Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Artikel: Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar

Expand Messages
  • dkadarusman
    Artikel: Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar Hore, Hari Baru! Teman-teman. Salah satu frase paling populer dilingkungan kita berbunyi; belajar sepanjang
    Message 1 of 1 , Mar 1, 2009
      Artikel: Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar

      Hore,
      Hari Baru!
      Teman-teman.

      Salah satu frase paling populer dilingkungan kita berbunyi;"belajar
      sepanjang hayat." Jika kita terlalu berfokus kepada pelajaran
      formal, tentu frase itu tidak akan relevan. Namun, jika kita meyakini
      bahwa proses belajar itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja,
      maka kita tidak akan pernah kehilangan momentum untuk bisa belajar
      dan meningkatkan diri. Tetapi, apakah proses belajar itu bisa
      dilakukan dalam 'situasi apapun'? Kelihatannya memang demikian. Dalam
      situasi sulit sekalipun? Betul. Sesulit apapun? Nampaknya begitu.

      Saya teringat dengan sepeda pertama yang saya miliki dimasa kecil.
      Ketika mendapatkan sepeda itu, saya belum benar-benar bisa bersepeda.
      Sehingga ketika sepeda itu tiba dirumah, pada awalnya saya hanya bisa
      menatapnya saja. Rasa senang dan takut bercampur aduk. Lalu,
      berkembanglah itu menjadi antsusiasme dan kenekatan. Antusias karena
      senang, nekat karena sebenarnya belum bisa bersepeda. Walhasil, hal
      paling mudah dikenang dari masa-masa awal belajar bersepeda itu
      adalah ketika sepeda saya tidak bisa dikendalikan hingga menabrak box
      penjual rokok dipinggir jalan. Lecet disikut kiri kanan, ditambah
      omelan dari sang pedagang tidak bisa menghentikan kenekatan itu.
      Diulangi lagi. Dan ndilalah, lha kok setelah nabrak itu saya menjadi
      lancar bersepeda.

      Saya yakin, anda memiliki pengalaman serupa itu ketika belajar
      bersepeda. Dan sekarang, kita semua sudah sangat mahir melakukannya.
      Cobalah anda bayangkan; apa jadinya kita seandainya dulu, kita
      langsung berhenti setelah terjatuh? Tentu kita tidak akan pernah
      mahir naik sepeda. Mengapa? Karena setelah kejatuhan yang menyakitkan
      itu, kita tidak mau mencoba memulainya kembali.

      Menurut pendapat anda, apakah hidup juga demikian? Kelihatannya iya,
      ya. Dalam hidup pun, kadang kita terjatuh. Kita merasa sakit fisik.
      Sakit perasaan. Luka di badan. Dan luka kehormatan. Dan, seperti
      bersepeda tadi; seandainya kita berhenti setelah mengalami jatuh dan
      luka-luka itu, mungkin kita tidak akan terampil lagi dalam mengarungi
      hidup.

      Dalam dunia nyata, kita menyaksikan betapa banyak orang yang benar-
      benar terhenti oleh kegagalan hidup. Oleh jatuhnya bisnis mereka.
      Oleh berakhirnya kontrak kerja mereka. Dan setelah bertahun-tahun
      kemudian, mereka terus terkurung oleh perasaan marah dan kecewa.
      Lantas menumpahkan kemarahan itu kepada tindakan-tindakan yang kurang
      produktif, sehingga akhirnya mereka benar-benar kehilangan makna
      hidup. Padahal, mereka adalah orang-orang yang memiliki potensi diri
      yang begitu tinggi.

      Dalam dunia nyata, kita juga menyaksikan betapa banyak orang yang
      begitu gigih dan tidak membiarkan dirinya dihentikan oleh cobaan
      hidup yang berkali-kali menimpanya. Ketika bisnisnya jatuh, mereka
      bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi. Itulah sebabnya mereka tidak
      menyebut bisnisnya 'jatuh', melainkan 'jatuh-bangun'. Artinya, ketika
      terjatuh pun, mereka masih berusaha bangun lagi. Ketika perusahaan
      tempat mereka bekerja berkata;'we are sorry to tell you that we
      cannot keep you stay with us.....' tentu mereka kecewa. Tetapi,
      mereka tidak berhenti pada 'kecewa', karena segera setelah itu mereka
      meneruskan hidup dengan melakukan apa saja untuk memastikan roda
      kehidupannya terus berputar. Sehingga, meskipun mereka telah
      kehilangan pekerjaan itu; mereka menemukannya kembali. Bagaimana jika
      dengan semua usaha yang dilakukannya, mereka tidak berhasil
      menemukannya kembali? Mereka belajar sesuatu dari
      ketidakberhasilannya. Lalu mereka membuat pekerjaannya sendiri.
      Sehingga selalu ada pekerjaan yang bisa menjaga diri mereka tetap
      produktif.

      Bagaimana mereka bisa setangguh itu? Sederhana; mereka percaya bahwa
      bahwa hidup selalu menyembunyikan pelajaran berharga. Dari perjalanan
      hidup mereka menemukan pelajaran untuk melanjutkan hidup. Dan, ketika
      secara konsisten mereka melakukan itu, mereka mendapati roda
      kehidupan terus berjalan. Dan semakin hari, mereka semakin terampil
      menjalaninya.

      Hore,
      Hari Baru!
      Dadang Kadarusman
      http://www.dadangkadarusman.com/
      Business Administration & People Development
      Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

      Catatan Kaki:
      Kehidupan itu seperti sepeda; kita tidak akan pernah terjatuh, selama
      kita terus mengayuh.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.