Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

Expand Messages
  • Harini Muntasib
    Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti, Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa
    Message 1 of 14 , Jul 1, 2009
      Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
      Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita
       
      salam
      Harini


      From: Widodo Ramono <wramono@...>
      To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
      Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
      Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

      Ibu Harini Yth.
       
      Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
      Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
      Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.
       
      Demikian informasi kami,
       
      Salam,
      Widodo Ramono.


      From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
      Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
      Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

      Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
      1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
      2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
         mohon pencermatan lebih lanjut
      3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
      selamat berkarya
       
      salam
      Harini


      From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
      Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
      Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

      Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.
       
      Salam,
      Widodo Ramono


      From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
      Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
      Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

      Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

      --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

      From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
      Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
      To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
      Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
      Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

      Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat.  Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:
       
      1).  5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.
       
      2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.
       
      3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.
       
      4).  Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
      a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
      b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
      c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.
       
      5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009.  diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab.  Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.
       
      6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator.  untuk itu kepada Sdr. Eru,  Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.
       
      7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.
       
      Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.
       
      Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
      Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.
       

      Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
      Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
      Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
      Telp/Fax. 021-5720227
      email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com




    • Widodo Ramono
      Yth. Ibu Harini dkk Taskforce, Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk
      Message 2 of 14 , Jul 5, 2009
        Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,
         
        Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:
         
        1. Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
        2. Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
        3. Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
        4. Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).  
        5. Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
        6. Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
        Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.
         
        Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.
         
        Salam hormat,
        Widodo Ramono.


        From: rhino_taskforce@yahoogroups.com [mailto:rhino_taskforce@yahoogroups.com] On Behalf Of Harini Muntasib
        Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
        To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
        Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

        Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
        Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita
         
        salam
        Harini


        From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
        Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
        Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

        Ibu Harini Yth.
         
        Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
        Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
        Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.
         
        Demikian informasi kami,
         
        Salam,
        Widodo Ramono.


        From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
        Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
        Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

        Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
        1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
        2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
           mohon pencermatan lebih lanjut
        3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
        selamat berkarya
         
        salam
        Harini


        From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
        Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
        Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

        Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.
         
        Salam,
        Widodo Ramono


        From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
        Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
        Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

        Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

        --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

        From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
        Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
        To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
        Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
        Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

        Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat.  Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:
         
        1).  5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.
         
        2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.
         
        3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.
         
        4).  Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
        a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
        b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
        c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.
         
        5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009.  diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab.  Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.
         
        6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator.  untuk itu kepada Sdr. Eru,  Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.
         
        7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.
         
        Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.
         
        Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
        Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.
         

        Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
        Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
        Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
        Telp/Fax. 021-5720227
        email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com




      • Harini Muntasib
        Pak Widodo yth. Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan untuk habitat kedua.: 1. Perubahan lansekap
        Message 3 of 14 , Jul 6, 2009
          Pak Widodo yth.
          Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan
          untuk habitat kedua.:
          1. Perubahan lansekap menjadi persawahan,kalau dilihat sjarah penyebaran badak dan
          keperluan hidup badak sebenarnya tidak terlalu masalah, apalagi kalau kemudian kawasan itu diperkaya dengan makanan kesukaan Badak dan mempunyaI Palatabilitas tinggi
          2. Yang paling berat adalah kehadiran manusia yang intensif di daerah itu,maka dalam
          penyiapan kawasan ini,pekerjaan sosial sebenarnya yang paling berat dibanding pekerjaan fisik lain.
          Tentu saja bukan hanya pendekatan tradisionil tetapi betul-betul penyediaan lapangan kerja yang menjadikan masyarakat tidak kembali
          3. Sebenarnya Badak masa lalu tidak terlalu masalah dengan kehadiran manusia,namun badak yang saat ini ada sebenarnya sudah berubah perilaku karena ada periode di kejar-kejar manusia, sehingga untuk memilih Badak
          dan tentu saja pasangannya memang tidak mudah. Pendekatan paling sederhana adalah "menghalau" badak yang selama ini memang sudah masuk keluar  Kalejetan. namun perlu ada penelitian intensif,terutama pada musim kawin (kalau tidak salah bulan ini dimulai) badak mana yang kira-kira menjadi pasangan Badak yang suka keluar masuk ini. Tentu saja dengan cara diikuti dengan intensif
          4. Tentang Zonasi sebenarnya belum terlalu mendesak pak, karena ini kan "Sanctuary" bukan untuk semua Badak. jadi setelah nanti bisa berjala maka Zonasi dengan pendekatan keperluan habitat Satwa utama (badak) bisa dilakukan
          5 Untuk penyiapan "habitat lengkap dengan kubangan, air,mineral sebenarnya tidak terlalu sulit karena mineral bisa dari jenis2 tumbuhan tertentu (sdh pernah kita teliti|), . Badak sendiri jua menyukai kubangan2 sementara
          dan kalau sering digunakan akan menjadi permanen
          6. Untuk menjadi menarik bagi petugas tentu saja akan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan bila intensif
          dikel;ola, para peneliti yang juga aktif dan dengan hati yang senang, sarana lapang mencukupi dan suasana bkerja yang menyenangkan (tidak saling menjatuhkan)
          Ini baru singkat pak tapi kalau mau diskusi intensif kita juga siap.
          Terima kasih
          salam
          harini
           
           
           

           


          From: Widodo Ramono <wramono@...>
          To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
          Sent: Monday, July 6, 2009 11:55:40 AM
          Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

          Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,
           
          Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:
           
          1. Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
          2. Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
          3. Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
          4. Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).  
          5. Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
          6. Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
          Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.
           
          Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.
           
          Salam hormat,
          Widodo Ramono.


          From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
          Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
          To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
          Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

          Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
          Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita
           
          salam
          Harini


          From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
          To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
          Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
          Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

          Ibu Harini Yth.
           
          Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
          Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
          Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.
           
          Demikian informasi kami,
           
          Salam,
          Widodo Ramono.


          From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
          Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
          To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
          Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

          Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
          1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
          2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
             mohon pencermatan lebih lanjut
          3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
          selamat berkarya
           
          salam
          Harini


          From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
          To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
          Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
          Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

          Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.
           
          Salam,
          Widodo Ramono


          From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
          Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
          To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
          Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

          Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

          --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

          From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
          Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
          To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
          Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
          Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

          Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat.  Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:
           
          1).  5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.
           
          2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.
           
          3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.
           
          4).  Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
          a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
          b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
          c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.
           
          5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009.  diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab.  Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.
           
          6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator.  untuk itu kepada Sdr. Eru,  Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.
           
          7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.
           
          Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.
           
          Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
          Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.
           

          Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
          Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
          Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
          Telp/Fax. 021-5720227
          email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com





        • Adhie Hariyadi
          Pak Widodo, Ibu Harini, dan Anggota Task Force Yth, Terimakasih atas update dan share pemikiran yang bapak dan ibu sampaikan. Sekedar urun rembug saya
          Message 4 of 14 , Jul 6, 2009
            Pak Widodo, Ibu Harini, dan Anggota Task Force Yth,
             
            Terimakasih atas update dan share pemikiran yang bapak dan ibu sampaikan.   Sekedar urun rembug saya berfikir bahwa rasanya kita perlu cermati juga beberapa hal dalam mepersiapkan Gn Honje sebagai habitat tambahan bagi badak jawa. Mungkin hanya beberapa pemikiran dasar saja:
             
            1.  Kita perlu mengetahui penyebab mengapa selama beberapa tahun terakhir badak tidak secara intensif menggunakan wilayah ini sebagai daerah jelajahnya padahal wilayah ini sangat sesuai sebagai habitat badak.  Selama ini hanya ada dua ekor badak yang menggunakan wilayah ini dan itu pun juga tidak sepanjang waktu / sepanjang tahun dan tidak ada penambahan jumlah badak yang datang ke daerah ini.  Apakah ini karena akses? Barrier geografis? intrusi manusia? atau adakah hal-hal lain yang luput dari pengamatan kita?
             
            2.  Saya sepakat dengan ibu Harini mengenai ketersediaan pakan dan mineral.  Kandungan nutrisi dan anti-nutrisi dalam pakan serta ketersediaan mineral penting (Na, Cl, Ca, P, K, Kaolin, dll) bagi fisiologi badak sangat crucial dalam membantu proses adaptasi badak di habitat barunya.  Sejauh pengertian saya, baik pakan dan mineral dapat dikelola / dioptimalkan ketersediaannya dengan intervensi pada habitat tersebut.
             
            3. Saya tidak tahu persis penyebab kematian badak-badak terdahulu (kecuali kasus kematian di Karang Ranjang akibat usia tua), dan saya juga tidak tahu apakah kematian-kematian tersebut akibat suatu penyakit? dan bila memang ada agen penyakit apakah kita sudah yakini penyakit tersebut telah berhasil diatasi? (Bakteri antrax dapat bertahan dalam waktu lama di tanah).  Untuk itu mungkin perlu juga diadakan semacam serosurveillance pada beberapa hewan yang dicurigai dapat menjadi vektor penyakit  (kerbau, babi hutan, rodents, dll) yang memiliki sebaran yang sama atau overlap dengan habitat baru.

            Saya mohon maaf bila agak berbeda pandangan, karena saya ingin mengusulkan bahwa upaya second habitat ini seyogyanya tidak berhenti sampai di Honje saja.  Mungkin Honje adalah yang paling sesuai sebagai habita badak, namun mungkin saja ada daerah-daerah lain yang juga sesuai walaupun tidak dengan tingkat kesesuaian setinggi Honje. Hal ini saya usulkan dengan mempertimbangkan beberapa hal antara lain:
             
            1.  Perlu daerah tambahan / daerah lain yang strategis dari sisi epidemiologi dan sebaran penyakit (mengurangi peluang transmisi penyakit dari habitat lama ke habitat baru via vektor yang sama).  Biasanya daerah yang terpisah secara geografis dianggap dapat mengurangi risiko seperti ini.
             
            2.  Kita harus pula berfikir positif bahwa satu saat nanti populasi badak jawa akan meningkat.  Bila kondisi tersebut tercapai, kita pasti akan memerlukan lokasi baru bagi individu-individu badak.  Rasanya kita perlu memikrkan itu mulai sekarang, mengingat kita mungkin harus berpacu dengan laju degradasi dan pertumbuhan populasi manusia.
             
            3.  Kalau tidak salah para akademisi IPB (Pak Haryanto S Putro dkk) juga memiliki ide skenario tentang 2nd habitat ini yang rasanya belum terakomodir dengan baik dalam diskusi-diskusi sebelumnya (rehabilitasi daerah konsesi, dll).  Walaupun proses ini sudah berjalan, saya merasa ada baiknya juga bila ide/opsi ini tetap ada dalam diskusi kita.
             
            Demikian pendapat saya, memang banyak sekali yang perlu kita kerjakan namun dengan kerjasama yang baik saya rasa ini akan dapat kita lakukan.
             
            Salam,
            Adhi
             
             
              >>> Harini Muntasib <harinimuntasib@...> 7/6/2009 7:47 PM >>>

            Pak Widodo yth.
            Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan
            untuk habitat kedua.:
            1. Perubahan lansekap menjadi persawahan,kalau dilihat sjarah penyebaran badak dan
            keperluan hidup badak sebenarnya tidak terlalu masalah, apalagi kalau kemudian kawasan itu diperkaya dengan makanan kesukaan Badak dan mempunyaI Palatabilitas tinggi
            2. Yang paling berat adalah kehadiran manusia yang intensif di daerah itu,maka dalam
            penyiapan kawasan ini,pekerjaan sosial sebenarnya yang paling berat dibanding pekerjaan fisik lain.
            Tentu saja bukan hanya pendekatan tradisionil tetapi betul-betul penyediaan lapangan kerja yang menjadikan masyarakat tidak kembali
            3. Sebenarnya Badak masa lalu tidak terlalu masalah dengan kehadiran manusia,namun badak yang saat ini ada sebenarnya sudah berubah perilaku karena ada periode di kejar-kejar manusia, sehingga untuk memilih Badak
            dan tentu saja pasangannya memang tidak mudah. Pendekatan paling sederhana adalah "menghalau" badak yang selama ini memang sudah masuk keluar  Kalejetan. namun perlu ada penelitian intensif,terutama pada musim kawin (kalau tidak salah bulan ini dimulai) badak mana yang kira-kira menjadi pasangan Badak yang suka keluar masuk ini. Tentu saja dengan cara diikuti dengan intensif
            4. Tentang Zonasi sebenarnya belum terlalu mendesak pak, karena ini kan "Sanctuary" bukan untuk semua Badak. jadi setelah nanti bisa berjala maka Zonasi dengan pendekatan keperluan habitat Satwa utama (badak) bisa dilakukan
            5 Untuk penyiapan "habitat lengkap dengan kubangan, air,mineral sebenarnya tidak terlalu sulit karena mineral bisa dari jenis2 tumbuhan tertentu (sdh pernah kita teliti|), . Badak sendiri jua menyukai kubangan2 sementara
            dan kalau sering digunakan akan menjadi permanen
            6. Untuk menjadi menarik bagi petugas tentu saja akan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan bila intensif
            dikel;ola, para peneliti yang juga aktif dan dengan hati yang senang, sarana lapang mencukupi dan suasana bkerja yang menyenangkan (tidak saling menjatuhkan)
            Ini baru singkat pak tapi kalau mau diskusi intensif kita juga siap.
            Terima kasih
            salam
            harini
             
             
             

             


            From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Sent: Monday, July 6, 2009 11:55:40 AM
            Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

            Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,
             
            Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:
             
            1. Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
            2. Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
            3. Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
            4. Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).  
            5. Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
            6. Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
            Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.
             
            Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.
             
            Salam hormat,
            Widodo Ramono.


            From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
            Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

            Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
            Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita
             
            salam
            Harini


            From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
            Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

            Ibu Harini Yth.
             
            Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
            Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
            Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.
             
            Demikian informasi kami,
             
            Salam,
            Widodo Ramono.


            From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
            Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

            Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
            1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
            2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
               mohon pencermatan lebih lanjut
            3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
            selamat berkarya
             
            salam
            Harini


            From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
            Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

            Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.
             
            Salam,
            Widodo Ramono


            From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
            Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
            Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

            Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

            --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

            From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
            Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
            To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
            Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
            Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

            Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat.  Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:
             
            1).  5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.
             
            2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.
             
            3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.
             
            4).  Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
            a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
            b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
            c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.
             
            5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009.  diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab.  Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.
             
            6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator.  untuk itu kepada Sdr. Eru,  Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.
             
            7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.
             
            Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.
             
            Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
            Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.
             

            Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
            Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
            Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
            Telp/Fax. 021-5720227
            email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com







            Click here to report this email as spam.

          • Hadi Alikodra
            Dear Adhi, Setuju, tambahan butir 3, tentang kemungkinan penularan penyakit dari ternak penduduk perlu menjadi perhatian serius. Salam, HA ... From: Adhie
            Message 5 of 14 , Jul 6, 2009
              Dear Adhi,
              Setuju, tambahan butir 3, tentang kemungkinan penularan penyakit dari ternak penduduk perlu menjadi perhatian serius.

              Salam,
              HA
              -----Original Message-----
              From: "Adhie Hariyadi" <AHariyadi@...>
              Cc: Chairul Saleh <CSaleh@...>
              To: <rhino_taskforce@yahoogroups.com>

              Sent: 7/6/2009 11:10:43 PM
              Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

              Pak Widodo, Ibu Harini, dan Anggota Task Force Yth,

              Terimakasih atas update dan share pemikiran yang bapak dan ibu sampaikan. Sekedar urun rembug saya berfikir bahwa rasanya kita perlu cermati juga beberapa hal dalam mepersiapkan Gn Honje sebagai habitat tambahan bagi badak jawa. Mungkin hanya beberapa pemikiran dasar saja:

              1. Kita perlu mengetahui penyebab mengapa selama beberapa tahun terakhir badak tidak secara intensif menggunakan wilayah ini sebagai daerah jelajahnya padahal wilayah ini sangat sesuai sebagai habitat badak. Selama ini hanya ada dua ekor badak yang menggunakan wilayah ini dan itu pun juga tidak sepanjang waktu / sepanjang tahun dan tidak ada penambahan jumlah badak yang datang ke daerah ini. Apakah ini karena akses? Barrier geografis? intrusi manusia? atau adakah hal-hal lain yang luput dari pengamatan kita?

              2. Saya sepakat dengan ibu Harini mengenai ketersediaan pakan dan mineral. Kandungan nutrisi dan anti-nutrisi dalam pakan serta ketersediaan mineral penting (Na, Cl, Ca, P, K, Kaolin, dll) bagi fisiologi badak sangat crucial dalam membantu proses adaptasi badak di habitat barunya. Sejauh pengertian saya, baik pakan dan mineral dapat dikelola / dioptimalkan ketersediaannya dengan intervensi pada habitat tersebut.

              3. Saya tidak tahu persis penyebab kematian badak-badak terdahulu (kecuali kasus kematian di Karang Ranjang akibat usia tua), dan saya juga tidak tahu apakah kematian-kematian tersebut akibat suatu penyakit? dan bila memang ada agen penyakit apakah kita sudah yakini penyakit tersebut telah berhasil diatasi? (Bakteri antrax dapat bertahan dalam waktu lama di tanah). Untuk itu mungkin perlu juga diadakan semacam serosurveillance pada beberapa hewan yang dicurigai dapat menjadi vektor penyakit (kerbau, babi hutan, rodents, dll) yang memiliki sebaran yang sama atau overlap dengan habitat baru.

              Saya mohon maaf bila agak berbeda pandangan, karena saya ingin mengusulkan bahwa upaya second habitat ini seyogyanya tidak berhenti sampai di Honje saja. Mungkin Honje adalah yang paling sesuai sebagai habita badak, namun mungkin saja ada daerah-daerah lain yang juga sesuai walaupun tidak dengan tingkat kesesuaian setinggi Honje. Hal ini saya usulkan dengan mempertimbangkan beberapa hal antara lain:

              1. Perlu daerah tambahan / daerah lain yang strategis dari sisi epidemiologi dan sebaran penyakit (mengurangi peluang transmisi penyakit dari habitat lama ke habitat baru via vektor yang sama). Biasanya daerah yang terpisah secara geografis dianggap dapat mengurangi risiko seperti ini.

              2. Kita harus pula berfikir positif bahwa satu saat nanti populasi badak jawa akan meningkat. Bila kondisi tersebut tercapai, kita pasti akan memerlukan lokasi baru bagi individu-individu badak. Rasanya kita perlu memikrkan itu mulai sekarang, mengingat kita mungkin harus berpacu dengan laju degradasi dan pertumbuhan populasi manusia.

              3. Kalau tidak salah para akademisi IPB (Pak Haryanto S Putro dkk) juga memiliki ide skenario tentang 2nd habitat ini yang rasanya belum terakomodir dengan baik dalam diskusi-diskusi sebelumnya (rehabilitasi daerah konsesi, dll). Walaupun proses ini sudah berjalan, saya merasa ada baiknya juga bila ide/opsi ini tetap ada dalam diskusi kita.

              Demikian pendapat saya, memang banyak sekali yang perlu kita kerjakan namun dengan kerjasama yang baik saya rasa ini akan dapat kita lakukan.

              Salam,
              Adhi


              >>> Harini Muntasib <harinimuntasib@...> 7/6/2009 7:47 PM >>>




              Pak Widodo yth.
              Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan
              untuk habitat kedua.:
              1. Perubahan lansekap menjadi persawahan,kalau dilihat sjarah penyebaran badak dan
              keperluan hidup badak sebenarnya tidak terlalu masalah, apalagi kalau kemudian kawasan itu diperkaya dengan makanan kesukaan Badak dan mempunyaI Palatabilitas tinggi
              2. Yang paling berat adalah kehadiran manusia yang intensif di daerah itu,maka dalam
              penyiapan kawasan ini,pekerjaan sosial sebenarnya yang paling berat dibanding pekerjaan fisik lain.
              Tentu saja bukan hanya pendekatan tradisionil tetapi betul-betul penyediaan lapangan kerja yang menjadikan masyarakat tidak kembali
              3. Sebenarnya Badak masa lalu tidak terlalu masalah dengan kehadiran manusia,namun badak yang saat ini ada sebenarnya sudah berubah perilaku karena ada periode di kejar-kejar manusia, sehingga untuk memilih Badak
              dan tentu saja pasangannya memang tidak mudah. Pendekatan paling sederhana adalah "menghalau" badak yang selama ini memang sudah masuk keluar Kalejetan. namun perlu ada penelitian intensif,terutama pada musim kawin (kalau tidak salah bulan ini dimulai) badak mana yang kira-kira menjadi pasangan Badak yang suka keluar masuk ini. Tentu saja dengan cara diikuti dengan intensif
              4. Tentang Zonasi sebenarnya belum terlalu mendesak pak, karena ini kan "Sanctuary" bukan untuk semua Badak. jadi setelah nanti bisa berjala maka Zonasi dengan pendekatan keperluan habitat Satwa utama (badak) bisa dilakukan
              5 Untuk penyiapan "habitat lengkap dengan kubangan, air,mineral sebenarnya tidak terlalu sulit karena mineral bisa dari jenis2 tumbuhan tertentu (sdh pernah kita teliti|), . Badak sendiri jua menyukai kubangan2 sementara
              dan kalau sering digunakan akan menjadi permanen
              6. Untuk menjadi menarik bagi petugas tentu saja akan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan bila intensif
              dikel;ola, para peneliti yang juga aktif dan dengan hati yang senang, sarana lapang mencukupi dan suasana bkerja yang menyenangkan (tidak saling menjatuhkan)
              Ini baru singkat pak tapi kalau mau diskusi intensif kita juga siap.
              Terima kasih
              salam
              harini









              From: Widodo Ramono <wramono@...>
              To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
              Sent: Monday, July 6, 2009 11:55:40 AM
              Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview


              Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,

              Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:

              Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
              Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
              Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
              Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).
              Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
              Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
              Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.

              Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.

              Salam hormat,
              Widodo Ramono.





              From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
              Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
              To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
              Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview


              Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
              Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita

              salam
              Harini





              From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
              To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
              Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
              Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview


              Ibu Harini Yth.

              Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
              Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
              Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.

              Demikian informasi kami,

              Salam,
              Widodo Ramono.




              From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
              Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
              To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
              Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview


              Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
              1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
              2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
              mohon pencermatan lebih lanjut
              3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
              selamat berkarya

              salam
              Harini





              From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
              To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
              Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
              Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview


              Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.

              Salam,
              Widodo Ramono




              From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
              Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
              To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
              Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview


              Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

              --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:


              From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
              Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
              To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
              Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
              Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM


              Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat. Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:

              1). 5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.

              2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.

              3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.

              4). Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
              a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
              b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
              c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.

              5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009. diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab. Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.

              6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator. untuk itu kepada Sdr. Eru, Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.

              7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.

              Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.

              Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
              Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.


              Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
              Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
              Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
              Telp/Fax. 021-5720227
              email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com















              Click here to report this email as spam.
            • Harini Muntasib
              Pak Adhie dan teman 2 Apa yang dipikirkan untuk menyiapkan Habitat kedua bukan hanya di Honje itu baik sekali, sekali lagi kalau melihat sejarah penyebaran
              Message 6 of 14 , Jul 8, 2009
                Pak Adhie dan teman 2
                Apa yang dipikirkan untuk menyiapkan Habitat kedua bukan hanya di Honje itu baik sekali, sekali lagi kalau melihat sejarah penyebaran Badak Jawa pada masa lal;u di Jawa sampai jawa timur (Ngawen/ Kediri), Sumatra  maka semua kawasan itu layak untuk kita pikirkan sebagai alternatif habitat kedua. Namun saat ini pertimbangan yang paling mendasar adalah apakah tempat-tempat itu sudah intensif digunakan untuk manusia. Jadi kawasan yang relatif aman dari pengaruh manusia bisa dipikirkan untuk mulai diteliti,selain perlu dipertimbangkan "rasa memiliki yang amat besar dari orang-orang Banten terhadap Badak"
                Kalau perlu kita buka kembali peta  dan pendekatan Sosial dimulai, bukan dibalik kita teliti habis-habisan tanpa masyarakat tahu, akhirnya akan menjadi masalah baru.
                Salam
                harini


                From: Hadi Alikodra <halikodra@...>
                To: Adhie Hariyadi <AHariyadi@...>; rhino_taskforce@yahoogroups.com
                Cc: Chairul Saleh <CSaleh@...>
                Sent: Tuesday, July 7, 2009 6:44:01 AM
                Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Dear Adhi,
                Setuju, tambahan butir 3, tentang kemungkinan penularan penyakit dari ternak penduduk perlu menjadi perhatian serius.

                Salam,
                HA
                -----Original Message-----
                From: "Adhie Hariyadi" <AHariyadi@wwf. or.id>
                Cc: Chairul Saleh <CSaleh@.... id>
                To: <rhino_taskforce@ yahoogroups. com>

                Sent: 7/6/2009 11:10:43 PM
                Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Pak Widodo, Ibu Harini, dan Anggota Task Force Yth,

                Terimakasih atas update dan share pemikiran yang bapak dan ibu sampaikan. Sekedar urun rembug saya berfikir bahwa rasanya kita perlu cermati juga beberapa hal dalam mepersiapkan Gn Honje sebagai habitat tambahan bagi badak jawa. Mungkin hanya beberapa pemikiran dasar saja:

                1. Kita perlu mengetahui penyebab mengapa selama beberapa tahun terakhir badak tidak secara intensif menggunakan wilayah ini sebagai daerah jelajahnya padahal wilayah ini sangat sesuai sebagai habitat badak. Selama ini hanya ada dua ekor badak yang menggunakan wilayah ini dan itu pun juga tidak sepanjang waktu / sepanjang tahun dan tidak ada penambahan jumlah badak yang datang ke daerah ini. Apakah ini karena akses? Barrier geografis? intrusi manusia? atau adakah hal-hal lain yang luput dari pengamatan kita?

                2. Saya sepakat dengan ibu Harini mengenai ketersediaan pakan dan mineral. Kandungan nutrisi dan anti-nutrisi dalam pakan serta ketersediaan mineral penting (Na, Cl, Ca, P, K, Kaolin, dll) bagi fisiologi badak sangat crucial dalam membantu proses adaptasi badak di habitat barunya. Sejauh pengertian saya, baik pakan dan mineral dapat dikelola / dioptimalkan ketersediaannya dengan intervensi pada habitat tersebut.

                3. Saya tidak tahu persis penyebab kematian badak-badak terdahulu (kecuali kasus kematian di Karang Ranjang akibat usia tua), dan saya juga tidak tahu apakah kematian-kematian tersebut akibat suatu penyakit? dan bila memang ada agen penyakit apakah kita sudah yakini penyakit tersebut telah berhasil diatasi? (Bakteri antrax dapat bertahan dalam waktu lama di tanah). Untuk itu mungkin perlu juga diadakan semacam serosurveillance pada beberapa hewan yang dicurigai dapat menjadi vektor penyakit (kerbau, babi hutan, rodents, dll) yang memiliki sebaran yang sama atau overlap dengan habitat baru.

                Saya mohon maaf bila agak berbeda pandangan, karena saya ingin mengusulkan bahwa upaya second habitat ini seyogyanya tidak berhenti sampai di Honje saja. Mungkin Honje adalah yang paling sesuai sebagai habita badak, namun mungkin saja ada daerah-daerah lain yang juga sesuai walaupun tidak dengan tingkat kesesuaian setinggi Honje. Hal ini saya usulkan dengan mempertimbangkan beberapa hal antara lain:

                1. Perlu daerah tambahan / daerah lain yang strategis dari sisi epidemiologi dan sebaran penyakit (mengurangi peluang transmisi penyakit dari habitat lama ke habitat baru via vektor yang sama). Biasanya daerah yang terpisah secara geografis dianggap dapat mengurangi risiko seperti ini.

                2. Kita harus pula berfikir positif bahwa satu saat nanti populasi badak jawa akan meningkat. Bila kondisi tersebut tercapai, kita pasti akan memerlukan lokasi baru bagi individu-individu badak. Rasanya kita perlu memikrkan itu mulai sekarang, mengingat kita mungkin harus berpacu dengan laju degradasi dan pertumbuhan populasi manusia.

                3. Kalau tidak salah para akademisi IPB (Pak Haryanto S Putro dkk) juga memiliki ide skenario tentang 2nd habitat ini yang rasanya belum terakomodir dengan baik dalam diskusi-diskusi sebelumnya (rehabilitasi daerah konsesi, dll). Walaupun proses ini sudah berjalan, saya merasa ada baiknya juga bila ide/opsi ini tetap ada dalam diskusi kita.

                Demikian pendapat saya, memang banyak sekali yang perlu kita kerjakan namun dengan kerjasama yang baik saya rasa ini akan dapat kita lakukan.

                Salam,
                Adhi


                >>> Harini Muntasib <harinimuntasib@ yahoo.com> 7/6/2009 7:47 PM >>>

                Pak Widodo yth.
                Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan
                untuk habitat kedua.:
                1. Perubahan lansekap menjadi persawahan,kalau dilihat sjarah penyebaran badak dan
                keperluan hidup badak sebenarnya tidak terlalu masalah, apalagi kalau kemudian kawasan itu diperkaya dengan makanan kesukaan Badak dan mempunyaI Palatabilitas tinggi
                2. Yang paling berat adalah kehadiran manusia yang intensif di daerah itu,maka dalam
                penyiapan kawasan ini,pekerjaan sosial sebenarnya yang paling berat dibanding pekerjaan fisik lain.
                Tentu saja bukan hanya pendekatan tradisionil tetapi betul-betul penyediaan lapangan kerja yang menjadikan masyarakat tidak kembali
                3. Sebenarnya Badak masa lalu tidak terlalu masalah dengan kehadiran manusia,namun badak yang saat ini ada sebenarnya sudah berubah perilaku karena ada periode di kejar-kejar manusia, sehingga untuk memilih Badak
                dan tentu saja pasangannya memang tidak mudah. Pendekatan paling sederhana adalah "menghalau" badak yang selama ini memang sudah masuk keluar Kalejetan. namun perlu ada penelitian intensif,terutama pada musim kawin (kalau tidak salah bulan ini dimulai) badak mana yang kira-kira menjadi pasangan Badak yang suka keluar masuk ini. Tentu saja dengan cara diikuti dengan intensif
                4. Tentang Zonasi sebenarnya belum terlalu mendesak pak, karena ini kan "Sanctuary" bukan untuk semua Badak. jadi setelah nanti bisa berjala maka Zonasi dengan pendekatan keperluan habitat Satwa utama (badak) bisa dilakukan
                5 Untuk penyiapan "habitat lengkap dengan kubangan, air,mineral sebenarnya tidak terlalu sulit karena mineral bisa dari jenis2 tumbuhan tertentu (sdh pernah kita teliti|), . Badak sendiri jua menyukai kubangan2 sementara
                dan kalau sering digunakan akan menjadi permanen
                6. Untuk menjadi menarik bagi petugas tentu saja akan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan bila intensif
                dikel;ola, para peneliti yang juga aktif dan dengan hati yang senang, sarana lapang mencukupi dan suasana bkerja yang menyenangkan (tidak saling menjatuhkan)
                Ini baru singkat pak tapi kalau mau diskusi intensif kita juga siap.
                Terima kasih
                salam
                harini

                From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                Sent: Monday, July 6, 2009 11:55:40 AM
                Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,

                Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:

                Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
                Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
                Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
                Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).
                Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
                Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
                Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.

                Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.

                Salam hormat,
                Widodo Ramono.

                From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
                Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
                Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita

                salam
                Harini

                From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
                Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Ibu Harini Yth.

                Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
                Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
                Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.

                Demikian informasi kami,

                Salam,
                Widodo Ramono.

                From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
                Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
                1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
                2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
                mohon pencermatan lebih lanjut
                3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
                selamat berkarya

                salam
                Harini

                From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
                Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.

                Salam,
                Widodo Ramono

                From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
                Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

                --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

                From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
                Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
                To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
                Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
                Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

                Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat. Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:

                1). 5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.

                2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.

                3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.

                4). Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
                a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
                b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
                c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.

                5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009. diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab. Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.

                6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator. untuk itu kepada Sdr. Eru, Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.

                7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.

                Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.

                Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
                Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.

                Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
                Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
                Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
                Telp/Fax. 021-5720227
                email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com

                Click here to report this email as spam.


              • Widodo Ramono
                Ibu Harini Yth., Mohon maaf baru membalas karena ada keperluan keluar ikut pelatihan presenter climate change -nya Al gore. Terimakasih atas saran Bu,
                Message 7 of 14 , Jul 23, 2009
                  Ibu Harini Yth.,
                   
                  Mohon maaf baru membalas karena ada keperluan keluar ikut pelatihan presenter climate change -nya  Al gore.

                  Terimakasih atas saran Bu, butir-butir yang Ibu sampaikan sangat baik dan saya kira ini akan menjadi masukan penting untuk pengelolaan selanjutnya.
                   
                  Salam,
                  Widodo Ramono.

                  From: rhino_taskforce@yahoogroups.com [mailto:rhino_taskforce@yahoogroups.com] On Behalf Of Harini Muntasib
                  Sent: Monday, July 06, 2009 7:47 PM
                  To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
                  Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Pak Widodo yth.
                  Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan
                  untuk habitat kedua.:
                  1. Perubahan lansekap menjadi persawahan,kalau dilihat sjarah penyebaran badak dan
                  keperluan hidup badak sebenarnya tidak terlalu masalah, apalagi kalau kemudian kawasan itu diperkaya dengan makanan kesukaan Badak dan mempunyaI Palatabilitas tinggi
                  2. Yang paling berat adalah kehadiran manusia yang intensif di daerah itu,maka dalam
                  penyiapan kawasan ini,pekerjaan sosial sebenarnya yang paling berat dibanding pekerjaan fisik lain.
                  Tentu saja bukan hanya pendekatan tradisionil tetapi betul-betul penyediaan lapangan kerja yang menjadikan masyarakat tidak kembali
                  3. Sebenarnya Badak masa lalu tidak terlalu masalah dengan kehadiran manusia,namun badak yang saat ini ada sebenarnya sudah berubah perilaku karena ada periode di kejar-kejar manusia, sehingga untuk memilih Badak
                  dan tentu saja pasangannya memang tidak mudah. Pendekatan paling sederhana adalah "menghalau" badak yang selama ini memang sudah masuk keluar  Kalejetan. namun perlu ada penelitian intensif,terutama pada musim kawin (kalau tidak salah bulan ini dimulai) badak mana yang kira-kira menjadi pasangan Badak yang suka keluar masuk ini. Tentu saja dengan cara diikuti dengan intensif
                  4. Tentang Zonasi sebenarnya belum terlalu mendesak pak, karena ini kan "Sanctuary" bukan untuk semua Badak. jadi setelah nanti bisa berjala maka Zonasi dengan pendekatan keperluan habitat Satwa utama (badak) bisa dilakukan
                  5 Untuk penyiapan "habitat lengkap dengan kubangan, air,mineral sebenarnya tidak terlalu sulit karena mineral bisa dari jenis2 tumbuhan tertentu (sdh pernah kita teliti|), . Badak sendiri jua menyukai kubangan2 sementara
                  dan kalau sering digunakan akan menjadi permanen
                  6. Untuk menjadi menarik bagi petugas tentu saja akan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan bila intensif
                  dikel;ola, para peneliti yang juga aktif dan dengan hati yang senang, sarana lapang mencukupi dan suasana bkerja yang menyenangkan (tidak saling menjatuhkan)
                  Ini baru singkat pak tapi kalau mau diskusi intensif kita juga siap.
                  Terima kasih
                  salam
                  harini
                   
                   
                   

                   


                  From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Sent: Monday, July 6, 2009 11:55:40 AM
                  Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,
                   
                  Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:
                   
                  1. Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
                  2. Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
                  3. Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
                  4. Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).  
                  5. Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
                  6. Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
                  Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.
                   
                  Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.
                   
                  Salam hormat,
                  Widodo Ramono.


                  From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
                  Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
                  Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita
                   
                  salam
                  Harini


                  From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
                  Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Ibu Harini Yth.
                   
                  Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
                  Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
                  Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.
                   
                  Demikian informasi kami,
                   
                  Salam,
                  Widodo Ramono.


                  From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
                  Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
                  1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
                  2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
                     mohon pencermatan lebih lanjut
                  3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
                  selamat berkarya
                   
                  salam
                  Harini


                  From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
                  Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.
                   
                  Salam,
                  Widodo Ramono


                  From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
                  Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                  Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                  Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

                  --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

                  From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
                  Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
                  To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
                  Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
                  Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

                  Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat.  Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:
                   
                  1).  5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.
                   
                  2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.
                   
                  3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.
                   
                  4).  Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
                  a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
                  b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
                  c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.
                   
                  5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009.  diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab.  Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.
                   
                  6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator.  untuk itu kepada Sdr. Eru,  Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.
                   
                  7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.
                   
                  Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.
                   
                  Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
                  Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.
                   

                  Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
                  Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
                  Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
                  Telp/Fax. 021-5720227
                  email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com





                • Widodo Ramono
                  Pak Adhi dkk Yth. Terimakasih dan mohon maaf lambat merespon. Butir-butir pemikiran yang pak Adhi sampaikan: 1. Saya juga sependapat tentang perlunya menelisik
                  Message 8 of 14 , Jul 23, 2009
                     
                    Pak Adhi dkk Yth.
                     
                    Terimakasih dan mohon maaf lambat merespon.
                     
                    Butir-butir pemikiran yang pak Adhi sampaikan:
                     
                    1. Saya juga sependapat tentang perlunya menelisik mengapa badak tidak lagi menggunakan bagian selatan Gunung Hunje itu secara sering. Seingat saya di tahun '64 sampai '70an banyak badak yang suka menggunakan lokasi antara Kalejetan, Rancagebang, Aermokla, keutara samapai Kampung Peteuy (dulu hanya ada 5 rumah/gubug disitu). Dari rona lingkungan yang saya lihat sepertinya kawasan ini memang cukup baik untuk badak tapi juga banyak jalan-jalan orang yang lalu lintas (menurut RPU katanya jalan orang mancing). Sedangkan barier geografis sepertinya tidak ada bahkan dimusim kemarau hulu Cikalejetan ( Cikanyere dsk) selalu berair beda dengan sungai-sungai di semenanjung (kecuali Cibunar, Citerjun, Cinogar)) yang airnya sangat menyusut bahkan tidak mengalir lagi. Sedang air sepertinya merupakan faktor yang amat penting bagi badak bahkan sepertinya diatas/lebih nyata keterkaitannya dibanding dengan keterkaitan dengan jenis pakan kesukaannya.
                     
                    2. Sepakat dengan hal ini. Saran-saran Bu Harini dalam emailnya sanagt relefan untuk jadi bahan pengelolaan karenanya mungkin active management habitat memang harus dilakukan dan pasive management denagn membiarkan apa adanya saja haruslah sudah ditinggalkan.
                     
                    3. Mengenai sebab matinya badak saya juga cenderung bukan karena anthrax karena kalu penyakit itu yang timbul tentu sudah banyak sekali satwa yang mati. Matinya badak disekitar Karang-ranjang saya duga karena mereka yang biasa 'ngasin' di 'rorah-rorah' Kalejetan padahal waktu itu banyak orang menuba ikan dengan menggunakan 'Temix' yaitu racun untuk membunuh babi hutan. Saya sependapat dengan perlunya surveillance penyakit karena itu saat ini Drh. Nia dkk sedang melakukan pekerjaan ini.
                     
                    4. Pada pembahasan awal atas undangan Dir. KKH untuk menentukan lokasi yang akan disurvai saya mengusulkan untuk beberapa daerah di Sumatra agar juga disurvai namun usulan tidak mendapatkan dukungan. Sehingga karena hanya di Jawa, diharapkan dengan menggunakan kemampuan GIS dan dengan reference Gunung Honje nantinya dapat dikenali kawasan yang serupa potensinya sebagai habitat badak kemudian baru diadakan ground checknya. (butir-butir selanjutnya yang mengikuti butir ini saya sepakat sekali).
                     
                    Dan, katanya kan bersama kita bisa he,he,he. Pastilah harus dengan kerjasama yang baik, yang tidak baik kan bukan kerjasama namanya (punteun).
                     
                    Terimakasih sekali lagi,
                    Teriring salam,
                    Widodo Ramono.
                     


                    From: rhino_taskforce@yahoogroups.com [mailto:rhino_taskforce@yahoogroups.com] On Behalf Of Adhie Hariyadi
                    Sent: Monday, July 06, 2009 11:11 PM
                    To: rhino_taskforce@yahoogroups.com
                    Cc: Chairul Saleh
                    Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Pak Widodo, Ibu Harini, dan Anggota Task Force Yth,
                     
                    Terimakasih atas update dan share pemikiran yang bapak dan ibu sampaikan.   Sekedar urun rembug saya berfikir bahwa rasanya kita perlu cermati juga beberapa hal dalam mepersiapkan Gn Honje sebagai habitat tambahan bagi badak jawa. Mungkin hanya beberapa pemikiran dasar saja:
                     
                    1.  Kita perlu mengetahui penyebab mengapa selama beberapa tahun terakhir badak tidak secara intensif menggunakan wilayah ini sebagai daerah jelajahnya padahal wilayah ini sangat sesuai sebagai habitat badak.  Selama ini hanya ada dua ekor badak yang menggunakan wilayah ini dan itu pun juga tidak sepanjang waktu / sepanjang tahun dan tidak ada penambahan jumlah badak yang datang ke daerah ini.  Apakah ini karena akses? Barrier geografis? intrusi manusia? atau adakah hal-hal lain yang luput dari pengamatan kita?
                     
                    2.  Saya sepakat dengan ibu Harini mengenai ketersediaan pakan dan mineral.  Kandungan nutrisi dan anti-nutrisi dalam pakan serta ketersediaan mineral penting (Na, Cl, Ca, P, K, Kaolin, dll) bagi fisiologi badak sangat crucial dalam membantu proses adaptasi badak di habitat barunya.  Sejauh pengertian saya, baik pakan dan mineral dapat dikelola / dioptimalkan ketersediaannya dengan intervensi pada habitat tersebut.
                     
                    3. Saya tidak tahu persis penyebab kematian badak-badak terdahulu (kecuali kasus kematian di Karang Ranjang akibat usia tua), dan saya juga tidak tahu apakah kematian-kematian tersebut akibat suatu penyakit? dan bila memang ada agen penyakit apakah kita sudah yakini penyakit tersebut telah berhasil diatasi? (Bakteri antrax dapat bertahan dalam waktu lama di tanah).  Untuk itu mungkin perlu juga diadakan semacam serosurveillance pada beberapa hewan yang dicurigai dapat menjadi vektor penyakit  (kerbau, babi hutan, rodents, dll) yang memiliki sebaran yang sama atau overlap dengan habitat baru.

                    Saya mohon maaf bila agak berbeda pandangan, karena saya ingin mengusulkan bahwa upaya second habitat ini seyogyanya tidak berhenti sampai di Honje saja.  Mungkin Honje adalah yang paling sesuai sebagai habita badak, namun mungkin saja ada daerah-daerah lain yang juga sesuai walaupun tidak dengan tingkat kesesuaian setinggi Honje. Hal ini saya usulkan dengan mempertimbangkan beberapa hal antara lain:
                     
                    1.  Perlu daerah tambahan / daerah lain yang strategis dari sisi epidemiologi dan sebaran penyakit (mengurangi peluang transmisi penyakit dari habitat lama ke habitat baru via vektor yang sama).  Biasanya daerah yang terpisah secara geografis dianggap dapat mengurangi risiko seperti ini.
                     
                    2.  Kita harus pula berfikir positif bahwa satu saat nanti populasi badak jawa akan meningkat.  Bila kondisi tersebut tercapai, kita pasti akan memerlukan lokasi baru bagi individu-individu badak.  Rasanya kita perlu memikrkan itu mulai sekarang, mengingat kita mungkin harus berpacu dengan laju degradasi dan pertumbuhan populasi manusia.
                     
                    3.  Kalau tidak salah para akademisi IPB (Pak Haryanto S Putro dkk) juga memiliki ide skenario tentang 2nd habitat ini yang rasanya belum terakomodir dengan baik dalam diskusi-diskusi sebelumnya (rehabilitasi daerah konsesi, dll).  Walaupun proses ini sudah berjalan, saya merasa ada baiknya juga bila ide/opsi ini tetap ada dalam diskusi kita.
                     
                    Demikian pendapat saya, memang banyak sekali yang perlu kita kerjakan namun dengan kerjasama yang baik saya rasa ini akan dapat kita lakukan.
                     
                    Salam,
                    Adhi
                     
                     
                      >>> Harini Muntasib <harinimuntasib@...> 7/6/2009 7:47 PM >>>

                    Pak Widodo yth.
                    Terimakasih sekali atas informasinya, saya senang sekali kqalau boleh urun rembug dalam persiapan
                    untuk habitat kedua.:
                    1. Perubahan lansekap menjadi persawahan,kalau dilihat sjarah penyebaran badak dan
                    keperluan hidup badak sebenarnya tidak terlalu masalah, apalagi kalau kemudian kawasan itu diperkaya dengan makanan kesukaan Badak dan mempunyaI Palatabilitas tinggi
                    2. Yang paling berat adalah kehadiran manusia yang intensif di daerah itu,maka dalam
                    penyiapan kawasan ini,pekerjaan sosial sebenarnya yang paling berat dibanding pekerjaan fisik lain.
                    Tentu saja bukan hanya pendekatan tradisionil tetapi betul-betul penyediaan lapangan kerja yang menjadikan masyarakat tidak kembali
                    3. Sebenarnya Badak masa lalu tidak terlalu masalah dengan kehadiran manusia,namun badak yang saat ini ada sebenarnya sudah berubah perilaku karena ada periode di kejar-kejar manusia, sehingga untuk memilih Badak
                    dan tentu saja pasangannya memang tidak mudah. Pendekatan paling sederhana adalah "menghalau" badak yang selama ini memang sudah masuk keluar  Kalejetan. namun perlu ada penelitian intensif,terutama pada musim kawin (kalau tidak salah bulan ini dimulai) badak mana yang kira-kira menjadi pasangan Badak yang suka keluar masuk ini. Tentu saja dengan cara diikuti dengan intensif
                    4. Tentang Zonasi sebenarnya belum terlalu mendesak pak, karena ini kan "Sanctuary" bukan untuk semua Badak. jadi setelah nanti bisa berjala maka Zonasi dengan pendekatan keperluan habitat Satwa utama (badak) bisa dilakukan
                    5 Untuk penyiapan "habitat lengkap dengan kubangan, air,mineral sebenarnya tidak terlalu sulit karena mineral bisa dari jenis2 tumbuhan tertentu (sdh pernah kita teliti|), . Badak sendiri jua menyukai kubangan2 sementara
                    dan kalau sering digunakan akan menjadi permanen
                    6. Untuk menjadi menarik bagi petugas tentu saja akan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan bila intensif
                    dikel;ola, para peneliti yang juga aktif dan dengan hati yang senang, sarana lapang mencukupi dan suasana bkerja yang menyenangkan (tidak saling menjatuhkan)
                    Ini baru singkat pak tapi kalau mau diskusi intensif kita juga siap.
                    Terima kasih
                    salam
                    harini
                     
                     
                     

                     


                    From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Sent: Monday, July 6, 2009 11:55:40 AM
                    Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Yth. Ibu Harini dkk Taskforce,
                     
                    Selain simpulan sementara bahwa bagian selatan Gn. Honje memang merupakan habitat yang paling memadai untuk habitat kedua, untuk menjadikannya sebagai habitat kedua itu masih amat memerlukan dukungan Taskforce utamanya dorongan untuk dapatnya dilakukan 'active management' terhadap kawasan ini, a.l.:
                     
                    1. Banyaknya perubahan lanskap bagian-bagian yang rendah dari kawasan ini telah banyak yang berubah menjadi persawahan dengan irigasi yang cukup baik dan pertanian tanah kering yang tentu saja melibatkan banyaknya kehadiran manusia di kawasan konservasi yang berubah menjadi areal budidaya tersebut. Kehadiran manusia tentulah mengganggu keberadaan badak jawa yang secara periodik memanfaatkan bagian selatan Gn. Honje ini. Setidaknya ada 5 desa yang masyarakatnya menggarap lahan kawasan hutan konservasi ini.
                    2. Kawasan yang potensial habitat badak ini juga memerlukan pemeliharaan dan pembinaan habitat yang cocok dan disukai badak baik dari segi pakan, air , kubangan, mineral dsb. Dengan status kawasan sebagai Taman Nasional tentulah diperlukan perubahan zonasi agar kegiatan pembinaan habitat dapat dilaksanakan dan dengan adanya pembinaan habitat badak akan lebih suka tinggal lama di kawasan ini.
                    3. Untuk memudahkan pengawasan tentu diperlukan jalan-jalan patroli dan pos-pos jaga yang terpelihara baik, sistem/network jalan patroli perlu didesain agar pengawasan dapat dioptimalkan fungsinya.
                    4. Dengan adanya keinginan untuk mempersiapkan populasi kedua tentu masih diperlukan penyiapan pekerjaan untuk mempercepat perbanyakan badak. Belajar dari SRS ternyata untuk mendapatkan pasangan yang cocok dan produktif adalah juga tidak mudah. Walau demikian upaya kearah itu amat diperlukan, tentunya dalam batasan dengan menggunakan rekayasa yang mengandung risiko paling rendah terhadap keselamatan (fisik, psichologis, perilaku badak).  
                    5. Kebiasaan masyarakat yang masih suka berziarah ketempat-tempat yang dianggap peninggalan nenek-moyang perlu diatur juga agar meminimalkan gangguan terhadap badak.
                    6. Mungkin yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat kawasan ini menjadi lapangan yang menarik agar petugas lapangan lebih suka berada disana.
                    Demikan beberapa hal yang masih amat memerlukan bantuan pemikiran dan dorongan agar penentu kebijakan dapat mengambil langkah penting dalam menciptakan habitat kedua badak jawa ini.
                     
                    Terima kasih atas perhatian Ibu dan Kawan-kawan Taskforce.
                     
                    Salam hormat,
                    Widodo Ramono.


                    From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
                    Sent: Thursday, July 02, 2009 8:46 AM
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Pak Widodo dan rekan-rekan peneliti,
                    Selamat atas hasil yang sudah didapatkan,semoga persiapan ini lancar terus dan menghasilkan yang terbaik untuk Badak Jawa kita
                     
                    salam
                    Harini


                    From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:07:44 PM
                    Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Ibu Harini Yth.
                     
                    Maaf terlambat merespond karena kerja lapangan yang baru saja selesai kami lakukan.
                    Trimakasih atas saran pendapat Ibu. Survai lapangan sudah kami lakukan di mana 23 plots telah dapat kami rekam, data rekaman sedang dalam proses analisa dilakukan oleh rekan-rekan Haerudin Sajudin dibantu Ibu Pairah (ekologi satwa), Eru (GIS), Hendra Gunawan (Sosec), dibantu ekspat Andy Gilligan (ekologi tumbuhan) dan Bibhab Talukdar (GIS) dan kordinasi oleh YABI.
                    Sementara ini dari hasil lapangan kami dapatkan bahwa kesimpulan sementara yang prospektif dari semua sample plots adalah lokasi yang di Gunung Honje. Diharapkan, seperti yang direncanakan semula laporan akan diselesaikan tanggal 15 Juli 2009.
                     
                    Demikian informasi kami,
                     
                    Salam,
                    Widodo Ramono.


                    From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of Harini Muntasib
                    Sent: Thursday, June 18, 2009 2:14 PM
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Teman-teman yang baru memikirkan habitat kedua badak:
                    1. Saya menyambut baik atas semua yang telah dilangkah lanjuti
                    2. Namun preliminary oleh tenaga asing yang hanya beberapa saat perlu dipertimbangkan ,
                       mohon pencermatan lebih lanjut
                    3. Kita harus mulai belajar untuk bisa menghargai para ahli/peneliti dari negara sendiri
                    selamat berkarya
                     
                    salam
                    Harini


                    From: Widodo Ramono <wramono@tnc. org>
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Sent: Monday, June 15, 2009 7:26:32 PM
                    Subject: RE: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Trimakasih Bu Dede atas informasi ini, saya akan menindak lanjuti dengan pertemuan bersama Sdr2 di butir 4 dibawah besok sore jam 1500 di kantor YABI.
                     
                    Salam,
                    Widodo Ramono


                    From: rhino_taskforce@ yahoogroups. com [mailto:rhino_ taskforce@ yahoogroups. com] On Behalf Of agustinus suyanto
                    Sent: Monday, June 15, 2009 3:27 PM
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com
                    Subject: Re: [rhino_taskforce] Hasil interview

                    Terima kasih atas informasinya. Saya setuju dengan nama-nama personalia yang dipilih.

                    --- On Mon, 6/15/09, dede agus <audea2006@yahoo. com> wrote:

                    From: dede agus <audea2006@yahoo. com>
                    Subject: [rhino_taskforce] Hasil interview
                    To: rhino_taskforce@ yahoogroups. com, hendragunawan1964@ yahoo.com, umat_rahmat@ yahoo.com, andriphe@yahoo. com, eru.dahlan@yahoo. com, haerudinsadjudin@ yahoo.com
                    Cc: "Widodo Ramono" <wramono@tnc. org>, "Waladi Isnan" <w_isnan@yahoo. com>, "Tonny R. Soehartono" <trsoehartono@ gmail.com>
                    Date: Monday, June 15, 2009, 4:14 AM

                    Menindaklanjuti rapat tanggal 5 Juni 2009, pada hari ini, 15 Juni 2009 telah dilaksanakan interview dan pencermatan terhadap CV dan informasi dari kandidat2 kegiatan survey lapangan Javan Rhino 2nd habitat.  Berkenaan dengan hal tersebut dapat kami laporkan sebagai berikut:
                     
                    1).  5 orang kandidat mengirimkan CV nya kepada Direktorat KKH, yaitu: Sdri.Pairah, U Mamat Rahmat, Hendra Gunawan, Eru Dahlan, Haerudin Rukajah Sadjudin.
                     
                    2). Interview dan pencermatan CV dilakukan oleh Bp. Tonny Soehartono, Bp. Widodo S Ramono, Bp. Sukianto Lusli, Mr. Bibhab T, dan Mr. Andy Gilligan.
                     
                    3) Dengan telah dilaksanakannya preliminary survey oleh Mr Bibhab dan Mr Andy Gilligan, maka lokasi survey hanya akan dilaksanakan di kawasan G honje.
                     
                    4).  Dari hasil interview dan pencermatan terhadap CV, terpilih:
                    a. Sdr. Eru sebagai penanggung jawab bidang GIS
                    b. Sdr. Hendra bertanggung jawab bidang sosial ekonomi
                    c. Sdr. Haerudin R.Sadjudin bertanggung jawab bidang wildlife ecology, dibantu oleh Sdri Pairah.
                     
                    5) sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, kegiatan survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2009 - 29 juni 2009.  diikuti dengan analisa dan penyusunan laporan oleh masing-masing penanggung jawab.  Laporan final diserahkan kepada Direktur KKH paling lambat tanggal 15 Juli 2009.
                     
                    6) Untuk persiapan dan pelaksanaan survey, forum hari ini menyepakati Sdr. Widodo Ramono selaku koordinator.  untuk itu kepada Sdr. Eru,  Sdr. Hendra, Sdr. Haerudin R.Sadjudin, dan Sdri Pairah diminta untuk dapat hadir dalam rapat persiapan yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2009 jam 15.00 WIB di kantor YABI, Jl Ir. H Juanda Nomor 15 Bogor.
                     
                    7) Penanggung jawab dari masing-masing bidang survey agar mempersiapkan proposal kegiatan lapangan (termasuk kebutuhan anggaran bagi pelaksanaan survey), dan agar dibawa pada pertemuan tanggal 16 Juni 2009.
                     
                    Kepada Sdr U Mamat Rahmat, kami mengucapkan terimakasih atas keterlibatannya dalam seleksi ini, dan berharap dapat melakukan kerjasama disaat yang akan datang.
                     
                    Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.
                    Atas perhatian Bapak, Ibu/ Sdr, kami menyampaikan terimakasih.
                     

                    Siti Chadidjah Kaniawati (Dede)
                    Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - Ditjen PHKA
                    Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lantai 7
                    Telp/Fax. 021-5720227
                    email: sckania@indo. net.id; audea2006@yahoo. com







                    Click here to report this email as spam.

                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.