event fakultas yang membuat staf harus bekerja hingga malam. Saat seperti itu saya meminta bantuan suami atau keluarga dekat lain yang bisa dititipi.
                        >
                        > >
                        >
                        > > Saya sebisa mungkin menghindari tugas keluar kota. Namun jika saya terpaksa pergi bertugas (setahun mungkin 1x), saya berupaya membawanya serta (dia juga senang jalan-jalan). Kalau di sekitar tempat tugas di kota lain itu ada keluarga dekat yang bisa dititipi, saya titipkan jadi dia bisa bermain dengan sepupu-sepupunya. Kalau perjalanan dinasnya lama dan mahal jika harus mengajak anak, ya saya titipkan dulu di rumah orang tua di kota lain (baru terjadi 1x).
                        >
                        > >
                        >
                        > > Jadi ya, pekerjaan bukan nomor satu, tapi saya anggap sarana mengajak bersosialisasi dengan dunia, memahami aturan kelompok, dll. yang tidak bisa diajarkan secara teoritis saja, sambil mengamalkan ilmu yang saya miliki.
                        >
                        > >
                        >
                        > > Konsekuensinya... ya.... saya kekurangan waktu untuk bergabung dengan komunitas HS di Salatiga dan sekitarnya, karena tidak sinkron dengan waktu kerja saya pastinya. Kadang-kadang saya juga malu kalau perilakunya tidak sesuai dengan kondisi pertemuan yang formal. Kadang-kadang pusing juga karena dua tiga hal harus jalan paralel (kerja, mengasuh, mikir rencana selanjutnya, dll.), ngejar-ngejar deadline tapi dia rewel.... Jadi refreshingnya, pagi saya masak, kalau Sabtu (kantor libur) saya nyuci pakaian kotor seminggu, atau buka-buka email seperti sekarang... hehehe...
                        >
                        > >
                        >
                        > >
                        >
                        > > Semoga bermanfaat....
                        >
                        > >
                        >
                        > > Salam,
                        >
                        > >
                        >
                        > > Anti
                        >
                        > > >
                        >
                        > > >  
                        >
                        > > > Saya bukan IRT. Saya kerja juga, sambil menjalankan homeschooling untuk anak saya, usia 6 th.
                        >
                        > > >
                        >
                        > > > Anti
                        >
                        > > >
                        >
                        > > > --- In sekolahrumah@yahoogroups.com, "agma.sifa" <agma.sifa@> wrote:
                        >
                        > > > >
                        >
                        > > > > jadi ummi gimana? saya jga ingin sekali homeschooling kan anak saya. .
                        >
                        > > > > karena saya juga pernah membaca "titipan yang ALLAH berikan kepada saya
                        >
                        > > > > kenapa harus dititipkan lagi kepada orang lain?" saya juga sdh browsing
                        >
                        > > > > dll. tapi hati saya belum mantap. btw, jika anak home schooling, ibu harus
                        >
                        > > > > IRT ya?
                        >
                        > > > >
                        >
                        > >
                        >
                        > > > [Non-text portions of this message have been removed]
                        >
                        > > >
                        >
                        > >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        >
                        > [Non-text portions of this message have been removed]
                        >
                      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.