Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: RSGISForum: Koordinat Ambalat

Expand Messages
  • hartanto
    mas wira dan mas gempur, juga rekan lain salam ditengah kesibukan baru kita yaitu mengatur uang receh dikantong karena perubahan beragam tarif bis angkot dan
    Message 1 of 9 , Mar 7 5:43 PM
    • 0 Attachment
      mas wira dan mas gempur, juga rekan lain

      salam

      ditengah kesibukan baru kita yaitu mengatur uang receh dikantong
      karena perubahan beragam tarif bis angkot dan ojek, kembali kita
      disibukkan juga untuk menyimak berita heboh tentang ambalat. masalah
      ambalat mengingatkan saya ke kisah masa lalu yang belum lama
      berselang. dan terkait masalah keruangan...

      pertama, kasus perbatasan RI-Timles
      pada saat pak gus dur masih menjadi RI-1, terjadi konflik perbatasan
      antara RI dan Timles. saat itu di desa Mota Ain tentara dan brimob
      kita terlibat baku tembak dengan tentara kangguru yang sedang
      berpatroli, mengakibatkan tewasnya prajurit RI yang sedang mengawal
      perbatasan. hal ini terjadi karena perbedaan persepsi mengenai
      perbatasan. saat itu tentara kita memakai peta yang dikeluarkan
      belanda, sesuai perjajian perbatasan belanda-portugis dahulu kala.
      sedangkan tentara kangguru menggunakan peta RBI. padahal pada bagian
      kanan bawah dari sheet tersebut tertulis jelas bahwa peta RBI tersebut
      tidak bisa dijadikan acuan batas wilayah. sayangnya para kangguru
      bersenjata itu gak bisa mengerti bahasa sehingga terjadi kesalahan
      fatal.

      kedua, kasus 2 pulau di kalimantan timur
      kasus sipadan dan ligitan mulai populer sejak dimunculkan pada tahun
      1969, saat pak HMS menjadi RI-1. cerita dibalik berita mengenai kasus
      pulau ini cukup menarik, walaupun banyak versi yang beredar hingga
      saat ini. sejak kasus ini mengemuka, pemerintah indonesia dan juga
      malaysia menyiapkan semua perangkat 'pertempuran' antara lain berupa
      peta. indonesia menggunakan peta keluaran jaman belanda, sedangkan
      malaysia mengeluarkan peta jaman inggris berkuasa. saat di Mahkamah
      Internasional, kedua peta tersebut (akhirnya) tidak bisa dijadikan
      pegangan utama... kenapa? karena di keduanya tidak terdapat klaim
      kepemilikan kedua pulau tersebut, baik oleh belanda maupun inggris.
      jadi kesimpulannya: pulau tidak bertuan. kemudian, masih menurut versi
      ini, MI melihat jauh kebelakang sebelum kasus ini dibuka th 1969 (hal
      ini berbeda dengan keyakinan bahwa kedua pulau diberikan ke malaysia
      karena adanya aktifitas malaysia disana). akhirnya ditemukan bahwa ada
      mercusuar yang dibangun oleh inggris, walaupun saat itu inggris tidak
      mengklaim pulau tersebut miliknya. maka dengan pertimbangan tersebut
      kedua pulau sengketa diberikan ke malaysia (sebagai penerus kerajaan
      inggris di kawasan asia tenggara..., mungkin...). terlihat simpel ya,
      tapi itulah cerita versi tersebut.

      kembali ke kasus ambalat, setahu saya sudah banyak perangkat hukum
      yang terkait dengan batas negara dan sudah diakui oleh (banyak negara)
      dunia. jadi ada baiknya semua diserahkan ke hukum yang berlaku (hehe
      klasik ya...), dan ditempuh usaha yang sungguh2 dalam mempertahankan
      keabsahan kepemilikan wilayah yg sudah diakui (banyak negara) dunia
      tersebut.

      salam
      hartanto
      (email serupa juga sudah saya posting kemarin, tapi hilang di rimba web... :(()

      --- In rsgisforum-net@yahoogroups.com, wira <wirahandhieto@y...> wrote:
      > itu merupakan koordinat blok konsesi energi untuk
      > bukat dan ambalat. kalau pulaunya sih kecil sekali.
      > saya tidak punya titiknya tepatnya.
      >
      > wira
      >
      > --- Gempur <gempur@s...> wrote:
      >
      > >
      > >
      > > At 03:11 PM 3/7/2005, you wrote:
      > >
      > > >bukat & ambalat kira2 di koordinat : 118°15'21" -
      > > >118°51'15" dan 2°34'7" - 3°47'50"
      > > >
      > > >wira
      > > >
      > >
      > > Ini kepulauan ataukah Sebuah Pulau
      > > ataukah nama kawasan (gugusan) pulau
      > >
      > > kok dari koordinat yang disebutkan saya gak dapat
      > > setitik noktah dari Arsip Landsat
      > > https://zulu.ssc.nasa.gov/mrsid/
      > > apakah Ambalat ini begitu kecil
      > >
      > > ada kordinat yang lebih spesifik mas ...
      > >
      > > dan kalo memang berada di koordinat yang mas Wira
      > > sebut...
      > > betul-betul dalam wilayah indonesia itu, grrr...
      > >
      > > Hanya tertarik saja sih dengan Ambalat ini :D
      > >
      > >
      > > Gempur SR
    • wira
      memang kurang ajar inggris & belanda, kok engga detil sih bagi2 kuenya. ... http://news.google.com.au/news?q=ambalat&hl=en&lr=&c2coff=1&sa=N&tab=nn&oi=newsr
      Message 2 of 9 , Mar 8 10:54 PM
      • 0 Attachment
        memang kurang ajar inggris & belanda, kok engga detil
        sih bagi2 kuenya.

        --- Andi Arsana <madeandi@...> wrote:
        >
        > Dear Mas Gempur dan rekan lain,
        >
        > > apakah memang peta Indonesia ini begitu kabur ?
        >
        > Saya memang belum menemukan informasi resmi tentang
        > koordinat Ambalat.
        > Namun begitu saya melihat ada beberapa sumber yang
        > setidaknya bisa
        > dijadikan referensi. Silahkan lihat di
        >
        http://news.google.com.au/news?q=ambalat&hl=en&lr=&c2coff=1&sa=N&tab=nn&oi=newsr
        > Sayang sekali saya tidak mendokumentasikan.
        >
        > Menurut hemat saya, yang lebih mendasar dan menjadi
        > akar persoalan ini
        > adalah bahwa perbatasan laut di sekitar Laut
        > Sulawesi antara Indonesia
        > dan Malaysia memang belum selesai, walaupun sudah
        > dimulai
        > penyelesaiaannya (besama dua lokasi batas laut
        > lainnya) sejak tahun
        > 1974.
        >
        > Karena batasnya sendiri yang belum jelas, saya kira
        > informasi
        > koordinat saja tidak akan cukup dijadikan referensi.
        > Kasarnya, setelah
        > kita dapatkan koordinatnya, persoalan berikutnya
        > adalah koordinat itu
        > belum jelas masuk wilayah Indonesia atau Malaysia.
        >
        > Jika kita merujuk kembali pada Konvensi 1891 antara
        > Inggris dan
        > Belanda yang menguasai Boreneo sebelum era
        > kemerdekaan, disana
        > dikatakan bahwa batas berada di lintang 4� 10' dari
        > ujung timur
        > Kalimantan menuju ke arah timur hingga memotong
        > Pulau Sebatik.
        > Konvensi ini tidak secara rinci menyebutkan
        > kelanjutan garis tersebut.
        > Akibatnya, pulau dan kawasan yang berada di sebelah
        > timur Pulau
        > Sebatik (termasuk Sipadan, Ligitan dan kawasan
        > Ambalat) menjadi kabur
        > posisinya.
        >
        > Memang ada kemungkinan menarik (melanjutkan) garis
        > batas yang dimaksud
        > ke arah timur sehingga kemudian terlihat bahwa
        > Sipadan, Ligitan dan
        > kawasan Ambalat berada di Wilayah Indonesia. Namun
        > perlu diingat juga
        > bahwa dalam kasus Sipadan dan Ligitan yang
        > dimenangkan Malaysia, the
        > International Court of Justice menolak argumentasi
        > ini karena
        > penarikan semacam ini tidak ada dasar hukumnya.
        >
        > Jadi, kembali pada pendapat saya semula, koordinat
        > memang penting,
        > tapi dalam kasus ini tidak akan membantu banyak
        > mengingat batasnya
        > sendiri yang belum disepakati.
        >
        > Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah:
        > 1. Sejarah kepemilikan kawasan Ambalat yang dikenal
        > denan Chain of Tittle
        > 2. Kepemilikan efektif, sejauh mana Indonesia selama
        > ini telah
        > menunjukkan usaha nyata mengadministrasi dan
        > 'memelihara' Ambalat
        > sebagai bukti seorang pemilik.
        >
        > Hal kedua justru menurut saya penting, mengingat
        > kita kehilangan
        > Sipadan dan Ligitan karena alasan ini.
        >
        > demikian, semoga menjadi bahan diskusi.
        >
        > salam,
        > Andi
        >
        > --
        > ========================
        > I Made Andi Arsana
        > Posgraduate Research Student
        > School of Surveying & SIS, UNSW
        > Electrical Engineering Building [R.413a]
        > P : 61 2 9385 4206 F : 9313 7493
        > E : madeandi@...
        > M : 61 4331 86170
        > http://madeandi.staff.ugm.ac.id/
        > Yahoo ID : madeandi
        > ========================
        >
        >
        > Situs Inisiatif RSGISForum (data spasial untuk Aceh
        > dsk)
        > http://inisiatif.rsgisforum.net
        > Yahoo! Groups Links
        >
        >
        > rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com
        >
        >
        >
        >
        >
        >

        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        http://mail.yahoo.com
      • Abu Najwa
        Maaf edited Menyoal poin kedua dari tulisan ini, setahu saya bukan seperti itu. Hal ini berdasarkan pernyataan Marty Natalegawa bahwa kekalahan Indonesia atas
        Message 3 of 9 , Mar 9 1:15 AM
        • 0 Attachment
          Maaf edited
          Menyoal poin kedua dari tulisan ini, setahu saya bukan
          seperti itu. Hal ini berdasarkan pernyataan Marty
          Natalegawa bahwa kekalahan Indonesia atas Sipadan dan
          Ligitan karena sejarah kepemilikan efektif atas pulau2 tsb
          oleh Inggris (bukan oleh Malaysia)

          >> Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah:
          >> 1. Sejarah kepemilikan kawasan Ambalat yang dikenal
          >> denan Chain of Tittle
          >> 2. Kepemilikan efektif, sejauh mana Indonesia selama
          >> ini telah
          >> menunjukkan usaha nyata mengadministrasi dan
          >> 'memelihara' Ambalat
          >> sebagai bukti seorang pemilik.
          >>
          >> Hal kedua justru menurut saya penting, mengingat
          >> kita kehilangan
          >> Sipadan dan Ligitan karena alasan ini.
          >>
          >> demikian, semoga menjadi bahan diskusi.
          >>
          >> salam,
          >> Andi
          >>
          >> --
          >> ========================
          >> I Made Andi Arsana
          >> Posgraduate Research Student
          >> School of Surveying & SIS, UNSW
          >> Electrical Engineering Building [R.413a]
          >> P : 61 2 9385 4206 F : 9313 7493
          >> E : madeandi@...
          >> M : 61 4331 86170
          >> http://madeandi.staff.ugm.ac.id/
          >> Yahoo ID : madeandi
          >> ========================
          >>
          >>
          >> Situs Inisiatif RSGISForum (data spasial untuk Aceh
          >> dsk)
          >> http://inisiatif.rsgisforum.net
          >> Yahoo! Groups Links
          >>
          >>
          >> rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com
          >>
          >>
          >>
          >>
          >>
          >>
          >
          > __________________________________________________
          > Do You Yahoo!?
          > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection
          >around
          > http://mail.yahoo.com
          >
          >
          > Situs Inisiatif RSGISForum (data spasial untuk Aceh dsk)
          > http://inisiatif.rsgisforum.net
          > Yahoo! Groups Links
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >

          ========================================================================================
          Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
          Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
          ========================================================================================
        • sksbyg
          waktu sipadan-ligitan jatuh ke tangan malaysia, ada yg tau perubahan wilayahnya ampe sejauh mana? apa ada hubungannya dengan klaim malaysia yg sekarang? o iya
          Message 4 of 9 , Mar 10 1:00 AM
          • 0 Attachment
            waktu sipadan-ligitan jatuh ke tangan malaysia, ada yg tau perubahan
            wilayahnya ampe sejauh mana? apa ada hubungannya dengan klaim
            malaysia yg sekarang?

            o iya sekalian nanya, kalau ada satu wilayah yg mengandung minyak
            milik dua negara berbatasan, kedua2nya boleh eksploitasi dr sisinya
            masing2 (alias masing2 nyedot sebanyak2nya dan secepat2nya) ato
            harus jd milik bersama?


            susy

            --- In rsgisforum-net@yahoogroups.com, wira <wirahandhieto@y...>
            wrote:
            > memang kurang ajar inggris & belanda, kok engga detil
            > sih bagi2 kuenya.
            >
            > --- Andi Arsana <madeandi@g...> wrote:
            > >
            > > Dear Mas Gempur dan rekan lain,
            > >
            > > > apakah memang peta Indonesia ini begitu kabur ?
            > >
            > > Saya memang belum menemukan informasi resmi tentang
            > > koordinat Ambalat.
            > > Namun begitu saya melihat ada beberapa sumber yang
            > > setidaknya bisa
            > > dijadikan referensi. Silahkan lihat di
            > >
            > http://news.google.com.au/news?
            q=ambalat&hl=en&lr=&c2coff=1&sa=N&tab=nn&oi=newsr
            > > Sayang sekali saya tidak mendokumentasikan.
            > >
            > > Menurut hemat saya, yang lebih mendasar dan menjadi
            > > akar persoalan ini
            > > adalah bahwa perbatasan laut di sekitar Laut
            > > Sulawesi antara Indonesia
            > > dan Malaysia memang belum selesai, walaupun sudah
            > > dimulai
            > > penyelesaiaannya (besama dua lokasi batas laut
            > > lainnya) sejak tahun
            > > 1974.
            > >
            > > Karena batasnya sendiri yang belum jelas, saya kira
            > > informasi
            > > koordinat saja tidak akan cukup dijadikan referensi.
            > > Kasarnya, setelah
            > > kita dapatkan koordinatnya, persoalan berikutnya
            > > adalah koordinat itu
            > > belum jelas masuk wilayah Indonesia atau Malaysia.
            > >
            > > Jika kita merujuk kembali pada Konvensi 1891 antara
            > > Inggris dan
            > > Belanda yang menguasai Boreneo sebelum era
            > > kemerdekaan, disana
            > > dikatakan bahwa batas berada di lintang 4° 10' dari
            > > ujung timur
            > > Kalimantan menuju ke arah timur hingga memotong
            > > Pulau Sebatik.
            > > Konvensi ini tidak secara rinci menyebutkan
            > > kelanjutan garis tersebut.
            > > Akibatnya, pulau dan kawasan yang berada di sebelah
            > > timur Pulau
            > > Sebatik (termasuk Sipadan, Ligitan dan kawasan
            > > Ambalat) menjadi kabur
            > > posisinya.
            > >
            > > Memang ada kemungkinan menarik (melanjutkan) garis
            > > batas yang dimaksud
            > > ke arah timur sehingga kemudian terlihat bahwa
            > > Sipadan, Ligitan dan
            > > kawasan Ambalat berada di Wilayah Indonesia. Namun
            > > perlu diingat juga
            > > bahwa dalam kasus Sipadan dan Ligitan yang
            > > dimenangkan Malaysia, the
            > > International Court of Justice menolak argumentasi
            > > ini karena
            > > penarikan semacam ini tidak ada dasar hukumnya.
            > >
            > > Jadi, kembali pada pendapat saya semula, koordinat
            > > memang penting,
            > > tapi dalam kasus ini tidak akan membantu banyak
            > > mengingat batasnya
            > > sendiri yang belum disepakati.
            > >
            > > Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah:
            > > 1. Sejarah kepemilikan kawasan Ambalat yang dikenal
            > > denan Chain of Tittle
            > > 2. Kepemilikan efektif, sejauh mana Indonesia selama
            > > ini telah
            > > menunjukkan usaha nyata mengadministrasi dan
            > > 'memelihara' Ambalat
            > > sebagai bukti seorang pemilik.
            > >
            > > Hal kedua justru menurut saya penting, mengingat
            > > kita kehilangan
            > > Sipadan dan Ligitan karena alasan ini.
            > >
            > > demikian, semoga menjadi bahan diskusi.
            > >
            > > salam,
            > > Andi
            > >
            > > --
            > > ========================
            > > I Made Andi Arsana
            > > Posgraduate Research Student
            > > School of Surveying & SIS, UNSW
            > > Electrical Engineering Building [R.413a]
            > > P : 61 2 9385 4206 F : 9313 7493
            > > E : madeandi@g...
            > > M : 61 4331 86170
            > > http://madeandi.staff.ugm.ac.id/
            > > Yahoo ID : madeandi
            > > ========================
            > >
            > >
            > > Situs Inisiatif RSGISForum (data spasial untuk Aceh
            > > dsk)
            > > http://inisiatif.rsgisforum.net
            > > Yahoo! Groups Links
            > >
            > >
            > > rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com
            > >
            > >
            > >
            > >
            > >
            > >
            >
            > __________________________________________________
            > Do You Yahoo!?
            > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
            > http://mail.yahoo.com
          • Andi Arsana
            Saudara Abu, dan rekan lain, ... Setuju dengan pernyataan di atas. Namun harus diingat juga bahwa ICJ mengabulkan tuntutan Malaysia terlebih karena Malaysia
            Message 5 of 9 , Mar 13 3:51 AM
            • 0 Attachment
              Saudara Abu, dan rekan lain,

              > karena sejarah kepemilikan efektif atas pulau2 tsb
              > oleh Inggris (bukan oleh Malaysia)

              Setuju dengan pernyataan di atas.
              Namun harus diingat juga bahwa ICJ mengabulkan tuntutan Malaysia
              terlebih karena Malaysia memang dengan sistematis melanjutkan apa yang
              dilakukan Inggris yaitu (salah satunya) memelihara mercu suar yang ada
              di pulau tersebut semenjak merdeka. Hal ini lah yang kemudian diakui
              sebagai bukti bahwa Malaysia lebih 'memperhatikan' kedua pulau
              tersebut.

              silahkan lihat juga sumber yang saya gunakan di
              http://www.icj-cij.org/icjwww/ipresscom/ipress2002/ipresscom2002-39_inma_20021217.htm,
              situs resmi dari the international court of justice.

              demikian, semoga berkenan

              Andi

              --
              ========================
              I Made Andi Arsana
              Posgraduate Research Student
              School of Surveying & SIS, UNSW
              Electrical Engineering Building [R.413a]
              P : 61 2 9385 4206 F : 9313 7493
              E : madeandi@...
              M : 61 4331 86170
              http://madeandi.staff.ugm.ac.id/
              Yahoo ID : madeandi
              ========================
            • Sandy
              1. Ambalat merupakan nama sebuah blok yang dibuka oleh Ditjen MIGAS untuk dieksplorasi. Daerah tersebut tentu punya referensi koordinat yang jelas. Untuk
              Message 6 of 9 , Mar 13 5:42 PM
              • 0 Attachment
                1. Ambalat merupakan nama sebuah blok yang dibuka oleh Ditjen MIGAS untuk
                dieksplorasi. Daerah tersebut tentu punya referensi koordinat yang jelas.
                Untuk koordinat lengkapnya, dapat menghubungi saya secara japri.
                2. Perubahan wilayah kayaknya banyak yang bahas deh. Pakar hukum laut dlsb.
                3. Kandungan minyak biasanya teralokasi dalam reservoir yang luasan
                dipermukaan tidak begitu besar. Jadi jika suatu area seperti Ambalat
                dikatakan memiliki minyak, pengertiannya yang paling mungkin adalah didalam
                wilayah tersebut terdapat banyak sekali trap perangkap minyak/ reservoir
                yang merupakan salah satu faktor penting dari keberadaan minyak yang dapat
                dieksplorasi. Jadi sangat besar kemungkinan jika trap-nya berbeda.
                4. Tentang kepemilikan kita atas Ambalat, sejak tahun 1970-an telah
                dilakukan survey seismic diwilayah tersebut, tanpa adanya komplain terhadap
                apa yang kita lakukan. Sejak tahun 1970-an tersebut telah dibuka konsensi
                pengembangan area eksplorasi dan eksploitasi Minyak dan Gas terhadap daerah
                Bukat, Ambalat dan East Ambalat. Bahkan konsensi untuk ambalat, belum
                berakhir sampai dengan tahun 2029 kalau tidak salah ... hehehe .... Tentang
                pemiliknya .. silahkan baca disurat kabar ... kan sudah banyak diberitakan.
                5. Jika kita kehilangan Ambalat ( East Ambalat dan Ambalat) berarti yang
                akan hilang dari kita, menurut study terakhir, sekitar 50 trap lebih yang
                sangat mungkin mengandung minyak dalam jumlah yang signifikan untuk produksi
                MIGAS kita, serta harga diri kita sebagai bangsa.

                MARI BUNG REBUT KEMBALI ....




                ----------------------------cut-----------------

                waktu sipadan-ligitan jatuh ke tangan malaysia, ada yg tau perubahan
                wilayahnya ampe sejauh mana? apa ada hubungannya dengan klaim
                malaysia yg sekarang?

                o iya sekalian nanya, kalau ada satu wilayah yg mengandung minyak
                milik dua negara berbatasan, kedua2nya boleh eksploitasi dr sisinya
                masing2 (alias masing2 nyedot sebanyak2nya dan secepat2nya) ato
                harus jd milik bersama?


                susy

                --- In rsgisforum-net@yahoogroups.com, wira <wirahandhieto@y...>
                wrote:
                > memang kurang ajar inggris & belanda, kok engga detil
                > sih bagi2 kuenya.
                >
                > --- Andi Arsana <madeandi@g...> wrote:
                > >
                > > Dear Mas Gempur dan rekan lain,
                > >
                > > > apakah memang peta Indonesia ini begitu kabur ?
                > >
                > > Saya memang belum menemukan informasi resmi tentang
                > > koordinat Ambalat.
                > > Namun begitu saya melihat ada beberapa sumber yang
                > > setidaknya bisa
                > > dijadikan referensi. Silahkan lihat di
                > >
                > http://news.google.com.au/news?
                q=ambalat&hl=en&lr=&c2coff=1&sa=N&tab=nn&oi=newsr
                > > Sayang sekali saya tidak mendokumentasikan.
                > >
                > > Menurut hemat saya, yang lebih mendasar dan menjadi
                > > akar persoalan ini
                > > adalah bahwa perbatasan laut di sekitar Laut
                > > Sulawesi antara Indonesia
                > > dan Malaysia memang belum selesai, walaupun sudah
                > > dimulai
                > > penyelesaiaannya (besama dua lokasi batas laut
                > > lainnya) sejak tahun
                > > 1974.
                > >
                > > Karena batasnya sendiri yang belum jelas, saya kira
                > > informasi
                > > koordinat saja tidak akan cukup dijadikan referensi.
                > > Kasarnya, setelah
                > > kita dapatkan koordinatnya, persoalan berikutnya
                > > adalah koordinat itu
                > > belum jelas masuk wilayah Indonesia atau Malaysia.
                > >
                > > Jika kita merujuk kembali pada Konvensi 1891 antara
                > > Inggris dan
                > > Belanda yang menguasai Boreneo sebelum era
                > > kemerdekaan, disana
                > > dikatakan bahwa batas berada di lintang 4° 10' dari
                > > ujung timur
                > > Kalimantan menuju ke arah timur hingga memotong
                > > Pulau Sebatik.
                > > Konvensi ini tidak secara rinci menyebutkan
                > > kelanjutan garis tersebut.
                > > Akibatnya, pulau dan kawasan yang berada di sebelah
                > > timur Pulau
                > > Sebatik (termasuk Sipadan, Ligitan dan kawasan
                > > Ambalat) menjadi kabur
                > > posisinya.
                > >
                > > Memang ada kemungkinan menarik (melanjutkan) garis
                > > batas yang dimaksud
                > > ke arah timur sehingga kemudian terlihat bahwa
                > > Sipadan, Ligitan dan
                > > kawasan Ambalat berada di Wilayah Indonesia. Namun
                > > perlu diingat juga
                > > bahwa dalam kasus Sipadan dan Ligitan yang
                > > dimenangkan Malaysia, the
                > > International Court of Justice menolak argumentasi
                > > ini karena
                > > penarikan semacam ini tidak ada dasar hukumnya.
                > >
                > > Jadi, kembali pada pendapat saya semula, koordinat
                > > memang penting,
                > > tapi dalam kasus ini tidak akan membantu banyak
                > > mengingat batasnya
                > > sendiri yang belum disepakati.
                > >
                > > Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah:
                > > 1. Sejarah kepemilikan kawasan Ambalat yang dikenal
                > > denan Chain of Tittle
                > > 2. Kepemilikan efektif, sejauh mana Indonesia selama
                > > ini telah
                > > menunjukkan usaha nyata mengadministrasi dan
                > > 'memelihara' Ambalat
                > > sebagai bukti seorang pemilik.
                > >
                > > Hal kedua justru menurut saya penting, mengingat
                > > kita kehilangan
                > > Sipadan dan Ligitan karena alasan ini.
                > >
                > > demikian, semoga menjadi bahan diskusi.
                > >
                > > salam,
                > > Andi
                > >
                > > --
                > > ========================
                > > I Made Andi Arsana
                > > Posgraduate Research Student
                > > School of Surveying & SIS, UNSW
                > > Electrical Engineering Building [R.413a]
                > > P : 61 2 9385 4206 F : 9313 7493
                > > E : madeandi@g...
                > > M : 61 4331 86170
                > > http://madeandi.staff.ugm.ac.id/
                > > Yahoo ID : madeandi
                > > ========================
                > >
                > >
                > > Situs Inisiatif RSGISForum (data spasial untuk Aceh
                > > dsk)
                > > http://inisiatif.rsgisforum.net
                > > Yahoo! Groups Links
                > >
                > >
                > > rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com
                > >
                > >
                > >
                > >
                > >
                > >
                >
                > __________________________________________________
                > Do You Yahoo!?
                > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                > http://mail.yahoo.com








                Situs Inisiatif RSGISForum (data spasial untuk Aceh dsk)
                http://inisiatif.rsgisforum.net
                Yahoo! Groups Links
              • ipranto wignyowinoto
                harus jadi milik bersama dong, ada aturan hitungannya untuk pembagiannya. kalau nggak dibagi enak yang nyedot no, lha wong sekarang juga ada kok yang namanya
                Message 7 of 9 , Mar 13 5:56 PM
                • 0 Attachment
                  harus jadi milik bersama dong, ada aturan hitungannya untuk pembagiannya. kalau nggak dibagi enak yang nyedot no, lha wong sekarang juga ada kok yang namanya pemboran miring, di atas miring 5 derajat nanti kalau kedalamannya sudah 5000 meter, sudah sejauh berapa kilo, khan bisa itu sudah masuk negara lain.

                  Ip

                  sksbyg <sksbyg@...> wrote:


                  waktu sipadan-ligitan jatuh ke tangan malaysia, ada yg tau perubahan
                  wilayahnya ampe sejauh mana? apa ada hubungannya dengan klaim
                  malaysia yg sekarang?

                  o iya sekalian nanya, kalau ada satu wilayah yg mengandung minyak
                  milik dua negara berbatasan, kedua2nya boleh eksploitasi dr sisinya
                  masing2 (alias masing2 nyedot sebanyak2nya dan secepat2nya) ato
                  harus jd milik bersama?


                  susy



                  ---------------------------------
                  Do you Yahoo!?
                  Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

                  [Non-text portions of this message have been removed]
                • Eka Djunarsjah
                  Rekan-rekan, Dalam kasus Ambalat, kalau nanti wilayah tsb masuk dalam wilayah ZEE atau Landas Kontinen (di luar 12 mil dari garis pangkal masing-masing
                  Message 8 of 9 , Mar 15 5:44 PM
                  • 0 Attachment
                    Rekan-rekan,

                    Dalam kasus Ambalat, kalau nanti wilayah tsb masuk dalam wilayah ZEE atau
                    Landas Kontinen (di luar 12 mil dari garis pangkal masing-masing Negara),
                    maka penentuan batasnya harus melalui kesepakatan kedua Negara. Teknisnya
                    bisa menggunakan prinsip equidistance (sama jarak) atau equitable solution
                    (keadilan).

                    Begitu batas tersebut sudah jelas, maka baru masing-masing Negara berhak
                    melakukan eksplorasi dan ekspolitasi, tentunya di wilayahnya masing-masing.

                    Salam,

                    Eka Dj.


                    At 05:56 PM 3/13/2005 -0800, ipranto wignyowinoto wrote:

                    >harus jadi milik bersama dong, ada aturan hitungannya untuk pembagiannya.
                    >kalau nggak dibagi enak yang nyedot no, lha wong sekarang juga ada kok
                    >yang namanya pemboran miring, di atas miring 5 derajat nanti kalau
                    >kedalamannya sudah 5000 meter, sudah sejauh berapa kilo, khan bisa itu
                    >sudah masuk negara lain.
                    >
                    >Ip
                    >
                    >sksbyg <sksbyg@...> wrote:
                    >
                    >
                    >waktu sipadan-ligitan jatuh ke tangan malaysia, ada yg tau perubahan
                    >wilayahnya ampe sejauh mana? apa ada hubungannya dengan klaim
                    >malaysia yg sekarang?
                    >
                    >o iya sekalian nanya, kalau ada satu wilayah yg mengandung minyak
                    >milik dua negara berbatasan, kedua2nya boleh eksploitasi dr sisinya
                    >masing2 (alias masing2 nyedot sebanyak2nya dan secepat2nya) ato
                    >harus jd milik bersama?
                    >
                    >
                    >susy
                  • hartanto
                    salam semua saya kemarin mendapatkan Proceeding: Maritime Boundaries, Resources Data Base and Strategic Considerations, yang dihasilkan dari workshop Geotek
                    Message 9 of 9 , Mar 15 6:23 PM
                    • 0 Attachment
                      salam semua

                      saya kemarin mendapatkan Proceeding: Maritime Boundaries, Resources
                      Data Base and Strategic Considerations, yang dihasilkan dari workshop
                      Geotek LIPI 13-14 Juli 2004. isinya sangat menarik untuk menambah
                      informasi khususnya masalah perbatasan.

                      kalo memungkinkan, rekan di geotek yang mempunyai arsip digital bisa
                      men-share dokumen tersebut (kalo nggak bisa lengkap, ya abstrak atau
                      slide juga sudah cukup). boleh dan bisa?
                      :-)

                      salam
                      hartanto
                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.