Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: [vilanusaindah] info : Sekitar borax dalam sayur hijau

Expand Messages
  • Agoes Gasikin
    Lumayan informasi ini untuk jadi bahan pertimbangan, mungkin ada saran/komentar dari warga milis grup ini yang kebetulan berprofesi sebagai DOKTER, ada saran
    Message 1 of 1 , Aug 3, 2009
    • 0 Attachment
      Lumayan informasi ini untuk jadi bahan pertimbangan, mungkin ada "saran/komentar" dari warga milis grup ini yang kebetulan berprofesi sebagai DOKTER, ada saran DR. FHS/Tesoro ?... @gga$   

      ----- Forwarded Message ----
      From: Dr Ali Senjaya <ali_senjaya@...>
      To: rt8rw26-thb@yahoogroups.com; dutabumi@yahoogroups.com; harapanindah@yahoogroups.com; jatibening@yahoogroups.com; vilanusaindah@yahoogroups.com
      Sent: Sunday, August 2, 2009 3:13:29 AM
      Subject: [vilanusaindah] info : Sekitar borax dalam sayur hijau

      Sungguh
      menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan kuah
      kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan siang. Selain sedap,
      kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya
      sangat dibutuhkan guna memperlancar metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi
      kita dahulu, jika kita masih ingat.
      Semuanya
      memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat zat-zat yang
      esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya,
      apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, penyakit
      menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita
      semua tidak mau, kan? Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.
      [Photo Credit: p2kafe.wordpress. com]
      Blengatau Borax
      Setelah
      ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa waktu lalu,
      ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran hijau, kini
      juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas
      aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng (baca dengan lafal
      e sama dengan yang ada pada kata `redupĀ“ atau `empukĀ“).
      Bleng alias Borax ini
      umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus
      memberikan aroma sedap, serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama.
      Konsumer utama Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang
      dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang.
      "Tidak ada
      rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng," aku salah seorang
      pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya. Daun singkong dalam
      menu masakan Padang sifatnya wajib ada. Namun, setelah dimasak, rupanya daun
      singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng menjadi
      solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut
      mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan
      lebih lama.
      Masalahnya,
      mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama yang tidak identik,
      maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan cap yang
      tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan
      Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a Borax ini masih bisa
      beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun penanganan lebih lanjut.
      Bahayanya?
      Bleng atau Borax, merujuk pada
      pernyataan Ilyani S. Andang, seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan,
      bahkan dilarang, digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga
      mempunyai sifat racun.
      "Efek Borax
      memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada fase awal, Borax
      dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. Namun, bila sudah
      mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan kematian,"
      tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah.
      Wikipedia pun
      melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan benar-benar racun,
      bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, konsumsi, aman. Dalam
      terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi
      Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret). Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory
      depression (chan-gangguan pernapasan berat), erythematous, juga
      gagal ginjal.
      Karena itulah,
      masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan Borax di sayur
      agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur yang masih hijau
      setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak,
      tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya
      tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!
      Tak hanya
      masakan Padang
      Temuan
      penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di rumah makan
      Padang. Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan bleng alias
      Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak.
      "Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, bayam, juga sayur lain
      yang menjadi bahan dasar pecel." Begitu ungkap salah seorang wanita penjual
      pecel keliling di Jakarta.
      Alasannya
      memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah makan Padang
      di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan lebih lama
      dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di pasaran.
      Selamatkan
      kami yang tidak tahu!
      Melihat
      kenyataan tersebut, kita patut bersedih. Pasalnya, kita tahu semua, Indonesia
      memiliki Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas mengawasi
      obat-obatan serta makanan yang beredar luas di Indonesia. Akan tetapi,
      sepertinya, untuk kasus di atas, peranan badan ini tak begitu kentara.
      Badan POM
      kelihatannya tidak akan bertindak sampai kasus ini diangkat media dan menjadi
      bahan pembicaraan khalayak ramai. Baru, jika sampai tahap ini, Badan POM mulai
      beraksi. Seharusnya, sebagai badan yang diberi kewenangan untuk menjaga serta
      mengawasi obat dan makanan di Indonesia, Badan POM lebih proaktif. Bukan hanya
      menunggu sampai ada yang meninggal, lalu masuk berita televisi, baru mereka mau
      bergerak. Inspeksi plus sosialisasi harus lebih gencar dilakukan Badan ini,
      supaya tak ada lagi bahan kimia berbahaya yang beredar dan menghantui
      masyarakat Indonesia dengan rasa was-was pada setiap makanan yang mereka makan
      sehari-hari.
      Bila memang
      Badan POM masih belum bisa proaktif, media, sebagai pihak yang punya kuasa
      mengatur agenda publik, hendaknya terus memuat reportase-reportase maupun kasus
      berkenaan dengan penggunaan Borax dalam makanan. Selain agar masyarakat tahu
      dan awas, Badan POM juga diharapkan tersentil menyaksikan berbagai berita yang
      ditayangkan media. Ini semua demi menyelamatkan konsumen, yang tak lain ialah
      seluruh bangsa Indonesia sendiri.
      Di samping dua
      hal tersebut, secara lebih ilmiah, Ilyani menyatakan, Borax dapat diganti
      dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan
      makanan di Indonesia.
      Sumber : http://langitdipucu kdaun.wordpress. com/2009/ 07/15/waspadai- sayuran-hijau/
      Benang merah edisi July 2009
       
      Dr Ali Senjaya
      certified bicom therapist

      Bio-E Harapan Indah Bekasi
      Praktek :
      Senin sampai Jumat dan Minggu
      Jam : 17.00 - 21.00 WIB
      Daftar : 021 - 8898 2888
      Pagi 07.30 - 10.00 WIB
      Sore 16.30 - 21.00 WIB

      dapatkan info lengkap macam tes dan terapi alergi


      www.bio-e.net
      allergy solution




      Lebih aman saat online.
      Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.