Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fw: Renungan Pagi

Expand Messages
  • Yeni Plg
    ... From: Benny Pontoh To: Undisclosed-Recipient:; Sent: Thursday, July 01, 2004 9:05 AM Subject: Renungan Pagi RENUNGAN PAGI Kamis, 01 Juli 2004 Kata Yesus:
    Message 1 of 5 , Jul 1, 2004
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Thursday, July 01, 2004 9:05 AM
      Subject: Renungan Pagi

                                       RENUNGAN PAGI
                                    Kamis, 01 Juli 2004

      Kata Yesus: "Datanglah!"
      Maka Petrus turun dari perahu
      dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      Tetapi ketika dirasanya tiupan angin,
      takutlah ia dan mulai tenggelam
      lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya,
      memegang dia dan berkata:
      "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      ( Matius 14:29-31 )

      Ya .....
      Mengapa kita bimbang ..... ?

      Mengikut Yesus ......
      Bukan berarti .....
      Berjalan di atas air tanpa tiupan angin ......

      Tiupan angin itu tetap ada .....
      Tetapi ......
      Sering kita lupa ......
      Bahwa Yesus juga tetap ada ......

      Mengapa hanya tiupan angin saja yang kita rasakan ...... ?
      Mengapa kita tidak rasakan kehadiran-Nya juga ...... ?

      Bukankah itu .....
      Yang membuat kita takut ...... ?
      Bukankah itu .....
      Yang membuat kita mulai bimbang ..... ?
      Dan ......
      Bukankah itu .....
      Yang membuat kita mulai tenggelam ..... ?

      Dan mungkin ......
      Saat ini kita mulai tenggelam ......

      Namun .....
      Mengapa kita tidak segera menyadari .....
      Bahwa Dia ada serta kita ..... ?
      Mengapa kita masih menunda untuk teriak : .....
      "Tuhan, tolonglah aku!" ..... ?



      Tuhan memberkati.


      PD Imanuel -jh-
    • Yeni Plg
      ... From: Benny Pontoh To: Undisclosed-Recipient:; Sent: Friday, July 09, 2004 8:45 AM Subject: Renungan Pagi RENUNGAN PAGI Jumat, 09 Juli 2004 Karena itu,
      Message 2 of 5 , Jul 8, 2004
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Friday, July 09, 2004 8:45 AM
        Subject: Renungan Pagi

                                         RENUNGAN PAGI
                                      Jumat, 09 Juli 2004

        Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus
        dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
        akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
        Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
        dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu,
        supaya Ia memberikan kepadamu
        Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
        ( Efesus 1:15-17 )

        Kembali .....
        Satu pertanyaan singkat untuk kita ......

        Masihkah kita mengingat saudara kita .....
        Teman kita .....
        Rekan kerja kita .....
        Dalam doa kita ..... ?

        Masihkah ada ucapan syukur .....
        Atas pertumbuhan iman mereka ..... ?

        Masihkah ada doa .....
        Untuk mereka ..... ?


        Tuhan memberkati.


        PD Imanuel -jh-
      • Yeni Plg
        ... From: Benny Pontoh To: Undisclosed-Recipient:; Sent: Tuesday, July 13, 2004 8:34 AM Subject: Renungan Pagi RENUNGAN PAGI Selasa, 13 Juli 2004 Ujilah aku,
        Message 3 of 5 , Jul 12, 2004
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Tuesday, July 13, 2004 8:34 AM
          Subject: Renungan Pagi

                                           RENUNGAN PAGI
                                        Selasa, 13 Juli 2004

          Ujilah aku, ya TUHAN,
          dan cobalah aku;
          selidikilah batinku dan hatiku.
          Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu,
          dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
          ( Mazmur 26:2-3 )

          Adakah kita sanggup .....
          Mengatakan hal yang sama ..... ?

          "Ujilah aku Tuhan ....."

          Atau sebenarnya ......
          Tanpa diuji Tuhan pun .....
          Kita sudah tahu .....
          Betapa bobroknya kita ..... ?
          Betapa seringnya kita menyakiti hati-Nya ..... ?

          Tetapi ......
          Bukankah kita selalu katakan ......
          Kita ini anak-Nya ..... ?
          Kita ini calon mempelai-Nya ..... ?

          Namun .....
          Mengapa kita .....
          Tidak segera melangkah ke arah-Nya ...... ?

          Jadi .....
          Kapan kita mulai melangkah ......
          Hidup dalam kebenaran-Nya ......
          Dengan mata tertuju pada kasih setia-Nya ..... ?

          Dan .....
          Bila semuanya beres .....
          Masihkah kita takut mengatakannya ...... ?

          Bukankah ujian yang pertama ......
          Adalah ujian untuk mengatakan ......
          "Ujilah aku Tuhan ....." ..... ?


          Tuhan memberkati.


          PD Imanuel -jh-
        • Yeni Plg
          ... From: Benny Pontoh To: Undisclosed-Recipient:; Sent: Thursday, July 15, 2004 8:55 AM Subject: Renungan Pagi RENUNGAN PAGI Kamis, 15 Juli 2004 Tetapi
          Message 4 of 5 , Jul 14, 2004
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Thursday, July 15, 2004 8:55 AM
            Subject: Renungan Pagi

                                             RENUNGAN PAGI
                                          Kamis, 15 Juli 2004

            Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata:
            "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama
               TUHAN, Allahnya,
            lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu
            dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
            Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik,
            lebih baik dari segala sungai di Israel?
            Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?"
            Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati

            ( 2 Raja-raja 5:11-12 )

            Bukankah kita sudah berdoa ....?
            Bukankah kita sudah berpuasa ....?

            Mengapa masalah ini masih ada ....?
            Mengapa beban ini masih ada ....?
            Mengapa Tuhan tidak menjawab doa kita ....?

            Coba kita renungkan kembali .....
            Jangan-jangan Tuhan sudah menjawab doa kita.....
            Tetapi kita tidak tahu .....
            Karena kita ingin Dia menjawab dengan cara kita .....

            Mari kita serahkan .....
            Masalah kita .....
            Dan kita tunggu jawabanNya .....
            Dengan caraNya .....
            Bukan dengan cara kita .....

            Tuhan memberkati

            PD Imanuel -tth-
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.