Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [room99] global warming

Expand Messages
  • Fajar Awan (Doowey)
    kebetulan saya sudah dapet film Al Gore yang UNconvenient truth itu mas hafid.. dicoba dicari di disc tara saja...memang bukan sewa,dan harganya agak
    Message 1 of 7 , Aug 2, 2007
    • 0 Attachment
      kebetulan saya sudah dapet film Al Gore yang UNconvenient truth itu mas hafid..
      dicoba dicari di disc tara saja...memang bukan sewa,dan harganya agak lumayan....tapi untuk pengetahuan yang bisa diperoleh di dalamnya PLUS bisa juga disebar2kan lagi ke rekan2 yang lain...rasa2nya harganya setara

      "m. hafidullah" <m.hafidullah@...> wrote:
      sebuah penjelasan yg membuat bulu ini sempat bergidig
      jadi kepingin cepet2 nyari film documenternya Al Gore kmrn ?
      ato ada yg punya sudah punya ?
      soalnya kemaren ta cari di istana / wahana blm ada...
      (kalah ama film2nya miyabi yg skrng di rental2 jogja tambah nekat aja di pasang di rak2 umum)

      bung yuyun kapan balik ke indonesia
      sudah ga sabar utk buat aksi nyata....
      aq punya beberapa program yg siap utk di eksekusi !
      dan insya Allah bukan hanya jadi WACANA.....



      regards,
      --
      m. hafidullah
      Komplek Widya Intersat
      Jl. Melati Kulon No. 8
      Yogyakarta
      Hunting. 7000590  Hotline. 7858524
      "technology belong to humankind"


      Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.

    • Rio Wardhanu
      Bicara masalah Kebenaran yang Gak Enak versi Oom Gore, dan Mas Dwi bilang harganya SETARA,.. Mungkin karena belinya di DISC TARRA.. Salam kopidangdut,
      Message 2 of 7 , Aug 2, 2007
      • 0 Attachment

        Bicara masalah “Kebenaran yang Gak Enak” versi Oom Gore,

        dan Mas Dwi bilang harganya SETARA,..

        Mungkin karena belinya di DISC TARRA..

         

        Salam kopidangdut,

        Rio


        From: room99@yahoogroups.com [mailto:room99@yahoogroups.com] On Behalf Of Fajar Awan (Doowey)
        Sent: Thursday, August 02, 2007 11:47 PM
        To: room99@yahoogroups.com
        Subject: Re: [room99] global warming

         

        kebetulan saya sudah dapet film Al Gore yang UNconvenient truth itu mas hafid..

        dicoba dicari di disc tara saja...memang bukan sewa,dan harganya agak lumayan....tapi untuk pengetahuan yang bisa diperoleh di dalamnya PLUS bisa juga disebar2kan lagi ke rekan2 yang lain...rasa2nya harganya setara


        “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”

      • tiesa sayang
        bukannya naik kendaraan umum tambah bikin parah global warmingnya, pak dosen ? Tau sendiri gimana keadaan angkutan umum di jogja aja lah misalnya. kepulan asap
        Message 3 of 7 , Aug 3, 2007
        • 0 Attachment
          bukannya naik kendaraan umum tambah bikin parah global warmingnya, pak dosen ?
          Tau sendiri gimana keadaan angkutan umum di jogja aja lah misalnya.
          kepulan asap tebalnya itu lho...

          yuyuns <ara_hanin@...> wrote:
          Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam

          Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
          suatu masalah yang perlu kita risaukan.

          "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa
          mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah
          Anda berpikir.

          Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
          memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya
          sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi
          peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3o C. Jika
          peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33
          tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh.
          Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan
          air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara
          akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal
          oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air
          laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta
          benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

          Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu
          minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun.
          Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C
          per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu
          menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung
          Jayawijaya di Papua.

          Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir
          dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.
          Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika
          suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah
          di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi
          (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

          Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya
          kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es
          yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan
          permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus
          meningkat.
          Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis
          kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang
          sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan
          orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat
          tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

          Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR),
          menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi
          gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah)
          yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah
          istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak
          bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).
          Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis
          lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek
          matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi
          gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian
          meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

          Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah
          kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas
          alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun
          membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga
          masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan
          clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses
          pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi.
          Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara
          itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model
          lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

          Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.
          Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki
          bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan,
          dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus
          bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak
          orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih
          dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal
          35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya
          udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya
          menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur
          Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia
          pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai
          penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut
          (yang diubah menjadi permukiman atau
          hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5
          tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan
          yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat
          itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

          Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet
          Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk
          anak-anak kita nanti.

          Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :

          1. Matikan listrik.
          (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan
          standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak.
          Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN
          menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
          2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya
          agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
          3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). 4.
          Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur
          suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
          5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
          6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. 7.
          Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
          8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang
          memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
          9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
          10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
          11. Say no to plastic.
          Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar.
          Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
          12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka
          turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.



          Tuhan, hanya sunyi yang mengajari kita untuk tidak mendua dan mengerti indah irama-Mu, saat waktu senantiasa menanti di ujung pengharapan.
          ~ Yuyun

          Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.


          Building a website is a piece of cake.
          Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

        • Fajar Awan (Doowey)
          tujuan transportasi umum itu kan untuk memaksimalkan penggunaan kendaraan yang ada ties....jangan diliat asep bis-bis jogja yang aduhai tapi coba dibayangin
          Message 4 of 7 , Aug 3, 2007
          • 0 Attachment
            tujuan transportasi umum itu kan untuk memaksimalkan penggunaan kendaraan yang ada ties....jangan diliat asep bis-bis jogja yang aduhai
             
            tapi coba dibayangin gini...
            ada tukang gorengan yang make wajan GUEDE....dan satu lagi wajan yang cuilikkkk...
            kalo yang make wajan gede kan sekali goreng bisa dapet banyak bakwan, jadi gas yang dipake lebih dikit...
            lah kalo tukang gorengan yang goreng bakwan satu2 pake wajan yang cuilikkkk...kan lama jadinya, capek juga nungguinny, boros gasny dan lain-lain dan lain-lain...
             
            jadi aku saranin kalo misalny nyari tukang gorengan...cari yang wajanny paling gede. karena itu adalah indikasi bahwa tukang gorengan itu sadar akan bahaya pemanasan global...

            tiesa sayang <dear_tiesa@...> wrote:
            bukannya naik kendaraan umum tambah bikin parah global warmingnya, pak dosen ?
            Tau sendiri gimana keadaan angkutan umum di jogja aja lah misalnya.
            kepulan asap tebalnya itu lho...

            yuyuns <ara_hanin@yahoo. com> wrote:
            Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam

            Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
            suatu masalah yang perlu kita risaukan.

            "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa
            mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah
            Anda berpikir.

            Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
            memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya
            sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi
            peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3o C. Jika
            peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33
            tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh.
            Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan
            air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara
            akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal
            oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air
            laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta
            benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

            Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu
            minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun.
            Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C
            per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu
            menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung
            Jayawijaya di Papua.

            Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir
            dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.
            Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika
            suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah
            di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi
            (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

            Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya
            kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es
            yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan
            permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus
            meningkat.
            Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis
            kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang
            sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan
            orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat
            tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

            Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR),
            menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi
            gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah)
            yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah
            istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak
            bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).
            Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis
            lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek
            matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi
            gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian
            meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

            Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah
            kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas
            alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun
            membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga
            masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan
            clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses
            pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi.
            Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara
            itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model
            lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

            Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.
            Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki
            bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan,
            dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus
            bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak
            orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih
            dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal
            35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya
            udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya
            menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur
            Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia
            pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai
            penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut
            (yang diubah menjadi permukiman atau
            hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5
            tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan
            yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat
            itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

            Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet
            Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk
            anak-anak kita nanti.

            Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :

            1. Matikan listrik.
            (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan
            standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak.
            Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN
            menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
            2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya
            agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
            3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). 4.
            Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur
            suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
            5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
            6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. 7.
            Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
            8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang
            memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
            9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
            10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
            11. Say no to plastic.
            Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar.
            Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
            12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka
            turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.



            Tuhan, hanya sunyi yang mengajari kita untuk tidak mendua dan mengerti indah irama-Mu, saat waktu senantiasa menanti di ujung pengharapan.
            ~ Yuyun

            Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.


            Building a website is a piece of cake.
            Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.


            Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool.

          • m. hafidullah
            wkwkwkw analogi yang mengagumkan dr mas dwi... angkutan umum itu solusi, kalo yg kita punya sekarang mah bukan transportasi publik tapi mobil yg cuma sekedar
            Message 5 of 7 , Aug 3, 2007
            • 0 Attachment
              wkwkwkw
              analogi yang mengagumkan dr mas dwi...
              angkutan umum itu solusi, kalo yg kita punya sekarang mah bukan transportasi publik
              tapi mobil yg cuma sekedar diberi plat kuning...
              kalo saya bilang mah ngebuat transportasi publik utk kasus jogja misalnya mudah
              cuma tinggal gmn buat tuh supir dr koperasi yg jadi raja-raja trayek mau duduk sama2

              nah usulan bus patas jogja yg terinspirasi kompas (baca:kompas) itu dah bagus benernya
              cuma saran saya sih tar ketika di implementasiin sebisa mungkin meibatkan pihak2 yg skrng dah ada
              dari dulu sih saya pernah bilang ama seorang temen waktu ngobrol di bwah beringin kampus
              koperasi2 angkutan itu dihapus aja.... cuma tar supir2nya sebisa mungkin d akomodir

              Banyak benernya yg bisa kita mulai utk sekedar terlibat secara aktif
              semalem saya ngobrol ama temen (dosen teknik UNY)
              ceritanya dia skrng gabung ma BTW (Bike To Work)
              seru juga....
              cuma saya agak kaget juga begitu tau harga sepeda dia
              (konon seharga ama GL-Pro miliknya.... set dah ?!?!)

              ps:
              thanks mas dwi infonya, tar saya cari ke disc tara
              btw, gmn kmrn cerita di lomboknya ?

              salam perubahan,

              --
              m. hafidullah
              Komplek Widya Intersat
              Jl. Melati Kulon No. 8
              Yogyakarta
              Hunting. 7000590  Hotline. 7858524
              "technology belong to humankind"
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.