Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [reefcheckind] Sejarah Rempah-rempah dalam Kaos

Expand Messages
  • selam ugm
    ada spesies baru di indonesia nih RC-ers.... tapi duitnya lagi2 dari paman sam... ya geto dehh Peneliti Jumpai Hewan dan Tanaman Baru di Papua *Jakarta, KCM*
    Message 1 of 2 , Feb 7, 2006
      ada spesies baru di indonesia nih RC-ers....
      tapi duitnya lagi2 dari paman sam...
      ya geto dehh

      Peneliti Jumpai Hewan dan Tanaman Baru di Papua

      Jakarta, KCM

       
      Kirim Teman | Print Artikel


      Kelelawar yang belum bisa diidentifikasikan yang dijumpai di Raja Ampat

      Berita Terkait:

      Ular Putih dan DelapanKatak Baru Ditemukan di Papua

      Kekayaan hutan Papua telah dikenal sebagai surga bagi para peneliti di seluruh dunia. Bukan hanya di daratan besarnya saja, tapi juga di pulau-pulau yang mengelilinginya. Salah satunya adalah Kepulauan Raja Ampat di bagian barat daerah kepala burung Papua.

      Kekayaan ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan di Pulau Batanta, Salawati, dan Waigeo oleh Conservation International (CI) Indonesia, bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Cendrawasih, Universitas Papua, BKSDA Papua II, Museum Australia, dan Pemda Raja Ampat.

      Selain menemukan delapan jenis katak jenis baru dan beberapa ular unik - disebut unik karena berbeda dari ular daratan Papua - tim peneliti yang terdiri dari peneliti senior dan mahasiswa juga menemukan tanaman dan hewan-hewan lain yang bisa jadi merupakan spesies yang belum dikenal dunia ilmu pengetahuan.

      Secara keseluruhan, tim menemukan sedikitnya 57 jenis amfibi dan reptil, 20 jenis kelelawar, 60 jenis anggrek, dan lebih dari 500 jenis pohon di ketiga pulau itu. Di antara hewan dan tanaman yang ditemukan, terdapat jenis-jenis baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.

      Tim kelelawar yang diketuai peneliti senior Universitas Papua, Aksamina M Yohanita, misalnya, berhasil menambahkan 10 jenis kelelawar catatan baru. Tujuh diantaranya adalah pemakan buah dan sisanya pemakan serangga. Ini merupakan tambahan dari apa yang sudah dicatat sebelumnya. "Sampai tahun 1989 hanya ada delapan jenis kelelawar yang diketahui berada di Pulau Batanta," kata Aksamina.

      Jenis sirih-sirihan ini mungkin merupakan spesies baru
      Menurut M Farid, peneliti dari CI Indonesia, kehadiran kelelawar pemakan buah memiliki arti penting bagi pertumbuhan tanaman di sana. Farid mencatat adanya kelelawar berhidung tabung (Nyctimene aello) yang merupakan jenis terbesar di genusnya. Ditemukan pula adanya kalong (Pteropus hypomelanus) yang bersarang di Pulau way, sekitar 30 km utara Batanta, sedang mencari makan buah beringin di sana.

      "Dari tujuh jenis kelelawar pemakan serangga yang dijumpai (tiga catatan baru dan empat dari catatan lama) ditemukan kelelawar diadem (Hipposideros diadema), kelelawar rhino (Rhinolophus philippinensis), kelelawar bertelinga terompet (Kerioula sp) dan satu ekor yang tidak dapat diidentifikasi sampai tahap genus sekalipun," ungkap Farid.

      Sedangkan mengenai pepohonan di sana, ahli tumbuhan dari LIPI Dr Johannes P Mogea, dan ahli pengenal pohon dari Herbarium Bogoriense, Ismail A Rahman, menduga adanya jenis-jenis baru.

      Diantara 500 jenis yang ditemukan, terdapat tiga jenis sirih-sirihan Aristolochia, yang belum dimiliki Herbarium Bogoriense. "Jenis ini kemungkinan jenis-jenis baru, namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut," kata Dr Johannes.

      Dengan keanekaragaman yang amat tinggi seperti itu, para peneliti mengkhawatirkan adanya kerusakan habitat hewan dan pohon-pohon itu akibat penebangan liar yang sudah berlangsung sejak tahun 2002. Dr Steve Richards dari South Australia Museum misalnya, menyayangkan bila ada hewan-hewan yang musnah karena penebangan liar, padahal mungkin mereka adalah spesies yang belum pernah dikenali. (wsn)


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.