Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: Makna Waktu bagi Orang Mukmin

Expand Messages
  • Cikgunik
    Message 1 of 1 , Aug 26, 2000
    • 0 Attachment
      ----------
      > From: Ira <Ira@...>
      > To: 'ps-i-owner@egroups.com'
      > Subject: Makna Waktu bagi Orang Mukmin
      > Date: Saturday, August 26, 2000 11:46 AM
      >
      > MAKNA WAKTU BAGI ORANG MUKMIN
      > ( TAKEN FROM : WAKTU NAFAS YANG TAK AKAN KEMBALI BY : ABDUL MALIK AL
      > QASIM )
      >
      > BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIIM..
      >
      > FIRMAN ALLAH :
      >
      > WAL'ASRI, INNAL INSAA NALAFIY HUSRIN, ILLALLADZIYNA AAMANUU WA
      > AMILUSSHOLIHATI,
      > WATAWAA SOWBILHAQ, WATAWWA SOWBISSOBRI.
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " DEMI MASA, SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU BENAR - BENAR BERADA DALAM
      > KERUGIAN, KECUALI ORANG - ORANG YANG BERIMAN DAN MENGERJAKAN AMAL SHALEH
      > DAN NASEHAT MENASEHATI SUPAYA MENTAATI KEBENARAN DAN NASEHAT -
      > MENASEHATI SUPAYA MENETAPI KEBENARAN "
      > ( SURAT AL- ASHR : 1-3 )
      >
      > Allah bersumpah dengan masa yaitu kesempatan yang tersedia untuk
      > menggapai keberuntungan bagi orang -orang Mukmin dan kesempatan yang
      > disia - siakan oleh orang - orang yang lena. Dalam perjalanan waktu pula
      > terdapat pelajaran dan suri teladan bagi orang - orang yang memiliki
      > mata hati.
      >
      > Al_Qur'an dan Sunnah Rasulullah memberikan nilai dan makna serta sisi -
      > sisi pemanfaatan, bahwa waktu adalah salah satu karunia terbesar dari
      > Allah Swt. Dalam salah satu firman-Nya Allah menjelaskan karunia besar
      > ini yang merupakan sumber berbagai kebaikan :
      >
      > Firman Allah dalam Surat An -Nahl : 12
      >
      > WASSAHARO LAKUMULLAYLA, WANNAHAARO WASYAMSA, WAL QOMARO WANNAJUWMU
      > MUSAHHAROOTU BI AMRIHI INNA FIY DZALIKA LA-AAYATILLA KOWMIYYA'KILUN.
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " DAN, DIA MENUNDUKKAN MALAM DAN SIANG, MATAHARI DAN BULAN UNTUKMU. DAN,
      > BINTANG - BINTANG ITU DITUNDUKKAN UNTUKMU DENGAN PERINTAH-NYA.
      > SESUNGGUHNYA PADA YANG DEMIKIAN ITU BENAR - BENAR ADA TANDA - TANDA
      > KEKUASAAN ALLAH BAGI KAUM YANG MEMAHAMINYA "
      >
      > FIRMAN ALLAH DALAM SURAT AL-FURQAN : 62
      >
      > WAHUWALLADZIY JA'ALALLAYLA WANNAHAARO HILFATALLAMAN AROODA-AYYADZAKARO
      > AW AROODA SUKRON
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " DAN, DIA PULA YANG MENJADIKAN MALAM DAN SIANG SILIH BERGANTI BAGI
      > ORANG YANG INGIN MENGAMBIL PELAJARAN ATAU ORANG YANG INGIN BERSYUKUR .
      >
      > Untuk menjelaskan makna waktu dan pengaruhnya, Allah bersumpah dengan
      > waktu dalam permulaan berbagai surat Al-Qur'an.
      >
      > IA BERSUMPAH DENGAN FAJAR : ( Surat Al-Fajr : 1-2 )
      >
      > WAL FAJRI, WALAYAALIN ASRIN
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " DEMI FAJAR DAN MALAM YANG SEPULUH "
      >
      > IA BERSUMPAH DENGAN MALAM DAN SIANG ( Surat Al-Lail 1-2 )
      >
      > WALAYLI IDZAA YARSYA, WANNAHAARI IDZAA TAJALLA
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " DEMI MALAM APABILA MENUTUPI ( CAHAYA SIANG ) DAN SIANG APABILA TERANG
      > BENDERANG "
      >
      > IA BERSUMPAH DENGAN WAKTU DHUHA ( Surat Adh-Dhuha 1-2 )
      >
      > WADHUHA, WALAYLI IDZAA SAJA
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " DEMI WAKTU DHUHA ( WAKTU MATAHARI SEPENENGGALAN NAIK ), DAN DEMI MALAM
      > APABILA TELAH SUNYI "
      >
      > Sumpah Allah dengan bagian - bagian waktu tersebut adalah untuk
      > mengingatkan kepada maknanya, sebab didalamnya terdapat tanda - tanda
      > yang sangat agung dan manfaat serta pengaruh yang menentukan. OLEH
      > KARENA ITU, TIDAK ADA YANG LEBIH MAHAL DARIPADA UMUR YANG DIKARUNIAKAN
      > ALLAH KEPADA MANUSIA.
      >
      > Sumpah Allah dengan waktu menjadi satu isyarat bahwa manusia sangat
      > akrab dengan keburukan dan malapetakan dikarenakan lena dari kejapan
      > masa. Sumpah Allah denga waktu juga mengisyaratkan tentang kemuliaan dan
      > ketinggian kedudukan waktu. Kesengsaraan dan kerugian yang menyertai
      > manusia disebabkan sikap menyia - nyiakan waktu yang ada dalam diri
      > manusia, bukan karena waktu itu sendiri. Oleh karenanya Rasullulah Saw
      > bersabda :
      > " LA TASUBBUW DAHRO, FAIINALLAHA HUWADAHRU " ( JANGAN LAH KAMU MEMAKI
      > WAKTU, SEBAB SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH WAKTU ) "
      >
      > Usia manusia sangat pendek, tidak lebih dari beberapa puluh tauhun saja.
      > Tetapi setiap detik usia manusia yang dilewati akan
      > dipertanggungjawabkan kelak dihari kiamat nanti. Rasullulah Saw Bersabda
      > :
      >
      > " LATAZUWLU QODAMA ABDIYAWMALQIYAAMATI HATTA YUS'ALA AN ARBA'I
      > HISOLIN.
      > AN UMRIHI FIYMA AFNAHU, WAAN SYABABIHI FIYMA ABLAHU, WA'ANMALIHIMIN
      > AYNAKTASABAHU
      > WA FIYMA ANFAQOHU, WA-AN ILMIHI MDZA AMILABIHI.
      >
      > ARTINYA :
      >
      > :" KEDUA KAKI SEORANG HAMBA TIDAK AKAN MELANGKAH PADA HARI KIAMAT
      > SEHINGGA IA DITANYA TERLEBIH DAHULU TENTANG EMPAT PERKARA YAITU :
      > 1. TENTANG UMURNYA , UNTUK APA IA HABISKAN
      > 2. TENTANG MASA MUDANYA, UNTUK APA IA LEWATKAN
      > 3. TENTANG HARTANYA DARI MANA IA DAPATKAN, DAN UNTUK APA IA
      > BELANJAKAN
      > 4. TENTANG ILMUNYA UNTUK APA IA PERGUNAKAN ."
      >
      > Dalam suasana yang berat dihari kiamat ini, kedua kaki seorang hamba
      > tidak akan dapat melangkah sebelum dihitung masa hidupnya untuk apa ia
      > pergunakan dan apa yang ia lakukan pada masa mudanya. Sebab masa muda
      > adalah pemberian Allah yang sangat berharga sehingga disebutkan secara
      > khusus setelah disebutkan usia manusia secara umum.
      >
      > Keberadaan manusia secara mantap pada usia muda lebih agung dan lebih
      > meyakinkan serta lebih potensial daripada tahap awal dan tahap terakhir
      > dari usia manusia, dimana dalam kedua tahap tersebut yaitu masa anak -
      > anak dan masa lanjut usia, manusia berada dalam keadaan lemah menuju
      > kuat, dan dalam keadaan kuat menuju lemah.
      >
      > Dari Sahabat Ibnu Abbas diriwaytakan bahwa Rasulullah Saw bersabda :
      >
      > " DUA NIKMAT YANG BANYAK ORANG RUGI DIDALAMNYA ADALAH KESEHATAN DAN
      > WAKTU LUANG "
      >
      > Maksud dari sabda Rasulullah saw diatas adalah banyak kebanyakan orang
      > tidak mempergunakan waktu sehat dan waktu luang mereka untuk hal - hal
      > yang berguna. Akan tetapi sebaliknya mereka kalah dengan diri mereka
      > sendir dengan menghabiskan waktu untuk hal - hal yang tidak berguna.
      >
      > Rasulullah Saw menegaskan dengan sabdanya :
      >
      > " IGHTANIM KHOMSAN QOBLA KHOMSIN, SYABABAKA QOBLA KHAROMIKA, WASIHHATAKA
      > QOBLA SAKOMIKA, WAGHINAKA QOBLA FAKRIKA , WAFAROGHOKA KOBLA SYUGHLIKA,
      > WAHAYATAKA QOBLA MAWTIKA "
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " PERGUNAKANLAH UNTUK MENDAPAT KEBERUNTUNGAN LIMA PERKARA SEBELUM DATANG
      > LIMA PERKARA LAINNYA YAITU :
      > 1. MASA MUDAMU SEBELUM DATANG MASA TUAMU
      > 2. MASA SEHATMU SEBELUM DATANG MASA SAKITMU
      > 3. MASA KAYAMU SEBELUM DATANG MASA MISKINMU
      > 4. MASA LUANGMU SEBELUM DATANG MASA SIBUKMU
      > 5. MASA HIDUPMU SEBELUM DATANG KEMATIANMU "
      >
      > Umur manusia adalah musim tanam didunia ini dan memetik hasilnya itu
      > diakherat nanti. Maka tidak layak bagi seorang Muslim mebuang - buang
      > kesempatan dan membelanjakan modal hidupnya didalam hal - hal yang tidak
      > beguna.Bagi yang menyia - nyiakan waktu sekarang, akan datang kelak pada
      > suatu saat dimana ia baru menyadari harga dan nilai mahalnya amal
      > perbuatan.
      >
      > Dalam hal ini Allah menyebutkan dua saat dimana manusia menyesali
      > dirinya sendiri, yang pertama : Pada saat menanti Ajal Tiba, yaitu
      > ketika ia sedang berada dalam keadaan akan meninggal dunia dan
      > menghadapi akhirat. Ia berandai untuk diberi sekejap waktu agar dapat
      > memperbaiki kekurangan dan menebus apa yang terlenakan.
      > Yang kedua : Diakherat kelak dimana seluruh amal perbuatan diberi
      > balasan. Disana hanya ada dua tempat para ahli sorga akan mauk sorga dan
      > para ahli neraka akan masuk neraka. Ahli neraka akan berandai untuk
      > dapat kembali ke alam dunia sekali lagi agar dapat memulai awal dari
      > kehidupan aru dengan amal shlaeh. Namun tidak mungkin terwujud apa yang
      > mereka angankan sebab masa kesempatan untuk beramal telah habis, yang
      > ada adalah masa pembagian hasil kerja.
      >
      > Sangat tidak layak seorang Muslim mengajak temannya dengan mengucapkan "
      > Mari Kita habiskan waktu senggang " Adakah waktu senggang bagi seorang
      > Muslim...??? Setiap saat bagi seorang Muslim, diperintahkan untuk
      > berbuat sesuatu yang bermakna sebagaimana Firman Allah Swt dalam Surat
      > Asy-Syarh 7-8 :
      >
      > '" FA-IDZAA FAROGHTA FANSHOB, WA ILAA ROBBUKA FARGHOB "
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " MAKA APABILA KAMU SELESAI DARI SATU URUSAN, KERJAKANLAH DENGAN SUNGGUH
      > - SUNGGUH URUSAN YANG LAIN, DAN HANYA KEPADA TUHANMULAH HENDAKNYA KAMU
      > BERHARAP "
      >
      > Jika telah selesai dari urusan dengan manusia, dengan alam dan urusan -
      > urusan dunia lainnya, maka hendaknya seorang Muslim memusatkan hatinya
      > secara total kepada yang Maha Kuasa untuk sungguh - sungguh beribadah,
      > berharap dan berpasrah kepada-Nya. Meskipun bagi seorang Muslim dengan
      > kesadarannya dan ketulusannya berkeyakinan bahwa segala urusan dunia
      > adalah termasuk ibadah. Ia senantiasa dalam jihad selama hidupnya.
      >
      > Allah Swt menegaskan dalam Surat Adz-Dzariyat : 56 )
      >
      > " WAMAKHOLAKTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA'BUDUN "
      >
      > ARTINYA :
      >
      > " TIDAKLAH AKU CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA KECUALI UNTUK BERIBADAH KEPADAKU
      > "
      >
      > ALLAH JUGA BERFIRMAN DALAM SURAT AL MUKMINUN : 116
      >
      > " AFAHASIBTUM ANNAMAA KHOLAKNAKUM ABASAWWA ANNAKUM ILAYNA LATUR JA'UN "
      >
      > ARTINYA
      >
      > " APAKAH KAMU SEKALIAN MENGIRA BAHWA KAMI MENCIPTAKAN KAMU SIA - SIA
      > TANPA TUJUAN DAN KEPADA KAMI KAMU TIDAK DIKEMBALIKAN "
      >
      > Hari demi hari silih berganti, malam demi malam saling mengikuti, begitu
      > seterusnya, manusia adalah musafir yang sedang menelusuri perjalanan
      > yang ditemani waktu hingga akan sampai pada titik akhir perjalanan.
      > Setiap orang adalah khalifah umat manusia yang datang silih berganti
      > dari generasi ke generasi dan berakhir pada satu tempat sorga atau
      > neraka.
      > Seorang musafir yang bijak menyadari bahwa perjalanan adalah tugas yang
      > berat dan penuh tantangan yang tidak mungkin untuk dapat dinikmati
      > dengan santai dan bersenang - senang. Sebab kesenangan dan kenikmatan
      > adanya setelah sampai ditempat tujuan.
      > Seorang musafir yang bijak juga menyadari bahwa setiap detik atau setiap
      > kaki melangkah dalam perjalanan tidak mungkin berhenti. Ia harus terus
      > mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup.
      >
      >
      > WASSALAM'
      >
      > IRA SAPTAMIA
      > PT.BUSANA PERKASA GARMENTS
      > TEXMACO APPARELS DIVISIONS
      > ACCOUNTING DEPARTMENT
      > JLN RAYA KEDUNG HALANG N0.263
      > BOGOR - INDONESIA - 16710
      >
      >
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.