Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

RE: RSGISForum: Keliling Jakarta tanpa Tersasar

Expand Messages
  • Trias Aditya
    Seperti yang dikemukakan Pak Projo, tampaknya asumsi ketelitian peta bakosurtanal tidak sesuai untuk aplikasi ini perlu ditinjau lagi. Tampaknya ini masih
    Message 1 of 27 , Feb 27, 2004
      Seperti yang dikemukakan Pak Projo, tampaknya asumsi ketelitian peta bakosurtanal tidak sesuai untuk aplikasi ini perlu ditinjau lagi.
      Tampaknya ini masih terkait dengan penggunaan peta dan hubungannya dengan skala.

      Memang benar GPS handheld bisa lebih teliti dari 5 tahun lalu setelah dicabutnya kebijakan SA (selective availabity) oleh U.S. DoD (departmen hankam) th. 2000.
      Yang berarti sinyal ke GPS handheld bisa memiliki 10 kali lebih akurat sebelum SA di-hidup-kan.
      (yang berarti untuk absolut positioning dari 100 meteran, permofance akurasinya sekarang bisa mencapai 10-20 meter....tapi itu kata U.S. loh, realnya di lapangan sama sekali kita tidak bisa tahu , misal: apakah pada saat perang SA diaktifkan kembali?). Saya rasa sudah banyak riset mengkaji hal ini, silakan diliat dan dicari di literatur dan internet.
      Sedangkan penjelasan versi U.S.-nya silakan baca di sini :
      http://www.ngs.noaa.gov/FGCS/info/sans_SA/docs/GPS_SA_Event_QAs.pdf

      sekedar masukan, yang diajust sebaiknya bukan peta bakonya, tapi yang ditingkatkan "suitability" GPS posisinya. Ini sekaligus sebagai persiapan siapa tahu konstelasi GPS berubah shg. bisa lebih teliti atau siapa tahu SA diaktifkan lagi oleh yang punya ....Kalau demikian lha nanti bisa meleset dong posisi kita di lap. kalau yang diadjust peta bako-nya?!
      Untuk mengatasinya, metode yang sudah banyak diterapkan tentu saja adalah "differential positioning" artinya posisi absolut handheld dikoreksi dengan posisi yang relatif benar.
      Posisi relatif benar diperoleh dari stasiun referensi (geodetik) GPS, dan dikirimkan melalui satelit komunikasi atau bisa juga sinyal radio dalam bentuk raw data atau dengan XML (WML) bisa juga.

      namun demikian pendekatan yang digunakan boleh2 saja kalau memang dari segi kepraktisan dipandang lebih OK, namun ya itu tadi perlu dipertimbangkan aspek manfaat jangka panjang.
      Warga milist yang lebih tahu tentang hal ini silakan mencerahkan.

      sekalian nambah untuk problem ini:

      >>Pengaruhnya, kata dia, kecepatan komputer membaca peta digital dan mengakses informasi GPS menjadi lambat. Saat pengujian waktu yang diperlukan untuk berpindah dari
      >>peta biasa menuju peta perbesaran pertama dan kedua yang semakin detail, perlu waktu 1 menit . "Pembacaan menjadi tidak real time," ujar Supriatna. Karena itu, tutur pria berkacama ini,
      >>timnya sedang berusaha keras untuk memperkecil kapasitas sistem sehingga layak dipasang di dalam komputer genggam dengan kemampuan yang ada sekarang.

      mungkin penggunaan format SVG dan WML patut dipertimbangkan......
      berikut ini beberapa link yang relevan:

      http://www.svgopen.org/ (tersedia presentasi paper online konferensi 2002 dan 2003)
      dan juga TeleCartography 2004 di: http://www.ikgeom.tuwien.ac.at/symposium2004/

      salam, Trias.

      -----Original Message-----
      From: Tri "Savesea" Muji [mailto:trimuji@...]
      Sent: Friday, February 27, 2004 7:24 AM
      To: rsgisforum-net@yahoogroups.com
      Subject: Re: RSGISForum: Keliling Jakarta tanpa Tersasar


      Apakah harus total station untuk pembuatan peta tersebut ya.
      Lalu Bagaimana dengan berita tentang adanya satelit GPS baru yang
      memungkinkan GPS genggam mempunyai eror kecil? Saya pernah mendengar itu
      sekitar 2 tahun lalu, yang kemudian LAPAN mengadakan semacam pertemuan untuk
      memberi masukkan mengenai satelit GPS Baru tersebut,.

      Maaf kalau salah, Mohon pencerahan.


      Salam
      Tri Muji
    • herman krisnanto
      Ada beberapa kebenaran dari keran2. Baik itu mengenai SA, DGPS, Maupun kecepatan pembacaan almanak( posisi ) dari gps ke software pendukungnya agak lambat
      Message 2 of 27 , Mar 1, 2004
        Ada beberapa kebenaran dari keran2. Baik itu mengenai
        SA, DGPS, Maupun kecepatan pembacaan almanak("posisi")
        dari gps ke software pendukungnya "agak lambat" namun
        demikian tetap masih dapat dikatakan real time.....
        Tapi untuk mendapatkankan posisi diam "susah loh"
        kalau menggunakan gps handheld, belum lagi bila
        terjadi multipath, dapat juga diatas dengan DGPS(kita
        udah punya gak sih (di jakarta).
        Saya pernah mencoba melakukan Tracking jalan dari
        tahun 2000 hingga 2003 yang mana lokasi sama(jalan yg
        dilalui), hasilnya cukup bagus dimana posisi GPS masih
        di dalam row jalan, tapi GPS yang saya gunakan bukan
        Handheld ( alat yg di gunakan DGPS):). Dan saya pernah
        melakukan juga di jawatimur (pacitan,ngawi,madiun,
        magetan, nganjuk, ponorogo........... hasilnya cukup
        bagus). yang mana datanya pertitik dengan durasi per
        detik. dan cukup bagus untuk navigasi.
        Sayangnya kami belum mencoba di jakarta.
        sekedar informasi


        --- Trias Aditya <aditya@...> wrote:
        > Seperti yang dikemukakan Pak Projo, tampaknya asumsi
        > ketelitian peta bakosurtanal tidak sesuai untuk
        > aplikasi ini perlu ditinjau lagi.
        > Tampaknya ini masih terkait dengan penggunaan peta
        > dan hubungannya dengan skala.
        >
        > Memang benar GPS handheld bisa lebih teliti dari 5
        > tahun lalu setelah dicabutnya kebijakan SA
        > (selective availabity) oleh U.S. DoD (departmen
        > hankam) th. 2000.
        > Yang berarti sinyal ke GPS handheld bisa memiliki 10
        > kali lebih akurat sebelum SA di-hidup-kan.
        > (yang berarti untuk absolut positioning dari 100
        > meteran, permofance akurasinya sekarang bisa
        > mencapai 10-20 meter....tapi itu kata U.S. loh,
        > realnya di lapangan sama sekali kita tidak bisa tahu
        > , misal: apakah pada saat perang SA diaktifkan
        > kembali?). Saya rasa sudah banyak riset mengkaji hal
        > ini, silakan diliat dan dicari di literatur dan
        > internet.
        > Sedangkan penjelasan versi U.S.-nya silakan baca di
        > sini :
        >
        http://www.ngs.noaa.gov/FGCS/info/sans_SA/docs/GPS_SA_Event_QAs.pdf
        >
        > sekedar masukan, yang diajust sebaiknya bukan peta
        > bakonya, tapi yang ditingkatkan "suitability" GPS
        > posisinya. Ini sekaligus sebagai persiapan siapa
        > tahu konstelasi GPS berubah shg. bisa lebih teliti
        > atau siapa tahu SA diaktifkan lagi oleh yang punya
        > ....Kalau demikian lha nanti bisa meleset dong
        > posisi kita di lap. kalau yang diadjust peta
        > bako-nya?!
        > Untuk mengatasinya, metode yang sudah banyak
        > diterapkan tentu saja adalah "differential
        > positioning" artinya posisi absolut handheld
        > dikoreksi dengan posisi yang relatif benar.
        > Posisi relatif benar diperoleh dari stasiun
        > referensi (geodetik) GPS, dan dikirimkan melalui
        > satelit komunikasi atau bisa juga sinyal radio dalam
        > bentuk raw data atau dengan XML (WML) bisa juga.
        >
        > namun demikian pendekatan yang digunakan boleh2 saja
        > kalau memang dari segi kepraktisan dipandang lebih
        > OK, namun ya itu tadi perlu dipertimbangkan aspek
        > manfaat jangka panjang.
        > Warga milist yang lebih tahu tentang hal ini silakan
        > mencerahkan.
        >
        > sekalian nambah untuk problem ini:
        >
        > >>Pengaruhnya, kata dia, kecepatan komputer membaca
        > peta digital dan mengakses informasi GPS menjadi
        > lambat. Saat pengujian waktu yang diperlukan untuk
        > berpindah dari
        > >>peta biasa menuju peta perbesaran pertama dan
        > kedua yang semakin detail, perlu waktu 1 menit .
        > "Pembacaan menjadi tidak real time," ujar Supriatna.
        > Karena itu, tutur pria berkacama ini,
        > >>timnya sedang berusaha keras untuk memperkecil
        > kapasitas sistem sehingga layak dipasang di dalam
        > komputer genggam dengan kemampuan yang ada sekarang.
        >
        > mungkin penggunaan format SVG dan WML patut
        > dipertimbangkan......
        > berikut ini beberapa link yang relevan:
        >
        > http://www.svgopen.org/ (tersedia presentasi paper
        > online konferensi 2002 dan 2003)
        > dan juga TeleCartography 2004 di:
        > http://www.ikgeom.tuwien.ac.at/symposium2004/
        >
        > salam, Trias.
        >
        > -----Original Message-----
        > From: Tri "Savesea" Muji
        > [mailto:trimuji@...]
        > Sent: Friday, February 27, 2004 7:24 AM
        > To: rsgisforum-net@yahoogroups.com
        > Subject: Re: RSGISForum: Keliling Jakarta tanpa
        > Tersasar
        >
        >
        > Apakah harus total station untuk pembuatan peta
        > tersebut ya.
        > Lalu Bagaimana dengan berita tentang adanya satelit
        > GPS baru yang
        > memungkinkan GPS genggam mempunyai eror kecil?
        > Saya pernah mendengar itu
        > sekitar 2 tahun lalu, yang kemudian LAPAN mengadakan
        > semacam pertemuan untuk
        > memberi masukkan mengenai satelit GPS Baru
        > tersebut,.
        >
        > Maaf kalau salah, Mohon pencerahan.
        >
        >
        > Salam
        > Tri Muji
        >
        >
        >


        __________________________________
        Do you Yahoo!?
        Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster
        http://search.yahoo.com
      • Bayuadji
        BUAT MAS BENY, TERLALU BERLEBIHAN ADN ANDA SALAH ALAMAT MENGIRIM EMAIL INI KE FORUM GIS. SAYA KIRA PETA SKALA 25000 BAKO SUDAH LEBIH DARI CUKUP UNTUK TRACKING.
        Message 3 of 27 , Mar 24, 2004
          BUAT MAS BENY,

          TERLALU BERLEBIHAN ADN ANDA SALAH ALAMAT MENGIRIM
          EMAIL INI KE FORUM GIS.
          SAYA KIRA PETA SKALA 25000 BAKO SUDAH LEBIH DARI CUKUP
          UNTUK TRACKING. KITA SEMUA TAU AKURASI GPS YANG RATA2
          15 M, SECARA VISUAL AKAN MEMPUNYAI KESEMPATAN MELESET
          LEBIH JAUH LAGI JIKA LEBIH DITAIL.

          SAYA CUKUP MENGHARGAI KARYA INI, TAPI SAYA RASA KOQ
          BAHASA YG DIGUNAKAN LEBIH BERSIFAT KOMERSIL DARIPADA
          ILMIAH.

          SETAU SAYA BARANG BEGINIAN DI BEBERAPA TEMPAT BISA
          DIDAPAT DG MURAH, BAHKAN DIBAWAH 200 US. NGGAK PERLU
          INVES TERLALU BESAR LHO, INI SEKEDAR IDE DAN
          PENGALAMAN SAJA LHO.

          BUAT BAPAK2 DI BAKO, SAYA SALUT DENGAN PETA JAWA ANDA.
          SUDAH SAYA TRACK DENGAN PERBESARAN 25000-30000. SECARA
          VISUAL OK. KAPAN NIH DIJUAL MURAH UNTUK KEPENTINGAN
          PUBLIK? APA DI GRATISIN AJA PAK?

          SALAM





          --- benny prawira
          <bnprawira@...> wrote:
          > Keliling Jakarta tanpa Tersasar
          >
          > Bertahun hidup di Jakarta tak membuat Aryo mengenal
          > seluk-beluk jalan
          > di ibukota tercinta itu.
          > Perjalanan menuju kantor yang dilaluinya dengan
          > berkendara
          > membuatnya
          > hanya sanggup menghafal jalan
          > dari rumahnya di Depok ke kawasan Kuningan, Jakarta
          > Selatan, tempat
          > ia berkantor. Apalagi waktu
          > kerja lebih banyak dihabiskannya di dalam ruangan.
          >
          > Aryo juga bukan tipe pria yang suka berkunjung ke
          > rumah
          > keluarga di
          > akhir pekan. "Memikirkan lokasi
          > rumah saudara di Bekasi dan Tangerang membuat selera
          >
          > hilang
          > seketika," katanya. Tak heran jika
          > jalan-jalan tikus yang belum tercium pemilik
          > kendaraan
          > lain baru ia
          > ketahui saat menghadiri acara
          > pertunangan rekan sekantornya. Itu juga berkat
          > bocoran
          > Dani, teman
          > kerja yang duduk di sebelahnya
          > dan bertindak sebagai navigator.
          >
          > Tak satu dua orang Jakarta yang tak kenal jalan
          > serupa
          > Aryo. Hidup
          > berkarat di Jakarta tak menjamin
          > orang mengetahui jalan dan lokasi di seputar kota.
          > Tak
          > heran jika
          > orang harus menepikan kendaraan,
          > turun barang semenit dua menit dan bertanya pada
          > tukang
          > ojek, penjual
          > gorengan, tukang warung, atau
          > pemuda di perempatan jalan hanya untuk menanyakan
          > alamat,
          > yang
          > rupanya ada di depan hidung. Tak
          > jarang pula istri, yang sudah berdandan cantik untuk
          >
          > menghadiri pesta
          > pernikahan, duduk dengan
          > cemberut di sebelah sang suami yang kebingungan di
          > belakang kemudi
          > mencari alamat tuan rumah.
          >
          > Masalah klasik warga Jakarta itu sebentar lagi bakal
          >
          > teratasi jika
          > proyek peta digital berpandu
          > satelit atau Virtual Map System (VMS), yang tengah
          > digarap
          > Laboratorium Sistem Informasi Geografis
          > (SIG) Fakultas MIPA dan Fakultas Ilmu Komputer UI,
          > selesai
          > dikerjakan. Tak ada yang benar-benar baru
          > pada sistem yang tengah mereka kembangkan. Secara
          > prinsip
          > cara kerja
          > VMS tidak berbeda dengan peta
          > digital berbasis Global Positioning System (GPS)
          > yang
          > sudah banyak
          > dikembangkan
          > perusahaan-perusahaan penyedia konten GPS di Tanah
          > Air.
          > Namun peta
          > produk sivitas akademika UI ini
          > diklaim pembuatnya unggul dalam hal detail, karena
          > selain
          > memuat
          > jalan-jalan utama Jabotabek, juga
          > dilengkapi alur sungai, gang-gang kecil, Anjungan
          > Tunai
          > Mandiri
          > (ATM), rumah sakit, dan kantor
          > polisi. Peta yang lengkap ini akan banyak membantu
          > mereka
          > yang biasa
          > mengendarai mobil pribadi,
          > sering bepergian di dalam kota, atau petugas jasa
          > kurir.
          >
          > Selain itu, berbeda dari bentuk file peta perusahaan
          >
          > sejenis yang
          > dituangkan dalam format raster,
          > VMS memakai format vektor yang menampilkan gambar
          > dalam
          > format titik
          > (misalnya lokasi gedung), garis
          > (jalanan), dan poligon (wilayah administratif).
          > "Dengan
          > vektor kami
          > bisa melakukan routing dan
          > tracking dengan mudah," tutur Supriatna, Kepala
          > Laboratorium SIG.
          >
          > Proyek ini, menurut Supriatna, dimulai pada awal
          > 2003
          > dengan
          > mengumpulkan peta manual wilayah
          > Jabotabek yang sudah ada. Saat itu timnya
          > menggunakan dua
          > peta
          > standar sebagai acuan: peta dari
          > Bakosurtanal dan peta jalan (street map). Dua peta
          > ini
          > memiliki
          > sejumlah kelemahan di mata tim SIG.
          > Meski akurat untuk keperluan sehari-hari, kedua peta
          > itu
          > belum tentu
          > cocok dengan pembacaan
          > koordinat satelit GPS. Bisa saja, lanjut Supriatna,
          > satu
          > titik pada
          > peta ternyata berbeda beberapa
          > puluh meter jika dicocokkan dengan koordinat
          > satelit.
          > Untuk menguji
          > sekaligus memperbaiki kesalahan,
          > peta acuan dibawa berkeliling Jabotabek sembari
          > dikalibrasi dengan
          > perangkat GPS genggam.
          >
          > Hasil survei ini lalu dituangkan dalam bentuk peta
          > digital
          > yang
          > koordinatnya sesuai dengan koordinat
          > satelit. Peta dibangun dengan menggunakan program
          > grafis
          > AutoCAD,
          > GIS, dan Arcview, selanjutnya
          > dipasangkan ke dalam komputer genggam (personal
          > digital
          > assistant)
          > atau komputer jinjing yang telah
          > dipersenjatai perangkat penerima GPS. "Yang paling
          > efektif
          > dibawa
          > berkendara adalah PDA," jelas
          > Supriatna.
          >
          > Tapi sebelum dapat beroperasi, selain dilengkapi
          > peta
          > digital,
          > komputer harus diisi dengan peranti
          > lunak navigasi VMS yang juga tengah dirampungkan
          > oleh tim
          > kerja.
          > Peranti yang digarap memakai bahasa
          > pemrograman C++ ini berfungsi menerjemahkan
          > koordinat
          > satelit ke
          > dalam tampilan visual peta
          > sekaligus untuk melakukan routing (mencari jalur)
          > dan
          > tracking
          > (melacak posisi). "Karena input dari
          > satelit GPS ada dalam bentuk koordinat X dan Y,"
          > kata
          > Supriatna.
          >
          > Secara keseluruhan, ujar sarjana lulusan Geografi UI
          > dan
          > pascasarjana
          > Teknik Geodesi dari ITB ini,
          > proyek sudah selesai 70 persen. Hasil kerja tim
          > bahkan
          > sudah pernah
          > diuji coba dan hasilnya
          > memuaskan. Namun di tengah jalan, ujarnya, kerjasama
          >
          > proyek yang
          > semula dilakukan dengan sebuah
          > sponsor sebuah perusahaan swasta terhenti di tengah
          > jalan.
          > "Mereka
          > beralasan pekerjaan kami tidak
          > sesuai dengan jadwal mereka," tutur Supriatna.
          >
          > Akibatnya fatal, kerjasama yang diwujudkan dalam
          > bentuk
          > suntikan dana
          > terhenti. Padahal dana yang
          > dikucurkan perusahaan itu baru sekitar Rp 34 juta.
          > Sementara proyek
          > masih membutuhkan anggaran
          > sekitar Rp 50 juta - Rp 70 juta lagi. Untuk
          > mengatasi
          >
          === message truncated ===


          __________________________________
          Do you Yahoo!?
          Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
          http://taxes.yahoo.com/filing.html
        • didiet widodo
          Ass. wr wb. Saya kadang-kadang ingin mendapatkan jumlah peta topo di wilayah tertentu, tp sy nggak punya peta indeknya ( bakosurtanal ), mungkin ada
          Message 4 of 27 , Mar 24, 2004
            Ass. wr wb.
            Saya kadang-kadang ingin mendapatkan jumlah peta topo di wilayah tertentu, tp sy nggak punya peta indeknya ( bakosurtanal ), mungkin ada teman-teman yang mempunyainya, kalau boleh saya minta. Terima kasih


            Bayuadji <arjo_boled@...> wrote:
            BUAT MAS BENY,

            TERLALU BERLEBIHAN ADN ANDA SALAH ALAMAT MENGIRIM
            EMAIL INI KE FORUM GIS.
            SAYA KIRA PETA SKALA 25000 BAKO SUDAH LEBIH DARI CUKUP
            UNTUK TRACKING. KITA SEMUA TAU AKURASI GPS YANG RATA2
            15 M, SECARA VISUAL AKAN MEMPUNYAI KESEMPATAN MELESET
            LEBIH JAUH LAGI JIKA LEBIH DITAIL.

            SAYA CUKUP MENGHARGAI KARYA INI, TAPI SAYA RASA KOQ
            BAHASA YG DIGUNAKAN LEBIH BERSIFAT KOMERSIL DARIPADA
            ILMIAH.

            SETAU SAYA BARANG BEGINIAN DI BEBERAPA TEMPAT BISA
            DIDAPAT DG MURAH, BAHKAN DIBAWAH 200 US. NGGAK PERLU
            INVES TERLALU BESAR LHO, INI SEKEDAR IDE DAN
            PENGALAMAN SAJA LHO.

            BUAT BAPAK2 DI BAKO, SAYA SALUT DENGAN PETA JAWA ANDA.
            SUDAH SAYA TRACK DENGAN PERBESARAN 25000-30000. SECARA
            VISUAL OK. KAPAN NIH DIJUAL MURAH UNTUK KEPENTINGAN
            PUBLIK? APA DI GRATISIN AJA PAK?

            SALAM





            --- benny prawira
            <bnprawira@...> wrote:
            > Keliling Jakarta tanpa Tersasar
            >
            > Bertahun hidup di Jakarta tak membuat Aryo mengenal
            > seluk-beluk jalan
            > di ibukota tercinta itu.
            > Perjalanan menuju kantor yang dilaluinya dengan
            > berkendara
            > membuatnya
            > hanya sanggup menghafal jalan
            > dari rumahnya di Depok ke kawasan Kuningan, Jakarta
            > Selatan, tempat
            > ia berkantor. Apalagi waktu
            > kerja lebih banyak dihabiskannya di dalam ruangan.
            >
            > Aryo juga bukan tipe pria yang suka berkunjung ke
            > rumah
            > keluarga di
            > akhir pekan. "Memikirkan lokasi
            > rumah saudara di Bekasi dan Tangerang membuat selera
            >
            > hilang
            > seketika," katanya. Tak heran jika
            > jalan-jalan tikus yang belum tercium pemilik
            > kendaraan
            > lain baru ia
            > ketahui saat menghadiri acara
            > pertunangan rekan sekantornya. Itu juga berkat
            > bocoran
            > Dani, teman
            > kerja yang duduk di sebelahnya
            > dan bertindak sebagai navigator.
            >
            > Tak satu dua orang Jakarta yang tak kenal jalan
            > serupa
            > Aryo. Hidup
            > berkarat di Jakarta tak menjamin
            > orang mengetahui jalan dan lokasi di seputar kota.
            > Tak
            > heran jika
            > orang harus menepikan kendaraan,
            > turun barang semenit dua menit dan bertanya pada
            > tukang
            > ojek, penjual
            > gorengan, tukang warung, atau
            > pemuda di perempatan jalan hanya untuk menanyakan
            > alamat,
            > yang
            > rupanya ada di depan hidung. Tak
            > jarang pula istri, yang sudah berdandan cantik untuk
            >
            > menghadiri pesta
            > pernikahan, duduk dengan
            > cemberut di sebelah sang suami yang kebingungan di
            > belakang kemudi
            > mencari alamat tuan rumah.
            >
            > Masalah klasik warga Jakarta itu sebentar lagi bakal
            >
            > teratasi jika
            > proyek peta digital berpandu
            > satelit atau Virtual Map System (VMS), yang tengah
            > digarap
            > Laboratorium Sistem Informasi Geografis
            > (SIG) Fakultas MIPA dan Fakultas Ilmu Komputer UI,
            > selesai
            > dikerjakan. Tak ada yang benar-benar baru
            > pada sistem yang tengah mereka kembangkan. Secara
            > prinsip
            > cara kerja
            > VMS tidak berbeda dengan peta
            > digital berbasis Global Positioning System (GPS)
            > yang
            > sudah banyak
            > dikembangkan
            > perusahaan-perusahaan penyedia konten GPS di Tanah
            > Air.
            > Namun peta
            > produk sivitas akademika UI ini
            > diklaim pembuatnya unggul dalam hal detail, karena
            > selain
            > memuat
            > jalan-jalan utama Jabotabek, juga
            > dilengkapi alur sungai, gang-gang kecil, Anjungan
            > Tunai
            > Mandiri
            > (ATM), rumah sakit, dan kantor
            > polisi. Peta yang lengkap ini akan banyak membantu
            > mereka
            > yang biasa
            > mengendarai mobil pribadi,
            > sering bepergian di dalam kota, atau petugas jasa
            > kurir.
            >
            > Selain itu, berbeda dari bentuk file peta perusahaan
            >
            > sejenis yang
            > dituangkan dalam format raster,
            > VMS memakai format vektor yang menampilkan gambar
            > dalam
            > format titik
            > (misalnya lokasi gedung), garis
            > (jalanan), dan poligon (wilayah administratif).
            > "Dengan
            > vektor kami
            > bisa melakukan routing dan
            > tracking dengan mudah," tutur Supriatna, Kepala
            > Laboratorium SIG.
            >
            > Proyek ini, menurut Supriatna, dimulai pada awal
            > 2003
            > dengan
            > mengumpulkan peta manual wilayah
            > Jabotabek yang sudah ada. Saat itu timnya
            > menggunakan dua
            > peta
            > standar sebagai acuan: peta dari
            > Bakosurtanal dan peta jalan (street map). Dua peta
            > ini
            > memiliki
            > sejumlah kelemahan di mata tim SIG.
            > Meski akurat untuk keperluan sehari-hari, kedua peta
            > itu
            > belum tentu
            > cocok dengan pembacaan
            > koordinat satelit GPS. Bisa saja, lanjut Supriatna,
            > satu
            > titik pada
            > peta ternyata berbeda beberapa
            > puluh meter jika dicocokkan dengan koordinat
            > satelit.
            > Untuk menguji
            > sekaligus memperbaiki kesalahan,
            > peta acuan dibawa berkeliling Jabotabek sembari
            > dikalibrasi dengan
            > perangkat GPS genggam.
            >
            > Hasil survei ini lalu dituangkan dalam bentuk peta
            > digital
            > yang
            > koordinatnya sesuai dengan koordinat
            > satelit. Peta dibangun dengan menggunakan program
            > grafis
            > AutoCAD,
            > GIS, dan Arcview, selanjutnya
            > dipasangkan ke dalam komputer genggam (personal
            > digital
            > assistant)
            > atau komputer jinjing yang telah
            > dipersenjatai perangkat penerima GPS. "Yang paling
            > efektif
            > dibawa
            > berkendara adalah PDA," jelas
            > Supriatna.
            >
            > Tapi sebelum dapat beroperasi, selain dilengkapi
            > peta
            > digital,
            > komputer harus diisi dengan peranti
            > lunak navigasi VMS yang juga tengah dirampungkan
            > oleh tim
            > kerja.
            > Peranti yang digarap memakai bahasa
            > pemrograman C++ ini berfungsi menerjemahkan
            > koordinat
            > satelit ke
            > dalam tampilan visual peta
            > sekaligus untuk melakukan routing (mencari jalur)
            > dan
            > tracking
            > (melacak posisi). "Karena input dari
            > satelit GPS ada dalam bentuk koordinat X dan Y,"
            > kata
            > Supriatna.
            >
            > Secara keseluruhan, ujar sarjana lulusan Geografi UI
            > dan
            > pascasarjana
            > Teknik Geodesi dari ITB ini,
            > proyek sudah selesai 70 persen. Hasil kerja tim
            > bahkan
            > sudah pernah
            > diuji coba dan hasilnya
            > memuaskan. Namun di tengah jalan, ujarnya, kerjasama
            >
            > proyek yang
            > semula dilakukan dengan sebuah
            > sponsor sebuah perusahaan swasta terhenti di tengah
            > jalan.
            > "Mereka
            > beralasan pekerjaan kami tidak
            > sesuai dengan jadwal mereka," tutur Supriatna.
            >
            > Akibatnya fatal, kerjasama yang diwujudkan dalam
            > bentuk
            > suntikan dana
            > terhenti. Padahal dana yang
            > dikucurkan perusahaan itu baru sekitar Rp 34 juta.
            > Sementara proyek
            > masih membutuhkan anggaran
            > sekitar Rp 50 juta - Rp 70 juta lagi. Untuk
            > mengatasi
            >
            === message truncated ===


            __________________________________
            Do you Yahoo!?
            Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
            http://taxes.yahoo.com/filing.html


            Ikuti polling di @ http://www.rsgisforum.net
            Parkir? rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com



            ---------------------------------
            Yahoo! Groups Links

            To visit your group on the web, go to:
            http://groups.yahoo.com/group/rsgisforum-net/

            To unsubscribe from this group, send an email to:
            rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com

            Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


            Do you Yahoo!?
            Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.

            [Non-text portions of this message have been removed]
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.