Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

660Perlu Perubahan Paradigma Penyaluran CSR di Kabupaten Kepulauan

Expand Messages
  • Hartono
    Mar 16, 2014
    • 0 Attachment

      Perlu Perubahan Paradigma Penyaluran CSR di Kabupaten Kepulauan Anambas.

       

      Perusahan pertambangan minyak dan gas yang beroperasi di Anambas perlu menata ulang program CSR yang dilaksanakan agar benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat. Paradigma lama pelaksanaan CSR  yang hanya sekedar memberikan charity dan derma kepada masyarakat harus segera ditinggalkan.

      "Perusahaan Migas seharusnya merujuk pada konsepsi CSR yang dirumuskan oleh World Business Council for Sustainable Development yang mendefiniskan Corporate Social Responsibility sebagai komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan," kata Koordinator Nasional DFW-Indonesia, Moh Abdi Suhufan kepada BATAMTODAY.COM, Senin (10/3/2014).

      Abdi menambahkan, Corporate Social Responsibility atau CSR adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan. Berdasarkan hal tersebut terlihat jelas bahwa program CSR memiliki nilai atau value yang lebih tinggi dari hanya sekedar praktek menggugurkan kewajiban perusahaan.

      "Perusahaan harus lebih terbuka menyampaikan perencanaan program CSR kepada pemerintah dan masyarakat sehingga dapat menjamin transparansi implementasi. Bagi pemerintah daerah sendiri, penyampaian perencanaan ini menjadi penting agar dapat masuk dalam bingkai perencanaan pembangunan daerah yang dikontribusikan oleh sektor swasta. Program CSR juga hendaknya berbasis isu dan permasalahan serta prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah sehingga terjadi akselerasi pembangunan," ujarnya.

      Seperti diketahui, kata Abdi, bahwa masalah ekonomi seperti perikanan, kemiskinan, pertanian dan pengembangan koperasi serta UKM merupakan isu yang mengemuka saat ini.  Sepanjang, hal ini belum dapat dilakukan, maka formulasi program CSR akan kurang membawa manfaat bagi masyarakat. 

      Kerangka perencanaan ini mesti dalam kurun waktu satu tahunan atau lima tahun agar terlihat kemana arah pengembangan CSR yang akan dilakukan oleh perusahaan. Seperti diketahuhi bahwa di Anambas saat ini terdapat beberapa perusahaan mugas yang melakukan program CSR yaitu Conocohillips, Premier Oil dan Star Energy.

      "Jadi, semua pihak harusnya dapat memahami bahwa Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi jangka panjang terhadap satu issue tertentu di masyarakat atau lingkungan untuk dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik," katanya.

      Kontribusi dari perusahaan ini bisa berupa banyak hal seperti, bantuan dana, bantuan tenaga ahli dari perusahaan dan bantuan barang. Di sini perlu dibedakan antara program Corporate Social Responsibility dengan kegiatan charity. 

      Kegiatan charity hanya berlangsung sekali atau sementara waktu dan biasanya justru menimbulkan ketergantungan publik terhadap perusahaan. Sementara, program Corporate Social Responsibility merupakan program yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menciptakan kemandirian publik.

      "CSR seharusnya memiliki program yang bersentuhan dengan masyarakat langsung dan akan menciptakan kemandirian terhadap masyarakat," ungkapnya.