Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: inklinasi bumi

Expand Messages
  • Ma'rufin Sudibyo
    Inklinasi (kemiringan sumbu Bumi) tidak disebabkan oleh gerak namun disebabkan oleh interaksi Bumi dengan anggota tata surya lainnya dalam sejarah perkembangan
    Message 1 of 2 , Feb 2, 2010
    View Source
    • 0 Attachment
      Inklinasi (kemiringan sumbu Bumi) tidak disebabkan oleh gerak namun disebabkan oleh interaksi Bumi dengan anggota tata surya lainnya dalam sejarah perkembangan Bumi. Teori yang saat ini diterima luas oleh kalangan astrofisikawan dan astrogeologi menyebutkan adanya peristiwa Hantaman Besar alias Big Whack milyaran tahun silam, saat Bumi baru berusia 100 juta tahun sehingga masih berbentuk protoplanet yang cair panas di dalam lingkungan tata surya yang kondisinya pada saat itu juga masih sangat chaotic. Pada saat itulah Bumi dihantam protoplanet seukuran Mars yang semula berada dalam zona kestabilan Lagrangian orbit Bumi, zona kestabilan yang kemudian hancur akibat chaotic-nya tata surya. Hantaman menyebabkan protoplanet seukuran Mars tersebut masuk melesak ke dalam inti Bumi sembari menghamburkan selubung Bumi ke angkasa,yang kelak kemudian membentuk Bulan. Sebagai konsekuensinya, sumbu Bumi miring 23,5 derajat.

      Hantaman macam gini adalah hal yang umum di tata surya. Uranus misalnya, juga menderita nasib yang sama, bahkan sampai-sampai inklinasinya hampir mencapai 90 derajat. Sehingga perubahan musim di sana juga dramatik, dimana salah satu kutub akan mengalami musim panas selama 42 tahun sementara kutub yang berlawanan akan mengalami kegelapan selama 42 tahun pula. Mars juga menderita nasib serupa, apalagi posisinya berdekatan dengan kawasan sabuk asteroid.

      Salam,


      Ma'rufin

      From: IqRo physics <iqro_physics@...>
      To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
      Sent: Tue, February 2, 2010 6:04:10 PM
      Subject: [FISIKA] inklinasi bumi

       

      terkait dengan perbncangan sayah dengan seorang teman, dya mnanyakan "knp rotasi bumi miring 23 1/2 derajat??
      knp yach???
      apakah ada hbngannya dengan gerak(dalam mekanika)???


    • Ma'rufin Sudibyo
      Terima kasih atas tambahannya pak Aziz :). Dalam sistem tata surya memang tidak ada kopling antara rotasi dan revolusi sebuah benda langit anggotanya. Kenapa
      Message 2 of 2 , Feb 3, 2010
      View Source
      • 0 Attachment
        Terima kasih atas tambahannya pak Aziz :).

        Dalam sistem tata surya memang tidak ada kopling antara rotasi dan revolusi sebuah benda langit anggotanya. Kenapa demikian, mungkin karena sistem tersebut makrokosmos. Namun sebenarnya ada fenomena yang mirip, dimana arah rotasi planet-planet juga sebenarnya tidak konstan ke satu titik, melainkan selalu berpindah-pindah meski pada kecepatan yang demikian rendah sehingga tidak disadari oleh kita kecuali jika melakukan pengamatan astronomi berpresisi tinggi.

        Fenomena tersebut adalah presesi rotasi. Harap dibedakan dengan presesi orbit (presesi perihelion) yang merupakan salah satu gejala relativitas umum. Presesi rotasi sepenuhnya berada di ranah mekanika Newton dan muncul sebagai akibat interaksi planet dengan planet-planet tetangganya dalam konteks n-body problem. Pada Bumi, misalnya, terjadi presesi rotasi yang memiliki periode 24.800 tahun dengan membentuk radius sudut di langit sebesar 23,5 derajat (alias sama dengan besarnya inklinasi sumbu Bumi). Presesi rotasi ini (biasa juga dinamakan presesi ekuinoks) menghasilkan pergeseran konstan bintang kutub.Jika pada saat ini (2010) yang menjadi bintang kutub utara kita adalah Polaris dalam gugusan bintang Ursa Minor yang bila dilihat dari wilayah tropis berada cukup rendah dari kaki langit utara, maka dalam 14.000 tahun mendatang yang menjabat bintang kutub utara adalah Vega di gugusan bintang Lira, yang pada saat ini jika dilihat dari wilayah tropis relatif mudah karena cukup tinggi (sekitar 30-40 derajat dari kaki langit utara).

        Selain menghasilkan pergeseran bintang kutub, fenomena presesi di Bumi menyebabkan periode tropis Matahari, yakni selang waktu konsekutif ketika Matahari menempati titik tropis (titik Aries), menjadi 20 menit lebih cepat ketimbang periode siderisnya, yakni selang waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari dalam satu putaran penuh (360 derajat). Periode tropis merupakan tulangpunggung sistem penanggalan Gregorian (Syamsiyyah) yang sekarang digunakan secara luas. Jika pernah ada cerita tentang "pemotongan" hari dalam kalender ini, yang tepatnya dilakukan pada 1582 oleh Paus Gregorius, maka sebab utama pemotongan tersebut karena periode tropis ini, yang semula diasumsikan sama dengan periode siderisnya. Namun kajian Umar Khayyam dkk dari Baghdad menunjukkan ada beda mendasar antara keduanya dan itulah yang kemudian ditelaah lebih lanjut hingga bisa memperbaiki sistem penanggalan.

        Kembali ke Uranus, memang kutub utara Uranus tidak akan mungkin selalu menghadap ke Matahari. Namun sebenarnya ada satu kondisi yang membuat sebagian hemisfer Uranus bisa senantiasa menghadap ke Matahari, jika kondisi yang diidealkan ini bekerja dengan baik, yakni tidal locking dengan inklinasi sumbu rotasi Uranus yang kecil (maksimum 20-an derajat). Tidal locking itu kasarnya penguncian gravitasi, dimana periode rotasinya bernilai sama dengan periode revolusinya. Namun kondisi semacam ini membutuhkan jarak Uranus-Matahari yang jauh lebih dekat, dimana kira-kira Uranus haruslah berada di dekat posisi Merkurius sekarang.

        Sistem tidal locking yang populer misalnya sistem Bumi-Bulan dan Pluto-Charon.

        Salam,


        Ma'rufin



        From: Muhammad Aziz Majidi <aziz.majidi@...>
        To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
        Sent: Thu, February 4, 2010 5:18:32 AM
        Subject: Re: [FISIKA] Re: inklinasi bumi

         

        2010/2/3 Muhammad Aziz Majidi <aziz.majidi@ gmail.com>

        Saya coba mengoreksi kekeliruan Pak Zaenal:

        Arah sumbu rotasi setiap planet, termasuk Saturnus adalah tetap. Ini sesuai hukum kekekalan momentum angular, setidak-tidaknya kalau diasumsikan tidak ada kopling antara momentum angular rotasi dan momentum angular revolusi (catatan: kalau di dalam atom ada kopling spin-orbit, sehingga arah spin elektron tidak konstan). 

        Arah rumbu rotasi Saturnus yang tetap ini mengarah ke suatu acuan yang tetap di luar sistem tata surya, dalam hal ini, ke arah bintang Sabik di gugusan bintang Ophiucus (seperti kata Pak Ma'rufin). Jadi, jangan dibayangkan kalau arah sumbu rotasi Saturnus itu selalu mengarah ke Matahari. Kalau begitu, malah artinya arah tersebut berubah-ubah terhadap acuan yang tetap di luar tata surya.

        ----> Catatan tambahan: Agar sebuah bintang bisa dipakai sebagai titik acuan tetap yang baik untuk mendeskripsikan arah sumbu rotasi planet, jarak antara pusat tata surya ke bintang tsb (dalam hal ini bintang Sabik) haruslah jauuuh lebih besar dari jari-jari rata-rata tata surya. Dengan demikian vektor posisi planet-planet terhadap bintang acuan tsb relatif tetap walaupun planet-planet tsb bergerak mengelilingi matahari.
         

        Salam,
        Aziz





        2010/2/3 <zaenal@pudak. com>

         

        wah dengan inclinasi hampir 90 derajat maka uranus kutubnya udah ngak
        bisa disebut utara-selatan lagi kali ya?? jadi salah satu ujung sumbu
        rotasinya akan selalu menghadap matahari sedangkan satunya selalu
        gelap, gimana bisa selama berevolusi yg saya asumsikan 84 tahun bisa
        terang 42 tahun dan gelap 42 tahun? mohon dijelaskan ..

        zaenal



        Quoting Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>:

        > Inklinasi (kemiringan sumbu Bumi) tidak disebabkan oleh gerak namun
        > disebabkan oleh interaksi Bumi dengan anggota tata surya lainnya
        > dalam sejarah perkembangan Bumi. Teori yang saat ini diterima luas
        > oleh kalangan astrofisikawan dan astrogeologi menyebutkan adanya
        > peristiwa Hantaman Besar alias Big Whack milyaran tahun silam, saat
        > Bumi baru berusia 100 juta tahun sehingga masih berbentuk
        > protoplanet yang cair panas di dalam lingkungan tata surya yang
        > kondisinya pada saat itu juga masih sangat chaotic. Pada saat itulah
        > Bumi dihantam protoplanet seukuran Mars yang semula berada dalam
        > zona kestabilan Lagrangian orbit Bumi, zona kestabilan yang kemudian
        > hancur akibat chaotic-nya tata surya. Hantaman menyebabkan
        > protoplanet seukuran Mars tersebut masuk melesak ke dalam inti Bumi
        > sembari menghamburkan selubung Bumi ke angkasa,yang kelak kemudian
        > membentuk Bulan. Sebagai konsekuensinya, sumbu Bumi miring 23,5
        > derajat.
        >
        > Hantaman macam gini adalah hal yang umum di tata surya. Uranus
        > misalnya, juga menderita nasib yang sama, bahkan sampai-sampai
        > inklinasinya hampir mencapai 90 derajat. Sehingga perubahan musim di
        > sana juga dramatik, dimana salah satu kutub akan mengalami musim
        > panas selama 42 tahun sementara kutub yang berlawanan akan mengalami
        > kegelapan selama 42 tahun pula. Mars juga menderita nasib serupa,
        > apalagi posisinya berdekatan dengan kawasan sabuk asteroid.
        >
        >
        > Salam,
        >
        >
        > Ma'rufin
        >
        >
        > ____________ _________ _________ __
        > From: IqRo physics <iqro_physics@ yahoo.com>
        > To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
        > Sent: Tue, February 2, 2010 6:04:10 PM
        > Subject: [FISIKA] inklinasi bumi
        >
        >
        > terkait dengan perbncangan sayah dengan seorang teman, dya mnanyakan
        > "knp rotasi bumi miring 23 1/2 derajat??
        > knp yach???
        > apakah ada hbngannya dengan gerak(dalam mekanika)???
        >
        >
        >
        >
        >
        >




      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.