Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fw: E-KKP3K

Expand Messages
  • Abdullah Habibi
    kiriman dokumen, cara untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan kawasan taman nasional perairan dari tetangga sebelah. salam, Habib ... From:
    Message 1 of 2 , Jan 1, 2013
    kiriman dokumen, cara untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan kawasan taman nasional perairan dari tetangga sebelah.

    salam,
    Habib

    ----- Forwarded Message -----
    From: suraji <suraji_a@...>
    To: coremap ii <coremap2@yahoogroups.com>; "coremap2009_WB@yahoogroups.com" <coremap2009_WB@yahoogroups.com>; "eafm_id@yahoogroups.com" <eafm_id@yahoogroups.com>; milist mpa101 <mpa101tot@yahoogroups.com>
    Sent: Saturday, December 22, 2012 1:21 AM
    Subject: [eafm_id] E-KKP3K

     
    MENAKAR EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL DI INDONESIA:
    Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (E-KKP3K)
    Pengelolaan ekosistem melalui upaya konservasi telah dipahami sebagai upaya seimbang untuk perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan. Satu atau lebih tipe ekosistem dapat ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang dalam pengelolaannya dilakukan dengan sistem zonasi.  Seiring dengan perkembangan desentralisasi, konservasi tidak lagi hanya menjadi kewenangan pemerintah pusat saja, Pemerintah daerah juga diberi kewenangan dalam mengelola kawasan konservasi di wilayahnya. Sistem zonasi yang memberi ruang pemanfaatan untuk perikanan berkelanjutan dan pariwisata bahari serta kewenangan desentralisasi pengelolaan telah menjadi paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia.
    Perkembangan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil saat ini (2012_red.) telah mencapai 15,78 juta hektar melebihi target Renstra yang dipatok seluas 15,5 juta hektar pada tahun 2014, selanjutnya kawasan akan dikembangkan mencapai target 20 juta hektar pada tahun 2020. Namun, target utama sesungguhnya adalah pengelolaan kawasan konservasi tersebut secara efektif untuk mendukung perikanan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Upaya pengelolaan efektif kawasan tersebut minimal dilakukan melalui pengembangan dan penguatan kelembagaan pengelolaan, rencana pengelolaan dan zonasi kawasan konservasi yang tepat, dukungan infrastruktur pengelolaan serta terlaksananya kegiatan-kegiatan pengelolaan secara kolaboratif kawasan konservasi perairan yang didukung dengan pendanaan berkelanjutan.
    Untuk mengevaluasi tingkat efektivitas kawasan konservasi tersebut, telah disusun alat ukur yang dinamakan E-KKP3K, yaitu metode evaluasi efektivitas kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil. Secara ringkas, terdapat lima level (tingkat) pengelolaan, yaitu: MERAH: (Level 1), merupakan kawasan konservasi perairan telah diinisiasi, ddievaluasi dengan Pencadangan (SK); KUNING: (Level 2) kawasan konservasi perairan didirikan, tersedia: lembaga pengelola, zonasi&manajemen plan; HIJAU (Level 3); kawasan konservasi perairan dikelola minimum, tersedia : lembaga pengelola, zonasi&manajemen plan, penguatan Kelembagaan  dan SDM, Infrastruktur dan peralatan, upaya-upaya pokok pengelolaan KKP/KKP3K; BIRU (Level 4), kawasan konservasi perairan dikelola optimum, pengelolaan KKP/KKP3K telah berjalan baik; dan EMAS: (Level 5) kawasan konservasi perairan mandiri, pengelolaan KKP/KKP3K telah berjalan baik dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Dari 5 (lima) level (tingkat) pengelolaan tersebut, diurai menjadi 17 (tujuh belas) kriteria umum dengan 74 kriteria rinci yang dilengkapi alat verifikasinya. Metode penilaian (E-KKP3K) ini mengakomodasi metode-metode evaluasi efektivitas kawasan yang telah berkembang dipadukan dengan tahapan pengelolaan kawasan konservasi. E-KKP3K diharapkan menjadi sebuah alat untuk mengevaluasi efektivitas yang sekaligus dapat dijadikan alat ukur sendiri bagi pengelola kawasan konservasi perairan untuk menyelesaikan tahapan-tahapan pengelolaan kawasan yang perlu dilakukan untuk menuju efektivitas pengelolaan/kemandirian pengelolaan KKP/KKP3K, disisi lain dapat pula digunakan untuk menilai tingkat kinerja pengelolaan kawasan. Anugerah Kawasan Konservasi Perairan (KKP Awards) sedang dirancang sebagai apresiasi terhadap upaya pengelolaan kawasan konservasi yang telah dilakukan. KKP Awards secara tersendiri ataupun menjadi satu kesatuan dengan program lainnya merupakan pemberian penghargaan yang sekaligus menjadi media fasilitasi untuk mendorong pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang efektif.
    Penatakelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang efektif dapat tercapai melalui perencanaan pengelolaan dan manajemen zonasi yang baik, tersedianya sumberdaya manusia dan lembaga pengelola yang kompeten, tersedianya infrastruktur dan sarana pendukung yang baik, maupun upaya-upaya pengelolaan kawasan yang dilakukan secara sinergis dan terpadu. Semoga Perwujudan Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi Perairan yang Efektif untuk Mendukung Perikanan Berkelanjutan bagi Kesejahteraan Masyarakat bukan hanya ucapan semata namun segera dapat tercapai. (SJI)
    Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (E-KKP3K) sebagaimana terlampir.
    http://surajis.wordpress.com/2012/12/22/menakar-efektivitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-perairan-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil-di-indonesia-pedoman-teknis-evaluasi-efektivitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-perairan-pesisir-dan-pulau/
     
    SURAJI
    surajis.wordpress.com
    http://surajis.multiply.com
    http://suraji78.blogspot.com
    http://suraji.s5.com
    http://kkpindonesia.multiply.com/
    Seksi Perlindungan dan Pelestarian Kawasan
    Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K - Kementerian Kelautan dan Perikanan
    Directorate of Aquatic and Marine Resources Conservation, Directorate General of Marine, Coasts and Small Islands, Ministry of Marine Affairs and Fisheries.
    Jl. Medan Merdeka Timur No. 16, Gd. Mina Bahari III lt. 10 Jakarta Pusat. T./F. +62 21-3522045
    Project Operation Manager
    Coral Reef Rehabilitation and Management Program Phase II (COREMAP II), DG. MCSI - Ministry of Marine Affairs and Fisheries
    Jl. Tebet Timur Dalam II No. 45 Jakarta Selatan. P. +62 21-83783931, F. +62 21-8305120
  • erdi lazuardi
    Halo Habib, Terima kasih banyak kirimannya. Selamat tahun baru 2013 buat semua. salam, erdi ________________________________ From: Abdullah Habibi
    Message 2 of 2 , Jan 2, 2013
      Halo Habib,

      Terima kasih banyak kirimannya.

      Selamat tahun baru 2013 buat semua.

      salam,
      erdi



      From: Abdullah Habibi <habeebollah@...>
      To: "mdc_undip@yahoogroups.com" <mdc_undip@yahoogroups.com>; kesemat kelautan <kesemat@yahoogroups.com>; Reef Check Jaringan <reefcheckind@yahoogroups.com>
      Sent: Wednesday, January 2, 2013 11:00 AM
      Subject: [reefcheckind] Fw: E-KKP3K [1 Attachment]

       
      kiriman dokumen, cara untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan kawasan taman nasional perairan dari tetangga sebelah.

      salam,
      Habib

      ----- Forwarded Message -----
      From: suraji <suraji_a@...>
      To: coremap ii <coremap2@yahoogroups.com>; "coremap2009_WB@yahoogroups.com" <coremap2009_WB@yahoogroups.com>; "eafm_id@yahoogroups.com" <eafm_id@yahoogroups.com>; milist mpa101 <mpa101tot@yahoogroups.com>
      Sent: Saturday, December 22, 2012 1:21 AM
      Subject: [eafm_id] E-KKP3K

       
      MENAKAR EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL DI INDONESIA:
      Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (E-KKP3K)
      Pengelolaan ekosistem melalui upaya konservasi telah dipahami sebagai upaya seimbang untuk perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan. Satu atau lebih tipe ekosistem dapat ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang dalam pengelolaannya dilakukan dengan sistem zonasi.  Seiring dengan perkembangan desentralisasi, konservasi tidak lagi hanya menjadi kewenangan pemerintah pusat saja, Pemerintah daerah juga diberi kewenangan dalam mengelola kawasan konservasi di wilayahnya. Sistem zonasi yang memberi ruang pemanfaatan untuk perikanan berkelanjutan dan pariwisata bahari serta kewenangan desentralisasi pengelolaan telah menjadi paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia.
      Perkembangan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil saat ini (2012_red.) telah mencapai 15,78 juta hektar melebihi target Renstra yang dipatok seluas 15,5 juta hektar pada tahun 2014, selanjutnya kawasan akan dikembangkan mencapai target 20 juta hektar pada tahun 2020. Namun, target utama sesungguhnya adalah pengelolaan kawasan konservasi tersebut secara efektif untuk mendukung perikanan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Upaya pengelolaan efektif kawasan tersebut minimal dilakukan melalui pengembangan dan penguatan kelembagaan pengelolaan, rencana pengelolaan dan zonasi kawasan konservasi yang tepat, dukungan infrastruktur pengelolaan serta terlaksananya kegiatan-kegiatan pengelolaan secara kolaboratif kawasan konservasi perairan yang didukung dengan pendanaan berkelanjutan.
      Untuk mengevaluasi tingkat efektivitas kawasan konservasi tersebut, telah disusun alat ukur yang dinamakan E-KKP3K, yaitu metode evaluasi efektivitas kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil. Secara ringkas, terdapat lima level (tingkat) pengelolaan, yaitu: MERAH: (Level 1), merupakan kawasan konservasi perairan telah diinisiasi, ddievaluasi dengan Pencadangan (SK); KUNING: (Level 2) kawasan konservasi perairan didirikan, tersedia: lembaga pengelola, zonasi&manajemen plan; HIJAU (Level 3); kawasan konservasi perairan dikelola minimum, tersedia : lembaga pengelola, zonasi&manajemen plan, penguatan Kelembagaan  dan SDM, Infrastruktur dan peralatan, upaya-upaya pokok pengelolaan KKP/KKP3K; BIRU (Level 4), kawasan konservasi perairan dikelola optimum, pengelolaan KKP/KKP3K telah berjalan baik; dan EMAS: (Level 5) kawasan konservasi perairan mandiri, pengelolaan KKP/KKP3K telah berjalan baik dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Dari 5 (lima) level (tingkat) pengelolaan tersebut, diurai menjadi 17 (tujuh belas) kriteria umum dengan 74 kriteria rinci yang dilengkapi alat verifikasinya. Metode penilaian (E-KKP3K) ini mengakomodasi metode-metode evaluasi efektivitas kawasan yang telah berkembang dipadukan dengan tahapan pengelolaan kawasan konservasi. E-KKP3K diharapkan menjadi sebuah alat untuk mengevaluasi efektivitas yang sekaligus dapat dijadikan alat ukur sendiri bagi pengelola kawasan konservasi perairan untuk menyelesaikan tahapan-tahapan pengelolaan kawasan yang perlu dilakukan untuk menuju efektivitas pengelolaan/kemandirian pengelolaan KKP/KKP3K, disisi lain dapat pula digunakan untuk menilai tingkat kinerja pengelolaan kawasan. Anugerah Kawasan Konservasi Perairan (KKP Awards) sedang dirancang sebagai apresiasi terhadap upaya pengelolaan kawasan konservasi yang telah dilakukan. KKP Awards secara tersendiri ataupun menjadi satu kesatuan dengan program lainnya merupakan pemberian penghargaan yang sekaligus menjadi media fasilitasi untuk mendorong pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang efektif.
      Penatakelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang efektif dapat tercapai melalui perencanaan pengelolaan dan manajemen zonasi yang baik, tersedianya sumberdaya manusia dan lembaga pengelola yang kompeten, tersedianya infrastruktur dan sarana pendukung yang baik, maupun upaya-upaya pengelolaan kawasan yang dilakukan secara sinergis dan terpadu. Semoga Perwujudan Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi Perairan yang Efektif untuk Mendukung Perikanan Berkelanjutan bagi Kesejahteraan Masyarakat bukan hanya ucapan semata namun segera dapat tercapai. (SJI)
      Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (E-KKP3K) sebagaimana terlampir.
      http://surajis.wordpress.com/2012/12/22/menakar-efektivitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-perairan-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil-di-indonesia-pedoman-teknis-evaluasi-efektivitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-perairan-pesisir-dan-pulau/
       
      SURAJI
      surajis.wordpress.com
      http://surajis.multiply.com
      http://suraji78.blogspot.com
      http://suraji.s5.com
      http://kkpindonesia.multiply.com/
      Seksi Perlindungan dan Pelestarian Kawasan
      Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K - Kementerian Kelautan dan Perikanan
      Directorate of Aquatic and Marine Resources Conservation, Directorate General of Marine, Coasts and Small Islands, Ministry of Marine Affairs and Fisheries.
      Jl. Medan Merdeka Timur No. 16, Gd. Mina Bahari III lt. 10 Jakarta Pusat. T./F. +62 21-3522045
      Project Operation Manager
      Coral Reef Rehabilitation and Management Program Phase II (COREMAP II), DG. MCSI - Ministry of Marine Affairs and Fisheries
      Jl. Tebet Timur Dalam II No. 45 Jakarta Selatan. P. +62 21-83783931, F. +62 21-8305120


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.