Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Renungan siang

Expand Messages
  • dkuntadi2002@yahoo.co.id
    Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela & hampir roboh itu,
    Message 1 of 23 , May 1, 2011
    • 0 Attachment
      Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela & hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa. Segera ia menuju pompa itu & mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar. Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus, & tertempel kertas dengan tulisan: "Sahabat, pompa ini harus dipancing dgn air dulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi."
       
      Ia mencabut gabusnya & ternyata kendi itu berisi penuh air. "Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?" Pikirnya
       
      Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu, & dengan sekuat tenaga memompanya. Benar!! Air keluar dengan limpahnya. Ia minum sepuasnya.
       
      Setelah istirahat memulihkan tenaga, & sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya & menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu, "Saya telah melakukannya & berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali. PERCAYALAH !!!"
       
      PESAN MORAL :
      Barang siapa berhati egois & terlampau mementingkan diri sendiri, ia tidak akan beroleh kemudahan dalam hidupnya.
      Barangsiapa berhati mulia & bertindak demi kepentingan orang banyak, ia akan beroleh kemuliaan dalam hidupnya.
      Berkat berlimpah & damai sejahtera akan memenuhi hidupnya.
      Percayalah & turutilah dengan penuh keimanan.

      Didik I. Kuntadi BlackBerry®
    • dkuntadi2002@yahoo.co.id
      Jadilah AKAR yang gigih mencari air...! Menembus tanah yang keras demi sebatang pohon... Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan
      Message 2 of 23 , May 4, 2011
      • 0 Attachment
        Jadilah AKAR yang gigih mencari air...!
        Menembus tanah yang keras demi sebatang pohon...
        Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan eloknya pada Dunia dan mendapatkan Pujian...akar tetap tidak iri, ia tetap bersembunyi dalam tanah...
        Itulah makna dari sebuah Ketulusan dan Keikhlasan...

        Manusia yang memiliki perpaduan Tulus, Ikhlas, Sabar dan Tegar bagai AKAR...merekalah orang-orang yang mampu merubah warna zaman...Ia kan tetap hidup dan menghidupkan.

        Selamat beraktivitas sobat, semoga hari ini kita dpt bermanfaat bagi diri kita keluarga dan masyarakat

        Didik I. Kuntadi BlackBerry®
      • dkuntadi2002@yahoo.co.id
        Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater utk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna. Psikiater itu memanggil seorang
        Message 3 of 23 , Oct 11, 2011
        • 0 Attachment
          Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater utk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

          Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...
          “Saya minta Anni utk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.
          Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

          Anni duduk di kursi & bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker. Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk. Saya tak punya siapa pun. Tak ada yg tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

          Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yg langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong & mengusapkan badannya ke kaki saya. Utk pertama kalinya dlm bulan itu, saya bisa tersenyum.

          Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu utk orang lain bisa membuat saya bahagia.

          Jadi, hari berikutnya, saya buat kue & bawa ke tetangga yg sakit, yg terbaring di ranjang & tak bisa bangun.

          Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yg baik pada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

          Hari ini, rasanya tak ada org yg bisa makan lahap & tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan kegembiraan pada org lain,” kata Anni.

          Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yg bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yg tak bisa dibeli uang.

          Syukur adalah magnet keberkahan. Bersyukurlah atas apa yg telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan. Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yg telah ada. Jangan fokus pada apa yg hilang, berfokuslah pada apa yg masih dimiliki....

          Didik I. Kuntadi BlackBerry®
        • zunaediagus@yahoo.com
          Tkasih pak Didik Powered by Telkomsel BlackBerry® ... From: dkuntadi2002@yahoo.co.id Sender: sdmmigas@yahoogroups.com Date: Tue, 11 Oct 2011 07:43:39 To:
          Message 4 of 23 , Oct 11, 2011
          • 0 Attachment
            Tkasih pak Didik
            Powered by Telkomsel BlackBerry®

            -----Original Message-----
            From: dkuntadi2002@...
            Sender: sdmmigas@yahoogroups.com
            Date: Tue, 11 Oct 2011 07:43:39
            To: SDMMigas<sdmmigas@yahoogroups.com>
            Reply-To: sdmmigas@yahoogroups.com
            Subject: [sdmmigas] Renungan siang



            Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater utk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

            Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...
            “Saya minta Anni utk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.
            Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

            Anni duduk di kursi & bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker. Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk. Saya tak punya siapa pun. Tak ada yg tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

            Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yg langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong & mengusapkan badannya ke kaki saya. Utk pertama kalinya dlm bulan itu, saya bisa tersenyum.

            Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu utk orang lain bisa membuat saya bahagia.

            Jadi, hari berikutnya, saya buat kue & bawa ke tetangga yg sakit, yg terbaring di ranjang & tak bisa bangun.

            Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yg baik pada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

            Hari ini, rasanya tak ada org yg bisa makan lahap & tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan kegembiraan pada org lain,” kata Anni.

            Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yg bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yg tak bisa dibeli uang.

            Syukur adalah magnet keberkahan. Bersyukurlah atas apa yg telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan. Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yg telah ada. Jangan fokus pada apa yg hilang, berfokuslah pada apa yg masih dimiliki....

            Didik I. Kuntadi BlackBerry®

            ------------------------------------

            Yahoo! Groups Links
          • afiatdj@yahoo.com
            Trimakasih wejangan nya Pak Didik...tetap semangat untuk membantu dan membagi kebahagiaan pada orang lain, salam Powered by Telkomsel BlackBerry® ... From:
            Message 5 of 23 , Oct 11, 2011
            • 0 Attachment
              Trimakasih wejangan nya Pak Didik...tetap semangat untuk membantu dan membagi kebahagiaan pada orang lain, salam
              Powered by Telkomsel BlackBerry®

              -----Original Message-----
              From: zunaediagus@...
              Sender: sdmmigas@yahoogroups.com
              Date: Tue, 11 Oct 2011 07:47:08
              To: <sdmmigas@yahoogroups.com>
              Reply-To: sdmmigas@yahoogroups.com
              Subject: Re: [sdmmigas] Renungan siang

              Tkasih pak Didik
              Powered by Telkomsel BlackBerry®

              -----Original Message-----
              From: dkuntadi2002@...
              Sender: sdmmigas@yahoogroups.com
              Date: Tue, 11 Oct 2011 07:43:39
              To: SDMMigas<sdmmigas@yahoogroups.com>
              Reply-To: sdmmigas@yahoogroups.com
              Subject: [sdmmigas] Renungan siang



              Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater utk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

              Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...
              “Saya minta Anni utk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.
              Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

              Anni duduk di kursi & bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker. Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk. Saya tak punya siapa pun. Tak ada yg tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

              Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yg langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong & mengusapkan badannya ke kaki saya. Utk pertama kalinya dlm bulan itu, saya bisa tersenyum.

              Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu utk orang lain bisa membuat saya bahagia.

              Jadi, hari berikutnya, saya buat kue & bawa ke tetangga yg sakit, yg terbaring di ranjang & tak bisa bangun.

              Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yg baik pada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

              Hari ini, rasanya tak ada org yg bisa makan lahap & tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan kegembiraan pada org lain,” kata Anni.

              Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yg bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yg tak bisa dibeli uang.

              Syukur adalah magnet keberkahan. Bersyukurlah atas apa yg telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan. Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yg telah ada. Jangan fokus pada apa yg hilang, berfokuslah pada apa yg masih dimiliki....

              Didik I. Kuntadi BlackBerry®

              ------------------------------------

              Yahoo! Groups Links





              ------------------------------------

              Yahoo! Groups Links
            • Bambang Kartika
              Bagus P.Didik akan ceritanya yang sangat menyentuh, kalau melihat kenyataan yang terlihat di Negara kita tercinta ini sepertinya uang adalah segalanya,
              Message 6 of 23 , Oct 11, 2011
              • 0 Attachment
                Bagus P.Didik akan ceritanya yang sangat menyentuh, kalau melihat kenyataan yang terlihat di Negara kita tercinta ini sepertinya uang adalah segalanya, misalnya masalah demokrasi, politik,  hukum / pengadilan dll sampai masalah yg sepele seperti atri karcis, urus KTP, kalau ada uang semua urusan bisa menang atau cepat selesai.
                 
                Salam, BK.
                 


                --- On Tue, 10/11/11, dkuntadi2002@... <dkuntadi2002@...> wrote:

                From: dkuntadi2002@... <dkuntadi2002@...>
                Subject: [sdmmigas] Renungan siang
                To: "SDMMigas" <sdmmigas@yahoogroups.com>
                Date: Tuesday, October 11, 2011, 7:43 AM



                Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater utk konsultasi.  Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

                Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...
                “Saya minta Anni utk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan. 
                Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

                Anni  duduk di kursi & bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker.  Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk.  Saya tak punya siapa pun.  Tak ada yg tertinggal.  Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum.  Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

                Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya.  Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah.  Saya memberinya susu, yg langsung habis diminum.  Anak kucing itu mengeong & mengusapkan badannya ke kaki saya.  Utk pertama kalinya dlm bulan itu, saya bisa tersenyum.

                Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu utk orang lain bisa membuat saya bahagia.

                Jadi, hari berikutnya, saya buat kue & bawa ke tetangga yg sakit, yg terbaring di ranjang & tak bisa bangun.

                Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yg baik pada seseorang.  Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

                Hari ini, rasanya tak ada org yg bisa makan lahap & tidur pulas seperti saya.  Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan kegembiraan pada org lain,” kata Anni.

                Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis.  Ia punya segala sesuatu yg bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yg tak bisa dibeli uang.

                Syukur adalah magnet keberkahan.  Bersyukurlah atas apa yg telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan.  Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yg telah ada.  Jangan fokus pada apa yg hilang, berfokuslah pada apa yg masih dimiliki....

                Didik I. Kuntadi BlackBerry®

                ------------------------------------

                Yahoo! Groups Links

                <*> To visit your group on the web, go to:
                    http://groups.yahoo.com/group/sdmmigas/

                <*> Your email settings:
                    Individual Email | Traditional

                <*> To change settings online go to:
                    http://groups.yahoo.com/group/sdmmigas/join
                    (Yahoo! ID required)

                <*> To change settings via email:
                    sdmmigas-digest@yahoogroups.com
                    sdmmigas-fullfeatured@yahoogroups.com

                <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                    sdmmigas-unsubscribe@yahoogroups.com

                <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                    http://docs.yahoo.com/info/terms/

              • James Runtu
                Bahagia, bersyukur mendapatkan ceritera yg sangat bermanfaat. Terimakasih kepada bapak/ibu yg bersedia mengingatkan, membagi ilmu dan sekaligus menjadi salurat
                Message 7 of 23 , Oct 17, 2011
                • 0 Attachment
                  Bahagia, bersyukur mendapatkan ceritera yg sangat bermanfaat.
                  Terimakasih kepada bapak/ibu yg bersedia mengingatkan, membagi ilmu dan sekaligus menjadi salurat Berkat dari TUHAN.
                  GBU all.

                  Sent from my iPad

                  On Oct 18, 2011, at 9:57, dkuntadi2002@... wrote:

                  > Seekor keledai yg ditunggangi oleh Seseorang, berjalan masuk kota Yerusalem. Begitu masuk gerbang kota, alangkah terkejut si keledai karena penduduk menyambut dg meriah. “Ahaaa, baru tahu betapa berharganya sy!
                  > sampai mereka merelakan pakaiannya utk dijadikan alas, sehingga kakiku yg indah ini tdk kotor terkena debu jalanan.”
                  >
                  > “Hosana!… Hosana!” Maka si keledai membusungkan dada nya seraya berjalan dgn penuh wibawa bak presiden “Terima kasih… terima kasih…”
                  > Begitu ujarnya ber-ulang2 sembari menoleh ke kiri dan ke kanan.
                  >
                  > Kebingungannya bertambah tatkala mendengar penduduk berseru, “Diberkatilah DIA yg dtg sbg Raja!”. “Hah, Raja? jd, sy ini rajanya, toh..? pantas saja menyambutku dgn luar biasa!
                  >
                  > Ketika kebanggaannya sdh sampai di ubun2, Sang Penunggang turun dr punggungnya, melangkahkan kakinya menuju ke Bait Allah.
                  > Kerumunan org yg tadipun ber-bondong2 segera mengikuti arah langkah Sang Penunggang itu.
                  >
                  > Kini tinggallah ia celingukan sendirian, tanpa ada seorgpun yg berdiri di dekatnya. Baru ia sadar, sambutan meriah itu ternyata bukan utknya,
                  > tp buat Sang Penunggang.! Aah, betapa malunya si keledai yg Ge-Er ini!
                  >
                  > Kita mgkn tersenyum membaca kisah ini. Tapi tanpa disadari, kt pun sering bersikap Ge-eR spt si keledai itu.
                  > Kt srg lupa bhw kt hanyalah ‘seekor keledai’ , dan pujian itu sebenarnya adlh milik TUHAN yg sedang punya acara dlm hidup kt. Dmknlah, bila kt telah diberi kesempatan dan dipilih utk menjadi alatnya, apa pun profesi kt, setinggi apapun posisi kt, itu semua hanya krn anugerahNYA!
                  >
                  > Tetaplah mengucap syukur dan kembalikanlah semuanya untuk Kemuliaan Tuhan.
                  >
                  > Didik I. Kuntadi BlackBerry®
                  >
                  > ------------------------------------
                  >
                  > Yahoo! Groups Links
                  >
                  >
                  >
                • dkuntadi2002@yahoo.co.id
                  Seekor keledai yg ditunggangi oleh Seseorang, berjalan masuk kota Yerusalem. Begitu masuk gerbang kota, alangkah terkejut si keledai karena penduduk menyambut
                  Message 8 of 23 , Oct 17, 2011
                  • 0 Attachment
                    Seekor keledai yg ditunggangi oleh Seseorang, berjalan masuk kota Yerusalem. Begitu masuk gerbang kota, alangkah terkejut si keledai karena penduduk menyambut dg meriah. “Ahaaa, baru tahu betapa berharganya sy!
                    sampai mereka merelakan pakaiannya utk dijadikan alas, sehingga kakiku yg indah ini tdk kotor terkena debu jalanan.”

                    “Hosana!… Hosana!” Maka si keledai membusungkan dada nya seraya berjalan dgn penuh wibawa bak presiden “Terima kasih… terima kasih…”
                    Begitu ujarnya ber-ulang2 sembari menoleh ke kiri dan ke kanan.

                    Kebingungannya bertambah tatkala mendengar penduduk berseru, “Diberkatilah DIA yg dtg sbg Raja!”. “Hah, Raja? jd, sy ini rajanya, toh..? pantas saja menyambutku dgn luar biasa!

                    Ketika kebanggaannya sdh sampai di ubun2, Sang Penunggang turun dr punggungnya, melangkahkan kakinya menuju ke Bait Allah.
                    Kerumunan org yg tadipun ber-bondong2 segera mengikuti arah langkah Sang Penunggang itu.

                    Kini tinggallah ia celingukan sendirian, tanpa ada seorgpun yg berdiri di dekatnya. Baru ia sadar, sambutan meriah itu ternyata bukan utknya,
                    tp buat Sang Penunggang.! Aah, betapa malunya si keledai yg Ge-Er ini!

                    Kita mgkn tersenyum membaca kisah ini. Tapi tanpa disadari, kt pun sering bersikap Ge-eR spt si keledai itu.
                    Kt srg lupa bhw kt hanyalah ‘seekor keledai’ , dan pujian itu sebenarnya adlh milik TUHAN yg sedang punya acara dlm hidup kt. Dmknlah, bila kt telah diberi kesempatan dan dipilih utk menjadi alatnya, apa pun profesi kt, setinggi apapun posisi kt, itu semua hanya krn anugerahNYA!

                    Tetaplah mengucap syukur dan kembalikanlah semuanya untuk Kemuliaan Tuhan.

                    Didik I. Kuntadi BlackBerry®
                  • thobias.djadji@trilink-indonesia.com
                    Pak Didik, terimakasih, sebuah sharing yg mencerahkan...... Dalam satu konteks peristiwa, selalu terkandung nilai yg universal !! Powered by Telkomsel
                    Message 9 of 23 , Oct 17, 2011
                    • 0 Attachment
                      Pak Didik, terimakasih, sebuah sharing yg mencerahkan......
                      Dalam satu konteks peristiwa, selalu terkandung nilai yg universal !!

                      Powered by Telkomsel BlackBerry®

                      -----Original Message-----
                      From: dkuntadi2002@...
                      Sender: sdmmigas@yahoogroups.com
                      Date: Tue, 18 Oct 2011 02:57:08
                      Reply-To: sdmmigas@yahoogroups.com
                      Cc: SDMMigas<sdmmigas@yahoogroups.com>
                      Subject: [sdmmigas] Renungan siang

                      Seekor keledai yg ditunggangi oleh Seseorang, berjalan masuk kota Yerusalem. Begitu masuk gerbang kota, alangkah terkejut si keledai karena penduduk menyambut dg meriah. “Ahaaa, baru tahu betapa berharganya sy!
                      sampai mereka merelakan pakaiannya utk dijadikan alas, sehingga kakiku yg indah ini tdk kotor terkena debu jalanan.”

                      “Hosana!… Hosana!” Maka si keledai membusungkan dada nya seraya berjalan dgn penuh wibawa bak presiden “Terima kasih… terima kasih…”
                      Begitu ujarnya ber-ulang2 sembari menoleh ke kiri dan ke kanan.

                      Kebingungannya bertambah tatkala mendengar penduduk berseru, “Diberkatilah DIA yg dtg sbg Raja!”. “Hah, Raja? jd, sy ini rajanya, toh..? pantas saja menyambutku dgn luar biasa!

                      Ketika kebanggaannya sdh sampai di ubun2, Sang Penunggang turun dr punggungnya, melangkahkan kakinya menuju ke Bait Allah.
                      Kerumunan org yg tadipun ber-bondong2 segera mengikuti arah langkah Sang Penunggang itu.

                      Kini tinggallah ia celingukan sendirian, tanpa ada seorgpun yg berdiri di dekatnya. Baru ia sadar, sambutan meriah itu ternyata bukan utknya,
                      tp buat Sang Penunggang.! Aah, betapa malunya si keledai yg Ge-Er ini!

                      Kita mgkn tersenyum membaca kisah ini. Tapi tanpa disadari, kt pun sering bersikap Ge-eR spt si keledai itu.
                      Kt srg lupa bhw kt hanyalah ‘seekor keledai’ , dan pujian itu sebenarnya adlh milik TUHAN yg sedang punya acara dlm hidup kt. Dmknlah, bila kt telah diberi kesempatan dan dipilih utk menjadi alatnya, apa pun profesi kt, setinggi apapun posisi kt, itu semua hanya krn anugerahNYA!

                      Tetaplah mengucap syukur dan kembalikanlah semuanya untuk Kemuliaan Tuhan.

                      Didik I. Kuntadi BlackBerry®

                      ------------------------------------

                      Yahoo! Groups Links
                    • tjus.wd@gmail.com
                      Pak DIK,terimakasih atas renungannya yg sangat menyentuh dan mengingatkan saya bhw kita ini bukan siapa2,semua milik Tuhan yg dititipkan kpd kita dan kita
                      Message 10 of 23 , Oct 17, 2011
                      • 0 Attachment
                        Pak DIK,terimakasih atas renungannya yg sangat menyentuh dan mengingatkan saya bhw kita ini bukan siapa2,semua milik Tuhan yg dititipkan kpd kita dan kita terutama saya tidak boleh bermegah atas apa yg di anugerahkan oleh Allah...dan kita tdk boleh mencuri kemulian Allah dengan bermegah atas apa yg kita lakukan...Hosana..!-wd

                        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


                        From: James Runtu <jruntu@...>
                        Sender: sdmmigas@yahoogroups.com
                        Date: Mon, 17 Oct 2011 23:05:29 +0700
                        To: sdmmigas@yahoogroups.com<sdmmigas@yahoogroups.com>
                        ReplyTo: sdmmigas@yahoogroups.com
                        Subject: Re: [sdmmigas] Renungan siang

                         

                        Bahagia, bersyukur mendapatkan ceritera yg sangat bermanfaat.
                        Terimakasih kepada bapak/ibu yg bersedia mengingatkan, membagi ilmu dan sekaligus menjadi salurat Berkat dari TUHAN.
                        GBU all.

                        Sent from my iPad

                        On Oct 18, 2011, at 9:57, dkuntadi2002@... wrote:

                        > Seekor keledai yg ditunggangi oleh Seseorang, berjalan masuk kota Yerusalem. Begitu masuk gerbang kota, alangkah terkejut si keledai karena penduduk menyambut dg meriah. “Ahaaa, baru tahu betapa berharganya sy!
                        > sampai mereka merelakan pakaiannya utk dijadikan alas, sehingga kakiku yg indah ini tdk kotor terkena debu jalanan.”
                        >
                        > “Hosana!… Hosana!” Maka si keledai membusungkan dada nya seraya berjalan dgn penuh wibawa bak presiden “Terima kasih… terima kasih…”
                        > Begitu ujarnya ber-ulang2 sembari menoleh ke kiri dan ke kanan.
                        >
                        > Kebingungannya bertambah tatkala mendengar penduduk berseru, “Diberkatilah DIA yg dtg sbg Raja!”. “Hah, Raja? jd, sy ini rajanya, toh..? pantas saja menyambutku dgn luar biasa!
                        >
                        > Ketika kebanggaannya sdh sampai di ubun2, Sang Penunggang turun dr punggungnya, melangkahkan kakinya menuju ke Bait Allah.
                        > Kerumunan org yg tadipun ber-bondong2 segera mengikuti arah langkah Sang Penunggang itu.
                        >
                        > Kini tinggallah ia celingukan sendirian, tanpa ada seorgpun yg berdiri di dekatnya. Baru ia sadar, sambutan meriah itu ternyata bukan utknya,
                        > tp buat Sang Penunggang.! Aah, betapa malunya si keledai yg Ge-Er ini!
                        >
                        > Kita mgkn tersenyum membaca kisah ini. Tapi tanpa disadari, kt pun sering bersikap Ge-eR spt si keledai itu.
                        > Kt srg lupa bhw kt hanyalah ‘seekor keledai’ , dan pujian itu sebenarnya adlh milik TUHAN yg sedang punya acara dlm hidup kt. Dmknlah, bila kt telah diberi kesempatan dan dipilih utk menjadi alatnya, apa pun profesi kt, setinggi apapun posisi kt, itu semua hanya krn anugerahNYA!
                        >
                        > Tetaplah mengucap syukur dan kembalikanlah semuanya untuk Kemuliaan Tuhan.
                        >
                        > Didik I. Kuntadi BlackBerry®
                        >
                        > ------------------------------------
                        >
                        > Yahoo! Groups Links
                        >
                        >
                        >

                      • T.M.Nasir Rachman
                        Sekedar kenangan ............. bukan hanya di Yerussalem Pak Dik di negeri ini juga banyak keledai Sebelum pensiun, kita adalah makhluk pemakan upah dan
                        Message 11 of 23 , Oct 19, 2011
                        • 0 Attachment
                          Sekedar kenangan ............. bukan hanya di Yerussalem Pak Dik di negeri ini juga banyak "keledai"

                          Sebelum pensiun, kita adalah makhluk pemakan upah dan sering secara TAK SADAR menyandang "status sebagai keledai yang pongah" , rapat di hotel hotel mewah, terbang sana sini, makan mewah dan golf gratis dimana mana, disisi lain kita adalah "keledai" yang sedang ditunggangi sang majikan dan hidup dibawah perintah.

                          Namun sacara SADAR kita jangan jadi "keledai" , harus tetap punya prinsip bahwa bagi kita kerja adalah sebahagian dari ibadah.

                          Wassalam
                          TMNasir


                          Dari: "dkuntadi2002@..." <dkuntadi2002@...>
                          Kepada:
                          Cc: SDMMigas <sdmmigas@yahoogroups.com>
                          Dikirim: Selasa, 18 Oktober 2011 9:57
                          Judul: [sdmmigas] Renungan siang

                          Seekor keledai yg ditunggangi oleh Seseorang, berjalan masuk kota Yerusalem. Begitu masuk gerbang kota, alangkah terkejut si keledai karena penduduk menyambut dg meriah. “Ahaaa, baru tahu betapa berharganya sy!
                          sampai mereka merelakan pakaiannya utk dijadikan alas, sehingga kakiku yg indah ini tdk kotor terkena debu jalanan.”

                          “Hosana!… Hosana!” Maka si keledai membusungkan dada nya seraya berjalan dgn penuh wibawa bak presiden “Terima kasih… terima kasih…”
                          Begitu ujarnya ber-ulang2 sembari menoleh ke kiri dan ke kanan.

                          Kebingungannya bertambah tatkala mendengar penduduk berseru, “Diberkatilah DIA yg dtg sbg Raja!”. “Hah, Raja? jd, sy ini rajanya, toh..? pantas saja menyambutku dgn luar biasa!

                          Ketika kebanggaannya sdh sampai di ubun2, Sang Penunggang turun dr punggungnya, melangkahkan kakinya menuju ke Bait Allah.
                          Kerumunan org yg tadipun ber-bondong2 segera mengikuti arah langkah Sang Penunggang itu.

                          Kini tinggallah ia celingukan sendirian, tanpa ada seorgpun yg berdiri di dekatnya. Baru ia sadar, sambutan meriah itu ternyata bukan utknya,
                          tp buat Sang Penunggang.!        Aah, betapa malunya si keledai yg Ge-Er ini!

                          Kita mgkn tersenyum membaca kisah ini. Tapi tanpa disadari, kt pun sering bersikap Ge-eR spt si keledai itu.
                          Kt srg lupa bhw kt hanyalah ‘seekor keledai’ , dan pujian itu sebenarnya adlh milik TUHAN yg sedang punya acara dlm hidup kt. Dmknlah, bila kt telah diberi kesempatan dan dipilih utk menjadi alatnya, apa pun profesi kt, setinggi apapun posisi kt, itu semua hanya krn anugerahNYA!

                          Tetaplah mengucap syukur dan kembalikanlah semuanya untuk Kemuliaan Tuhan.

                          Didik I. Kuntadi BlackBerry®

                          ------------------------------------

                          Yahoo! Groups Links

                          <*> To visit your group on the web, go to:
                              http://groups.yahoo.com/group/sdmmigas/

                          <*> Your email settings:
                              Individual Email | Traditional

                          <*> To change settings online go to:
                              http://groups.yahoo.com/group/sdmmigas/join
                              (Yahoo! ID required)

                          <*> To change settings via email:
                              sdmmigas-digest@yahoogroups.com
                              sdmmigas-fullfeatured@yahoogroups.com

                          <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                              sdmmigas-unsubscribe@yahoogroups.com

                          <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                              http://docs.yahoo.com/info/terms/



                        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.