Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

2 Okt

Expand Messages
  • Romo maryo
    Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga? (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10)   “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya:
    Message 1 of 5 , Sep 30, 2008
    • 0 Attachment

      "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

      (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10)

       

      “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (Mat 18:1-5.10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

       

      Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Para Malaikat Pelindung hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

      ·   Malaikat pelindung adalah roh, tidak kelihatan dan setia mendampingi atau menyertai kita terus menerus sepanjang hidup kita. Dalam symbol atau gambar malaikat sering digambarkan sebagai anak kecil/bayi yang senyum dan menawan, yang menggambarkan kesucian. Memang seorang anak kecil atau bayi sungguh suci, lebih suci daripada orangtua atau orang-orang dewasa. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara anak kecil  atau bayi jarang diperhatikan atau ditampilkan. Orang meninggal dunia lebih menjadi perhatian daripada kelahiran seorang anak manusia. Dalam kehiudupan beragama atau menggereja anak-anak juga kurang memperoleh perhatian, antara lain tidak diajak ketika sedang beribadat, dst.. Yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga atau hidup beriman adalah mereka yang suci, maka jika kita sungguh beriman marilah menghormati dan menjunjung tinggi mereka yang lebih suci, yaitu anak-anak atau bayi-bayi. Memang memperhatikan dan mengasihi anak-anak kecil atau bayi-bayi butuh kerendahan hati, keutamaan utama dan dasar. Malaikat yang menyurtai dan mendampingi anak-anak atau bayi senantiasa mengarahkan pandangan anak-anak atau bayi ke sorga. Anak-anak atau bayi-bayi kiranya tidak hanya lebih suci dari orangtua atau orang-orang dewasa, tetapi juga lebih kaya, yaitu kaya akan usia dan masa depan serta impian dan harapan. “Jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini”, demikian sabda Yesus. Kami mengingatkan dan mengajak kita semua, lebih-lebih para orangtua, khususnya para ibu untuk sungguh memperhatikan anak-anak atau bayinya pada masa balita. Berilah ASI lebih dari enam bulan kepada anak-anak anda! Anak-anak adalah masa depan kita, tidak memperhatikan dan mengasihi anak-anak secara memadai berarti kita pelan-pelan ‘bunuh diri’. Ingat dan perhatikan juga bahwa anak-anak sering dijadikan ‘senjata’ bagi para penjahat untuk kepentingan mereka, antara lain dengan menculik anak dan minta imbalan atau tebusan jutaan rupiah.Ingat juga bahwa ketika anak ‘tidak ada’ alias pergi tidak diketahui, maka orangtua kalang kabut, sementara itu orang dewasa pergi dibiarkan saja. Betapa tinggi ‘nilai’ seorang anak atau bayi?

      ·   "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia” (Kel 23:20-21). Malaikat pelindung berjalan di depan kita, melindungi perjalanan kita dan membawa kita ke tempat yang telah disediakan oleh Allah, yaitu hidup mulia kembali bersama Allah di sorga. “Dengarkanlah perkataannya”, demikian pesan atau perintah kepada kita semua. Suaranya kiranya bergema di dalam lubuk hati kita yang jernih, maka dengarkanlah dengan cermat dan rendah hati suara hati anda, jangan didurhakai. Sebagai contoh: ketika kita pertama kali mau berbuat jahat, bukankah ada peringatan yang menggema dalam hati kita berupa “deg-degan”(Jawa, yang berarti getaran) di dalam diri kita, itulah peringatan agar kita jangan berbuat jahat; sebaliknya ketika kita akan berbuat baik kepada sesama muncul semangat dan kegairahan di dalam hati,  itulah perintah untuk melakanasakan atau melakukan kebaikan kepada sesama.  Untuk lebih menjadikan kita peka atau suara hati atau suara malaikat pelidung hendaknya dengan rajin dan tekun melakukan pemeriksaan batin setiap hari, agar kita menjadi terampil dalam pembedaan roh atau spiritual discernment. Keterampilan dalam pembedaan roh atau spiritual discernment merupakan kebutuhan mendesak pada saat ini, mengingat dan memperhatikan begitu banyaknya rayuan atau tawaran yang hidup dan beredar dalam kehidupan bersama masa kini, dimana kita harus berani dan terampil memilah dan memilih apa yang menyelamatkan dan membahagiakan hidup kita. “Jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu” (Kel 23:22-23)  

       

      “Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku” (Mzm 27:7-9a)

      Jakarta, 2 Oktober 2008



      Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
      Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
    • Rm
      Malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada
      Message 2 of 5 , Oct 1, 2009
      • 0 Attachment
        "Malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga"
        (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10)

        "Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga" (Mat 18:1-5.10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini..

        Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Para Malaikat Pelindung hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
        • Bayi pada umumnya arah pandangan matanya senantiasa ke atas, entah ketika sedang terlentang tiduran atau sedang disusui ibunya atau sedang merangkak di tempat tidur. Pancaran sinar matanya nampak jernih dan mempesonakan serta mencerminkan dirinya yang suci dan bersih. Anak-anak pada umumnya juga jujur dan belum dapat menipu atau berbohong; anak-anak kiranya juga dapat menjaga atau memotivasi cara hidup dan perilaku orang-orang dewasa, khususnya orangtuanya dan secara khusus lagi ibunya. Apa yang dilihat dan didengar oleh anak-anak, ketika anak-anak sudah dapat berbicara, pasti akan diceritakan apa adanya kepada orang lain. Dengan kata lain anak-anak boleh dikatakan bagaikan malaikat pelindung, bahkan sering menjadi pelindung atau tameng dalam permusuhan atau kekuatan/senjata untuk memeras orang. Maka "jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini….ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga". Ketika orang-orang dewasa berkumpul sedang omong-omong ke sana- ke mari dan tiba-tiba datang anak kecil pada umumnya isi dan cara omongan mereka akan berubah ke arah yang lebih baik. Anak-anak kecil tidak atau pergi pasti akan ditanyakan dan dicari, sedangkan orang dewasa pergi dibiarkan saja. Malaikat pelindung kita masing-masing memang kurang lebih mengarahkan kita ke anak-anak kecil, yang masih suci, jujur dan bersih, dengan kata lain menjagai kita agar tetap suci, jujur dan bersih. Maka baiklah kita dengarkan penjagaan atau pendampingannya, yang antara lain menggejala dalam bentuk sapaan, tegoran, kritik, saran, permohonan dst.. dari saudara-saudari atau sesama kita. Marilah ramai-ramai untuk `menjadi seperti anak kecil' yang polos, jujur, ceria, dinamis, bersih dan jernih.
        • "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan." (Kel 23:20), demikian firman Tuhan kepada bangsa terpilih yang sedang berada dalam perjalanan menuju ke `tanah terjanji'. "Seorang malaikat berjalan di depanmu", berjalan di depan kita semua. Berada di depan berarti menjadi penunjuk jalan, maka malaikat pelindung juga berfungsi sebagai penunjuk jalan. Malaikat pelindung menunjukkan arah jalan yang harus kita lalui atau lewati agar kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Marilah fungsi penunjuk jalan malaikat pelindung ini secara konkret kita hayati dalam aneka `petunjuk' yang ada di dalam hidup kita sehari-hari, entah di jalanan, di kantor atau tempat kerja, di berbagai macam sarana-prasarana kerja atau kemasan-kemasan makanan dll. Di jalanan ada rambu-rambu lalu lintas: marka jalan, lampu lalu lintas dst.., jika anda berharap selamat di perjalanan dan sampai tujuan hendaknya mentaati rambu-rambu lalu lintas tersebut. Di tempat kerja juga cukup banyak aturan, maka hendaknya ditaati dan dilaksanakan, demikian juga dengan aneka macam sarana-prasarana terdapat aturan pakai yang harus diikuti dan dilaksanakan. Dalam aneka macam kemasan makanan dan minuman juga tertulis aturan pakai atau cara mengolah dan mengkonsumsi, maka hendaknya diikuti dan dilaksanakan. Ketika kita setia mentaati aneka aturan dan tatanan tersebut di atas maka kita akan selamat sampai tujuan atau apa yang kita cita-citakan yaitu kesejahteraan lahir dan batin, jasmani dan rohani. Selain aturan dan tatanan hidup sehari-hari tersebut bagi kita juga ada hal yang lebih mendasar yang terkait dengan panggilan kita masing-masing, misalnya sebagai suami-isteri, imam, bruder dan suster. Kita akan setia dan taat pada panggilan kita masing-masing sampai mati, jika kita mentaati dan melaksanakan aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan panggilan kita masing-masing.

        "Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku" (Mzm 27:7-9c)
        Jakarta, 2 Oktober 2009
      • Rm
        Malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada
        Message 3 of 5 , Oct 1, 2009
        • 0 Attachment
          "Malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga"
          (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10)

          "Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga" (Mat 18:1-5.10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini..

          Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Para Malaikat Pelindung hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
          • Bayi pada umumnya arah pandangan matanya senantiasa ke atas, entah ketika sedang terlentang tiduran atau sedang disusui ibunya atau sedang merangkak di tempat tidur. Pancaran sinar matanya nampak jernih dan mempesonakan serta mencerminkan dirinya yang suci dan bersih. Anak-anak pada umumnya juga jujur dan belum dapat menipu atau berbohong; anak-anak kiranya juga dapat menjaga atau memotivasi cara hidup dan perilaku orang-orang dewasa, khususnya orangtuanya dan secara khusus lagi ibunya. Apa yang dilihat dan didengar oleh anak-anak, ketika anak-anak sudah dapat berbicara, pasti akan diceritakan apa adanya kepada orang lain. Dengan kata lain anak-anak boleh dikatakan bagaikan malaikat pelindung, bahkan sering menjadi pelindung atau tameng dalam permusuhan atau kekuatan/senjata untuk memeras orang. Maka "jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini….ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga". Ketika orang-orang dewasa berkumpul sedang omong-omong ke sana- ke mari dan tiba-tiba datang anak kecil pada umumnya isi dan cara omongan mereka akan berubah ke arah yang lebih baik. Anak-anak kecil tidak atau pergi pasti akan ditanyakan dan dicari, sedangkan orang dewasa pergi dibiarkan saja. Malaikat pelindung kita masing-masing memang kurang lebih mengarahkan kita ke anak-anak kecil, yang masih suci, jujur dan bersih, dengan kata lain menjagai kita agar tetap suci, jujur dan bersih. Maka baiklah kita dengarkan penjagaan atau pendampingannya, yang antara lain menggejala dalam bentuk sapaan, tegoran, kritik, saran, permohonan dst.. dari saudara-saudari atau sesama kita. Marilah ramai-ramai untuk `menjadi seperti anak kecil' yang polos, jujur, ceria, dinamis, bersih dan jernih.
          • "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan." (Kel 23:20), demikian firman Tuhan kepada bangsa terpilih yang sedang berada dalam perjalanan menuju ke `tanah terjanji'. "Seorang malaikat berjalan di depanmu", berjalan di depan kita semua. Berada di depan berarti menjadi penunjuk jalan, maka malaikat pelindung juga berfungsi sebagai penunjuk jalan. Malaikat pelindung menunjukkan arah jalan yang harus kita lalui atau lewati agar kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Marilah fungsi penunjuk jalan malaikat pelindung ini secara konkret kita hayati dalam aneka `petunjuk' yang ada di dalam hidup kita sehari-hari, entah di jalanan, di kantor atau tempat kerja, di berbagai macam sarana-prasarana kerja atau kemasan-kemasan makanan dll. Di jalanan ada rambu-rambu lalu lintas: marka jalan, lampu lalu lintas dst.., jika anda berharap selamat di perjalanan dan sampai tujuan hendaknya mentaati rambu-rambu lalu lintas tersebut. Di tempat kerja juga cukup banyak aturan, maka hendaknya ditaati dan dilaksanakan, demikian juga dengan aneka macam sarana-prasarana terdapat aturan pakai yang harus diikuti dan dilaksanakan. Dalam aneka macam kemasan makanan dan minuman juga tertulis aturan pakai atau cara mengolah dan mengkonsumsi, maka hendaknya diikuti dan dilaksanakan. Ketika kita setia mentaati aneka aturan dan tatanan tersebut di atas maka kita akan selamat sampai tujuan atau apa yang kita cita-citakan yaitu kesejahteraan lahir dan batin, jasmani dan rohani. Selain aturan dan tatanan hidup sehari-hari tersebut bagi kita juga ada hal yang lebih mendasar yang terkait dengan panggilan kita masing-masing, misalnya sebagai suami-isteri, imam, bruder dan suster. Kita akan setia dan taat pada panggilan kita masing-masing sampai mati, jika kita mentaati dan melaksanakan aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan panggilan kita masing-masing.

          "Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku" (Mzm 27:7-9c)
          Jakarta, 2 Oktober 2009
        • I
          Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga. (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu
          Message 4 of 5 , Sep 30, 2010
          • 0 Attachment
            "Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga."
            (Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5.10)

            "Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 18:1-5.10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

            Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Para Malaikat Pelindung hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
            • Gambar malaikat sering berupa anak kecil yang bersayap, dengan mata bersinar cerah dan mulut tersenyum, yang menggambarkan kesucian dan kegembiraan serta kegairahan. Bukankah anak-anak kecil masih suci dan belum berdosa sedikitpun? Gambar malaikat tersebut sering berada di atas kepala santo-santa, dengan maksud sebagaimana diwartakan dalam Kabar Gembira hari ini, yaitu "malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku di sorga". Sebagai orang beriman masing-masing dari kita didampingi oleh malaikat pelindung, yang mengajak dan mendorong kita untuk senantiasa `memandang wajah Allah yang di sorga', artinya mendorong, menjaga dan mengawasi kita agar kita senantiasa setia berbuat baik kepada sesama kita dimanapun dan kapanpun, tanpa pandang bulu. Untuk mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa kita didampingi oleh malaikat pelindung, mungkin ada baiknya kita sering menatap anak-anak kita yang masih kecil, yang ceria, dinamis, menggembirakan, menarik dan mempesona. Dengan kata lain sebagai orang yang didampingi oleh malaikat pelindung kita diharapkan seperti anak kecil, yang ceria, dinamis, menggembirakan, menarik dan mempesona. Jika masing-masing dari kita mengimani dan menghayati pendampingan malaikat pelindung ini, maka kebersamaan hidup kita dimanapun dan kapanpun senantiasa menggembirakan, menarik dan mempesona, karena kita dengan rendah hati senantiasa berusaha untuk saling berbuat baik satu sama lain. Percaya kepada malaikat pelindung antara lain juga berarti ketika saya sendirian, entah siang atau malam, tidak pernah takut dan gentar, serta tidak pernah berbuat jahat atau melakukan tindakan amoral atau hidup seenaknya, bermalas-malasan.
            • "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan" (Kel 23:20), demikian firman Allah kepada bangsa terpilih, yang sedang dalam perjalanan menuju tanah terjanji. Sebagai manusia kita berasal dari Allah dan diharapkan kembali kepada Allah setelah meninggal dunia nanti. Dengan kata lain hidup ini adalah perjalanan, dan di dalam perjalanan sering terjadi aneka perubahan, tantangan dan hambatan serta masalah, yang dapat mengganggu perjalanan kita. Allah mengutus malaikatNya berjalan di depan kita, mendahului perjalanan kita, dan kita diharapkan setia mengikutinya. Malaikat Allah tersebut antara lain secara konkret dapat berupa aneka macam petunjuk atau tata tertib yang ada di dalam perjalanan, maka jika kita mendambakan selamat sampai di tujuan marilah kita taati dan ikuti sepenuh hati aneka petunjuk dan tata tertib tersebut. Malaikat Allah juga menjadi nyata dalam diri saudara-saudari kita yang baik atau berkehendak baik, yang dapat kita temui atau jumpai dimanapun dan kapanpun. Maka ketika kita bingung atau frustrasi atau putus asa di dalam perjalanan hidup, panggilan dan tugas pengutusan, hendaknya tidak malu untuk bertanya atau minta bantuan kepada saudara-saudari kita yang berkehendak baik tersebut. "Malu bertanya sesat di jalan", demikian kata sebuah pepatah. Kita kiranya dapat belajar dari para pilot yang setia mengikuti petunjuk perjalanan, sebagaimana diperintahkan dari menara pengawas di bandara-bandara maupun yang ditunjukkan di dalam radar atau computer perihal cuaca dll… Pilot sungguh mentaati dan melaksanakan petunjuk-petunjuk perjalanan yang ada sehingga pesawat beserta penumpangnya selamat sampai tujuan. Ruang perjalanan di angkasa sangat luas, namun pilot tidak dapat seenaknya memilih jalan yang harus dilewati.

            "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok." (Mzm 91:1-4)
            Jakarta, 2 Oktober 2010
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.