Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Prosiding Cilegon City

Expand Messages
  • Adhi Rachmat Hariyadi WWF
    Yth Anggota Rhino Task Force, Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari
    Message 1 of 10 , Jul 6, 2008
    • 0 Attachment

      Yth Anggota Rhino Task Force,

       

      Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

       

      Salam,

      Adhi Rachmat S Hariyadi

      RTF Sekretariat

       

       

    • herry susilo
      Dear Pak Adhi Rachmat,   Terima kasih draft prosiding. Saya akan coba. Salam,   herry d. susilo Dear Pak Adhi Rachmat, Terima kasih draft prosiding. Saya
      Message 2 of 10 , Jul 6, 2008
      • 0 Attachment


        Dear Pak Adhi Rachmat,
         
        Terima kasih draft prosiding. Saya akan coba.
        Salam,
         
        herry d. susilo

      • Inov
        Dear Mas Adhi, Terima kasih atas prosidingnya.  Kalau bisa dalam prosiding ini ditambahkan photo-photonya mas selama workshop.  Terus sedikit koreksi, pak
        Message 3 of 10 , Jul 7, 2008
        • 0 Attachment
          Dear Mas Adhi,

          Terima kasih atas prosidingnya.  Kalau bisa dalam prosiding ini ditambahkan photo-photonya mas selama workshop.  Terus sedikit koreksi, pak agil gelarnya Dr. M Agil MSc bukan MSi.  Nanti kalau ada koreksian lagi akan saya sampaikan. 
          Terima kasih.

          Inov. 

          --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@...> wrote:
          From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@...>
          Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
          To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
          Date: Monday, July 7, 2008, 12:35 PM

          Yth Anggota Rhino Task Force,

           

          Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

           

          Salam,

          Adhi Rachmat S Hariyadi

          RTF Sekretariat

           

           


        • Adhi Rachmat Hariyadi WWF
          Dear Inov, Terimakasih atas koreksiannya, dan akan langsung dirubah dalam document tersebut. Salam, Adhi _____ From: rhino_taskforce@yahoogroups.com
          Message 4 of 10 , Jul 7, 2008
          • 0 Attachment

            Dear Inov,

             

            Terimakasih atas koreksiannya, dan akan langsung dirubah dalam document tersebut.

             

            Salam,

            Adhi

             

             


            From: rhino_taskforce@yahoogroups.com [mailto: rhino_taskforce@yahoogroups.com ] On Behalf Of Inov
            Sent: Monday, July 07, 2008 2:30 PM
            To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
            Subject: Re: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

             

            Dear Mas Adhi,

            Terima kasih atas prosidingnya.  Kalau bisa dalam prosiding ini ditambahkan photo-photonya mas selama workshop.  Terus sedikit koreksi, pak agil gelarnya Dr. M Agil MSc bukan MSi.  Nanti kalau ada koreksian lagi akan saya sampaikan. 
            Terima kasih.

            Inov. 

            --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id> wrote:

            From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id>
            Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Date: Monday, July 7, 2008, 12:35 PM

            Yth Anggota Rhino Task Force,

             

            Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

             

            Salam,

            Adhi Rachmat S Hariyadi

            RTF Sekretariat

             

             

             

            Click here to report this email as spam.

            This email was Anti Virus checked by GWAVA@WWF-Indonesia

            This email was Anti Virus checked by Astaro Security Gateway. http://www.astaro.com
          • agustinus suyanto
            Yth. Mas Adhi, Matur nuwun kirimannya draft prosiding. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada komentar berarti saya setuju. Saya baru saja pulang
            Message 5 of 10 , Jul 7, 2008
            • 0 Attachment
              Yth. Mas Adhi,

              Matur nuwun kirimannya draft prosiding. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada komentar berarti saya setuju.

              Saya baru saja pulang dari survei ke TN Ujung Kulon, tetapi bukan urusan badak melainkan mamalia kecil terutama di mangrove. Kesan saya masyarakat yang tinggal di TN Ujung Kulon ini seperti di Taman Jaya dan Ujung Jaya sudah establish alias mapan. Hal ini ditunjukkan  dari  bangunan rumahnya yang sebagian sudah permanen, malahan saya melihat ada sekurang-kurangnya 5 bangunan/rumah walet. Dan saya prihatin di Pos Legok Pakis, Ujung Jaya selalu tutupan pintunya dan di P. Handeulem hanya dijaga seorang petugas honorer. Saya positif thinking saja mungkin petugasnya sedang sibuk patroli, semoga saja demikian. Dan ada jembatan yang terbuat dari bambu melewati S. Cilintang juga rusak, membahayakan bagi orang yang melewatinya. Tampaknya hampir setiap hari saya melihat ada rombongan orang masuk ke taman nasional dengan tujuan berziarah, ke tempat yang disebut Sang Yang Sirah yang jarak tempuhnya dari Ujung Jaya jalan kaki 2 hari dua malam.

              Dan yang mengherankan saya, jalan menuju TN Ujung Kulon itu bergelombang dan aspal/batu sudah terkelupas, jadi kalau naik mobil seperti goyang rege. Kata penduduk lokal itu disengaja oleh manajemen agar para pencuri aset TN Ujung Kulon segan untuk mencuri. Batin saya lha gimana bisa menarik wisatawan kalau prasarananya kaya demikian? Bagi saya seperti ada dua kutub pertentangan di satu pihak ingin mendayagunakan masyarakat untuk bisa mengambil keuntungan dalam ekowisata, di lain pihak ingin mengawetkan aset taman nasional. Pusiiing memikirkannya.



              Wasalam,

              Agustinus Suyanto
              --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@...> wrote:
              From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@...>
              Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
              To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
              Date: Monday, July 7, 2008, 1:35 AM

              Yth Anggota Rhino Task Force,

               

              Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

               

              Salam,

              Adhi Rachmat S Hariyadi

              RTF Sekretariat

               

               


            • Widodo Ramono
              Pak Adhi, Terima ksih atas kerja keras dan kirimannya. Saya coba pesannya untuk saya laksanakan. Wass, WR ________________________________ From:
              Message 6 of 10 , Jul 7, 2008
              • 0 Attachment
                Pak Adhi,
                 
                Terima ksih atas kerja keras dan kirimannya.
                Saya coba pesannya untuk saya laksanakan.
                 
                Wass,
                WR
                 


                From: rhino_taskforce@yahoogroups.com [mailto:rhino_taskforce@yahoogroups.com] On Behalf Of Adhi Rachmat Hariyadi WWF
                Sent: Monday, July 07, 2008 12:36 PM
                To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
                Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                Yth Anggota Rhino Task Force,

                Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

                Salam,

                Adhi Rachmat S Hariyadi

                RTF Sekretariat

              • Widodo Ramono
                Pak Agus Suyanto, Terima kasih informasinya yang fresh dari lapangan. Apa walau mensurvai mammalia kecil ketemu juga dengan (bekas) badaknya? Atau di badaknya
                Message 7 of 10 , Jul 7, 2008
                • 0 Attachment
                  Pak Agus Suyanto,
                   
                  Terima kasih informasinya yang fresh dari lapangan.
                  Apa walau mensurvai mammalia kecil ketemu juga dengan (bekas) badaknya?
                  Atau di badaknya ada nempel mammalia kecil?
                   
                  Matur nuwun.
                  WR.


                  From: rhino_taskforce@yahoogroups.com [mailto:rhino_taskforce@yahoogroups.com] On Behalf Of agustinus suyanto
                  Sent: Monday, July 07, 2008 3:48 PM
                  To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
                  Subject: Re: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                  Yth. Mas Adhi,

                  Matur nuwun kirimannya draft prosiding. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada komentar berarti saya setuju.

                  Saya baru saja pulang dari survei ke TN Ujung Kulon, tetapi bukan urusan badak melainkan mamalia kecil terutama di mangrove. Kesan saya masyarakat yang tinggal di TN Ujung Kulon ini seperti di Taman Jaya dan Ujung Jaya sudah establish alias mapan. Hal ini ditunjukkan  dari  bangunan rumahnya yang sebagian sudah permanen, malahan saya melihat ada sekurang-kurangnya 5 bangunan/rumah walet. Dan saya prihatin di Pos Legok Pakis, Ujung Jaya selalu tutupan pintunya dan di P. Handeulem hanya dijaga seorang petugas honorer. Saya positif thinking saja mungkin petugasnya sedang sibuk patroli, semoga saja demikian. Dan ada jembatan yang terbuat dari bambu melewati S. Cilintang juga rusak, membahayakan bagi orang yang melewatinya. Tampaknya hampir setiap hari saya melihat ada rombongan orang masuk ke taman nasional dengan tujuan berziarah, ke tempat yang disebut Sang Yang Sirah yang jarak tempuhnya dari Ujung Jaya jalan kaki 2 hari dua malam.

                  Dan yang mengherankan saya, jalan menuju TN Ujung Kulon itu bergelombang dan aspal/batu sudah terkelupas, jadi kalau naik mobil seperti goyang rege. Kata penduduk lokal itu disengaja oleh manajemen agar para pencuri aset TN Ujung Kulon segan untuk mencuri. Batin saya lha gimana bisa menarik wisatawan kalau prasarananya kaya demikian? Bagi saya seperti ada dua kutub pertentangan di satu pihak ingin mendayagunakan masyarakat untuk bisa mengambil keuntungan dalam ekowisata, di lain pihak ingin mengawetkan aset taman nasional. Pusiiing memikirkannya.



                  Wasalam,

                  Agustinus Suyanto
                  --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id> wrote:
                  From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id>
                  Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Date: Monday, July 7, 2008, 1:35 AM

                  Yth Anggota Rhino Task Force,

                   

                  Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

                   

                  Salam,

                  Adhi Rachmat S Hariyadi

                  RTF Sekretariat

                   

                   


                • Adhi Rachmat Hariyadi WWF
                  Pak Widodo & pak Suyanto, Terimakasih atas kesediannya untuk me-review. Memang jalan ke arah Taman Jaya tidak akan mengundang minat para wisatawan dalam
                  Message 8 of 10 , Jul 7, 2008
                  • 0 Attachment

                    Pak Widodo & pak Suyanto,

                     

                    Terimakasih atas kesediannya untuk me-review.  Memang jalan ke arah Taman Jaya tidak akan mengundang minat para wisatawan dalam kondisi seperti itu (kecuali wisatawan land-rover club atau jeep club dll).  Kami juga sedang menimbang-nimbang untung dan ruginya kalau jalan tersebut diperbaiki, mungkin banyak keuntungannya juga kalau jalan itu dalam kondisi bagus atau memadai asal pengamanannya dan pemeliharaannya juga diperhitungkan dengan baik. 

                     

                    Kalau survey mamalia kecil yang nempel di badak berarti survey-nya bisa dua sekaligus mamalia kecil dan badak ya pak?

                     

                    Salam,

                    Adhi

                     

                     


                    From: Widodo Ramono [mailto:wramono@...]
                    Sent: Monday, July 07, 2008 4:41 PM
                    To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
                    Subject: RE: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                     

                    Pak Agus Suyanto,

                     

                    Terima kasih informasinya yang fresh dari lapangan.

                    Apa walau mensurvai mammalia kecil ketemu juga dengan (bekas) badaknya?

                    Atau di badaknya ada nempel mammalia kecil?

                     

                    Matur nuwun.

                    WR.

                     


                    From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto: rhino_ taskforce@ yahoogroups. com ] On Behalf Of agustinus suyanto
                    Sent: Monday, July 07, 2008 3:48 PM
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Subject: Re: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                    Yth. Mas Adhi,

                    Matur nuwun kirimannya draft prosiding. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada komentar berarti saya setuju.

                    Saya baru saja pulang dari survei ke TN Ujung Kulon, tetapi bukan urusan badak melainkan mamalia kecil terutama di mangrove. Kesan saya masyarakat yang tinggal di TN Ujung Kulon ini seperti di Taman Jaya dan Ujung Jaya sudah establish alias mapan. Hal ini ditunjukkan  dari  bangunan rumahnya yang sebagian sudah permanen, malahan saya melihat ada sekurang-kurangnya 5 bangunan/rumah walet. Dan saya prihatin di Pos Legok Pakis, Ujung Jaya selalu tutupan pintunya dan di P. Handeulem hanya dijaga seorang petugas honorer. Saya positif thinking saja mungkin petugasnya sedang sibuk patroli, semoga saja demikian. Dan ada jembatan yang terbuat dari bambu melewati S. Cilintang juga rusak, membahayakan bagi orang yang melewatinya. Tampaknya hampir setiap hari saya melihat ada rombongan orang masuk ke taman nasional dengan tujuan berziarah, ke tempat yang disebut Sang Yang Sirah yang jarak tempuhnya dari Ujung Jaya jalan kaki 2 hari dua malam.

                    Dan yang mengherankan saya, jalan menuju TN Ujung Kulon itu bergelombang dan aspal/batu sudah terkelupas, jadi kalau naik mobil seperti goyang rege. Kata penduduk lokal itu disengaja oleh manajemen agar para pencuri aset TN Ujung Kulon segan untuk mencuri. Batin saya lha gimana bisa menarik wisatawan kalau prasarananya kaya demikian? Bagi saya seperti ada dua kutub pertentangan di satu pihak ingin mendayagunakan masyarakat untuk bisa mengambil keuntungan dalam ekowisata, di lain pihak ingin mengawetkan aset taman nasional. Pusiiing memikirkannya.



                    Wasalam,

                    Agustinus Suyanto
                    --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id> wrote:

                    From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id>
                    Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Date: Monday, July 7, 2008, 1:35 AM

                    Yth Anggota Rhino Task Force,

                     

                    Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

                     

                    Salam,

                    Adhi Rachmat S Hariyadi

                    RTF Sekretariat

                     

                     

                     

                  • agustinus suyanto
                    Terima kasih Mas Adhi, Karena saya terlibat dalam task force badak, sudah seharusnya saya bisa urun rembug demi lestarinya badak. Padahal lestarinya badak juga
                    Message 9 of 10 , Jul 7, 2008
                    • 0 Attachment
                      Terima kasih Mas Adhi,

                      Karena saya terlibat dalam task force badak, sudah seharusnya saya bisa urun rembug demi lestarinya badak. Padahal lestarinya badak juga tergantung dana yang cukup untuk mengelolanya. Kalau dana hanya tergantung semata-mata kepada dana luar negeri, ya repot. Sebab namanya dikasih ya tergantung sih palimirmonya yang ngasih. Kalau kita tidak pandai-pandai bisa mengambil hati penyandang dana atau dengan kata lain tidak bisa mengelola dana secara baik dan berdaya guna,  bisa sewaktu-waktu dana itu dicabut. Kalau saya memegang kata-kata pejabat PHKA yang mengutip kata-kata ahli konservasi menyatakan bahwa konservasi itu harus melibatkan masyarakat lokal sekitar. Sederhananya kalau masyarakat sadar akan pentingnya badak/taman nasional karena bisa meningkatkan kesejahteraan mereka, maka dengan sendirinya mereka akan berusaha mati-matian mempertahankan kelestarian badak. Kira-kira begitulah pemahaman saya. Dengan kata lain kalau taman nasional itu bisa menarik minat para wisatawan manca negara yang notabene negara kaya, maka dengan sendirinya kegiatan wisata itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kalau masyarakat sekitar sejahtera, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengambil kayu atau pun binatang dari hutan, atau bahkan tidak mau lagi beternak kerbau, sapi  atau pun kambing. Sebab ternak-ternak tersebut merupakan ancaman bagi kelestarian badak dan satwa liar lain karena bisa menjadi  vektor berbagai penyakit menular  seperti anthrax dll. Mestinya menurut tata kelola taman nasional yang baku, penduduk yang tinggal di kawasan taman nasional atau pun di sekitarnya dilarang pelihara binatang termasuk kucing dan anjing atau dengan kata lain kalau punya binatang peliharaan jangan boleh dilepas tetapi harus dikandangkan atau diikat.  Kalau sudah terlanjur dan tidak mungkin melarang, harus ada kontrol ketat terhadap hewan ternak atau peliharaan tersebut dicegah dari terjangkitnya penyakit menular.  Ya semuanya itu akhirnya kembali ke dana yang memadai. Selain dana, tentunya yang tidak kalah penting dalam mensukseskan konservasi lingkungan adalah penegakan hukum yang  kuat.

                      Ada juga pendapat yang percaya bahwa peningkatan kesejahteraan  dan pendidikan bukan semata-mata bisa otomatis menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian suatu ekosistem contohnya pelaku pembalakan liar hutan melibatkan pengusaha kaya dan para pejabat yang notabene orang terdidik. Sosialisasi pentingnya pengetahuan fungsi ekosistem perlu dilakukan.  Tetapi ada juga yang berpendapat kesadaran itu baru timbul sesudah mereka  mengalami penderitaan akibat kerusakan ekosistem tersebut  contohnya negara adi daya AS  setelah perang saudara, baru mereka sadar  betapa pentingnya pelestarian  alam itu (akibat perang saudara hampir seluruh hutan asli hancur).


                      Wasalam,

                      Agustinus Suyanto


                       
                      --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@...> wrote:
                      From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@...>
                      Subject: RE: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
                      To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
                      Date: Monday, July 7, 2008, 10:59 PM

                      Pak Widodo & pak Suyanto,

                       

                      Terimakasih atas kesediannya untuk me-review.  Memang jalan ke arah Taman Jaya tidak akan mengundang minat para wisatawan dalam kondisi seperti itu (kecuali wisatawan land-rover club atau jeep club dll).  Kami juga sedang menimbang-nimbang untung dan ruginya kalau jalan tersebut diperbaiki, mungkin banyak keuntungannya juga kalau jalan itu dalam kondisi bagus atau memadai asal pengamanannya dan pemeliharaannya juga diperhitungkan dengan baik. 

                       

                      Kalau survey mamalia kecil yang nempel di badak berarti survey-nya bisa dua sekaligus mamalia kecil dan badak ya pak?

                       

                      Salam,

                      Adhi

                       

                       


                      From: Widodo Ramono [mailto:wramono@ tnc.org]
                      Sent: Monday, July 07, 2008 4:41 PM
                      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                      Subject: RE: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                       

                      Pak Agus Suyanto,

                       

                      Terima kasih informasinya yang fresh dari lapangan.

                      Apa walau mensurvai mammalia kecil ketemu juga dengan (bekas) badaknya?

                      Atau di badaknya ada nempel mammalia kecil?

                       

                      Matur nuwun.

                      WR.

                       


                      From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto: rhino_ taskforce@ yahoogroups. com ] On Behalf Of agustinus suyanto
                      Sent: Monday, July 07, 2008 3:48 PM
                      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                      Subject: Re: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                      Yth. Mas Adhi,

                      Matur nuwun kirimannya draft prosiding. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada komentar berarti saya setuju.

                      Saya baru saja pulang dari survei ke TN Ujung Kulon, tetapi bukan urusan badak melainkan mamalia kecil terutama di mangrove. Kesan saya masyarakat yang tinggal di TN Ujung Kulon ini seperti di Taman Jaya dan Ujung Jaya sudah establish alias mapan. Hal ini ditunjukkan  dari  bangunan rumahnya yang sebagian sudah permanen, malahan saya melihat ada sekurang-kurangnya 5 bangunan/rumah walet. Dan saya prihatin di Pos Legok Pakis, Ujung Jaya selalu tutupan pintunya dan di P. Handeulem hanya dijaga seorang petugas honorer. Saya positif thinking saja mungkin petugasnya sedang sibuk patroli, semoga saja demikian. Dan ada jembatan yang terbuat dari bambu melewati S. Cilintang juga rusak, membahayakan bagi orang yang melewatinya. Tampaknya hampir setiap hari saya melihat ada rombongan orang masuk ke taman nasional dengan tujuan berziarah, ke tempat yang disebut Sang Yang Sirah yang jarak tempuhnya dari Ujung Jaya jalan kaki 2 hari dua malam.

                      Dan yang mengherankan saya, jalan menuju TN Ujung Kulon itu bergelombang dan aspal/batu sudah terkelupas, jadi kalau naik mobil seperti goyang rege. Kata penduduk lokal itu disengaja oleh manajemen agar para pencuri aset TN Ujung Kulon segan untuk mencuri. Batin saya lha gimana bisa menarik wisatawan kalau prasarananya kaya demikian? Bagi saya seperti ada dua kutub pertentangan di satu pihak ingin mendayagunakan masyarakat untuk bisa mengambil keuntungan dalam ekowisata, di lain pihak ingin mengawetkan aset taman nasional. Pusiiing memikirkannya.



                      Wasalam,

                      Agustinus Suyanto
                      --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id> wrote:

                      From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id>
                      Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
                      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                      Date: Monday, July 7, 2008, 1:35 AM

                      Yth Anggota Rhino Task Force,

                       

                      Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

                       

                      Salam,

                      Adhi Rachmat S Hariyadi

                      RTF Sekretariat

                       

                       

                       


                    • Hadi Alikodra
                      Pak Agus, Terima kasih informasinya. Memang kita mesti mondorong lebih kuat lagi bagi implementasi konservasi badak dan penyelamatan TNUK. Salam, HA ... Terima
                      Message 10 of 10 , Jul 7, 2008
                      • 0 Attachment
                        Pak Agus,
                         
                        Terima kasih informasinya. Memang kita mesti mondorong lebih kuat lagi
                        bagi implementasi konservasi badak dan penyelamatan TNUK.
                         
                        Salam,
                        HA 

                        >>> agustinus suyanto <asujan2002@...> 7/8/2008 12:05 PM >>>

                        Terima kasih Mas Adhi,

                        Karena saya terlibat dalam task force badak, sudah seharusnya saya bisa urun rembug demi lestarinya badak. Padahal lestarinya badak juga tergantung dana yang cukup untuk mengelolanya. Kalau dana hanya tergantung semata-mata kepada dana luar negeri, ya repot. Sebab namanya dikasih ya tergantung sih palimirmonya yang ngasih. Kalau kita tidak pandai-pandai bisa mengambil hati penyandang dana atau dengan kata lain tidak bisa mengelola dana secara baik dan berdaya guna,  bisa sewaktu-waktu dana itu dicabut. Kalau saya memegang kata-kata pejabat PHKA yang mengutip kata-kata ahli konservasi menyatakan bahwa konservasi itu harus melibatkan masyarakat lokal sekitar. Sederhananya kalau masyarakat sadar akan pentingnya badak/taman nasional karena bisa meningkatkan kesejahteraan mereka, maka dengan sendirinya mereka akan berusaha mati-matian mempertahankan kelestarian badak. Kira-kira begitulah pemahaman saya. Dengan kata lain kalau taman nasional itu bisa menarik minat para wisatawan manca negara yang notabene negara kaya, maka dengan sendirinya kegiatan wisata itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kalau masyarakat sekitar sejahtera, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengambil kayu atau pun binatang dari hutan, atau bahkan tidak mau lagi beternak kerbau, sapi  atau pun kambing. Sebab ternak-ternak tersebut merupakan ancaman bagi kelestarian badak dan satwa liar lain karena bisa menjadi  vektor berbagai penyakit menular  seperti anthrax dll. Mestinya menurut tata kelola taman nasional yang baku, penduduk yang tinggal di kawasan taman nasional atau pun di sekitarnya dilarang pelihara binatang termasuk kucing dan anjing atau dengan kata lain kalau punya binatang peliharaan jangan boleh dilepas tetapi harus dikandangkan atau diikat.  Kalau sudah terlanjur dan tidak mungkin melarang, harus ada kontrol ketat terhadap hewan ternak atau peliharaan tersebut dicegah dari terjangkitnya penyakit menular.  Ya semuanya itu akhirnya kembali ke dana yang memadai. Selain dana, tentunya yang tidak kalah penting dalam mensukseskan konservasi lingkungan adalah penegakan hukum yang  kuat.

                        Ada juga pendapat yang percaya bahwa peningkatan kesejahteraan  dan pendidikan bukan semata-mata bisa otomatis menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian suatu ekosistem contohnya pelaku pembalakan liar hutan melibatkan pengusaha kaya dan para pejabat yang notabene orang terdidik. Sosialisasi pentingnya pengetahuan fungsi ekosistem perlu dilakukan.  Tetapi ada juga yang berpendapat kesadaran itu baru timbul sesudah mereka  mengalami penderitaan akibat kerusakan ekosistem tersebut  contohnya negara adi daya AS  setelah perang saudara, baru mereka sadar  betapa pentingnya pelestarian  alam itu (akibat perang saudara hampir seluruh hutan asli hancur).


                        Wasalam,

                        Agustinus Suyanto


                         
                        --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id> wrote:
                        From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id>
                        Subject: RE: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
                        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                        Date: Monday, July 7, 2008, 10:59 PM

                        Pak Widodo & pak Suyanto,

                         

                        Terimakasih atas kesediannya untuk me-review.  Memang jalan ke arah Taman Jaya tidak akan mengundang minat para wisatawan dalam kondisi seperti itu (kecuali wisatawan land-rover club atau jeep club dll).  Kami juga sedang menimbang-nimbang untung dan ruginya kalau jalan tersebut diperbaiki, mungkin banyak keuntungannya juga kalau jalan itu dalam kondisi bagus atau memadai asal pengamanannya dan pemeliharaannya juga diperhitungkan dengan baik. 

                         

                        Kalau survey mamalia kecil yang nempel di badak berarti survey-nya bisa dua sekaligus mamalia kecil dan badak ya pak?

                         

                        Salam,

                        Adhi

                         

                         


                        From: Widodo Ramono [mailto:wramono@ tnc.org]
                        Sent: Monday, July 07, 2008 4:41 PM
                        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                        Subject: RE: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                         

                        Pak Agus Suyanto,

                         

                        Terima kasih informasinya yang fresh dari lapangan.

                        Apa walau mensurvai mammalia kecil ketemu juga dengan (bekas) badaknya?

                        Atau di badaknya ada nempel mammalia kecil?

                         

                        Matur nuwun.

                        WR.

                         


                        From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto: rhino_ taskforce@ yahoogroups. com ] On Behalf Of agustinus suyanto
                        Sent: Monday, July 07, 2008 3:48 PM
                        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                        Subject: Re: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City

                        Yth. Mas Adhi,

                        Matur nuwun kirimannya draft prosiding. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada komentar berarti saya setuju.

                        Saya baru saja pulang dari survei ke TN Ujung Kulon, tetapi bukan urusan badak melainkan mamalia kecil terutama di mangrove. Kesan saya masyarakat yang tinggal di TN Ujung Kulon ini seperti di Taman Jaya dan Ujung Jaya sudah establish alias mapan. Hal ini ditunjukkan  dari  bangunan rumahnya yang sebagian sudah permanen, malahan saya melihat ada sekurang-kurangnya 5 bangunan/rumah walet. Dan saya prihatin di Pos Legok Pakis, Ujung Jaya selalu tutupan pintunya dan di P. Handeulem hanya dijaga seorang petugas honorer. Saya positif thinking saja mungkin petugasnya sedang sibuk patroli, semoga saja demikian. Dan ada jembatan yang terbuat dari bambu melewati S. Cilintang juga rusak, membahayakan bagi orang yang melewatinya. Tampaknya hampir setiap hari saya melihat ada rombongan orang masuk ke taman nasional dengan tujuan berziarah, ke tempat yang disebut Sang Yang Sirah yang jarak tempuhnya dari Ujung Jaya jalan kaki 2 hari dua malam.

                        Dan yang mengherankan saya, jalan menuju TN Ujung Kulon itu bergelombang dan aspal/batu sudah terkelupas, jadi kalau naik mobil seperti goyang rege. Kata penduduk lokal itu disengaja oleh manajemen agar para pencuri aset TN Ujung Kulon segan untuk mencuri. Batin saya lha gimana bisa menarik wisatawan kalau prasarananya kaya demikian? Bagi saya seperti ada dua kutub pertentangan di satu pihak ingin mendayagunakan masyarakat untuk bisa mengambil keuntungan dalam ekowisata, di lain pihak ingin mengawetkan aset taman nasional. Pusiiing memikirkannya.



                        Wasalam,

                        Agustinus Suyanto
                        --- On Mon, 7/7/08, Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id> wrote:

                        From: Adhi Rachmat Hariyadi WWF <AHariyadi@wwf. or.id>
                        Subject: [rhino_taskforce] Prosiding Cilegon City
                        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                        Date: Monday, July 7, 2008, 1:35 AM

                        Yth Anggota Rhino Task Force,

                         

                        Saya mohon maaf karena baru dapat menyajikan draf prosiding pertemuan di Cilegon City tanggal 10 April 2008 (selang 3 bulan dari event).  Namun demikian saya berharap bapak-bapak/ ibu-ibu berkenan untuk mereview draf terlampir dan memberikan saran serta perbaikan sebelum draf ini saya finalisasi.  Saya mengusulkan untuk melakukan finalisasi pada Tanggal 21 Juli 2008 nanti.  Dengan demikian saya menunggu masukan dari bapak/ibu sampai tanggal 20 juli, sebelum draf saya sosialisasikan pada peserta yang pertemuan yang lain.  Terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

                         

                        Salam,

                        Adhi Rachmat S Hariyadi

                        RTF Sekretariat

                         

                         

                         




                        Click here to report this email as spam.

                        This email was Anti Virus checked by GWAVA@WWF-Indonesia
                      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.