Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

(re) : sekali lagi--Mangrove Habitat (Change Detection)

Expand Messages
  • projo danoedoro
    Maaf, sekadar pertimbangan tambahan untuk kajian sub-piksel untuk mangrove (untuk Pak Ketut dan Pak Agustiar): 1. Memang dari sisi fashion di bidang remote
    Message 1 of 4 , Sep 20, 2002
    • 0 Attachment
      Maaf, sekadar pertimbangan tambahan untuk kajian sub-piksel untuk mangrove (untuk Pak Ketut dan Pak Agustiar):
      1. Memang dari sisi 'fashion' di bidang remote sensing, kajian sub-piksel cukup menarik untuk diaplikasikan di Indonesia yang ukuran obyek kajiannya biasanya kecil, dan ketersediaan data satelit yang 'murah-meriah' cenderung beresolusi spasial rendah. 10-11 tahun yang lalu saya melakukan hal ini dengan bantuan DEM pada ukuran piksel yang sama (dengan Landsat TM) dan cukup bagus untuk environmental modeling .
      2. Hanya saja, kajian perubahan mangrove atau tipe vegetasi lain untuk biasanya memuat aspek: luas, sebaran spasial, dan jenis (termasuk kondisi/kualitas liputannya. Kajian dengan bantuan analisis/klasifikasi sub-piksel dengan NOAA/MODIS tidak akan mampu menempatkan secara tepat posisi obyek yang dikaji, karena cara ini (misalnya dengan linear mixture model/linear unmixing) cenderung memprediksi proporsi/persentase obyek kajian dalam piksel resolusi rendah tersebut. Kemudian, beberapa spesies mangrove cenderung membentuk jalur yang sempit dengan lebar kurang dari 20 meter. Kajian Dr.Hartono DESS (Jur.Penginderaan Jauh F.Geografi UGM) tahun 1990-91 kalau tidak salah menunjukkan bahwa data SPOT yang 20 meter di Segara Anakan pun tidak mampu membedakan kelompok ini dari yang lain.
      3. Saya sependapat dengan Pak Ketut bahwa data hiperspektral masih berpotensi untuk kajian ini. Data HYPERION yang 30 meter, 196 band aktif, jelas secara spasial tidak mampu, tapi secara spektral barangkali masih memberikan keunggulan dibandingkan SPOT yang 20 meter tetapi lebar spektrumnya terlalu besar.
      4. Kajian mangrove secara spasial, stahu saya, memerlukan pertimbangan konteks spasial-ekologis berupa ancillary spatial data (bentuklahan/landform, tanah, salinitas, psang surut, etc), supaya pengenalan dan pemetaan spesies mangrove beserta perubahannya bisa dilakukan dengan lebih akurat.
      Mudah-mudahan bermanfaat,
      salam,
      Projo DanoedoroJurusan Kartografi dan Penginderaan JauhFakultas Geografi UGM
      Ketut Wikantika wrote:Dear pak Agustiar,

      Masukan dari saya, alangkah bagusnya jika bisa membuat sebaran mangrove
      Indonesia dengan NOAA 1-km atau dengan data hyperspektral (MODIS dlsbnya),
      metode klasifikasinya sub-pixel.

      salam,
      ketut

      > Terima Kasih sekali atas sarannya dari bapak-bapak untuk alternatif
      pemilihan lokasi "change detection" Mangrove Habitat. Dari beberapa lokasi
      yang disarankan mungkin saya mulai untuk melihat ketersediaan data multi
      date nya terlebih dahulu.
      >
      > Regard's
      >
      > AGUSTIAR HAMDANI
      >



      Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT

      Forum Remote Sensing dan GIS Indonesia @ http://www.rsgisforum.net
      Parkir: rsgisforum-net-unsubscribe@yahoogroups.com

      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



      ---------------------------------
      Do you Yahoo!?
      New DSL Internet Access from SBC & Yahoo!

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.